Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 Tahun 2021 http://perspektif. Email: perspektif@ppj. ISSN: 2622-1748 (Onlin. , 2684-902X (Prin. DOI: http://dx. org/10. 24036/perspektif. Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja yang AuNongkrongAy di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Meiputri Wulandari1. Erianjoni Erianjoni2 Universitas Negeri Padang Email: meiputriwulandari15@gmail. com, erianjonisosiologi@gmail. Abstrak Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan makna nongkrong bagi remaja di Kota Padang. Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi pada perubahan makna nongkrong yang dilakukan para remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Serta dalam teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Teknik analisis data merujuk model analisis kualitatif Miles dan Huberman . eduksi data, display data, dan penarikan kesimpula. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa perubahan makna nongkrong bagi remaja yang nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang terdapat empat perubahan makna. Pertama. GOR sebagai tempat untuk mengerjakan tugas belajar, terlebih pada saat pandemi corona sekarang banyak remaja yang memgerjakan tugas di Kawasan GOR. Kedua. GOR sebagai tempat untuk menghilangkan rasa bosan, karena terlalu sering nongkrong di rumah dan di kafe. Ketiga. GOR sebagai tempat memberi ruang bagi remaja, tersedianya fasilitas seperti wifi dan colokan sehingga membuat remaja betah berlamalama duduk di sini. Keempat. GOR sebagai tempat strategis nongkrong malam bagi remaja. Kawasan GOR sebagai kawasan yang strategis di pusat kota dan masyarakat, banyak para remaja yang nongkrong di kawasan ini sebagai suatu tempat untuk menghilangkan rasa bosan yang dialami para remaja. Kata kunci: Makna. Nongkrong. Perubahan. Remaja Abstract This writing aims to describe the change in the meaning of hanging out for teenagers in the city of Padang. This research is based on a phenomenon that occurs in the change in the meaning of hanging out by teenagers in the Haji Agus Salim Sports Hall. Padang City. To analyze this research, the researcher used the symbolic interaction theory proposed by Herbert Blumer. This research uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. As well as in the technique of selecting informants carried out by purposive sampling. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation studies conducted in the Haji Agus Salim Sports Hall. Padang City. The data analysis technique refers to the qualitative analysis model of Miles and Huberman . ata reduction, data display, and conclusio. The results of this study indicate that there are four changes in the meaning of hanging out for adolescents who hang out in the Haji Agus Salim Sports Hall. Padang City. First. GOR is a place to do study assignments, especially during the corona pandemic, now many teenagers are doing assignments in the Sports Hall. Second. GOR is a place to get rid of boredom, because you hang out too often at home and in cafes. Third. GOR as a place to provide space for teenagers, the availability of facilities such as wifi and plugs so that it makes teenagers feel at home for long sitting here. Fourth. GOR as a strategic place to hang out at night for teenagers, the GOR area as a strategic area in the city center and the community, many teenagers hang out in this area as a place to relieve the boredom experienced by teenagers. Key words: Adolescence. Change. Hanging Out. Meaning. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Received: January 19, 2020 Revised: February 8, 2021 Available Online: February 9, 2021 Pendahuluan Modernisasi mengubah gaya hidup menjadi lebih seirama dengan gaya hidup barat bahkan terkadang dengan meninggalkan nilai-nilai budaya lama. (Muhammad, 2. Salah satu perubahan gaya hidup pada remaja adalah budaya nongkrong yang menjadi ciri khas yang dilakukan oleh remaja pada saat ini, (Gymnastiar, 2. budaya nongkrong ini dilakukan oleh remaja adalah sebagai wadah untuk menghibur diri dengan teman-teman sejawat yang di malam hari di salah satu kawasan kota yaitu GOR Haji Agus Salim, yang mana tempat ini adalah salah satu ruang yang disediakan oleh pemerintah untuk gelanggang olahraga tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui instrumen pembangunan bidang keolahragaan supaya bisa meningkatkan kualitas hidup manusia secara jasmani, rohani, dan sosial. (Fauzi. Punia, & Kamajaya, 2. GOR Haji Agus Salim merupakan sarana dan prasarana olahraga di Kota Padang yang mana dalam pasal 1 angka 20 dan angka 21 Undang-Undang No. 