Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pelatihan Penganggaran. Panduan dan Program Pewara UNPAM bagi UMKM Jawara Guna Meningkatkan Kinerja UMKM di Bojongsari Depok Anum Nuryani1*. Tati Rosyati2. Fina Fitriyana3. Maulana Sofyan4. Pasti Nugraha Harefa5 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02517@unpam. id1, dosen02420@unpam. id2, dosen02518@unpam. Submitted: 15th March 2025 | Edited: 23rd June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Nuryani. Rosyati. Fitriyana. Sofyan. , & Harefa. Pelatihan Penganggaran. Panduan dan Program Pewara UNPAM bagi UMKM Jawara Guna Meningkatkan Kinerja UMKM di Bojongsari Depok. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 524-534. ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a vital role in driving the local economy, especially in developing areas like Bojongsari. Depok. However, one of the main challenges faced by MSMEs is the lack of proper financial management and budgeting skills. Many business owners struggle to allocate resources effectively, which often leads to inefficiencies and limits business growth. In response to this issue, a community service initiative was designed to enhance the budgeting capabilities of MSMEs under the Jawara (Jaringan Wirausah. The goal of this initiative was to provide practical and interactive budgeting training for selected MSMEs, aiming to improve their understanding and skills in developing effective business budgets. Out of 244 registered MSMEs, 35 were selected to participate in this program. The stages of the program included problem and needs mapping, preparation of training modules, delivery of interactive training sessions, and integration with the PEWARA UNPAM program. The training was conducted from May 11Ae13, 2025, in Bojongsari Village. Depok. The methods used included participatory learning, distribution of practical financial management guides, and discussions to promote sustainable business practices. The outcome showed that participating MSME members gained a stronger awareness of the importance of sound budgeting. This was evident from their enthusiasm, engagement in discussions, and the variety of relevant questions posed during the sessions. The program successfully empowered entrepreneurs to manage their finances more effectively and Keywords: MSMEs. Budgeting Training. Financial Management. Community Engagement. Business Sustainability PENDAHULUAN Pada tahun 2023. Badan Pusat Statistik mencatat terdapat 4. 128 perusahaan industri skala mikro dan 319. 456 perusahaan skala kecil di Indonesia. UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena menyumbang lebih dari 60 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97 % tenaga kerja di sektor formal. Kendati demikian, banyak UMKM masih menghadapi tantangan serius dalam menyusun Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. anggaran usaha yang efektif dan efisien. Menurut Kurniawan . , proses penganggaranAimulai dari formulasi hingga pengendalianAimerupakan instrumen manajemen penting yang dapat meningkatkan kinerja UMKM apabila dilaksanakan secara partisipatif dan terstruktur, namun sering kali terhambat oleh alokasi dana yang tidak sistematis dan manajemen yang kurang optimal. Selain itu, penelitian Hasanudin . menunjukkan bahwa pelaporan anggaran yang akurat dan strategi manajemen modal yang tepat merupakan strategi keuangan esensial bagi UMKM agar mampu menghadapi dinamika bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan mereka. Lebih lanjut. Kinanti & Nareswari . menegaskan bahwa literasi keuangan meningkatkan efektivitas penganggaran modal, manajemen risiko, dan pertumbuhan berkelanjutan pada UMKM, sehingga meningkatkan kesehatan keuangan jangka panjang Para pelaku UMKM sering kali tidak memiliki pengetahuan atau pendidikan memadai dalam bidang akuntansi dan keuangan, sehingga mereka kesulitan dalam menyusun anggaran dan perencanaan finansial yang baik. Studi Hendarmin & Putra . menunjukkan bahwa program pelatihan akuntansi sederhana dapat signifikan meningkatkan kemampuan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan, serta meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha. Selain itu. Lewaru dkk. menemukan bahwa pemahaman akuntansi yang rendah menyebabkan pelaku UMKM tidak memahami prinsip dasar seperti pemisahan biaya operasional dan investasi jangka panjang, sehingga menghambat arah strategi usaha mereka. Hal ini sejalan dengan temuan Putri . bahwa banyak pelaku UMKM belum menerapkan pembukuan yang sesuai standar akuntansi mikro, sehingga keputusan