hlm: 97-104 Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Program Keluarga Berencana Dwi Lestari*. Anita Dewi Lieskusumastuti. Wina Junita Sari Email: bidandwi@gmail. Prodi D-3 Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MambaAoul AoUlum Surakarta. Indonesia Jl. Ring Road Utara Km. 03 Tawangsari. Mojosongo. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Telp: . 858172/854496. Fax: . 858176 DOI: 37402/abdimaship. History artikel: Diterima 2024-08-10 Direvisi 2024-08-19 Diterbitkan 2024-08-27 Abstrak Penggunaan kontrasepsi dan determinannya selalu dinamis dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, strategi dan kebijakan keluarga berencana harus disesuaikan. Pemberian pemahaman tentang manfaat dan risiko metode kontrasepsi melalui informasi metode yang memadai sangat dianjurkan untuk mencegah putusnya penggunaan kontrasepsi atau beralih ke metode yang kurang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang program keluarga berencana yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Mojosongo. Kecamatan Jebres. Kota Surakarta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif yang diikuti dengan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di antara peserta yang diukur melalui pre-test dan post-test. Sebelum penyuluhan, hanya 40% peserta yang memiliki pengetahuan dasar tentang program KB. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 85%. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program KB dan penerapan praktik yang dianjurkan, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kesehatan ibu dan Dukungan keluarga dan masyarakat terbukti memainkan peran penting dalam kesuksesan program KB dan berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kata kunci: keluarga berencana. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. : 97-104 Dwi Lestari* Anita Dewi Lieskusumastuti Wina Junita Saria Abstract The Family Planning (KB) Program is one of the government's main strategies in controlling population growth and improving the quality of life of the However, uneven knowledge among the community often becomes an obstacle in the implementation of this program. This community service activity aims to increase community knowledge about the KB program. The activity was carried out in May 2024 in Mojosongo Village. Jebres. Surakarta, with participants consisting of fertile couples, cadres, and mothers of toddlers. The methods used included interactive counseling and group discussions. The results showed a significant increase in knowledge in participants, measured through pre-tests and post-tests. It is hoped that this increase in knowledge will encourage active community participation in the KB program and the implementation of recommended practices, which will ultimately also improve maternal and child health. Keywords: the family planning. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Secara perempuan usia subur . hingga 49 tahu. akan meningkat dari 1,3 miliar pada tahun 1990 menjadi 1,9 miliar pada tahun 2021, meningkat sebesar 46 persen. Jumlah wanita usia subur yang memerlukan KB semakin Artinya, mereka sudah menikah, tinggal bersama, belum menikah, aktif secara seksual, subur, menghindari memiliki anak. Secara khusus, jumlah perempuan yang membutuhkan keluarga berencana meningkat dari 700 juta pada tahun 1990 menjadi 1,1 miliar pada tahun 2021, atau meningkat sebesar 62 Kebutuhan ini semakin dipenuhi melalui penggunaan metode kontrasepsi modern. Pada saat yang sama, tingkat kesuburan total global menurun dari 3,3 kelahiran per perempuan pada tahun 1990 menjadi 2,3 kelahiran per perempuan pada Saat ini, rata-rata perempuan memiliki masa reproduksi yang lebih panjang dan keinginan untuk menunda atau menghindari . Hal menunjukkan efektifitas program KB Menurut WHO. Penggunaan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan, yang memungkinkan perempuan dan jumlah anak yang akan dimiliki dan kapan akan memilikinya. Jumlah kontrasepsi modern hampir dua kali lipat dari 467 juta pada tahun 1990 menjadi 874 juta pada tahun 2021. Sementara pada tahun 1990, 35 persen perempuan menggunakan metode kontrasepsi modern, proporsi ini meningkat menjadi 45 persen pada tahun 2021. Jumlah perempuan usia subur yang menggunakan meningkat dari 84 juta pada tahun 1990 menjadi 92 juta pada tahun 2021, bahkan ketika proporsinya menurun dari 6 menjadi 5 persen. Demikian pula, jumlah perempuan usia subur yang memiliki kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi meningkat dari 147 juta pada tahun 1990 menjadi 164 juta pada tahun 2021, meskipun proporsi mereka di antara perempuan usia subur menurun dari 11 menjadi 8 persen selama periode yang sama. Cakupan kontrasepsi modern yang lebih baik di pedesaan . ,6%) perkotaan . ,5%). Penggunaan kontrasepsi bervariasi menurut usia dan paritas, menunjukkan prevalensi yang lebih rendah pada kelompok usia tertua . Ae. dan paritas tinggi . aritas lima ke ata. Durasi rata-rata penggunaan kontrasepsi meningkat seiring bertambahnya usia dan paritas, kecuali pada kelompok usia tertua dan paritas tinggi. Tren penggunaan kontrasepsi di Indonesia telah bergeser dari tahun 2007 ke tahun 2017, menurut SDGs. Selama didominasi oleh kontrasepsi jangka pendek, meskipun selama 5 tahun menunjukkan penurunan sekitar 9%. Adopsi mengikuti pola yang sama dengan prevalensi yang lebih kecil. Perempuan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi pada tahun 2021, 2022, 2023 di Provinsi Jawa Tengah diketahui secara berurutan sebanyak 57,38%, 57,28%, 57,18%. Berdasarkan riset dua Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 97-104 kelurahan di Kota Surakarta pada tahun 2022 bahwa sebagian besar Masyarakat membatasi kelahiran . ,33%) dan keaktifan mengikuti program KB sebesar 43,33%-66,67% dikarenakan ada perbedan kebutuhan tiap Metode KB suntik . %) dan kondom . ,33%) memiliki persentase terbanyak diantara jenis KB yang lainnya. Proporsi Perempuan menikah dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun di Provinsi Jawa Tengah 0,260%. Hal ini menunjukkan bahwa usia yang masih dibawah 20 tahun kemungkinan Pendidikan terakhirnya rendah dan/atau bukan perguruan tinggi. Namun, perempuan yang lebih berpendidikan dan berpengetahuan tentang metode menggunakan kontrasepsi tradisional, beralih dari penggunaan jangka panjang setelah 5 dan 10 tahun. Hasil studi ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi dan determinannya selalu dinamis dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, strategi dan kebijakan Pemberian pemahaman tentang manfaat dan risiko metode kontrasepsi melalui informasi metode yang memadai sangat dianjurkan penggunaan kontrasepsi atau beralih ke metode yang kurang efektif. Bentuk dukungan program KB pemerintah untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak maka masyarakat ini difokuskan pada Masyarakat dilaksanakan di wilayah Kelurahan Mojosongo. Kecamatan Jebres. Kota Surakarta. Metode Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Mojosongo Jebres Surakarta pada bulan Mei 2024 dengan melibatkan 21 peserta yang terdiri dari perempuan usia subur, kader, dan ibu balita. Metode penyuluhan interaktif yang diikuti dengan diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman peserta. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya program KB, berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, serta akses layanan KB di fasilitas kesehatan setempat. Pengukuran pengetahuan dilakukan pre-test penyuluhan dan post-test setelah kegiatan selesai. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di wilayah Kelurahan Mojosongo. Jebres. Surakarta pada bulan Mei Topik kegiatan mengenani berencana, di mana peserta yang hadir semuanya adalah peremuan pasangan usia subur. Hasil kegiatan pengetahuan yang signifikan di antara peserta. Sebelum penyuluhan, nilai rata-rata pre test hanya 43,81% peserta yang memiliki pengetahuan dasar tentang program KB. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 84,29%, yang menunjukkan efektivitas dari metode penyuluhan interaktif atau edukasi dan diskusi kelompok yang digunakan. Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 97-104 Grafik 1. Rata-rata Nilai Pre test dan Post test Peserta peningkatan pemahaman mereka tentang berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, serta bagaimana cara mengakses layanan KB di fasilitas menggunakan media dan teknik yang tepat,. Pengukuran tekanan darah termasuk bagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa kebidanan. Serta sebagai perempuan muda untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para profesional serta mendidik, merupakan hal yang penting. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mendorong kesuksesan program KB. Selain tenaga kesehatan, kader yang hadir dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di masyarakat dengan menyebarluaskan informasi yang mereka peroleh. Dukungan masyarakat melalui kader-kader ini berpotensi meningkatkan jangkauan program KB dan memperkuat implementasinya di tingkat lokal. Gambar 2. Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 1. Pengukuran tekanan darah Untuk mengurangi beban kehamilan/keguguran yang tidak disengaja, pengetahuan tentang fertilitas dan keluarga berencana tidak hanya harus ditingkatkan tetapi juga harus mempertimbangkan konteks sosial budaya perempuan di berbagai negara yang mungkin memengaruhi penerapan program Upaya pragmatis, seperti membangun Promosi program keluarga berencana yang dilakukan penulis melalui penyuluhan kesehatan atau komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kontrasepsi telah diatur dalam undang-undang nomor 52 tahun 2009 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 tahun Kebijakan program WHO tatalaksana memberikan bantuan kepada pasangan usia subur atau mencegah kehamilan tak diinginkan, merencanakan kehamilan yang sangaat diinginkan, mengatur jarak kehamilan, mengendalikan waktu Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 97-104 persalinan dalam hubungan dengan umur suami dan istri serta penentuan jumlah anak. Gambar 3. Edukasi tentang Program Keluarga Berencana Upaya peningkatan pelayanan KB yakni melalui penguatan kegiatan pemberdayaan masyarakat Kesehatan ibu, bayi, balita, dimana program pelayanan KB termasuk didalamnya serta penguatan peran tenaga pendamping dan kader melalui pelatihan atau peningkatan keterampilan edukasi program KB ,13,. Teknik kontrasepsi perlu diatur strateginya dengan baik, serta melakukan sosialisasi yang baik agar pesan kesadaran masyarakat, dan cakupan akseptor terjadi peningkatan. Pengadaan media edukasi poster program KB yang berpusat pada klien akseptor terbukti dapat mengurangi resiko kehamilan yang meningkakan niat kontrasepsi. Lebih dari itu, keberhasilan program KB tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan individu, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan Peran terutama suami dan anggota keluarga lainnya, sangat krusial Dukungan keluarga dapat meningkatkan motivasi wanita untuk mengikuti program KB, yang berdampak positif pada kesehatan ibu dan anak. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program ini, seperti melalui kaderkader KB,. dapat memperluas jangkauan informasi dan layanan KB, yang pada gilirannya dapat keluarga dan masyarakat secara Rencana tindak lanjut dilakukan dengan kader bersama masalah yang berkaitan dengan program KB. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang program KB di Kelurahan Mojosongo. Jebres. Surakarta. Dengan peningkatan masyarakat lebih proaktif dalam mengikuti program KB dan mampu menerapkan praktik-praktik yang Partisipasi laki-laki pasangan usia subur masih minim penyuluhan dikarenakan kesibukan Padahal keluarga dan masyarakat terbukti memainkan peran penting dalam kesuksesan program KB dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala untuk memastikan informasi yang diberikan tetap relevan dan dapat diterapkan oleh Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 97-104 Daftar Pustaka