MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 STUDI PERSEPSI DAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI DESA MOLA BAHARI KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2018 Study of Perfect Perception and Knowledge of WomenAos Women About Examination of Own Breast in Mola Bahari Village Wangi Wangi Selatan District Wakatobi Regency 2018 Wa Ode Harsina1. Idrus2. Ridia Utami Kasih3 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . inamw13@yahoo. No. Hp: 085343191. ABSTRAK Hasil survey pendahuluan di Desa Mola Bahari diketahui bahwa. Pada 10 orang wanita usia subur terdapat 7 oarang yang masih persepsinya masih kurang tepat mengenai kanker payudara dimana mereka mengatakan bahwa kanker payudara tidak bisa diketahui secara dini, selain itu mereka mengatakan hanya memeriksa payudaranya jika selesai mandi namun dilakukan tidak secara seksama dikarenakan mereka kurang mengetahui mengenai tekhnik dan proses pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri di Desa Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana data disajikan akan dibahas berdasarkan data. Populasi penelitian adalah adalah semua Wanita Usia Subur di Desa Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan yang berjumlah 147 orang dengan sampel sebanyak 59 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran persepsi Wanita Usia Subur tentang pemeriksaan payudara sendiri yang kurang sebanyak 44 responden . ,5%), sedangkan yang baik sebanyak 15 responden . ,4%). Gambaran pengetahuan Wanita Usia Subur mengenai cara pemeriksaan payudara sendiri yang kurang sebanyak 52 responden . ,1%) sedangkan yang cukup sebanyak 7 responden . ,9%). Kata Kunci : Persepsi. Pengetahuan wanita usia subur. Pemeriksaan payudara sendiri ABSTRACT The results of the preliminary survey in Mola Bahari Village are known. Of the 10 women of childbearing age there are 7 who still have a perception that is not right about breast cancer where they say that breast cancer cannot be detected early on, other than that they say only checking their breasts when they are finished bathing but not carefully because they are lacking know about the technique and the process of breast self-examination. The purpose of this study was to describe the perceptions and knowledge of women of childbearing age about self breast examination in Mola Bahari Village. Wangi-Wangi Selatan District. Wakatobi Regency in 2018. The type of research was descriptive research where the data presented will be discussed based on data. The population in this study were all Fertile Women in Mola Bahari Village. WangiWangi Selatan Sub-district, totaling 147 people with a sample of 59 respondents. The results showed that the description of the perception of reproductive age women about self breast examination was 44 respondents . 5%), while the good ones were 15 respondents . 4%) and the description of fertile age women's knowledge about breast self-examinatio. as many as 52 respondents . while the good ones were 7 respondents . 9%). Keywords : Perception. Knowledge of fertile age women. Examination of own breast MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Prevalensi PENDAHULUAN Meningkat Pola penyakit berubah dari waktu ke seimbang dengan kenaikan usia, sebanyak 400 waktu dan berbeda pula dari satu wilayah ke kasus baru Dari 100. 000 kasus setiap tahun wilayah yang lain, mulai dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Menurut World Menurut data GLOBOCAN (IARC) Health Organization (WHO) kanker termasuk tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara kedalam empat jenis Penyakit Tidak Menular, merupakan penyakit kanker dengan persentase kanker berada di nomor dua setelah penyakit kasus baru . etelah dikontrol oleh umu. tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase Kanker merupakan suatu golongan kematian . etelah dikontrol oleh umu. akibat penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal kanker payudara sebesar 12,9%. Kanker yang tumbuh abnormal dan tidak terkendali, sehingga dapat menjadi tumor ganas yang persentase kematian yang rendah dibandingkan dapat menghancurkan dan merusak sel atau dengan persentase kasus baru, sehingga jika jaringan sehat. Kanker payudara merupakan penyakit kanker tersebut dapatdideteksi dan salah satu kanker yang sangat ditakuti oleh kaum wanita setelah kanker serviks. Kanker sembuh akan lebih tinggi. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit payudara merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang Tenggara dalam tiga tahun terakhir . 4- tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang 2. pada usia 25-44 tahun menunjukkan terjadi pada jaringan payudara. bahwa tahun 2014 jumlah kasus kanker Penyakit kanker dapat menyerang payudara sebanyak 11 orang, tahun 2015 semua umur hampir semua kelompok umur sebanyak 39 orang dan tahun 2016 sebanyak penduduk memiliki prevalensi penyakit kanker 81 orang. yang cukup tinggi. Prevalensi penyakit kanker Kemudian data yang diperoleh dari tertinggi berada pada kelompok umur 75 tahun RSUD Kabupaten Wakatobi bahwa pada tahun ke atas, yaitu sebesar 5,0A dan prevalensi 2016 sudah merujuk 17 pasien di RSU terendah pada anak kelompok umur 1-4 tahun Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dan 8 pasien di luar sulawesi Tenggara seperti di 5-14 tahun 0,1%. Terlihat peningkatan prevalensi yang cukup tinggi pada kelompok umur 25-34 tahun, 35-44 tahun, dan 45-54 tahun. Makassar. Puskesmas Wangi-Wangi Selatan merupakan salah satu Puskesmas terbesar yang ada di Kabupaten Wakatobi. Berdasarkan data merupakan kanker yang paling sering terjadi yang diperoleh pada tahun 2016 tentang pada wanita, 10% dari semua wanita di dunia rujukan kasus kanker Payudara. Puskesmas menderita kanker payudara dalam hidupnya. Wangi-Wangi Selatan telah merujuk ke Rumah Menurut WHO. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Sakit Umum Daerah Kabupaten Wakatobi sebanyak 9 kasus kanker payudara. e- ISSN: 2622-7762 Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2018. Untuk Hasil survey pendahuluan di Desa mengetahui gambaran presepsi wanita usia Mola Bahari diketahui bahwa. Dari 10 orang subur mengenai pemeriksaan payudara sendiri wanita usia subur terdapat 7 orang yang masih (SADARI) di Desa Mola Bahari Kecamatan persepsinya masih kurang tepat mengenai Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi kanker payudara dimana mereka mengatakan Tahun 2018. Untuk mengetahui gambaran bahwa kanker payudara tidak bisa dideteksi pengetahuan Wanita Usia Subur mengenai secarasendiri secara dini, selain itu mereka Pemeriksaan Payudara Sendiri di Desa Mola mengatakan hanya memeriksa payudaranya Bahari jika selesai mandi namun dilakukan tidak Kabupaten Wakatobi Tahun 2018. Kecamatan Wangi-Wangi Selatan secara seksama dikarenakan mereka kurang mengetahui mengenai tekhnik dan proses METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri di Desa Mola Bahari Kecamatan penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis diamana data disajikan akan diberikan narasi dan akan di bahas berdasarkan data yang Populasi dalam penelitian ini adalah Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi semua Wanita Usia Subur di Desa Mola Bahari Tahun 2018. Berdasarkan tertarik melakukan penelitian tentang AuStudi persepsi dan pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri di Desa Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2018Ay. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah gambaran presepsi wanita usia subur mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Desa Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Kecamatan Wangi-Wangi Selatan berjumlah 228 orang. Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian yang berjumlah 70 orang. Tehnik pengambilan Simple Instrumen atau alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi daftar pertanyaan tentang variabel independen yang ada dalam penelitian serta dokumentasi dengan mengguanakan kamera. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan uji phi. Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2018. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pemeriksaan payudara sendiri di Desa Mola HASIL PENELITIAN Hasil bahwa dari 59 responden, terbanyak adalah umur 20-30 tahun yaitu sebanyak 37 responden . ,7%) dan yang MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 terkecil adalah umur > 40 tahun yaitu sebanyak untuk pekerjaan, responden terbanyak adalah 10 responden . %). Untuk pendidikan, pekerjaan IRT yaitu sebanyak 41 responden responden terbanyak adalah pendidikan SMP . ,5%) dan yang terkecil adalah pekerjaan yaitu sebanyak 25 responden . ,4 %) dan yang terkecil adalah pendidikan SMA yaitu . ,2%). sebanyak 9 responden . ,3%). Sedangkan Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden di Desa Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Karakteristik Umur 20-30 tahun 31-40 Tahun >40 tahun Pendidikan SMP SMA Sarjana Pekerjaan IRT Pedagang Wiraswasta Sumber: Data Primer, 2018 Hasil N . Hasil penelitian pada tabel 2 juga menunjukkan bahwa untuk variabel persepsi responden, terdapat 44 responden pengetahuan dari 59 responden, terdapat 52 . ,5%) yang memiliki persepsi kurang dan responden . ,1%) yang memiliki pengetahuan terdapat 15 responden . ,5%) yang memiliki kurang dan terdapat 7 responden . ,9%) yang persepsi baik. memiliki pengetahuan cukup. Tabel 2. Distribusi Variabel Penelitian di Desa Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Variabel Penelitian N . Persepsi Kurang Baik Pengetahuan Kurang Cukup Sumber: Data Primer, 2018 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 PEMBAHASAN Persepsi atau biasa disebut dengan kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang sikap adalah pandangan seseorang mengenai memberikan pengaruh dinamik dan terarah suatu hal yang akan mengarahkannya dalam terhadap respon individu pada semua objek Keadaan mental dan saraf dan dan situasi yang berkaitan dengannya. Tabel 2 menunjukan bahwa persepsi merasa bahwa didalam adat istiadat mereka tidak diajarkan untuk memeriksa payudara payudara sendiri (SADARI) diketahui lebih sendiri didepan cermin selain itu mereka juga banyak responden yang kurang sebanyak 44 berpersepsi bahwa kanker payudara tidak dapat responden . ,5%) hal ini disebabkan oleh dideteksi secara dini melainkan harus melalui karena beberapa faktor yang terlihat dari pemeriksaan medis. jawabab kuesioner. Mereka berpersepsi bahwa Sedangkan berpersepsi baik tentang tidak perlu melakukan pemeriksaan payudara sendiri karena beranggapan bahwa mereka sebanyak 15 responden . ,4%) hal ini tidak sakit jadi mengapa harus memeriksakan disebabkan oleh karena mereka mengetahui payudaranya secara rutin. Hal ini semestinya pentingnya melakukan deteksi dini kanker (SADARI) mendeteksi secara rutin. Hal ini semestinya memeriksa dan melakukan pemijatan pada payudara didepan cermin setiap kali setelah mendeteksi secara dini berbagai kelainan pada menstruasi mereka melakukan hal ini karena payudara dapat memberikan kita petunjuk dalam merespon dan melakukan pengobatan dilakukan sendiri olehnya jika selalu dilakukan jika terjadi kelainan sebelum hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam melihat dan semakin parah. mencari alternative penanganan jika terjadi Mereka juga tidak mengetahui kapan masalah dengan payudara mereka, mereka harus dilakukan pemeriksaan payudara untuk dengar dan pelajari melalui video di HP mengenai cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Hasil penelitian ini sejalan dengan pengetahuan mereka mengenai deteksi dini hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi, payudara, bahkan sebagian merasa aneh jika 2013 dimana diketahui bahwa banyaknya, harus memperhatikan payudara mereka di masyarakat yang masih