BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BENTUK PENYAJIAN MUSIK TARI NGAGAH IMO PADA MASYARAKAT KERINCI PROVINSI JAMBI DALAM WADAH ESTETIKA Deria Sepdwiko. Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Universitas PGRI Palembang Jl. Jend. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Kode Pos 30251 Email: sepdwiko. deria@gmail. ABSTRACT This study discusses the form of presentation of the Ngagah imo dance in the Kerinci community of Jambi Province in Aesthetic Containers. The creation of the Ngagah imo dance departs from the rituals owned by the supporting community, namely the treatment ritual. The Ngagah imo dance ritual functions as a treatment for a disease related to supernatural beings. The method used in this study is a qualitative method . escriptive analysi. , namely, speech, writing and behavior that can be observed from the person or subject itself which is described and analyzed by witnessing directly the Ngagah imo dance performance, as well as through observation, interviews, and documentation related to research. The Ngagah imo dance ritual is believed by the people of Kerinci Jambi Province as a means of treatment related to supernatural beings. However, along with the shift in time, this ritual was used as an idea in creating the Ngagah imo dance which only functions as entertainment. The presence of the Ngagah imo dance has a place in the lives of its people, it can be seen that the Ngagah imo dance is displayed in various events that are held in Sulak Roda. Kerinci Regency, such as events held by the Kerinci Regency government, schools in Kerinci , events, and other events. The focus of the research discussed in this study is to see the aesthetics presented in the Ngagah imo dance as a whole in terms of performance. Because this dance departs from a sacred treatment ritual that was born in the form of dance. The progress and development of the times made the people of Kerinci Jambi Province very concerned about the development of the Ngagah imo dance in the future so that it would not experience extinction. Keywords: Ngagah imo dance music, aesthetics, and social culture ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang bentuk penyajian tari ngagah imo pada masyarakat Kerinci Provinsi Jambi dalam Wadah Estetika. Terciptanya tari ngagah imo berangkat dari ritual yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya yaitu ritual pengobatan. Ritual tari ngagah imo berfungsi sebagai pengobatan suatu penyakit yang berhubungan dengan makhluk gaib. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif . eskriptif analisi. , yaitu, ucapan, tulisan dan prilaku yang dapat diamati dari orang atau subjek itu sendiri yang dideskripsikan dan dianalisis dengan cara menyaksikan secara langsung pertunjukan tari ngagah imo, maupun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Ritual tari ngagah imo dipercayai oleh masyarakat Kerinci Provinsi Jambi sebagai sarana pengobatan yang berhubungan dengan makhluk gaib. Namun seiring dengan pergeseran waktu ritual ini dijadikan sebagai ide dalam menciptakan tari ngagah imo yang hanya berfungsi sebagai hiburan. Kehadiran tari ngagah imo ini mendapat tempat dalam kehidupan masyarakatnya, hal ini terlihat bahwa tari ngagah imo ditampilkan dalam berbagai acara-acara yang terdapat di Sulak deras Kabupaten Kerinci, seperti acara-acara yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Kerinci, sekolah-sekolah yang terdapat di Kerinci, event-event, maupun acara Fokus penelitian yang dibahas dalam penelitian ini yaitu melihat estetika yang dihadirkan dalam tari ngagah imo secara keseluruhan dalam segi pertunjukan. Karena tarian ini berangkat dari ritual pengobatan yang bersifat sakral di lahirkan dalam bentuk seni tari. Kemajuan dan