JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Manajemen Organisasi Dalam Pengelolaan Dana ZIS Di BAZNAS Provinsi Bali Kurniawati Ekonomi Syariah, muzayyin240984@gmail. STAI Denpasar Bali ABSTRACT The purpose of this study was to determine: . To determine the implementation of the organizational management system in the management of ZIS funds in Baznas. Bali Province. To find out the management of ZIS funds (Zakat, infaq, and Sedeka. at the National Amil Zakat Agency (Bazna. of Bali Province. This research method is a qualitative approach in the form of descriptive analysis of the results of interviews and observations to informants and Muzakki as well as documentation obtained by the author from the Baznas of Bali Province with data analysis techniques starting from data collection, data reduction, data presentation, and verification. From the results of the discussion in this study, it can be seen that the organizational management in the Bali Province Baznas is through . Planning, the work planning of the Bali Provincial Baznas is carried out at the end of the year before the following year, before the current year and before the activity takes place. Organizing, the organizational task structure has been formed from the beginning of the formation of the Bali Provincial Baznas. Briefing, briefing is given once a month or each leader holds an event. Supervision, there are two, namely internal supervision and external supervision. The Bali Province Baznas has implemented three basic principles for managing ZIS funds, namely being independent, neutral, and transparent. And in the management of ZIS funds at the Bali Province Baznas through collection, distribution, and utilization, for the distribution of ZIS Baznas funds in Bali Province through five programs, namely Bali Cerdas. Bali Sejahtera. Bali Peduli. Bali Taqwa, and Bali Sehat. Keywords: Organizational Management. ZIS Fund Management. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: . Untuk mengetahui implementasi sistem manajemen organisasi dalam pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali. Untuk mengetahui pengelolaan dana ZIS (Zakat, infak, dan sedeka. di Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali. Metode penelitian ini pendekatan kualitatif berupa deskriptif analisis dari hasil wawancara dan pengamatan kepada informan dan Muzakki serta dokumentasi yang diperoleh penulis dari Baznas Provinsi Bali dengan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari hasil pembahasan pada penelitian ini dapat diketahui bahwa manajemen organisasi di Baznas Provinsi Bali yaitu melalui . Perencanaan, perencanaan pekerjaan Baznas Provinsi Bali dilakukan akhir tahun sebelum tahun berikutnya, sebelum tahun berjalan dan sebelum kegiatan berlangsung. Pengorganisasian, struktur tugas organisasi sudah dibentuk dari awal terbentuknya Baznas Provinsi Bali. Pengarahan, pengarahan diberikan sebulan sekali atau setiap pimpinan mengadakan acara. Pengawasan, ada dua yaitu pengawasan internal dan pengawasan eksternal. Baznas Provinsi Bali sudah menerapkan tiga prinsip dasar pengelolaan dana ZIS yaitu independen, netral, dan transparan. Dan dalam pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali melalui penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan, untuk pendistribusian dana ZIS Baznas Provinsi Bali melalui lima program, yaitu Bali Cerdas. Bali Sejahtera. Bali Peduli. Bali Taqwa, dan Bali Sehat. Kata Kunci: Manajemen Organisasi. Pengelolaan ZIS. PENDAHULUAN Implementasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu implementation yang berarti: pelaksanaan dan Adapun yang dimaksud implementasi oleh peneliti adalah sebuah metode penerapan dan 1 Jonh M. Echois dan Hassan Shadily. Kamus Inggis-Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index pelaksanaan dengan teori-teori dalam upaya mencapai sebuah tujuan dan sasaran. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya organisasi2. Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang terdapat seorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan 3. Manajemen organisasi merupakan proses merencanakan tugas, mengelompokkan, menghimpun, dan menempatkan sumber daya pelaksana dalam kelompok tugas yang disusun untuk mencapai tujuan bersama. Islam sebagai agama yang dilandasi lima rukun Islam, salah satunya adalah membayar zakat. Zakat merupakan salah satu pilar Islam, tempatnya sejajar dengan syahadat, shalat, puasa, dan haji. Zakat bertujuan untuk menjadi instrument pemerataan distribusi pendapatan antara si kaya dan miskin 4. Zakat memiliki hubungan yang kuat dengan sosial ekonomi umat Islam dan umat lainnya, yaitu wujud ibadah seorang. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-QurAoan sura At-Taubah ayat 103 sebagai berikut: a a aCaU A AEaO UIA a AIa O UA a AA aEA a aA aE UI Eac aN eI aO accEEA a aEa aOaEA a AEa eO aN eI n ua acIA a A aN aNa eI aOaa EaO aNI a aN aOA a Aae Ia eI a eI a aO aE aN eIA Terjemahan: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka (Muzakk. , dengan zakat itu kamu mebersihkan dan mensucikan dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu . akir miski. ketentraman jiwa bagi mereka (QS. At-taubah: . Dalam pengelolaan dana ZIS agar lebih maksimal, maka diperlukan sebuah organisasi atau lembaga khusus yang menangani zakat, infaq, dan sedekah. Organisasi zakat dapat diartikan sebagai himpunan sekelompok orang yang bekerjasama melalui sebuah wadah zakat untuk mencapai tujuan. Tujuan organisasi zakat sudah barang tentu berbeda dengan tujuan organisasi lain pada umumnya. Apabila tujuan organisasi lain berujung pada dunia material, maka tujuan organisasi zakat pun demikian tanpa mengabaikan tujuan lain yang bersifat irasional . Manajemen merupakan instrument penting bagi seseorang atau sebuah organisasi. Manajemen membantu mewujudkan mimpi-mimpi besar . isi dan mis. yang telah ditetapkan dalam sebuah organisasi. Dengan manajemen yang baik, daya guna dan hasil guna dari sebuah organisasi dapat dicapai dengan baik. Manajemen sangat diperlukan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Semua aktifitas organisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen yang akan membantu dalam memudahkan organisasi mencapai tujuan dengan baik dan sempurna. Baznas di bentuk sebagai badan yang bertugas mengumpulkan mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat dengan menggunakan konsep amil zakat yang professional, amanah, dan terpercaya sesuai dengan ketentuan agama dengan tujuan pengelolaan zakat dapat terlaksana dengan baik dan hikmah zakat itu sendiri dapat dirasakan oleh masyarakat, sehingga tercapai kesejahteraan umat seperti yang dicita-citakan bangsa. Maka badan amil zakat perlu didesak agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mengelola zakat agar program-program pendayagunaan zakat dapat tercapai. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana implementasi sistem manajemen organisasi dalam pengelolaan Dana ZIS di Baznas Provinsi Bali?, . Bagaimana pengelolaan dana ZIS di Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali? Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi sistem manajemen organisasi dalam pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali. Untuk mengetahui pengelolaan dana ZIS (Zakat, infaq, dan sedeka. di Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali. 2 Mamduh M. Hanafi. Manajenen, (Yogyakarta: Unit Penerbitandan Percetakan STIMYKPN, 2. , h. 3 P. Siagian. Filsafat Administrasi. Jilid 1. (Bandung. Penerbit Gramediana 2. , h. 4 Rahmad Hakim. Manajemen Zakat (Histori. Konsepsi, dan Implemetas. Edisi Pertama, (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2. , h. 5 Departemen Agama RI, al-QurAoan dan Terjemahannya: Juz 1-30. (Jakarta: PT. Kumudasmoro Grafindo Semarang, 6 Muhammad dan Abubakar HM. Manajemen Organisasi Zakat Perspektif Pemberdayaan Umat dan Strategi Pengembangan Organisasi Pengelola Zakat, (Malang: Madani, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang mengutamakan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Melalui penelitian kualitatif, dimana penulis bertujuan untuk menyajikan informasi berupa gambaran lengkap mengenai implementasi berupa gambaran lengkap mengenai implementasi. pengelolaan dana ZIS ditinjau dari manajemen organisasi di Baznas Provinsi Bali. Penentuan informan dalam penelitian ini bersifat purposive. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah ketua Baznas Provinsi Bali, staf Baznas Provinsi Bali Bagian Devisi Operasional Harian Baznas Provinsi Bali. Bagian Keuangan dan Pelaporan Baznas Provinsi Bali, staf Bagian Keuangan dan Pelaporan Baznas Provinsi Bali dan 5 Muzakki Baznas Provinsi Bali, total jumlahnya 8 informan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi, dan menggunakan triangulasi sumber data peda keabsahan data dimana data yang telah diperoleh dicek kembali. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Bagaimana Implementasi Sistem Manajemen Organisasi Dalam Pengelolaan Dana ZIS di Baznas Provinsi Bali? Bagaimana implementasi sistem manajemen organisasi Baznas provinsi Bali dalam pengelolaan dana ZISnya: Perencanaan Perencanaan strategis lembaga pengelolaan zakat adalah perencanaan yang dilakukan untuk menjaga fleksibilitas rencana jangka panjang akibat berubahnya situasi, perencanaan jenis ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan eksistensi Lembaga pengelolaan zakat seiring berubahnya waktu dan kondisi. Beberapa factor kunci dalam perencanaan strategis adalah: . faktor kepercayaan. perubahan yang terjadi pada dan . kelangsungan dan pemeliharaan . dari Lembaga pengelolaan itu sendiri 7. Teori diatas juga searah dengan hasil triangulasi bahwa perencanaan pekerjaan di Baznas Provinsi Bali dilakukan di akhir tahun sebelum tahun berikutnya, sebelum tahun berjalan dan sebelum kegiatan berlangsung, dan struktur organisasi sesuai dengan struktur yang sudah ada, dengan mengadakan koordinasi dengan setiap bidang, terdapat 4 bidang yaitu wakil ketua 1 bagian penghimpunan, wakil ketua 2 bagian pendistribusian dan pendayagunaan, wakil ketua 3 bagian laporan keuangan, wakil ketua 4 bagian personalia dan administrasi umum (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Tujuan perencanaan adalah mencapai tujuan keseluruhan Baznas yaitu melayani Muzakki dan Mustahik, penghimpunan sesuai target, pendistribusian tepat sasaran dan pelaporan secara transparan, sehingga tujuan utama mencapainya yang dulunya Mustahik menjadi Muzakki (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Faktor perencanaan organisasi sudah di tentukan oleh aturan di Baznas. Faktor perencanaan kerja berhasil atau tidak itu tergantung kepada bagaimana seorang pimpinan bisa melaksanakan apa yang sudah di rencanakan, untuk itu beberapa faktor yang di perhitungkan adalah mengenai personil, kemampuannya, sumberdaya manusianya, presentasi yang menarik, dan relasi yang banyak (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Dari beberapa data penting diatas dapat diperoleh kesimpulan bahwa dalam perencanaan Baznas Provinsi Bali adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal dan perencanaannya dilakukan di akhir tahun sebelum tahun berikutnya, sebelum tahun berjalan dan sebelum kegiatan berlagsung. Kemudian faktor perencanaan ditentukan oleh aturan di Baznas. Faktor perencanaan kerja berhasil atau tidak itu tergantung kepada bagaimana seorang pimpinan bisa melaksanakan apa yang sudah di rencanakan. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah mencakup kegiatan mengembangkan struktur organisasi, tujuan dan peranan yang ada di dalamnya untuk menentukan tuntutan kegiatan tugas yang diperlukan dalam rangka mencapai 7 Rahmad Hakim. Manajemen Zakat. Histori. Konsepsi, dan Implemetasi. Edisi Pertama, (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index tujuan oleh setiap orang. Dengan demikian, pengorganisasian juga dipahami pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab, pertanggung jawaban, dan pendelagasian 8. Struktur tugas organisasi sudah dibentuk dari awal terbentuknya Baznas Provinsi Bali dari unsur pimpinan dan pelaksana yaitu wakil ketua 1 bagian penghimpunan, wakil ketua 2 bagian pendistribusian dan pendayagunaan, wakil ketua 3 bagian laporan keuangan, wakil ketua 4 bagian personalia dan administrasi umum, dan beberapa staff. Semuanya memiliki kemampuan sesuai bidangnya masing-masing (Hasil Trangulasi Koding A Pertanyaan . Pengorganisasian kelembagaan organisasi ZIS memiliki posisi strategis dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat. Penataan organisasi diperlukan dalam meningkatkan potensi ZIS sebagai instrument pemberdayaan ekonomi umat. Aspek pengorganisasian mencangkup pembagian tugas, pengelolan SDM, pengelolaan sarana, pengelolaan waktu, dan sebagainya. Tugas dari staff Baznas Provinsi Bali sudah tertera dalam SOP Baznas sehingga aturannya sudah jelas, jadi staff melukan fungsinya masing-masing sesuai dengan aturan yang ada. Jika staff berada di dalam penghimpunan, berarti dia melakukan fundraising untuk menggalang dana, jika dia bagian pendistribusian berarti dia bertugas untuk mensurvey mustahik dan memberikan bantuan, untuk bagian administrasi dan sumber daya manusia bertugas untuk surat-menyurat (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Pengarahan Pengarahan yaitu pemberian perintah, komunikasi, dan koordinasi dalam proses pelaksanaan tugas Jaringan kerja dalam organisasi ZIS mesti dipahami dan diterapkan sehingga sistem pelayanan terpadu, terarah, dan terintregasi antar organisasi ZIS menjadi terbuka9. Pengarahan yang dilakukan di Baznas Provinsi Bali yaitu pengarahannya sesuai dengan tugas masingmasing sesuai dengan bidangnya, menjaga silaturahmi dengan mitra dan tetap follow Up dengan programprogram di Baznas. Pengarahan biasanya diberikan sebulan sekali atau setiap pimpinan mengadakan acara, pengarahan itu biasanya berupa dukungan, motivasi, supaya lebih terasah kemampuan staff di Baznas Provinsi Bali (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Dalam lembaga pengelolaan zakat, pelaksanaan merupakan aksi dari perencanaan yang telah dibuat oleh lembaga. Adapun pengarahan merupakan proses penjagaan agar pelaksanaan kegiatan pada lembaga berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Beberapa faktor penting dalam pelaksanaan terdiri dari: . motivasi: . gaya kepemimpinan10. Pengawasan Pengawasan merupakan proses untuk menganjurkan aktivitas posistif dan mencegah perbuatan yang menyalahi aturan. Dalam khazanah Islam sering disebut fungsi hisbah yang bertugas untuk menyeru kepada kebaikan dan melarang pada keburukan . l-Amru bi al-MaAoruf w an-nahyu Aoan al-Mungka. Fungsi dari pengawasan adalah untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan dalam lembaga pengelolaan zakat dapat tercapai. Dari segala penduk pengawan, yang paling manjur adalah pengawasan internal dari diri sendiri, dengan kesadaran bahwa Allah selalu melihat segala aktivitas yang kita perbuat melalui malaikat raqib dan Aoatid 11. Dalam manajemen pasti dalam kerjanya di awasi baik langsung maupun tidak langsung, kalau yang langsung tentu dilihat hasil kerjanya seperti apa tapi kalau gak langsung ya di amati bekerja sesuai dengan yang aturan yang ada atau gak, memenuhi target atau gak dan seterusnya. Tidak diawasi langsung tapi tetap di pantau oleh pimpinan melalui grup Baznas di WhatsApp atau telpon dan segala macam bentuk komunikasi lainnya (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . 8 RifaAoi. Fadhli. Manajemen Organisasi, (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2. , h. 9 Muhammad dan Abubakar HM. Manajemen Organisasi Zakat Prespektif Pemberdayaan Umat dan Strategi Pengembangan Organisasi Pengelola Zakat, (Malang: Madani, 2. ,h. 10 Rahmad Hakim. Manajemen Zakat. Histori. Konsepsi, dan Implemetasi. Edisi Pertama, (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2. , h. 11 Rahmad Hakim. Manajemen Zakat. Histori. Konsepsi, dan Implemetasi. Edisi Pertama, (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pengawasan yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun ada berbagai perubahan yang dihadapi12. Pengawasan sangat berpengaruh karena di Baznas selain lembaga sosial juga lembaga keuangan sehingga harus transparan. Dan di Baznas ada dua kali di lakukan audit oleh KAP (Kantor Akuntan Publi. dan hasil WTP (Wajar Tanpa Pengecualia. Sangat-sangat berpengaruh karena satu merupakan motivasi agar staff itu sendiri lebih semangat dalam bekerja, yang kedua memberikan kebijakan-kebijakan dalam memberikan keputusan atau mengambil keputusan dari pekerjaan itu sendiri (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Dengan adanya pengawasan, kelemahan-kelemahan