keuangan sering kali diambil secara impulsif dan tanpa data yang akurat. Karena itu, perencanaan keuangan yang baik menjadi krusial agar UMKM dapat mengalokasikan dana secara bijaksana dan mengoptimalkan investasi jangka panjang. Harahap dkk. menegaskan bahwa fungsi penganggaran tidak hanya untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber daya secara efektif, tetapi juga untuk memprediksi kebutuhan keuangan di masa depan dan menjaga pengendalian pengeluaran agar dana digunakan secara efisien. Namun, tanpa fondasi akuntansi yang kuat, peran strategis ini tidak dapat dijalankan dengan optimal, menyebabkan UMKM menggunakan anggaran secara tidak efisien terlalu fokus pada kebutuhan operasional harian dan mengabaikan pengembangan usaha yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan ketahanan bisnis. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pada tanggal 1 Maret 2024. Badan Pusat Statistik melaporkan posisi kredit UMKM di Bank Umum untuk tahun 2023 mencapai Rp 662. 293 miliar untuk skala mikro. Rp 460. 773 miliar untuk skala kecil, dan Rp 334. 066 miliar untuk skala menengah. Meskipun demikian, banyak pelaku UMKM masih bergantung pada pendanaan nonformalseperti rentenir atau pinjaman online karena kesulitan mengakses kredit formal yang terstruktur dan bersyarat ketat. Anggareni . menemukan bahwa keterbatasan akses modal perbankan menyebabkan dominannya sumber pembiayaan non-formal bagi UMKM, yang pada akhirnya meningkatkan beban bunga dan risiko keuangan. Ketergantungan ini memperburuk kondisi keuangan jangka panjang dan menghambat kemampuan UMKM dalam menyusun anggaran yang realistis dan strategis sebuah keharusan agar usaha dapat berjalan efisien, tidak terbebani utang tinggi, dan mampu mempertahankan keberlanjutan operasional (Suharti & Wibowo, 2. Banyak UMKM mengalami kegagalan dalam operasional akibat perencanaan arus kas yang buruk. Sering kali mereka tidak menyusun anggaran kas untuk memantau aliran masuk dan keluar, sehingga tidak menyadari kapan modal kerja mereka akan habis ataupun kekurangan dana. Akibatnya, sejumlah UMKM terutama di sektor ritel gagal menganggarkan biaya operasional rutin seperti gaji karyawan, sewa, dan bahan baku, sehingga tanpa cadangan dana saat omzet tiba-tiba menurun, bisnis pun terhenti setelah beberapa bulan merugi. Romadhona . menemukan bahwa pengetahuan keuangan dan adopsi keuangan digital berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial UMKM, karena teknologi digital memungkinkan pemantauan arus kas secara lebih akurat dan real-time. Penelitian Khaled dkk. juga menyimpulkan bahwa pengelolaan arus kas digital yang direncanakan dengan baik terbukti menjaga stabilitas likuiditas dan mendukung kelangsungan usaha dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Di sisi lain, studi Fitri Amaliyah dkk. mengungkap bahwa sebagian besar pemilik UMKM tidak melakukan perencanaan atau kontrol kas secara memadai, hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, sehingga manajemen kas mereka masih sangat minimal dan tidak sesuai standar. Fenomena kegagalan UMKM dalam mengalokasikan dana secara tepat juga menjadi permasalahan serius yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha. Salah satu kesalahan umum adalah pengalokasian anggaran ke pos-pos yang tidak secara Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. langsung mendukung operasional utama atau pengembangan jangka panjang bisnis. Banyak UMKM, terutama yang belum memiliki kebiasaan atau pemahaman dalam menyusun anggaran strategis, cenderung mengutamakan pengeluaran yang bersifat seperti peningkatan tampilan fisik usaha, promosi berlebihan, atau pembelian peralatan yang tidak mendesak tanpa mempertimbangkan kebutuhan dasar seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji karyawan, atau cadangan modal kerja. Sebagaimana dicontohkan pada sektor usaha katering, beberapa pelaku UMKM justru menghabiskan anggaran untuk mempercantik tampilan usaha . ekorasi, kemasan mewa. , namun kekurangan dana untuk membeli bahan makanan atau membayar tenaga Dampaknya, kualitas layanan menurun, kepuasan pelanggan berkurang, dan akhirnya bisnis kehilangan pendapatan serta kepercayaan konsumen. Menurut Lubis, dkk. , ketidaktepatan alokasi anggaran pada UMKM erat kaitannya dengan rendahnya literasi keuangan dan tidak adanya sistem pengendalian internal yang memadai, sehingga keputusan keuangan lebih didasarkan pada intuisi daripada data dan analisis. Hal ini diperkuat oleh studi Andriani & Hasanah . yang menunjukkan bahwa perencanaan anggaran yang baik secara