EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis e-ISSN 2716-0238 Volume 01 Issue 02 Ae Juli 2020 DOI: https://doi. org/10. 37366/ekomabis. Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris. Komite Audit, dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Submit: 26 Aug 2020. Review: 29 Aug 2020. Accepted: 05 Dec 2020. Publish: 07 Dec 2020 Nani Hartati1 ABSTRAK Dalam mencapai tujuan, suatu perusahaan tentunya harus memperhatikan kinerja keuangan yang diukur dengan rasio keuangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran dewan komisaris, komite audit dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan perusahaan pada sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 20162018. Terdapat 43 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diketahui ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kata Kunci: Kinerja Keuangan. Dewan Komisaris. Komite Audit. Kepemilikan Institusional ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRACT In achieving goals, a company must pay attention to financial performance as measured by financial ratios. The purpose of this study is to see the influence of the influence of the board of commissioners, audit committee and institutional ownership on the company's financial performance in the Property. Real Estate, and Building Construction sectors listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) 2016-2018. There are 43 companies that meet the criteria as research samples. The analytical method used is multiple linear regression analysis. It is known that the size of the board of commissioners and audit committee has no effect on the company's financial performance, while institutional ownership has an effect on the company's financial performance. Keywords: Financial Performance. Board of Commissioners. Audit Committee. Institutional Ownership 1 Universitas Pelita Bangsa. hartati@pelitabangsa. LPPM Universitas Pelita Bangsa P a g e | 175 Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris. Komite Audit, dan Kepemilikan Institusional A Pendahuluan Laporan keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan suatu gambaran informasi terkait posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas perusahaan bagi pemakai laporan keuangan dalam mengambil suatu keputusan (PSAK, 2018:. Return on Asset (ROA) adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan dengan memaksimalkan asset yang dimilikinya. Rasio ini menggambarkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba dari setiap rupiah asset yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan (Fahmi, 2. Berdasarkan data perhitungan rata Ae rata rasio Return on Asset (ROA) selama periode tahun 2016Ae2018 untuk perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan bahwa perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang menggunakan rasio Return on Asset (ROA) mengalami penurunan dari tahun 2016Ae2018. Karena penurunan tersebut dapat mengakibatkan para investor berpotensi untuk menanamkan modalnya ke sektor yang lain. Kinerja keuangan perusahaan sektor Property. Real Estate dan Construction Building selama 3 tahun terakhir tidak terlalu menggembirakan. Good Corporate Governance adalah suatu sistem pengelolaan perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, dan melindungi kepentingan pemegang saham untuk mencapai tujuan perusahaan (Sari & Setyowati, 2. Mekanisme Good Corporate Governance terdiri dari mekanisme eksternal dan internal (Sutedi, 2. Mekanisme internal Good Corporate Governance dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan yang diantaranya adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan komisaris, dan komite audit. Dewan Komisaris menurut POJK Nomor 33 /POJK. 04/2014 merupakan organisasi perusahaan bertugas untuk melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan peraturan serta memberikan nasihat kepada Dewan komisaris bertanggung jawab dalam control manajemen perusahaan(Rahnawati,dkk, 2. Dengan demikian keberadaan dewan komisaris untuk memastikan setiap dewan menjalankan tugasnya dengan baik dan tersistem. Dan menurut POJK Nomor 55 /POJK. 04/2015 Komite Audit ialah organisasi yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dan bertanggung jawab dalam membantu tugas dan fungsi Dewan Komisaris. Komite ini bertugas untuk melaksanakan pengawasan internal terkait terlaksananya audit, manajemen risk, proses laporan keuangan dan implementasi GCG. Pengukuran Komite Audit dapat dihitung dengan menggunakan total jumlah anggota Komite Audit di dalam suatu perusahaan. Kepemilikan Institusional dapat dikatakan sebagai kepemilikan saham pada akhir tahun yang dimiliki oleh pihak diluar perusahaan yang berbentuk institusi, lembaga ataupun bentuk lainnya (Widiastuti et al, 2. Pengukuran 176 | P a g e EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Nani Hartati Kepemilikan Institusional ini dapat dihitung dengan total jumlah saham institusional dibandingkan dengan total jumlah saham yang beredar. Sedangkan kepemilikan manajerial merupakan jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen perusahaan yang dapat diukur dengan