Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Peningkatan Cinta Keberagaman Budaya Indonesia Melalui Media FLIP -BOOK dan POP-UP Book Ulfa Dwi Rizki Nasution1. Vira Putri Fadhilah2. Vovi Utari3. Wardini4. Yuliana Indah Sari Sitio5. Yustika Afritania Sitorus6. Nazrianli Lubis7* 1,2,3,4,5,6,7 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muslim Nusantara. Medan. Indonesia *Korespondensi : nazrianilubis@umnaw. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya Indonesia melalui penggunaan media flip-book dan pop-up book pada anak-anak di lingkungan panti asuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Febrian Berkat Karunia. Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, demonstrasi media, dan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman serta apresiasi anak-anak terhadap keberagaman budaya setelah menggunakan media interaktif tersebut. Selain itu, ditemukan pula dampak positif dalam aspek kognitif, motorik halus, emosional, hingga penguatan identitas budaya anak-anak. Media flip-book dan pop-up book terbukti efektif sebagai alat bantu edukatif yang menarik, interaktif, dan mampu memperkaya pengalaman belajar tentang keberagaman budaya Indonesia secara menyenangkan dan bermakna. Kata kunci: Budaya. Flip-book. Pop-up book Abstract This study aims to enhance children's appreciation of Indonesia's cultural diversity through the use of flipbook and pop-up book media in an orphanage setting. The community service activity was conducted at Febrian Berkat Karunia Orphanage Foundation in Deli Serdang Regency. The implementation consisted of four stages: preparation, socialization, media demonstration, and evaluation through pretest and The results showed a significant improvement in childrenAos understanding and appreciation of cultural diversity after engaging with the interactive media. Moreover, the intervention had positive effects on their cognitive, emotional, and fine motor development, as well as in strengthening their cultural Flip-books and pop-up books proved to be effective educational tools that are engaging, interactive, and enriching for children's learning experiences on Indonesian cultural diversity. Keywords: Culture. Flip-book. Pop-up book Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 up book menyajikan tampilan tiga dimensi yang membuat isi buku AuhidupAy Keduanya memungkinkan anak untuk belajar sambil bermain, sekaligus memperkuat pemahaman dan pengalaman belajar yang bermakna. Indonesia kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya, mulai dari bahasa, adat istiadat, rumah adat, pakaian tradisional, hingga kesenian daerah yang tumbuh dan berkembang di setiap wilayahnya. Keberagaman ini merupakan identitas nasional yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Sayangnya, arus globalisasi yang begitu cepat membawa pengaruh besar terhadap cara pandang generasi muda, di mana budaya luar menjadi lebih menarik dan mudah diakses, sementara budaya lokal semakin terpinggirkan. Fenomena ini menyebabkan tergerusnya rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya sendiri, terutama pada anak-anak yang berada dalam lingkungan terbatas seperti panti Beberapa menunjukkan efektivitas media visual Maulina menunjukkan bahwa media pop-up book dalam pengenalan budaya lokal Banten dinilai sangat layak digunakan oleh para ahli media dan materi. Dewi . dalam penelitiannya menemukan bahwa penggunaan flip-book dapat meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar karena visualisasinya yang menarik dan mampu mendorong partisipasi aktif dalam kelas. Sementara itu. Setiyanigrum . menunjukkan bahwa pop-up book sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran Hasil-hasil penelitian tersebut memberikan dasar kuat bahwa media berbasis visual seperti flip-book dan pop-up book tidak hanya mampu meningkatkan minat belajar, tetapi juga memperkuat keterlibatan emosi dan kognitif anak-anak dalam memahami isi Dalam konteks ini, pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak usia dini, termasuk cinta terhadap keberagaman budaya Indonesia. Namun, proses pembelajaran di sekolah maupun