signifikan meningkatkan efisiensi penggunaan dana dan keberlangsungan usaha kecil menengah. Berbagai kendala yang telah diidentifikasi sebelumnya juga berpotensi dialami oleh pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Bojongsari. Depok. Salah satu contohnya adalah UMKM yang tergabung dalam Jaringan Wirausaha (Jawar. , yang saat ini dipimpin oleh Ibu Sri Ningsih. Berdasarkan hasil wawancara langsung, diketahui bahwa UMKM Jawara sempat mengalami masa vakum dan baru mulai aktif kembali pada tahun 2024. Kondisi vakum tersebut diduga berkaitan erat dengan berbagai hambatan manajerial, terutama dalam aspek perencanaan keuangan. Minimnya kemampuan dalam menyusun anggaran dan mengelola keuangan usaha menjadi faktor penghambat utama dalam menjaga kesinambungan aktivitas usaha. Hal ini sejalan dengan pandangan Holoawati . yang menyatakan bahwa perencanaan, penganggaran, dan estimasi memiliki peran penting dalam perencanaan strategis, di mana ketiganya menjadi dasar dalam merumuskan aktivitas bisnis dan pengalokasian sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa adanya sistem perencanaan keuangan yang baik. UMKM akan mengalami kesulitan dalam menjaga keberlangsungan bisnis serta dalam merespons dinamika pasar yang terus berubah. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Saat ini, jumlah anggota UMKM yang tergabung dalam Jaringan Wirausaha (Jawar. Kecamatan Bojongsari mencapai 224 unit usaha. Berdasarkan hasil survei praPengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan pada 35 UMKM perwakilan, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum menjalankan proses penganggaran secara optimal. Lebih dari 50% responden mengaku tidak memiliki gambaran menyeluruh mengenai proyeksi keuangan, termasuk arus kas masuk dan keluar, estimasi laba, maupun posisi keuangan melalui neraca usaha. Ketidaktahuan ini berisiko menyebabkan alokasi dana yang tidak efektif, serta penggunaan anggaran yang tidak efisien dalam mendukung operasional dan pengembangan usaha. Selain itu, dalam perhitungan biaya produksi dan biaya operasional, mayoritas pelaku UMKM belum menyertakan komponen penting seperti biaya tenaga kerja dan biaya overhead secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan perhitungan laba yang diperoleh tidak mencerminkan laba bersih yang sebenarnya. Akibatnya, pelaku usaha kerap merasa bahwa kegiatan bisnis mereka tidak menghasilkan keuntungan meskipun usaha terus berjalan. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh minimnya akses terhadap pelatihan serta ketiadaan panduan praktis mengenai perencanaan keuangan. Dalam konteks ini, pelatihan menjadi salah satu solusi penting. Yuliana dan Fauzi . menegaskan bahwa pelatihan dalam bidang keuangan dapat meningkatkan pemahaman UMKM terhadap aspek perencanaan dan penganggaran, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja dan keberlanjutan finansial usaha mereka. Berdasarkan uraian fenomena serta berbagai kendala yang dihadapi oleh UMKM, khususnya yang tergabung dalam Jaringan Wirausaha (Jawar. Kecamatan Bojongsari, dapat diidentifikasi tiga permasalahan utama yang menjadi hambatan dalam pengelolaan usaha secara optimal. Pertama, latar belakang pendidikan dan pemahaman pelaku UMKM terhadap akuntansi dan keuangan masih terbatas. Kedua, perencanaan keuangan yang dilakukan belum maksimal, yang ditunjukkan dengan ketiadaan proyeksi keuangan, arus kas, serta ketidaktepatan dalam pengalokasian anggaran. Ketiga, tidak tersedianya panduan praktis yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses penyusunan anggaran Merespons permasalahan tersebut, tim pengabdian merancang program pelatihan penganggaran usaha bagi UMKM sebagai bentuk intervensi yang tepat guna. Penganggaran merupakan komponen krusial dalam manajemen keuangan karena Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. berfungsi sebagai pedoman bagi pelaku usaha dalam mengatur, mengelola, dan mengalokasikan sumber daya keuangan secara efisien dan efektif. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam menyusun perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mendorong keberlanjutan dan pertumbuhan usaha. Diharapkan melalui kegiatan ini, pemahaman dan keterampilan UMKM Jawara dalam menyusun anggaran yang efektif dan realistis akan meningkat. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan menghasilkan panduan praktis yang dapat digunakan oleh UMKM sebagai acuan dalam pengelolaan anggaran secara mandiri dan METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dirancang oleh tim pengabdi difokuskan pada pelatihan interaktif yang ditujukan kepada 35 UMKM terpilih dari total 244 anggota UMKM Jawara di Desa Bojongsari Depok. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 11 hingga 13 Mei 2025, bertempat di Desa Bojongsari. Depok. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa Universitas Pamulang bersama dengan dosen pembimbing, sehingga kombinasi antara semangat muda dan pengalaman akademik dapat memberikan pendekatan yang efektif dan aplikatif bagi para pelaku UMKM. Proses pelaksanaan diawali dengan tahap pemetaan masalah dan kebutuhan UMKM guna memperoleh gambaran yang jelas terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan anggaran usaha. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim pengabdi menyusun panduan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para pelaku UMKM agar dapat digunakan sebagai referensi dalam penganggaran usaha sehari-hari. Pelatihan interaktif dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif dan partisipatif, dengan pendekatan diskusi, studi kasus, serta simulasi penyusunan anggaran yang efektif dan efisien. Selain itu, penyediaan panduan praktis bertujuan untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan materi yang diperoleh secara mandiri setelah pelatihan berakhir. Melalui metode ini, diharapkan para pelaku UMKM mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menjaga keberlanjutan usaha, dan mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan. Program ini juga Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. akan didukung oleh Program Pewara UNPAM sebagai bagian dari upaya sinergi dalam pengembangan kapasitas UMKM secara berkelanjutan. PEMBAHASAN Profil Kegiatan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 13 Mei 2025 di Desa Bojongsari. Depok. Pelaksana kegiatan terdiri dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang yang berjumlah 25 orang. Para dosen berperan sebagai fasilitator utama dalam menyampaikan materi, sementara mahasiswa turut serta sebagai pendamping kegiatan, dokumentator, dan asisten pelatihan dalam rangka mendukung keberhasilan program secara menyeluruh. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan berbasis Peserta kegiatan berjumlah 55 orang yang terdiri atas 35 pelaku UMKM anggota Jaringan Wirausaha (Jawar. , perangkat desa, serta masyarakat umum di wilayah Bojongsari. Para peserta ini memiliki latar belakang beragam, namun mayoritas bergerak di sektor usaha mikro seperti kuliner, kerajinan, dan jasa. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang diisi oleh sambutan dari Ketua Panitia. Ketua UMKM Jawara Bojongsari, serta pejabat dari Pemerintah Desa Bojongsari Depok. Sambutan tersebut bertujuan untuk memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka, khususnya dalam hal perencanaan dan penganggaran usaha. Pelaksanaan PKM Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 13 Mei 2025 di Desa Bojongsari. Depok, diawali dengan kegiatan pembukaan secara formal. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia PKM Universitas Pamulang, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam hal pengelolaan keuangan dan penganggaran usaha. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua UMKM Jawara Bojongsari Depok, yang menyampaikan harapan besar atas manfaat kegiatan ini bagi keberlangsungan usaha para anggotanya. Terakhir, perwakilan dari Pemerintah Desa Bojongsari menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara pihak Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. akademisi dan masyarakat, serta menegaskan dukungan desa terhadap kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal seperti ini. Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi utama yang dibagi menjadi tiga bagian. Sesi pertama membahas pentingnya penganggaran usaha sebagai dasar dalam pengelolaan keuangan yang sehat. Penganggaran dijelaskan sebagai proses perencanaan keuangan yang melibatkan estimasi pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu (Garrison et al. , 2. Materi ini menekankan bahwa dengan anggaran yang baik, pelaku UMKM dapat mengatur arus kas, menghindari pemborosan, dan mengalokasikan sumber daya secara efisien (Susanto. UMKM juga diperkenalkan pada konsep anggaran kas, anggaran operasional, dan anggaran investasi sebagai komponen dasar yang harus dipahami dalam merancang rencana keuangan usaha. Sesi kedua dalam pemaparan materi berfokus pada panduan praktis penyusunan anggaran yang disusun oleh tim dosen Universitas Pamulang. Panduan ini mencakup langkah-langkah teknis dalam menyusun anggaran sederhana