perkembangan zaman membuat masyarakat Kerinci Provinsi Jambi sangat memperhatikan perkembangan tari ngagah imo kedepannya agar tidak akan mengalami kepunahan. Kata Kunci: Musik Tari ngagah imo, estika, dan sosial budaya. BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 ngagah imo. Edi tertarik menciptakan dalam bentuk tari oleh karena mengamati prosesi-prosesi atau kegiatankegiatan yang terdapat dalam ritual ngagah imo yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang dinamai dengan tari ngagah imo. (Wawancara dengan seniman tari ngaggoh imo (Lukman Edi ). Sungai Penuh , 2. Pendahuluan Tradisi merupakan salah satu unsur dari kebudayaan, yang mengalami pasang surut, sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat pendukungnya sehingga akan mengalami perubahan setiap waktunya. Perubahan yang paling mendasar mengenai perkembangan tradisi disebabkan oleh perkembangan media-media teknologi. Barker mengatakan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi merupakan tantangan bagi perkembangan seni tradisional. Dunia menjadi ajang persaingan pergerakan, diantaranya pergerakan manusia, pergerakan uang dan modal, serta pergerakan budaya, (Barker. Cultural Studies: Teori dan Prakti. Masyarakat Kerinci Propinsi Jambi memiliki tradisi yang beraneka ragam, salah satunya adalah tradisi ritual ngagah imo pada msayarakat Pulau tengah Kabupaten Kerinci. Ngagoh yang berarti memanggil, sedangkan Imo berarti harimau. Ritual ngagah imo yang bersifat sakral berfungsi sebagai pengobatan suatu penyakit yang disebabkan oleh makhluk halus seperti jin atau setan . akuatan ghai. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penyakit yang disebabkan oleh kekuatan ghaib tersebut harus diobati oleh seorang yang bisa memanggil Proses pengobatan tersebut, dukun ngagah imo dibantu oleh ketua Adat, yaitu orang yang bekerja sebagai pengarah jalan untuk membaca mantra diiringi dengan bunyi yang berasal dari terawak . ebunyian terbuat dari tempurun. yang berfungsi untuk menjeput roh harimau, kemudian terawak tersebut dibunyikan sebagai petanda ritual dimulai. Diyakini dengan adanya ritual adat ini, roh harimau akan mendengar dan datang menjelma. Kepercayaan masyarakat harimau berkuping tanah, pendengarannya menembus setiap jejak langkah, setelah kain putih dibuka satu per satu berbagai jenis benda kemudian diletakkan dihadapan harimau sebagai tebusan. Prinsipnya adalah melunasi, hilang belang diganti belang, hilang taring diganti taring, hilang ekor diganti ekor, hilang mata diganti mata, dalam ritual itu taring diganti dengan keris, kuku diganti dengan sebilah pedang, ekor diganti dengan tombak, suaranya diganti pukulan gong, warna matanya dengan benda keras yang berkilat seperti kelopak betung ( pelepah bambu bagaian dalam ) dan belakangnya diganti warna kain. Setelah proses itu, harimau mati diarak keliling kampung diiringi dengan peragaan tarian, silat pisau, silat pedang dan gerakan yang menyerupai harimau. Ditengah ritual itulah tiba-tiba banyak warga yang kesurupan dan bertingkah mirip gerakan harimau, kejadian inilah diyakini warga sebagai tanda kedatangan roh leluhur yang mejelma masuk kedalam raga manusia. Untuk menyadarkan yang kesurupan para ketua adat pun cukup membaca mantra khusus. Setelah itu harimau akan dikubur di pinggiran desa. Perbedaan itu menjadikannya ke dalam bentuk seni pertunjukan yaitu seni tari dengan tidak meninggalkan atau menghilangkan nilai-nilai yang ada dalam ritual Tujuan Lukman Edi menciptakan karya tari ini agar masyarakat lebih peduli dengan ritual Pembahasan Ritual Tari ngaggah Imo merupakan suatu bentuk upacara atau perayaan yang berhubungan dengan beberapa kepercayaan atau agama yang ditandai oleh sifat khusus, menimbulkan rasa hormat yang luhur dalam arti merupakan suatu pengalaman