Evi Royani. Ravi HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KENTEN PALEMBANG TAHUN 2021 Evi Royani1. Ravi2 Program Studi Di Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : eviroyani73@gmail. Abstrak World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah lansia pada tahun 2025 di seluruh dunia akan mencapai 1,2 miliar orang yang akan terus bertambah hingga 2 miliar orang di tahun 2050. Peningkatan jumlah penduduk lansia ini akan membawa dampak terhadap berbagai kehidupan. Dampak utama peningkatan lansia ini adalah peningkatan ketergantungan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang berkunjung di Puskesmas Kenten Palembang saat dilakukan penelitian. dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden dengan menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi lansia yang melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 16 responden . %), distribusi frekuensi dukungan keluarga sebagian besar baik sebanyak 14 responden . %). Hasi uji statistik didapatkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perawatan diri lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021 dengan nilai P value = 0,017. Saran diharapkan dapat lebih melengkapi referensi seperti buku-buku sumber, majalah kesehatan, jurnal, serta bahan-bahan yang menunjang dalam penelitian ini khususnya yang berhubungan dengan hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri lansia. Kata Kunci : Perawatan Diri. Lansia Abstract The World Health Organization (WHO) estimates that the number of elderly people in 2025 worldwide will reach 1. 2 billion people which will continue to grow to 2 billion people in 2050. This increase in the number of elderly people will have an impact on various lives. The main impact of this increase in the elderly is an increase in the dependence of the elderly. The purpose of the study was to determine the relationship between family support and self-care for the elderly at Kenten Palembang Health Center in 2021. The research method used a cross sectional approach. The population in this study were all the elderly who visited the Kenten Health Center in Palembang when the research was The number of samples was 25 respondents using the accidental sampling method. The results showed that the frequency distribution of the elderly who did self-care independently was 16 respondents . %), the frequency distribution of family support was mostly good as many as 14 respondents . %). The results of the statistical test showed that there was a significant relationship between family support and self-care for the elderly at the Kenten Palembang Health Center in 2021 with a P value = 0. Suggestions are expected to be able to further complement references such as source books, health magazines, journals, and materials that support this research, especially those related to the relationship between family support and self-care for the elderly. Keywords : self care, elderly Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Evi Royani. Ravi PENDAHULUAN Menua . enjadi tu. adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan memperbaiki diri atau mengganti dan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang Proses menua merupakan proses yang terus menerus . secara alamiah dimulai sejak lahir dan umumnya dialami semua makhluk hidup (Royani. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah lansia pada tahun 2025 di seluruh dunia akan mencapai 1,2 miliar orang yang akan terus bertambah hingga 2 miliar orang di tahun Data WHO juga memperkirakan . %) populasi lansia di dunia pada tahun 2025 berada di negara berkembang. negara Eropa. Jerman merupakan salah satu negara dengan penduduk usia tua terbesar di dunia. Persentase penduduk usia tua di negara ini mencapai 21,4 persen atau sejumlah 17,7 juta jiwa dan Yunani sebesar 21,8% (Hendayani & Afnuhazi. Selama kurun waktu hampir lima dekade . , persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali Pada tahun 2019, persentase lansia mencapai 9,60 persen atau sekitar 25,64 juta orang. Adapun persentase lansia di Indonesia didominasi oleh lansia muda . elompok umur 60-69 tahu. yang persentasenya mencapai 63,82 persen, sisanya adalah lansia madya . elompok umur 70-79 tahu. sebesar 27,68 persen dan lansia tua . elompok umur 80 tahu. sebesar 8,50 persen (BPS, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2021, jumlah lansia usia 60-64 tahun sebanyak 63. orang, usia 65-69 tahun sebanyak 46. orang, usia 70-74 tahun sebanyak 25. orang dan usia diatas 75 tahun sebanyak 272 orang (Dinas Kesehatan Kota Palembang, 2. Peningkatan jumlah penduduk lansia ini akan membawa dampak terhadap berbagai kehidupan. Dampak utama peningkatan lansia ini adalah peningkatan ketergantungan lansia. Ketergantungan ini disebabkan oleh kemunduran fisik, psikis, dan sosial lansia yang dapat digambarkan melalui empat tahap, yaitu kelemahan, keterbatasan fungsional, ketidakmampuan, dan keterhambatan yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran akibat proses menua. Proses menua merupakan suatu kondisi yang wajar dan tidak dapat dihindari dalam fase kehidupan (Tani et al. , 2. Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam Perawatan yang memperhatikan kesehatan obyektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang dialami klien lanjut usia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bias di capai dan dikembangkan, dan penyakit yang dapat dicegah atau ditekan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi baiknya perawatan diri pada lansia adalah faktor dukungan dari keluarga, faktor individu lansia, dan lain-lain (Herwin, 2. Mengkonsumsi tablet Fe dapat mengobati wanita dan remaja putri yang kemampuan belajar, meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja. Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan dukungan instrumental dan dukungan Jadi dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang Salah satu fungsi keluarga adalah fungsi asih dimana antara Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Evi Royani. Ravi anggota keluarga saling memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian dan kehangatan terutama pada lansia yang mengalami penurunan kemampuan fisik. Dalam teori kepribadian menurut Ericson menyatakan lansia yang usianya diatas 60 tahun merasa hidup mereka sudah dekat dengan akhir hayat dan pada masa ini kasih sayang dari lingkup keluarga terdekat merupakan kenikmatan tersendiri. Hal ini menunjukan bahwa keluarga sangat berpengaruh pada lansia baik secara fisik maupun psikologis (Kirawan & Prihatiningsih, 2. Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuHubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Perawatan Diri Pada Lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021Ay. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Desain penelitian ini adalah survey Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dari tanggal 01 sampai dengan 30 November 2021 di Puskesmas Kenten Palembang. Target/Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah lansia yang datang berobat ke Puskesmas Kenten Palembang, berjumlah 25 orang. Prosedur Para lansia diberikan pertanyaan sesuai dengan kuesioner yang telah disiapkan. Data. Instrumen. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan secara manual, menggunakan lembar check list melalui metode wawancara. Teknik Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat pada penelitian ini dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian yaitu dukungan keluarga dan perawatan diri lansia. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square . berpasangan dengan persyaratan terlebih dahulu melakukan uji normalitas data menggunakan uji ShapiroWilk karena sampel < 50, dengan ketentuan jika p value Ou 0,05 berarti data terdistribusi normal dan jika p value < 0,05 berarti data tidak terdistribusi normal. Selanjutnya bila data terdistribusi normal uji perbedaan menggunakan uji Paired Test dengan tingkat kemaknaan alpha 0,05 dan bila data tidak terdistribusi normal uji perbedaan menggunakan uji Wilcoxon dengan ketentuan jika p value < 0,05 berarti ada perbedaan dan jika jika p value Ou 0,05 berarti tidak ada perbedaan. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Analisis Univariat DAN Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Umur Jumlah Persentase (%) 50-60 tahun > 60 tahun Jumlah Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Dari Tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa sebagian besar lansia berusia 50-60 tahun, yaitu sebanyak 15 orang . %). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Perawatan Diri Lansia Di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Perawatan Diri Jumlah Persentase Lansia (%) Mandiri Ketergantungan Jumlah Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Dari tabel 4. 2 diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi lansia yang melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 16 responden . %) dan lansia Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Evi Royani. Ravi yang ketergantungan dalam melakukan perawatan diri sebanyak 9 responden . %). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Dukungan Keluarga Di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Jumlah Dukungan Keluarga Baik Persentase (%) Kurang Jumlah Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Dari tabel 4. 3 diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi dukungan keluarga sebagian besar baik sebanyak 14 responden . %) dan dukungan keluarga kurang sebanyak 11 responden . %). Analisis Bivariat Tabel 4. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perawatan Diri Lansia di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Perawatan Diri Lansia Mandiri Ketergan Dukunga n Klg Baik Kurang Jumlah 0,01 Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Berdasarkan tabel 4. 5 di atas diketahui dari dari 14 responden yang mendapatkan dukungan baik dari keluarga sebagian besar melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 12 responden . ,7%) sedangkan dari 11 responden yang mendapatkan dukungan kurang dari keluarga sebagian besar melakukan perawatan diri secara ketergantungan sebanyak 7 responden . ,6%). Dari hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P value = 0,017 < . hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perawatan diri lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021 dan nilai OR didapatkan 10,5 yang artinya lansia yang mendapatkan dukungan baik dari keluarga cenderung akan melakukan perawatan diri secara mandiri sebesar 10,5 kali dibandingkan dengan lansia yang tidak mendapatkan Pembahasan Analisis Univariat Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui distribusi frekuensi lansia yang melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 16 responden . %) dan lansia yang ketergantungan dalam melakukan perawatan diri sebanyak 9 responden . %). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Kirawan & Prihatiningsih . dengan judul Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Melaksanakan Personal Hygiene Di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian didapatkan kemandirian lansia dalam melaksanakan Personal Hygiene, di Desa Samplangan Lingkungan Bukit Batu Kabupaten Gianyar dikatagorikan baik . ,1%). Menurut Herwin . , perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupannya. Perawatan yang memperhatikan kesehatan obyektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang dialami klien lanjut usia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bias di capai dan dikembangkan, dan penyakit yang dapat dicegah atau ditekan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi baiknya perawatan diri pada lansia adalah faktor dukungan dari keluarga, faktor individu lansia, dan lain-lain. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Evi Royani. Ravi Menurut Tani et al. , lansia perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu mengurus diri sendiri . , menjaga kesehatan diri, yang tentunya merupakan Dalam teori self care. Dorothea Orem menganggap bahwa perawatan diri merupakan suatu kegiatan membentuk kemandirian individu yang akan meningkatkan taraf kesehatannya. Sehingga bila mengalami defisit, ia membutuhkan bantuan dari perawat untuk memperoleh kemandiriannya kembali. Analisis Bivariat Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui distribusi frekuensi dukungan keluarga sebagian besar baik sebanyak 14 responden . %) dan dukungan keluarga kurang sebanyak 11 responden . %). Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui dari 14 responden yang mendapatkan dukungan baik dari keluarga sebagian besar melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 12 responden . ,7%) sedangkan dari 11 responden yang mendapatkan dukungan kurang dari keluarga sebagian besar melakukan perawatan diri secara ketergantungan sebanyak 7 responden . ,6%). Dari hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P value = 0,017 < . hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perawatan diri lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021 dan nilai OR didapatkan 10,5 yang artinya lansia yang mendapatkan dukungan baik dari keluarga cenderung akan melakukan perawatan diri secara mandiri sebesar 10,5 kali dibandingkan dengan lansia yang tidak mendapatkan dukungan dari Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Herwin . dengan judul hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada lansia di Tlogomas Kota Malang. Hasil analisis tabulasi didapatkan bahwa sebanyak . ,22%) dukungan keluarga tergolong Perawatan diri pada lansia sebagian besar . ,22 %) baik. Dari hasil analisis statistik didapatkan nilai p value = 0,013 artinya terdapat hubungan yang signifikan perawatan diri pada lansia. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kirawan & Prihatiningsih . , yang menyatakan dukungan keluarga adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya, berupa penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. Jadi dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikannya. Salah satu fungsi keluarga adalah fungsi asih dimana antara anggota keluarga saling memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian dan kehangatan terutama pada lansia yang mengalami penurunan kemampuan fisik. Dalam teori kepribadian menurut Ericson menyatakan lansia yang usianya diatas 60 tahun merasa hidup mereka sudah dekat dengan akhir hayat dan pada masa ini kasih sayang dari lingkup keluarga terdekat merupakan kenikmatan tersendiri. Hal ini menunjukan bahwa keluarga sangat berpengaruh pada lansia baik secara fisik maupun psikologis. Menurut Kirawan & Prihatiningsih . Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Melaksankan Personal Hygiene yaitu dukungan dan keterlibatan keluarga serta perhatian keluarga terhadap kualitas hidup agar makin lebih baik. Kebutuhan hidup lansia lainnya dapat terpenuhi dengan baik melalui dukungan informasional seperti instrumental seperti bantuan materi. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Evi Royani. Ravi kenyamanan dan dukungan penilaian seperti pemberian support. Menurut Kirawan & Prihatiningsih . Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Melaksankan Personal Hygiene yaitu dukungan dan keterlibatan keluarga serta perhatian keluarga terhadap kualitas hidup agar makin lebih baik. Kebutuhan hidup lansia lainnya dapat terpenuhi dengan baik melalui dukungan informasional seperti instrumental seperti bantuan materi, kenyamanan dan dukungan penilaian seperti pemberian support. KESIMPULAN Distribusi frekuensi lansia yang melakukan perawatan diri secara mandiri sebanyak 16 responden . %) dan lansia yang ketergantungan dalam melakukan perawatan diri sebanyak 9 responden . %). Distribusi frekuensi dukungan keluarga sebagian besar baik sebanyak 14 responden . %) dan dukungan keluarga kurang sebanyak 11 responden . %). Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perawatan diri lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021 dengan nilai P value = 0,017. SARAN