Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami Dengan Penggunaan Kontrsepsi Iud di Desa Balakka Tahun 2020 Ita Arbaiyah. Nurelila Sari Siregar. Rini Amalia Batubara Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan . atubararini8@gmail. com, 08227751. Abstrak Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan, upaya tersebut dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dinilai lebih efektif dalam mencegah kehamilan. Intra Uterine Device (IUD) termasuk dalam kelompok MKJP. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepai IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah kolerasi, dan menggunakan pendekatan crosecsional. Pengambilan sampel kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan total sampling yang masing-masing sebanyak 36 orang. Analisis univariat menggunakan distiburi frekuensi, dan bivariat menggunakan analisis Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan nilai Pearson Chisquare : 0,01 ada hubungan bermakna antara dukungan suami dengan alat kontrasepsi IUD Pearson Chisquare : 0,4. Diharapkan kepada suami PUS agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi iud dan mengetahui dukungan suami penting dalam pemilihan Alat Kontrasepsi Kata Kunci : Pengetahuan. Dukungan Suami. Kontrasepsi IUD Daftar Pustaka : 41 ( 2010-2. Abstract Contraception is attempts to prevent occurrence of pregnancy, the effort can be temporary, can also be permanent. To the Use of Long Term Contraception Method (MKJP) rated more effective in preventing pregnancy. Intra Uterine Device (IUD) included in the MKJP group. The Research aims to know the relationship of knowledge and husband's support with the use of the IUD contraceptive device in Balakka Village in 2020 This type of research was quantitative research. The design used was correlation, and use a crossoptional approach. The Sampling of case groups and the control group with total sampling each of which was 36 people. The Univariate analysis used a frequency distribution, and bivariate used Chi-Square analysis. Based on the results of statistical tests by chi-square show it was relationship between husband's knowledge the use of IUD contraceptives with Pearson Chisquare value: 0. 01 there was a meaningful relationship between husband's support the contraceptive IUD Pearson Chisquare: 0. The Expected to husband PUS in order to improve knowledge about IUD contraceptives and know husband's support important in the selection Contraception. Keywords : Knowledge. Husband Support. IUD Contraception Bibliography : 41 ( 2010-2. Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal PENDAHULUAN Menurut World Health Organization . meningkat di banyak bagian dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin dan terendah di SubSahara Afrika. Secara global, pengguna kontrasepsi modern seperti pil KB, suntik KB, implan/susuk. AKDR/IUD/spiral, vasektomi dan tubektomi telah meningkat tidak signifikan dari 54%. Secara regional, proporsi Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun. Penggunaan metode kontrasepsi modern telah meningkat minimal 6 tahun terakhir. Afrika dari 23,6% menjadi 27,6%, di Asia telah meningkat dari 60,9% menjadi 61,6%, sedangkan Amerika latin dan Karibia naik 66,7% 67,0%. Diperkirakan 225 juta perempuan di negaranegara berkembang ingin menunda atau menggunakan metode kontrasepsi apapun dengan alasan sebagai berikut: terbatas pilihan metode kontrasepsi dan pengalaman efek Kebutuhan yang belum terpenuhi untuk kontrasepsi juga masih terlalu tinggi. Ketidakadilan pertumbuhan populasi (WHO, 2. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah, salah satunya yaitu dibidang kependudukan. Badan Perencanaan Pembangunan . mendapatkan jumlah penduduk Indonesia yaitu sebanyak 265 juta jiwa dengan rincian 133,17 juta jiwa adalah penduduk berjenis kelamin 2 laki-laki dan 131,88 juta jiwa adalah penduduk perempuan. Angka tersebut Angka tersebut merupakan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dengan bimbingan Badan Pusat Statistik menggunakan metode geometrik (BPS 2. Dari data profil kesehatan 2018, memperlihatkan masih rendahnya pengunaan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjan. di karenakan pengetahuan masyarakat yang masih rendah tentang kelebihan metode MKJP dan keterbatasan jumlah tenaga terlatih serta sarana yang ada, dari keseluruhan jumlah peserta KB Modern, hanya 17,8% diantaranya dari keseluruhan jumlah peserta KB Modern, hanya 17,8% diantaraya yang menggunakan KB MKJP, lainnya penggunaan non MKJP. Cakupan peserta KB aktif metode kontrasepsi modern Tahun 2018. Pil . ,24%). Suntik ,7%), Implan ,2%), Kondom ,24%),MOP . ,5%). MOU . ,76%). IUD ,35%). Data yang di peroleh dari UPTD Puskesmas Batugana akseptor KB IUD masih sangat rendah hasil cakupan 2019 7% sedangkan target cakupan di Tahun 2019 23,5%. Dari Data tersebut menunjukkan masih banyak PUS yang belum berminat memakai Metode Alat Kontrasepsi Jangka Panjang. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, karena apabila tidak ditanggulangi secara serius penurunan jumlah peserta KB ini akhirnya akan meningkatkan jumlah kelahiran yang berdampak pertumbuhan penduduk semakin Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurang nya dukungan suami (Subekti 2. Menurut Subekti . menyatakan tidak adanya dukungan dari suami seringkali membuat istri tidak berhak memutuskan Dukungan suami merupakan keterlibatan suami dalam bentuk memberi dukungan kepada wanita menjalani tugas reproduksinya. Termasuk dalam keterlibatan suami dalam perhatian, pengertian, masukan dan empati, mendampingi dan membantu pemeliharaan kesehatan, menciptakan suasana yang nyaman, menunjukkan sikap diri dan perilaku yang positif, misalnya kemauan menunda kehamilan dengan melakukan metode kontrasepsi yang Berdasarkan penelitian Laurena . , hubungan suami dalam peran penggunaan alat kontrasepsi IUD pada pasangan usia subu. , menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh umur, pendidikan, sumber informasi, pengetahuan, peran motivator, peran educator dan peran Menurut Notoatmodjo . bahwa perilaku ibu dalam menggunakan alat predisposisi yakni umur, status perkawinan. Selain itu, faktor pemungkin Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal diantaranya sumber daya keluarga, masyarakat dan faktor pendorong yakni faktor partipasi dan dukungan suami. Dukungan suami sangat dibutuhkan bagi wanita usia subur terutama tentang alat kontrasepsi IUD dukungan dan pemahaman yang baik tentangkontrasepsi IUD bagi pasangan usia subur sangat dibutuhkan sehingga PUS memiliki alternative memakai alat kontrasepsi. Kontrasepsi tidak dapat dipakai istri tanpa adanya kerjasama suami dan saling percaya (Hartanto, 2. Data yang di peroleh dari UPTD Puskesmas Batugana akseptor KB IUD masih sangat rendah hasil cakupan 2019 7% sedangkan target cakupan di Tahun 2019 23,5%. Dari Data tersebut menunjukkan masih banyak PUS yang belum berminat memakai Metode Alat Kontrasepsi Jangka Panjang. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, karena apabila tidak ditanggulangi secara serius penurunan jumlah peserta KB ini akhirnya akan meningkatkan jumlah kelahiran yang berdampak pertumbuhan penduduk semakin Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurang nya dukungan suami (Subekti 2. Berdasarkan data yang di peroleh melalui wawancara PUS sebagai akseptor kontrasepsi IUD dan Implan, masing-masing berjumlah 5 orang. Dari 3 pertanyaan yang diberikan kepada suami dan istrinya sebagai akseptor pengguna IUD ada 33% yang menjawab dengan benar, dan 67% menjawab dengan jawaban yang salah. Sedangkan suami dan istrinya sebagai aseptor pengguna implan menjawab dengan benar 53% dan 47% menjawab dengan jawaban yang salah. Selain itu sebanyak 60% mengatakan bahwa saat istri ingin menggunakan kontrasepsi, suami jarang pernah terlibat, serta menganggap bahwa penggunaan alat kontrasepsi bukan tanggung jawab suami dan suami juga tidak menganjurkan kontrasepsi apa yang sekarang digunakan oleh istri. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap petugas KB di UPTD Puskesmas Batugana, dari hasil wawancara yang dilakukan ada beberapa wanita yang ingin menggunakan KB IUD yang datang ke puskesmas tetapi tidak distujui atau didukung dibutuhkan dan diperlukan dalam pemakaian IUD karena sebelum pemakaian IUD harus ada bukti tertulis/ persetujuan tindakan medis . nformed consen. dari pasangan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD di Desa Batugana Tahun 2020. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi, yaitu untuk mengembangkan hubungan antar variabel dan menjelaskan hubungan yang di Peneliti menggunakan pendekatan Crossecsional, artinya semua variabel yang termasuk efek akan diteliti dan kumpulkan pada waktu yang bersamaan yaitu hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD Desa Balakka Tahun 2020 (Notoatmodjo,2. Populasi dalam penelitian ini Suami PUS di Desa Balakka Tahun 2020 berjumlah 36 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Tentang Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Desa Balakka Tahun 2020 Karakteristik Responden Umur 21-25 tahun 26-30 tahun 31-49 tahun Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Petani Wiraswasta Pegawai 5,5 % 38,9 % 38,9 % 38,9 % 55,5 % 5,5 % 61,1% 19,4 % 19,4 % Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal Swasta Total Dari tabel 4. 1 menurut usia diperoleh paling banyak umur 31-49 tahun sebanyak 20 responden . ,5%) dan paling sedikit umur 21 Ae 25 tahun sebanyak 2 orang . ,6%. Berdasarkan pendidikan terakhir SMP 42 sebanyak14orang . ,9%), penidikan terakhir SMA sebanyak 20responden . %, dan perguruan tinggi sebanyak 2 responden . ,5%). Menurut pekerjaan diperoleh paling banyak pekerjaan petani sebanyak 20 responden . ,5%) pekerjaan wiraswasta sebanyak 7 . ,4%) dan pegawai swasta sebanyak 7 responden . ,4%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kategori Pengetahuan Responden tentang Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020. Kategori Kurang Baik Total 19,4 % Berdasarkan table 2 diketahui bahwa paling banyak kategori pengetahuan respoden adalah pengetahuan kurang sebanyak responden . paling sedikit pengetahuan baik sebanyak 7 responden . ,4%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kategori Dukungan Responden tentang Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun Kategori Tidak Mendukung Total 22,2 % Berdasarkan tabel 4. 3 diketahui bahwa Kontrasepsi IUD sebanyak paling banyak mendukung sebanyak 28 responden . ,8%) dan paling sedikit suami tidak mendukung sebanyak 8 responden . ,2%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi tentang Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Kategori Tidak Menggunakan Total 52,8 % Berdasarkan table 4 diketahui bahwa paling banyak responden tidak menggunakan IUD yakni sebanyak 19 responden . ,8%) paling sedikit menggunakan IUD sebanyak 17 responden . ,2%). Tabel 5. Analisa Bivariat tentang Hubungan Pengetahuan Suami dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun Penggunaan Kontrasepsi Penget Kurang Baik Total Pvalue Tidak Menggunak Menggunak Total 0,05 Dari hasil penelitian terhadap 36 responden dapat diketahui responden yang memiliki pengetahuan kurang yang tidak menggunakan IUD sebanyak 4 orang dan yang IUD orang,pengetahuan kurang yang menggunakan IUD sebanyak 13 orang dan pengetahuan baik tidak menggunakan menggunakan IUD sebanyak 1 orang dan yang memiliki pengetahuan baik yang menggunakan IUD Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal sebanyak 6 orang. Berdasarkan analisa Chisquaremenunjukkan bahwa nilai p=0,005 . <0,. , artinya ada hubungan pengetahuan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Tabel 6. Analisa Bivariat tentang Hubungan Dukungan Suami dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun Penggunaan Kontrasepsi Penget Mendu Tidak Mendu Total Pvalue Tidak Menggunak Menggunak Total 0,05 Dari hasil penelitian terhadap 36 responden dapat diketahui responden yang suaminya mendukung tidak menggunakan IUD sebanyak 16 orang dan yang mendukung menggunakan