yang melekat dalam operasional organisasi ZIS dapat diperbaiki dan ditingkatkan, sumber daya yang dimiliki organisasi dapat dikontrol dan diamankan, serta meluruskan berbagai penyimpangan yang tak sesuai dengan tujuan dan program organisasi. Setiap staf dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya. Dalam manajemen organisasi ada beberapa faktor yang dihadapi Baznas Provinsi Bali, baik itu dari faktor pendukung ataupun faktor penghambat. Dari hasil triangulasi ada yang dapat dijumpai pada lampiran skripsi, bahwa dengan adanya hubungan keterkaitan antara teori dan hasil wawancara di Baznas Provinsi Bali dan beberapa Muzakki yang didapatkan di dalam proses penelitian tersebut, informasi yang didapatkan yaitu adanya beberapa faktor yang dihadapi personil terutama para staff di Baznas Provinsi Bali. Adapun faktor pendukung yang menyebabkan implementasi sistem manajemen organisasi pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah di Baznas berjalan efektif dan efisien. Adanya peraturan yang baik dalam manajemen pengelolaan dana ZIS berdasarkan pada peraturan yang ditentukan oleh Baznas Pusat dan di tetapkan di Baznas Provinsi Bali. Melakukan kerja sama dalam pengelolaan dana ZIS antara lembaga-lembaga Amil Zakat yang ada di wilayah Provinsi Bali. Menetapkan cara melakukan penggalian sumber dan distribusi zakat. Menetapkan sistem pengawasan terhadap pelaksanaan zakat, baik perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan. Adapun faktor penghambat yang menyebabkan implementasi sistem manajemen organisasi pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah di Baznas Provinsi Bali: Terbatasnya personil atau staff yang berada di Baznas Provinsi Bali, sehingga banyak pekerjaan di rangkap oleh satu staff. Belum menetapkan bagaimana sistem dan standar pengukuran kinerja dengan standar yang telah ditentukan dengan proses yang berkelanjutan. 2 Bagaimana Pengelolaan Dana ZIS di Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali? Penghimpunan Penghimpunan dana atau fundraising dapat diartikan sebagai kegiatan menghimpun dana dan sumber daya lainnya dari masyarakat . aik individu, kelompok, organisasi, perusahaan ataupun pemerinta. yang akan digunakan untuk membiayai program kegiatan operasional lembaga yang ada dan pada akhirnya bertujuan untuk mencapai visi dan misi dari lembaga tersebut13. Dalam menghimpun dana ZIS. Baznas Provinsi Bali sudah menggunakan digital, yaitu Donasi Via ECommerce Kitabisa. com juga menggunakan pembayaran digital seperti Gopay. Ovo dan semuanya sudah ada sasaran dimana Baznas itu bisa menarik zakat, infak dan sedekah, sesuai dengan tingkat Baznasnya itu sendiri (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . 12 Ernie Tisnawati Sule. Kurniawan Saefullah. Pengantar Manajemen, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2. 13 Hendra Sutisna. Fundraising Database, (Jakarta: Piramedia, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Penghimpunnan yang dilakukan di Baznas bisa dari fundraising CSR . husus Baznas Provins. ZIS Masjid Melalui UPZ yang di bentuk Baznas, dan juga dari donatur-donatur tetap. Kriteria dalam pembentukan UPZ di Baznas Provinsi Bali yaitu terdapat masyarakat muslim dan kantor terkait mengizinkan, dari lembaga dakwah, dan di atur dalam peraturan undang-undang, syarat-syarat pembentukan UPZ, salah satunya yaitu organisasi-organisasi ataupun perguruan tinggi dan yang berada diwilayah atau lingkungan Baznas Provinsi itu sendiri (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Dari hasil wawancara penulis dengan beberapa Muzakki yang menjadi informan, bahwasanya Menurut Muzakki Baznas Provinsi Bali sudah memenuhi tiga kriteria tersebut karena dalam pimpinan Baznas Provinsi Bali salah satu syaratnya dalam peraturan adalah netral, independen, dan juga melakukan transparansi baik itu keuangan, baik keuangan pemasukan dan pengeluaran (Hasil Triangulasi Koding B Pertanyaan . Baznas Provinsi Provinsi Bali setiap 6 Bulan sekali ada audit syariah dari kanwil kemenag Provinsi Bali, terkait pengawasan, pembinaan dari kanwil kemenag. Dan setiap satu tahun sekali juga ada audit dari kantor akuntan publik. Provinsi Bali mendapatkan audit