Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Pengaruh Program BPNT Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut Enceng Iip Syaripudin 1Wildan Fikarudin2. Ridwan Munir3 STAI Al-Musaddadiyah Garut iip@stai-musaddadiyah. 1743@stai-musaddadiyah. munir@stai-musaddadiyah. Abstrak Program Bantuan Non Tunai ialah upaya mereformasi progam subsidi rastra yang dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran. Program ini ialah salah satu strategi pemerintah mengatasi permasalahan kemiskinan yang mana diharapkan memberi dampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kemampuan ekonomi penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif regresi linear sederhana, data yang digunakan dalam studi ini adalah data primer yaitu data hasil kuisioner dan wawancara. Riset ini menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik serta hipotesis dengan menggunakan Program Statistic Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Berdasarkan pengujian, diketahui nilai Fhitung sebesar 98,656 pada sig 0,000, hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu Kepuasaan Masyarakat. Hipotesis ini menjelaskan bawah mempunyai pengaruh secara simultan terhadap Kepuasaan Masyarakat diterima. Berdasarkan hasil analisis, riset ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajeman Advance Desa Sindangsari apabila ingin meningkatkan kepuasaan masyarakat. Kata kunci: BPNT. Kesejahteraan. Desa Sindangsari Pendahuluan Distribusi adalah salah satu aktivitas perekonomian, disamping produski dan konsumsi. Kajian tentang distribusi senantiasa menjadi dikursus hangat dalam ekonomi syariah karena pembahasan distribusi ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi semata, tapi juga pada aspek sosial dan politik (Syafruddin et al. , 2021. Sudarsono, 2. Banyak menarik perhatian bagi intelektual pemikir ekonomi syariah dan konvensional sampai saat ini. Salah satu dari ajaran penting dalam ekonomi syariah ialah adanya tuntutan agar manusia berupaya untuk menjalani hidup seimbang, memperhatikan kesejahteraan hidup di dunia serta keselamatan di akhirat. Realitas yang tampak di masyarakat adalah telah terjadi ketidakadilan dan ketimpangan pendistribusian pendapatan dan kekayaan, sehingga menciptakan kemiskinan dimana-mana {Formatting Citatio. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Masalah kompleks sering dihadapi oleh pemerintah yang ada diseluruh dunia terutama negara berkembang adalah perihal kemiskinan, persoalan ini memang harus segera untuk ditangani secara serius oleh individu itu sendiri maupun pemerintah (Nasution et al. , 2. Masyarakat miskin diartikan sebagai individu yang tidak memiliki pendapatan mencukupi untuk keperluan konsumsi memadai diatas ambang minimal kategori sejahtera. Secara lebih rinci menggambarkan kondisi dimana tidak dapat dipenuhinya kebutuhan dasar yakni sandang, pangan dan juga papan (Hasimi, 2. Tingginya tingkat kemiskinan ini dapat menjadi tolak ukur terhadap tingkat perekonomian suatu negara tersebut masih rendah (Muliadi, 2. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26% persen turun menjadi 7,02 % pada Maret 2018. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2017 sebesar 13,47% dan turun menjadi 13,20% pada Maret 2018. Periode September 2017 sampai Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu . ari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2. Sementara itu, di daerah pedesaan turun sebanyak 505 ribu . ari 16,31 juta orang pada September 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2. Pemerintah Indonesia mewujudkan kepedulian perihal kemiskinan dan ketidakcukupan kebutuhan untuk masyarakat secara khusus dituangkan dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 25 tahun 2016 tentang Bantuan Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung pada pasal 1 ayat . AuPenanganan fakir miskin adalah upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan dilakukan oleh Pemerintah. Pemerintah Provinsi. Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam bentuk kebijakan program serta fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi setiap warga negaraAy. Peraturan Menteri ini kemudian diciptakannya sebuah inovasi program bantuan bernama Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 20 tahun 2019 tentang Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai, program ini merupakan bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai berasal dari Pemerintah diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulan melalui mekanisme akun elektronik yang dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan di Elektronik Warung Gotong Royong (E-Waron. bekerjasama dengan pihak bank penyalur. Pada saat melakukan pra-survey di Desa Sindangsari, terdapat beberapa masalah diantaranya adalah berkaitan dengan kualitas beras yang diterima oleh masyarakat, masih banyak ditemui Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kurang tepat dikarenakan masih ditemukan masyarakat yang komplain dan tidak tepat penyalurannya, seharusnya satu bulan sekali ini bisa sampai dua bahkan tiga bulan sekali padahal Program Bantuan Pangan Non Tunai ini semestinya setiap sebulan Kecamatan Cigedug adalah salah satu dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut yang melaksanakan Program Bantuan Pangan Non Tunai. Jarak E-Warong dari rumah peneliti sekitar 1 kilometer dengan Jumlah penerima manfaat di Desa Sindangsari berdasarkan data Bantuan Pangan Non Tunai sebanyak 100 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan adanya Program Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial pada kelompok masyarakat miskin. stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Metode Penelitian Penelitian ini mengadopsi studi lapangan dengan metode analisis kuantitatif, dan sumber data yang digunakan adalah data mentah. Menurut Opini (Sugiyono, 2. , data mentah adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya. Data primer penelitian ini diperoleh langsung dari tanggapan responden terhadap kuesioner yang diberikan mengenai dampak Program Bantuan Non Tunai (BPNT) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Cigedug, dengan jumlah sampel 100 Rumah Tangga Penerima Manfaat (PKM). Penelitian ini menggunakan persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Rumus : ycU = yca ycaycU Dimana : Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan (Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). : Harga Y ketika harga X=0 . arga konsta. : Angka arah koefisien regresi, penurunan variabel dependen didasarkan atas perubahan variabel independen jika ( ) arah garis naik, dan jika (-) maka arah garis turun. : Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu (Penyaluran BPNT). Studi ini terdiri atas 2 variabel, yaitu variabel independent . ariabel beba. dan variabel dependent . Variabel bebas Variabel bebas, sering disebut sebagai variabel bebas, adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan munculnya variabel terikat . Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) sebagai variabel bebas (X). Variabel terikat Variabel terikat . adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan akibat dari adanya variabel bebas. Manfaat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai variabel terikat (Y). Cara untuk menganalisis informasi sudah terkumpul, kemudian memprosesnya menjadi sebuah Pentingnya analisis data adalah agar data tersebut dapat dipahami. Teknik analisis data menggunakan software SPSS 25 for window. Hasil dan Pembahasan Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu alat dapat dikatakan valid jika mengukur apa yang diharapkan ketika mengungkapkan data pada variabel yang dipelajari secara tepat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengujian validitas internal untuk menguji apakah ada kecocokan antar bagian dari keseluruhan stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kompensasi Variabel (X. Setelah dilakukan pengujian, maka untuk item pernyataan yang digunakan untuk