ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 Journal home page: https://jurnal. id/index. php/AFT Page 43-53 Article history: Submitted: August 28th, 2025 Revised: February 23rd, 2026 Accepted: March 9th, 2026 DOI: 10. 55180/aft. Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Nila Studi Kasus UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari Kabupaten Purbalingga Sekar Sukmaningsih*). Ayu Sitanini. Victor Bintang Panunggul Universitas Perwira Purbalingga Jl. Letjend S. Parman. No. 53 Kabupaten Purbalingga. Jawa Tengah 53313 Correspondence email : sekarsukma28@students. ABSTRACT The Kutasari Freshwater Fish Seed Center (BBIAT), as a technical implementation unit of the Purbalingga Regency DKPP, plays an important role in providing quality tilapia However, its operations still face several obstacles, necessitating a business development strategy. This study aims to: . identify internal and external factors of the tilapia fish seed business, . formulate alternative strategies through SWOT analysis, and . determine priority strategies using QSPM. The study was conducted in JulyAeAugust 2025 using a descriptive qualitative approach through case studies. Data were obtained from interviews, observations, and questionnaires to seven respondents directly involved. The analysis was conducted using the IFE. EFE. IE. SWOT, and QSPM Matrices. The results showed 7 strength indicators and 6 weakness indicators, as well as 5 opportunity and threat indicators each. The IFE Matrix score . and EFE . placed BBIAT Kutasari in Cell V of the IE Matrix with a AuHold and MaintainAy strategy. The SWOT analysis yielded SO. ST. WO, and WT strategies. Based on the QSPM, the priority strategy is strategy B . combination of WO and WT) with a TAS score of 6. This strategy emphasizes improving internal management, strengthening administration, upgrading facilities, implementing fish health protocols, and optimizing digital-based marketing. Therefore, the development of the tilapia hatchery business at BBIAT Kutasari is directed at increasing internal capacity while mitigating external threats to maintain business sustainability. Keywords: Development Strategy. Kutasari BBIAT UPTD. QSPM. SWOT. Tilapia Fish Hatcher. ABSTRAK UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari, sebagai unit pelaksana teknis DKPP Kabupaten Purbalingga, memiliki peran penting dalam penyediaan benih ikan nila Namun, operasionalnya masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan strategi pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan: . mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha pembenihan ikan nila, . merumuskan strategi alternatif melalui analisis SWOT, dan . menentukan strategi prioritas menggunakan QSPM. Penelitian dilaksanakan pada JuliAeAgustus 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi Data diperoleh dari wawancara, observasi, serta kuesioner kepada tujuh responden Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 43 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . yang terlibat langsung. Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE. EFE. IE. SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan adanya 7 indikator kekuatan dan 6 indikator kelemahan, serta masing-masing 5 indikator peluang dan ancaman. Skor Matriks IFE . dan EFE . menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi AuHold and MaintainAy. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO. ST. WO, dan WT. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah strategi B . ombinasi WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91. Strategi ini menekankan perbaikan manajemen internal, penguatan administrasi, peningkatan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta optimalisasi pemasaran berbasis digital. Dengan demikian, pengembangan usaha pembenihan ikan nila di BBIAT Kutasari diarahkan pada peningkatan kapasitas internal sekaligus mitigasi ancaman eksternal untuk menjaga keberlanjutan usaha. Kata Kunci: Pembenihan Ikan Nila. QSPM. Strategi Pengembangan. SWOT. UPTD BBIAT Kutasari. PENDAHULUAN Perikanan budidaya merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini mencakup produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan yang secara langsung dapat meningkatkan taraf hidup pembudidaya (Wowor dkk. , 2. