Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi Volume 4. Nomor 2. Desember 2025 Homepage: doi. org/10. 58797/pilar DOI: doi. org/10. 58797/pilar. Pembelajaran Bermakna dalam Implementasi Deep Learning di Madrasah Ibtidaiyah: Persepsi Orang Tua Siswa Kelas VI Siti Rodiyah* Kementerian Agama Jakarta Pusat *Corresponding Email: sitirodie@gmail. Received: 9 Desember 2025 Revised: 11 Desember 2025 Accepted: 30 Desember 2025 Online: 30 Desember 2025 Published: 30 Desember 2025 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi p-ISSN: 2964-7622 e-ISSN: 2964-6014 Abstract Meaningful learning is a primary objective in the implementation of the deep learning approach in Madrasah Ibtidaiyah (MI). Meaningful learning emphasizes not only mastery of subject matter but also conceptual understanding, learning independence, critical thinking skills, and the development of studentsAo attitudes and character. Parents play an important role in observing the impact of learning on childrenAos behavior and study habits at home. This study aims to describe parentsAo perceptions of meaningful learning within the implementation of deep learning among sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students. This study employed a quantitative approach using a survey method. The participants consisted of 30 parents of sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students in Central Jakarta. Data were collected through a four-point Likert-scale questionnaire covering indicators of conceptual understanding, learning independence and activeness, critical thinking skills, attitudes and character, and the impact of learning at home. Data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores and percentages. The results show that parentsAo perceptions of meaningful learning in the implementation of deep learning fall into the very meaningful category, with an average percentage of 80. These findings indicate that the implementation of deep learning contributes positively to the realization of meaningful learning among sixthgrade Madrasah Ibtidaiyah students. Keywords: deep learning, madrasah ibtidaiyah, meaningful learning, parental perception | 47 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi Abstrak Pembelajaran bermakna merupakan tujuan utama dalam implementasi pendekatan deep learning di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pembelajaran bermakna tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga pemahaman konsep, kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan sikap dan karakter Peran orang tua menjadi penting sebagai pihak yang dapat mengamati dampak pembelajaran terhadap perilaku dan kebiasaan belajar anak di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri atas 30 orang tua siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah di Jakarta Pusat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat tingkat yang mencakup indikator pemahaman konsep, kemandirian dan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, sikap dan karakter, serta dampak pembelajaran di rumah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan nilai rata-rata dan persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning berada pada kategori sangat bermakna dengan persentase rata-rata sebesar 80,58%. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi deep learning berkontribusi positif dalam mewujudkan pembelajaran bermakna pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Kata-kata kunci: deep learning, madrasah ibtidaiyah, pembelajaran bermakna, persepsi orang tua PENDAHULUAN Pembelajaran bermakna merupakan salah satu tujuan utama dalam proses pendidikan (McTighe & Silver, 2. , khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Pembelajaran bermakna menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep, mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, serta menerapkan hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari (Diputera. Zulpan, & Eza, 2. Dalam konteks pendidikan abad ke21, pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan (Zubaidan, 2016. Arifin, & Mu'id, 2. , tetapi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta pembentukan sikap dan karakter peserta didik (Hendriani. Rohayati, & Herlambang, 2020. Rahim & Ismaya, 2. Sejalan dengan hal tersebut, pendekatan deep learning menjadi salah satu strategi pembelajaran yang relevan untuk mewujudkan pembelajaran bermakna (McTighe & Silver. Deep learning menekankan proses belajar yang mendalam melalui pemecahan masalah (Wibowo. Gunawan, & Mardiana, 2. , keterkaitan antarpengetahuan (Hatima, 2. , eksplorasi konsep, dan