yang suci, (O Dea dalam Y. Sumandio Hadi, 2006. Ritual tari ngaggoh imo merupakan ritual pengobatan yang berhubungan dengan bantuan kekuatan makhluk gaib. Awal keberadaan ritual ini yaitu semenjak tahun 1942, pada waktu ini tidak adanya rumah sakit, puskesmas maupun tembat berobat lainnya, sehingga jika ada orang yang sakit nenek moyang mereka langsung melakukan pengobatan dengan ritual ngaggah imo, sebagai cara dan usaha agar sisakit tersebut terhindar dari penyakit yang dideritanya. Ritual ini dapat terlaksana jika ada izin dari keluarga sisakit, sedangkan dari sisakit sendiripun mau melaksanakan pengobatan dengan ritual ngaggah imo tanpa ada paksaan dari pihak lain Jika semuanya setuju maka pihak keluarga memanggil anggota yang terlibat dalam ritual ngaggah imo , seperti seorang dukun yang dipanggil dengan sebutan dukun ngaggah Imo . emanggilan harima. Pengertian dukun itu sendiri dalam pandangan masyarakat adalah orang yang memiliki kemampuan untuk berhubungkan dirinya dengan alam gaib, karena ritual ngaggah imo dalam prosesnya sangat berhubungan dengan hal-hal yang mengandung unsur-unsur gaib pula. Selain dari dukun anggota yang terlibat dalam ritual pemanggilan harimau adalah Tokoh Adat, dan orang yang dituakan dalam lembaga adat, kedua anggota ini memiliki perannya yang berbeda-beda dalam ritual ngaggah imo. Tokoh adat berperan sebagai pengarah jalan dukun ngaggah imo dengan menggunakan alat musik Gong dan Gendang, beserta Vokal sebagai penyerau ( memanggil ) sedangkan tetua dalam lembaga adat berperan sebagai juru bahasa untuk menterjemah atau mentransfer apa yang dikatakan oleh dukun ngaggah imo. Tujuan Aytokoh adat dan tetua adatAy ini adalah dalam proses ritual ngaggah imo sang dukun yang semulanya dalam keadaan sadar kemudian dirasuki atau dimasuki oleh roh yang mereka yakini dapat membantu disaat plaksanaan ritual berlangsung. Sehingga peranan Autokoh adat dan tetua adatAy Aoinilah pengarah ritual ngaggah imo disaat sang dukun dikendalikan oleh roh yang masuk ketubuhnya. Ritual ngaggah imo tergolong sulit untuk ditelusuri secara kongkrit dengan bukti-bukti dan sumber-sumber yang teruji, tetapi peneliti dalam melakukan penelitian mengenai ritual ngaggah imo ini diupayakan melalui BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 informasi-informasi yang diperolah dari masyarakat setempat yang hanya berupa cerita, terutama kepada masyarakat yang sudah lanjut usia. Orang-orang yang sudah lanjut usia menganggap upacara ngaggah imo ini sudah ada semenjak mereka berusia anak-anak, sehingga mereka akan lebih memahami perkembangan ritual ngaggah imo dari mereka kecil sampai sekarang. Informasi yang mereka sampaikan pada dasarnya memiliki maksud yang sama walaupun cara mereka menyampaikannya berbeda-beda. Asal usul ritual ngaggah imo menurut masyarakat berawal dari kisah sebuah keluarga yang hidup di hutan. Keluarga tersebut merupakan keluarga yang baru Kehidupan di dalam hutan cukup membuat keluarga ini merasa kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di dalam hutan, maka pihak suami minta izin kepada istri untuk mencari nafkah di daerah lain yang tidak begitu jauh dari domisili mereka, sang istripun menyetujui hal tersebut dengan harapan akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Walaupun sang istri ditinggalkan dalam keadaan hamil. Selama mencari nafkah suaminya tidak pernah sekalipun menghubungi istrinya, karena pada waktu itu belum ada alat-alat teknologi seperti handphone (H. sehingga membuat mereka sulit untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan mereka, sampai akhirnya sang istripun Karena kelahiran anak tidak sempurna maka beberapa hari saja si bayi meninggal dunia. Beberapa hari setelah bayi dikuburkan, tiba-tiba sang istripun terdengar berita dari seorang warga