694 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pendampingan Penguatan Literasi dan Numerasi Matematika Guru Dita Yuzianah1*. Isnaeni Maryam2. Nila Kurniasih3 1,2,3 Article History: Received: 25 Februari 2025 Revised: 15 April 2025 Accepted: 01 Mei 2025 Keywords: Literasi. Numersi Matematika. Model Universitas Muhammadiyah Purworejo E-mail: ita. yuzianah88@gmail. Abstract: Berbagai program dan inisiatif telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran literasi serta numerasi di sekolahsekolah. Meskipun demikian, tantangan masih ada, seperti kesenjangan akses pendidikan dan kualitas pendidikan yang tidak merata di berbagai wilayah. Dengan memahami pentingnya literasi dan numerasi, diharapkan semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan keterampilan ini pada siswa sejak dini. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika serta literasi numerik kepada siswa. Metode pengabdian yaitu mengunakan metode PAR (Participatory Action Researc. Dengan tahap pelaksanaan : tahap to know yaitu mengetahui kondisi riel komunitas, tahap to Understand (Memahami Problem Komunita. , tahap to Plann (Merencanakan Pemecahan Masalah Komunita. , tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masala. , tahap to Change (Membangun Kesadaran untuk perubahan dan keberlanjuta. Kegiatan pendampingan penguatan literasi dan numerasi matematika guru SD dapat memberikan motivasi kepada guru untuk lebih mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Karena mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan yaitu dari 100% Guru sudah memahami literasi dan numerasi matematika juga mengetahui model apa saja yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa. Harapan kami setelah pengabdian ini kedepanya guru lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan literasi dan numerasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 PENDAHULUAN Di Indonesia, upaya peningkatan literasi dan numerasi menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan pendidikan. Berbagai program dan inisiatif telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran literasi serta numerasi di sekolah-sekolah. Meskipun demikian, tantangan masih ada, seperti kesenjangan akses pendidikan dan kualitas pendidikan yang tidak merata di berbagai wilayah. Dengan memahami pentingnya literasi dan numerasi, diharapkan semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan keterampilan ini pada siswa sejak dini. Berdasarkan hasil survei seperti PISA (Programme for International Student Assessmen. , performa siswa Indonesia dalam bidang matematika dan literasi numerik masih berada di bawah rata-rata internasional. Hal ini menunjukan bahwa literasi dan numerasi siswa perlu ditingkatkan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan penguatan literasi numerasi kepada guru sehingga guru dapat lebih focus dalam meningkatkan literasi dan numerasi khususnya pada siswa SD. Masalah berikutnya adalah terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara sekolah negeri dan swasta, yang berdampak pada kemampuan literasi dan numerasi siswa. Karena baik disadari atau tidak oleh pemerintah sampai saat ini belum terdapat pemerataan pemdidikan di Indonesia. Walaupun pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah kesenjangan sekolah dengan menerapkan zonasi. Tetapi pada kenyataan dilapangan sampai saat ini kesenjangan antara sekolah kota, desa, swasta dan negeri masih saja terjadi. Masalah lain juga kesulitan Guru untuk mengajarkan materi matematika secera Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan guru untuk mengajar dengan model pembelajaran yang disesuikan dengan materi yang disampaikan, sehingga diharapkan siswa tidak bosen dengan model pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dapat lebih memahami konsep materi yang disampaikan. Masalah-masalah inilah yang menjadikan alasan kuat tim kami melakukan pengabdian masyarakat pendampingan penguatan literasi dan numerasi matematika pada guru SD. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika serta literasi numerik kepada siswa. Pengertian Literasi menurut UNESCO dalam (Purwati, 2. adalah wujud dari keterampilan yang secara nyata, yang secara spesifik adalah keteampilan kognitif dari membaca serta menulis, yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dari siapa serta cara Beberapa hal yang dapat mempengaruhi seseorang tentang makna literasi itu sendiri adalah penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga Sedangkan menurut Gee dalam Au dalam (Chairunnisa, 2. yang mengartikan literasi dari sudut pandang kewacanaan menyatakan bahwa literasi adalh Aumastery of, or fluent control over, a secondary discourseAy. Gee menjelaskan bahwa literasi adalah suatu keterampilan dari seseorang melalui kegiatan berfikir, membaca, menulis, dan berbicara. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan Menurut Suyono dalam (Gogahu. , & Prasetyo, 2. literasi dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pembelajaran efektif di sekolah yang dapat membuat siswa terampil dalam mencari dan mengolah informasi yang dibutuhkan dalam kehidupan berbasis ilmu pengetahuan pada abad ke-2. Menurut (Kebudayaan, 2. Keterampilan literasi diantaranya mencakup literasi dasar dan literasi matematika. Istilah literasi numerasi juga dikenal sebagai bagian dari literasi matematika (De Lange, 2. yang diartikan sebagai kemampuan dalam mengolah data dan angka serta mengevaluasi suatu pernyataan dalam proses pemecahan masalah yang melibatkan proses mental dan estimasi dalam konteks masalah nyata atau dengan kata lain diartikan sebagai a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 kemampuan untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan angka. (Han et al, 2. menyatakan bahwa literasi numerasi adalah keterampilan atau kecakapan dalam menggunakan berbagai macam angka dan symbol matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, menganalisis informasi yang disajikan dalam bagan, tabel, grafik, dan sebagainya, serta menggunakan inerpretasi hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil (Maryono dkk, 2. menambahkan bahwa kemampuan literasi yang perlu dikuasai anak pada saat menginjak usia sekolah dasar adalah kemampuan literasi dasar, literasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan sosial, litreasi lingkungan dan literasi Selanjutnya (Arsyad, 2. juga menyatakan bahwa pengembangan literasi anak usia dini menjadi hal penting untuk diperhatikan karena sangat penting untuk anak memperoleh keterampilan dan kesadaran untuk menjadi pembaca, penulis dan pendengar yang dapat memahami informasi sesuai konteks yang dipelajari. Dengan pengembangan literasi anak yang baik maka anak akan terlatih untuk kreatif, inovatif, analitis dan kritis dalam mengelola informasi. (Safitri. , & Dafit, 2. menjabarkan bahwa guru memiliki multi peran dalam mewujudkan pengembangan kemampuan literasi anak. METODE Metode pengabdian yaitu mengunakan metode PAR (Participatory Action Researc. menurut Agus Afandi, . pendekatan PKM dengan Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat. Dengan tahap pelaksanaan : tahap to know yaitu mengetahui kondisi riel komunitas, tahap to Understand (Memahami Problem Komunita. , tahap to Plann (Merencanakan Pemecahan Masalah Komunita. , tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masala. , tahap to Change (Membangun Kesadaran untuk perubahan dan Dengan teknis pelaksanaan pendampingan Gambar 1. Metode Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap to know . engetahui kondisi riel masyaraka. Masyarakat yang dimaksud disini adalah SDN Panunggulan. SDN Panunggulan berada di Desa Panunggilan Purworejo Jawa Tengah. Secara geografis SDN Panunggulan berada di wilayah pengunungn dengan akses yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 cukup mudah. Untuk mencapai Kabupaten membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit mengunakan kendaraan bermotor. Dengan sussana SD yang masih alami tentu mendukung pembelajaran lebih fokus. Awal kami mengetahui SD ini karena salah satu alumni kami menjadi guru di SDN Panunggulan. Setelah kami mencoba konfirmasi dengan pihak sekolah, guru-guru SDN Panunggulan saat ini juga sedang mencoba mengembangkan kemampuan literasi dan Karena merurut pihak sekolah kesulitan anak sekarang untuk kemampuan literasi dan numerasi salah satunya disebabkan pengunaan handphone(HP). Jadi anak malas jika diminta mambaca buku pelajaran. Tentunya ini menjadi PR guru di SDN Panunggulan. Tentunya usaha yang dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa tidak terlepas dari cara guru mengajar disekolah. Pihak sekolah menyampaikan untuk program mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi guru juga membutuhkan bekal terutama model apa saja yang cocok untuk mengembangkan/meningkatkan kemampuan numerasi siswa, terutama pada siswa SD. Tahap to Understand (Memahami Problem Masyaraka. Setelah mengetahui kondisi riel SDN Panunggulan maka kami selaku tim pengabdian mencoba memahami masalah yang terjadi di SDN Panunggulan. Masalah yang terjadi di SDN diantaranya: Guru SDN Panunggulan mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Guru SDN Panunggulan merasa kesulitan menentukan model pembelajaran yang tepat untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Tahap to Plann (Merencanakan Pemecahan Masalah Masyaraka. Pada tahap ini tim pengabdian merencanakan pemecahan dari permasalahan SDN Panunggulan. Pada permasalahan Guru SDN Panunggulan mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kami memeberikan pendampingan dengan cara memberikan materi secara lebih dalam untuk lebih mengetahui apa itu literasi dan numerasi, sehingga diharapkan setelah guru memahami tentang literasi dan numerasi maka Guru dapat lebih mudah mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, tentuka kami juga memberika kiat/trik bagaimana cara mengembangkan liteasi numerasi untuk siswa SD. Untuk permasalahan Guru SDN Panunggulan merasa kesulitan menentukan model pembelajaran yang tepat untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kami memberikan materi dan juga memberikan gambaran bagaimana langkah-langkah model tersebut diterapkan di dalam kelas, model apa saja yang kira-kira cocok dengan literasi numerasi dan juga dengan kurikulum terbaru yaitu deep Tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masala. pada tahap ini ada dua program yang kami lakukan yang pertama adalah sosialisasi yang kedua adalah pendampingan. Untuk program pertama yaitu sosialisasi tentang literasi yang disampaikan oleh Isnaeni Maryam. Pd. Beliau adalah Dosen pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Beliau ahli dalam bidang literasi. Materi kedua adalah tentang pendampingan pengatan numerasi matematika yang disampaikan oleh Dr. Nila Kurniasih. Si. Beliau adalah salah satu Dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Purworejo, beliau sudah sering di undang keberbagai sekolah untuk mengisi tentang literasi dan numerasi. Materi yang ketiga adalah pengenalan model pembelajaran yang cocok untuk mengembangkan literasi dan numerasi siswa yang disampaikan oleh Dita Yuzianah. Pd. Beliau adalah dosen pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo, beliau juga dosen pengampu matakuliah strategi pembelajaran matematika jadi beliau paham betul tentang model-model pembelajaran yang daoat diterapkan untuk mengembangkan literasi dan numerasi siswa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 1. Ibu Isnaeni Maryam menyampaikan materi mengenai literasi Ibu Isnaeni Maryam. Pd menyampaiakan materi tentang literasi bahwa pada perkembangan pendidikan kita harus meningkatkan kemapuan literasi anak dan itu dimulai dari tingkat dasar yaitu tingkat SD. Menurut bu Isnaeni Maryam. Pd. literasi juga mencakup literasi digital, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi dan memahami informasi yang ditemukan secara online. Literasi digital sangat penting untuk menjelajahi dunia digital yang terus berkembang. Tetapi tentunya ini harus didampingi baik pendampingan dari sekolah maupun dari keluarga, karena jika tidak didampingi siswa akan lepas control dalam pengunaan teknologi sehingga dapat memberikan pengaruh kurang baik pada tahap tumbuh kembang siswa itu sendiri. Hal ini dikuatkan oleh pandapat (Diva & Dkk, 2. penggunaan teknologi