namun aplikatif, termasuk cara mencatat pengeluaran rutin, membuat proyeksi penjualan, serta menghitung laba dan Hal ini merujuk pada teori manajemen keuangan mikro oleh Brigham & Houston . yang menyatakan bahwa transparansi dan akurasi pencatatan keuangan adalah fondasi utama bagi pertumbuhan usaha kecil. Peserta juga diberikan template anggaran berbasis Microsoft Excel yang dapat langsung digunakan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Materi ketiga mengangkat Program Pewara UNPAM sebagai bentuk keberlanjutan pendampingan dari kampus kepada mitra masyarakat. Pewara (Pemberdayaan Wirausaha dan Rakya. merupakan program binaan Universitas Pamulang yang bertujuan memberikan asistensi usaha secara berkala kepada UMKM mitra melalui kegiatan pelatihan, konsultasi, hingga akses informasi pendanaan. Program ini sejalan dengan pendekatan community-based development yang mengutamakan keberlanjutan program pasca intervensi (Korten, 1. Melalui program ini, para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pelatihan sesaat, tetapi juga peluang untuk terus mendapatkan pendampingan dalam jangka panjang. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penyusunan anggaran usaha. Peserta dibimbing secara kelompok oleh mahasiswa dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dosen dalam membuat anggaran sederhana berdasarkan usaha masing-masing. Peserta diajak menghitung estimasi modal, pendapatan, dan pengeluaran selama satu bulan. Sebagian peserta juga mulai menyusun perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dengan mempertimbangkan komponen biaya tenaga kerja dan overhead. Praktik ini sangat penting untuk membentuk kebiasaan analitis dalam mengelola bisnis sehari-hari (Mulyadi, 2. , dan diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan keuangan. Setelah sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para pelaku UMKM menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kesulitan mereka dalam mencatat keuangan, menentukan harga jual, hingga mengelola utang usaha. Dalam diskusi ini, tim dosen memberikan penjelasan praktis dan solutif, salah satunya adalah pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta perlunya evaluasi anggaran setiap bulan. Studi oleh Yuliana dan Fauzi . juga mendukung hal ini, dengan menyatakan bahwa pelatihan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pendampingan dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam manajemen keuangan. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan PKM ini berjalan dengan lancar dan Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi materi maupun praktik. Melalui metode yang menggabungkan edukasi teori dan penerapan langsung, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang aplikatif. Ke depan, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal dari transformasi keuangan di lingkungan UMKM Jawara Bojongsari. Dengan dukungan lanjutan melalui program Pewara UNPAM, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mandiri dan mampu mempertahankan usahanya secara berkelanjutan. KESIMPULAN Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang pada tanggal 11Ae13 Mei 2025 di Desa Bojongsari. Depok, telah berhasil memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam hal penganggaran usaha. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, diawali penganggaran, penyusunan panduan praktis, serta perkenalan terhadap program lanjutan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pewara UNPAM. Melalui pendekatan yang interaktif, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dibekali keterampilan teknis melalui praktik langsung dan diskusi mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu membuka wawasan peserta, khususnya dalam menyusun anggaran yang realistis, memahami proyeksi arus kas, serta mengidentifikasi biaya operasional usaha secara menyeluruh. Peserta mulai menyadari pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur sebagai dasar dalam pengambilan keputusan usaha. Selain itu, kehadiran panduan penganggaran yang disesuaikan dengan kondisi UMKM lokal sangat membantu peserta dalam menerapkan materi secara mandiri setelah kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM Jawara di Kecamatan Bojongsari. Ke depan, diperlukan upaya pendampingan lanjutan dan evaluasi berkala untuk memastikan penerapan pengetahuan yang telah diberikan, serta menjaga keberlanjutan dari dampak yang telah dicapai. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas UMKM diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA