Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Pembinaan Penataan Pasar Karombasan Kecamatan Wanea Kota Manado Edwin Jacobisa,1. Alfi Martone Singalb,2. Hendry Rumenganc,3. Frangky Erwin Dede Robial d,4. Lady Grace Jane Giroth e,5 Fernando Alex Pangalo f,6 a,b,c,d,e,f Universitas Teknologi Sulawesi Utara. Manado. Indonesia Jl. Piere Tendean Kompleks Megasmart 6 No. Kota Manado. Sulawesi Utara * Corresponding Author: alfimartonesingal@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: ABSTRAK Diterima: 10 Maret 2024 Direvisi: 12 April 2024 Disetujui: 20 Mei 2024 Tersedia Daring: 17 Juni 2024 Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Pembinaan Pembinaan Keywords: Policy Implementation Development Market Structurin Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan pemerintah dalam penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitia pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskriptif, gambaran, atau lukisan secara sistematis aktual dan akurat mengenai fakta-fakta, serta sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Hasil penelitian bahwa pemerintah sudah melakukan tugas mereka masing-masing namun masih belum berjalan dengan baik, walaupun mereka yang memegang tanggung jawab yang besar dalam jalannya penataan dan pembinaan di Pasar Karombasan Manado namun mereka tidak dapat berbuat banyak walaupu mereka sudah pernah mengadakan sosialisasi karena dari para pedagang tidak mengikuti aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama namun tidak bedampak banyak karena para pedagang tidak banyak yang berpartisipasi dan pemerintahpun melakukan sosialisasi sudah lama dan tidak di adakan lagi. Dan juga karena para pedagang sudah terbiasa dengan situasi seperti itu karena dari awal berjualan mereka tidak di kelompokan sesuai dengan jenis-jenis jualan. Penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado tidak berjalan dengan baik secara optimal karena sejak perencanaan, tidak menempatkan para pedagang sesuai dengan aturan atau ketentuan yang berlaku. Pemerintah kurang tegas dalam menindak lanjuti akan masalah yang dihadapi seperti lapak para pedagang yang tidak tertata dengan baik serta tidak mentaati aturan, pedagang kurang berpartisipasi dalam penataan dan kebersihan Pasar Karombasan Manado. Belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang Pasar Tradisional khususnya di Kota Manado, mengakibatkan pemerintah susah untuk mengambil acuan dari mana untuk bertindak dan mengelola pasar tersebut. ABSTRACT This research aims to describe and analyze the implementation of government policies in the management and development of the Karombasan Market. Wanea District. Manado City. The method used in this research is a qualitative approach research method. The aim of descriptive research is to create systematic, actual and accurate descriptions, images or paintings regarding the facts, as well as the properties and relationships between the phenomena being investigated. The results of the research show that the government has carried out their respective duties but it is still not going well, even though they hold a large responsibility in the management and development of the Karombasan Market in Manado, they cannot do much even though they have already held socialization because of the Traders do not follow the rules that have been made and mutually agreed upon but it doesn't have much of an impact because not many traders participate and the government has carried out socialization for a long time and is no longer held. And also because traders are used to situations like that because from the start of their sales they were not grouped according to the types of sales. The arrangement and development of the Manado Karombasan Market did not run optimally because since the planning, traders were not placed in accordance with the applicable rules or regulations. The government is less firm in following up on the problems faced, such as traders' stalls which are not well organized and do not comply with the rules, traders do not participate enough in the arrangement and cleanliness of Manado's Karombasan Market. The absence of Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. regional regulations governing traditional markets, especially in the city of Manado, makes it difficult for the government to take reference from where to act and manage these markets. A2024. Edwin Jacobis. Alfi Martone Singal. Hendry Rumengan. Frangky Erwin Dede Robial. Lady Grace Jane Giroth. Fernando Alex Pangalo This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan dan penataan Pasar Karombasan di Kecamatan Wanea. Kota Manado. Pasar Karombasan merupakan salah satu contoh pasar tradisional di Indonesia yang merupakan pusat ekonomi masyarakat. Pasar