refleksi (Diputera. Zulpan, & Eza, 2. Implementasi deep learning diharapkan mampu membantu siswa memahami materi secara lebih komprehensif | 48 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi dan berkelanjutan, bukan sekadar mencapai hasil belajar jangka pendek (Diputera. Zulpan, & Eza, 2. Pada satuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), penerapan pembelajaran bermakna melalui pendekatan deep learning menjadi sangat penting mengingat karakteristik siswa usia sekolah dasar (Maulidya et al. , 2025. Wibowo. Gunawan, & Mardiana, 2. yang masih berada pada tahap perkembangan kognitif dan afektif. Pembelajaran yang bermakna tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan kebiasaan belajar siswa (McTighe & Silver, 2. Oleh karena itu, evaluasi keberhasilan pembelajaran tidak hanya dapat dilihat dari hasil tes, tetapi juga dari perubahan perilaku dan sikap belajar siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Dalam konteks tersebut, orang tua memiliki peran strategis sebagai pihak yang dapat mengamati dampak pembelajaran terhadap perilaku dan kebiasaan belajar anak di lingkungan keluarga (Afni & Jumahir, 2020. Rizhan. Suriansyah, & Cinantya, 2. Persepsi orang tua dapat memberikan gambaran autentik mengenai sejauh mana pembelajaran di sekolah telah bermakna bagi siswa (Duman. Aydin, & Ozfidan, 2018. Kong & Wang, 2. Namun, penelitian yang mengkaji pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning di Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan persepsi orang tua masih relatif terbatas, khususnya pada siswa kelas VI. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pembelajaran di MI serta menjadi bahan evaluasi bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermakna. METODE Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning pada siswa Madrasah Ibtidaiyah secara sistematis dan Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah 30 orang tua siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah di Jakarta Pusat. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik sampling jenuh, mengingat jumlah populasi yang relatif terbatas dan seluruh responden dijadikan sampel penelitian. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun menggunakan skala Likert empat tingkat, yaitu: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = setuju, dan 4 = sangat Kuesioner terdiri atas 20 butir pernyataan yang dikembangkan berdasarkan indikator pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning, meliputi: Pemahaman konsep. Kemandirian dan keaktifan belajar. Kemampuan berpikir kritis, | 49 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi Sikap dan karakter, serta Dampak pembelajaran di rumah. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada orang tua siswa secara daring menggunakan Google Form. Responden mengisi kuesioner sesuai dengan kondisi dan pengalaman belajar anak yang diamati di rumah. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata . dan persentase pada setiap indikator. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategori tingkat pembelajaran bermakna, yaitu sangat bermakna, bermakna, cukup bermakna, dan kurang bermakna. Kategori interpretasi mengikuti Tabel 1. Tabel 1. Kategori Interpretasi Persentase (%) 81Ae100% 61Ae80% 41Ae60% O40% Kategori Sangat bermakna Bermakna Cukup bermakna Kurang bermakna HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian diperoleh dari analisis kuesioner persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase pada setiap indikator. Hasil Analisis disajikan di Tabel 2. Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif Persepsi Orang Tua Indikator Pemahaman konsep Kemandirian & keaktifan Berpikir kritis Sikap & karakter Dampak pembelajaran di Rata-rata keseluruhan Skor Maks Rata-rata Skor 3,25 3,20 3,23 3,26 Persentase (%) Kategori 81,25 80,00 80,63 81,46 Sangat bermakna Bermakna Sangat bermakna Sangat bermakna 3,18 79,58 Bermakna 3,22 80,58 Sangat bermakna Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi orang tua berada pada kategori sangat bermakna dengan persentase rata-rata sebesar 80,58%. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi deep learning telah memberikan dampak positif terhadap kebermaknaan pembelajaran yang dialami siswa. | 50 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi Pada indikator pemahaman konsep, diperoleh persentase sebesar 81,25% dengan kategori sangat bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami materi pembelajaran secara lebih mendalam dan tidak hanya menghafal, serta dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Indikator kemandirian dan keaktifan belajar memperoleh persentase 80,00% dengan kategori Hasil ini menunjukkan bahwa siswa mulai menunjukkan kemandirian dalam belajar, seperti berinisiatif menyelesaikan tugas dan berani bertanya ketika mengalami kesulitan, meskipun masih perlu ditingkatkan. Pada indikator kemampuan berpikir kritis, persentase yang diperoleh sebesar 80,63% dengan kategori sangat bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah terbiasa memberikan alasan atas jawaban yang dipilih dan mencoba berbagai strategi dalam menyelesaikan Indikator sikap dan karakter memperoleh persentase tertinggi, yaitu 81,46%, dengan kategori sangat bermakna. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan positif pada sikap tanggung jawab, disiplin, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja sama siswa. Sementara itu, indikator dampak pembelajaran di rumah memperoleh persentase 79,58% dengan kategori bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua mulai merasakan dampak pembelajaran di sekolah terhadap kebiasaan belajar anak di rumah, seperti meningkatnya antusiasme dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning di Madrasah Ibtidaiyah berkontribusi positif terhadap terwujudnya pembelajaran bermakna pada siswa kelas VI. Tingginya persentase pada indikator pemahaman konsep mengindikasikan bahwa pembelajaran telah mendorong siswa untuk memahami materi secara mendalam, sejalan dengan prinsip deep learning yang menekankan keterkaitan konsep dan pemaknaan Indikator berpikir kritis yang berada pada kategori sangat bermakna menunjukkan bahwa siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi terlibat aktif dalam proses berpikir dan pemecahan masalah (Sastradinata, 2023. Hulu et al. , 2. Temuan ini sejalan dengan karakteristik pembelajaran bermakna yang menuntut keterlibatan kognitif siswa secara aktif (Dewi, 2021. Surur. Alifudin, & Syafitri, 2. Indikator sikap dan karakter yang memperoleh persentase tertinggi menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif siswa. Hal ini memperkuat pandangan bahwa deep learning mampu membentuk sikap positif (Zuhro & AAoyun, 2. , tanggung jawab (Hendrianty et al. , 2. , dan kepercayaan diri siswa dalam belajar (Adnyana, 2. Meskipun indikator kemandirian belajar dan dampak pembelajaran di rumah berada pada kategori bermakna, hasil ini tetap menunjukkan arah positif. Hal tersebut mengindikasikan perlunya penguatan peran guru dan kolaborasi dengan orang tua agar pembelajaran bermakna dapat lebih optimal diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan rumah (Lunga, 2024. Ngadni & Shuang, 2. Secara keseluruhan, persepsi positif orang tua memberikan gambaran autentik bahwa implementasi deep learning telah mendukung terwujudnya pembelajaran bermakna pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Temuan ini memperkuat pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, keterlibatan aktif siswa, serta pengembangan karakter. | 51 Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan. Inovasi, dan Terapan Teknologi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi deep learning di Madrasah Ibtidaiyah telah mampu mewujudkan pembelajaran bermakna pada siswa kelas VI. Hal ini ditunjukkan oleh persepsi positif orang tua yang berada pada kategori sangat bermakna, dengan persentase rata-rata sebesar 80,58%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang diterapkan di sekolah tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pemahaman konsep yang mendalam, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan sikap dan karakter siswa. Indikator sikap dan karakter memperoleh persentase tertinggi, menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning memberikan dampak positif terhadap perilaku belajar siswa, seperti tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kedisiplinan. Selain itu, indikator pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis juga berada pada kategori sangat bermakna, yang menegaskan bahwa siswa mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari dan menyelesaikan permasalahan secara lebih Meskipun demikian, indikator kemandirian belajar dan dampak pembelajaran di rumah masih berada pada kategori bermakna, sehingga memerlukan penguatan melalui kolaborasi yang lebih intensif antara guru dan orang tua. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan deep learning memiliki kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran bermakna di Madrasah Ibtidaiyah dan dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi serta pengembangan praktik pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan. REFERENSI