lembaga informal seperti panti asuhan sering kali menggunakan metode konvensional yang kurang menarik bagi anak-anak. Media pembelajaran yang hanya bersifat verbal dan pasif membuat siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak, seperti penggunaan media flip-book dan pop-up Kedua media ini menawarkan interaktivitas yang tinggi, serta mampu merangsang daya imajinasi dan Flip-book menampilkan animasi melalui lembaran gambar yang berurutan, sedangkan pop- Meski demikian, penggunaan kedua media tersebut dalam konteks pendidikan budaya masih jarang ditemukan, terutama di lingkungan informal seperti panti asuhan. Beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru dalam menggunakan media interaktif, dan dominasi pendekatan pembelajaran berbasis buku teks menjadi penyebab utama kurang optimalnya pemanfaatan media flip-book dan pop-up book. Padahal. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kontekstual dan menyenangkan, kedua media ini sangat potensial untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak, khususnya yang hidup dalam keterbatasan akses terhadap pendidikan budaya. Vol. 9 No. Mei 2025 kegiatan tersebut. Dengan memahami lebih dalam tentang profil kegiatan, diharapkan pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai kontribusi dan hasil yang telah tercapai, serta pentingnya setiap langkah yang diambil dalam mendukung kesuksesan program atau proyek yang dilaksanakan. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini menghadirkan kebaruan ilmiah melalui implementasi media flip-book dan pop-up book yang dikembangkan secara khusus untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada anak-anak panti asuhan di Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Media ini memuat konten budaya lokal seperti pakaian adat, rumah tradisional, tarian, dan tradisi khas Sumatera Utara yang dikemas secara menarik dan interaktif. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pengabdian mahasiswa PPG Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa. Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada budaya secara berinteraksi secara langsung melalui media yang menyenangkan dan Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media flip-book dan pop-up book dalam anak-anak keberagaman budaya Indonesia, serta mengeksplorasi bagaimana tanggapan anak-anak terhadap penggunaan media tersebut sebagai sarana pembelajaran Tabel 1. Identitas Proyek Identitas Proyek Nama Proyek Tujuan Dampak Lokasi Waktu Pelaksanaan Peningkatan Indonesia melalui media flip -book dan popup book Meningkatan Indonesia melalui media flip -book dan popup book Anak-anak panti menjadi cinta akan keberagaman Indonesia Panti Asuhan Yayasan Febrian Berkat Karunia Jl. Pertanian No. 01 Dusun IV Pasar V Desa Marindal 3 kali pertemuan Alur Kegiatan Pada alur kegiatan akan dijelaskan implementasi proyek kepemimpinan. Alur kegiatan ini mencakup tahapantahapan yang sistematis dan terstruktur, dimulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang mendukung tercapainya tujuan proyek secara efektif dan efisien. Penjelasan mengenai alur kegiatan ini pemahaman yang lebih mendalam langkah-langkah METODE PELAKSANAAN Profil Kegiatan Profil kegiatan ini mencakup informasi terkait jenis, tujuan, serta dampak yang dihasilkan dari kegiatan513 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) diambil dalam setiap fase proyek kepemimpinan, serta pentingnya peran kepemimpinan dalam mengelola dan mengarahkan setiap aktivitas agar mencapai hasil yang optimal. Vol. 9 No. Mei 2025 menawarkan pengalaman belajar yang unik, partisipatif, serta merangsang imajinasi siswa untuk berpikir kreatif (Nazhirah, 2. Selain itu, media popup book mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, efektivitasnya sebagai alat bantu pembelajaran (Rasyida, 2. Dengan demikian, integrasi flipbook dan pop-up book dalam proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga berkontribusi positif terhadap psikomotorik dan kreativitas mereka. Template Structure Work Breakdown Template Work Breakdown Structure (WBS) adalah alat penting dalam manajemen proyek yang