Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 Efektivitas Sumber Nitrogen pada Pupuk Organik yang Berbeda sebagai Substitusi Urea pada Nutrien Kultur Nannochloropsis Sp. Paulin Bernadet Sinurat1. Henky Irawan1. Dwi Septiani Putri1. Mulyono2 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji Unit Pakan Alami Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam INFO NASKAH Kata Kunci: Nannochloropsis sp. Substitusi Urea. Nitrogen. Pupuk Organik ABSTRAK Nitrogen adalah salah satu unsur hara yang dibutuhkan Nannochloropsis sp. , namun belum ada penentuan dosis pupuk berdasarkan sumber nitrogen pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk organik mampu menjadi substitusi urea pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. dan efektif digunakan sebagai sumber nitrogen untuk populasi sel Nannochloropsis sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Ae Mei 2025 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu: Kontrol . mg/L Urea. Za. TSP. EDTA), perlakuan A (Kotoran kelelewar. Za. TSP. EDTA), perlakuan B (Kotoran burung puyuh. ZA. TSP. EDTA), perlakuan C (Kotoran burung walet. ZA. TSP. EDTA), masing Ae masing 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kepadatan harian, puncak populasi, doubling time, intensitas cahaya dan kualitas air. Hasil menunjukkan selama 7 hari pemeliharaan kepadatan sel Nannochloropsis sp. tertinggi terdapat pada H-5 pemeliharaan dengan pertumbuhan tertinggi pada perlakuan B . otoran burung puyu. 055 sel/ml dengan doubling time tercepat yaitu 36,3 jam dan pertumbuhan terendah pada Kontrol yaitu 17. 056 sel/ml dengan doubling time terlama yaitu 52,3 jam. Puncak populasi untuk kontrol dan semua perlakuan terdapat pada H-5 pemeliharaan. Intensitas cahaya selama penelitian berkisar 9. 100 lux. Hasil ini menunjukkan bahwa pupuk kotoran kelelawar, kotoran burung puyuh dan kotoran burung walet mampu menjadi substitusi urea dan efektif digunakan sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. untuk populasi sel Nannochloropsis sp. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . 1- 8041766. Fax. Email 2102030027@student. henkyirawan@umrah. pdwiseptianifikp@umrah. Effectiveness of Nitrogen Sources in Different Organic Fertilizers as Urea Substitutions in Nutrient Culture of Nannochloropsis Sp. Paulin Bernadet Sinurat1. Henky Irawan1. Dwi Septiani Putri1. Mulyono2 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji Unit Pakan Alami Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords Nitrogen is one of the nutrients needed Nannochloropsis sp. , but there is no determination of fertilizer dosage based on fertilizer nitrogen source. This study aims to determine the provision of organic fertilizers capable of substituting urea in nutrient cultures Nannochloropsis sp. effective used as a source of nitrogen for cell populations Nannochloropsis sp. This research was conducted in April-May 2025 at the Batam Marine Aquaculture Center. This study used a complete randomized design (RAL) with 1 Control and 3 treatments, namely: control . mg/L Urea. Za. TSP. EDTA), treatment a . ung bats. Za. TSP. EDTA), treatment B (Quail Dung. ZA. TSP. EDTA), treatment C (Dung swallows. ZA. TSP. EDTA), each 3 replications. The observed parameters include daily density, population peak, doubling time, light intensity and water quality. Results showed for 7 days maintenance of cell density Nannochloropsis sp. the highest growth was found in h-5 maintenance with the highest growth in treatment B . uail dropping. 055 cells/ml with the fastest doubling time is 36. 3 hours and the lowest growth in control is 17. 056 cells/ml with the longest doubling time is 52. 3 hours. The peak population for control and all treatments is found on H-5 maintenance. The light intensity during the study ranged from 9. 100 lux. This result shows that the fertilizer of bat droppings, quail droppings and bird droppings can be a substitution of urea and effective as a source of nitrogen in the nutrient culture Nannochloropsis sp. for cell populations Nannochloropsis sp. Nannochloropsis sp. Urea Substitution. Nitrogen. Organic Fertilizer Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . 1- 8041766. Fax. Email 2102030027@student. henkyirawan@umrah. pdwiseptianifikp@umrah. Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 PENDAHULUAN Pakan alami merupakan organisme hidup yang diambil dari alam yang dapat dijadikan sebagai pakan dalam kegiatan budidaya ikan (Sartika et al. , 2. Kandungan nutrisi pakan alami seperti protein dibutuhkan untuk pertumbuhan larva ikan. Nannochloropsis sp. adalah fitoplankton yang sering dimanfaatkan sebagai pakan alami. Nannochloropsis sp. sebagai organisme autotrof, menyerap karbondioksida selama proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Dengan berfotosintesis. Nannochloropsis sp. dapat tumbuh dan berkembang dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi dan nutrien anorganik sederhana seperti komponen nitrogen terlarut, dan fosfat. Ketersediaan nutrien yang diabsorbsi dari media kultur adalah kunci pertumbuhan Nannochloropsis sp. Nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. dibagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur makro dan unsur mikro (Jadid et al. , 2. Salah satu unsur makro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. adalah nitrogen. Nitrogen diperlukan sebagai penyusun protein dan pembentuk klorofil dalam proses fotosintesis (Fatmanita et al. , 2. Suplay unsur hara dalam proses pertumbuhan dapat dilakukan melalui kegiatan Pemupukan juga dilakukan untuk meningkatkan kepadatan sel. Penelitian dengan memanfaatkan pupuk organik sebagai nutrien yang menggunakan jumlah pupuk untuk menentukan dosis pupuk sudah permah dilaporkan oleh (Viqram et al. , 2. namun penelitian tersebut belum melihat sumber nitrogen pupuk, sehingga tidak memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel Urea merupakan bahan yang umum digunakan dalam pencampuran nutrien sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. , kandungan nitrogen ini juga terdapat pada pupuk organik seperti kotoran kelelawar, kotoran burung walet dan kotoran burung puyuh. Pupuk kotoran kelelawar mengandung 7-17% nitrogen total, kotoran burung puyuh mengandung 2,86% nitrogen total, dan kotoran burung walet 24% nitrogen total. Maka dari itu, perlu dilakukan penyetaraan konsentrasi nitrogen pupuk organik dengan urea sebagai kontrol dengan dosis terbaik adalah 50 ppm dengan konsentrasi nitrogen urea sebanyak 46% (Daefi et al. , 2. Pupuk organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kotoran kelelawar, kotoran burung walet dan kotoran burung puyuh. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian efektivitas pupuk organik yang berbeda untuk substitusi urea sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. METODE PENELITIAN Penentuan dosis dari ketiga pupuk organik ini berdasarkan penyetaraan konsentrasi nitrogen ketiga pupuk tersebut dengan konsentrasi nitrogen urea yang digunakan sebagai salah satu bahan pada pencampuran nutrien sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. (Daefi et al. , 2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 1 kontrol, 3 perlakuan dan 3 Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut: K: Pemberian pupuk teknis di BPBL Batam Urea 50mg Za 50mg TSP 10mg Edta 5 mg (Sinurat, 2. , dalam 1 liter air A: Pemberian kotoran kelelawar dengan dosis 179,5 mg Za 50mg TSP 10mg EDTA 5mg, dalam 1 liter air Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 B: Pemberian kotoran burung puyuh dengan dosis 782,3 mg Za 50mg TSP 10mg EDTA 5mg, dalam 1 liter air C: Pemberian kotoran burung walet dengan dosis 264,6 mg Za 50mg TSP 10mg EDTA 5mg, dalam 1 liter air Persiapan dan Sterilisasi Nutrien Kultur Nutrien yang digunakan diperoleh secara online dari aplikasi shopee. Adapun proses persiapan nutrien dan sterilisasi nutrien kultur sebagai berikut: Larutan Utama Nutrien Persiapan nutrien dimulai dengan pembuatan larutan utama nutrien. Larutan utama nutrien dibuat sebanyak 30 liter untuk masing Ae masing perlakuan dan 1 kontrol sehingga terdapat 4 wadah larutan utama nutrien. Bahan yang akan dimasukkan ke wadah ditimbang sesuai