E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Afif Gita Fauzi fauziafif@mail. IAIN Syekh Nurdjati Cirebon Abstract This study aims to analyze the internalization of tolerance values through Islamic Religious Education. This research uses a library research approach. The type of research used is descriptive qualitative-critical. The research focuses on the ability to analyze and examine from library sources that have been collected. The results of this study indicate that: . knowing the internalization of tolerance values through Islamic religious education with 8 characters of tolerance values, namely making habituation in educational units, at home, and in the community environment, habituation becomes an important role, so habituation is carried out continuously. Character as a trait and a response to a situation that is manifested in action. Done consistently, patterned unconsciously, and constantly. Synergy from various parties, both school and family, internalizes the value of tolerance. Provides stimulus. Gives reprimand in order to uphold the truth. Exemplary: from all school community. the internalization of the value of tolerance is not only limited to subject matter but can become a habit so as to form a behavior. Thus every student can reflect a good citizen. Keywords : Internalization. Tolerance. Islamic Religious Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai toleransi melalui Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kritis. Penelitian memfokuskan pada kemampuan untuk menganalisis dan menelaah dari sumbersumber kepustakaan yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . mengetahui internalisasi nilai-nilai toleransimelalui Pendidikan agama Islam dengan 8 karakter nilai toleransi yaitu Melakukan pembiasaan pada satuan pendidikan, di rumah, dan lingkungan masyarakat. Pembiasaan menjadi perananpenting, maka pembiasaan dilakukan secaraterus-menerus. Karakter sebagai sebuah sifat dan responsituasi yang dimanifestasikan dalam tindakan, dilakukan secara konsisten, terpola yang tidak disadari, dan konstan, sinergitas dari berbagai pihak baik sekolah maupun keluarga megniternalisasi nilai toleransi. Memberikan stimulus. Memberikan teguran dalam rangka menegakkan kebenaran. Keteladanan: dari seluruh sivitas sekolah. internalisasi nilaitolerans tidak hanya sebatas materi pelajaran akan tetapi dapat menjadi kebiasaan sehingga membentuk sebuah perilaku. Dengan demikian setiap siswa dapat mencerminkan warga negara yang baik. Kata Kunci : Internalisasi. Toleransi. Pendidikan Agama Islam Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Afif Gita Fauzi Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai bangsa yang Bangsa keberagaman budaya, ras, suku. Bahasa, adat istiadat dan agama. Intoleransi di Indonesia sampai saat ini tidak menemukan titik terang bukan berkurang, toleransi yang ada di Indonesia malah terus bertambah. Salah satu peristiwa lain yaitu radikal, pada masa pandemi ini, hampir banyak masjid mushalla dan tempat ibadah lainnya terbengkalai, terlalu fokusnya pemerintah terhadap virus corona ini membuat pemerintah lupa akan intoleran radikal, yang mana pemerintah sudah tidak menganggap penting lagi masalah intoleran yang ada di indonesia, padahal intoleran inilah yang amat bahaya untuk negara Indonesia yang selalu menjunjung tinggi pancasila dan bineka tunggal Kurangnya perhatian pemerintah terhadap intoleran ini, banyak sekali ustadz-ustadz di medsos dan di youtube ajaran-ajaran mengajarkan intoleransi kepada kelompok Seorang yang biasa disapa dengan panggilan Slamet ini sedang mencari kontrakan untuk keluarga kecilnya, setelah karet, desa pleret, kecamatan ternyata terdapat peraturan yang tidak diketahui oleh slamet, peraturan tersebut berbunyi dilarang tinggal/menetap bagi orang non muslim. Sikap toleransi yang ada di Indonesia sudah mulai menghillang bahkan sudah sulit untuk mencari toleransi, semakin banyaknya penduduk E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Indonesia