membantu membagi tugas besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga memudahkan pengelolaan dan Template WBS yang disajikan di sini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pembagian tugas yang efisien dan efektif, serta memudahkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan kontrol proyek. Dengan menggunakan template ini, diharapkan proyek dapat dijalankan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dapat dipantau dengan lebih baik. Gambar 1. Alur Kegiatan Penggunaan flipbook dan pop-up book dalam pembelajaran memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikomotorik dan kreativitas siswa. Interaksi dengan flipbook, yang melibatkan aktivitas membalik halaman secara cepat untuk menciptakan efek animasi, dapat melatih keterampilan motorik halus dan meningkatkan koordinasi mata-tangan siswa. Selain itu, proses pembuatan dan penggunaan flipbook dapat merangsang imajinasi serta mendorong siswa untuk berpikir inovatif dalam mengembangkan cerita atau konsep animasi sederhana. Sementara itu, pop-up book, dengan elemen tiga dimensinya yang muncul saat halaman dibuka, menawarkan pengalaman belajar yang interaktif dan Penggunaan media pop-up book dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 2. Template Work Breakdown Structure Tahap Output Penguru san izin Mengh la panti Mempe . lat A Iz Kontrak Menc Outcome Targ Keteranga Dilaksan A Men akan oleh Wardini dan Vovi A Mendap n dari Mendapatk didik yang ada pada Dilaksan akan oleh Mempersia daya yang Dilaksan akan oleh Vol. 9 No. Mei 2025 Diguna kan dan A Mencat at alat Sosialis Pelaksanaa lapanga sosialisasi yang akan Melaksa Pelaksanaa n kegiatan kegiatan sesuai Memberika 2 Ae Dilaksan n arahan 3 akan oleh hari seluruh n mengenai yang akan Tercapainy 2 Dilaksan a kualitas hari akan oleh Kualitas Keberhasilan Proyek Kualitas Keberhasilan Proyek, mencakup indikator-indikator dan kriteria yang digunakan untuk menilai sejauh mana sebuah proyek dapat mencapai tujuannya dengan baik. Kualitas keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari segi pencapaian output, tetapi juga dari efisiensi, ketepatan waktu, serta dampak positif yang dihasilkan. Dengan menganalisis kualitas keberhasilan proyek, kita dapat mengevaluasi kekuatan, kelemahan, dan pelajaran yang dapat diterapkan pada proyek-proyek memastikan bahwa setiap elemen proyek mendukung pencapaian hasil yang optimal. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 3. Template Work Breakdown Structure HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi 4 tahapan yakni mempersiapkan alat dan bahan, melakukan sosialisasi kepada anak-anak mendemonstrasikan alat flip-book dan Pop-up book, melakukan kegiatan bermain permainan tradisional dan mengadakan evaluasi dan refleksi kegiatan ini berlangsung mulai dari tanggal 22 April sampai dengan 26 April 2025. Uraian setiap dilaksanakan oleh tim pelaksana adalah sebagai berikut. Pada tahap pertama dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 22-23 April 2025, tim pelaksana fokus pada kegiatan mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan program. Berbagai material seperti kertas, lem, gunting, pensil warna, dan alat-alat pendukung lainnya dikumpulkan dan diorganisir dengan rapi. Selain itu, tim juga mempersiapkan konten flip-book dan pop-up book yang akan dibuat, termasuk gambar-gambar budaya Indonesia dari berbagai daerah, informasi mengenai pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, dan kekayaan budaya Tahap ini sangat krusial karena menjadi fondasi bagi kelancaran kegiatan selanjutnya, sehingga tim dengan teliti dan komprehensif. Perencanaan Standar Kualitas Nama Kegiat Indonesia media flip -book dan popup book Kualitas yang Diharapkan Kreativitas Inovasi: Media flip-book dan pop-up book yang dihasilkan kreativitas dan inovasi dalam Indonesia. Desain tepat, dan teknik pembuatan yang Akurasi Informasi: Informasi yang disajikan dalam sesuai dengan yang ada. Sumber informasi yang digunakan harus Nilai Edukatif: Media dihasilkan harus memiliki nilai edukatif yang pemahaman dan kesadaran siswa Indonesia. Informasi yang disajikan harus mudah dipahami Ketahanan Kerapihan: Media dihasilkan harus ketahanan yang Penanggun g jawab Semua Vol. 9 No. Mei 2025 Verifikat Kualitas Dosen Mata Kuliah Projek Kepemimpi Proyek Peningkat an Cinta Keberaga Budaya Indonesia Melalui Media Flipbook dan Popup Book. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Pada berlangsung pada tanggal 25 April 2025, tim pelaksana melakukan demonstrasi penggunaan flip-book dan pop-up book sebagai media pembelajaran interaktif. Tim menunjukkan berbagai teknik membuka dan menggunakan flip-book yang berisi informasi menarik tentang keberagaman budaya Indonesia. Melalui flip-book, anak-anak diajak untuk menikmati visual bergerak yang budaya daerah. Selanjutnya, tim juga mendemonstrasikan pop-up book yang menyajikan unsur tiga dimensi dari berbagai simbol budaya Indonesia, seperti miniatur rumah adat, pakaian tradisional, dan seni pertunjukan. Demonstrasi menjelaskan cara penggunaan media tersebut, tetapi juga membuka diskusi interaktif dengan anak-anak panti asuhan tentang keindahan dan keunikan budaya Indonesia yang beragam. Gambar 2. mempersiapkan flipbook dan pop-up book Tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 24 April 2025, dimana tim melakukan sosialisasi program kepada anak-anak panti asuhan. Pada tahap ini, tim menjelaskan tujuan kegiatan yaitu untuk meningkatkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia melalui media kreatif dan interaktif. Tim memperkenalkan konsep flip-book dan pop-up book serta memberikan gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama program Setelah sosialisasi, anakanak panti asuhan diberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal mereka tentang keragaman budaya Indonesia. Pretest ini mencakup pertanyaan-pertanyaan dasar seputar budaya, adat istiadat, dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil pretest ini nantinya akan digunakan sebagai data pembanding untuk mengukur efektivitas program yang Gambar 4. Mendemonstrasikan Tahap keempat dilaksanakan pada tanggal 26 April 2025, dimana anakanak panti asuhan diajak untuk tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung anak-anak Gambar 3. sosialisasi program kepada anak panti asuhan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) keseruan budaya tradisional Indonesia. Beberapa permainan yang dilakukan antara lain gobak sodor, engklek, congklak, dan benteng-bentengan. Melalui permainan ini, nilai-nilai budaya seperti kerjasama, sportivitas, dan persahabatan juga ditanamkan. Setelah sesi permainan tradisional selesai, tim memberikan posttest kepada anak-anak untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka tentang keragaman budaya Indonesia setelah mengikuti serangkaian kegiatan. Hasil posttest ini kemudian dibandingkan dengan hasil pretest untuk melihat efektivitas program yang telah dilaksanakan. Vol. 9 No. Mei 2025 kegiatan serupa di masa mendatang. Tahap ini menjadi penutup yang bermakna karena memberikan ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keberagaman budaya yang telah dipelajari bersama. Gambar 6. Pemberian sembako kepada pihak Panti asuhan bersama Dosen Pembimbing Kegiatan pengabdian masyarakat "Peningkatan Cinta Keberagaman Budaya Indonesia melalui Media Flipbook dan Pop-up Book di Yayasan Panti Asuhan Febrian Berkat Karunia" telah dilaksanakan dengan melibatkan anakanak panti asuhan sebagai partisipan. Pengukuran dilakukan melalui pretest dan posttest pemahaman dan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Gambar 5. bermain permainan Tahap terakhir dari rangkaian kegiatan ini adalah evaluasi dan refleksi bersama yang juga dilaksanakan sekaligus pemberian sembako kepada pihak panti asuhan pada tanggal 26 April 2025, setelah kegiatan permainan tradisional dan posttest selesai. Tim pelaksana bersama dengan anak-anak panti asuhan duduk bersama dalam pengalaman dan pembelajaran yang didapat selama program berlangsung. Anak-anak diberikan kesempatan untuk pengetahuan baru yang mereka peroleh dari setiap tahapan kegiatan. Tim juga melakukan evaluasi internal terhadap jalannya program, mengidentifikasi halhal yang sudah berjalan