mengumpulkan data Variabel diperoleh hasil : Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Nomor Item Keputusan 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID 0,53 VALID Sumber: Hasil penelitian data diolah, 2021 Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa t tabel untuk n=50 dan taraf nyata 5% adalah 0,53 atas pengambilan keputusan alat ukur dikatakan valid jika thitung > ttabel. Pada tabel tersebut, item pernyataan 1 sampai dengan 10 nilai thitung > ttabel, maka seluruh item pernyataan digunakan pada kuesioner penelitian variabel dinyatakan valid. Selanjutnya, untuk mengukur tingkat konsistensi alat ukur, maka dilakukan pengujian reliabilitas untuk Kuesioner penelitian sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Variabel EA butir 8,78 EA total 0,61 CronbachAoalpha Keputusan RELIABEL Sumber: Hasil penelitian data diolah, 2021 Uji reabilitas menggunakan konsisten interval menghitung koefisien alpha . Jika jumlah butir pertanyaan untuk masing-masing variabel kurang dari sepuluh item, maka angka kriteria untuk mengukur reabilitas instrument adalah 0,60. Jadi jika nilai a > 0,60 maka seluruh butir pertanyaan adalah reliabel. Dengan kata lain instrument layak dan dapat digunakan. Berdasarkan hasil pengolahan Microsoft Excel diperoleh nilai jumlah varian/a 19,7 varian total 8,78 dan Cronbach Alpha 0,61. Dalam pengambilan keputusan jumlah varian/ a > Cronbach Alpha yaitu 8,78 > 0,61 yang artinya jumlah varian lebih besar dari Cronbach Alpha, maka penelitian ini adalah reliabel. Deskripsi Variabel Penelitian Variabel Kualitas Pelayanan Tabel 3. Kualitas Pelayanan Pernyataan STS X1. X1. stai-musaddadiyah. Jumlah Syaripudin. Fikarudin. Munir X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Jumlah % Jurnal Jhesy Vol. No. Sumber: Hasil penelitian data diolah, 2021 Variabel Kualitas Pelayanan (X. penelitian ini diukur melalui 10 pertanyaan yang disebarkan sebanyak 50 responden. Hasil kuisioner ini menunjukkan bahwa pada variabel kualitas pelayanan mayoritas responden menjawab AusetujuAy sebesar 25%. Dan pertanyaan yang paling berpengaruh adalah pertanyaan nomer 8 dan nomer 10. Variabel Harga Pernyataan X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Jumlah Tabel 4. Frekuensi Harga STS 2% 26% 21% Sumber: Hasil penelitian data diolah, 2021 Jumlah Variabel Harga (X. dapat diukur melalui 8 pertanyaan yang disebarkan sebanyak 50 responden. Hasil tanggapan dari kuisioner menunjukkan bahwa pada variabel Harga responden banyak yang menjawab AusetujuAy sebesar 26%, pertanyaan yang paling berpengaruh ialah pertanyaan nomor 6, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden sebanyak 31 menjawab setuju. Variabel Kualitas Produk Tabel 5. Kualitas Produk Pernyataan STS X3. X3. X3. X3. X3. stai-musaddadiyah. Jumlah(%) Syaripudin. Fikarudin. Munir X3. X3. X3. Jumlah Jurnal Jhesy Vol. No. Variabel Kualitas Produk (X. riset ini diukur melalui 8 pernyataan yang disebarkan sebanyak 50 Hasil tanggapan terhadap kualitas produk yang ditawarkan menunjukkan bahwa pada variabel kualitas produk responden yang menjawab AusetujuAy sebesar 28%. Dan pertanyaan yang paling berpengaruh adalah pertanyaan nomor 8, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden pada pertanyaan no. 8 yang menjawab AusetujuAy sebesar 34 orang. Variabel Kesejahteraan Masyarakat Tabel 6. Kejateraan Masyarakat Pernyataan STS Y10 Jumlah Sumber: Hasil penelitian data diolah, 2021 Jumlah Variabel Kepuasaan Masyarakat (Y) dari tabel penelitian diatas diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan disebarkan ke 50 responden. Hasil jawaban terhadap kusioner Kepuasaan Pelanggan yang dijelaskan adalah pada variabel Kepuasaan Masyarakat rata-rata dari responden menjawab AusetujuAy sebesar 26%. Dan pertanyaan yang paling banyak menjawab setuju adalah pertanyaan nomer 8, hal ini dapat dilihat dengan rata-rata responden pada pertanyaan nomer 8 yang menjawab AusetujuAy sebesar 29 Masyarakat. 