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan visi untuk mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan (KKP Republik Indonesia, 2. Hal ini menunjukkan pentingnya pengembangan subsektor perikanan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ketiga sebagai produsen perikanan budidaya terbesar di Indonesia, dengan produksi mencapai 545. 942 ton pada tahun 2022 (BPS, 2. Kabupaten Purbalingga, khususnya Kecamatan Kutasari, menjadi salah satu sentra potensial berkat ketersediaan sumber daya air dan lahan yang mendukung kegiatan pembenihan ikan air tawar (Nurhidayah dkk. , 2. Salah satu lembaga strategis di wilayah ini adalah UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari yang berfungsi sebagai penyedia benih ikan nila (Oreochromis niloticu. Namun demikian, lembaga ini masih menghadapi tantangan seperti fluktuasi produksi benih, keterbatasan sarana-prasarana, penurunan produktivitas induk, serta persaingan pasar yang semakin ketat (Peraturan Bupati No 115 Th 2017 Tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Budidaya Ikan Air Tawar Pada Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Purbalingga, 2. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada teori manajemen strategis yang menekankan pentingnya formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi dalam organisasi (Ash-shufi, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah menganalisis strategi pengembangan usaha perikanan dengan pendekatan SWOT dan QSPM. Hidayatullah & Hairun . menemukan bahwa pembenihan ikan nila di Kalimantan menghadapi kendala pemasaran 44 | Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat AA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . sehingga diperlukan peningkatan kualitas benih dan penguatan manajemen. Atapukan . menunjukkan bahwa strategi SO dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk memperluas pasar dan meningkatkan mutu benih. Penelitian Rizki dkk. pada usaha pembenihan lele di Jombang mengungkapkan bahwa posisi agresif pada kuadran I SWOT memberikan peluang besar untuk ekspansi. Dengan demikian, kombinasi analisis SWOT dan QSPM terbukti efektif dalam merumuskan strategi pengembangan usaha perikanan. Namun, penelitian mengenai strategi pengembangan pembenihan ikan yang berfokus pada lembaga pemerintah daerah, khususnya UPTD BBIAT Kutasari, masih terbatas. Hal ini menjadi penting mengingat lembaga ini tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki mandat pelayanan publik dalam penyediaan benih berkualitas untuk mendukung keberlanjutan perikanan daerah. Oleh sebab itu, kajian strategi pengembangan dengan pendekatan kombinasi IFE. EFE. IE. SWOT, dan QSPM diperlukan guna menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan kontekstual. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: faktor internal dan eksternal apa saja yang memengaruhi usaha pembenihan ikan nila di UPTD BBIAT Kutasari, . bagaimana alternatif strategi pengembangan usaha pembenihan ikan nila berdasarkan analisis SWOT, dan . strategi prioritas apa yang paling tepat diterapkan berdasarkan hasil analisis QSPM. Penelitian ini bersifat deskriptif strategis, sehingga hipotesis yang diajukan adalah bahwa strategi pengembangan usaha pembenihan ikan nila di UPTD BBIAT Kutasari dapat ditentukan melalui integrasi analisis SWOT dan QSPM sehingga menghasilkan strategi prioritas yang efektif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: . mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam usaha pembenihan ikan nila, . merumuskan alternatif strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT, dan . menentukan strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari. Kabupaten Purbalingga. Lokasi ini dipilih karena berperan strategis sebagai penyedia benih ikan nila, namun masih menghadapi kendala dalam operasional dan pengembangan usaha. Penelitian dilaksanakan pada bulan JuliAeAgustus 2025. Subjek penelitian terdiri dari tujuh responden yang dipilih dengan purposive sampling, meliputi kepala UPTD, teknisi pembenihan, mitra petani/pembeli benih, serta mahasiswa magang yang terlibat langsung dalam kegiatan pembenihan. Objek penelitian adalah strategi pengembangan usaha pembenihan ikan nila, yang dianalisis dari aspek internal serta eksternal. Data diperoleh dari dua sumber: primer melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. serta sekunder berupa dokumen UPTD, laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta literatur terkait. Instrumen penelitian berupa pedoman Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 45 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . wawancara, lembar observasi, dan kuesioner terstruktur untuk mengukur indikator strategis. Analisis data dilakukan secara bertahap: . identifikasi faktor internal dan eksternal melalui Matriks IFE dan EFE. penentuan posisi strategi menggunakan Matriks IE. perumusan alternatif strategi dengan analisis SWOT. penentuan strategi prioritas menggunakan QSPM. Pendekatan kombinasi ini dipilih untuk memperoleh hasil yang lebih objektif, sehingga strategi yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan kondisi aktual, tetapi juga memberikan rekomendasi prioritas yang aplikatif bagi pengembangan usaha pembenihan ikan nila di UPTD BBIAT Kutasari. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian UPTD BBIAT Kutasari berada di Kecamatan Kutasari. Kabupaten Purbalingga. Lembaga ini memiliki kolam induk, kolam pemijahan, dan kolam pendederan. Secara geografis. UPTD BBIAT Kutasari berada pada titik koordinat 7A21'25. 2"S, 109A19'56. 3"E di wilayah Dusun Walik. Desa Kutasari. Kecamatan Kutasari. Kabupaten Purbalingga dengan lahan seluas 2,5 hektare. Lokasi UPTD BBIAT Kutasari berada di ketinggian 136 MDPL Kondisi geografis mendukung karena ketersediaan air stabil sepanjang tahun. UPTD BBIAT Kutasari merupakan Unit Pelaksana Teknis DKPP yang melaksanakan kegiatan teknis operasional di bidang perbenihan ikan air tawar yang diatur berdasarkan Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 115 Tahun 2017 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Budidaya Ikan Air Tawar. UPTD BBIAT Kutasari ini memulai operasi pada awal tahun 2005 dan memiliki tugas serta fungsi yang dimana melaksanakan kegiatan teknis operasional bimbingan dan pengembangn inovasi teknologi perbenihan ikan, pemasaran hasil perikanan dan fasilitas pedagang ikan. Identifikasi Faktor Internal Dan Eksternal Analisis faktor lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang menjadi indikator kekuatan dan indikator kelemahan yang ada di UPTD BBIAT Kutasari. Sedangkan Analisis faktor lingkungan eksternal memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang menjadikan peluang dan ancaman UPTD BBIAT Kutasari. Hasil analisis menunjukkan bahwa UPTD BBIAT memiliki 7 kekuatan dan 6 kelemahan. Dari sisi eksternal, terdapat 5 peluang serta 5 ancaman. Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan pada usaha pembudidaya ikan nila di UPTD BBIAT Kutasari tersaji pada Tabel 1. 