Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Hubungan Pola Makan Dan Picky Eating Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe The Relationship Between Dietary Patterns and Picky Eating and the Occurrence of Stunting in Toddlers in the Working Area of the Lhokseumawe City Community Health Center Rita Wahyuni1. Eka Sutrisna2. Husna Maulida3*. Putri Tia Novita4. Tara Agustina5 Program Studi Kebidanan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bumi Persada. Lhokseumawe Program Studi Keperawatan. Fakultas Kesehatan Teknologi dan Sains. Universitas Bumi Persada. Lhokseumawe Program Studi Administrasi RS. Fakultas Kesehatan Teknologi dan Sains. Universitas Bumi Persada. Lhokseumawe *E-mail: husnamaulida88@gmail. Received date 09-06-2025 Revised date 12-07-2025 Accepted date : 27-09-2025 Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong. Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berjumlah 224 orang. Sampel ada penelitian ini berjumlah 143 orang. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p 001 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu tidak berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa A value< maka hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0. 000 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa A value< maka hipotesis Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang berarti ada hubungan picky eating dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting. Kata Kunci: Stunting. Pola Makan. Picky Eating Abstract Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic malnutrition, especially in the First 1,000 Days of Life (HPK). Factors that influence the incidence of stunting include diet and Picky Eating. The purpose of this study was to determine the Relationship between Diet and Picky Eating with the Incidence of Stunting in Toddlers in the Working Area of AU AU the Mon Geudong Health Center. In this study, the research design used was descriptive correlation with a cross-sectional The population in this study was 224 toddlers. The sample in this study amounted to 143 Based on the results of the Chi Square correlation statistical test, the results obtained with a p value of 0. 001 and with a level of closeness of the relationship that is not related. This shows that the A value < then the hypothesis Ha1 is accepted and Ho1 is rejected, which means there is a relationship Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 178 Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh between diet and the incidence of stunting in toddlers. Based on the results of the Chi Square correlation statistical test, the results obtained with a p value of 0. 000 and with a level of closeness of the relationship that is related. This indicates that the A value < , so the hypothesis Ha2 is accepted and Ho2 is rejected, meaning there is a relationship between picky eating and the incidence of stunting in It is hoped that this can provide education regarding dietary patterns and picky eating with the incidence of stunting. Keywords: Stunting. Diet. Picky Eating PENDAHULUAN Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 000 HPK. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku (Wirawan. Faktor penyebab stunting pada balita merupakan akibat dari banyak faktor yang berpengaruh dengan Ini termasuk pola makan yang buruk, kesehatan, kebersihan, dan Energy merupakan faktor penting dalam ketersediaan zat gizi makro bagi balita. Asupan energy merupakan faktor penting dalam stunting pada anak dibawah 5 tahun (Alfiah, 2. Faktor kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Pola makan juga merupakan salah satu faktor yang Keadaan stunting anak usia sekolah terjadi karena pola makan yang kurang Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh seperti kurangnya asupan protein dan lemak yang menyebabkan tingginya prevalensi stunting . ,1%) (Ramadhani. Pemenuhan gizi makro maupun mikro seperti MP-ASI yang adekuat berperan dalam pertumbuhan linier dan sangat penting untuk menghindari risiko Selain MP-ASI, makanan yang tinggi protein, zinc, kalsium dan vitamin A juga memiliki fungsi dalam memacu Pola pertumbuhan yang terkejang dengan asupan gizi yang adekuat (Ramadhani, 2. Pola makan balita memiliki peran yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Asupan gizi yang cukup dan seimbang menjadi kunci dalam mencegah stunting. Nutrisi yang tepat, terutama dalam periode emas 1. 