yang berlebihan dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi, tidak memahami sopan santun, dan cenderung terisolasi dari lingkungan sosial. Selain itu, teknologi juga dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak. Teknologi memiliki dampak positif dan negatif terhadap perkembangan psikologis Orang tua dan pendidik perlu bijaksana dalam mendampingi penggunaan teknologi oleh anak-anak agar dapat memberikan manfaat optimal bagi perkembangan mereka. Gambar 2. Ibu Dr. Nila Kurniasih. Si. Menyampaikan Numerasi matematika a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Ibu Dr. Nila Kurniasih. Si. Menyampaikan tentang numerasi matematika. Beliau menyampaikan Numerasi adalah kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan angka, serta memahami konsep dasar matematika. Numerasi mencakup kemampuan untuk melakukan operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, numerasi juga melibatkan pemahaman tentang hubungan antara angka, pola, dan perhitungan yang lebih kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, numerasi sangat penting karena membantu kita dalam berbagai aktivitas seperti mengelola keuangan, memahami statistik, membuat keputusan berdasarkan data, dan bahkan dalam kegiatan sehari-hari seperti berbelanja atau Kemampuan numerasi juga menjadi dasar penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika bukan hanya tentang angka dan rumus, tetapi juga tentang cara berpikir logis dan memecahkan masalah. Dengan memahami konsep matematika, kita bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan (Ekawati, 2. Literasi numerasi ini memiliki manfaat yang sangat nyata, karena penerapannya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat literasi numerasi yang di rasakan langsung oleh siswa adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus mengenai perhitungan dan simbol matematika yang di terapkan dalam kehidupan nyata berupa manajemen tugas yang baik dan siswa dapat dengan mudah mengambil keputusan dalam aspek kehidupannya. Gambar 3. Ibu Dita Yuzianah. Pd menyampaikan materi tentang model pembelajaran Ibu Dita Yuzianah. Pd menyampaikan tentang model-model pembelajaran yang cocok digunakan untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan literasi dan numerasi Dengan menggunakan strategi yang efektif, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan ini. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan (Raden Roro Endang Kusripinah, 2. penerapan model pemebelajaran yang dapat meningkatkan literasi baca tulis dilakukan menggunakan metode pembelajaran. Model pembelajaran yang dirasa cocok untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa memuat 4c yaitu: berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas. Jadi diharapkan model pembelajaran tersebut memuat empat aspek tersebut. Model pembelajaran yang cocok diantaranya: proyek, pbl, penemuan dan kooperatif. Pada model pembelajaran proyek siswa diminta untuk menyelesaikan suatu proyek missal menghias kelas, proyek membuat bagun datar dll. Dengan model a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 pembelajaran ini tentunya siswa dituntut melakukan literasi numarasi sebagai kajian teori menyelesaikan proyek tersebut. Model pembelajaran pbl/pembelajaran berbasis masalah siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang belum pernah diselesaikan sebelumnya. Jadi pada model berbasis masalah siswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi Begitu juga dengan model pembelajaran penemuan dan model kooperatif. Tahap to Change (Membangun Kesadaran untuk perubahan dan keberlanjuta. Pada tahap ini kami tim pengabdian menyampaikan kepada pihak SDN Panunggulan bahwa kegiatan ini nantinya aka nada keberlanjutanya untuk memastikan bahwa guru-guru SDN Panunggulan dapat mengembangkan literasi dan numerasi siswa dan tentunya memastikan guru tidak lagi mengalami kesulitan mengunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Pada tahap ini kami juga melakukan evaluasi mengunakan wawancara langsung dan juga agket mengenai tingkat pemahaman guru SDN Panunggulan terhadap literasi