46 | Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat AA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Tabel 1. Identifikasi Faktor Internal Kekuatan (Strengt. SDM teknis memiliki pengalaman yang baik dalam pembenihan Tersedia indukan unggul Infrastruktur kolam dan hatchery tersedia dan mudah digunakan Lokasi UPTD BBIAT strategis Dukungan dari pemerintah daerah Proses produksi benih berjalan secara Memiliki akses terhadap teknologi pakan dan probiotik Kelemahan (Weaknes. Administrasi dan tata usaha pembenihan belum tertata rapi. Jumlah kolam pembenihan perlu perbaikan kondisi. Pengelolaan usaha belum berjalan secara optimal. Harga benih relatif tinggi bagi konsumen Pemasaran benih keluar daerah masih belum maksimal. Sarana dan Prasarana belum lengkap. Tabel 2. Identifikasi Faktor Eksternal Peluang (Opportunit. Permintaan benih ikan nila tinggi . ermintaan benih ikan nila untuk budidaya lebih banyak dibandingkan permintaan ikan nila konsums. Kerjasama dengan kampus/lembaga pelatihan . anyak kampus yang mencari tempat praktik/magang dan penelitia. Program . emerintah pusat maupun daerah mendukung program ketahanan pangan dan perikana. Potensi pengembangan lahan (Lokasi UPTD BBIAT masih memiliki lahan yang dapat digunakan untuk peningkatan kapasitas beni. Akses terhadap teknologi terbuka . novasi teknologi budidaya semakin mudah diakses seperti sistem aerasi air, pakan berkualitas, digital monitorin. Ancaman (Threat. Perubahan cuaca ekstrem . enurunan suhu air memicu stres pada indukan ikan nila dan menurunkan tingkat keberlangsungan hidup beni. Fluktuasi . akan budidaya, ketika harga pakan naik, biaya produksi dll, ikut meningka. Munculnya kompetitor baru . uncul pembudidaya ikan nila. Wabah penyakit ikan . uncul penyakit dan parasit pada indukan ikan nila yang menurunkan masa produktifitas induk Harga benih tidak stabil . arga benih ikan disesuaikan dengan ukuran benih yang dimint. Analisis Alternatif Strategi UPTD BBIAT Kutasari Analisis strategi dalam proses penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu dengan menggunakan teknik analisis data berupa matriks IFE & EFE, matriks IE dan matriks SWOT. Dalam QSPM, setiap alternatif strategi diberi skor berdasarkan daya tarik relatifnya (Attractiveness Score/AS), dan kemudian dikalikan dengan bobot masing-masing faktor untuk memperoleh Total Attractiveness Score (TAS) (Haryani, 2. Analisis Matriks IFE & EFE Matriks IFE Matriks IFE digunakan menggambarkan kondisi internal UPTD BBIAT yang dihitung berdasarkan bobot dan rating. Hasil pembobotan dan rating pada responden kemudian Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 47 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . dijumlahkan dan dicari nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata yang ditemukan kemudian dimasukan dalam hasil pembobotan dan rating pada matriks IFE. Tabel 3 menunjukan total bobot matriks IFE sebesar 2,92 mengindikasikan posisi internal yang kuat. Tabel 3. Perhitungan Matriks IFE Faktor Kekuatan (Strengt. SDM teknis memiliki pengalaman yang baik dalam pembenihan Tersedia indukan unggul Infrastruktur kolam dan hatchery tersedia dan mudah digunakan Lokasi UPTD BBIAT strategis Dukungan dari pemerintah daerah Proses produksi benih berjalan secara Memiliki akses terhadap teknologi pakan dan probiotik Subtotal Strength Bobot Rata-Rata Rating Skor 0,10 3,43 0,35 0,10 2,86 0,29 0,10 3,00 0,31 0,05 0,08 3,86 3,29 0,20 0,25 0,05 3,14 0,16 0,03 2,86 0,07 0,51 22,43 1,64 Bobot Rata-Rata Rating Skor 0,10 2,71 0,29 0,08 3,57 0,29 0,08 2,57 0,20 0,08 1,57 0,12 0,08 2,29 0,18 0,08 0,49 1,00 3,00 15,71 0,23 1,28 2,92 Faktor Kelemahan (Weaknes. Administrasi dan tata usaha pembenihan belum tertata rapi Jumlah perbaikan kondisi Pengelolaan usaha belum berjalan secara Harga benih relatif tinggi bagi konsumen Pemasaran benih keluar daerah masih belum maksimal Sarana dan Prasarana belum lengkap Subtotal Weakness Total S W Sumber: Data primer yang diolah 2025 Berdasarkan perhitungan matriks IFE, disimpulkan bahwa kekuatan internal UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari utamanya yaitu kualitas sumber daya manusia atau teknisi yang berpengalaman . , ketersediaan indukan ikan nila yang unggul . Infrastruktur kolam dan hatchery tersedia dan mudah digunakan . , kemudian keberadaan ataupun lokasi UPTD BBIAT Kutasari yang strategis . , serta adanya dukungan dari pemerintah daerah . Indikator kelemahan seperti administrasi dan tata usaha pembenihan belum tertata rapi . , sebagian jumlah kolam