3 Analisis Data Uji Validitas Menurut Sugiyono, uji validitas merupakan ketepatan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Untuk mencari nilai validitas di sebuah item mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Uji validitas di lakukan sebanyak 50 respoden, fungsinya adalah untuk mengetahui apakah setiap pertanyaan yang ada di Kuesioner dapat mewakili dengan jawaban yang diberikan responden. Hasil kuisioner dapat dikatakan valid jika koefisien korelasi memiliki nilai signifikannya sebesar <0,05. Apabila hasil indikator variabel telah dinyatakan valid maka dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian. Berikut adalah hasil dari uji vaiditas : stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Variabel Kualitas Pelayanan (X. Variabel Harga (X. Variabel Kualitas Produk (X. Jurnal Jhesy Vol. No. Tabel 7. Hasil Uji Validitas Kualitas Pelayanan Indikator Variabel Person Sig Corelation X1. 0,505 0,000 X1. 0,450 0,001 X1. 0,689 0,000 X1. 0,649 0,000 X1. 0,594 0,000 X1. 0,400 0,004 X1. 0,345 0,014 Tabel 8. Uji Validitas Harga Person Indikator Variabel Corelation X2. 0,646 X2. 0,574 X2. 0,721 X2. 0,621 X2. 0,463 X2. 0,600 X2. 0,680 X2. 0,727 Tabel 9. Uji Validitas Kualitas Produk Person Indikator Variabel Corelation X3. 0,731 X3. 0,799 X3. 0,642 X3. 0,623 X3. 0,686 X3. 0,661 X3. 0,642 X3. 0,696 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sig Keterangan 0,000 0,000 0,000 0,001 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sig Keterangan 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 10. Uji Validitas Kejateraan Masyarakat Person Variabel Indikator Variabel Sig Corelation 0,601 0,000 0,642 0,000 Kepuasaan Masyarakat 0,607 0,000 (Y) 0,562 0,000 0,493 0,000 stai-musaddadiyah. Keterangan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. 0,474 0,622 0,001 0,000 Valid Valid Uji Realibilitas Uji reliabilitas hasil penelitian yang reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang Uji Reliabilitas berfungsi dalam rangka mengukur kuesioner tiap-tiap indikator variabel. Untuk mengukur reliabilitas dapat menggunakan uji statistik. Kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila jawaban dari responden terhadap pertanyaan konsisten atau tetap dari waktu ke waktu. Hasil uji reliabilitas dapat diukur dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut: Tabel 11. Hasil Uji Reliabilitas Instrument Penelitian Variabel Cronbach Alpha Kesimpulan Kualitas Pelayanan 0,707 Reliabel Harga 0,755 Reliabel Kualitas Produk 0,768 Reliabel Kepuasaan Masyarakat 0,746 Reliabel Diolah menggunakan SPSS 2021 Dari hasil tabel di atas dapat simpulkan bahwa taraf a = 0,05 variabel kualitas pelayanan (X. , harga (X. , kualitas produk (X. serta kepuasaan pelanggan (Y) dapat dinyatakan reliabel apabila nilai alpha > r tabel. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda berfungsi untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Persamaan regresi linier Berganda dapat diuji dengan menggunakan program SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 12. Koefisien Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Beta Model B Std. Error Sig. (Constan. -,774 3,206 -,241 ,810 ,965 ,058 ,924 16,662 ,000 Harga ,009 ,029 ,017 ,318 ,752 Kualitas ,036 ,062 ,032 ,575 ,568 Dependent Variable: kepuasan Y = -0,774 0,965 X1 0,009 X2 0,036 X3 Persamaan Regresi Linier Berganda di atas dapat di jelaskan sebagai berikut: Nilai a sebesar -0,774 menunjukkan nilai besarnya konstanta, artinya jika Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk sama dengan nol, maka Kepuasan Masyarakat akan sebesar -0,774. Nilai b1 sebesar 0,965 menunjukan bahwa Kepuasan Masyarakat (Y) akan meningkat sebesar 0,965 (X. Jika kualitas layanan dinaikan dan turun kepuasan Masyarakat akan turun sebesar 0,965. Jika kualitas layanan diturunkan sebesar satu satuan, ceteris paribus. Nilai b2 sebesar 0,009 yang artinya adalah koefisien regresi Harga (X. Disimpulkan bahwa nilai kepuasan stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Masyarakat (Y) akan meningkat sebesar 