numerasi juga terhadap model pembalajaran yang disampaikan oleh narasumber dari tim pengabdian kepada masyarakat. hasil evaluasi adalah sebagi berikut: pengabdian ini memberikan dampak yang sangat baik karena setelah pengabdian ini guru yang tadinya belum tau cara mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan cara apa setelah mengikuti pengabdian ini guru sudah mempunyai gambaran bagaimana cara mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dan akan segera mempraktikan di kelas masing-masing. Dari 9 guru yang mengikuti pengabdian guru awal pengabdian hanya 3 guru yang sudah mengetahui tentang literasi dan numerasi secara mendalam, setelah pengabdian ini semua guru merasa sudah mengetahui dengan jelas tentang lierasi dan numerasi siswa Hal ini dapat dilihat dari diagram di bawah ini. Gambar 4. Data sebelum pendampingan Gambar 5. Data setelah pendampingan KESIMPULAN Kegiatan pendampingan penguatan literasi dan numerasi matematika guru SD dapat memberikan motivasi kepada guru untuk lebih mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Karena kemampuan literasi dan numerasi siswa mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan yaitu dari 100% Guru sudah memahami literasi dan numerasi matematika juga mengetahui model apa saja yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika Harapan kami setelah pengabdian ini kedepanya guru lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan literasi dan numerasi siswa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 DAFTAR REFERENSI Agus Afandi. Metodologi Pengabdian Masyarakat. (Suwendi. Ed. Retrieved from https://repository. id/dspace/bitstream/123456789/71356/1/Buku. Arsyad. Media Pembelajaran. jAKARTA: PT. Raja Grafindo Persada. Chairunnisa. engaruh Literasi Membaca Dengan Pemahaman Bacaan (Penelitian Survei Pada Mahasiswa Stkip Kusumanegara Jakarta. Urnal Tuturan, 6. , 754. Retrieved from https://doi. org/10. 33603/Jt. V6i1. De Lange. Mathematic for Literacy. Dalam Madison. , & Steen. (Ed. Quantitative Literacy: Why Numeracy Matters for School and Cholleges. USA: National Council on Education and the Disciplines, 75Ae89. Diva. , & Dkk. Pengaruh Teknologi Terhadap Psikologi Perkembangan Anak. Karimah Tauhid, 3. Retrieved https://ojs. id/karimahtauhid/article/view/14646 Ekawati. PENTINGNYA LITERASI NUMBERASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BERSAMA RADIO RRI. Menara Pengabdian, 2. , 46. Retrieved from https://w. com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://jurnal. id/index. php/menarapengabdian/article/download/3932/pdf&ved=2ahUKEwjT5 423utGLAxU54TgGHQmNDOkQFnoECBgQAQ&usg=AOvVaw2S4yC39VV0cp5f8Tg wkWIu Gogahu. , & Prasetyo. ngembangan Media Pembelajaran Berbasis EBookstory Untuk Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4. , 1004Ae1015. Retrieved from https://doi. org/10. 31004/Basicedu. V4i4. Han. Weilin. Dicky. Susanto. Sofie. Dewayani. Putri. Pandora. Nur Hanifah. Miftahussururi. , & Noorthertya Nento dan Qori Syahriana. Materi Pendukung Literasi Numeras. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kebudayaan. Panduan Implementasi Kemampuan Abad 21 Kurikulum 2013 di SMA. Jakarta. Maryono. Pamela. , & Budiono. Implementasi Literasi Baca Tulis Dan Sains Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6. , 491Ae498. Retrieved from https://doi. org/10. 31004/Basicedu. V6i1. Purwati. Program Literasi Membaca 15 Menit Sebelum Pelajaran Dimulai Untuk Mningkatkan Hasil Belajar Membaca Dan Menghafal Surah Pendek. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial. Sains. Dan Humaniora, 3. , 663Ae670. Raden Roro Endang Kusripinah. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATAN LITERASI BACA TULIS: LITERATURE REVIEW. PIONIR (Jurnal Pendidika. , 11. , 29. Retrieved from https://jurnal. id/index. php/Pionir/article/download/13507/6929?__cf_chl_tk=0cAWNqb3i. 3Tp_AixONe_Bsn8IrpbSRfJObAIMho-1740107780-1. 126GgC8jvEuKEvO21MyF5eEfhRVDKYvFsFH. pgnLQ2YQ Safitri. , & Dafit. Peran Guru Dalam Pembelajaran Membaca Dan Menulis Melalui Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 1683Ae1688. ISSN : 2828-5700 .