Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No. 1 Tahun 2021 Penentuan Nilai SPF Kombinasi Ekstrak Daun Ketepeng Dan Binahong Secara In Vitro Intan Lestari*1. Mia Prajuwita2. Anisa Lastri 3 Prodi Kimia. Universitas Jambi. Indonesia Prodi Farmasi. Universitas Jambi. Indonesia 1,2,3 Jalan Raya JambiAeMuara Bulian KM 15 Mendalo Indah Jambi e-mail: *1ilestari_15@ac. Article Info Abstrak Article history: Submission September 2020 Accepted Desember 2020 Publish Januari 2021 Indonesia memiliki iklim tropis dimana jumlah radiasi ultraviolet (UV) yang mencapai permukaan bumi sangat tinggi. Paparan radiasi UV yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan berbagai efek negatif seperti pencoklatan, eritema, kulit terbakar, dan kanker kulit. Salah satu upaya untuk mencegah efek negatif tersebut adalah menggunakan tabir surya dengan nilai SPF yang tinggi. Senna alata dan Anredera cordifolia merupakan tanaman yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif tabir surya alami karena adanya kandungan senyawa polifenol serta nilai aktivitas antioksidan yang tinggi pada daunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai SPF kombinasi ekstrak etanol alata dan A. cordifolia (CSA) . :1 v/. dan kategori proteksinya. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro, menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang UV B . -320 n. selanjutnya nilai absorbansi yang didapat, dikalkulasi kedalam persamaan matematis Mansur. Penentuan kategori proteksi tabir surya berdasarkan nilai SPF mengacu pada ketentuan Food Drug Administrations (FDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF tertinggi CSA didapatkan pada konsentrasi 600:600 ppm yaitu 20. 797 dengan kategori proteksi ultra sedangkan CSA pada konsentrasi 300:200 ppm menunjukkan nilai SPF terendah yaitu 5. 228 dengan kategori proteksi sedang. Berdasarkan hasil tersebut. CSA memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya dengan kategori proteksi sedang hingga ultra. Kata kunci: Anredera cordifolia. Senna alata. SPF. Ucapan terima kasih: Abstract Indonesia has a tropical climate where the highest amount of ultraviolet (UV) radiation reaches the earth's surface. Overexposure of UV radiation on the skin can cause various negative effects such as tanning, erythema, sunburn, and skin The application of sunscreen with a high SPF to the skin is an effort to prevent that negative effect. Senna alata and Anredera cordifolia are plants that have the potential as a natural sunscreen because they both have high antioxidant activity value and the content of polyphenols in the leaves. The aim of this study was to determine the SPF values of a combination of S. alata and A. cordifolia ethanol extracts (CSA) . :1 v/. and their protection category. Determination of SPF value by in vitro methods, using UV-Vis spectrophotometer in UV B wavelength . -320 n. then the absorbance value obtained was calculated into mathematical equations of Mansur. The protection category of SPF value referred to the Food Drug Administrations (FDA) rules. Furthermore, the SPF value of CSA showed highest at the concentration 600:600 ppm that is 20,797 with ultra protection category while CSA at the concentration 300:200 ppm showed the lowest SPF that is 5,228 with a moderate protection This present study supports that the CSA can be potentially developed Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 as an active ingredient of sunscreen with a moderate to ultra protection Keyword: Anredera cordifolia. Senna alata. SPF. DOI 30591/pjif. v%vi%i. A2021Politeknik Harapan Bersama Tegal Alamat korespondensi: Prodi Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Gedung A Lt. Kampus 1 Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal. Kodepos 52122 Telp. E-mail: parapemikir_poltek@yahoo. Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 A. Pendahuluan Sinar matahari terdiri dari radiasi infrared (IR, inframera. , visible . dan UV . Sinar UV terbagi menjadi 3 yaitu UV A . -400 n. UV B . -320 n. dan UV C . -290 n. Paparan sinar UV yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan efek negatif diantaranya dapat terjadi eritema, kulit terbakar . , dan kanker kulit . Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memproteksi kulit dari radiasi sinar UV yaitu penggunaan tabir Kemampuan tabir surya dalam melindungi kulit dan mencegah paparan sinar matahari ditunjukkan oleh nilai sun protection factor (SPF). Semakin tinggi nilai SPF suatu tabir surya, maka semakin baik pula kemampuan perlindungannya terhadap radiasi UV B . Penggunaan bahan kimia sebagai bahan aktif tabir surya dalam suatu sediaan tabir surya dapat menimbulkan beberapa efek samping diantaranya fotoalergi, dermatitis dan urtikaria . Bahan aktif tabir surya dari bahan alam relatif lebih aman digunakan dibandingkan dengan bahan kimia . Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan senyawa polifenol dan antioksidan pada tumbuhan yang bersifat photoprotective . , dapat memberikan perlindungan terhadap oxidative stress, inflamasi, serta dapat menghindari efek samping dari penggunaan bahan kimia sebagai bahan aktif tabir surya pada kulit . Brewer . menjelaskan bahwa senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir Senyawa flavonoid memiliki gugus kromofor . katan rangkap terkonjugas. yang mampu menyerap sinar UV baik UV A maupun UV B sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit . Beberapa tanaman yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tabir surya alami diantaranya ketepeng cina (Senna alata (L. ) Rox. dan binahong (Anredera cordifolia (Ten. ) Steeni. Tanaman ketepeng cina memiliki aktivitas antioksidan kuat hingga sangat kuat yang ditunjukkan pada nilai Inhibition Concentration 50 (IC. ekstraknya memenuhi rentang 20-50 g/mL. Chatterjee et al. melaporkan bahwa nilai IC50 ekstrak metanol daun ketepeng cina sebesar 54 2,20 g/mL. Nilai IC50 ekstrak aseton daun, akar dan ranting ketepeng cina berturut-turut yaitu 41,80 g/mL, 29,51 g/mL, dan 26,23 g/mL . Pamulaparthi et al. menyebutkan bahwa nilai IC50 ekstrak aqueous dan metanol daun ketepeng cina yaitu 49,09 dan 45,15 g/mL. Skrining fitokimia daun dan akar ketepeng cina memperlihatkan adanya senyawa alkaloid, karbohidrat, tanin, saponin, fenol, flavonoid, antrakuinon dan glikosida jantung . Tanaman binahong juga memiliki aktivitas antioksidan kuat. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun binahong yang dilakukan oleh Parwati et al. menunjukkan nilai IC50 sebesar 40,27 g/mL. Beberapa senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun binahong yaitu flavonoid, saponin, alkaloid, steroid dan triterpenoid . Semakin besar aktivitas antioksidan suatu tanaman maka semakin besar aktivitas tabir suryanya dan semakin besar pula nilai SPF yang didapatkan . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas tabir surya dari kombinasi ekstrak daun ketepeng cina dan daun binahong dengan menentukan nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV. Metode Penelitian Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daun ketepeng cina (Senna alata (L. ) Rox. yang diperoleh dari Kecamatan Danau Teluk. Kota Jambi dan daun binahong (Anredera cordifolia (Ten. Steeni. yang diperoleh dari Kecamatan Telanaipura. Kota Jambi. Tanaman ketepeng cina dan binahong dideterminasi di Laboratorium Herbarium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas. Bahan kimia yang digunakan adalah larutan aquades PT BRATACOA, etanol 70% (C2H5OH) PT BRATACOA, etanol pro analysis . EMSUREA Merck. HCl 2N. H2SO4 encer. H2SO4 pekat. FeCl3 1%, pereaksi Mayer, pereaksi Dragendorff, dan serbuk Mg. Peralatan Penelitian Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah botol maserasi, labu ukur IWAKIA, mikropipet, timbangan digital Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 ACISA BC 500, pipet tetes, pipet volume, tabung reaksi, bunsen, kaki tiga, kasa asbes, gelas beaker IWAKIA, vial 25 mL, penjepit tabung, plat tetes, grinder. IKAA RV 10basic rotary evaporator. Oven m MEDCENTERA dan spektrofotometer UVVis SpectroquantA Pharo 300 ( = 190Ae1100 