dengan predikat wajar, baik itu pengeluaran sesuai syriah, pemasukan juga sesuai syariah (Hasil Triangulasi Koding B Pertanyaan . Pendistribusian Agar dana zakat yang disalurkan dapat berdaya guna dan berhasil guna, maka pemanfaatannya harus selektif untuk konsumtif atau produktif. Dalam setiap periodenya Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali selalu berusaha untuk memaksimalkan semua program yang telah direncanakan. Adapun pendistribusian dana zakat melalui program kerja Baznas Provinsi Bali. Pendistribusian di Baznas Provinsi Bali berdasarkan 3 prinsip. independen, netral, dan transparan, sesuai dalam Alquran surat at-Taubah ayat 60, sesuai 8 asnaf yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Program-program penyaluran Baznas Provinsi Bali yaitu. Program Bali Cerdas, meliputi program beasiswa SKSS . atu keluarga satu sarjan. dan program pelopor beasiswa pendidikan, kedua Program Bali Sejahtera, meliputi program bedah rumah dhuafa dan program modal usaha, ketiga Program Bali Peduli, meliputi program sebar paket sembako untuk 500 Mustahik Dhuafa di seluruh Provinsi Bali, keempat Program Bali Taqwa, meliputi program santunan 100 guru ngaji, kelima Program Bali Sehat, meliputi program penyaluran peduli bencana, lansia dan pasien berobat berjalan. Dalam pendistribusian dana ZIS, di Baznas Provinsi Bali sendiri punya 5 program yaitu Bali cerdas. Bali Sejahtera. Bali Peduli. Bali Taqwa, dan Bali Sehat (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Pihak Baznas mengidentifikasi Mustahik untuk mendistribusikan dana yang sudah terkumpul sesuai dengan 8 asnaf yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil, kemudian bekerja sama dengan Majlis Taklim, melalui relawan, dan lembaga instansi yang ada UPZnya untuk pendistribusiannya (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Dari Hasil penjelasan diatas. Baznas Provinsi Bali manjalankan fungsinya sebagai lembaga yang profesional dalam mengalokasinya dana ZISnya, mengalokasikan dana dari Muzakki ke Mustahik kemudian pelaporannya bisa langsung di kirim ke Muzakki atau bisa lewat brosur ataupun media sosial. Dalam pendistribusian dana ZIS, di Baznas Provinsi Bali mempunyai 5 program yaitu Bali Peduli. Bali Sehat. Bali Cerdas. Bali Taqwa, dan Bali Sejahtera. Pendayagunaan Pendayagunaan zakat adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pemerintah dalam rangka memanfaatkan hasil pengumpulan dari dana zakat, dalam pengertian yang lebih luas sesuai dengan syaraAo, secara tepat guna, efektif manfaatnya dengan sistem distribusi yang serba guna dan produktif, sesuai dengan syariat serta tujuan sosial ekonomi dari zakat. Pendayagunaan zakat, infak, sedekah adalah suatu usaha untuk mendatangkan manfaat atau hasil yang lebih besar dan lebih baik dengan memanfaatkan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki. Konsep dasar pendayagunaan zakat, infaq, dan sedekah adalah bagaimana mengubah mustahik menjadi muzakki. Pengelolaan dana infaq dan sedekah sama halnya dengan pengelolaan zakat. Akan tetapi, lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah memisahkan masing-masing dana dengan tujuan untuk memisahkan sumber dan penggunaan dananya sehingga dapat menyampaikan amanah dari masyarakat sesuai syariat Islam. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Program kerja di Baznas Provinsi Bali yang termasuk dalam pendayagunaan yaitu Bali Cerdas dan Bali Sejahtera. Bali Cerdas yaitu Program Beasiswa, kalau Bali Sejahtera adalah modal usaha, program modal usaha dan program bedah rumah dhuafa (Hasil Triangulasi Koding A pertanyaan . Harapan pihak Baznas Provinsi Bali kepada Mustahik yang sudah mendapatkan dana pendayagunaan dari Baznas Provinsi Bali yaitu menjadikan Mustahik itu menjadi Muzakki, atau setidaknya bisa mulai belajar menginfakan sedekah sedikit demi sedikit (Hasil Triangulasi Koding A Pertanyaan . Sesuai dengan pernyataan Muzakki bahwasanya dalam partisipan pendayagunaan dana ZIS di BAZNAS Provinsi ada yang pernah ikut ada yang belum pernah ikut partisipasi. Saran dari Muzakki mengenai kriteria seperti apa Mustahik yang benar-benar harus dibantu yaitu sesuai menurut hukum Islam dalam Al-Quran