0,009 jika nilai Harga (X. naik sebesar satu satuan apabila faktor yang lain tetap. Nilai b3 sebesar 0,036 yang artinya adalah nilai koefisien kualitas produk (X. Dapat disimpulkan bahwa nilai kepuasaan Masyarakat (Y) akan meningkat sebesar 0,036 apabila nilai kualitas produk (X. naik sebesar satu satuan dan variabel yang lain tidak berubah. Uji (F) Uji F ini menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama sama terhadap variabel dependent. Selain itu, dengan uji F ini diketahui pula apakah model regresi linier yang digunakan sudah tepat maupun belum. Kriteria Uji F adalah sebagai berikut: Jika nilai sig < 0,05 atau F hitung > F tabel, maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terdapat variabel Y. Jika nilai sig > 0,05 atau F hitung < F tabel, maka tidak terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y. Tabel 13. Uji (F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 447,006 149,002 98,656 ,000b Residual 69,474 1,510 Total 516,480 Dependent Variable: Kepuasan Predictors: (Constan. Kualitas. Harga. Pelayanan Dari tabel anova diatas diketahui nilai F hitung sebesar 98,658 dan sig 0,000,hasilnya menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan. Harga, dan Kualitas Pelayanan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu Kepuasan Masyarakat. Jadi hipotesis di duga ada pengaruh Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk berpengaruh secara simultan terhadap Kepuasaan Masyarakat PT. Semangat Sejahtera Bersama Desa Sindangsari. Analisis R Square (Koefisien Determinas. Koefisien Determinasi (R. Menurut Ghozali ialah alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependent. Nilai koefisien determinasi antara lain ialah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil menunjukan jika kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Sebaliknya, nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memperkirakan variabel-variabel dependen. Berikut adalah hasil analisi dari koefisien determinasi. Tabel 14. Analisis R Square (Koefisien Determinas. R Square Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,930a ,865 ,857 1,229 Predictors: (Constan. , kualitas. Harga, pelayanan stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Dependent Variable: kepuasan Dari hasil analisis di atas dapat di simpulkan apabila Determinasi Berganda (R. sebesar 0,865 atau 86,5%. Dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk secara bersama-sama dapat mempengaruhi Kepuasaan Masyarakat. Uji Hipotesis (Uji . Uji t berfungsi dalam rangka untuk mengetahui seberapa berpengaruh variabel independen secara individual menjelaskan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (H. yang diuji adalah parameter koefisien regresi . , . , . sama dengan nol atau H0 : b1=0. b2=0. b3=0. H : b1O0. b2O0. b3O0. Artinya suatu variabel independen bukan merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen. Kriteria: H0 diterima jika nilai sig > 0,05 H diterima jika nilai sig < 0. Coefficients Standardized Model Unstandardized Coefficients Sig. Coefficients Beta B Std. Error (Constan. -,774 3,206 -,241 ,810 Pelayanan ,965 ,058 ,924 16,662 ,000 Harga ,009 ,029 ,017 ,318 ,752 Kualitas ,036 ,062 ,032 ,575 ,568 Dependent Variable: kepuasan Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan variabel Kualitas Pelayanan (X. terhadap variabel Kepuasaan Masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung = 16,662 pada sig 0,000, berarti bahwa variabel Kepuasaan Konsumen dapat dijadikan dasar untuk memprediksi variabel Kepuasaan Masyarakat. Berdasarkan hasil yang dianalisis terdapat pengaruh yang tidak signifikan pada variabel Harga (X. terhadap variabel Kepuasaan Masyarakat. Dapat di buktikan dengan nilai t hitung = 0,318 pada sig 0,752. Disimpulkan bahwa variabel Harga tidak dapat dijadikan untuk memprediksi variabel kepuasaan Masyarakat. Berdasarkan hasil dianalisis terdapat pengaruh terhadap variabel Kualitas Produk (X. dengan variabel Kepuasaan Masyarakat namun tidak signifikan. Dibuktikan