Preparasi Sampel Penelitian Sampel daun segar ketepeng cina dan binahong dideterminasi di Laboratorium Herbarium FMIPA Universitas Andalas. Setelah dideterminasi, dilakukan pembuatan serbuk simplisia daun ketepeng cina dan daun binahong yang mengacu pada DepkesRI . meliputi sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan menggunakan oven T=45oC, sortasi kering dan penghalusan menggunakan grinder. Pembuatan Ekstrak Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Masingmasing 200 gram serbuk simplisia daun ketepeng cina dan binahong dimaserasi selama 1 x 24 jam, dilanjutkan dengan 2 kali remaserasi selama 2 x 24 jam. Maserat diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 50oC hingga diperoleh ekstrak kental. Skrining Fitokimia Skrining fitokimia kualitatif ekstrak kental daun ketepeng cina dan daun binahong meliputi uji Flavonoid. Saponin. Tanin. Alkaloid dan Steroid. Uji Flavonoid. Sebanyak 1 g ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan etanol. Campuran dikocok dan dipanaskan dalam penangas selama 10 menit, kemudian disaring. Filtrat yang diperoleh ditambahkan 0,2 g serbuk Mg dan 3 tetes HCl Terbentuknya warna merah, kuning atau jingga pada lapisan etanol menunjukkan adanya flavonoid . Uji Saponin. Sebanyak 0,5 g ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 10 mL aquadest panas, didinginkan, kemudian dikocok selama 10 Jika terbentuk busa setinggi 1-10 cm yang stabil selama tidak kurang dari 10 menit menunjukkan adanya saponin. Pada penambahan 1 tetes HCl 2N, busa tidak hilang . Uji Tanin. Sebanyak 1 g ekstrak ditambahkan 10 mL aquades, dididihkan selama 15 menit. Disaring filtrat dan direaksikan dengan 2 tetes FeCl3. Jika terbentuk warna hijau, biru atau kehitaman menunjukkan adanya tanin . Uji Alkaloid. Menurut DepkesRI . , sebanyak 0,5 g serbuk simplisia ditambahkan 1 mL HCl 2N dan 9 mL aquades dipanaskan diatas tangas air selama 2 menit, didinginkan dan disaring. Filtrat digunakan untuk dicek dengan pereaksi Mayer dan pereaksi Dragendorff. ) Tes Mayer: filtrat ditambahkan reagen Mayer (Potassium Mercuric Iodid. Terjadinya endapan berwarna putih atau kuning mengindikasikan adanya senyawa ) Tes Dragendorff: filtrat yang diperoleh ditambahkan reagen Dragendorff (Solution of Potassium Bismuth Iodid. Terjadinya mengindikasikan adanya senyawa alkaloid. Uji Steroid. Ekstrak digerus dengan kloroform, diambil filtrat dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan pelarutnya dibiarkan Kemudian ditambahkan 2 tetes CH3COOH anhidrat, diaduk sampai semua residu larut, ditambahkan 2 tetes H2SO4 Jika terbentuk warna hijau sampai biru mengindikasikan adanya senyawa steroid . Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Larutan sampel A dan B masingmasing dibuat dalam beberapa konsentrasi 600 ppm. Variasi konsentrasi larutan sampel C ditunjukkan pada Tabel 2. Absorbansi dibaca setiap interval 5 nm dari rentang panjang gelombang 290-320 nm dan percobaan diulangi sebanyak 3 kali. Etanol p. digunakan sebagai blanko . Penentuan nilai SPF dilakukan berdasarkan persamaan Mansur et al. SPF = CF x Oc320 290 EE () x I () x Abs () Keterangan: = faktor koreksi . Abs = absorbansi sampel = spektrum efek eritema Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 = spektrum intensitas cahaya Nilai (EE x I) adalah suatu konstanta. Nilai tersebut dari panjang gelombang () 290-320 nm dengan interval 5 nm telah ditetapkan oleh Sayre et al. seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Nilai EExI Panjang Gelombang . Total untuk mengetahui nilai SPF yang berbeda Jika asumsi normalitas dan homogenitas data tidak terpenuhi, data nilai SPF dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Mann Whitney U. Skrining Fitokimia EE x I 0,0150 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,0180 Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun ketepeng cina (Senna alata (L. ) Rox. dan ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten. ) Steeni. disajikan dalam Tabel 3. Tabel 3. Tabel 2. Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina dan Binahong Larutan Sampel Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina (A) Ekstrak Etanol Daun Binahong (B) Kombinasi A dan B :1 v/. (C) Konsentrasi 300:200 300:300 400:400 600:200 600:400 600:600 Analisis Data Data SPF menggunakan uji one way analysis of (ANOVA) kepercayaan 95% P. untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai SPF yang Analisis one way ANOVA dilakukan jika asumsi normalitas (ShapiroWil. dan homogenitas (LeveneAos Tes. data terpenuhi dan dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Tukey honestly signifficant difference (HSD). Uji Tukey HSD bertujuan Kandungan Senyawa Metabolit Ekstrak Kental Daun Ketepeng Cina dan Daun Binahong Uji Hasil Ekstrak Ekstrak Ketepeng Binahong Cina Flavonoid Saponin Tanin Alkaloid Steroid Keterangan: ( ) : mengandung golongan senyawa (-) : tidak mengandung golongan senyawa Penentuan Nilai SPF SPF mengindikasikan kemampuan suatu tabir surya dalam melindungi kulit dari efek negatif radiasi UV. Semakin tinggi nilai SPF suatu tabir surya, maka semakin baik pula kemampuan perlindungannya radiasi UV . Penentuan nilai SPF ekstrak dalam penelitian ini dilakukan secara in vitro. Larutan sampel dibagi menjadi 3 jenis yaitu larutan sampel A . kstrak etanol daun ketepeng cin. B . kstrak etanol daun binahon. , dan C . ombinasi A dan B . :1 v/. Konsentrasi larutan sampel A dan B yang dibuat ada 5 variasi konsentrasi diantaranya 200, 300, 400, 500, dan 600 ppm. Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 Tabel 4. Nilai SPF Larutan Sampel A Tabel 5. Nilai SPF Larutan Sampel B Larutan Sampel Konsentrasi Nilai SPF Rata-rata Kategori Proteksi Tabir Surya Larutan Sampel Konsentrasi Nilai SPF Rata-rata Kategori Proteksi Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina (A) 3,442 4,966 5,982 6,654 8,258 Minimal Sedang Sedang Ekstra Maksimal Ekstrak Etanol Daun Binahong (B) 3,266 3,803 4,390 5,105 5,526 Minimal Minimal Sedang Sedang Sedang Sediaan tabir surya dikatakan dapat memberikan proteksi terhadap radiasi UV B apabila memiliki nilai SPF 2-100 . Food Drug Administration (FDA) mengklasifikasikan kategori kemampuan tabir surya berdasarkan nilai SPF yaitu nilai 2-4 (Minima. , 4-6 (Sedan. , 6-8 (Ekstr. , 815 (Maksima. , dan >15 (Ultr. Larutan sampel daun ketepeng cina, daun binahong, dan kombinasi dapat digunakan sebagai bahan aktif tabir surya dikarenakan menghasilkan nilai SPF lebih dari 2. Data nilai SPF dianalisis dengan program SPSS 21. Berdasarkan hasil uji normalitas (Shapiro-Wil. , data nilai SPF larutan sampel A (Tabel . berdistribusi normal dengan nilai Sig. > 0,05. Berdasarkan hasil uji Levene, data nilai SPF bersifat homogen dengan nilai Sig. 0,09 > 0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way ANOVA dan menghasilkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan nilai SPF yang dihasilkan dari 5 variasi konsentrasi . ekstrak etanol daun ketepeng cina. Pada Uji Lanjutan Tukey HSD, nilai Mean Difference (I-J) terdapat tanda (*) di sebelah kanan angka yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nilai SPF ekstrak pada konsentrasi 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, dan 600 ppm. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun ketepeng cina mempengaruhi nilai SPF dimana pada konsentrasi 600 ppm menghasilkan nilai SPF paling tinggi yaitu 8,258. Hasil penentuan nilai SPF larutan sampel B disajikan pada Tabel 5. Berdasarkan hasil uji normalitas (ShapiroWil. , data nilai SPF ekstrak etanol daun binahong berdistribusi normal dengan nilai Sig. > 0,05. Berdasarkan hasil uji Levene, data nilai SPF ekstrak etanol daun binahong bersifat homogen dengan nilai Sig. 0,474 > 0,05. Hasil pengujian One Way ANOVA menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan nilai SPF yang dihasilkan dari 5 variasi . 