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional menyebutkan bahwa prasarana olahraga adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan olahraga dan penyediaan keolahragaan. GOR Haji Agus Salim sebagai salah satu fasilitas publik yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana olahraga di Kota Padang merupakan barang milik daerah yang pengelolaanya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik Negara atau Daerah. Kawasan GOR Haji Agus Salim cukup luas ini dapat di akses oleh semua kalangan masyarakat untuk beraktifitas (Reno, 2. Jika dilihat, kegiatan yang nyata terlihat di sepanjang Gelanggang Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim Kota Padang adalah setumpuk aktivitas keolahragaan dan kreasi dilakukan masyarakat yang ada di Kota Padang. Antusias masyarakat untuk berolahraga di GOR Haji Agus Salim, harus mengalah para pedagang. Hampir tidaks ada ruang untuk berlari pagi di GOR Haji Agus Salim karena pedagang sudah banyak yang berjualan di Kawasan GOR. Apalagi menjelang sore sampai malam banyaknya kendaraan yang berlalu lalang melintasi Kawasan GOR. Apalagi Kawasan GOR ini mengalami perubahan dari tahun ke tahun dari segi pembangunan insfrastruktur Kawasan GOR. Sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Berkumpulnya remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang merupakan salah satu kebiasaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat khususnya bagi Dimana Kawasan GOR sendiri memiliki kawasan yang strategis menjadi ikon Kota Padang. Remaja berkumpul menjadikan kawasan GOR sebagai tempat basecamp. Remaja kemudian loyal terhadap kawasan GOR dan cenderung tidak berpindah ke tempat lain. Dimana remaja merupakan objek utama pada penelitian ini, karena remaja mempunyai ciri khas pola perilaku tertentu yang ingin menunjukkan identitas dirinya. Remaja yang tinggal di kota mengikuti gaya hidup. Tidak jarang rumah makan, kafe, menjadi tempat-tempat yang dituju untuk nongkrong untuk mensosialisasikan diri dengan pergaulan teman sebayanya. Kehadiran ruang publik di Kota Padang menjadi salah satu pilihan tempat bagi remaja untuk menghilangkan rasa penat bersama teman-temannya (Oktialista & Erianjoni, 2. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Terkadang hanya menjadi kebutuhan bagi sebagian remaja dalam berbagai pergaulan Keluar rumah atau nongkrong bagi remaja sudah menjadi kebiasaan dan seperti candu yang membuat mereka ketagihan selalu ingin melakukannya lagi, tentunya membawa kepuasan tersendiri bagi remaja. (Sartika, 2. Seperti yang diketahui nongkrong yaitu suatu kegiatan yang dilakukan sendiri maupun beramai-ramai sambil duduk santai di suatu Aktivitas pada siang hari dalam bekerja atau mengenyam pendidikan dan memilih untuk beristirahat di malam hari. Namun aktivitas tersebut tidak selalu dilakukan dengan menghabiskan waktu di rumah saja, melainkan juga beraktivitas diluar rumah seperti bersosialisasi dan menikmati hiburan. Bersosialisasi dengan teman atau kelompok di suatu tempat untuk menghabiskan waktu bersama hal yang wajar untuk saling bertukar pikiran. Dalam kegiatan nongkrong dikenal sebagai salah satu ruang privasi karena variasi orang yang datang tanpa membedakan strata sosial. Pilihan malam hari memang tidak terlepas dari hiruk-pikuk Kota Padang. Bagi sebagian remaja yang sering nongkrong, keindahan Kota Padang pada malam hari memiliki daya tarik yang sangat signifikan. Pilihan malam hari berdasarkan waktu luang yang mereka miliki. Yang menjadi latar belakang perubahan makna kegiatan nongkrong pada remaja adalah dimana pemanfaatan kesempatan yang ada untuk berkumpul bersama . ocial interactio. di dalam setiap kepentingan dan memiliki tujuan yang sama. Yaitu hanya untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh dengan semua rutinitas yang dilakukan oleh remaja siang harinya. Inilah penyebab berubahnya ruang-ruang perkotaan yang berfungsi untuk mewadahi aktivitas remaja pada malam hari. Berdasarkan penuturan salah satu mahasiswa di Kawasan GOR Haji Agus Salim yang dikunjungi pengunjung pada malam hari bernama Anita . ahasiswi UBH) mengatakan bahwa dengan nongkrong, dia bisa menghilangkan penat karena kuliah dan diskusi banyak hal dengan teman-teman. Dia mengatakan Aunongkrong bagi saya ada manfaatnyaAy, seperti menyambung relasi. Misalnya aku di sini kebetulan ikut salah satu agency manajemen, dan salah satu teman nongkrong itu ada juga yang berprofesi sama dan dia kadang menawarkan peluang-peluang syutting dan sebagainya. Informan kedua Miko . mengatakan berkumpul bareng teman perlu di waktu malam hari. Biar bisa menjaga keakraban dalam Dia mengatakan