Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 4032/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Komunikasi Digital Dan Perubahan Sosial Ambia B Boestam, 2Azizah Des Derivanti Program Study Ilmu Komunikasi Article Info Article history: Accepted: 21 Oktober 2022 Publish: 22 November 2022 Keywords: Digital Communication Social Change Technology Article Info Article history: Accepted: 21 Oktober 2022 Publish: 22 November 2022 ABSTRACT Perkembangan teknologi digital saat ini merubah kebiasaan yang ada pada Perubahan sosial yang terjadi diakibatkan kemajuan teknologi yang pesat dan tidak dapat dihindarkan oleh masayarakat. Kemajuan teknologi yang terjadi dalam berbagai aspek menuntut masyarakat untuk merubah pola perilaku mereka termasuk interaksi sosial. Disadari bahwa perubahan interaksi yang terjadi di masyarakat merubah dalam berbagai aspek seperti, hiburan, informasi, edukasi, hingga ekonomi yang mana hal tersebut saling berkaitan. Berdasarkan hal tersebut, dampak teknologi digital sangat besar, tidak hanya mengubah interaksi sosial, ekonomi, bahkan kebijakan pemerintah dapat diubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Komunikasi digital digunakan sebagai media masyarakat untuk mengkritisi penguasa yang ada. Komunikasi digital bukan lagi sekedar forum interaksi masyarakat, memberikan komunikasi digital perspektif yang lebih luas. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan fenomena komunikasi digital terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Kata kunci: Komunikasi Digital. Perubahan Sosial. Teknologi. Abstract The development of digital technology is currently changing the habits that exist in The social changes that occur are caused by rapid technological advances and cannot be avoided by the community. Technological advances that occur in various aspects require people to change their behavior patterns, including social It is realized that changes in interactions that occur in society change in various aspects such as entertainment, information, education, to the economy where these are interrelated. Based on this, the impact of digital technology is very large, not only changing social interactions, the economy, even government policies can be changed to adapt to current technological developments. Digital communication is used as a public medium to criticize the existing rulers. Digital communication is no longer just a forum for community interaction, providing digital communication with a broader perspective. Therefore, this paper aims to identify and describe the phenomenon of digital communication on social changes that occur in society Keywords: Digital Communication. Social Change. Technology. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Azizah Des Derivanti Universitas Nasional Email : azizahdeshaha@gmail. PENDAHULUAN Teknologi informasi merupakan gelombang panjang terkini dari evolusi sosial ekonomi umat manusia dengan membawa perubahan di segala lini kehidupan manusia, termasuk sosial, ekonomi dan politik. Kelahiran komunikasi digital telah membawa perubahan pada perilaku sosial masyarakat, meliputi pergeseran budaya, etika dan norma yang ada. Penelitian tentang teknologi informasi dan perubahan sosial telah berkembang secara signifikan, mulai dari studi spekulatif tentang efek potensialnya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi hingga analisis rinci tentang komunikasi digital. Diskusi komunikasi digital dan perubahan sosial adalah bagian dari literatur yang lebih luas tentang teori inovasi dan dimulai dengan konseptualisasi Shannon tahun 1948 tentang "digital" dalam telekomunikasi (Freeman C. , 1. Pencarian Shannon untuk batas tertinggi kemampuan komunikasi menduduki insinyur selama hampir setengah abad, tetapi akhirnya diselesaikan untuk semua tujuan praktis pada awal 1990-an, dan sejak itu komunikasi broadband telah mengirimkan informasi entropis melalui 2829 Komunikasi Digital Dan Perubahan Sosial (Ambia B Boesta. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 gelombang radio dan kabel serat optik dengan kecepatan cahaya yang tampaknya menjadi batas mendasar kecepatan transfer informasi di alam semesta kita (Martin Hilbert, 2. Penemuan teknologi informasi di awal tahun 1990-an berdampak pada perkembangan teknologi percetakan dan penyebaran informasi, yang dalam perkembangannya berdampak signifikan terhadap komunikasi interaktif (McQuail, 2005:. Pada saat yang sama. Susan Greenfields dalam McQuail, . menunjukan teori serupa yaitu Aumaterialitas sosialAy. Teori ini menunjukan jika manusia dan teknologi komunikasi telah menyatu, berinteraksi dan saling mempengaruhi. Manusia menemukan dan mengembangkan teknologi komunikasi, kemudian melengkapinya dengan fungsi-fungsi, dan ketika fungsi-fungsi tersebut digunakan, aktivitas manusia berubah, meskipun perubahan tersebut memerlukan perbaikan, pengembangan teknologi baru, dll. Karena otak manusia pada dasarnya beradaptasi dengan lingkungan teknologi di mana ia digunakan. Lebih lanjut Daniel Dakhidae menjelaskan bahwa dampak inovasi di bidang teknologi cetak telah mempengaruhi ekspansi bisnis media cetak yang semakin besar dan membutuhkan pengelolaan yang lebih profesional. Jurnalisme telah diintensifkan melalui penggunaan komputer modern dan mesin cetak, yang telah mendorong ekspansi atau perluasan bisnis ke bidang lain (Dakhidae, 1991: . Hal ini secara implisit menunjukkan bahwa perkembangan konglomerasi media massa pada tahun 1980-an dan 1990-an tidak lepas dari pengaruh adopsi teknologi komputer dalam industri media. Dampak perkembangan teknologi informasi terhadap perubahan sosial dapat dilihat pada penemuan mesin cetak yang menghasilkan peningkatan literasi yang signifikan (Subiakto H. Dampak sosial dari perkembangan teknologi informasi juga terjadi di Eropa, meningkatnya perilaku kritis masyarakat, bahkan AumengoreksiAy agama, menandakan bahwa pembaca Alkitab lebih terbuka dan kritis, dan pada puncaknya Martin Luther King menjadi pelopor dalam protes dan reformasi sehingga lahir Kristen Protestan. Artinya, hadirnya teknologi komunikasi baru memang berdampak sangat besar dalam mendorong perilaku masyarakat Eropa Fenomena yang sama terjadi saat ini dalam perkembangan teknologi komunikasi digital. Penggunaan perangkat seperti smartphone dan konvergensi telekomunikasi, internet dan penyiaran berdampak langsung pada perubahan intensitas interaksi sosial tatap muka. Telah banyak perubahan bentuk interaksi sosial dari fisik ke virtual melalui teknologi komunikasi digital, sehingga saat ini orang begitu mudah berinteraksi melalui digital. Saat ini telah terjadi revolusi komunikasi, melahirkan revolusi sosial. Apa yang dulu dianggap aktivitas "virtual" di dunia maya kini semakin besar dan dominan. Aktivitas di dunia maya tidak lagi dihargai secara Fenomena konvergensi teknologi terjadi ketika teknologi komputer, telekomunikasi, internet, penyiaran dan media cetak secara kolektif diintegrasikan ke dalam satu unit digital. Pavlik dan McIntosh memberikan pemahaman bahwa konvergensi merupakan perpaduan komputer, telekomunikasi dan media dalam lingkungan digital (Pavlik dan McIntosh, 2004:. Konvergensi digital dapat pula dipahami sebagai kolaborasi antara penyedia layanan informasi dan komunikasi. Meskipun definisi konvergensi pada saat ini belum mencapai kesepakatan, namun pada intinya konvergensi merupakan peningkatan teknologi komunikasi, sehingga besar kemungkinan peningkatan juga terjadi pada kalangan kreatif atau profesional, serta di industri, masyarakat bahkan pemerintahan. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan beragam budaya, suku, ras dan agama serta memiliki potensi besar untuk perubahan sosial melalui perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang komunikasi. Hampir semua masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan publik. Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh We Are Social . , yang menemukan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan 8 jam 52 menit setiap hari menggunakan media sosial untuk komunikasi digital . com, 2. 2830 Komunikasi Digital Dan Perubahan Sosial (Ambia B Boesta. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Tingginya penggunaan waktu saat menggunakan media sosial menggambarkan bahwa jika masyarakat Indonesia sangat antusias dengan penggunaan komunikasi digital, tidak dapat dipungkiri sangat mempengaruhi pola komunikasi saat ini dan pada akhirnya merubah perilaku sosial masyarakat. Proses kreatif modernisasi masyarakat juga bersifat destruktif dan tidak lepas dari perkembangan komunikasi digital. Berdasarkan hal tersebut maka jurnal ini ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena komunikasi digital dalam merubah perilaku social masyarakat Indonesia. Merujuk pada uraian latar belakang penelitian tentang fenomena tersebut dan penelitian sebelumnya, pertanyaan dalam penelitian ini adalah: apa dampak komunikasi digital terhadap perubahan sosial di masyarakat Indonesia? METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriftif. Hal ini digunakan berdasarkan pertimbangan pertanyaan dan tujuan penelitian yang akan menggambarkan dampak dari komunikasi digital terhadap perilaku sosial masyarakat. Pendekatan penelitian kualitatif bertumpu kepada penekatan narasi dari fakta yang ditemukan dilapangan, adapun jenis data yang digunakan lebih cenderung data primer yang di dapat dari penelurusan kepustakan seperti buku, jurnal ilmiah, dan pemberitaan yang berkaitan dengan permasalan penelitian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini dijelaskan hasil penelitian dan sekaligus diberikan pembahasan yang Hasil Penelitian Perkembangan teknologi komunikasi dalam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan politik tidak hanya berlangsung di dunia fisik, tetapi semakin bergeser ke dunia siber . yber lif. Pembaharuan dari fitur pendukung komunikasi digital semakin massif dilakukan oleh industry pengembang sehingga semakin mengikat masyarakat dalam penggunaan komunikasi digital. Di masa lalu, masyarakat lebih cenderung melakukan interaksi pisik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi, namun semenjak adanya teknologi komunikasi digital interaksi secara fisik lambat laun mulai tergantikan khusunya dikalangan kelompok masyarakat generasi Z dan milenial yang cenderung banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas komunikasi digital. Misalnya, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini di tahun 2019, semua orang di dunia terpaksa mengurangi interaksi sosial tatap muka. Akibatnya, teknologi digital berkembang pesat dan pola perilaku individu berubah di luar batas normal. Aplikasi Zoom Meeting merupakan salah satu contoh bentuk komunikasi digital yang tidak dapat dihindari akibat pandemi Covid-19. Setiap orang dipaksa untuk berkomunikasi melalui antarmuka atau online agar tidak menyebarkan virus Covid-19. Hal ini tentunya berdampak pada perubahan sosial di masyarakat. Perubahan signifikan karena kehadiran teknologi komunikasi digital, tidak hanya pada model industri, tetapi juga pada perilaku sosial masyarakat. Awalnya, penggunaan frekuensi hanya digunakan untuk telekomunikasi dan penyiaran. Namun, pada tahun 1990-an. Internet mulai berkembang dan munculnya penyedia layanan Internet menyebabkan munculnya industri teknologi informasi baru yang disebut layanan Over The Top (OTT). Munculnya industri komputasi OTT telah mengalami perubahan besar dalam penggunaannya dimana tidak hanya industri telekomunikasi dan penyiaran tetapi juga masyarakat umum dapat Hal ini tergambar dari frekuensi penggunaan internet seperti yang dijelaskankita sosial. , menyatakan secara umum masyarakat Indonesia melakukan komunikasi digital selama 8 jam 52 menit sehari melalui media sosial dan sejenisnya . com, 2. Fenomena perubahan perilaku sosial akibat komunikasi digital dijelaskan dalam penelitian Hamzani KH. Daeng S. Ferdiansyah dan Muhammad Yani . , yang menyatakan bahwa 2831 Komunikasi Digital Dan Perubahan Sosial (Ambia B Boesta. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 komunikasi dengan teknologi digital yang terus berkembang mengubah perilaku sosial masyarakat dalam hal ini. tradisi phubbing menjadi fenomena tersendiri. Perilaku komunikasi digital ditunjukkan oleh masyarakat melalui tradisi phubbing atau yang dikenal dengan perilaku berlebihan saat menggunakan handphone dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi digital telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berinteraksi sosial. Bahkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perilaku phubbing ini bertentangan dengan norma sosial yang ada di masyarakat, yaitu saling menghormati antar sesama saat berkomunikasi. Sebagai tambahan. Lebih lanjut, penelitian Astari C. Sari, dkk . menyatakan bahwa kehadiran media sosial sebagai saran komunikasi digital berdampak sangat signifikan terhadap perubahan perilaku masyarakat, kehadiran media sosial berdampak pada cara dan aspek yang dikomunikasikan dimana hal tersebut berjalan lebih efektif. Keberadaan teknologi digital telah berhasil mengubah pola komunikasi antar masyarakat, memberikan akses informasi, hiburan, dan hiburan yang luas dan terjangkau telah membentuk pola pikir, sikap dan tindakan atau perilaku yang akan membawa orang ke dalam gaya hidup yang instan. Namun, terdapat perubahan sosial yang negatif terutama pada norma-norma sosial yang ada di masyarakat Indonesia. Seperti bullying, sarkasme, rasisme dan sebagainya. Terjadinya fenomena penyimpangan norma sosial disebabkan oleh kemudahan dan kebebasan berekspresi melalui media teknologi, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih berani dalam berbicara. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan teknologi yang berkembang pesat saat ini. Peran pemerintah sebagai pengawas juga penting dalam menjaga norma dan batasan sebagai akibat dari kebebasan dan arus globalisasi di masyarakat. Komunikasi digital melalui penggunaan media baru secara perlahan melemahkan nilai dan norma di masyarakat, seperti anak muda masa kini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dan berinteraksi di dunia maya. Wajar jika remaja sulit bersosialisasi di masyarakat karena sebenarnya proses interaksi atau proses asosiatif yang dilakukan berkurang secara signifikan. Dengan fenomena seperti itu, nilai-nilai dan norma-norma suatu masyarakat menjadi hilang dan juga menghilangnya proses asosiatif dalam suatu organisasi yang melaluinya muncul individualis. Memang beberapa orang saat ini sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, tetapi mereka dapat berkomunikasi di dunia maya, bahkan beberapa orang perlu memiliki komunitas di dalamnya. Selain itu, pemerintah dan pemangku kepentingan luas di industri informasi juga bertanggung jawab untuk mempersempit kesenjangan digital di masyarakat. Pasalnya, perbedaan penguasaan teknologi informasi komunikasi memberikan dampak pula terhadap kesenjangan ekonomi masyarakat. Karena masyarakat yang memiliki akses terhadap komunikasi digitas akan memiliki kemudahan dalam melakukan proses perekonomiannya seperti memiliki keleluasaan dalam melakukan pemasaran yang tidak terbatas. Masifnya penggunaan media digital saat ini tentunya memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, produk komunikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan digital dan jaringan siber mengubah konektivitas sosial, ekonomi, politik dan budaya dari tatap muka menjadi membentuk pola pandang. kata-kata dan gambar. Dampak komunikasi digital menimbulkan banyak kontroversi di masyarakat, termasuk krisis kepercayaan yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dijelaskan dalam penelitian Terry Flew . yang berpendapat bahwa kebangkitan populisme di