ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni Volume 1 . Juni 2025, 11-20 ISSN: x-x (Onlin. x-x (Prin. Tersedia online: https://rumahjurnal. id/index. php/arted Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Musik di Sekolah Menengah Pertama Azmal Padli1*. Yensharti2 Universitas Negeri Padang. Indonesia1,2 Email: azmalpadli@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa dalam pembelajaran musik di SMPN 1 Sungai Penuh. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran musik yang sering dianggap kurang penting. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal . inat, kepercayaan diri, dan baka. serta faktor eksternal . etode pengajaran guru, dukungan orang tua, lingkungan sosial, dan fasilitas belaja. Siswa cenderung lebih aktif ketika pembelajaran melibatkan praktik langsung dan kegiatan kolaboratif. Guru memainkan peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama dalam partisipasi siswa. Kesimpulannya, pembelajaran musik yang interaktif dan kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Dukungan dari guru, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pembelajaran musik. Kata Kunci: Motivasi Belajar. Pendidikan Musik. Faktor Motivasi. Partisipasi Siswa. Abstract: This study aims to analyze students' learning motivation in music education at SMPN 1 Sungai Penuh. The research is motivated by the low interest of students in music subjects, which are often considered less important. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that studentsAo learning motivation is influenced by internal factors . nterest, self-confidence, and talen. and external factors . eaching methods, parental support, social environment, and learning facilitie. Students tend to be more engaged when the learning process involves hands-on practice and collaborative activities. Teachers play a crucial role in creating an interactive and enjoyable learning environment. Limited facilities are a major obstacle to student In conclusion, interactive and contextual music learning can enhance students' motivation and participation. Support from teachers, schools, and families is essential to optimize music education. Keywords: Learning Motivation. Music Education. Motivational Factors. Student Participation. DOI: 10. 70078/arted. A Penulis. Diterbitkan oleh CV ALFA EDU KARYA. CC BY SA: Artikel ini didistribusikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni Pendahuluan Pendidikan seni budaya memegang peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, apresiatif, dan memiliki kesadaran budaya. Musik sebagai bagian dari seni budaya bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan wahana untuk mengembangkan aspek afektif siswa, seperti rasa percaya diri, ekspresi diri, dan kepekaan sosial. Sardiman . menyatakan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan individu melakukan kegiatan belajar. Mata pelajaran seni budaya dalam hal ini menjadi salah satu medium penting dalam membangkitkan motivasi tersebut. Namun dalam praktiknya, pembelajaran musik di sekolah menengah sering kali belum mendapat tempat yang ideal. Siswa cenderung menganggap pelajaran musik tidak sepenting mata pelajaran lain yang masuk dalam ujian akademik. Hal ini sejalan dengan pendapat Slameto . yang menekankan bahwa keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk persepsi siswa terhadap pentingnya suatu pelajaran dan lingkungan belajar yang mendukung. Faktor motivasi belajar menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran. Uno . menjelaskan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh dua hal, yaitu motivasi intrinsik . inat, rasa ingin tahu, kepercayaan dir. dan motivasi ekstrinsik . engaruh guru, lingkungan, fasilitas, dan dukungan keluarg. Ketika kedua motivasi ini berjalan seimbang, maka siswa akan memiliki dorongan yang kuat untuk aktif belajar dan Pembelajaran musik yang dirancang dengan pendekatan praktik dan interaktif dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Bonwell dan Eison . menyebutkan bahwa pembelajaran aktif . ctive learnin. dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa karena mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat secara langsung. Hal ini sangat relevan dalam pembelajaran seni musik yang menekankan keterlibatan fisik dan emosional siswa. Guru memiliki peran sentral dalam menciptakan pembelajaran musik yang menyenangkan dan bermakna. Vygotsky . menekankan bahwa interaksi sosial antara guru dan siswa sangat penting dalam membangun pemahaman. Dalam konteks pembelajaran musik, guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk bereksplorasi, mencoba, dan tampil tanpa rasa takut atau malu. Namun demikian, keterbatasan sarana dan prasarana sering