767 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pengendalian Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Sebagai Risiko Stunting Di Dusun Triharjo Adhi Nurhartanto1. William Arisandi2. Achmad Djamil3. Indah Lestari4. Catur Sugiyarti5 Program Studi Gizi. Universitas Mitra Indonesia Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Mitra Indonesia Fakultas Kesehatan. Universitas Mitra Indonesia E-mail: nurhartanto@umitra. William@umitra. Article History: Received : 20 Maret 2025 Revised : 29 April 2025 Accepted : 04 Mei 2025 Keywords: Perilaku buang air besar sembarangan. Faktor risiko stunting, kolaborasi pemerintah Abstract: Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak-semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan. Kondisi ini tentu akan berisiko menyebabkan kontaminasi dan pencemaran lingkungan baik tanah, udara dan air. Di Dusun Triharjo, masih terdapat warga dengan sembarangan, dimana membuang air besar di sungai, lahan atau kebun. Dari hasil survey, dari 62 warga yang dijadikan sampel pengamatan, terdapat 19% warga terbiasa membuang air besar Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk berupa membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebiasaan buruk berdampak pada kesehatan dan menstimulasi masyarakat merubah perilaku kurang Adapun hasil dari kegiatan pemberdayaan, program berjalan dengan baik sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun, meskipun belum semua masyarakat antusias dalam kegiatan, dan belum semua peserta yang hadir dalam kegiatan menguasai materi yang disampaikan dengan baik. kegiatan ini mendapatkan sambutan sangat baik terbutki dengan keaktifan kader, perangkat desa dalam membantu persiapan kegiatan hingga kegiatan selesai dilakukan. PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) kematian yang disebabkan karena waterborne disease mencapai 3. 000 jiwa/tahun. Akar penyebabnya adalah buruknya kualitas air dan sanitasi, diare merupakan penyebab kematian terbesar yaitu 1. 000 jiwa/tahun (WHO, 2. Sedangkan data aktual dari Kementerian Kesehatan melalui halaman monev. secara nasional di Indonesia sebanyak 7. 768 KK masih buang air besar sembarangan, 872 KK masih numpang ke jamban sehat, yang mengakses JSP (Jamban Sehat Permane. 011 KK dan sebanyak 11. 820 penduduk Indonesia mengakses JSSP (Jamban Sehat Semi Permane. secara keseluruhan baru mencapai 81. 08 % akses jamban a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Sedangkan di Provinsi lampung sendiri sebanyak 133. 139 KK masih buang air besar sembarangan dan 94. 899 KK masih menumpang jamban sehat. Dari data hasil pencapaian Program Desa/Kelurahan Stop BABS/ODF Provinsi Lampung Tahun 2021 pada tingkat Kabupaten, terdapat 4 kabupaten yang belum mencapai target, salah satunya adalah Kabupaten Pesawaran dimana hanya mencapai 17. 2 %. Sedangkan pada data aktual STBM kementerian kesehatan sampai dengan Juli 2023 dari 118. 990 KK yang ada, angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebanyak 20. 071 KK . ,87 %), jumlah JSP sebanyak 66. 996 KK ,3%). JSSP sebanyak 17. ,41%) dan Sharing sebanyak 14. 41 %). Dari 144 desa yang ada di Kabupaten Pesawaran baru terdapat 14 desa yang menyatakan dirinya sebagai desa Open Defecation Free (ODF) (Profil STBM Kabupaten Pesawaran s/d 2. Pencapaian cakupan Desa Open Defecation Free (ODF) di Puskesmas Bernung tahun 2021 baru mencapai 50%, dikarenakan terdapat 4 Desa yang belum ODF (Puskesmas Bernun. Sanitasi yang buruk memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Wilayah yang belum mencapai status Open Defecation Free (ODF) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar akan sanitasi yang aman dan layak. Praktik buang air besar sembarangan dapat menimbulkan beberapa bahaya baik bagi individu maupun masyarakat secara umum. Bahaya yang dapat diakibatkan oleh buang air sembarangan antara lain dapat menyebabkan penyebaran penyakit menular yang terkait dengan kotoran manusia. Tinja manusia mengandung berbagai patogen, seperti bakteri, virus, dan parasit, yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus, infeksi saluran kemih, dan lainnya. Kontaminasi lingkungan dengan kotoran manusia meningkatkan risiko penularan penyakit melalui air minum, makanan, atau kontak langsung dengan kotoran tersebut. Masalah Kebersihan dan Kualitas Hidup (Aini. Suhelmi. Hansen, 2. Buang air sembarangan juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Praktik ini menciptakan bau tidak sedap, pencemaran visual, dan lingkungan yang tidak sehat. Selain itu, buang air sembarangan juga mencerminkan rendahnya kesadaran sanitasi dan kurangnya infrastruktur sanitasi yang memadai, yang dapat menghambat pembangunan sosial dan ekonomi. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan . ustainable development goals/SDG. pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Bank Dunia pada 2014 mengingatkan lebih dari 2 miliar penduduk bumi tidak memiliki akses terhadap sanitasi. Akibatnya ribuan nyawa melayang tiap hari dan kerugian materi hingga 7 persen dari PDB dunia. (SDG's Bappena. (Pamsimas. Menurut World Health Organization (WHO) kematian yang disebabkan karena waterborne disease mencapai 3. 000 jiwa/tahun. Akar penyebabnya adalah buruknya kualitas air dan sanitasi, diare merupakan penyebab kematian terbesar yaitu 1. 000 jiwa/tahun. (WHO, 2. Sedangkan secara nasional di Indonesia sebanyak 7. 768 KK masih buang air besar sembarangan, sebanyak 5. 872 KK masih numpang ke jamban sehat, yang mengakses JSP (Jamban Sehat Permane. 011 KK dan sebanyak 11. 820 penduduk Indonesia mengakses JSSP (Jamban Sehat Semi Permane. secara keseluruhan baru mencapai 08 % akses jamban sehat. Sedangkan di Provinsi lampung sendiri sebanyak 133. 139 KK masih buang air besar sembarangan dan 94. 899 KK masih menumpang jamban sehat (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Buang air besar sembarangan adalah tindakan membuang tinja di tempat yang tidak sesuai, seperti sungai, selokan, atau tanah terbuka. Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) juga diartikan sebagai suatu kebiasaan atau kondisi dimana individu dalam suatu komunitas tidak a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 membuang air besar di tempat yang dianjurkan seperi sarana jamban sehat, atau WC umum yang tertutup dan bersih melainkan terbiasa membuang air besar disembarang tempat seperti sungai, lahan atau pekarangan (Barliansyah. Berdasarkan rantai penularan Waterborne disease, adalah penyakit yang penularannya melalui air yang terkontaminasi oleh pathogen dari penderita atau karier. Contohnya penyakit diare, disentri, kolera, hepatitis, dan demam typoid. Water-based adalah penyakit yang ditularkan melalui air sebagai perantara host. Contohnya penyakit schistosomiasis (Sufia, 2. Sanitasi yang buruk memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Wilayah yang belum mencapai status Open Defecation Free (ODF) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar akan sanitasi yang aman dan layak. Praktik buang air besar sembarangan dapat menimbulkan beberapa bahaya baik bagi individu maupun masyarakat secara Bahaya yang dapat diakibatkan oleh buang air sembarangan antara lain dapat menyebabkan penyebaran penyakit menular yang terkait dengan kotoran manusia. Tinja manusia mengandung berbagai patogen, seperti bakteri, virus, dan parasit, yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus, infeksi saluran kemih, dan lainnya. Kontaminasi lingkungan dengan kotoran manusia meningkatkan risiko penularan penyakit melalui air minum, makanan, atau kontak langsung dengan kotoran tersebut. Masalah Kebersihan dan Kualitas Hidup: Buang air sembarangan juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Praktik ini menciptakan bau tidak sedap, pencemaran visual, dan lingkungan yang tidak sehat. Selain itu, buang air sembarangan juga mencerminkan rendahnya kesadaran sanitasi dan kurangnya infrastruktur sanitasi yang memadai, yang dapat menghambat pembangunan sosial dan ekonomi (Arisandi. Febriana. I, 2. Tujuan dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu berupa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan informasi yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan yang digunakan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka Memberdayakan masyarakat, membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang dimiliki agar dapat mandiri dan lebih berdaya saing dari apa yang distimulasi oleh mahasiswa saat kegiatan pengabdian. Meningkatkan hubungan kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat, dalam hal ini, membangun kemitraan dan kerjasama yang telah dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi Umitra bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, dimana hal ini dapat menghasilkan kerjasama/simbiosis mutualisme antar keduannya. Transfer teknologi dan pengetahuan, dimana dengan penyuluhan yang dilaksanakan, ada pemicuan yang dilakukan sehingga terbentuk peningkatan dan perubahan perilaku di masyarakat kearah lebih METODE Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Triharjo. Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, dimulai pada tanggal 2 Desember Ae 16 Desember 2024. Sasaran program pengabdian ini kepada seluruh KK Dusun Triharjo sejumlah 485 KK, dan ampel 62 KK dalam identifikasi perilaku buang air besar sembarangan. Program ini bertujuan untuk memberikan pemicuan masyarakat dalam pengendalian perilaku buang, sebagai salah satu upaya pencegahan kejadian stunting di Dusun Triharjo. Tahapan pengabdian ini meliputi tahapan pengumpulan data sekunder dan primer terkait pola kebiasaan masyarakat Dusun Triharjo yang masih melakukan perilaku buang air besar sembarangan, dan laporan Puskesmas Bernung terkait dengan kejadian stunting yang masih terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah masyarakat dusun membahas perilaku buang air besar beserta solusinya, dan dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan berupa edukasi dan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 pengendalian perilaku buang air besar sembarangan melibatkan lintas sektor, pihak puskesmas Bernung. Pemerintah Desa Kebagusan dan Babinkamtibmas setempat. Tahapan sebagai berikut : Identifikasi Tahapan awal dalam melaksanakan program ini adalah tahap identifikasi yang berisikan: kegiatan pengamatan secara langsung atau survey lapangan, sekaligus diskusi dan koordinasi bersama perangkat desa yang membahas mengenai perilaku buang air besar sembarangan, yang masih dilakukan oleh sebagian warga dusun. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat . Monitoring kegiatan Pada tahapan monitoring progress tim pengabdian meninjau apakah ada perubahan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan perilaku berisiko penyakit termasuk stunting dan peningkatn pola perilaku hidup bersih dan sehat. Evaluasi Evaluasi dilakukan, untuk melakukan pengukuran keefektifan kegiatan dan rencana keberlanjutan apakah pengabdian berdampak dan dapat dikembangkan sebagai bahan kajian dimasa mendatang HASIL DAN PEMBAHASAN . Identifikasi kepemilikan jamban sehat warga Dusun Triharjo Berdasarkan hasil survey langsung tim pengabdian, melakukan identifikasi berkaitan dengan kepemilikan jamban sehat pada penduduk Dusun Triharjo, sebagai berikut : Tabel 1. Kepemilikan Jamban Sehat Warga Dusun Triharjo Kepemilikan Jamban Ada, sesuai standar sehat Ada, tetapi tidak sesuai standar Tidak ada/tidak memiliki Total Frekuensi . ata primer, 2. Berdasarkan data hasil Survey dan pengamatan pada sampel rumah warga sebanyak 68 % mayoritas tidak memiliki jamban sehat yang sesuai standar dan belum memenuhi syarat. Maka hal ini Dusun Triharjo dikategorikan salah satu desa yang belum ODF. Hal tersebut juga berkaitan dengan temuan kasus Diare, sesak nafas dan hipotensi yang menjadi keluhan masyarakat Dusun Triharjo. Buang air besar di jamban Tidak Total Tabel 2. BAB di Jamban Sehat Frekuensi . ata primer, 2. Berdasarkan hasil wawancara, masih terdapat 19,0% warga yang tidak buang air besar di a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 1. Dokumentasi survey kepada warga dusun dan musyawarah masyarakat dusun Triharjo Gambar 2. Dokumentasi kondisi jamban masyarakat dan kegiatan pengabdian masyarakat di dusun Triharjo Adapun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan acara tatap muka dan praktek dalam pengendalian stunting dan pemberian edukasi kepada masyarakat Dusun Triharjo tentang perilaku buang air besar sembarangan dimana sudah berjalan dengan lancar dan baik. pertemuan tatap muka dengan metode ceramah dan demontrasi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan pembagian door price bagi peserta. Kegiatan ini dilaksanakan hanya 1 hari, yaitu pada hari Sabtu 16 Desember 2024 pada pukul 07. 30 WIB. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang, terdiri dari sekretaris desa, kepala dusun, kader dan masyarakat berlokasi di TPQ Dusun Triharjo. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh 3 mahasiswa sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi Pengenalan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Pengendalian stunting Demontrasi peningkatan sanitasi dilingkungan Tanya jawab a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pembagian door price. Keterbatasan waktu pertemuan mengakibatkan tidak semua materi dapat disampaikan dengan detil. Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demonstrasi, setelah selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Secara garis besar, peserta diberikan demontrasi pengendalian tuberkulosis, stunting dan demam berdarah dengue, dan pada sesi tanya jawab, sebagian besar peserta telah memiliki kemampuan dalam mengulas kembali materi yang sebelumnya diberikan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut : Belum tercapainya keberhasilan target jumlah peserta pengabdian Ketercapaian tujuan pengabdian dengan memberikan gambaran informasi dan demontrasi dalam pengendalian perilaku buang air besar sembarangan dan stunting. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan Kemampuan peserta dalam mengulas kembali atau mempraktikan hal yang sebelumnya telah didemontrasikan oleh mahasiswa Berdasarkan evaluasi pelaksanaan dan hasil kegiatan dapat diidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. secara garis besar faktor pendukung dan penghambat tersebut adalah sebagai berikut : Faktor pendukung o Terbukanya perangkat desa dalam memfasilitasi prasarana dan perizinan sehingga kegiatan pengabdian dapat dilaksanakan o Antusiame mahasiswa pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat cukup tinggi ditandai dengan kerjasama yang kompak yang dilakukan dalam mewujudkan kegiatan pengabdian masyarakat agar maksimal. o Dukungan material terlihat dengan mahasiswa mempersiapkan dengan baik setiap komponen kegiatan hingga menyiapkan door price bagi peserta pengabdian sebagai daya tarik o Dukungan kader, kepala dusun dan kepala desa yang sudah baik dengan membantu persiapan kegiatan dan menginformasikan kepada seluruh warga Faktor penghambat o Materi yang disajikan perlu dilakukan evaluasi, dari bentuk, bahasa dan informasi agar mudah dipahami dan sesuai dengan karakteristik sasaran pengabdian dalam hal ini latar belakang pendidikan masyarakat o Antusiame masyarakat khususnya Dusun Kampung Sawah, dari 50 undangan, dimana yang hadir hanya 30 peserta. Keterbatasan waktu pelaksanaan, sehingga kegiatan tanya jawab dan demonstrasi terbatas hingga pukul 12. 30 WIB. o Perlu adanya dukungan tokoh masyarakat tidak hanya sebagai penyebar informasi kegiatan, namun menekankan masyarakat untuk mengikuti kegiatan sehingga dalam hal kehadiran masyarakat akan optimal Program pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun, meskipun belum semua masyarakat antusias dalam kegiatan, dan belum semua peserta yang hadir dalam kegiatan menguasai materi yang disampaikan dengan baik. kegiatan ini mendapatkan sambutan sangat baik terbutki dengan keaktifan kader, perangkat desa dalam membantu persiapan kegiatan hingga kegiatan selesai dilakukan. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 . Waktu pelaksanaan kegiatan dapat ditambah agar tujuan kegiatan dapat tercapai . Adanya kegiatan lanjutan dalam hal ini monitoring dan evaluasi terhadap materi dan demontrasi yang telah dilakukan . Diharapkan, dalam meningkatkan antusias atau kehadiran masyarakat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, kepala desa dan jajaran tidak hanya menyebarluaskan informasi kegiatan, namun pada membantu memberikan himbauan langsung kegiatan wajib dihadiri. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Pengabdian ini tidak akan dapat terlaksana tanpa adanya dukungan penuh dari pihak desa, dalam hal ini Kepala Desa Kebagusan, jajaran perangkat desa Kebagusan. Kepala Dusun Triharjo dan segenap bantuan masyarakat dusun Triharjo yang telah turut membantu dalam memberikan informasi dalam proses identifikasi masalah buang air besar sembarangan hingga pelaksanaan penyuluhan selesai berlangsung. Terimakasih banyak atas dukungan dan partisipasi warga yang telah membantu terwujudnya kegiatan pengabdian ini. DAFTAR REFERENSI Aini. Suhelmi. Hansen. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan perilaku stop buang air besar sembarangan (BABS) pada masyarakat Bantaran Sungai Talisayan. Jurnal Higiene Volume 9 Nomor 1 Halaman 22-29. Arisandi. Febriana. I . Fenomena perilaku buang air besar sembarangan dilatarbelakangi karakteristik individu dan lingkungan sosial. Universitas Mitra Indonesia. Jurnal Pendidikan Kesehatan Volume 12 Nomor 1. Halaman 77-89. Barliansyah. Tesis. Faktor-faktor yang mempengaruhi stop buang air besar sembarangan di Wilayah kerja Puskesmas Simeulue Barat Kabupaten Simeulue Tahun 2019. Program studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia Medan. Sufia. Hubungan lingkungan sosial dengan perilaku buang air besar sembarangan pada masyarakat di Kelurahan Mandailing Kota Tebing Tinggi Tahun 2018. Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Profil kesehatan Kabupaten Pesawaran. Data STBM tahun 2023. Profil Kesehatan Indonesia. Akses sanitasi layak. Jakarta Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Data kepemilikan sanitasi layak pada keluarga. Lampung Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2020. Komite Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional. Pamsimas. POB Pemicuan Perubahan Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). WHO. Water. Sanitation and Hygiene, tanggal 23 Desember 2024 pukul 21. 34 WIB. Dengan https://w. int/health-topics/water-sanitation-and-hygienewash#tab=tab_1 a. ISSN : 2828-5700 .