Aupenting banget kalau nongkrong, itu jadi salah satu cara bisa menambah keakraban dengan teman. (Ajiwibani & Edwar, 2. Dari penuturan wawancara peneliti dengan informan dapat disimpulkan bahwa nongkrong bersama teman-teman membuat pikiran menjadi fresh, terbukanya fikiran ketika suntuk dengan pekerjaan atau mengerjakan tugas dalam belajar. Menghilangkan rasa bosan dengan nongkrong remaja bisa menghilangkan suntuk di dalam diri. Menambah keakraban dengan teman-teman, di mana remaja membutuhkan teman yang dapat menjadi tempat berbagi perasaan yang akan membantu untuk mengatasi masalah. Peran teman sebaya pada remaja sangat diperlukan untuk proses belajar sosial, serta pembentukan diri pada remaja. Teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang melalui aktivitas yang dilakukan bersama saat nongkrong. Remaja itu kemudian loyal terhadap tempat tersebut dan cenderung tidak berpindah ke tempat lain, padahal tempat lain seperti tepi Pantai Padang dan Taman Melati yang bisa dijadikan tempat nongkrong remaja malam hari, tetapi mereka hanya memilih Kawasan GOR untuk sekedar nongkrong dan ngopi bersama teman-temannya. Nongkrong sudah menjadi kebutuhan bagi remaja dalam berbagai pergaulannya (Dea Ayu Pramita & V. Indah Sri Pinasti, 2. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Peneliti tertarik dengan kajian ini karena perubahan makna nongkrong bagi remaja sudah jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Namun, sejauh ini informasi yang peneliti ketahui belum ada penelitian yang secara khusus mengakaji tentang perubahan makna nongkrong yang terjadi pada remaja. Berikut ini beberapa penelitian yang relevan menurut Pertama, skripsi (Syaifullah, 2. yang berjudul perubahan makna nongkrong . tudi kasus interaksi sosial mahasiswa di kafe Blandonga. Penelitian ini mengkaji tentang bahwa nongkrong adalah aktivitas ringan untuk sekedar mengisi waktu luang, menghilangkan rasa capek, melepaskan kepenatan, baik secara individu maupun komunal. Adanya pengeseran makna nongkrong membawa mahasiswa menciptakan simbol-simbol baru yang memperngaruhi kehidupan mereka. Kedua, skripsi (Nadiya Sahlatul kholik, 2. yang berjudul kajian gaya hidup kaum muda penggemar coffe shop . tudi kasus pada coffe shop starbuck di Mall Botani Square Bogo. Penelitian ini menjelaskan tentang fenomena keberadaan coffe shop terhadap gaya hidup kaum muda di starbuck Mall Botani Square Bogor. Dengan pengukuran gaya hidup AIO . ctivites, interest, opinio. Ketiga, skripsi (Airlangga. Perpustakaan UniversitaAirlangga, n. )yang berjudul tentang cafe addict gaya hidup remaja perkotaan . tudi kasus pada remaja di Kota Mojokert. Dalam penelitian ini melihat bahwa remaja-remaja cafy addict yang menganggap bahwa dengan mereka mengunjungi cafe maka simbol-simbol dari modernitas ada dalam diri mereka. Apalagi fasilitas yang ditawarkan oleh kafe ekslusif seperti wifi, makanan dan minuman yang enak, dan hiburan yang ada dalam kafe menjadi daya tarik bagi remaja untuk terus nongkrong dalam kafe. Berdasarkan dari latar belakang masalah dan melihat dari beberapa penelitian sebelumnya, belum ada yang mengkaji tentang perubahan makna nongkrong bagi remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Kebanyakan penelitian meneliti nongkrong dari gaya yang dilakukan saat nongkrong saja. Hal inilah yang menjadi tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan perubahan makna nongkrong bagi remaja . tudi kasus remaja yang AunongkrongAy di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang hasilnya berupa data deskriptif melalui pengumpulan fakta-fakta dari kondisi alami sebagai sumber langsung dengan instrumen dari peneliti sendiri (Maleong, 2. Penelitian kualitatif bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Sugiyono, 2. Tipe penelitian ini yaitu studi kasus tepatnya di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang Sumatera Barat penelitian ini bersifat deskriptif karena memberikan gambaran tentang fenomena yang terjadi pada saat sekarang (Suharsimi, 2. Penelitian ini dilaksanakan di GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Kecamatan Padang Barat. Kota Padang. Lokasi ini dipilih karena GOR Haji Agus Salim merupakan sarana olahraga terpadu yang terletak di kawasan pusat kota di wilayah Kota Padang Sumatera Barat. Apalagi Kawasan GOR menjadi salah satu ikon Kota Padang yang ramai dikunjungi. Banyaknya masyarakat yang melakukan kegiatan selain dari kegiatan olahraga. Sebagai kegiatan untuk refresing dari kesibukan rutinitas aktivitas. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang tujuannya untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai bermacam sumber Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. serta menggali informasi yang akan menjadi dasar dari rancangan dan teori yang akan dibangun, maka dari itu teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling di mana informan ditentukan sendiri oleh peneliti. Tujuannya untuk mengumpulkan data di lapangan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Peneliti perlu mempertimbangkan pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan dasar dalam penentuan medan yang mungkin digunakan (Basrowi & Suwandi, 2. Dalam penelitian ini peneliti memilih informan dengan pertimbangan khusus, karena pengambilan sampel dalam penelitian ini terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi sesuai yang diinginkan. Subjek dalam penelitian ini meliputi pedagang Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang, masyarakat yang berada di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Pengujung Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Teknik observasi yang dilakukan yaitu melalui pengamatan secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh para remaja yang nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Observasi dilakukan dengan datang langsung ke Kawasan GOR dan melihat aktivitas yang dilakukan oleh para remaja dan melihat perubahan makna yang terjadi. Penyaksian peristiwa itu bisa dengan melihat, mendengarkan, merasakan yang kemudian dicatat seobjektif mungkin (Abdulsyani, 2. Observasi dilakukan dengan datang langsung ke Kawasan GOR dan melakukan aktivitas nongkrong serta mengamati kejadian yang terjadi di Tujuannya adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Peneliti menggunakan observasi partisipatif yaitu peneliti terlibat dan melibatkan diri dalam bersamasama sumber informasi penelitian. Peneliti betul-betul dapat menghayati keadaan, tingkah laku, interaksi, atau perbuatan sumber informasi penelitian. Pengamatan langsung dilapangan sangat membantu peneliti dalam mengumpulkan data hasil penelitian, karena peneliti melihat dan juga mengalami secara langsung adanya perubahan makna nongkrong yang terdapat di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Wawancara dilakukan pada saat malam hari. Proses wawancara dilakukan di sekitar Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang tanpa mengganggu kenyamanan para Wawancara dilakukan secara berhadap-hadapan agar mendapatkan data yang (Hardiansyah, 2. Sebelum melakukan wawancara peneliti terlebih dahulu membuat rancangan wawancara agar wawancara dapat dilaksanakan secara terstruktur tanpa lari dari objek permasalahan awal. Melalui wawancara ini peneliti mendapatkan gambaran mengenai perubahan makna nongkrong bagi remaja yang nongkrong di Kawasan GOR. Saat wawancara brlangsung, peneliti mengambil dokumentasi yang mana dokumentasi pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan infomasi dalam permberian bukti dan keterangan seperti gambar, kutipan dan lain sebagainya. Supaya data yang peneliti peroleh akurat, valid dan sah dilakukan teknik Triangulasi data. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan data hasil wawancara, observasi dan Apabila data ke tiga teknik pengumpulan data tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, maka penulis melakukan diskusi lebih lanjut kepada informan yang bersangkutan untuk memperoleh data yang dianggap benar. Teknik analisis data menggunakan teknik Analisis dari Miles dan Huberman . eduksi data, display data, dan penarikan kesimpula. Hasil dan Pembahasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim adalah gelanggang olahraga multifungsi di Kota Padang. Sumatera Barat. GOR Haji Agus Salim lebih tepatnya terletak Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. di Jalan Siak Komplek GOR Haji Agus Salim No. Rimbo Kaluang. Kecamatan Padang Barat. Kota Padang. Sumatera Barat. Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang merupakan kawasan yang mempunyai kegiatan utama dengan sususan fungsi kawasan sebagai tempat ruang terbuka atau umum. Kawasan GOR yang telah ditetapkan secara nasional mempunyai nilai strategis yang penataan ruangnnya diprioritaskan. Dimana Kawasan GOR kini menjadi tempat favorit warga sebagai tempat menghabiskan libur bersama keluarga, teman atau pasangan. Kawasan GOR ini sebagai tempat interaksi antara anak muda yang duduk-duduk sambil bercerita bersama teman-teman sebagai bentuk perkumpulan untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh sehingga perubahan makna nongkrong bagi remaja yang terjadi adalah sudah menjadi tuntutan dari perkembangan zaman. Pola dan gaya hidup kaum remaja pada saat ini sedang