seluruh dunia dapat dilihat sebagai konsekuensi dari krisis kepercayaan yang lebih umum terhadap institusi sosial dan proyek globalisasi yang telah terjadi di masyarakat liberal Barat. Penyebaran berita palsu lebih merupakan gejala krisis kepercayaan daripada pendorong utama, karena apa yang disebut gelembung filter mencerminkan lebih banyak polarisasi politik daripada penyortiran algoritme, dan interaksi antara apa yang disebut media arus utama dan media sosial mudah terlihat. dalam penyebaran berita sosial. Anti-elitisme meluas ke jurnalis dan organisasi berita seperti halnya ke elit politik dan bisnis, tetapi ada tanda-tanda bahwa kepercayaan pada berita sedang meningkat karena semakin banyak pertanyaan yang 2832 Komunikasi Digital Dan Perubahan Sosial (Ambia B Boesta. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 diajukan tentang kepercayaan pada platform digital. Artinya, dampak teknologi digital menyebabkan terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap penguasa yang ada, arus informasi yang kuat dan luas, maka semakin banyak ketidakpastian yang dapat diungkap masyarakat terhadap informasi yang beredar, sehingga berdampak pada masyarakat. kepercayaan terhadap suatu institusi atau informasi tertentu. Selain itu, maraknya berita palsu semakin meningkatkan ketidakpercayaan publik terhadap informasi yang berasal dari platform digital. Pembahasan Perkembangan teknologi digital yang merubah kebiasaan pada masayarakat. Perubahan sosial yang terjadi diakibatkan kemajuan teknologi yang pesat dan tidak dapat dihindarkan oleh masayarakat. Kemajuan teknologi yang terjadi dalam berbagai aspek menuntut masyarakat untuk merubah pola perilaku mereka termasuk interaksi sosial. Disadari bahwa perubahan interaksi yang terjadi di masyarakat merubah dalam berbagai aspek seperti, hiburan, informasi, edukasi, hingga ekonomi yang mana hal tersebut saling berkaitan. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan fenomena komunikasi digital terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, dampak teknologi digital sangat besar, tidak hanya mengubah interaksi sosial, ekonomi, bahkan kebijakan pemerintah dapat diubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Komunikasi digital digunakan sebagai media masyarakat untuk mengkritisi penguasa yang ada. Komunikasi digital bukan lagi sekedar forum interaksi masyarakat, memberikan komunikasi digital perspektif yang lebih luas. KESIMPULAN Komunikasi digital ini telah membentuk bagi setiap individu suatu pola pikir, sikap dan tindakan atau perilaku yang akan membawa orang ke dalam gaya hidup secara langsung. Bagi pengguna yang terlalu sering menggunakan komunikasi digital akan menimbulkan benturan dengan kehidupan nyata dan benturan budaya. Dampak negatif dari munculnya media baru adalah: tercemarnya informasi yang sering dijumpai dengan berita palsu atau hoax, rendahnya rasa sosial dan solidaritas, maraknya budaya instan, merebaknya kejahatan teknologi seperti hak pelanggaran atau pembajakan . yber crim. dan tumbuhnya hedonisme dan sikap Sementara itu, dampak positif komunikasi digital terhadap perubahan perilaku masyarakat terlihat pada peningkatan kualitas hidup, dimana dapat menjadi pers dan aset baru terkait dengan revolusi teknologi informasi dan komunikasi, yang berdampak antara lain: Kemajuan dalam pengolahan informasi kekuasaan dapat meningkatkan bakat dan keterampilan. Sistem baru ini memberikan kenyamanan yang lebih personal di setiap sistem. Individu tidak hanya akan menikmati efisiensi yang lebih tinggi dalam melakukan tugas sehari-hari, tetapi juga secara signifikan lebih banyak berinteraksi dengan orang dan minat lainnya, mendorong kreativitas dan partisipasi pribadi. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami haturkan kepada : - Universitas Nasional sebagai tempat kami mengaplikasikan ilmu - Keluarga kami yang selalu mendukung - Rekan dan kerabat yang saling support DAFTAR PUSTAKA