Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Pengembangan Bahan Ajar Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal bagi Murid Sekolah Dasar Usmana,1. Sakariaa,2 Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia usmanpahar@unm. 2sakaria@unm. Article info ABSTRACT Article history: Received: 09-07-2020 Revised : 18-10-2020 Accepted: 27-12-2020 This study aims to develop valid, practical, and effective literary teaching materials based on character education in elementary The study used the Borg and Gall development model which was then adapted into four stages, namely: . predevelopment stage . , . product development stage, . product feasibility test stage, and . post-development stage. This study involved fourth grade elementary school students. The results of the study showed that the development of children's literature teaching materials is important. The teaching materials were declared feasible, both according to material and media experts and students. The teaching materials were proven to be effective and can be used independently. Keywords: development of children's Indonesian language local wisdom Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar sastra yang valid, praktis, dan efektif berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang kemudian diadaptasi menjadi empat tahap, yaitu: . tahap prapengembangan . , . tahap pengembangan produk, . tahap uji kelayakan produk, dan . tahap pascapengembangan. Penelitian ini melibatkan siswa SD kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar sastra anak penting dilakukan. Bahan ajar dinyatakan layak, baik menurut ahli materi dan media maupun peserta didik. Bahan ajar terbukti efektif dan dapat digunakan secara mandiri. Copyright A 2020 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Sebagai upaya mengikuti perkembangan zaman agar kualitas pendidikan meningkat, dilakukanlah perubahan kurikulum, yakni Kurikulum 2013. Substansi yang mendasar dari Kurikulum 2013 adalah perubahan yang berbasis pada kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi pada kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, perubahan lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa dan keterampilan Orientasi pembelajaran bahasa Indoensia pada teks sebagai sarana untuk menstimulus keterampilan berpikir siswa. Terdapat perbedaan persentasi antara teks sastra dan teks nonsastra dalam Kurikulum 2013 (Nusantara, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sastra kurang mendapat perhatian. Kurang perhatiannya penelitian pada bidang pembelajaran sastra didukung oleh beberapa temuan penelitian sebelumnya. Pertama, perkembangan kurikulum menunjukkan bahwa pembelajaran sastra dipandang sebagai minoritas (Parkhouse Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 et al, 2. Kedua, pembelajaran sastra belum banyak memberikan perubahan sikap, keterampilan, dan pengetahuan kepada siswa (Alsaleh, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sastra di sekolah masih dianggap belum menyentuh substansi dan belum mencapai tujuan utamanya, yakni memberikan pengalaman bersastra berupa apresiasi, ekspresi, dan kreasi kepada siswa. Dalam pembelajaran sastra, beragam keterampilan dapat dikembangkan. Fakta menunjukkan minimnya stimulus bagi siswa untuk merespons dan mengeksplorasi karya sastra yang dibacanya. Jika keterampilan ini dikembangkan, maka siswa mampu mengenal, menghayati, dan menilai karya sastra atau memeroleh pengalaman dari karya sastra yang dibacanya (Magulod, 2018. Feagin. Hobbs, 2. Hal ini berakibat pada apresiasi sastra di sekolah tidak bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal. Hal ini sejalan dengan tuntutan kurikulum 2013 yang memuat bahwa pembelajaran sastra ternyata tidak tercantum dengan jelas pada kompetensi dasar (Chalkiadaki, 2. Padahal pembelajaran sastra amat penting terutama dalam penggalian nilai-nilai yang tersirat maupun yang tersurat dalam karya sastra. Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran sastra mengalami permasalahan dalam proses pembelajaran. Masalah ini mencakup kurikulum, guru, siswa, bahan ajar, metode, dan sarana penunjang. Adanya keinginan guru memisahkan pembelajaran bahasa dan pembelajaran sastra dan minimnya ketertarikan dalam mengajarkan sastra (Siki, 2. Minat siswa belajar dan membaca karya sastra kurang dan memprihatinkan karena sastra dianggap kurang penting. Rendahnya kualitas pengajaran sastra yang disebabkan oleh faktor kualitas guru dan metode pengajaran yang kurang memberikan pengalaman apresiasi dan kreativitas (Bereczki & Karpati, 2. Strategi perencanaan kurikulum yang kurang memberikan alokasi waktu yang cukup, sarana berupa buku dan materi pelajaran yang tidak memadai dan adanya faktor eksternal yang membatasi kreativitas guru dalam pemilihan bahan pengajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa problematika pembelajaran sastra adalah penggunaan bahan ajar yang belum sesuai dengan harapan. Buku ajar yang dipergunakan guru masih memiliki berbagai kelemahan, baik dari segi isi/substansi maupun dari segi format atau kerangka pengorganisasian. Buku ajar yang ada dan beredar belum sepenuhnya mengacu pada pendekatan pembelajaran kontekstual. Dalam