mengalami perubahan, seperti meningkatnya aktivitas kehidupan sosial, sehingga sering kali membuat remaja menghabiskan waktu di luar bersama anggota dan kelompok sosial mereka. Berkumpul atau nongkrong setelah menjalani berbagai aktivitas bukan hal yang asing lagi bagi remaja. (Ajiwibani & Edwar, 2. Jika bicara tentang nongkrong, nongkrong adalah salah satu kebiasan yang dilakukan oleh para anak muda di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang terlebih saat hari libur atau malam-malam yang dianggap remaja sebagai malam untuk nongkrongan dikalangan mereka,(Kaparang, 2. tidak hanya di Kawasan GOR tempat mereka berkumpul masih banyak tempat-tempat nongkrong yang masih mereka kunjungi tetapi Kawasan GOR adalah salah satu tempat yang paling dominan yang dikunjungi oleh Berdasarkan atas penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa bentuk perubahan makna nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang yang dilakukan oleh kalangan remaja adalah sebagai berikut. GOR Sebagai Tempat untuk Mengerjakan Tugas Belajar Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang adalah tempat umum yang terbuka bagi kaum muda atau kaum tua. Semua pengunjung yang datang ke Kawasan GOR akan merasakan kesan nyaman di kawasan ini. Suasana yang rileks, gaya hidup saat mengerjakan tugas tidak musti di rumah. Namun di Kawasan GOR bisa dikerjakan, di Kawasan GOR menyenangkan dari pada tempat-tempat lain. Terbentuk dari suasana nyaman bisa bermain domino, game online bersama teman-teman hingga pagi, yang mana membuat remaja betah berlama-lama nongkrong di Kawasan GOR. Dalam GOR sebagai tempat untuk mengerjakan tugas belajar mewawancarai informan sebanyak 3 orang. Salah satunya informan bernama Fajri yang berasal dari Pesisir Selatan berikut penuturannya. AuKarano kalau duduak di siko sanang untuk mengerjakan tugas, wak bisa lo sambia mamasan makanan jo minum. Dek bosan dikos mangko e kamari. Kadang kalau surang-surang tu pikiran tu puta-puta situ se ndak do tabukak pangana kalau buek tugas di kos tu do kalau di siko nyaman wak mambuaek, wak lai ndak lamo-lamo duduak di siko de, tibo di siko jam 8 paliang lamo pulang jam 10 anAy (Bahasa Daerah Minangkaba. Artinya: AuKarena kalau duduk di sini menyenangkan untuk mengerjakan tugas, saya bisa memesan makanan dan minuman, karena bosan di kos makanya ke sini, kadang kalau sendiri pikiran tidak menentu, tidak terbuka pikiran kalau membuat tugas di kos, kalau di sini saya nyaman mengerjakannya, saya di sini Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. tidak lama-lama duduknya, datang pukul 20. 00 WIB paling lama pukul 22. WIBAy. ( Wawancara tanggal, 10 November 2. Dari penjelasan Fajri di atas dapat kita ketahui bahwa alasan Fajri untuk berkunjung ke Kawasan GOR Agus Salim Kota Padang adalah untuk mengerjakan tugas. Selain membuat nyaman duduk-duduk di Kawasan GOR ini sambil mengerjakan tugas dengan suasana yang menyenangkan, membuat fikiran menjadi terbuka. Dimana Kawasan GOR yang memiliki ruang terbuka yang luas dan menyatu dengan alam serta menjadikan lingkungan yang sehat. Remaja sedang mengerjakan tugas, mereka dengan sangat santai menikmati suasana malam yang sejuk dan asri. Membuat pikiran menjadi terbuka nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang bisa menambah wawasan baru bagi Remaja lebih bersemangat jika belajar bersama dari pada belajar sendiri. Maka remaja membawa laptop dan buku yang mereka miliki. Dengan suasana yang mendukung, remaja berdiskusi tentang apa saja yang mereka telah Berdasarkan permasalahan diatas jika dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer, asumsi dasar dari teori ini adalah manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial, di penelitian ini terlihat bahwa interaksi sosial terjadi atas dasar perkumpulan para remaja dengan teman-temannya sehingga dalam perkumpulan tersebut munculah sebuah ide atau pola berpikir yang baik sehingga membuat pikiran menjadi tidak bosan, sehingga perubahan makna nongkrong bagi remaja yang terjadi adalah sudah menjadi tuntutan dari perkembangan zaman. Menurut Herbert Blumer, teori interaksi simbolik didasarkan atas tiga proposisi atau tiga premis utama, yaitu pertama: Tindakan manusia terhadap suatu obyek didasarkan atas makna yang mereka gambarkan terhadapnya termasuk didalamnya adalah segala sesuatu yang manusia perhatikan dalam dunianya, yaitu berbagai obyek fisik, tindakan, serta konsep. Pada dasarnya setiap individu memberikan sikap terhadap benda atau hal lainnya berdasarkan makna pribadi yang individu telah berikan kepadanya. Kedua, makna tentang sesuatu terbentuk dari interaksi dengan