menghitung persentase saham yang dimiliki oleh manajemen perusahaan dengan seluruh jumlah saham perusahaan yang beredar. Metodologi Populasi dalam penelitian ini sebanyak 83 perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode pengamatan tahun 2016Ae2018. Dengan penentuan sample yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi karakteristik pertimbangan untuk pengambilan sampel sebagai berikut: Perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016Ae2018. Perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang menerbitkan laporan tahunan (Annual Repor. selama tahun 2016-2018. Perusahaan sektor Property. Real Estate dan Building Construction yang tidak mengalami kerugian selama tahun 2016-2018 Perusahaan yang memiliki kelengkapan data laporan tahunan (Annual Repor. yang berkaitan dengan variabel yang digunakan dalam penelitian Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan Eviews 11. hasil pemilihan regresi data panel dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama melakukan pemilihan model yang paling tepat. Berdasarkan Uji Chow yang dilakukan model yang paling tepat adalah Fixed Effect Model yang ditunjukan oleh nilai probabilitas Cross section F sebesar 0. 0023 < 0. Selanjutnya dilakukan Uji Housman untuk memastikan model mana yang paling tepat. Berdasarkan uji Housman model yang paling tepat digunakan adalah Fixed Effect Model yakni dengan nilai probabilitas Cross Section Random 0. 0481 < 0. Berdasarkan kedua uji tersebut, model yang terpilih adalah fixed effect model, maka tidak perlu dilakukan lagi Uji Langrang Multiplier namun perlu dilakukan Uji Asumsi Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinieritas dan Dari hasil uji multikolenieritas diperoleh hasil koefisien korelasi < 0,9 yang artinya tidak ada gejala multikolenieritas. Untuk uji heteroskedastisitas dengan melakukan transformasi logaritma diperoleh hasil 0000 < 0. 05 maka disimpulkan tidak ada gejala heterokedastisitas dalam penelitian ini. Persamaan model regresi linier berganda dengan menggunakan data panel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Yti = c y1X1ti y2X2ti y3X3ti e Hipotesis diterima jika memenuhi dua kriteria yaitu nilai koefisien regresi tidak sama dengan nol dan nilai sig. t kurang dari 0,05. LPPM Universitas Pelita Bangsa P a g e | 177 Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris. Komite Audit, dan Kepemilikan Institusional A Operasional variable merupakan konsep variable yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai mana tercantum dalam table 1. Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep Indikator Kinerja keuangan merupakan suatu Kinerja Keuangan gambaran kondisi keuangan perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan ROA= yang diukur dengan rasio keuangan, ycAyceyc ycEycycuyceycnyc x 100% sehingga dapat diketahui kondisi keungan ycNycuycycayco yaycycyceycyc perusahaan dalam suatu periode tertentu. (Prasinta, 2. Dewan Komisaris adalah suatu organisasi Dewan perusahaan bertugas untuk melakukan Komisaris(DK) DK = pengawasan secara umum dan/atau OcAnggota DK khusus sesuai dengan peraturan serta memberikan nasihat kepada Direksi (POJK, 2. Komite Audit (KA) Komite Audit adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dan KA = OcAnggota KA bertanggung jawab dalam membantu tugas dan fungsi Dewan Komisaris (POJK. Kepemilikan Institusional Kepemilikan kepemilikan saham pada akhir tahun yang Institusional (KI) dimiliki oleh pihak diluar perusahaan KI= Oc ycIycaEaycayco yaycuycycycnycycycycnycuycuycayco yang berbentuk institusi, lembaga Oc ycIycaEaycayco yaAyceycyceyccycayc ataupun bentuk lainnya (Widiastuti et al. Hasil Hasil analisis regresi yang diperoleh dari regresi data panel dapat kita lihat pada table berikut: Tabel. Analisis Regresi Linear berganda 178 | P a g e EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Nani Hartati Berdasarkan hasil tersebut maka dihasilkan persamaan model regresi sebagai Kinerja Keuangan = -14. 30431 Ae 0,566572 DK 3. 805544 KA 17. 33288 KI Yang artinya apabila variable independen yang diteliti bernilai 0, maka nilai Kinerja keuangan sebesar konstanta yaitu -14. Apabila nilai DK naik 1 satuan, maka berdampak pada penurunan kinerja keuangan sebesar 0,566572. Begitu juga dengan variable KA, bila KA mengalami peningkatan 1 satuan maka kinerja keuangan akan naik sebesar 3,805544. Dan apabila KI mengalami kenaikan 1 satuan maka akan menyebabkan kinerja keuangan naik sebesar Berdasarkan table tersebut maka pengujian hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Pengaruh positif terhadap Kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan uji t tersebut diatas menunjukan nilai prob sebesar 0. 4282 > tingkat signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya Dewan Komisaris tidak berpengaruh sigifikan terhadap kinerja keuangan. Komite Audit berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan dari uji t diatas, nilai prob sebesar 0. 1893 > tingkat signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya Komite Audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Berdasarkan table diatas, nilai prob 0. 