dengan baik dan area yang perlu ditingkatkan untuk Tabel 4. Indikator Pre test dan Post test Indikator Soal Memahami Indonesia Identifikasi Indonesia Identifikasi Indonesia Gambaran soal Pengertian Contoh Indonesia Nama rumah adat dari daerah Toraja Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Identifikasi Indonesia Menganalisis Indonesia Identifikasi Indonesia Memahami Identifikasi Menganalisis Menganalisis Tari Saman berasal darimana Vol. 9 No. Mei 2025 Indonesia Identifikasi Indonesia Identifikasi Indonesia Menganalisis Indonesia Memahami Identifikasi Menganalisis Menganalisis Keberagaman Indonesia disebabkan oleh Alat ng berasal Pengertian Contoh Apa manfaat Mengpa tradisonal perlu 0 anak 2 anak 2 anak 3 anak 1 anak 4 anak 0 anak 3 anak 0 anak 2 anak Berdasarkan hasil angket yang signifikan pada pemahaman dan budaya Indonesia setelah dilakukannya intervensi pembelajaran menggunakan media flip-book dan pop-up book. Data Tabel 5. Hasil Pre Test dan Post Test Indikator Soal Pretest Memahami 2 anak Indonesia Identifikasi 1 anak Indonesia Identifikasi Post test 3 anak 3 anak Gambar 7. Grafik Hasil Pretest dan Post Test Dari data di atas, dapat dilihat bahwa pada saat pretest, seluruh anak . %) memperoleh nilai di bawah 60, dengan mayoritas memperoleh nilai di Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) rentang 31-40. Setelah dilakukan intervensi pembelajaran menggunakan media flip-book dan pop-up book, terjadi peningkatan signifikan dimana seluruh anak . %) memperoleh nilai di atas 70, dengan mayoritas memperoleh nilai di rentang 81-90. Vol. 9 No. Mei 2025 Pengembangan Sikap Positif terhadap Keberagaman Perubahan Indonesia terlihat jelas, dengan 78% anak mengungkapkan kebanggaan baru terhadap kekayaan budaya nusantara. Anak-anak kini lebih mengidentifikasi diri sebagai "bagian dari Indonesia yang beragam" dan tidak lagi terpaku pada identitas daerah asal mereka. Dampak positif ini bahkan memicu inisiatif spontan beberapa anak untuk membuat pertunjukan kecil menampilkan tarian dan lagu daerah yang mereka pelajari dari buku. Peningkatan Interaksi Sosial dan Kolaborasi Buku-buku interaktif ini berperan sebagai katalis yang memperkuat interaksi positif antar anak dengan berbagai latar belakang di panti asuhan. Terbentuknya kelompok- kelompok diskusi informal menjadi wadah anakanak berbagi pengetahuan tentang Dinamika mentoring alami juga tercipta ketika anak-anak yang lebih tua secara sukarela membantu adik-adik mereka memahami konten buku, meningkatkan kohesi sosial di lingkungan panti. Dampak pada Perkembangan Kognitif Perkembangan kognitif anak-anak mengalami peningkatan signifikan, terutama kemampuan spasial pada anakanak yang sebelumnya mengalami kesulitan dengan konsep dimensi dan Kosakata terkait budaya dan geografi mereka meningkat rata-rata 30% setelah berinteraksi dengan buku. Lebih mengesankan lagi, kemampuan anak-anak untuk membuat hubungan logis antara praktik budaya dan kondisi geografis/historis meningkat secara Penguatan Identitas dan Harga Diri Hasil Wawancara Selain pengukuran melalui pretest dan posttest, wawancara juga dilakukan untuk mengetahui respon kualitatif dari anak-anak panti asuhan. Beberapa temuan penting dari hasil wawancara berdasarkan indikator yaitu: Peningkatan Keterlibatan Emosional Penggunaan buku pop-up dan flipbook tentang budaya Indonesia telah memicu antusiasme luar biasa pada 85% anak panti asuhan, ditandai dengan ekspresi takjub dan kegembiraan yang intens saat pertama membuka buku. Durasi fokus mereka meningkat signifikan menjadi 25-30 menit per sesi, dibandingkan hanya 10-15 menit saat menggunakan buku konvensional. Perubahan positif juga terlihat pada anak-anak yang sebelumnya pasif, kini mereka menjadi lebih vokal dan ekspresif selama berinteraksi dengan buku interaktif tersebut. Efektivitas Penyerapan Informasi Budaya Media pembelajaran interaktif ini terbukti sangat efektif meningkatkan penyerapan informasi, dengan anakanak mampu mengingat 3-4 kali lebih banyak informasi faktual tentang budaya daerah dibandingkan metode Sekitar 90% anak dapat menyebutkan kembali minimal 5 rumah adat beserta ciri