IUD sebanyak 12 orang dan yang tidak mendukung tidak menggunakan IUD sebanyak 1 orang dan yang tidak mendukung menggunakan IUD sebanyak 8 orang. Berdasarkan analisa Chisquaremenunjukkan bahwa nilai p=0,02 . <0,. , artinya ada hubungan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Penelitian ini berdasarkan karakteristik responden mencakup umur, pendidikan terakhir dan pekerjaan responden. Hasil penelitian menurut usia diperoleh mayoritas umur 31-49 tahun sebanyak 20 responden . ,6%) dan minoritas umur 21 Ae 25 tahun sebanyak 2 orang . ,7%. )Pasangan usia subur berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan . aki-laki dan perempua. sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ dengan baik. Ini dibedakan dengan perempuan usia subur yang berstatus janda atau cerai. Pada masa ini pasangan usia subur harus dapat reprduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga berencana sehingga jumlah dan diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas (Manuaba, 2. Menurut terakhir SMA sebanyak 22 orang . % dan minoritas pendidikan terakhir Perguruan Tinggi sebanyak 14 tahun . Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan Dengan adanya pendidikan setiap responden memudahkan peneliti Menurut pekerjaan mayoritas pekerjaan pegawai swasta sebanyak 16 responden . ,4%) dan minoritas pekerjaan PNS dan wiraswasta masingAemasing . ,8%). Banyaknya pekerjaan responden wiraswata sesuai dengan pendidikan responden dimanapendidikan paling banyak responden pendidikan terakhir SMA sebanyak 22 orang . % . Lulusan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal SMA membuat para responden Adapun jenis pekerjaan wiraswasta yang dimiliki responden antara lain membuka warung sayuran, jajanan, membuka warung kopi, bengkel dan warung makanan Pengetahuan tentang Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa paling banyak adalah pengetahuan kurang sebanyak 29 responden . 6%) dan paling sedikit pengetahuan baik sebanyak 7 responden . ,4%). Menurut peneliti responden memiliki pengetahuan kurang disebabkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti Pukesmas sehingga informasi mengenai IUD tidak diketahui responden selain itu responden memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 22 orang . Hal pernyataan Notoatmodjo . dimana pengetahuan dapat diperoleh dalam berbagai cara, seperti melalui pendidikan formal, pelatihan, belajar mandiri serta informasi edukatif lainnya yang terbaca, terlihat dan terdengar melalui beragam media. Karena itu pengetahuan seseorang terhadap sesuatu tidak selalu pendidikannya saja. Adapun factorfaktor adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia. Menurut Zulfajri . pengetahuan sebenarnya merupakan berperilaku benar atau salah dalam memilih alat kontrasepsi. Dengan pengetahuan yang cukup sesorang mempunyai sikap yang positif terhadap suatu hal dan akan menentukan tindakan yang perlu dilakukan termasuk upaya dalam menggunakan kontrasespi. Dukungan Suami Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Dukungan IUD mayoritas mendukung sebanyak 28 responden . ,8%) dan minoritas suami tidak mendukung sebanyak 8 responden . ,2%) Banyaknya suami yang mendukung menggunakan kontrasepsi IUD menurut peneliti IUD kontrasepsi IUD keuntungan paling utama dapat digunakan dalam waktu efektif dalam menunda kehamilan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Susanto, 2. mengatakan bahwa dalam pengambilan keputusan IUD, dukungan suami meliputi upaya Semakin baik dukungan yang Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal diberikan oleh suami maka dalam dengan keinginan suami dan istri, sebaliknya jika dukungan suami IUD. (Susanto, 2. Menurut Koman mengatakan bahwa dukungan suami merupakan pemimpin dan pelindung istri, maka kewajiban suami terhadap mengarahkan serta mengartikan istrinya kepada kebenaran, kemudian memberinya nafkah lahir batin, dengan baik. Maka untuk hal mendidik istri dalam pengambilan keputusan dan juga berkomunikasi untuk mendiskusikan kebijakan