0037 > tingkat signifikasi 5%, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Selanjutnya dilakukan uji simultan (Uji F) untuk mengetahui pengaruh variable independen secara simultan. Hasil uji F sebagaimana tersaji sebagai berikut: Tabel Hasi Uji F Berdasarkan table tersebut diketahui nilai prob sebesar 0. 000712 < tingkat signifikansi 5%, maka dapat diartikan bahwa variable Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional secara simultan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. LPPM Universitas Pelita Bangsa P a g e | 179 Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris. Komite Audit, dan Kepemilikan Institusional A Pembahasan Dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya Dewan Komisaris maka belum tentu menurunkan kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini dapat terjadi karena banyak dan sedikitnya jumlah dewan komisaris maka tetap menghasilkan pengawasan yang sama terhadap segala aktivitas manajemen bagi perusahaan sehingga tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Diyanty & Yusniar . Wardani & Zulkifli . Tertius & Christiawan . Tussakdiah et al . , dan Riyadi & Santoso . bahwa dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Maka bisa disimpukan bahwa keberadaan Dewan Komisaris pada fungsi pengawasan belum terlaksana dengan baik sehingga banyak dan sedikitnya Dewan Komisaris tidak mempengaruhi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya Komite Audit belum tentu meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak atau sedikitnya jumlah Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Hasil penelitian ini dapat terjadi banyaknya jumlah Komite Audit tidak menjamin pengawasan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dan adanya Komite Audit di dalam perusahaan hanya sebagai syarat bahwa perusahaan wajib memiliki Komite Audit minimal 3 orang. Hasil penelitian ini sejalan dengan Jaya et al . Wardani & Zulkifli . Diyanty & Yusniar . Eksandy . Sembiring & Seragih . Aini et al . Azis & Hartono . Tussakdiah et al . Dewi & Tenaya . Saputri et al . , dan Rahmawati et al . bahwa dan Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Maka dapat dikatakan bahwa Komite Audit dibentuk hanya atas dasar regulasi pemerintah yang mengharuskan setiap perusahaan untuk membentuk Komite tambahan yang bertugas untuk membantu tugas pengawasan. Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Artinya bahwa semakin meningkatnya jumlah saham yang dimiliki pihak institusional maka dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa banyak dan sedikitnya jumlah saham yang beredar yang dimiliki pihak institusional dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini dapat terjadi karena adanya pihak institusional dalam suatu perusahaan dapat melakukan pengawasan lebih optimal untuk menghindari adanya kecurangan yang dilakukan manajemen dalam suatu perusahaan. Hasil Penelitian ini sejalan dengan Saputri et al . Aini et al . , dan Dewi & Tenaya . menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap kinerja keuangan perbankan. Maka disimpulkan bahwa dengan adanya kepemilikan institusional dalam suatu perusahaan dapat melakukan 180 | P a g e EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Nani Hartati pengawasan dengan baik karena pihak Institusional lebih memberikan tekanan kepada perusahaan agar dapat mencapai target yang diharapkan Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya jumlah Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional secara simultan dapat meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional secara simultan dapat mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena dengan adanya pengawasan dari pihak internal dan pihak eksternal perusahaan maka dapat lebih fokus dalam mengawasi segala aktifitas manajemen dalam suatu perusahaan dan dapat meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen sehinga dapat meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen. Hasil penelitian ini sejalan dengan Irma . dan Saputri et al . yang memberikan pendapat bahwa dengan adanya Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional dalam suatu perusahaan dapat mengendalikan dan mengawasi perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja manajemen dan lebih meningkatkan keuntungan suatu perusahaan sehingga dapat memaksimalkan Kinerja Keuangan Perushaan. Kesimpulan Dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya Dewan Komisaris maka belum tentu menurunkan kinerja keuangan perusahaan. Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya Komite Audit belum tentu meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan. Dan Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Artinya bahwa semakin meningkatnya jumlah saham yang dimiliki pihak institusional maka dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Kemudian secara simultan Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Artinya bahwa semakin meningkatnya jumlah Dewan Komisaris. Komite Audit dan Kepemilikan Institusional secara simultan dapat meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan. DAFTAR PUSTAKA