yang lewat di dekat rumahnya dan memberitahu kepada sang istri bahwa suaminya tengah menuju pulang ke Setibanya di rumah, sang suami terkejut melihat istrinya menangisi mayat dalam bungkusan kain Sang istri menyampaikan kepada suaminya bahwa anak kita telah lahir namun dia telah meninggal dunia. Penyampaian dari istrinya tidak membuat suaminya terkejut, tetapi meragukannya dan ingin membuka bungkusan kain kafan itu. Menjelang beberapa menit kemudian sang suami membuka kain kafan tersebut. Ternyata yang dilihatnya dalam bungkusan kain kafan yang dibungkus istrinya adalah seekor bangkai kucing. Suaminya langsung marah dan meninggalkan rumah menuju kuburan bayi yang sebenarnya. Akhirnya suaminyapun meninggalkan kembali istrinya dalam waktu yang cukup lama. Ketika sang suami kembali, ternyata dia memiliki kemampuan mengobati orang sakit. Setiap orang yang sakit dikampung tersebut, mereka meminta tolong kepada suaminya agar disembuhkan penyakit yang Setelah lama sang suami menggeluti propesi sebagai orang yang memiliki kemampuan mengobati orang yang sakit dan akhirnya masyarakatpun mengenal kepandaiannya, sehingga sang suami dijuluki dengan sebutan dukun ngaggah imo. Sebutan ngagah imo ini melekat untuk menyebut keturunannya yang memiliki kemampuan mengobati orang sakit. Hingga kini, apabila dilakukan upacara pengobatan atau penyembuhan orang ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 sakit disebut dengan ngaggah imo atau ritual pemanggilan harimau. Masyarakat Kerinci yang merupakan daerah tempat hidupnya ritual nggah imo jika menderita sakit mereka cendrung mengaitkan dengan pengaruh atau perbuatan roh-roh jahat . yang mengganggu jiwa manusia. Dunia gaib didiami oleh berbagai makhluk dan kekuatan yang tidak dapat dikuasai oleh manusia dengan cara-cara biasa, oleh karena itu pada dasarnya ditakuti oleh manusia, (Koentjaraningrat, 1992. Bagi masyarakat Kerinci Propinsi Jambi harimau merupakan sahabat karib. Hidup berdampingan tanpa mengganggu satu sama lain. Bahkan harimau sangat dihormati oleh warga Kabupaten berjargon Sejuk Aman Kenangan Tertib indah ( Sakti ) alam Kerinci. Masyarakat Kerinci meyakini harimau merupakan titisan nenek moyang mereka yang ditugaskan menjaga kelestarian hutan rimba gunung rayo, masyarakat pun menggelari harimau dengan sebutan Inyik. Ninek atau Tuo yang artinya leluhur/ orang yang dituakan. Kelestarian hubungan itu terus terjaga sejak zaman dulu hingga saat ini. Untuk memulaikan dan menjaga hubungan batin antara harimau dan masyarakat, tak jarang warga dusun menggelar upacara ngagah . meskipun jarang terjadi perilaku adat masyarakat Kerinci terhadap raja hutan itu terus terjaga. Seperti ritual adat pada masyarakat Pulau tengah. Kerinci ,Jambi. Ritual tersebut dinamakan Tari ngagah Imo yang berarti menghibur Roh harimau sambil memanggil Roh Tarian itu digelar manakala ditemukan seekor harimau mati dihutan. Dengan maksud agar gerombolan harimau tidak turun gunung dan mengganggu warga (Pertunjukkan terakhir saat festival Danau Kerinci 2. Musik Musik adalah hasil ekspresi jiwa manusia melalui melodi, nada dan irama yang lahir secara spontanitas baik dengan suara secara individual maupun berkelompok dengan alat-alat tertentu. Musik mulai ada ketika kata-kata tak cukup lagi mengungkapkan sesuatu, sehingga untuk menguasai suasana atau hendak mempengaruhi keadaan digunakan musik sebagai sarana yang ampuh (Onghokham, 1983. 