tradisional merupakan suatu bentuk kegiatan pendistribusian barang dari produsen kepada konsumen. Kegiatan ini terbentuk karena adanya permintaan masyarakat akan kebutuhan barang (Mokalu et al. , 2. Sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung, pasar tradisional memainkan peran penting dalam perputaran ekonomi lokal. Ketahanan dan kelangsungan hidup pasar tradisional akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional. Sehingga pemerintah harus tetap menjaga keberadaan pasar tradisional. Namun, masalah penataan dan pembinaan yang belum optimal di Pasar Karombasan menjadi fokus utama penelitian ini. Penataan dan pembinaan di Pasar Karombasan Manado belum dapat dikatakan berjalan dengan baik karena masih banyak sekali masalah yang didapati di Pasar Karombasan Manado dalam segi penataan dan pembinaan seperti masih jauh dari kata tertata rapih, himbauan dari pemerintah untuk mengelompokkan jenis-jenis jualan masih belum dijalankan dengan baik, dan mengganggu akan jalannya proses jual beli. Pasar tradisional, seperti Pasar Karombasan, memiliki peran strategis dalam menyediakan kebutuhan ekonomi masyarakat dengan pendapatan rendah. Namun, kondisi fisik dan pengaturan lapak yang kurang teratur dapat mempengaruhi kenyamanan dan kebersihan pasar, serta kualitas produk yang ditawarkan. Hal ini menimbulkan permasalahan bagi pembeli dan menuntut adanya intervensi dalam pengelolaan pasar tradisional agar lebih tertib, aman, bersih, dan sehat sesuai dengan standar yang diatur dalam peraturan pemerintah. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam mengelola pasar tradisional melalui kebijakan yang disusun untuk merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi penataan pasar. Dalam konteks ini, manajemen pasar tradisional harus dilakukan dengan baik untuk memastikan tujuan pembinaan pasar dapat tercapai efektif. Pengelolaan pasar yang baik akan mempengaruhi efisiensi dan efektivitas dalam operasional pasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini mencermati bahwa implementasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan Pasar Karombasan masih memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait dengan keteraturan penempatan lapak dan kebersihan pasar secara keseluruhan. Dengan memahami tantangan ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas pembinaan pasar tradisional, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna pasar. Metode . Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif, yang berfokus pada analisis deskriptif sesuai dengan pendekatan yang dijelaskan oleh Azwar . 2: . Pendekatan ini bertujuan untuk menyajikan fakta secara sistematis tanpa melakukan penjelasan mendalam, pengujian hipotesis, prediksi, atau penerapan implikasi. Tujuan Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. utama penelitian adalah untuk memberikan gambaran sistematis dan akurat mengenai Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional di Tondano, dengan menjelaskan status, kondisi, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki berdasarkan metodologi deskriptif yang dipahami dari karya Nasir . 0: . Pendekatan Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada Masalah Penelitian Kebijakan Penataan dan Pembinaan Pasar, dengan fokus utama pada dua aspek utama. Pertama, penelitian akan mengkaji Penataan Pasar yang mencakup aspek kebersihan dan penanganan persampahan, serta mempertimbangkan dampak kondisi sosial ekonomi. Kedua, penelitian juga akan mengeksplorasi Pembinaan Pasar yang mencakup pengawasan perdagangan dan penerapan kebijakan manajemen yang efektif. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai praktik penataan dan pembinaan pasar tradisional sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi operasional pasar. Data dan Sumber Data Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam studi ini mengacu pada pendekatan yang dianut oleh Lofland dan Lofland seperti yang dijelaskan oleh Moleong . 5: . , yang menekankan bahwa sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan, sementara data tambahan meliputi dokumen lain-lain. Dalam konteks masalah dan fokus penelitian ini, sumber data terdiri dari beberapa elemen utama. Pertama, menggunakan key informan yang dipilih secara purposive . urposive samplin. , seperti Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa. Kepala Pasar Tradisional Tondano, staf dari kedua institusi tersebut, serta pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Tondano. Metode snowball sampling juga diterapkan untuk mendapatkan informan tambahan secara beruntun. Kedua, pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan, terutama di Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa. Kantor Pasar Tradisional Tondano, dan area Pasar Tradisional Tondano itu sendiri. Ketiga, data tambahan berupa dokumen yang relevan dengan penelitian, termasuk foto-foto dari proses wawancara, observasi, dan pengamatan lokasi penelitian, serta rekaman hasil penelitian lainnya. Dengan pendekatan ini, penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang mendalam mengenai Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional di Tondano, dengan menggunakan data yang terkumpul dari berbagai sumber untuk memperoleh kesimpulan yang solid dan relevan. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen utama, sebagaimana Nasution . 3: . menjelaskan bahwa pada awal penelitian, peneliti berperan sebagai satu-satunya alat untuk mengumpulkan data dengan menggunakan alat bantu seperti catatan lapangan, tape recorder, dan foto, serta pedoman wawancara. Proses pengumpulan data kualitatif berpusat pada pengamatan lapangan yang empiris untuk membangun teori dari data. Tahap-tahap pengumpulan data meliputi memasuki lokasi penelitian dengan mendapatkan ijin dan surat pengantar, melakukan pendekatan formal dan informal dengan subjek penelitian, serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi terkait penataan dan pembinaan di Pasar Tradisional Tondano. Teknik Analisis Data. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan secara kontinu sepanjang proses penelitian berlangsung, mengikuti prosedur yang diuraikan oleh Miles dan Huberman . 8: . Langkah pertama adalah reduksi data, di mana data lapangan direduksi, dirangkum, dan difokuskan pada hal-hal pokok serta tema-tema yang Tahapan ini terus menerus dilakukan selama pengumpulan data dengan Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. mengkodekan informasi dan menemukan pola yang relevan. Selanjutnya, data disajikan untuk memberikan gambaran yang jelas, memudahkan peneliti dalam memahami keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian. Proses terakhir adalah menarik kesimpulan yang berkelanjutan sepanjang penelitian, dengan menganalisis pola, tema, dan hubungan yang muncul dari data yang terkumpul, serta melakukan verifikasi untuk memastikan keabsahan temuan. Keabsahan data dalam penelitian ini dijaga melalui empat kriteria yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba . dan Moleong . 2: . , termasuk derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian, yang memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya dan relevan untuk konteks yang dihadapi. Hasil dan Pembahasan Lokasi penelitian terdiri dari dua entitas utama yang memiliki konteks dan peran yang berbeda dalam konteks administratif dan fungsional di Provinsi Sulawesi Utara. Dinas Perdagangan Kota Manado, berbasis di Tingkulu. Kecamatan Wanea Kota Manado, memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pasar sejak Sebagai bagian dari reformasi birokrasi, dinas ini berkembang dari Dinas Pasar Karombasan Wanea Manado menjadi Dinas Perdagangan Kota Manado, fokusnya termasuk pada kebersihan, persampahan, dan manajemen pasar. Di sisi lain. Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa mengemban visi "Manado Pariwisata Dunia" dengan misi yang mencakup pelayanan yang baik, keberdayaan masyarakat yang mendukung pariwisata, dan pelestarian lingkungan untuk mendukung sektor pariwisata. Dalam pelaksanaan tugasnya. Dinas ini melibatkan berbagai fungsi seperti pengumpulan data, penyusunan kebijakan, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi kegiatan di bidang perdagangan, serta penataan dan kebersihan pasar. Uraian tugasnya mencakup pemantauan ketertiban, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan fasilitas, yang dibagi dalam berbagai seksi dengan fokus spesifik untuk mengoptimalkan layanan dan pengelolaan di pasar-pasar tradisional. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan dalam pembinaan dan penataan Pasar Karombasan Kota Manado belum berjalan dengan baik, berdasarkan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan. Kepala Pasar yang baru. R, menyatakan tantangannya dalam mengelola pasar yang telah direnovasi namun masih terdapat ketidakteraturan dalam penempatan lapak pedagang. Hal ini disebabkan kurangnya perencanaan yang baik sejak awal, meninggalkan banyak masalah yang sulit untuk diperbaiki. Pernyataan ini didukung oleh pegawai lain. R, yang mencatat bahwa proses pengelolaan pasar kurang terstruktur dan tidak Pendapat dari pedagang seperti C. P dan E. K juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap penataan pasar yang kurang teratur dan kurangnya koordinasi dalam pemindahan dan pengelompokan lapak. Selain itu, pembeli seperti N. M menyampaikan ketidaknyamanan mereka dalam berbelanja akibat dari ketidakteraturan dan kebingungan dalam mencari tempat berjualan. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pembinaan, penataan Pasar Karombasan Manado masih jauh dari ideal, dengan tantangan utama dalam keberlanjutan penataan dan kurangnya penerapan teknologi yang memadai seperti CCTV atau platform online untuk memonitor dan mengatur kegiatan di pasar. Di Pasar Karombasan Manado, kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam proses penataan yang dijalankan oleh Dinas Perdagangan. Menurut informasi dari Kepala Bidang Perdagangan. , tanggung jawab langsung dalam penataan pasar diberikan kepada Kepala Pasar dan stafnya, meskipun masih ada kendala dengan banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pedagang di tempat mereka berjualan. Meskipun demikian, penggunaan teknologi di pasar ini masih terbatas pada penggunaan komputer untuk administrasi umum. Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. tanpa adanya teknologi modern seperti CCTV atau situs web yang dapat mendukung manajemen kebersihan dan penataan secara lebih efektif. Dalam konteks kondisi sosial ekonomi di Pasar Karombasan Manado, penelitian menyoroti pengaruh lingkungan luar, khususnya dari masyarakat yang berbelanja di pasar, terhadap proses penataan dan pembinaan. Menurut Kepala Pasar. , respons dan kepuasan pembeli sangat mempengaruhi keberlangsungan pasar, yang juga disetujui oleh pedagang seperti C. , yang menekankan bahwa pasar sangat tergantung pada kebutuhan dan preferensi konsumen. Selain itu, pemerintah juga memiliki peran penting dalam pengelolaan pasar, seperti yang disampaikan oleh pedagang lainnya seperti C. dan R. , yang mengakui bahwa keberadaan pasar dan peningkatan infrastrukturnya tidak lepas dari dukungan dan regulasi pemerintah. Implementasi kebijakan pembinaan pasar tradisional di Pasar Karombasan Manado menghadapi tantangan dalam pengawasan perdagangan yang dilakukan oleh pemerintah. Kepala Pasar. , menyampaikan bahwa meskipun telah ada upaya untuk menata tempat penjualan seperti bagi pedagang ikan dan pakaian bekas, namun masih terdapat kendala dalam mengelompokkan jenis-jenis jualan secara efektif. Ada juga pedagang yang tidak patuh terhadap surat hak penempatan, menjual di tempat yang tidak ditentukan, yang menunjukkan kelemahan dalam penegakan aturan oleh petugas yang kurang tegas. Meskipun telah dilakukan sosialisasi, banyak pedagang yang tidak serius mengikuti, seperti yang diakui oleh petugas pasar lainnya, , yang menyatakan bahwa penertiban hanya dilakukan secara sporadis dan tanpa sanksi yang jelas terhadap pelanggaran. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah menjalankan tugasnya, namun masih menghadapi tantangan besar dalam menata pasar karena ketidakpatuhan pedagang dan kebiasaan lama mereka dalam berjualan. Dari hasil penelitian mengenai implementasi kebijakan pembinaan pasar tradisional di Pasar Karombasan Manado, terungkap bahwa pemerintah telah melakukan upaya untuk menata pasar tersebut namun masih menghadapi berbagai kendala. Kepala Pasar. , mengakui adanya perubahan yang telah dilakukannya seperti penataan tempat untuk penjual ikan dan pakaian bekas, meskipun mengelompokkan jenis-jenis jualan masih sulit dilakukan. Kendati telah dikeluarkan surat hak penempatan, banyak pedagang yang tidak mematuhi aturan dengan menjual di tempat yang tidak sesuai. Hal ini menunjukkan kelemahan dalam pengawasan oleh petugas yang kurang tegas, serta keterbatasan pemerintah dalam menangani pedagang dengan kondisi ekonomi lemah. Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kepatuhan pedagang terhadap aturan, namun respons dari pedagang terhadap sosialisasi tersebut kurang Petugas pasar, seperti C. , mengakui bahwa penertiban hanya dilakukan jika diperintahkan, namun jarang diikuti dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah bertindak sesuai tanggung jawabnya, namun masih terdapat ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan kebijakan yang dihadapi baik dari pemerintah maupun pedagang. Selanjutnya, mengenai kebijakan praktek manajemen, data menunjukkan bahwa belum ada regulasi atau kebijakan yang mengatur secara khusus mengenai penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado. Pemerintah hanya mengikuti perintah dari atasan tanpa adanya landasan hukum yang jelas, meskipun Dinas Perdagangan telah mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (Perd. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan pasar tradisional semakin memburuk karena kurangnya panduan yang mengatur tindakan pemerintah dalam mengelola pasar, serta kurangnya kerjasama antara pemerintah dan pedagang dalam menerapkan aturan yang telah Secara keseluruhan, implementasi kebijakan pembinaan pasar tradisional di Pasar Karombasan Manado masih menunjukkan banyak hambatan. Meskipun pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan tata kelola pasar, namun kendala dalam Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. pengawasan dan regulasi yang tidak memadai menjadi penghambat utama dalam mencapai tujuan penataan pasar yang baik dan berkelanjutan. 