khasnya bahkan Kemampuan mereka menjelaskan detail spesifik seperti fungsi bagian rumah adat atau makna motif pakaian juga meningkat secara signifikan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Representasi budaya dalam bukubuku interaktif memberikan dampak positif terhadap penguatan identitas dan harga diri, terutama pada anak-anak dari daerah terpencil. Beberapa anak yang sebelumnya malu berbicara tentang asal usul mereka kini dengan bangga berbagi Perubahan mendasar juga terlihat dari menurunnya stigma internal terhadap sebelumnya dianggap "kurang modern". Motivasi Eksplorasi Pembelajaran Mandiri Penggunaan berhasil memicu motivasi eksplorasi, dengan 70% anak mengungkapkan keinginan spesifik untuk mengunjungi daerah tertentu yang mereka pelajari. Peningkatan inisiatif untuk mencari informasi tambahan melalui sumber lain yang tersedia di panti asuhan juga terlihat jelas. Perkembangan positif ini diikuti dengan munculnya pertanyaanpertanyaan yang lebih mendalam dan kompleks tentang sejarah dan tradisi budaya Indonesia. Perkembangan Keterampilan Motorik Halus Vol. 9 No. Mei 2025 budaya, pengrajin tradisional, atau pelestari warisan budaya. Beberapa anak mulai mengekspresikan keinginan tradisional seperti batik, ukir, atau tari Perluasan perspektif ini memberikan mereka pilihan karir alternatif yang menghargai dan memanfaatkan pengetahuan budaya Dampak Terapi Emosional Buku-buku interaktif terbukti menjadi sarana efektif bagi anak-anak panti asuhan untuk mengekspresikan dan mengelola emosi dalam lingkungan yang aman. Penggunaan cerita rakyat dan nilai-nilai budaya dari buku pengalaman traumatis masa lalu. Peningkatan kemampuan empati juga terlihat ketika anak-anak memahami keragaman pengalaman hidup di berbagai daerah Indonesia, memberi memandang kehidupan. Pembahasan Hasil angket dan wawancara menunjukkan bahwa penggunaan media flip- book dan pop-up book tentang budaya Indonesia memberikan dampak positif yang komprehensif pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak-anak panti asuhan. Peningkatan yang signifikan pada hasil posttest dibandingkan pretest . ari mayoritas nilai 31-40 menjadi 81-. interaktif ini dalam meningkatkan pemahaman tentang keberagaman budaya Indonesia. Peningkatan ini sejalan dengan penelitian Khoiraton dkk. yang menyatakan bahwa media pembelajaran visual tiga dimensi seperti pop-up book Interaksi dengan elemen-elemen buku pop-up dan flip-book secara signifikan meningkatkan koordinasi tangan-mata anak-anak, terutama yang berusia lebih muda. Beberapa anak bahkan terinspirasi untuk membuat popup keterampilan motorik halus mereka. Peningkatan kesabaran dan ketekunan juga terlihat saat mereka berinteraksi dengan bagian-bagian buku yang memerlukan penanganan hati-hati. Perubahan Aspirasi Masa Depan Eksplorasi budaya melalui buku interaktif membuka cakrawala baru bagi anak- anak tentang berbagai profesi terkait budaya seperti pemandu wisata Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) konsep karena memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret. Levie & Lentz . alam Arsyad, 2. juga mengemukakan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih tugas-tugas menghubungkan fakta dengan konsep. Temuan kualitatif dari wawancara memperkaya pemahaman kita tentang berbagai dimensi manfaat yang dihasilkan dari intervensi ini, mulai dari peningkatan keterlibatan emosional, penguatan identitas budaya, hingga dampak terapeutik. Hasil ini konsisten dengan berbagai teori pembelajaran dan perkembangan anak yang menekankan pentingnya pengalaman multisensori, pembelajaran aktif, dan kontekstualisasi Temuan ini selaras dengan penelitian Phinney & Ong . tentang perkembangan identitas etnis pada remaja, yang menemukan bahwa pengetahuan dan afirmasi positif kesejahteraan psikologis. Tajfel & Turner . dalam teori identitas sosial juga menjelaskan bahwa representasi positif dari kelompok budaya seseorang dalam media dapat meningkatkan evaluasi diri positif dan harga diri kolektif. Hasil ini juga memiliki implikasi praktis bagi pengembangan program pendidikan multikultural di panti asuhan dan konteks pendidikan non-formal