kali menjadi kendala utama dalam pembelajaran musik di sekolah. Ketersediaan alat musik yang terbatas dan waktu pembelajaran yang sempit membuat siswa tidak memperoleh kesempatan yang cukup untuk praktik. Situasi ini memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan kreatif agar seluruh siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Lingkungan belajar yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam pembentukan Sardiman . mengungkapkan bahwa lingkungan belajar yang menyenangkan akan menumbuhkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Guru perlu membangun suasana kelas yang akrab, menghargai perbedaan, dan memberi ruang berekspresi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi. Meskipun sudah banyak penelitian tentang motivasi belajar, kajian yang secara spesifik meneliti motivasi dalam pembelajaran musik di SMP, khususnya dengan pendekatan kualitatif, masih terbatas. Vol. No. Juni 2. 12 Padli & Yensharti SMPN 1 Sungai Penuh merupakan salah satu sekolah yang secara aktif melaksanakan pembelajaran musik sesuai kurikulum. Di SMPN 1 Sungai Penuh, pembelajaran musik telah dilaksanakan sesuai kurikulum, namun masih menghadapi tantangan dalam hal motivasi siswa dan keterbatasan fasilitas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa terhadap musik dan kurangnya strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar siswa serta strategi guru dalam meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran musik di SMPN 1 Sungai Penuh. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pembelajaran musik di sekolah menengah pertama. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi secara teoretis dalam kajian pendidikan seni, tetapi juga memberikan masukan praktis bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali secara mendalam persepsi dan pengalaman siswa (Handoko dkk. , 2. , dalam pembelajaran musik. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mengungkap fenomena secara alami dan Subjek penelitian terdiri dari 1 guru seni budaya dan 29 siswa kelas VII. yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat partisipasi dalam pembelajaran Teknik pengumpulan data meliputi observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru seni budaya dan beberapa siswa, serta dokumentasi kegiatan Data dianalisis dengan cara Miles & Huberman . , melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik dan sumber digunakan untuk memastikan keabsahan data (Susanto & Jailani, 2. Hasil analisis disajikan secara naratif untuk menggambarkan dinamika motivasi belajar siswa secara Hasil Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, guru seni budaya di sekolah ini telah melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran musik, antara lain dengan menggunakan media populer, proyek kelompok, serta metode praktik langsung yang disesuaikan dengan karakter siswa. Pembelajaran seni musik di SMP Negeri 1 Sungai Penuh menunjukkan dinamika yang menarik terkait motivasi dan partisipasi siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru seni budaya di sekolah tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berinteraksi. Vol. No. Juni 2025 | 13 ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni Faktor Internal yang Mempengaruhi Motivasi Siswa Faktor internal yang berperan penting meliputi minat, bakat, kesehatan jasmani dan rohani, serta kepercayaan diri siswa (Rahman, 2. Siswa yang memiliki ketertarikan terhadap musik, seperti kecintaan pada lagu atau alat musik tertentu, cenderung lebih aktif dan cepat memahami materi pembelajaran. Selain itu, bakat musikal yang dimiliki secara alami juga menjadi pendorong kuat motivasi belajar, meski tetap perlu didukung oleh latihan dan kemauan belajar yang tinggi. Kesehatan fisik dan mental juga menjadi penentu kesiapan belajar siswa (Kibtiyah , 2. Siswa yang sehat secara jasmani dan stabil secara emosional lebih mampu berkonsentrasi dan berpartisipasi aktif dalam kelas. Kepercayaan diri menjadi aspek penting lainnya, karena banyak siswa yang merasa takut melakukan kesalahan saat Oleh karena itu, suasana kelas yang suportif dan bebas dari ejekan sangat membantu membangun keberanian siswa dalam mengekspresikan diri. Tabel 1. Faktor Internal (Mina. Siswa VII. Kategori Minat Jumlah Siswa Persentase Sangat Berminat 17,2% Berminat 10,3% Cukup Berminat 37,9% Kurang Berminat 34,5% Dari 29 responden siswa . elengkapnya lihat: Lampiran . , dapat dipetakan bahwa: SB (Sangat Bermina. , terdapat 5 siswa yang memilih opsi sangat berminat . B (Bermina. , terdapat 3 siswa yang memilih opsi berminat . CB (Cukup Bermina. , terdapat 11 siswa yang memilih opsi cukup berminat . KB (Kurang Bermina. , terdapat 10 siswa yang memilih opsi kurang berminat. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian siswa memiliki ketertarikan dan merasa memiliki potensi dalam bermusik. Namun demikian, kecenderungan dominan pada pilihan "Cukup Berminat" dan "Kurang Berminat" mengindikasikan bahwa motivasi siswa secara umum masih tergolong sedang. Faktor Eksternal yang Mendorong Motivasi dan Partisipasi Dari sisi eksternal, peran guru sangat dominan. Guru di SMP Negeri 1 Sungai Penuh berupaya menggunakan metode pembelajaran yang menarik, seperti penggunaan media lagu populer, praktik langsung dengan alat musik sederhana, dan pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan ini berhasil menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Lingkungan sekolah yang mendukung, seperti adanya ruang seni dan kesempatan tampil di panggung, turut meningkatkan semangat belajar siswa. Namun, keterbatasan fasilitas alat musik menjadi tantangan yang mempengaruhi partisipasi siswa, terutama saat jumlah siswa melebihi jumlah alat yang tersedia. Vol. No. Juni 2. 14 Padli & Yensharti Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting, di mana orang tua yang peduli dan mendukung kegiatan musik anaknya mampu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa. Teman sebaya juga memiliki pengaruh signifikan. siswa yang berada dalam kelompok dengan minat musik yang tinggi cenderung lebih termotivasi, sementara yang berada di lingkungan kurang mendukung cenderung pasif. Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Musik Partisipasi siswa dalam pembelajaran musik beragam. Siswa lebih antusias ketika pembelajaran melibatkan aktivitas praktik langsung, seperti bernyanyi bersama atau memainkan alat musik. Pembelajaran yang hanya bersifat teori dan ceramah cenderung membuat siswa pasif dan kurang memahami materi secara mendalam. Pembelajaran kelompok dan proyek musik terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, karena mereka dapat berdiskusi dan saling membantu, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala untuk partisipasi yang merata. Selain aktivitas di kelas, beberapa siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik seperti band sekolah atau paduan suara, yang memperkuat motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran formal. Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Guru seni budaya di SMP Negeri 1 Sungai Penuh memainkan peran sentral dalam membangun motivasi dan partisipasi siswa. Dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, guru berhasil menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan mendorong partisipasi aktif. Guru juga memberikan perhatian personal untuk siswa yang kurang percaya diri dan memotivasi mereka agar berani tampil. Dukungan guru dalam memberikan umpan balik positif dan menciptakan lingkungan kelas yang aman dan suportif sangat berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan diri dan semangat belajar siswa. Gambar 1. Proses Pembelajaran Musik Kelas VII. Motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran musik di SMP Negeri 1 Sungai Penuh sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Minat, bakat, kepercayaan diri, serta dukungan dari guru, keluarga, dan teman sebaya membentuk motivasi belajar siswa. Vol. No. Juni 2025 | 15 ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni Metode pembelajaran yang interaktif dan fasilitas yang memadai menjadi kunci dalam menciptakan partisipasi aktif. Untuk mengoptimalkan pembelajaran musik, perlu terus dilakukan pengembangan metode pengajaran, peningkatan fasilitas, dan dukungan lingkungan yang positif. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya memiliki kemampuan musikal, tetapi juga karakter yang kuat melalui pembelajaran musik. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negeri 1 Sungai Penuh, ditemukan bahwa motivasi belajar siswa dalam pembelajaran khususnya musik sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Temuan ini sejalan dengan teori motivasi yang menegaskan pentingnya faktor-faktor pribadi seperti minat, bakat, dan kepercayaan diri dalam menentukan kesiapan dan semangat belajar siswa (Rahman. Faktor Internal Faktor internal seperti minat dan bakat memang menjadi pondasi utama yang mendorong siswa untuk aktif belajar musik. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan siswa yang memiliki ketertarikan khusus terhadap musik cenderung lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, kepercayaan diri yang dibangun melalui suasana kelas yang suportif juga sangat menentukan tingkat partisipasi siswa. Motivasi rendah sebagian siswa bisa dikaitkan dengan dominasi pembelajaran akademik di kurikulum nasional, yang membuat seni dianggap tidak prioritas (Handayani & Saearani, 2024. Riyadi dkk. , 2. Penelitian ini menguatkan pendapat beberapa ahli pendidikan musik bahwa lingkungan belajar yang bebas dari tekanan negatif dapat meningkatkan keberanian siswa untuk mengekspresikan kemampuan musikal (Domingues & Pedrosa, 2024. Green, 2. Faktor Eksternal Sementara itu, faktor eksternal seperti peran guru, dukungan fasilitas, serta lingkungan sosial siswa turut memberikan dampak signifikan. Guru yang kreatif menggunakan metode pembelajaran interaktif berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga motivasi intrinsik siswa meningkat. Hal ini sesuai dengan konsep pembelajaran bermakna yang menekankan pentingnya aktivitas belajar yang relevan dan menyenangkan bagi siswa (Kostiainen & Pyysy-Tarhonen, 2022. Priniski dkk. Menariknya, beberapa siswa tetap menunjukkan motivasi rendah meskipun metode pembelajaran sudah interaktif. Ini menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti rasa malu atau pengalaman traumatis sebelumnya bisa menghambat partisipasi (Nugroho, 2024. Putri & Suriani, 2. Lebih lanjut, faktor eksternal juga dipengaruhi oleh kendala sarana dan prasarana, serta faktor sosial dan lingkungan: Vol. No. Juni 2. 16 Padli & Yensharti Kendala Sarana dan Prasarana Keterbatasan fasilitas alat musik menjadi hambatan nyata dalam pengoptimalan Kendala ini mengurangi kesempatan siswa untuk berlatih secara langsung, sehingga berdampak pada kurang maksimalnya partisipasi dan penguasaan Oleh karena itu, penambahan sarana dan prasarana yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung pembelajaran musik di sekolah ini. Penelitian ini sejalan dengan temuan Yuwono dkk. yang menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat dalam pembelajaran seni ketika pendekatan praktik digunakan secara konsisten. Faktor Sosial dan Lingkungan Peran keluarga dan teman sebaya juga berkontribusi pada pembentukan motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua yang aktif mendukung minat anaknya dalam musik dapat memperkuat motivasi dan meningkatkan rasa percaya diri siswa. Begitu pula interaksi positif dengan teman sebaya yang memiliki minat serupa dapat menciptakan lingkungan sosial yang kondusif untuk pembelajaran musik (Malikah, 2. Guru sebaiknya melakukan pemetaan awal minat siswa terhadap musik untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Sekolah juga dapat menjadwalkan penggunaan alat musik secara bergilir untuk mengatasi keterbatasan fasilitas. Penelitian ini terbatas pada satu kelas di satu sekolah, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Studi lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau multikontekstual akan memperkaya pemahaman terhadap motivasi belajar musik secara menyeluruh. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran musik membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial sangat penting untuk menciptakan iklim belajar yang mendukung tumbuhnya motivasi serta meningkatkan partisipasi siswa secara Kesimpulan Berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa, penelitian ini berhasil menjawab bahwa motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran musik di SMP Negeri 1 Sungai Penuh dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan Faktor internal meliputi minat, bakat, serta kepercayaan diri siswa, sementara faktor eksternal mencakup peran guru, ketercukupan fasilitas, dukungan keluarga, dan pengaruh teman sebaya. Penelitian ini juga menjawab tujuan kedua, yakni strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan partisipasi siswa. Ditemukan bahwa pendekatan pembelajaran interaktif, praktik langsung, dan penggunaan media yang relevan berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi siswa. Motivasi siswa dalam pembelajaran musik tidak hanya bergantung pada minat pribadi, tetapi sangat dipengaruhi oleh strategi pengajaran guru dan dukungan lingkungan yang bersifat praktis dan emosional. Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah dominannya pengaruh pendekatan praktik langsung terhadap peningkatan partisipasi siswa, terlepas dari minat awal mereka terhadap musik. Vol. No. Juni 2025 | 17 ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pelatihan bagi guru musik dalam menggunakan pendekatan berbasis praktik serta pengembangan kebijakan sekolah dalam penyediaan sarana belajar yang mendukung. Penelitian ini terbatas pada satu kelas di satu sekolah, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke konteks yang lebih luas. Selain itu, kendala keterbatasan alat musik masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan sarana prasarana serta penguatan kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua agar motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran musik dapat terus Referensi