000 hari pertama kehidupan anak, dapat memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan optimal (Migang ,2. Picky Eating pada anak dapat terjadi karena pola asuh makan dari orang tua yang terkadang memaksakan anak untuk memakan apa yang terhadap psikologis anak yang nantinya anak menjadi berontak dan semakin sulit untuk makan (Cerdasari et al. , 2. Selain itu, sebagian besar orang tua Page | 179 Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. selalu menuruti keinginan anak untuk makan apa yang menjadi pilihannya sehingga dapat membuat Picky Eating pada anak berlangsung lama (Biswas. Picky Eating pada anak juga dapat terjadi karena adanya faktor fisiologis dimana terganggunya fungsi pencernaan pada anak yang dapat mengakibatkan berkurangnya nafsu makan sehingga anak terkadang sulit untuk makan dan menolak makanan yang dihidangkan. Hal ini jika dibiarkan anak akan mengalami risiko kekurangan gizi yang dapat menghambat pertumbuhannya sehingga mengakibatkan anak menjadi stunting (Atmaja, 2. Menurut hasil Riskesdas . , bahwa proporsi status gizi sangat pendek dan pendek dari hasil riskesdas tahun 2016 mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2016 sebesar 37,2% dan pada tahun 2018 sebesar 30,8%. Dan pemerintah juga menargetkan bahwa dalam RPJMN 2019 angka tersebut berkurang menjadi 28%. Prevalensi balita sangat pendek dan pendek pada usia 0-59 bulan di Indonesia pada tahun 2019 adalah sebesar 9,8% dan 19,8%. Keadaan ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mana prevalensi balita sangat pendek sebesar 8,5% dan balita pendek sebesar 19% 7. Menurut penelitian Chao . menyatakan bahwa anak yang Picky Eating cenderung memiliki tubuh yang pendek serta mengalami kurang gizi dibanding anak yang tidak Picky Eating. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Trisnawati et al. , . menyatakan bahwa stunting pada anak terjadi karena kurangnya asupan zat gizi kedalam tubuh sehingga peneliti sebelumnya melakukan studi pendahuluan di TKA Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Nurul Huda di Tumaritis. Kecamatan Cibungbulang. Kabupaten Bogor dengan populasi anak umur 3,5-5 tahun. Berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan 25 anak di TKA yang dibuat dengan alat Microtoise dan dapat dilihat dari Tabel Antropometri Indeks Tinggi Badan/Usia sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2020 dari 25 anak mengalami stunting. Karena pola asuh orang tua membiarkan atau menghalangi anaknya untuk makan apa yang diinginkannya hingga kebiasaan pilih pilih makanan melekat pada anak (Wahyuni. , 2. Berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan di Puskesmas Mon Geudong hasil wawancara dengan perawat dikatakan bahwa rata-rata anak dengan stunting pemilih makan sehingga anak mengalami gizi kurang hingga buruk yang disebabkan kurangnya variasi pemberian makan dari orangtua. Dari hasil survey awal peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Pola Makan dan Picky Eating Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong. METODE PENELITIAN Penelitian Ini Merupakan Penelitian Deskriptif Dengan Pendekatan Cross Sectional. Penelitian Dilakukan Puskesmas Mongeudong Kota Lhokseumawe pada bulan Juni sampai Juli tahun 2024. Populasi dalam penelitian adalah balita berjumlah 224 orang dengan tehnik pengambilan sampel dengan Accidental sampling yang berjumlah 143 responden. Instrument Dalam Penelitian Ini Menggunakan Kuesioner Yang Terdiri Dari Kuesioner Pelaksanaan Fungsi Page | 181 Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Manajemen Kepala Ruangan Dan Kuesioner Kepuasan Kerja Perawat. Analisa Data Dalam Penelitian Ini Menggunakan Uji Statistik Chi Square Dengan Bantuan Komputerisasi Menggunakan Software Spss Versi 25. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Stunting Tidak Stunting Total Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa frekuensi stunting pada balita mayoritas pada kategori stunting yaitu sebanyak 104 orang . 7%), dan pada kategori tidak stunting sebanyak 39 orang . 3%). HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti oleh peneliti pada 97 responden didapatkan : Analisa Univariat Analisa Bivariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pola Tabel 4. Distribusi Silang Hubungan Makan Balita di Puskesmas Geudong Pola Makan dengan Kejadian N Karakteristi Frekuens Persenta Stunting pada Balita Pola Stunting i . Makan Tid Teratur 2 Tidak Teratur Bai Jumlah Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat Teratur 5 43 10 bahwa frekuensi pola makan pada balita Tidak 10 0, mayoritas pada kategori tidak teratur yaitu sebanyak 100 orang . 9%), dan pada kategori teratur sebanyak 43 orang Total 10 72 39 3 14 10 1%). Berdasarkan tabulasi silang pada tabel 4. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Picky dapat dilihat bahwa balita dengan pola Eating pada Balita makan teratur yang mengalami stunting N Karakteristi Frekuens Persenta sebanyak 23 orang dan yang tidak i . stunting sebanyak 20 orang, sedangkan Picky Eating pada balita dengan pola makan tidak Tidak Picky teratur yang mengalami stunting Eating sebanyak 81 orang dan yang tidak stunting sebanyak 19 orang. Berdasarkan Jumlah hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square Berdasarkan Tabel 5. 3 dapat dilihat diperoleh hasil dengan A value= 0. bahwa frekuensi picky eating pada balita dimana memiliki hubungan yang mayoritas pada kategori picky eating maka hipotesis Ha diterima yaitu sebanyak 104 orang . 7%), dan yang berarti mempunyai hubungan pada kategori tidak picky eating antara pola makan dengan kejadian sebanyak 39 orang . 