jumlah konsentrasi. Kemudian bahan dihaluskan menggunakan blender. Tabel 1. Jumlah Konsentrasi Bahan Bahan Konsentrasi 1 liter Konsentrasi 30 liter Urea 50 mg 500 mg 50 mg 500 mg TSP 10 mg 300 mg EDTA 5 mg 150 mg Kotoran Kelelawar 179,5 mg 385 mg Kotoran Burung Puyuh 782,3 mg 469 mg Kotoran Burung Walet 264,6 mg 938 mg Pencampuran dan Pengadukan Bahan Bahan yang sudah dihaluskan dimasukkan dengan diayak menggunakan saringan ke dalam toples larutan utama pupuk secara bertahap dari dua bahan yang memiliki konsentrasi paling sedikit dengan tahapan sebagai berikut: K: EDTA TSP . itambah ai. > ZA urea A: EDTA TSP . itambah ai. > ZA kotoran kelelawar B: EDTA TSP . itambah ai. > ZA kotoran burung puyuh C: EDTA TSP . itambah ai. > ZA kotoran burung walet Sterilisasi Nutrien Sterilisasi diawali dengan menyiapkan air laut dari bak tandon utama sebanyak 30 liter ke dalam ember, lalu air laut ditambahkan kaporit dengan konsentrasi 8 mg/L (Sinurat, 2. , jadi untuk 30 liter sebanyak 240 mg dan diaduk rata. Kemudian air laut yang sudah larut dengan kaporit dimasukkan ke toples larutan utama nutrien yang sudah berisi nutrien secara bertahap hingga volume 30 liter. Setelah air laut teraduk rata dengan nutrien, diamkan larutan utama nutrien selama 24 jam kemudian untuk menetralkan klorin yang tersisa ditambahkan Natrium thiosulfat dengan konsentrasi 20mg/L (Sinurat, 2. , jadi untuk 30 liter sebanyak 600 mg, lalu diamkan selama 4-5 jam. Setelah itu, larutan utama nutrien di cek dengan kertas indicator untuk memastikan klorinnya tidak ada lagi. Kultur Nannochloropsis sp. Wadah yang digunakan untuk kultur Nannochloropsis sp. adalah toples plastik volume 16 liter sebanyak 12 unit untuk kontrol, perlakuan dan ulangan 1,2, dan 3, yang Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 akan diisi air laut steril, nutrien dan inokulan hingga 10 liter. Tahapan kultur dimulai dari pengisian wadah dengan air laut steril yang sudah dicampur nutrien dari toples larutan utama nutrien sebanyak 9 liter. Air yang masuk ke setiap wadah kultur disaring menggunakan plankton net. Kemudian inokulan Nannochloropsis sp. yang ditambahkan dari laboratorium pakan alami BPBL Batam sebanyak 10% (Anjellyta, 2. dari volume yang akan dikultur yaitu 1 liter per wadah penelitian sehingga volume akhir setiap wadah 10 liter sesuai perlakuan. Selanjutnya, wadah ditempatkan dan diberi aerasi yang Pemeliharaan Nannochloropsis sp. dilakukan selama 7 hari. Pengamatan Kepadatan Sel Nannochloropsis sp. Pengamatan kepadatan sel diamati setiap hari selama 7 hari dan dihitung dengan menggunakan haemacytometer. Sampel plankton diteteskan menggunakan pipet tetes pada haemacytometer dan ditutup menggunakan cover glass kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x/0. Parameter Pengamatan Kepadatan Harian Kepadatan harian diamati setiap hari, perhitungan menggunakan rumus (BIOMLaboratoryPractical-UQ, 2. dengan rumus sebagai berikut : a yaA ya y. ycE= y 104 Keterangan: P = Kepadatan populasi Nannochloropsis sp. el/m. A,B,C,D = jumlah seluruh amatan Haemocytometer 4 = jumlah kotak sample yang dihitung 104 = Volume ruang pada kotak ukuran besar setelah ditutup cover glass Puncak Populasi Puncak populasi Nannochloropsis sp. dapat dilihat pada saat pengamatan kepadatan harian. Parameter ini bertujuan untuk melihat pada hari keberapa kontrol maupun masing Ae masing perlakuan mencapai puncak populasi yang ditandai dengan kepadatan sel Nannochloropsis sp. tertinggi selama pemeliharaan. Doubling Time Doubling time adalah waktu penggandaan sel Nannochloropsis sp. Doubling time dihitung berdasarkan data data jumlah sel fitoplankton menggunakan aplikasi Cell Doubling Time Calculator dengan rumus: Duration . Doubling time = final concentration ycoycu ( initial concentration Intensitas Cahaya Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan Nannochloropsis sp. , yaitu untuk berfotosintesis. Alat yang digunakan selama penelitian berlangsung yaitu lampu 60 watt dan alat untuk pengukur intensitas cahaya yaitu lux Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 HASIL DAN PEMBAHASAN Kepadatan Harian Kepadatan sel Nannochloropsis sp. diamati setiap harinya pada pagi hari. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kepadatan sel Nannochloropsis sp. pada setiap Pada penelitian ini fase lag untuk Kontrol, perlakuan A . otoran wale. B . otoran burung puyu. dan C . otoran burung wale. terjadi pada waktu yang sama yaitu pada awal masa kultivasi mulai hari ke-0 sampai hari ke-1. Fase eksponensial pada penelitian ini dimulai pada hari ke-2 sampai dengan hari ke-5, hal ini terlihat dari adanya laju pertumbuhan yang meningkat secara optimal hingga mencapai batas maksimal . uncak populas. Pada fase ini sel mulai meningkat yang menandakan bahwa Nannochloropsis sp. dapat beradaptasi dengan baik pada fase Kepadatan tertinggi pada penelitian ini pada kontrol dan semua perlakuan terjadi pada hari ke 5 pemeliharaan. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Rizki, 2. dimana kepadatan tertinggi Nannochloropsis sp. terjadi padah hari ke 5 pemeliharaan yang diberikan pupuk cair biourin kambing. Pada hari ke 6 pemeliharaan pada kontrol dan semua perlakuan mengalami penurunan jumlah kepadatan populasi yang artinya pada perlakuan ini sedang memasuki fase ketiga yaitu fase penurunan laju pertumbuhan. Ryu et al. menambahkan, pada fase ini mikroalga memperebutkan ruang pada media kultur serta terjadi penurunan nutrien dalam media kultur secara signifikan karena tidak dilakukan penambahan nutrien. Kepadatan sel yang mulai menurun karena habisnya nutrien yang sudah terserap oleh Nannochloropsis sp yaitu phosphorus (P). Phosphorus (P) merupakan penyusun utama asam nukleat (DNA maupun RNA), protein, gula fosfat, dan berbagai metabolit (Solovchenko et al. , . Su, . Blank, . Lin et al. , . Selain itu. P berkontribusi pada pembentukan fosfolipid, komponen penting membran sel yang memberikan struktur dan perlindungan pada sel (Solovchenko et al. , . Su, . Blank, . Lin et al. , . Fosfolipid merupakan pendorong fosfor seluler yang signifikan. diperkirakan 10-50% lipid dalam mikroalga diwakili oleh molekul-molekul ini (Geider & La Roche, . Manisali et al. , . P sangat diperlukan untuk fiksasi karbon dan metabolisme sel karena terlibat dalam produksi energi kimia (ATP) dan padanan pereduksi (NADH. NADPH) selama fotosintesis dan respirasi (Solovchenko et al. , . Su, . Blank, . Lin et , . Metabolisme sel, yang melibatkan perolehan energi, transformasi, akumulasi, dan penyaluran, terkait erat dengan pergantian beragam metabolit yang mengandung P (Su, . Blank, . Penelitian ini menunjukkan pentingnya ketersedian phosphorus untuk pertumbuhan mikroalga. Phosphorus Phosphorus yang terkandung Kontrol & Perlakuan TSP 43**** 4,3 Kontrol (Ure. Perlakuan (Kotoran Perlakuan B (Kotoran burung 0,209** Total . 7,18 43**** 11,48 1,64 43**** 5,94 Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 Perlakuan C (Kotoran burung 1,59*** 4,20 43**** 4,3 Keterangan: * Hasil analisis Laboratorium Sucofindo ** (Huri dan Syafriadiman, 2007 dalam (Putri & Sopandi, 2. ) ***(Talino et al. , 2. ****(Fauzan et al. , 2. Pada hari ke 7 pemeliharaan memasuki fase kematian dimana laju kematian lebih besar daripada laju reproduksi sehingga jumlah sel mengalami penurunan jumlah kelimpahan sel. Nutrien yang larut langsung dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk pertumbuhan populasi sehingga nutrisi yang terdapat dalam media pertumbuhan terus berkurang, sehingga mikroalga tidak mampu lagi mengalami pertumbuhan sel dan mengalami kematian. Arfah et al. menjelaskan fase kematian ditandai dengan populasi sel yang memiliki pola pertumbuhan cenderung menurun secara konstan. Hasil analisis nitrogen pada setiap pupuk perlakuan disajikan pada tabel dibawah ini. Nitrogen yang terkandung Kontrol & Nitrogen Total . Perlakuan Kontrol (Ure. 21**** 10,5 33,5 Perlakuan (Kotoran 12,81** 23 21**** 10,5 33,5 Perlakuan B (Kotoran burung 2,94*** 23 21**** 10,5 33,5 Perlakuan C (Kotoran burung 8,69*** 23 21**** 10,5 33,5 Keterangan: *(Daefi et al. , 2. **Hasil analisis Laboratorium Sucofindo ***Hasil analisis Laboratorium Pakan IPB Puncak Populasi Puncak populasi dapat dilihat dengan meningkatnya angka kepadatan pada pertumbuhan Nannochloropsis sp. Puncak populasi pada penelitian ini terjadi pada hari ke-5 untuk kontrol dan setiap perlakuan. Kepadatan tertinggi pada puncak populasi pada penelitian ini terdapat pada perlakuan A (Kotoran kelelawa. 