600 pp. ekstrak etanol binahong. Pada Uji Lanjutan Tukey HSD, nilai Mean Difference (I-J) terdapat tanda (*) di sebelah kanan angka yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nilai SPF ekstrak pada konsentrasi 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, dan 600 Berdasarkan pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun binahong mempengaruhi nilai SPF dimana pada konsentrasi 600 ppm menghasilkan nilai SPF paling tinggi yaitu 5,526. Ekstrak daun ketepeng cina dan binahong mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yang sama diantaranya flavonoid, saponin, dan alkaloid. Akan tetapi, nilai SPF rata-rata yang dihasilkan larutan sampel B lebih rendah dibandingkan larutan sampel A. Perbedaan nilai tersebut dapat dipengaruhi oleh perbedaan kadar dari senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam masing- masing larutan sampel. Berdasarkan penelitian Sarkar et al. kadar fenol total ekstrak daun ketepeng sebesar 74,35 0,89 mg GAE/g ekstrak. Pamulaparthi et al. melaporkan bahwa kadar fenol total ekstrak aqueous dan ekstrak metanol daun ketepeng cina berturutturut yaitu 53,3 0,03 dan 41,6 0,41 mg GAE/g ekstrak serta kadar flavonoid total Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 ekstrak aqueous dan ekstrak metanol daun ketepeng cina berturut-turut yaitu 41,6 0,34 dan 31,9 0,63 mg RE/g ekstrak. Chatatikun and Chiabchalard . menetapkan kadar fenol total ekstrak etanol daun ketepeng cina sebesar 36,83 2,30 mg GAE/g ekstrak. Sedangkan Wulandari et al. menyebutkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak daun binahong sebesar 14,39 A 0,09 mg QE/g ekstrak, dan kadar fenol total ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat daun binahong berturut-turut yaitu 28,43 mg dan 26,47 mg GAE/g ekstrak . Berdasarkan beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar senyawa fenol dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak daun binahong jauh lebih rendah dibandingkan daun ketepeng cina. Rendahnya kadar senyawa fenol dan flavonoid yang memiliki peran sebagai bahan aktif tabir surya pada ekstrak binahong menyebabkan nilai SPF yang dihasilkan menjadi rendah. alternatif pengganti uji One Way ANOVA. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis, didapatkan nilai Asymp. Sig. 0,005 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan nilai SPF yang dihasilkan dari 6 variasi konsentrasi kombinasi (Tabel . ekstrak etanol daun ketepeng cina dan Uji lanjutan Mann Whitney U signifikan nilai SPF antar 2 konsentrasi sampel yang berbeda. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney U, didapatkan nilai Asymp. Sig. -taile. 0,049 < 0,05. Berdasarkan pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kombinasi ekstrak etanol daun ketepeng cina dan binahong mempengaruhi nilai SPF dimana pada konsentrasi 600:600 ppm menghasilkan nilai SPF paling tinggi yaitu 20,797. Penggabungan larutan sampel A dan B menyebabkan terjadinya peningkatan nilai SPF serta aktivitas proteksi tabir surya yang Rahmayanti . melaporkan bahwa kombinasi oktil metoksisinamat Tabel 6. Nilai SPF Larutan Sampel C (OMC), ekstrak daun jamlang, dan amylum Nilai Kategori oryzae . %:5%:5%) menghasilkan nilai SPF Larutan Konsentrasi SPF Proteksi yang tinggi yaitu 16,30 dibandingkan Sampel RataTabir Surya masing-masing nilai SPF OMC . %), ekstrak daun jamlang . ,5%), dan ekstrak amylum 300:200 5,228 Sedang oryzae . ,5% ) dalam formulasi krim tabir 300:300 6,171 Ekstra Kombinasi surya berturut-turut yaitu 13,74, 14,62, dan 400:400 8,006 Maksimal A dan B 15,75. Berdasarkan penelitian tersebut . :1 v/. 600:200 8,665 Maksimal menunjukkan bahwa kombinasi suatu ekstrak (C) 600:400 10,199 Maksimal mampu meningkatkan nilai SPF dalam suatu 600:600 20,797 Ultra Efikasi ekstrak herbal yang Larutan sampel C dibuat dalam beberapa bergantung pada sinergisitas antara senyawa perbandingan konsentrasi yaitu 300:200, aktif yang terdapat dalam ekstrak tersebut 300:300, 400:400, 600:200, 600:400, dan . Adanya sinergisitas kerja dari senyawa 600:600 ppm . :1 v/. Nilai SPF rata-rata aktif yang terkandung dalam suatu ekstrak larutan sampel C (Tabel . dengan variasi memberikan efikasi pengobatan yang lebih konsentrasi 300:200, 300:300, 400:400. Peningkatan nilai SPF yang terjadi pada 600:200, 600:400, dan 600:600 