3%). stunting pada balita di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Stunting Balita Tabel 5. Distribusi Silang Hubungan N Karakteristi Frekuens Persenta Picky Eating dengan Kejadian i . Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 182 Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh (Ramdan, 2. dengan judul pengaruh Picky Eating Stunting P- pola pemberian makanan terhadap st % Tid % T % Val kejadian stunting pada balita. Hasil Stu value=0. menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang searah antara pola pemberian Picky Eating 87 83 17 16 1 10 ,3 0 0 makan terhadap kejadian stunting. Penelitian Tidak Picky 17 43 22 56 3 10 0,00 (Widyaningsih. Eating ,4 9 0 keragaman pangan, pola asuh makan dan Total 71 73 26 27 1 10 kejadian stunting pada balita usia 24-59 ,3 4 0 Hasil penelitian ini menunjukkan Berdasarkan tabulasi silang pada bahwa 41% balita usia 24-59 bulan tabel 5 dapat dilihat bahwa balita dengan mengalami stunting. Uji chi square picky eating yang mengalami stunting menunjukkan bahwa terdapat hubungan sebanyak 87 orang dan yang tidak antara panjang badan lahir, pola asuh stunting sebanyak 17 orang, sedangkan makan dan keragaman pangan dengan pada balita dengan tidak picky eating stunting p O 0,05 (Widyaningsih, 2. yang mengalami stunting sebanyak 17 Berdasarkan orang dan yang tidak stunting sebanyak Stunting 22 orang. merupakan permasalahan gizi kronis Berdasarkan hasil uji statistik yang terjadi karena asupan zat gizi yang korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil kurang dalam jangka waktu yang lama, dengan A value= 0. 000 dimana memiliki hubungan yang bermakna. pertumbuhan yang ditandai dengan hipotesis Ha diterima yang berarti tinggi badan yang tidak sesuai dengan mempunyai hubungan antara picky Pentingnya pengaturan pola eating dengan kejadian stunting pada makan yang baik untuk mencegah balita di Puskesmas Mon Geudong Kota terjadinya stunting dan menjaga asupan Lhokseumawe. pola makan selalu efektif agar gizi PEMBAHASAN meminimalkan kejadian stunting (Pujiati. Hubungan pola makan dengan kejadian stunting Berdasarkan hasil uji statistik Hubungan Picky eating dengan korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil kejadian Stunting dengan A value= 0. 001 dimana memiliki Berdasarkan hasil uji statistik hubungan yang bermakna. korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil hipotesis Ha diterima yang berarti dengan A value= 0. 000 dimana memiliki mempunyai hubungan antara pola hubungan yang bermakna. makan dengan kejadian stunting pada hipotesis Ha diterima yang berarti balita di Puskesmas Mon Geudong Kota mempunyai hubungan antara picky Lhokseumawe. eating dengan kejadian stunting pada Penelitian yang dilakukan oleh balita di Puskesmas Mon Geudong Kota Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 183 Vol . 18 No. September Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Lhokseumawe. Penelitian yang dilakukan oleh Frederika . dengan hasil penelitian hasil uji chi square dengan hasil A = 0,001 yang berarti terdapat hubungan picky eating dengan kejadian stunting. Dilanjutkan dengan uji odds ratio di dapatkan nilai OR = 43 (CI 95%) artinya anak yang picky eating memiliki peluang 43 kali lipat mengalami Secara keseluruhan, anak-anak makanan secara umum lebih sering daripada anak yang tidak pilih-pilih Namun, anak-anak yang picky eating menampilkan lebih banyak perilaku bermasalah yang terdiri dari perilaku internalisasi dan eksternalisasi. Anak-anak bisa menjadi pemilih makanan, karena sejumlah alasan terhadap rasa, bau, tekstur makanan. Anak-anak lain perilaku pilih-pilih makanan karena dengan mencontohkan kebiasaan makan orangtua mereka (Biswas et al. , 2. Penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parida . dengan hasil uji analisis Chisquare didapatkan nilai p = 0,023 . value < 0,. maka dapat diartikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat diambil kesimpulan signifikan antara picky eating dengan kejadian stunting pada anak prasekolah di TKA Nurul Huda Tumaritis Kabupaten Bogor. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurmalasari. Utami, & Perkasa . menunjukan bahwa p = 0,000. Oleh sebab itu asumsi peneliti dibutuhkan penanggulangan terhadap masalah perilaku picky eating dimulai Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh dari pemberian makan pada anak serta mendidik agar anak mau terhadap segala jenis makanan. Sebab anak yang picky eating jika tidak segera ditangani akan berakibat terhadap kurangnya asupan nutrisi untuk anak, yang nantinya akan menghambat terhadap pertumbuhan anak sehingga anak tersebut rentan dan mengalami stunting. KESIMPULAN Berdasarkan dengan jumlah responden 143 orang, mengenai Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe p value =0,000, serta hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara picky eating dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe. SARAN Berdasarkan beberapa saran dapat dibuat: Bagi Puskesmas. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting. Bagi Peneliti Selanjutnya, mengembangkan suatu intervensi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting. DAFTAR PUSTAKA