169-180 ). Iringan musik merupakan hal yang penting dalam setiap pertunjukan tari, karena musik adalah salah satu pendukung sebuah tarian, bisa dikatakan patner yang tidak boleh ditinggalkan, sehingga dapat menghidupkan suasana tari dalam penampilannya. Musik dibagi atas dua yaitu musik internal dan musik eksternal, musik internal adalah musik yang dihasilkan dari bunyi yang dihasilkan dari tubuh penari, seperti bunyi dari tepukan tangan, hentakan kaki dan lain-lain. Musik eksternal adalah bunyi yang dihasilkan dari suatu alat musik seperti gendang, gong , seruling, dan lain sebagainya (Soedarsono, 1997. Musik yang terdapat dalam tari yaitu ngagah imo : beberapa Gendang. Gong, seruling Para pemain musik ini berasal dari anak-anak sekolah SLTP dan SMA yang memiliki hobi bermain musik tersebut. BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 dalam karya seni adalah kemampuan daya cipta mewujudkan karya seni yang belum pernah ada, atau karya seni yang sudah ada dengan kreasi baru. Setiap seniman memiliki dorongan untuk mencipta agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan bernilai tinggi, dorongan tersebut yaitu, pertama, dorongan kemanusiaan biasa, hasrat untuk mencapai kemashuran, uang, kekuasaan dan lain sebagainya, kedua, dorongan yang bersifat rohani, kebutuhankebutuhan yang dirasakan oleh rohaninya secara mendalam, bahkan mungkin tak disadarinya (Dharsono Sony Kartika, 2004. Kteativitas seorang seniman daerah Kerinci yang bernama Lukman Edi merupakan kemampuan, kamauan dan keberanian untuk mengembangkan tradisi yang dimiliki oleh masyarakatnya yaitu ritual ngagah imo yang bersifat sakral yang berhubungan dengan kepercayaan animisme dan bertolak belakang dari agama yang mereka anut, akan tetapi masyarakatnya memandang ritual ngagah imo ini hanya dari segi positifnya saja karena mereka masih menganggap bahwa ada dunia lain selain dunia yang mereka huni, sehingga apapun yang berasal dari dunia lain tersebut mereka yakni hanya bisa diselesaikan dengan bantuan mkhluk gaib pula yang sama-sama berasal dari dunia lain. Itulah kenapa ritual ngagah imo ini sampai sekarang masih diyakini oleh masyarakatnya. Namun lama kelamaan dengan adanya perkembangan zaman dan lajunya media komunikasi. Lukman Edi berinisiatif untuk mengembangkan ritual ngaggah imo menjadi seni pertunjukan . eni tar. yang sifatnya hanya sebagai hiburan semata, yang berangkat dari proses-proses atau ritus-ritus yang terdapat dalam ritual pemanggilan roh harimau dan dihadirkan dalam bentuk sentuhan-sentuhan estetika yang lebih menarik, sesuai dengan selera penonton dengan memperkaya dan memperindah elemen-elemen yang terdapat dalam tari. Jelantik menjelaskan bahwa Menciptakan karya seni dalam konteks kreasi baru tidak selalu adanya perubahan sedemikian radikal. Perubahan itu merupakan suatu perubahan yang mendasar, yang prinsifil. Perubahan itu bisa berupa perubahan komposisi, bentuk, penampilan konsep atau tujuan karya. Perubahan tersebut membuat Lukman Edi beranggapan dengan adanya tari ngaggah imo, ritual pemanggilan roh leluhur akan tetap dipelihara oleh masyarakat pendukungnya. Inilah salah satu inisiatif Lukman Edi untuk mengangkat ritual yang mereka Seni semacam ini disebutnya sebagai art of acculturation, karena dalam proses produksinya mengalami akulturasi. Akulturasi tersebut terjadi antara selera estetika seniman sebagai agen produksi dengan selera para penonton. Seni semacam ini juga dikenal dengan pseudo trdisional karena bentuknya tetap mengacu pada bentuk serta kaidah-kaidah trdisional, namun nilai-nilai tradisionalnya yang bersifat sakral, magis dan simbolis dibuat semu, dihilangkan atau hanya sebagai hiasan atau properti saja dalam penampilannya. Kemampuan membuat art of acculturation menjadikan Gambar 1. Alat musik gendang yang digunakan dalam tari AuNgagah ImoAy Gambar 2. Alat musik gong yang digunakan dalam tari AuNgagah ImoAy Estetika Tari Ngagah Imo Estetika menurut etimologi ialah pengetahuan tentang objek-objek penikmat indra. yang dimaksud dengan objek penikmat indra adalah karya seni, sehingga kualitas karya seni akan berpengaruh terhadap jiwa manusia, yaitu perasaan, imajinasi, alam pikiran dan Estetika juga sering diartikan sebagai kaidah atau metode menilai karya seni untuk keperluan seni itu sendiri dan disiplin di luar seni, misalnya etika, agama, ideologi, politik dan kebudayaan, (Abdul Hadi. Hermeniutika, 2004. Estetika dalam karya seni yaitu, bagaimana cara kita mengungkapkannya, karena keindahan tersebut mengacu pada Suatu karya seni yang berkualitas tinggi akan terlihat bagaimana seorang seniman dalam berkarya atau berkreatifitas dalam menciptakan suatu karya seni yang di dalamnya terkandung wirama, wiraga dan wirasa. Kreativitas Seniman Kreativitas merupakan kemampuan untuk berkreasi, dan daya cipta, yang bertolak dari yang sudah ada, bersifat dinamis, terbuka, bebas, tidak biasa, penuh resiko . idak aman dan yama. serta transeden, (Jakob Sumardjo: 2. Seniman diartikan sebagai manusia yang mengalami proses kreativitas. Kreativitas seniman BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 dalam kesenian bukanlah untuk kebutuhan jasmani saja, tetapi juga kebutuhan rohani, ( Jacob Sumardjo. Ibi. Berorientasi pada pendapat di atas Zulkifli mengatakan penilaian terhadap obyek kesenian, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara kain: . Latar Belakang Budaya. Seseorang yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda dengan pengamat lain, mereka tidak akan mempunyai penilaian yang sama terhadap keindahan suatu kesenian. Keterlatihan. Pengamat yang terlatih mengamati karya seni, tidak akan sama penilaian mengenai estetikanya dengan pengamat lain yang kurang terlatih. Kepekaan. Individu yang mempunyai kepekaan yang lebih tinggi, menimbulkan penilaian yang berbeda dengan individu yang memiliki kepekaan seni yang rendah. Kebiasaan. Apabila seseorang dalam hidupnya sering menyaksikan kesenian, penilaian estetikanya terhadap seni akan berbeda dengan individu yang jarang menyaksikan kesenian. Disaat tari ngagah imo ditampilkan, terlihat bahwa masyarakatnya merasa senang, sehingga mereka mempunyai apresiasi yang dalam terhadap tari ngagah imo ini. Rasa senang masyarakat tersebut secara umum ditimbulkan dari beberapa unsur seni yang terdapat dalam kesenian tersebut, antara lain: seorang seniman akan mendapat,( J. Maquet, 2000. Kesenian tersebut akan selalu berkembang dengan adanya perkembangan zaman, karena Seni sebagai ungkapan kreativitas manusia akan tumbuh dan hidup Estetika Pada Bentuk Tarian Bentuk menurut Lois Elfend adalah wujud dari rangkaian gerak tari atau unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah tarian. Semua benda atau peristiwa kesenian mengandung tiga aspek dasar estetis, yaitu wujud atau rupa, bobot atau isi, dan penampilan. Gambar 3. Aktivitas tari AuNgagah ImoAy Gerak Gerak merupakan bagian yang penting sebagai media ungkap tari, karena geraklah yang memberikan bentuk sekaligus juga dapat memberikan nilai-nilai keindahan dari tari, sejauh mana gerak bisa mewakili maksud yang ingin disampaikan melalui tari. Tari disebut sebagai seni yang paling tua. Mungkin dapat juga dikatakan bahwa tari disebut lebih tua dari seni itu Tubuh manusia membuat pola gerak dalam ruang, waktu dan mungkin menerangkan proses waktu yang telah lama dilalui beserta universalitasnya, (Anya Peterson: 2007. Estetika gerak pada tari ngagah imo dapat dilihat pada variasi gerak yang bermacam-macam, yang terdiri dari ragam gerak sembah, membentengi, memberi obat, putus benang. Gerakan-gerakan tersebut merupakan hasil peniruan . dari gerak-gerak dukun ngagah imo disaat proses pengobatan. Gerak yang terdapat pada tari ngagah imo ini bisa tergolong pada unsur kerasnya . dan pada unsur Unsur keras terlihat ketika penari melakukan gerakan meloncat dengan kaki dan selalu melakukan gerakan rentak. Pada unsur lembutnya msayarakat Kerinci, dan kesenian Melayu yang identik menggunakan gerakan yang lembut, sehingga dalam tari ngagah imo unsur-unsur Melayu yang identik dengan lembut juga terlihat dalam tari ngagah imo ini. Perpaduan antara gerak inilah membuat masyarakatnya merasa senang dan akan menyatu dengan kehidupan masyarakatnya dengan menyaksikan pertunjukan tari ngagah imo , karena ciri khas yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya tetap terlihat pada penampilan tari ngagah imo, ( Wawancara dengan Nur azizah. April 2015 ). Gambar 4. Aktivitas tari AuNgagah ImoAy Mengamati penampilan tari ngagah imo di atas, terlihat masyarakat sangat serius dan antusias dalam menyaksikan tarian ini, hal ini terbuktin setiap penampilan tari ngagah imo selalu ramai dikunjungi oleh masyarakatnya, dengan kata lain masyarakat Kabupaten Kerinci sangat berpartisipasi demi keberlangsungan pertunjukan tari ngagah imo . Setelah pertunjukan selesai dan para penaripun keluar dari arena pentas, sorak sorai dan tepuk tangan dari para penontonnya menandakan kalau tari ngagah imo ini sangat mereka senangi. Melihat dari kesenangan yang dipancarkan oleh para penonton, menandakan tari ngagah imo dapat menimbulkan kesenangan yang disebut dengan keindahan atau estetika. Keindahan atau estetika dalam suatu kesenian adalah sesuatu yang menyenangkan Sudah jelas kesenangan perasaan, sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan rohani, sebab fungsi primer BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 kesenangan yang dipancarkan oleh masyarakat ini lah memberikan nilai keindahan dari segi rias dan kostum yang digunakan para penari dalam tari ngagah imo. Musik Keindahan dari segi musik terlihat dari keselarasan antara musik dengan gerak yang terdapat dalam suatu Musik yang terdapat dalam tari ngagah imo , pukulan gendang yang dimainkan oleh pemusiknya sangat menghibur para penonton yang identik enerjik sesuai dengan gerakannya. Musik ini dikatakan indah oleh masyrakatnya, karena dalam ritual pemanggilan harimau hanya musik gong dan gendang yang terdengar dengan syair-syair yang telah ditentukan, namun pada tari ngagah imo ini permainan musiknya sudah memiliki warna, sehingga indah untuk didengar,( Wawancara. Jusman. April 2. Isi dan Tema Keindahan yang terdapat dalam suatu karya seni . eni tar. , tidak hanya terlihat dari gerakannya yang bagus, tidak hanya dari alunan musik yang dimainkan, tidak hanya menggunaan properti yang dihadirkan serta elemen-elemen lainnya, namun isi atau tema yang sesuai dengan garapan tari akan membuat tarian tersebut memiliki nilai-nilai estetika yang lebih menarik. Penyesuayaan tema dan isi yang terdapat dalam tari ngagah imo ini menjadi menarik bagi masyarakatnya. Properti Kehadiran properti yang sesuai dengan tema tarian, akan menambah keindahan dalam setiap penampilannya. kehadiran Properti mayang pinang, kemenyan, beras yang di taburi, dalam tari ngagah imo sangat disenangi oleh penonton, karena peroperti yang dihadirkan merupakan properti yang alamiah yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat pendukungnya, hal ini sesuai bengan pendapat yang dikemukaan oleh Jacob Sumardjo yang menyatakan suatu karya seni apabila berhubungan dengan alam, akan menambah estetika dalam karya tersebut, (Jacob Sumardjo. Ibi. Properti mayang pinang,kemenyan, beras yang di taburi yang dihadirkan sangat sesuai dengan tema tari ngagah imo dimana tarian ini berangkat dari ritual penyembuhan yang menggunakan mayang pinang sebagai syarat dalam proses pengobatan. Kehadiran properti yang alamiah dan sesuai dengan tema inilah yang membuat masyarakat merasa akrap dengan kehadiran tari ngagah imo, sehingga setiap tari ngagah imo ditampilkan sangat menarik dan ramai ditonton oleh masyarakat Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti uraikan dapat disimpulkan, pertunjukkan tari ngagah imo jauh lebih indah sebagai ide dalam tari ngagah imo, dimana ritual ngagah imo hanya sebagai ritual upacara yang tidak untuk dipertunjukkan pada masyarakat umum. Sedangkan tari ngagah imo dipertunjukkan di pentas arena dengan penontonnya berada di sekeliling pertunjukan, pemilikan pentas arena oleh pencipta tarinya karena tari ngagah imo ini masih memiliki unsur-unsur tradisi. Dengan adanya unsurunsur tersebut pencipta tarinya memiliki pentas arena yang lebih cocok untuk tari ngagah imo ini Namun tidak menutup kemungkinan tari ngagah imo akan dipertunjukkan di atas pentas Karena dalam sejarah perkembangannya, seni memiliki berbagai macam jenis panggung yang dijadikan tempat pementasan. Perbedaan jenis pangguang ini dipengaruhi oleh tempat dan zaman dimana seni itu berada serta gaya pementasan yang Estetika dalam pertunjukkan tari ngagah imo ini juga didukung oleh tempat pementasan yang dipilih oleh pencipta tari yang cocok dengan tema tarian, selain itu dari segi penonntonnya, dengan ditampilkan tarian ini dipentas arena penonton lebih merasa dekat untuk menikmati tarian ini. Sehingga penonton dengan melihat tarian ini mereka merasa memiliki ritual pengobatan yang sudah turun temurun dari nenek moyangnya. Agar ritual ngagah imo ini tetap mendapat perhatian dari masyarakat pendukungnya. Ada dua macam nilai estetika, nilai estetika yang pertama adalah nilai estetis, nilai estetis ini terdapat pada garis, bentuk, warna, gerak, tempo dan irama. Nilai kedua adalah nilai ekstra estetis atau nilai tambahan, yaitu nilai ekstra yang merupakan nilai tambahan dari nilai estetis murni. Berkaitan dengan hal di atas dalam tari ngagah imo estetika bentuk dapat dilihat dari keseluruhan tari yang merupakan pengembangan dari Ritual keagamaan, unsur warna bisa dilihat pada kostum yang digunakan penari, unsur irama dapat dilihat dalam musik pengiring tari ngagah imo , ritme pukulan gendang yang sesuai dengan gerakan yang dilakukan oleh para penarinya, sedangkan nilai estetis gerak dapat Rias dan Kostum Keindahan rias yang digunakan oleh penari dalam Tari ngagah imo menggambarkan ritual pemanggilan harimau yang identik dengan dunia gaib atau kegelapan yang dilambangkan dengan warna hitam, dengan demikian tari ngagah imo ini memiliki nilai keindahan karena sesuai dengan tema tarian ini berasal. Sehingga penonton merasa senang untuk melihat pertunjukan tari ngagah imo ini karena dari segi riaspun menggambarkan bagaimana ritual pemanggilan roh leluhur dengan sebutan inyik atau raja hutan, ini sebenarnya. Dari segi kostum yang digunakan oleh penari laki-laki memberi makna bahwa kostum celana silat berwarna hitam yang digunakannya menggambarkan kostum yang digunakan dukun ngagah imo dalam ritual harimau sedang berlangsung, dan penari perempuan menggunakan kostum kain songket yang dijadikan baju maupun rok. Masyarakat menilai rias dan kostum yang digunakan dalam tarian ini memang unik, sehingga masyarakat merasa senang untuk melihatnya, karena pada umumnya karya-karya yang ditampilkan di Kerinci menggunakan rias cantik dan selalu menggunakan kostum yang Melayu, (Wawancara. Harnas. Maret 2. Dari BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ditemui dengan melihat pengembangan yang dilakukan oleh pencipta tarinya dari ritus-ritus yang terdapat dalam ritual tari ngagah imo. Estetika pada unsur gerak juga dapat dilihat pada permainan pola lantai yang dilalui oleh para penarinya. Nilai ekstra estetis pada tari ngagah imo ini dilihat dari tema tarian ini yang sudah penulis jelaskan pada bahagian atas. Namun pada tema ini berisikan pesan yang terkandung berupa memperkenalkan tarian ini kepada generasi-generasi muda sebagai penerus demi keberlangsungan tari ngagah imo maupun ritual penyembuhan, atau tolak bala. DAFTAR PUSTAKA