ISLAMICA : Journal Of Islamic Education Research E-ISSN: 3090-773X Editorial Address: Jl. Rawa Sakti. Tibang Syiah Kuala. Banda Aceh Received: 01-08-2. Accepted: 03-09-2. Published: 27-12-2025 PENGEMBANGAN EAcMODUL BAHASA ARAB BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Ana Sofia. Almaul Husna. Siti Rahmah Univesitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Email: ana. sofia@ar-raniry. ABSTRACT The development of digital technology has driven the need for innovative teaching materials that are adaptive, interactive, and learner-centred. This study aims to develop an Arabic emodule based on the Merdeka Curriculum that meets the criteria of being valid, practical, and effective in supporting the learning process. This study uses the Research and Development method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects involved subject matter experts, media experts. Arabic teachers, and secondary school students. Data were collected through validation sheets, practicality questionnaires, and learning outcome tests. The validation results showed that the e-module was of excellent quality in terms of content, language, and media display. The practicality test showed that the e-module was easy to use, interesting, and helped students learn In addition, the effectiveness test results showed an increase in student learning outcomes after using the e-module. Based on these results, it can be concluded that the Arabic e-module based on the Merdeka Curriculum is suitable for use as digital teaching material and can be an innovative alternative to improve the quality of Arabic language learning. Keywords: e-module. Arabic. Merdeka Curriculum, teaching material development. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya inovasi bahan ajar yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan eAcmodul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, guru Bahasa Arab, serta peserta didik tingkat menengah. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan bahwa eAcmodul memiliki kualitas sangat baik dari segi isi, kebahasaan, dan tampilan media. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa eAcmodul mudah digunakan, menarik, dan membantu peserta didik belajar secara mandiri. Selain itu, hasil uji keefektifan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan eAcmodul. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa eAcmodul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka layak digunakan sebagai bahan ajar digital dan dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab. Kata kunci: eAcmodul. Bahasa Arab. Kurikulum Merdeka, pengembangan bahan ajar. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E- Modul PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam sistem pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan sekolah berbasis keagamaan. Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana utama untuk memahami sumber-sumber ajaran Islam, seperti AlQurAoan. Hadis, dan literatur keislaman klasik maupun kontemporer. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam membentuk kompetensi linguistik sekaligus pemahaman keagamaan peserta didik. Namun demikian, dalam praktik pembelajaran di lapangan. Bahasa Arab sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit, membosankan, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik(Bukhori & Sulton, 2. Berbagai permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Arab masih sering dijumpai, antara lain rendahnya motivasi belajar peserta didik, keterbatasan bahan ajar yang menarik, serta dominannya metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Pembelajaran cenderung menekankan aspek hafalan kosakata dan kaidah tata bahasa tanpa diimbangi dengan penerapan dalam konteks komunikasi yang bermakna. Kondisi ini menyebabkan peserta didik kesulitan mengembangkan keterampilan berbahasa Arab secara utuh, baik dalam menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis. Akibatnya, tujuan pembelajaran Bahasa Arab sebagai sarana komunikasi dan pemahaman teks tidak tercapai secara optimal. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital membuka peluang besar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan Bahan ajar digital, seperti e-modul, menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk mendukung pembelajaran modern. E-modul memungkinkan penyajian materi yang terstruktur, dilengkapi dengan multimedia, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Dengan karakteristik tersebut, e-modul berpotensi meningkatkan minat, kemandirian, dan efektivitas belajar peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Arab. (Sanjaya & Hidayat, 2. Implementasi Kurikulum Merdeka semakin memperkuat urgensi pengembangan bahan ajar digital yang adaptif dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis kompetensi, fleksibilitas dalam perencanaan pembelajaran, serta penguatan karakter peserta didik melalui profil pelajar Pancasila. Guru diberikan keleluasaan untuk memilih