ppm larutan sampel C dapat disebabkan oleh berturut-turut yaitu 5,228, 6,171, 8,006, peningkatan konsentrasi senyawa-senyawa 8,665, 10,199, dan 20,797. Berdasarkan aktif diikuti dengan adanya kerja sinergis hasil uji normalitas (Shapiro-Wil. , data antara senyawa-senyawa tersebut dalam nilai SPF kombinasi ekstrak etanol daun campuran ekstrak daun ketepeng cina dan ketepeng cina dan binahong tidak ekstrak daun binahong. Sehingga aktivitas berdistribusi normal dengan nilai Sig. < 0,05. tabir surya meningkat ditunjukkan dengan Berdasarkan hasil uji Levene, data nilai SPF peningkatan nilai SPF. bersifat tidak homogen dengan nilai Sig. Penggunaan bahan alam sebagai bahan 0,05. Persyaratan uji One Way ANOVA tidak aktif tabir surya dianggap lebih aman pada terpenuhi dikarenakan data SPF tidak kulit serta memiliki spektrum luas terhadap penyerapan radiasi UV . , hal tersebut Dilakukan uji Kruskal-Wallis sebagai Intan Lestari. Mia Prajuwita. Anisa Lastri Vol 10 . 2021 pp 1-10 senyawa polifenol dan antioksidan yang mampu mencegah oxidative stress, inflamasi, serta kanker kulit yang disebabkan oleh paparan radiasi UV. Ekstrak etanol daun ketepeng cina dan binahong mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin dan alkaloid. Senyawasenyawa tersebut berperan dalam mencegah terjadinya efek negatif dari radiasi UV. Sayuti and Yenrina . menjelaskan bahwa radiasi UV A dan UV B dapat menyebabkan terbentuknya radikal oksigen seperti singlet oksigen . , radikal hidroksil (AOH), lipid peroksida (LOO-), dan anion superoksida (O2A-). Sebagai senyawa antioksidan, flavonoid dapat mentransfer elektron hidrogen kepada radikal bebas dan berkompetisi dengan molekul target yang akan dirusak oleh sinar UV dan mengurangi efek merugikan akibat sinar UV. Selain itu, flavonoid juga memiliki gugus kromofor terkonjugasi yang mampu menyerap kuat sinar pada kisaran panjang gelombang UV baik UV A dan UV B . Pada senyawa alkaloid terdapat atom nitrogen yang memiliki pasangan elektron bebas, atom nitrogen ini dapat menyerap sinar UV pada panjang gelombang >270 nm . Tanin termasuk golongan senyawa polifenol, menurut Prasiddha et al. senyawa polifenol yang terkandung pada tumbuhan memberikan perlindungan terhadap oxidative stress akibat radikal oksigen. Oleh karena itu, senyawa tanin juga berperan dalam mencegah efek negatif dari radiasi UV. induced immunosupression? BioMed Research International 2016, 1-10. oi:10. 1155/2016/1934. Saraf Kaur CD. Phytoconstituents as photoprotective Pharmacognosy Reviews, 4. , 1-11. oi:10. 4103/0973-7847. Nohynek GJ. Schaefer H. Benefit and risk of organic ultraviolet Regul Toxicol Pharmacol, 33. , . oi:doi:10. 1006/rtph. Rahmawanty D. Fadhillaturrahman. Studi Aktivitas Tabir Surya Buah Limpasu (Baccaurea Berdasarkan Penentuan Nilai sun protection factor (SPF) secara in vitro. Jurnal Pharmascience, 1. , 55-8. Dinardo JC. Downs CA. Dermatological and Environmental Toxicological Impact of The Sunscreen Ingredient Oxybenzone/Benzophenone3. Journal of Cosmetic Dermatology, 17. , . oi:https://doi. org/10. 1111/jocd. Rejeki S. Wahyuningsih SS. Formulasi Gel Tabir Surya Minyak Nyamplung (Tamanu Oi. dan Uji Nilai SPF Secara In Vitro. University Research Colloquium, 97-103. Prasiddha IJ. Rosalina AL. Teti E. Jaya MM. Potensi Senyawa Bioaktif Rambut Jagung (Zea mays L. ) Untuk Tabir Surya Alami: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4. , . Goswami PK. Samant M. Srivastava R. A Review: Natural Sunscreen Simpulan Agents. Scholars Academic Journal of Kombinasi ekstrak etanol daun ketepeng Pharmacy, 2. , 458-63. cina dan binahong . :1 v/. Brewer MS. Natural potensi sebagai bahan aktif tabir surya. Antioxidant: Sources. Compounds. Nilai SPF tertinggi kombinasi ekstrak Mechanism of Actions and Potential etanol daun ketepeng cina dan binahong Application. Comprehensive Review in . :1 v/. diperoleh dari konsentrasi Food Science and Food Safety, 10. , 600:600 ppm yaitu 20,797 dan tergolong kategori proteksi tabir surya ultra. oi:https://doi. org/10. 1111/j. Shovyana HH. Zulkarnain AK. Pustaka