339 sel/ml. Daefi et al. menjelaskan naiknya laju pertumbuhan Nannochloropsis sp. mencapai kepadatan puncak, disebabkan karena masih tersedianya nutrien yang cukup dan Nannochloropsis sp. masih dalam perkembangan yang baik. Sedangkan untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. (H-5 dikurang dengan H-. menunjukkan pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan B . otoran burung puyu. Hal ini dikarenakan adanya nutrien lain pada masing-masing pupuk yang juga ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan mikroalga. Perlakuan Kalium yang terkandung (%) Total . Kontrol (Ure. A (Kotoran kelelawa. 1,5-2,5* 2,7 Ae 4,48 B (Kotoran burung 3,133** Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 C (Kotoran burung wale. 17*** 5,74 Keterangan: *(Syofiani & Oktabriana, 2. ** (Huri dan Syafriadiman, 2007 dalam (Putri & Sopandi, 2. ***(Talino et al. , 2. Nutrien lain yang terdapat pada ketiga pupuk organik salah satunya adalah kalium. Kalium membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Unsur K ini biasanya berperan juga untuk mengimbangi penambahan unsur N dan P melalui pemupukan (Setiyaningrum, 2. KhurilAoain . menambahkan K berperan dalam memperkuat organ mikroalga, dan penyerapan makanan. Hal ini terbukti pada perlakuan B yang memiliki kandungan kalium tertinggi menghasilkan pertumbuhan tertinggi. Doubling Time Doubling time atau waktu penggandaan sel Nannochloropsis sp. seberapa cepat sel membelah. Berdasarkan analisis yang dilakukan waktu penggandaan diri paling singkat pada perlakuan B . otoran burung puyu. yaitu 36,3 jam. Damanik et . menjelaskan bahwa semakin singkat waktu penggandaan diri semakin cepat pertumbuhan Nannochloropsis sp. dan semakin lama waktu penggandaan diri maka pertumbuhan akan semakin lama. Kalium sebagai salah satu nutrien lain yang dimiliki ketiga pupuk organik mendukung dalam reproduksi Nannochloropsis sp. yang melakukan pembelahan sel untuk pertumbuhannya. He et al. menjelaskan kalium yang optimal mendukung pertumbuhan Nannochloropsis sp. namun jika konsentrasi K yang lebih tinggi menekan pertumbuhan dan mengurangi biomassa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B (Kotoran burung puyu. dengan kalium terbanyak yaitu 3,133% memberikan pertumbuhan tertinggi dan waktu pembelahan sel paling cepat sehingga kandungan kalium pada perlakuan B termasuk dalam kadar optimal. Intensitas Cahaya Sebagai sumber energi untuk fotosintesis dan pertumbuhan mikroalga, cahaya adalah komponen penting dalam pertumbuhan mikroalga. Kebutuhan cahaya bervariasi menurut kultur dan kepadatannya. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan fotoinbihisi dan pemanasan. Menurut Ernest . intensitas cahaya untuk kultur mikroalga yaitu 5000-10000 lux. Karena tempat peletakan wadah penelitian semi indoor oleh karena itu ditambahkan cahaya tambahan dari lampu 60 watt. Jumlah energi cahaya yang diterima oleh fitoplankton pada saat dikultur sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Jika jumlah energi cahaya yang diterima oleh fitoplankton lebih besar daripada kemampuan fitoplankton untuk memanfaatkannya atau terlalu sedikit, ini dapat menghambat proses reproduksi atau pembelahan sel fitoplankton (Utami et al. , 2. KESIMPULAN Pupuk kotoran kelelawar, kotoran burung puyuh dan kotoran burung walet mampu menjadi substitusi urea dan efektif digunakan sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. untuk populasi sel Nannochloropsis sp. Kepadatan sel tertinggi dan puncak populasi pada kontrol dan semua perlakuan terjadi pada hari ke 5 pemeliharaan. Pertumbuhan tertinggi Nannochloropsis sp. terdapat pada perlakuan B . otoran burung puyu. 055 sel/ml. Waktu penggandaan diri paling singkat pada perlakuan B . otoran burung puyu. yaitu 36,3 jam. Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 22-30 DAFTAR PUSTAKA