dan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik. Dalam konteks ini, bahan ajar tidak lagi dipahami sebagai perangkat yang bersifat kaku, melainkan sebagai sarana pembelajaran yang dinamis dan kontekstual. Kurikulum Merdeka juga menekankan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, yaitu pembelajaran yang memperhatikan perbedaan kemampuan, gaya belajar, dan kecepatan belajar peserta didik. Pendekatan ini menuntut tersedianya bahan ajar yang fleksibel dan memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri sesuai dengan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E Modu E-modul sebagai bahan ajar digital memiliki karakteristik yang sejalan dengan prinsip tersebut, karena dapat dirancang dengan variasi materi, aktivitas, dan evaluasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, e-modul menjadi salah satu bentuk bahan ajar yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka(Rizqiyah & Meishanti, 2. Dalam pembelajaran Bahasa Arab, pengembangan e-modul berbasis Kurikulum Merdeka menjadi sangat penting mengingat kebutuhan akan bahan ajar yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga keterampilan berbahasa dan sikap belajar. Emodul Bahasa Arab dapat dirancang untuk mengintegrasikan keempat keterampilan berbahasa secara seimbang, serta menyajikan materi dalam konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui pemanfaatan media audio, visual, dan latihan interaktif, e-modul dapat membantu peserta didik memahami pelafalan, struktur bahasa, dan penggunaan kosakata secara lebih efektif. Selain itu, e-modul Bahasa Arab juga berpotensi mendukung pembelajaran mandiri dan pembelajaran berbasis teknologi yang menjadi tuntutan pembelajaran abad Peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki literasi digital dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Dengan menggunakan emodul, peserta didik terbiasa mengelola proses belajarnya sendiri, mengakses sumber belajar secara mandiri, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk menghasilkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cakap, dan adaptif terhadap perkembangan zaman(Prasiska, 2. Meskipun demikian, pengembangan e-modul Bahasa Arab perlu dilakukan secara sistematis dan berbasis kurikulum agar benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan E-modul yang dikembangkan harus memperhatikan kesesuaian dengan capaian pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta prinsip-prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Tanpa perencanaan dan pengembangan yang matang, emodul berpotensi hanya menjadi media digital semata tanpa memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, pengembangan e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak dan relevan. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan e-modul Bahasa Arab yang dirancang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan tujuan menghasilkan bahan ajar digital yang mendukung pembelajaran mandiri, berdiferensiasi, dan berorientasi pada penguasaan Diharapkan, e-modul yang dikembangkan dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab serta mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan. (Ismail, 2. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E- Modul METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan kajian terhadap kebutuhan peserta didik, karakteristik pembelajaran Bahasa Arab, serta kesesuaian materi dengan Kurikulum Merdeka. Tahap desain difokuskan pada perancangan struktur e-modul yang mencakup tujuan pembelajaran, materi, aktivitas belajar, latihan, dan evaluasi yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran. (Triadi & Nur. Tahap pengembangan dilakukan dengan menyusun materi Bahasa Arab ke dalam bentuk e-modul digital yang dilengkapi unsur multimedia seperti teks, audio, dan latihan Produk e-modul yang dihasilkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi, kebahasaan, dan tampilan. Setelah direvisi berdasarkan masukan para ahli, e-modul diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan melibatkan guru dan peserta didik sebagai pengguna. Tahap evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan kelayakan e-modul sebagai bahan ajar digital dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka. (Setiyadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesesuaian E-Modul dengan Kurikulum Merdeka Hasil pengembangan menunjukkan bahwa e-modul Bahasa Arab yang disusun memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan prinsip, struktur, dan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berorientasi pada kompetensi, serta memperhatikan keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar. Oleh karena itu, kesesuaian e-modul dengan kurikulum ini menjadi aspek fundamental dalam menentukan relevansi dan kebermanfaatan e-modul sebagai bahan ajar(Bukhori & Sulton, 2. Kesesuaian tersebut pertama-tama terlihat dari pemetaan materi e-modul yang secara sistematis mengacu pada capaian pembelajaran (CP) Bahasa Arab. Setiap bagian dalam e-modul dirancang berdasarkan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi yang diharapkan. Materi tidak disajikan secara padat dan kaku, melainkan disusun secara bertahap dari konsep yang sederhana menuju konsep yang Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E Modu lebih kompleks. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan bertahap sesuai perkembangan peserta (Soleha, 2. Selain itu, e-modul Bahasa Arab ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi, yang merupakan salah satu karakteristik utama Kurikulum Merdeka. Dalam e-modul, disediakan variasi aktivitas pembelajaran dan latihan yang memungkinkan peserta didik memilih tingkat kesulitan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajarnya. Peserta didik yang memiliki kemampuan lebih cepat dapat melanjutkan ke materi pengayaan, sementara peserta didik yang masih memerlukan pendampingan dapat mengulang materi atau mengerjakan latihan tambahan. Dengan demikian, e-modul ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara lebih mandiri dan personal, tanpa tekanan untuk mengikuti satu pola pembelajaran yang (Mufidah, 2. Kesesuaian e-modul dengan Kurikulum Merdeka juga tercermin dari orientasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam e-modul, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam proses Aktivitas seperti latihan interaktif, refleksi pembelajaran, dan tugas berbasis konteks mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memahami makna materi, serta mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka untuk menumbuhkan kemandirian belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dari sisi substansi, e-modul Bahasa Arab ini juga dirancang agar mendukung penguatan profil pelajar Pancasila. Nilai-nilai seperti kemandirian, gotong royong, dan bernalar kritis diintegrasikan secara implisit melalui aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik belajar secara mandiri, bekerja sama dalam diskusi, serta menganalisis penggunaan Bahasa Arab dalam konteks nyata. Dengan demikian, e-modul tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan bahasa, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter sesuai dengan arah kebijakan pendidikan (MUTIAoAH, 2. Lebih lanjut, fleksibilitas e-modul sebagai bahan ajar digital juga sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi. Guru dapat menggunakan e-modul ini sebagai bahan ajar utama maupun sebagai pendukung pembelajaran di kelas. E-modul dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga memungkinkan pembelajaran berlangsung tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut pemanfaatan teknologi secara optimal. Kesesuaian e-modul dengan Kurikulum Merdeka juga terlihat dari pendekatan evaluasi pembelajaran yang digunakan. Evaluasi dalam e-modul tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar peserta didik. Latihan-latihan formatif yang disajikan bertujuan untuk membantu peserta didik memahami materi secara bertahap dan memperbaiki kesalahan belajar. Pendekatan evaluasi ini sejalan dengan Kurikulum Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E- Modul Merdeka yang menekankan asesmen sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar alat pengukuran hasil. Secara keseluruhan, kesesuaian e-modul Bahasa Arab dengan Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa e-modul ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kurikulum secara administratif, tetapi juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai filosofis Kurikulum Merdeka dalam praktik pembelajaran. E-modul ini mendukung pembelajaran yang fleksibel, diferensiatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta Dengan kesesuaian tersebut, e-modul Bahasa Arab memiliki potensi besar untuk menjadi bahan ajar yang efektif dan relevan dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan. (Mufidah, 2. Kualitas Materi dan Desain E-Modul Bahasa Arab Kualitas materi dan desain merupakan dua aspek utama yang menentukan efektivitas e-modul sebagai bahan ajar digital. Dalam pengembangan e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka, kedua aspek ini dirancang secara terpadu agar mampu mendukung proses pembelajaran yang bermakna, menarik, dan mudah diakses oleh peserta didik. Kualitas materi tidak hanya ditinjau dari kelengkapan isi, tetapi juga dari kesesuaian dengan capaian pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik, serta relevansinya dengan konteks penggunaan Bahasa Arab dalam kehidupan seharihari(Padang, 2. Dari segi materi, e-modul Bahasa Arab disusun secara sistematis dan berjenjang. Penyajian materi dimulai dari pengenalan kosakata dasar yang dekat dengan kehidupan peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan struktur kalimat sederhana dan penggunaannya dalam konteks komunikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik membangun pemahaman secara bertahap, sehingga pembelajaran tidak terasa membebani. Materi disajikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, disertai contoh-contoh kontekstual yang memudahkan peserta didik memahami makna dan fungsi bahasa yang dipelajari. Selain itu, e-modul ini menekankan pengembangan keterampilan berbahasa Arab secara terpadu, mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan diintegrasikan dalam aktivitas pembelajaran yang saling mendukung, sehingga peserta didik tidak hanya menguasai aspek teoritis bahasa, tetapi juga mampu menggunakannya secara praktis. Penekanan pada keterampilan komunikatif ini sejalan dengan kebutuhan pembelajaran Bahasa Arab modern yang tidak lagi berfokus pada hafalan semata, melainkan pada kemampuan berbahasa secara fungsional. (MUTIAoAH. Dari sisi desain, e-modul Bahasa Arab dirancang dengan tampilan yang menarik dan ramah pengguna. Desain visual memadukan teks, warna, dan ilustrasi secara proporsional agar tidak menimbulkan kejenuhan saat digunakan. Tata letak halaman Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E Modu dibuat sederhana dan konsisten, sehingga memudahkan peserta didik dalam menavigasi Penggunaan ikon, penanda, dan judul yang jelas membantu peserta didik memahami struktur e-modul dan menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Integrasi media digital menjadi salah satu keunggulan utama dalam desain e-modul Selain teks dan gambar, e-modul dilengkapi dengan elemen multimedia seperti audio pengucapan kosakata dan contoh dialog sederhana. Keberadaan media audio sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Arab, karena membantu peserta didik memahami pelafalan dan intonasi yang benar. Dengan demikian, e-modul tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai sarana latihan keterampilan menyimak dan berbicara secara mandiri. (FAUZIAH, 2. Desain e-modul juga mempertimbangkan aspek interaktivitas untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Latihan-latihan disusun dalam bentuk yang bervariasi, seperti pilihan ganda, mencocokkan kosakata, dan isian singkat. Variasi bentuk latihan ini bertujuan untuk menjaga motivasi belajar peserta didik sekaligus mengakomodasi perbedaan gaya belajar. Umpan balik yang disediakan dalam e-modul membantu peserta didik mengetahui tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Dari perspektif Kurikulum Merdeka, kualitas materi dan desain e-modul ini mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik diberi kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan ritme yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. E-modul dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital, sehingga memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Secara keseluruhan, kualitas materi dan desain e-modul Bahasa Arab yang dikembangkan menunjukkan bahwa bahan ajar digital ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kurikulum, tetapi juga untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta didik. Penyajian materi yang sistematis, desain visual yang menarik, serta integrasi media dan interaktivitas menjadikan e-modul ini sebagai alternatif bahan ajar yang efektif. Dengan kualitas tersebut, e-modul Bahasa Arab berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era Kurikulum Merdeka. (Ani, 2. Potensi E-Modul dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Arab Pengembangan e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik e-modul sebagai bahan ajar digital yang fleksibel, interaktif, dan berorientasi pada pembelajaran mandiri. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab, yang selama ini sering dipersepsikan sulit dan kurang menarik, kehadiran e-modul dapat Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E- Modul menjadi solusi inovatif untuk mengatasi berbagai kendala pembelajaran, baik dari sisi peserta didik maupun guru. (Padang, 2. Salah satu potensi utama e-modul adalah kemampuannya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pembelajaran Bahasa Arab yang hanya mengandalkan buku teks cetak dan metode ceramah cenderung membuat peserta didik pasif dan cepat merasa E-modul menawarkan pengalaman belajar yang lebih variatif melalui integrasi teks, gambar, audio, dan latihan interaktif. Penyajian materi yang menarik secara visual dan auditif dapat menumbuhkan minat belajar peserta didik, sehingga mereka lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar yang meningkat ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab. Selain meningkatkan motivasi, e-modul juga berpotensi mendorong kemandirian belajar peserta didik. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberi ruang bagi mereka untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhannya. E-modul memungkinkan peserta didik mengakses materi kapan saja dan di mana saja, tanpa bergantung sepenuhnya pada kehadiran guru di kelas. Peserta didik dapat mengulang materi yang belum dipahami, mempelajari materi pengayaan, serta mengerjakan latihan secara mandiri. Dengan demikian, e-modul mendukung terbentuknya kebiasaan belajar mandiri yang menjadi salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka. (Masfarohah, 2. Dalam pembelajaran Bahasa Arab, penguasaan keterampilan berbahasa menjadi aspek yang sangat penting. E-modul memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara melalui pemanfaatan media audio. Peserta didik dapat mendengarkan pelafalan kosakata dan contoh dialog secara berulang, sehingga membantu mereka memahami pengucapan yang benar dan meningkatkan kepekaan terhadap bunyi bahasa Arab. Fasilitas ini sulit diperoleh secara optimal apabila pembelajaran hanya mengandalkan buku teks cetak. Dengan adanya e-modul, peserta didik memiliki kesempatan lebih luas untuk berlatih keterampilan berbahasa secara mandiri dan berkesinambungan. Potensi lain dari e-modul adalah kemampuannya dalam mendukung pembelajaran Peserta didik memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda dalam mempelajari Bahasa Arab. E-modul dapat dirancang untuk menyediakan variasi materi dan latihan dengan tingkat kesulitan yang beragam, sehingga peserta didik dapat memilih sesuai dengan kemampuan masing-masing. Peserta didik yang memiliki kemampuan lebih tinggi dapat mengerjakan latihan pengayaan, sementara peserta didik yang masih mengalami kesulitan dapat fokus pada penguatan materi dasar. Dengan demikian, e-modul membantu guru mengakomodasi keberagaman peserta didik tanpa harus menerapkan satu pendekatan pembelajaran yang seragam. (Zahrah, 2. Dari sisi guru, e-modul juga memiliki potensi besar dalam mendukung profesionalisme dan inovasi pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan e-modul sebagai bahan ajar utama maupun sebagai pelengkap pembelajaran di kelas. Dengan adanya emodul, guru memiliki lebih banyak waktu untuk membimbing, memfasilitasi diskusi, dan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E Modu melakukan penguatan materi, karena sebagian proses pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta didik. Hal ini sejalan dengan peran guru dalam Kurikulum Merdeka sebagai fasilitator pembelajaran, bukan satu-satunya sumber informasi. Lebih jauh, e-modul juga berpotensi meningkatkan efektivitas evaluasi pembelajaran Bahasa Arab. E-modul dapat dilengkapi dengan latihan formatif dan umpan balik langsung yang membantu peserta didik mengetahui tingkat pemahamannya terhadap Evaluasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat penilaian akhir, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran itu sendiri. Peserta didik dapat belajar dari kesalahan yang dilakukan dan memperbaiki pemahamannya secara bertahap. Pendekatan ini mendukung prinsip asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran(Setiyono et al. , 2. Dalam konteks yang lebih luas, pemanfaatan e-modul Bahasa Arab juga sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan literasi digital. Peserta didik tidak hanya belajar Bahasa Arab, tetapi juga terbiasa menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Dengan demikian, e-modul berkontribusi tidak hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21. Secara keseluruhan, e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. E-modul mampu meningkatkan motivasi dan kemandirian belajar, mendukung penguasaan keterampilan berbahasa, mengakomodasi pembelajaran berdiferensiasi, serta membantu guru dalam mengelola pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Dengan pemanfaatan yang optimal, e-modul dapat menjadi salah satu sarana strategis dalam mewujudkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih menarik, bermakna, dan sesuai dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. (Ani, 2. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Emodul yang dikembangkan telah disusun sesuai dengan capaian pembelajaran dan karakteristik Kurikulum Merdeka, serta mendukung pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran mandiri. Dengan memanfaatkan teknologi digital, e-modul ini mampu menjadi alternatif bahan ajar yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa kualitas materi dan desain e-modul memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab. Penyajian materi yang sistematis, komunikatif, dan didukung oleh elemen multimedia menjadikan pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Ana Sofia Pengembangan E- Modul keberadaan latihan interaktif dan evaluasi formatif dalam e-modul membantu peserta didik untuk mengukur dan meningkatkan pemahaman mereka secara bertahap, sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses. Secara keseluruhan, e-modul Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk meningkatkan motivasi, kemandirian, dan keterampilan berbahasa peserta didik. Bagi guru, e-modul ini dapat menjadi sarana pendukung inovasi pembelajaran dan membantu peran guru sebagai fasilitator. Oleh karena itu, pengembangan dan pemanfaatan e-modul perlu terus didorong dan dikembangkan lebih lanjut agar dapat berkontribusi secara optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab serta mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di satuan REFERENSI