1 Tabel dan Gambar Tabel 1. Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Pembinaan Penataan Pasar Karombasan di Kota Manado No. Indikator Pertanyaan Hasil Temuan Bagimana proses penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado Dari hasil temuan dapat dilihat bahwa proses akan jalannya penataan di Pasar Karombasan Manado belum berjalan dengan baik. Tabel 2. Kebersihan dan Persampahan Indikator Pertanyaan Bagimana kebersihan dan persampahan atau siapa yang beranggung jawab menjalankan proses penataan dan pembinaan di Pasar Karombasan Manado? Apakah pemerintah menggunakan/memanfaatkan teknologi seperti apa untuk mempermudah akan proses penataan dan pembinaan? Hasil Temuan Dari hasil temuan yang bertanggung jawab atau Struktur Organisasi yang seperti apa didalam penataan Pasar Karombasan Manado adalah Dinas Perdagangan dalam hal ini diberikan kepada Kepala Pasar sesuai dengan Nota Dinas Dari hasil temuan Pasar Karombasan Manado memang sudah menggunakan teknologi namun hanya sebatas teknologi pada umumnya yaitu computer belum menggunakan teknologi lain yang menunjang akan jalannya proses penataan dan pembinaan. Tabel 3. Kondisi Sosial Ekonomi Indikator Pertanyaan Apakah berpengaruh dalam proses penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado? Apakah berpengaruh dalam proses penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado? Hasil Temuan Dari hasil temuan pengaruh lingkungan luar Pasar Karombasan Manado sangat besar, karena mereka yang menentukan akan bertahan atau tidak keberadaan dari Pasar Karombasan Manado Dari hasil temuan dapat dilihat pemerintah pun mempunyai peran penting atau berpengaruh dari lingkungan dalam terhadap jalannya proses penataan dan pembinaan Tabel 4. Pembinaan Pengawasan Perdagangan No. Indikator Pertanyaan Bagimana kinerja mereka yang telah Pasar Karombasan Manado? Hasil Temuan Dari hasil temuan dapat dilihat bahwa pemerintah sudah melakukan tugas mereka masing-masing namun masih belum berjalan dengan maksimal. Walaupun mereka yang memegang tanggung jawab yang besar dalam jalannya penataan di Pasar Karombasan Manado namun mereka pun tidak dapat berbaut banyak karena dari para pedagang tidak mengikuti aturan yang telah di buat dan di sepakati bersama. Edwin Jacobis et. al (Implementasi Kebijakan PemerintahA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2024. Page: 1103-1110 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Tabel 5. Kebijakan Praktek Manajemen No. Indikator Pertanyaan Hasil Temuan Apa regulasi atau kebijakan yang di pakai pemerintah sebagai acuan mereka dalam melaksanakan penataan dan pembinaan? Dari hasil temuan dapat di jelaskan bahwa sampai saat ini belum ada regulasi atau kebijakan yang mengatur akan jalannya penataan dan pembinaan Pasar Karombasan Manado, jadi untuk acuan mereka untuk bertindak adalah sesuai dengan pemerintah atasan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, implementasi kebijakan penataan dan pembinaan Pasar Karombasan di Manado menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan proses tersebut tidak berjalan secara optimal. Salah satu kendala utamanya adalah kurangnya penempatan pedagang sesuai dengan aturan yang berlaku sejak perencanaan awal. Pemerintah juga dinilai kurang tegas dalam menangani masalah lapak yang tidak tertata dengan baik serta minimnya kepatuhan pedagang terhadap aturan yang ditetapkan, yang juga disebabkan oleh rendahnya partisipasi pedagang dalam proses penataan dan kebersihan Pasar Karombasan di Manado. Selain itu, ketidakadanya regulasi daerah yang mengatur pasar tradisional, khususnya di Kota Manado, semakin mempersulit pemerintah dalam mengambil keputusan dan mengelola pasar dengan efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sejumlah saran dapat diajukan. Pertama, diperlukan perencanaan yang lebih matang terkait penempatan lapak pedagang sehingga proses pelaksanaan penataan pasar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Kedua, perlu dilakukan peningkatan sosialisasi kepada pedagang untuk mendorong partisipasi aktif mereka dalam proses penataan dan menjaga kebersihan Pasar Karombasan di Manado. Ketiga, pentingnya mengeluarkan Peraturan Daerah (Perd. khusus tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional di Manado agar pemerintah memiliki acuan hukum yang jelas dalam mengatur dan mengelola pasar secara efektif. Dengan demikian, diharapkan implementasi kebijakan dapat berjalan lebih baik dan pasar tradisional dapat berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Daftar Pustaka