individu lainnya dan masyarakat Premis ini menjelaskan makna sebagai sesuatu yang berkembang dari interaksi sosial yang dilakukan oleh individu dengan individu lainnya. Ketiga, makna secara berkesinambungan dan diciptakan ulang melalui proses interpretasi selama interaksi dengan yang lain. Aktivitas nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang suatu perilaku atau tindakan yang telah diinternalisasikan dalam diri individu melalui proses sosialisasi. Kawasan GOR salah satu bentuk dari interaksi sosial yang mengandung proses komunikasi sehingga memunculkan sebuah makna. GOR Sebagai Tempat untuk Menghilangkan Rasa Bosan Awal mulanya berkumpul remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang hanyalah aktifitas untuk mengisi waktu luang dan beristirahat sejenak. Namun saat ini Kawasan GOR dijadikan tempat dengan banyak manfaat. Tergantung kepada kebutuhan remaja atau kelompok tertentu. Tergantung kepada kebutuhan remaja atau kelompok Kawasan GOR dijadikan tempat nongkrong menghilangkan rasa bosan yang dialami para remaja. GOR sebagai tempat untuk menghilangkan rasa bosan di sini peneliti mewawancarai sebanyak 4 orang informan. Salah satu pernyataan dari Dini berasal dari Lubuk Minturun Padang. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. AuDuduak di gor ko skali-skali nyo, karano bosan dan suntuak di rumah wak lai ndak acok bana kasiko do kadang-kadang dalam sebulan ado 3 kali, wak mamiliah lokasi disiko karano nyaman ndag buek bosan. Tampeknyo rami. Wak paliang lamo pulang jam 10 sampai jam 11 an. Sero duduak-duduak di siko pamandangan lapeh. Beda jo duduak-duduak di cafe, kalau di cafy ndak lape pemandangan do,Ay (Bahasa Daerah Minangkaba. Artinya: Au Duduk-duduk di GOR ini sekali-kali, karena bosan dan suntuk di rumah, saya tidak sering ke tempat ini kadang-kadang dalam sebulan ada 3 kali, saya meilih tempat ini karena rasa nyaman dan tidak membuat bosan. Tempatnya ramai saya paling lama pulang pukul 22. 00 sampai 23. 00 WIB. Duduk-duduk di sini pemandangannya lepas, berbeda dengan duduk-duduk di cafe, kalau di cafe tidak lepas dengan pemandanganAy. (Wawancara tanggal, 10 November Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dilihat bahwa duduk-duduk di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang bisa menghilangkan rasa bosan di rumah selain nyaman dan sejuk juga membuat pemandangan lepas. Dengan nongkrong, bersosialisasi dengan teman cara yang bisa membantu menghilangkan kebosanan dan mencoba mengenal lingkungan baru. Peneliti juga melihat para remaja yang memanfaatkan Kawasan GOR untuk nongkrong dikarenakan Kawasan GOR memiliki kawasan yang berbeda dengan tempat lain. Yang kawasannya menonjol memiliki ciri khas sehingga membuat orang untuk berdatangan ke Kawasan GOR. Para pengunjung memanfaatkan waktunya untuk duduk sambil memesan minuman. Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang dipenuhi remaja juga menikmati suasana malam yang nyaman. Kawasan GOR kini semakin menjadi kawasan favorit warga setempat menghabiskan libur akhir pekan. Apalagi Pemerintah Kota Padang terus melakukan pembenahan terhadap Kawasan GOR dari segi fasilitas hingga kebersihan. Kawasan GOR yang merupakan ruang publik yang dapat di akses oleh siapa saja. Sehingga kawasan ini menjadi pusat pertemuan masyarakat. Banyaknya masyarakat yang berkumpul di kawasan ini menyebabkan terjadinya interaksi. Saat ini justru berbeda siatuasinya, nongkrong memang tetap menjadi cara untuk bertemu dan berinteraksi. Tetapi masih banyak terjadi ketika sedang asyik berkumpul ada saja yang sibuk dengan Melalui tatap muka saat nongkrong, sharing bercerita ke teman dan mendapatkan pengalaman serta pelajaran baru dari cerita yang telah di alami. Selain itu, teman juga bisa membantu mencarikan solusi permasalahan yang mungkin kita hadapi. Dari pergaulan luas itu memperoleh banyak informasi dan pengalaman yang terjadi. Kawasan GOR menggambarkan kondisi masyarakat, budaya, dan wacana sehari-hari. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan para pengunjung banyak memanfaatkan lokasi Kawasan GOR sebagai tempat berkumpul. Tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul di sekitaran jalan yang dijadikan untuk tempat olah raga dan Para pengunjung juga duduk di kafe-kafe yang telah menyediakan tempat untuk para pengunjung yang nongkrong di Kawasan GOR. Selain itu dengan adanya pedagang berjualan sepanjang jalan yang berjajaran di kawasan tersebut juga menjadi alasan lain di ungkapkan oleh pengunjung Kawasan GOR. Berdasarkan permasalahan diatas jika dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer, asumsi dasar dari teori ini adalah manusia memiliki kapasitas untuk Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial, di penelitian ini terlihat bahwa interaksi sosial terjadi atas dasar perkumpulan para remaja dengan teman-temannya. Dengan nongkrong dapat menambah pengalaman baru dan berbagi cerita ke teman dalam mencarikan solusi masalah. Dengan bergaul kita banyak mendapatkan infomasi yang dari tidak tahu menjadi tahu akan informasi penting. Dengan nongkrong pula bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan di rumah. GOR Sebagai Tempat Memberi Ruang Bagi Remaja Selain mengerjakan tugas dan menghilangkan rasa bosan duduk di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang membuat para remaja senang untuk nongkrong di kawasan ini salah satunya tersedianya fasilitas penunjang seperti adanya wifi dan colokan yang membuat para remaja nongkrong. Selain tempatnya yang ramai para pedagang juga menyediakan fasilitas agar para remaja ramai mengunjungi Kawasan GOR untuk melakukan berbagai kegiatan. Dengan fasilitas yang memadai akan membuat para pedagang bisa mendapat keuntungan yang banyak. GOR sebagai tempat member ruang bagi remaja peneliti mewawancarai 3 orang Peneliti juga mewawancarai salah seorang pedagang yang bernama Bapak Ali yang berumur 34 tahun beliau sudah lama berdagang di Kawasan GOR menurut beliau sudah 8 tahun berdagang di kawasan ini perubahan yang beliau rasakan dari tahunketahun sangat jauh berbeda dari segi pembangunan insfrastruktur GOR yang berbeda, sehingga untuk menambah keunikan di kawasan ini para pedagang menyediakan fasilitas wifi dan colokan listrik sehingga remaja tidak bosan duduk lama-lama di kawasan ini berikut penuturan beliau. AuBanyak urang nan bakujuang kamari . , dulu kawasan ko ndak do sa rancak kini do kalau kini yo jawuah babeda dari segi pembangunannyo ala rancak sahingo kami nan pedagang ko lah bisa maagia tampek-tampek duduak sahinggo raso nyaman dirasoan para pengunjung gor, yang bakunjuang kasiko banyak ado yang mudo jo nan tuo acok duduak disiko. Cubolah caliak di malam Minggu malam dan hari libur bana rami bana ko, mangkonyo ancak diaagia wifi jo colokan cok raun buliah bisa para remaja yang bakunjuang ko nyo main game online acok nampak di apak. Apak se tutuik jam 2 gai pernah mah dek rami urang duduak di kawasan ko,nyo ngumpua jo kawan- kawan lanjo e lai banyak jo kawan-kawannyo disinan apak lai dapek untuangnyoAy (Bahasa Daerah Minangkaba. Artinya: AuBanyak orang yang berkunjung ke sini (GOR), dulu kawasan ini tidak sebagus ini, jauh berbeda dari segi pembangunannya yang sudah bagus sehingga kami para pedagang bisa memberikan tempat duduk sehingga rasa nyaman dirasakan oleh para pengunjung GOR, yang berkunjung di sini ada yang muda dan tua sering duduk di sini. Seperti terlihat pada malam Minggu dan hari libur sering ramai. Makanya bagus dikasih wifi dan colokan raun biar bisa para remaja yang berkunjung disini main game online sering terlihat sama bapak, bapak tutup sekitar pukul 02. 00 WIB karena banyak remaja yang ramai duduk-duduk di kawasan ini, nongkrong dengan teman-teman. Belanja mereka beli makanan banyak dengan teman-teman mereka disitu bapak dapat keuntunganAy. (Wawancara tanggal, 11 November 2. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Berdasarkan hasil wawancara diatas terlihat bahwa banyak orang yang berkunjung di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang terlebih pada saat hari libur dan malam Minggu. Dari segi tempat yang sudah bagus membuat para pedagang menyediakan berbagai fasilitas. Seperti yang diketahui fasilitas itu sesuatuyang bisa mempermudah upaya serta mempelancar kerja dalam mencapai tujuan. Seperti wifi dan colokan listrik yang bisa membuat para pengunjung nyaman, sehingga memberikan keuntungan bagi para pedagang. Dari segi tempat kafe atau kedai yang bersih di hiasi dengan lampulampu. Menikmati alunan musik yang juga ada beberapa kafe atau kedai yang menyediakan tampilan musik. Sehingga membawa suasana lebih rileks dan tenang. Berdasarkan permasalahan diatas jika dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer, asumsi dasar dari teori ini adalah manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial. Dimana remaja nongkrong merupakan kemauan pada diri individu sendiri. Tindakan yang remaja terhadap nongkrong atas makna yang mereka gambarkan. Remaja pada dasasrnya membutuhkan kesempatan untuk berkumpul. Kegiatan yang mereka dilakukan remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang lebih mengarah ke dalam kegiatan yang positif. Nongkrong dapat berkumpul dengan teman lama atau baru bisa menambah relasi. Nongkrong sudah menjadi