memiliki persepsi yang depan cermin dan juga melakukan pemijatan kurang mengenai kanker payudara. padahal hal itu sangat baik dilakukan untuk Salah satu cara dalam mengatasi mngetahui adanya perubahan anatomi yang kanker payudara adalah dengan melakukan Mereka juga belum pernah mendengar pencegahan yang merupakan salah satu bentuk mengenai tehnik sadari dan mereka juga promosi kesehatan karena dilakukan pada MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 orang yang pernah dilakukan penyuluhan oleh Puskesmas menghindari diri pada keterpaparan pada dan juga tidak pernah ada yang melakukan berbagai faktor risiko. Pencegahan primer pelatihan atau pendidikan kesehatan mengenai cara pemeriksaan kanker payudara. e- ISSN: 2622-7762 payudara sendiri (SADARI) serta melakukan Selain pola hidup sehat untuk mencegah penyakit mengetahui tanda dan gejala kanker payudara kanker payudara. serta stadium kanker payudara dimana mereka Berdasarkan hasil penelitian ini maka beranggapan kanker itu adalah jika payudara peneliti berasumsi bahwa persepsi yang baik (SADARI) dapat mengarahkan pasangan usia subur untuk mencegah dan mendeteksi secara pemeriksaan payudara sendiri yang disebabkan dini kanker payudara dengan melakukan oleh karena tingkat pendidikan yang masih SADARI. rendah, jarangtnya pelaksanaan penyuluhan Pengetahuan merupakan resuktan dari oleh Puskesmas, masih kurangnya informasi akibat proses pengindaran terhadap suatu dari pihak Puskesmas kepada masyarakat baik Pengindraan tersebut sebagian besar berasal dari penglihatan dan pendengaran. Pengukuran dan penilaian pengetahuan pada Sedangkan yang baik sebanyak 7 responden . ,9%) hal ini disebabkan oleh karena wawancara dengan alat bantu kuesioner berisi responden terbiasa membaca artikel kesehatan materi yang ingin diukur dari responden. di internet sehingga mereka mempelajari Pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari mengenai bahaya kanker payudara dan juga pengalaman yang berasal dari berbagai macam memeriksakan payudara didepan cermin serta elektronik, buku petunjuk, petugas kesehatan. SADARI. setiap bulan setiap selesai menstruasi. media poster, kerabat dekat dan sebagainya. Hasil penelitian ini sesuai dengan Pengetahuan ini dapat membentuk keyakinan pendapat Kuncoroningrat dalam Nursalam tertentu sehingga seseorang berperilaku sesuai . , keyakinan tersebut. Tabel pendidikan seseorang maka semakin mudah individu menerima informasi sehingga makin pengetahuan wanita usia subur mwngwnai banyak pula pengetahuan yang dimiliki maka pemeriksaan payudara sendiri diketahui lebih banyak responden yang kurang sebanyak 52 responden . ,1%) hal ini ditunjukan oleh secara rutin, hal ini dikarenakan pengetahuan jawaban responden yang tidak mengetahui penyebab kanker payudara. Dimana tidak MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 pemeriksaan payudara sendiri secara rutin. e- ISSN: 2622-7762 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan dengan penuh rasa Berdasarkan hasil penelitian ini maka hormat, mengucapkan terima kasih yang tidak peneliti berasumsi bahwa pengetahuan yang Ucapan terima kasih yang sebesar- baik mengenai SADARI dapat mengarahkan besarnya penulis sampaikan pula pada: Pihak seseorang untuk melakukan pencegahan dan Yayasan deteksi dini kanker payudara. Oleh karena itu memberikan kesempatan kepada kami dalam diharapkan agara instansi kesehatan yang terkait seperti Puskesmas agar melakukan hususnya dibidang pendidikan. Pihak STIKES penyuluhan terkait kanker payudara. Mandala Waluya yang telah memberikan Mandala Yang mengembang diri. Serta untuk pihak Desa KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Waluya Mola atas kesediaan waktu dan lokasi selama pembahasan dalam penelitian ini maka dapat penelitian, dan seluruh pihak atas motivasi dan ditarik kesimpulan bahwa gambaran persepsi Wanita Usia Subur tentang pemeriksaan payudara sendiri sebanyak 44 responden DAFTAR PUSTAKA