Sering terjadi dengan tidak adanya diskusi yang baik atau komunikasi yang baik sehingga dapat Peran tenaga medis untuk lebih efektif dalam hal dukungan suami yaitu dibentuknya kelas ayah sangat membantu dalam hal menambah pengetahuan dari suami tersebut, sehingga bisa pengambilan keputusan. Suami tanggung jawab yang penuh dalam keluarga dan suami mempunyai peranan penting ketika suami sangat dituntut bukan hanya sebagai pencari nafkah akan tetapi suami sebagai motivator dalam berbagai kebijakan yang akan diputuskan termasuk merencanakan keluarga berencana. Hal ini tidak terlepas dari komunikasi atau diskusi antara kedua belah pihak . uami dan istr. terlebih Oleh karena itu dengan tidak adanya diskusi antara suami dan istri dapat menjadi hambatan terhadap Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Dari hasil penelitian diketahui bahwa paling banyak responden tidak menggunakan IUD yakni sebanyak 19 responden . ,8%) dan paling sedikit menggunakan IUD sebanyak 17 responden . ,2%) Menurut responden yang tidak menggunakan IUD disebabkan karena responden tidak mengetahui banyaknya manfaat IUD dibanding kontrasepsi lain selain itu berhubungan dengan pengetahuan kurang sebanyak 29 responden . 6%) dan paling sedikit pengetahuan baik sebanyak 7 responden . ,4%) selain itu dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa alasan responden menggunakan kontrasepsi adalah karena diterima oleh pasangan sebanyak 20 reponden . ,6%). Menurut Fiantra . sebagai alat kontrasepsi. IUD sangatlah Angka mencapai 99,2 - 99,6% dalam tahun Berbeda dengan metode kontrasepsi hormonal. IUD dapat segera mencegah kehamilan begitu Juga, pengguna alat KB ini tidak perlu lagi mengingat-ingat untuk mengkonsumsi obat setiap hari . ada penggunaan pil KB) atau repot-repot datang ke klinik sesuai jadwal . ntuk penggunaan suntik KB). Beberapa kontrasepsi antara lain faktor predisposisi . engetahuan, sikap, dan unsur-unsur lain yang ada didalam Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal individ. , faktor pendukung yaitu tersedianya sarana kesehatan dan faktor penguat seperti informasi oleh petugas lapangan KB dan dukungan Pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan ibu tentang penggunaan kontrasepsi terutama Pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan semakin baik pengetahuan seseorang tentang kontrasepsi semakin rasional dalam menggunakan alat kontrasepsi. Hubungan Pengetahuan Suami Dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Dari hasil analisa statistik menggunakan SPSS dengan Uji Chi square diperoleh nilai p value adalah 0,01 apabila < 0,05 maka Ha diterima yang artinya ada hubungan terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Hal ini sesuai dengan teori Mubarok . yang menyatakan salah satu faktor yang mempengaruhi Makin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya makin banyak pula Sebaliknya menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap penerimaan, informasi dan nilai-nilai yang baru Hasil penelitian Rosmadewi . didapatkan hasil analisis diperoleh bahwa dari 36 responden yang memiliki pengetahuankurang, 21 responden . ,3%), pengetahuan pengetahuan cukup , 8 responden ( 22,2% ) dan rensponden memiliki pengetahuan baik, 7 . ,4%). Hasil Mahmudah, . , menunjukkan bahwa dari 36 responden memiliki pengetahuan kurang terdapat 21 responden memilih tidak menggunakan MKJP . ,3%) dan responden memilih menggunakan sebanyak 7 responden . ,4%). Hasil penelitian Ovita . , yang meneliti tentang hubungan eksternal akseptor KB dengan pemakaian alat kontrasepsi Intra Uterine Device di Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyu manik. Faktor internal dan eksternal akseptor KB yang mempunyai hubungan dengan pemakaian alat kontrasepsi adalah pengetahuan dan dukungan suami. Dukungan suami dalam KB merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab para pria. Suami yang merupakan kepala keluarga harus bijak dalam keluarganya termasuk istrinya untuk memilih kontrasepsi yang akan Berdasarkan keterangan diatas peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan suami yang baik akan memudahkan suami mengambil keputusan yang terbaik untuk pasangannya uatamanya tentang kontrasepsi yang akan digunakan istri sehingga kehidupan rumah tangga menjadi bahagia. HubunganDukungan Suami Dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Desa Balakka Tahun 2020 Dari hasil analisa statistik menggunakan SPSS dengan Uji Chi square diperoleh nilai p value adalah 0,04 apabila < 0,05 maka Ha Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Hal ini sejalan dengan BKKBN . dimana istri lebih tenang menjadi peserta KB apabila suami mendukung istri, tanpa dukungan istri akan merasa sendirian menghadapi masalah kesehatan Pemilihan kontrasepsi yang sesuai dengan pilihan pasanagan suami istri pemakaiannya akan lebih Oleh pengetahuan dan dukungan suami dalam pemilihan kontrasepsi IUD berperan pentingdalam kesehatan reproduksi keluarganya. Seringkali kepuasan dan metode kontrasepsi selalu dipengaruhi suami. Dukungan yang diberikan suami memantapkan pilihan istri dalam menggunakan kontrasepsi IUD. Peneilitan ini juga sejalan dengan pendapat Dagun . dalam Nurcahyanti . , suami adalah seorang yang pertama dan utama dalam memberi dorongan kepada istri sebelum pihak lain memberikan dorongan dan perhatian seorang suami terhadap istri yang KB. Dalam melaksanakan Keluarga Berencana, dukungan suami sangat diperlukan. Seperti Indonesia keputusan suami dalam mengizinkan istri adalah pedoman menggunakan alat kontrasepsi. Bila suami tidak mengizinkan atau mendukung, hanya sedikit istri yang berani untuk tetap memasang alat kontrasepsi tersebut. Dukungan menggunakan atau dipengaruhi oleh faktor sosial budaya. Suami, teman sebaya dan orang tua semua bisa mempengaruhi pilihan kontrasepsi perempuan bahwa pengaruh ini berbeda dengan paritas perempuan. Jika seorang wanita percaya bahwa suaminya mendukung kontrasepsi, kemungkinan dia menggunakan sebaliknya, ketika seorang wanita merasa gugup tentang berkomunikasi dengan suaminya tentang kontrasepsi atau suaminya membuat pilihan menggunakan metode kontrasepsi menurun (Padila, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengetahuan pengetahuan kurang sebanyak 29 ,6%) dan minoritas pengetahuan baik sebanyak7 responden ,4%) Dukungan suami tentang penggunaan Kontrasepsi IUD mayoritas tidak mendukung sebanyak 28 responden ,8%) mendukung sebanyak 8 responden . ,2%). Hasil analisa Chi-square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 . <0,. , artinya hubungan antara pengetahuan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD Hasil analisa Chi-square menunjukkan bahwa nilai p=0,02 . <0,. , artinya ada hubungan antara dukungan suami IUD Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wacana kepustakaan mengenai alat kontrasepsi dalam rahim atau Intra Uterine Device, serta faktor apa saja yang dapat Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal penggunaan IUD, dapat memberikan sumbangan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam memilih penggunaan IUD. Dapat mengenai gambaran pengetahuan akseptor tentang pemasangan IUD dan dapat dijadikan pedoman dalam menentukan dan mengambil suatu kebijakan, dan diharapkan puskesmas dapat memberikan penyuluhan jika terdapat efek samping yang berat pada akseptor pasca pemasangan IUD. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi dan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai penggunaan metode kontrasepsi IUD dengan permintaan KB. Rosmadewi . penggunaan kontrasepsi telah meningkat mengetahui tingkat pengetahuan informasi Subekti . Hubungan Tingkat Pengetahuan Akseptor KB tentang Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) dengan Dukungan Suami dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi AKDR di Desa Puguh Kecamatan Pegadon Kabupaten Kendal. Jurnal. Kendal: Akademi Kebidanan UNISKA Susanto. FaktorAefaktor metode kontrasepsi jangka panjang. World Health Organization (WHO ). Family Planning. Tersedia :http//. int>family_planning. REFERENSI