dengan nilai t hitung = 0,576 pada sig 0,568 yang artinya bahwa variabel Kualitas produk tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi variabel kepuasaan Masyarakat. Pengaruh Kualitas PelayananTerhadap Kepuasaan Masyarakat Studi ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan masyarakat dengan menguji ada maupun tidaknya pengaruh Kualitas Pelayanan (X. Harga (X. Kualitas Produk (X. atas Kepuasan Masyarakat (Y). Berdasarkan hasil uji t di atas menunjukkan bahwa kualitas layanan secara parsial dapat berpengaruh terhadap kepuasan Masyarakat. Diduga karena kualitas layanan yang diberikan baik, membuat hati Masyarakat menjadi senang karena adanya pelayanan memuaskan untuk kunjungan service yang bisa ditentukan sendiri sesuai dengan permintaan Masyarakat. Pengaruh Harga Terhadap Kepuasaan Masyarakat stai-musaddadiyah. Syaripudin. Fikarudin. Munir Jurnal Jhesy Vol. No. Berdasarkan hasil yang dianalisis terdapat pengaruh dari variabel Harga (X. terhadap variabel Kepuasaan Masyarakat tetapi tidak signifikan. Dibuktikan dengan nilai t hitung = 0,318 pada sig 0,752 dapat disimpulkan bahwa variabel Harga tidak dapat dijadikan alat di dalam memprediksi variabel kepuasaan Masyarakat. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa AuDiduga Harga dapat berpengaruh terhadap kepuasaan Masyarakat Advance Desa SindangsariAy Tidak dapat di terima. Berdasarkan hasil pengujian t diatas menunjukkan bahwa Harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasaan Masyarakat, karena Harga yang ditawarkan terlalu mahal susah dijangkau kalangan menengah kebawah. Harga yang terlalu mahal tidak sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan, dan untuk dapat membeli beras dengan Harga yang ditawarkan mempunyai sistem pembayaran debit card yang kurang memuskan karena hanya beberapa kartu debit card saja Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasaan Masyarakat Berdasarkan hasil yang dianalisis terdapat pengaruh dari variabel Kualitas Produk (X. terhadap Kepuasaan Masyarakat tetapi tidak signfikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung = 0,575 pada sig 0,568, disimpulkan bahwa variabel Kepuasaan Masyarakat tidak dapat dijadikan sebagai dasar untuk dapat memprediksi variabel kepuasaan Masyarakat. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa AuDiduga Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap Kepuasaan Masyarakat yang dapat diterimaAy. Berdasarkan hasil pengujian t menunjukkan bahwa kualitas produk secara parsial tidak berpengaruh tehadap kepuasaan Masyarakat, diduga karena produk beras kurang memuaskan. Produk beras sering mengalami kerusakan membuat hasil beras yang dikomsumsi tidak baik Pengaruh Simultan Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasaan Masyarakat Diketahui nilai F hitung sebesar 98,656 pada sig 0,000, maka menunjukkan Kualitas Pelayanan. Harga dan juga Kualitas Pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat, yaitu Kepuasaan Masyarakat. Maka hipotesis yang di duga ada pengaruh kualitas Pelayanan. Harga dan Kualiatas Produk berpengaruh secara simultan terhadap Kepuasaan Masyarakat Advance Desa Sindangsari di terima. Berdasarkan hasil diatas, penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajeman Advance Desa Sindangsari ingin meningkatkan kepuasaan Masyarakat, maka dapat dilakukan dengan meningkatkan Kualitas Pelayanan. Harga dan Kualitas Produk. 4 Kesimpulan Hasil riset dan pembahasan Kualitas Pelayanan. Harga serta Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Masyarakat dengan menguji ada atau tidaknya pengaruh Kualitas Pelayanan (X. Harga (X. Kualitas Produk (X. terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa kualitas layanan secara parsial dapat berpengaruh terhadap kepuasan Masyarakat. Diduga karena kualitas layanan yang diberikan baik, membuat hati Masyarakat menjadi senang karena adanya pelayanan yang memuaskan untuk kunjungan service yang bisa ditentukan sendiri sesuai dengan permintaan Masyarakat. 5 Daftar Pustaka