Media pembelajaran interaktif seperti flip-book dan pop-up book terbukti menjadi alat yang efektif untuk menanamkan pemahaman dan apresiasi Indonesia, manfaat perkembangan yang holistik bagi anak-anak. Temuan ini konsisten dengan penelitian Seefeldt & Barbour . Vol. 9 No. Mei 2025 yang menunjukkan bahwa aktivitas manipulatif seperti membuka, melipat, dan menggerakkan elemen pop-up book dapat meningkatkan keterampilan motorik halus yang penting untuk perkembangan menulis dan aktivitas sehari-hari. Montessori . alam Lillard, 2. juga menekankan pentingnya material pembelajaran yang dapat dimanipulasi secara fisik untuk mengembangkan koordinasi dan kontrol gerakan pada anak-anak. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flip-book dan pop-up budaya Indonesia di kalangan anak-anak Yayasan Panti Asuhan Febrian Berkat Karunia. Peningkatan signifikan pada nilai posttest dibandingkan pretest menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman anakanak tentang keberagaman budaya Indonesia. Selain peningkatan pengetahuan, program ini juga berhasil mengubah sikap anak-anak menjadi lebih apresiatif dan bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia. Perubahan sikap ini merupakan modal penting dalam membentuk generasi muda yang menghargai perbedaan dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Keberhasilan menunjukkan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran, terutama dalam mengenalkan konsep abstrak seperti keberagaman budaya kepada anak-anak. Penggunaan media yang interaktif, visual, dan menarik terbukti lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran dibandingkan metode konvensional. Adapun saran yang dapat disampaikan kepada pembaca adalah perlunya pengembangan lebih lanjut Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) terhadap variasi media pembelajaran yang digunakan untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak. Selain flip-book dan pop-up book, penggunaan media lain seperti video interaktif, permainan edukatif, atau aplikasi digital yang berbasis budaya dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik. Media-media tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga mampu menjangkau berbagai gaya belajar anak secara lebih optimal. Di samping itu, penting untuk merancang program berkelanjutan, bukan hanya sebagai kegiatan satu kali. Misalnya, institusi pendidikan maupun lembaga sosial seperti panti asuhan dapat mengadakan kegiatan rutin yang menampilkan budaya dari berbagai daerah secara bergiliran, sehingga anak-anak dapat terhadap keberagaman budaya secara bertahap dan konsisten. Agar program yang dijalankan tetap relevan dan efektif, evaluasi secara berkala terhadap media dan metode yang digunakan juga perlu dilakukan. Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan dasar untuk melakukan penyempurnaan dan inovasi dalam pendekatan yang digunakan semakin menarik, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik. Vol. 9 No. Mei 2025 Keragaman Budaya Indonesia Secara Mandiri dan Critical Thingking. Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT). Nazhirah. Israwati. , & Tursinawati, . Pengaruh Media Pop-Up Book Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ekosistem Di Kelas V SD Negeri 1 Beureunuen. Jurnal Tunas Bangsa, 11. , 44-56. Rahman. Nafilah, . Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Mata Pelajaran IPS Materi Keberagaman Budaya Indonesia Pada Siswa Kelas IV SDN 15 Mataram. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan. Ramadhan. Nuri. & Khairunnisa. Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Big book Subtema Indahnya Keberagaman Budaya Negeriku. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran. Rasyida. Hanim. , & Hasanah. Dampak Penggunaan PopUp Book dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4. , 8658-8668. Salma. Dhias, dkk. Internalisasi Keberagaman Budaya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar. Sholeh. Muhammad. Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Budaya Lokal Keberagaman Budaya Bangsaku Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar. REFERENSI