At-Taubah ayat 60, hukum dalam peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, untuk pendistribusian harus berdasar dua dasar tersebut, yaitu suat At-Taubah dan PMA No. 52 Tahun 2014. (Hasil Triangulasi Koding B Pertanyaan . Dalam pengelolaan dana ZIS Ada beberapa faktor yang dihadapi Baznas Provinsi Bali, baik itu dari faktor pendukung ataupun faktor penghambat. Dari hasil triangulasi ada yang dapat di jumpai pada lampiran skripsi, bahwa dengan adanya hubungan keterkaitan antara teori dan hasil wawancara di Baznas Provinsi Bali dan beberapa Muzakki yang didapatkan di dalam proses penelitian tersebut, informasi yang didapatkan yaitu adanya beberapa faktor yang di hadapi saat pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali. Adapun faktor pendukung pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali, yaitu: Memiliki Sumber daya Manusia yang berkualitas Lembaga amil zakat membutuhkan banyak sumber daya manusia yang berkualitas agar pengelolaan zakat dapat profesional, amanah, akuntabel, dan transparan. Teknologi yang digunakan. Penerapan teknologi yang ada pada suatu lembaga zakat sangat mempengaruhi dalam pengelolaan dana ZIS yaitu menyangkut dalam sistem akuntansi, administrasi, penghimpunan maupun pendayagunanan menggunakan teknologi terbaru. Adanya layanan pengambilan zakat bagi donatur yang berhalangan ke kantor Baznas. Sistem informasi zakat. Sistem informasi zakat terpadu antar amil, sehingga para lembaga amil zakat saling terintegrasi satu dengan lainnya. Di Baznas sendiri sudah menerapakan SIMBA (Sistemin Manajemen Informasi Bazna. Adapun faktor penghambat pengelolaan dana ZIS di Baznas Provinsi Bali, yaitu : Minimnya sumber daya manusia yang berkualitas. Kurangnya staff dalam pengurusan pengelolaan dana ZIS. Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Baznas belum berjalan maksimal. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian dan juga pembahasan mengenai AuImplementasi Manajemen Organisasi Dalam Pengelolaan Dana ZIS (Zakat. Infaq, dan Sedeka. di Baznas Provinsi BaliAy maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Manajemen Organisasi pada Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. Provinsi Bali diharapakan bisa berjalan dengan baik. Hal tersebut dilihat mulai dari: Perencanaan, perencanaan pekerjaan Baznas Provinsi Bali biasanya dilakukan akhir tahun sebelum tahun berikutnya, sebelum tahun berjalan dan sebelum kegiatan berlangsung. Pengorganisasian, struktur tugas organisasi sudah dibentuk dari awal terbentuknya Baznas Provinsi Bali, kita punya empat yaitu wakil ketua 1 bagian penghimpunan, wakil ketua 2 bagian pendistribusian dan pendayagunaan, wakil ketua 3 bagian laporan keuangan, wakil ketua 4 bagian personalia dan administrasi umum, dan beberapa staff. Pengarahan, pengarahan biasanya diberikan sebulan sekali atau setiap pimpinan mengadakan acara. Pengawasan, pengawasan pada Baznas Provinsi Bali ada dua yaitu pengawasan internal dan pengawasan eksternal. Khusus untuk pengawasan pada bidang keuangan Baznas bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Syariah. Hasil audit keuangan dari Kantor Akuntan Publik Independen Baznas Provinsi Bali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Dari hasil wawancara dengan Muzakki pelayanan di Baznas Provinsi Bali sudah profesional dan sudah menerapkan 3 prinsip dasar pengelolaan dana ZIS yaitu transparan, netral, dan independen. Pengelolaan Dana ZIS di Baznas Provinsi Bali telah berdasarkan sistem penyaluran zakat, yaitu: Penghimpunan, penghimpunnan yang dilakukan di Baznas Provinsi Bali bisa dari fundraising CSR . husus Baznas Provins. ZIS Masjid Melalui UPZ yang di bentuk Baznas, dan juga dari donaturdonatur tetap, juga dari donasi e-commers kitabisa dan pembayaran Gopay. Pendistribusian, pendistribusian dana ZIS melalui program kerja Baznas Provinsi Bali yaitu. Bali Cerdas. Bali Sejahtera. Bali Peduli. Bali Taqwa, dan Bali Sehat. Pendayagunaan, program kerja di Baznas Provinsi Bali yang termasuk dalam pendayagunaan yaitu Bali Cerdas dan Bali Sejahtera. Bali Cerdas yaitu Program Beasiswa, kalau Bali Sejahtera adalah program modal usaha dan program bedah rumah dhuafa. DAFTAR PUSTAKA