gaya hidup remaja. Sebagai remaja kita perlu mengatur waktu kita agar berjalan seimbang. GOR Sebagai Tempat Strategis Nongkrong Malam Bagi Remaja Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang merupakan suatu kawasan yang strategis dengan pusat kota dan masyarakat, banyak para remaja yang nongkrong di kawasan ini sebagai suatu tempat untuk menghilangkan rasa bosan yang dialami para Duduk-duduk di Kawasan GOR memberi suasana malam yang sejuk sehingga para remaja tidak merasakan jenuh dan bosan melainkan dengan suasana yang asri dan GOR sebagai tempat strategis nongkrong malam bagi remaja ada 2 informan yang telah di wawancarai. Hal ini sesuai dengan salah seorang informan yang peneliti wawancarai bernama Dilla berumur 23 tahun berasal dari daerah Lolong Balanti Padang. Dila mengatakan bahwa nongkrong di Kawasan GOR menyenangkan karena tempatnya yang strategis dan sejuk, berikut penuturannya. AuNongkrong disiko rami, nyaman. Dalam saminggu adow 3 atau 4 kali. Kebanyakan malam atau sore kak. Biaso e malam paling lamo jam 9-10 baru Kalau tibo disiko jam 7 an. Tibo disiko pasan makanan, duduak di kadai model iko. Main hape buek story tau se lah kak anak mudo kinikan. Kadang namua takalok kalok mato duduak di siko dek talampau sajuak (Bahasa Daerah Minangkaba. Artinya: AuNongkrong di sini ramai, dalam seminggu ada 3 atau 4 kali, kebanyakan malam atau sore kak, biasanya malam paling lama pukul 21. 00 WIB baru Datang kesini pukul 19. 00 WIB. Sampai di sini pesan makanan dudukduduk, bermain handphone buat story tau aja kakak anak remaja kekinian. Terkadang mata mau tertidur karena kesejukkan suasanaAy. (Wawancara tanggal, 10 November 2. Berdasarkan wawancara di atas terlihat bahwa Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang memang tempat yang strategis dan menyejukkan karena banyak dikelilingi oleh pohon-pohon. Membuat suasana hati yang menjadi tenang dan membuat fikiran jadi Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Vol. No. Th. ISSN. Meiputri Wulandari. Erianjoni Erianjoni Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja Yang Nongkrong Di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padan. Angin yang sepoi-sepoi membuat remaja betah berlama-lama duduk. Dari pengamatan yang peneliti lakukan di lapangan yang membuat para pengunjung datang ke Kawasan GOR karena beragam aneka jualan para pedagang pelaku usaha. Dimana kafe atau kedai tempat yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman. Pengunjung melakukan aktifitas nongkrong sambil mengobrol ringan dan ditemani hiburan musik yang ada. Selain itu memanfaatkan kafe atau kedai untuk tempat beristirahat yang Dimana kafe tau kedai tidak terlalu formal sehingga suasana keabraban akan lebih terasa. Berdasarkan permasalahan diatas jika dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer, asumsi dasar dari teori ini adalah manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial, di dalam penelitian ini terlihat bahwa interaksi sosial terjadi atas dasar perkumpulan para remaja dengan teman-temannya. Dimana perkumpulan ini memunculkan sebuah ide atau pola pikir yang baik yang di dapat pada proses interaksi ini. Dengan adanya proses interkasi atau tindakan yang telah diinternalisasikan dalam diri individu melalui proses sosialisasi. Disini Kawasan GOR memunculkan interkasi mengadung proses komunikasi sehingga memunculkan sebuah makna perubahan nongkrong. Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang yang strategis dan menyejukan dikelilingi pohon-pohon. Membuat suasana hati lebih tenang dan nyaman. Membuat suasana hati lebih tenang dan nyaman. Pilihan yang tepat saat nongkrong. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut. Perubahan makna nongkrong yang terjadi pada remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang adalah Pertama. GOR sebagai tempat untuk mengerjakan tugas belajar, terlebih pada saat pandemi corona sekarang banyak para remaja yang mengerjakan tugas di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Kedua. GOR sebagai tempat untuk menghilangkan rasa bosan karena terlalu sering nongkrong di kafe dan di rumah. Ketiga. GOR sebagai tempat memberi ruang bagi remaja, tersedianya fasilitas seperti wifi dan colokan sehingga para remaja merasa senang duduk-duduk bersama teman-teman. Keempat. GOR sebagai tempat strategis nongkrong malam bagi remaja karena Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang merupakan suatu kawasan yang strategis dengan pusat kota dan masyarakat, banyak para remaja yang nongkrong di kawasan ini sebagai suatu tempat untuk menghilangkan rasa bosan yang dialami para remaja. Daftar Pustaka