yang merasa paling benar hingga melupakan toleransi. Maka dari itu sudah waktunya kita untuk memupuk kembali sikap toleransi di Indonesia agar bisa menjunjung kembali ideologi dan samboyan bangsa indonesia. Dan menjadi warga yang saling menghargai dan menghormati yang satu dengan yang Hal ini menunjukkan bahwa mempunyai ilmu. Pengetahuan Ilmu Keterampilan, sekolah juga menginginkan siswa-siswinya bisa menerima adanya perbedaan, yang rukun, berdampingan dan damai. Oleh Sebab itu. Pentingnya lembaga formal untuk menanamkan sikap toleransi. Agar siswa dapat menghormati dan menerima adanya perbedaan yang ada. (Endang. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis studi kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan berbagai macam bahan-bahan yang ada di perpustakaan seperti buku referensi. Dalam penelitian ini, sumber data yang diperoleh dari literatur-literatur yang relevan seperti artikel dan Jurnal yang dicari dan dikumpulkan. Sistematik review ini diambil dari satu sumber yaitu dari Google Scholar. Hasil dan Pembahasan Toleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati suatu perbedaan dan keanekaragaman yang bertujuan menciptakan hidup yang damai. Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Afif Gita Fauzi Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Selain membangun sikap solidaritas, menerima perbedaan, mengubah penyeragaman menjadi keragaman. Karena sikap memberi pengaruh terhadap cara berpikir, bersikap, dan bertingkah laku (Atmaja, 2. Toleransi dalam pembelajaran. Menurut Yulianti . membimbing dan menerapkan pendidikan keberagaman yang membuka kesempatan masuknya beragam latar belakang budaya siswa dalam pembelajaran. Toleransi penting di berikan sejak dini, karena dapat menjadi suatu pondasi yang penting untuk ditanamkan pada diri anak yang masih berada dalam fase pembentukan karakter. Internalisasi nilai toleransi pada anak usia dini harus menggunakan cara yang tepat dan efektif agar tujuan dalam menanamkan nilai toleransi tercapai (Rahayu & Fitriyah, 2. Melalui pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai Toleransi menjadi mutlak untuk ditanamkan kepada setiap anak bangsa menjadi sebuah sikap untuk menjaga keharmonisan ditengah perbedaan. Dalam menanamkan sikap toleransi hal yang terpenting adalah memunculkan sikap epochy dalam berteologi. Sikap dalam filsafat fenmenologi modern mengacu pada proses mengesampingkan asumsi dan Jika sikap ini tidak dimiliki maka toleransi hanya sebatas basa-basi (Casram, 2. Sekolah memiliki peran untuk memunculkan sikap toleransi kepada seluruh peserta didik. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 toleransi dengan memberikan pengetahuan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui program-program religuitas disekolah, melakukan pembinaan terhadap seluruh siswa mengenai cara menghargai bentuk-bentuk perbedaan, memberikan praktik nyata mengenai semnagat bela negara, cinta tanah air dan mengedepankan (Supriyanto Wahyudi, 2. Disisi lain, penanaman toleransi dilakukan dengan penanaman nilai berbagai sikap yang harus dilakukan seperti: 1. Melakukan interaksi yang Menanamkan Menanamkan sikap Sikap suka bekerjasama. Dengan kata lain melalui pendidikan dan penanaman toleransi disekolah dapat tindakantindakan diskriminatif (Japar et al. , 2. Dengan mengajarkan peserta didik mengenai bentuk perbedaan dan cara mengatasi konflik sosial yang terjadi, sehingga bentuk-bentuk diskriminasi ras dan etnis dapat dihindari. Nilai toleransi ini harus dibina mulai dari jenjang sekolah sehingga pembiasaan terjadi pada setiap peserta Agar toleransi dapat menjadi sebuah kebiasaan atau perilaku, sebagaimana Komalasari & Saripudin . 7, hal. menyatakan bahwa karakter toleransi dapat dikembangkan menjadi habituasi dari beberapa hal: Melakukan pembiasaan pada satuan lingkungan masyarakat. Pembiasaan menjadi peranan penting, maka pembiasaan dilakukan secara terus-menerus. Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Afif Gita Fauzi Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Karakter sebagai sebuah sifat dan respon situasi yang dimanifestasikan dalam tindakan. Dilakukan secara konsisten, terpola yang tidak disadari, dan konstan. Sinergitas dari berbagai pihak baik megniternalisasi nilai toleransi. Memberikan stimulus. Memberikan teguran dalam rangka menegakkan kebenaran. Keteladanan: dari seluruh sivitas Jalur langkah yang tepat untuk mengembangkan karakter dengan melibatkan seluruh unsur Penanaman karakter tidak akan berhasil jika hanya dengan transfer ilmu saja, butuh keteladanan untuk membentuk karakter yang melibatkan semua unsur pendidikan. Serta andil dan partisipasi dari semua stakeholder pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata (Hasibuan & Simatupang, 2. Dari penjelasan tersebut, bahwa pembinaan nilai toleransi dapat dilakukan dengan berbagai cara baik melakukan pembiasaan, keteladanan, teguran maupun program-program yang mendukung untuk penanaman nilai toleransi. Dengan demikian karakter tersebut menjadi perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai Sebagaimana Budimansyah . 0, hal. menyatakan bahwa karakter manusia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tercermin dalam pengakuan atas kesamaan derajaat, tenggang raja, tidak semena-mene dan toleransi serta mengembangkan sikap hormat-menghormati. Dengan demikian, pembinaan E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 terhadap nilai toleransi tersebut harus masuk dalam visi dan misi setiap Mengingat settingan sosial di masyarakat adalah kumpulan dari berbagai Dengan begitu, konflik yang bersifat diskriminatif dapat dihindari dengan nilai toleransi yang hadir dalam setiap perilaku Oleh karena itu. Pendidikan agama Islam menjadi kajian yang pantas untuk membentuk karakter peserta didik dengan Penekanan diarahkan pada penguasaan pengetahuan mengembangkan sikap spiritual dan sosial sesuai dengan karakteristik Pendidikan Agama Islam . eligious cultur. di sekolah. Pada sikap spiritual jelas bahwa setiap peserta didik harapannya mampu mempunyai sikap menghayati ajaran agama yang dianutnya serta mampu menghargai ajaran agama yang dianut oleh orang lain yang merupakan bentuk dari Dalam menginternalisasi nilai toleransi. Penelitian ini mendalami dalam hal internalisasi nilai toleransi dalam menjadi kebiasaan serta menyajikan perluasan konsep nilai toleransi dalam menghindari diskriminitif Pendidikan agama Islam. Kesimpulan Pendidikan Agama Islam dapat menjadi jawaban dalam membentuk karakter peserta didik. Nilai toleransi Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam Afif Gita Fauzi E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 menjadi karakter yang harus dijunjung tinggi dan dapat diinternalisasikan ke dalam program-program kegiatan sekolah maupun ke dalam visi dan misi sekolah. Upaya menjadi sebuah kebiasaan dapat dilakukan dengan memenafaatkan berbagai pihak keteladanan serta memberikan ruang untuk membuat program yang berkenaan dengan keadaan nyata. Toleransi Melalui Multikultural. Pendidikan Pendidikan Jurnal Kewarganegaraan Undiksha(Vol. Issue 1, pp. 35Ae. dalam memperkuat civic culture masyarakat adat lombok. 18, 19Ae https://doi. org/10. 24114/jk. Japar. Irawaty. , & Fadhillah. Peran Pelatihan Penguatan Toleransi Sosial Dalam Pendidikan Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29. , 94Ae104. https://doi. org/10. 23917/jpis. Komalasari https://ejournal. id/inde Saripudin . Pendidikan Krakter Konsep dan Aplikasi Living Value Education. p/JJPP/article/view/23548/14372 Pendidikan . Penguatan Kewarganegaraan Membangun Karakter Bangsa. Bandung: Widya Aksara Press Bandung: Refika Aditama. Rahayu. , & Fitriyah. Pengaruh Toleransi Beragama Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial 187Ae198. https://doi. org/10. 15575/jw. Sikap Toleransi terhadap Perilaku Agresif pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Surabaya. Casram. Membangun Sikap Budaya. Pancasila Dan Kewarganegaraan Atmaja. Membangun Untuk Pembelajaran Daftar Pustaka