pembenihan perlu perbaikan . , kemudian sarana prasarana belum lengkap . Kondisi tersebut dapat menjadikan hambatan dalam manajemen usaha maupun peningkatan produksi benih ikan nila. 48 | Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat AA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Matriks EFE Analisis faktor lingkungan eksternal dilakukan dengan mengidentifikasi aspek-aspek pemasaran guna mengetahui peluang . serta ancaman . yang dihadapi UPTD BBIAT Kutasari. Tabel 4 hasil penilaian berupa rating, bobot, dan skor pada faktor eksternal disajikan dalam tabel berikut. Tabel 4. Perhitungan Matriks EFE Faktor Peluang (Opportunnit. Permintaan benih ikan nila tinggi Kerjasama dengan kampus/lembaga Program bantuan pemerintah Potensi pengembangan lahan Akses terhadap teknologi terbuka Subtotal Opportunnity Bobot 0,15 Rata-Rata Rating 3,00 Skor 0,46 0,15 3,29 0,51 0,12 0,08 0,12 0,62 3,29 3,14 3,00 15,71 0,38 0,24 0,35 1,93 Faktor Ancaman (Threat. Perubahan cuaca ekstrem Fluktuasi harga pakan Munculnya kompetitor baru Wabah penyakit ikan Harga benih tidak stabil Subtotal Opportunnity Bobot 0,04 0,15 0,04 0,08 Rata-Rata Rating 2,43 2,57 2,43 2,29 Skor 0,10 0,44 0,12 0,18 0,62 15,71 1,93 Faktor peluang dengan skor bobottinggi adalah kerjasama dengan kampus/lembaga pelatihan . dan program bantuan pemerintah . Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Herayani . yang dimana Meningkatkan kemitraan dengan UPR untuk meningkatkan produksi benih sebar, meningkatkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi, lembaga penelitian dan mitra kerja lainnya (Herayani, 2. Matriks IE Perhitungan bobot dan rating faktor internal menghasilkan skor total 2,92, sedangkan faktor eksternal menghasilkan skor total 2,88. Hasil ini menempatkan UPTD BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE yang berarti berada pada posisi strategi Hold and Maintain. Posisi tersebut direkomendasikan perumusan strategi peningkatan efisiensi dan mempertahankan posisi yang ada. Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 49 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Gambar 1. Matriks IE Berdasarkan analisis matriks IE pada gambar 7 diatas, menunjukan bahwa posisi UPTD BBIAT Kutasari saat ini berada pada sel V dengan strategi Hold and Maintain. Menurut Anza dkk. Posisi tersebut direkomendasikan perumusan strategi peningkatan efisiensi dan mempertahankan posisi yang ada. Strategi ini berfokus pada pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara lebih efektif, menjaga stabilitas operasional, serta melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mempertahankan daya saing usaha (Anza , 2. Matriks SWOT Matriks SWOT merupakan matriks yang digunakan untuk menggambarkan secara jelas bagaimana faktor internal dan faktor eksternal dapat dihubungkan dan dapat merumuskan strategi pengembangan usaha pembenihan (Suhardedi, 2. Berikut matriks SWOT UPTD BBIAT Kutasari: Table 1. Matriks SWOT IFE EFE Strength (S) SDM teknis memiliki pengalaman yang baik dalam Tersedia indukan unggul Infrastruktur kolam dan hatchery tersedia dan mudah Lokasi UPTD BBIAT strategis Dukungan dari pemerintah Proses produksi benih berjalan secara kontinu Memiliki akses terhadap teknologi pakan dan probiotik. 50 | Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat AA. Weakness (W) Administrasi dan tata usaha pembenihan belum tertata rapi. Jumlah kolam pembenihan perlu perbaikan kondisi. Pengelolaan usaha belum berjalan secara Harga benih relatif tinggi bagi konsumen lokal. Pemasaran benih keluar daerah masih belum Sarana dan Prasarana belum lengkap. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Opportunities (O) Permintaan benih ikan nila tinggi. Kerjasama dengan kampus/lembaga Program bantuan Potensi Akses terhadap teknologi terbuka. Strategi (SO) Strategi (WO) Memanfaatkan SDM Perbaiki administrasi berpengalaman dan indukan dengan pelatihan dari unggul untuk meningkatkan lembaga/kerja sama kualitas benih yang ada (S1, kampus (W1. S2. Gunakan bantuan Mengoptimalkan kolam dan pemerintah untuk lokasi strategis untuk menjalin memperbaiki kolam dan kemitraan berkelanjutan melengkapi sarpras (W2, dengan kampus/lembaga (S3. W6. S4. Tingkatkan pemasaran Menggunakan dukungan keluar daerah melalui pemerintah untuk diversifikasi platform digital (W5. produk benih (S5. Threath (T) Strategi (ST) Strategi (WT) Perubahan cuaca Mengandalkan produksi Susun SOP usaha dan kontinu untuk menjaga suplai keuangan untuk Fluktuasi harga saat harga tidak stabil (S6, menghadapi fluktuasi T. harga pakan/benih (W3. Munculnya Memanfaatkan teknologi T2. kompetitor baru pakan untuk mengurangi Siapkan protokol Wabah penyakit ikan dampak wabah dan cuaca kesehatan ikan untuk Harga benih tidak ekstrem (S7. T1. mengantisipasi wabah Memperkuat kualitas dan (W6. layanan untuk menghadapi Evaluasi harga benih kompetitor (S1. S5. agar tetap bersaing dengan kompetitor (W4. Sumber : Data primer yang diolah 2025 Matriks QSPM Analisis QSPM digunakan untuk menentukan strategi prioritas dari alternatif yang dihasilkan analisis SWOT. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Strategi B . abungan WO dan WT) memperoleh skor Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 6,91, lebih tinggi dibanding strategi lainnya. Tabel 6. Perhitungan Matriks QSPM Alternatif Strategi TAS Peringkat Strategi A (SO ST) 6,32 Strategi B (WO WT) 6,91 Sumber : Data primer yang diolah 2025 Strategi prioritas ini menekankan pada perbaikan manajemen internal dan mitigasi ancaman eksternal, yang diwujudkan dalam bentuk perbaikan sistem administrasi dan pencatatan produksi, peningkatan dan perawatan fasilitas pembenihan, penerapan protokol kesehatan ikan untuk menekan risiko penyakit, penguatan pemasaran berbasis digital agar lebih kompetitif. Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 51 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa UPTD BBIAT Kutasari memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha pembenihan ikan nila, dengan kekuatan utama berupa ketersediaan sumber air, dukungan pemerintah, dan kualitas teknisi, namun juga menghadapi kelemahan seperti keterbatasan sarana prasarana dan sistem administrasi yang belum optimal. Dari sisi eksternal, peluang yang signifikan adalah tingginya permintaan pasar dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara ancaman utama adalah fluktuasi harga pakan, perubahan iklim, serta persaingan antar pembenih. Hasil analisis Matriks IFE . dan EFE . menempatkan UPTD BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE, yaitu strategi Hold and Maintain. Formulasi strategi SWOT menghasilkan alternatif SO. ST. WO, dan WT. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang terpilih adalah Strategi B . abungan WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91, yang menekankan pada perbaikan manajemen internal dan mitigasi ancaman eksternal. Dengan demikian, strategi pengembangan yang paling relevan adalah peningkatan sistem administrasi, perbaikan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta penguatan pemasaran berbasis digital untuk memperkuat daya saing UPTD BBIAT Kutasari. SARAN Bagi UPTD BBIAT Kutasari: perlu memperkuat sistem pencatatan administrasi dan produksi secara digital agar lebih efisien dan transparan, serta melakukan perbaikan sarana pembenihan untuk menjamin mutu benih. Bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga: diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk program pelatihan teknis, penyediaan bantuan sarana, dan pendampingan pemasaran digital bagi lembaga maupun mitra Bagi peneliti selanjutnya: disarankan untuk mengkaji aspek finansial dan kelayakan ekonomi usaha pembenihan ikan nila, serta mengembangkan model kemitraan antara UPTD dengan pembudidaya swasta agar hasil penelitian lebih komprehensif dan 52 | Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat AA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . DAFTAR PUSTAKA