Kurikulum 2013, buku ajar dipandang sebagai elemen penting dalam tata kelola kurikulum selain guru, siswa, dan pemantauan. Dalam artian, pengembangan bahan ajar penting dilakukan guru agar pembelajaran lebih efektif, efisien, dan tidak melenceng dari kompetensi yang ingin dicapainya (Sinaga et al. Ghorbani et al, 2. Oleh karena itu, guru hendaknya mampu mencipta buku pelajaran atau mengembangkan bahan ajar sendiri yang diterbitkan untuk kalangan yang lebih luas atau untuk kalangan sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan guru dalam menulis buku teks akan memicu dan memacu dunia pendidikan karena ketajaman pandangannya dan kemampuannya memaknai arah kurikulum, strategi pembelajaran, konteks sosial budaya, perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pergeseran yang begitu cepat. Berdasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di sekolah dasar, dipandang perlu mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dimaksudkan adalah bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter. Hasil penelitian ini memberikan implikasi pada teoretik sastra anak dan pendidikan karakter dalam pengembangan bahan ajar di sekolah dasar. Pemberian Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 contoh langkah-langkah praktis dan sistematis pengembangan bahan ajar dalam meningkatkan pembelajaran sastra, khususnya pembelajaran sastra anak di sekolah dasar. Selain itu, hasil penelitian ini menjadi acuan dalam mengembangkan bahan ajar pembelajaran sastra anak serta menumbuhkan kompetensi dan minat belajar sastra yang dapat mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. METODE Sesuai dengan masalah dan tujuannya, penelitian ini didesain untuk memperoleh bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar yang berkualitas baik. Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian ini termasuk penelitian pengembangan . esearch and developmen. atau (R and D). Bahan ajar yang akan dikembangkan adalah bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter, berupa buku pegangan guru dan buku pegangan siswa. Untuk mendukung pengembangan tersebut, juga dikembangkan perangkat pendukung yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk mendukung kualitas dari bahan ajar dan perangkat, akan dikembangkan pula instrumen untuk memperoleh data tentang kualitas. Penelitian ini melibatkan siswa SD Negeri Inpres Hartaco Indah Makassar dengan fokus pada siswa kelas IV. Sumber data penelitian ini berasal dari . proses pengembangan bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar, . validasi bahan ajar yang dikembangkan, dan . implementasi bahan ajar dalam pembelajaran di Data terdiri atas data lisan dan data tertulis. Data lisan berasal dari saran dan kritikan secara lisan tentang produk oleh ahli bahasa, ahli . pembelajaran sastra anak, ahli desain . bahan ajar, praktisi . , dan siswa. Data tertulis berupa koreksi/masukan/saran langsung yang tertulis pada produk yang diperoleh dari ahli bahasa, ahli . pembelajaran, ahli desain . bahan ajar, praktisi . , dan siswa. Model pengembangan bahan ajar dan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada jenis pengembangan Borg dan Gall yang kemudian diadaptasi menjadi empat tahap, yaitu: . tahap prapengembangan . , . tahap pengembangan produk, . tahap uji kelayakan produk, dan . tahap pascapengembangan. Adapun tahapan pengembangan ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Tahapan Pengembangan Tahapan Tahap Prapengemb Tahap Pengembang an Produk Tahap Uji Coba Produk Tahap Pasca Pengembang Deskripsi A menganalisis standar kompetensi lulusan (SKL), kompetensi inti (KI), dan kompetensi dasar (KD), khususnya pembelajaran sastra A Analisis pustaka berupa kajian teori tentang bahan ajar, sastra anak, dan pendidikan karakter A Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui apakah bahan ajar yang akan dikembangkan dibutuhkan oleh guru dan siswa. A menyusun bahan ajar yang sesuai dengan standar penyusunan yang telah Output siswa dalam Bahan ajar A Uji coba ahli terdiri atas ahli bahasa, ahli materi, ahli media, dan ahli A Uji coba pemakai oleh guru dan uji coba oleh siswa. A Uji coba siswa dilakukan dalam bentuk uji coba perorangan, uji kelompok, dan uji coba lapangan. A Revisi atau perbaikan terhadap kekurangan produk yang telah diujicobakan sehingga menghasilkan bahan ajar yang efektif dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil lebih yang lebih baik Hasil uji coba Bahan yang efektif Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Data yang sudah dikumpulkan, selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dan diarahkan untuk menjawab pertanyaan Auapakah bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah bersifat valid, praktis, dan efektif atau belum?Ay Data yang diperoleh dari hasil validasi oleh para ahli dianalisis untuk menjawab pertanyaan Auapakah bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar beserta perangkatnya bersifat valid atau tidak?Ay. Adapun data hasil uji coba di kelas digunakan untuk menjawab pertanyaan Auapakah bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar beserta perangkatnya sudah bersifat praktis dan efektif?Ay Adapun analisis yang dilakukan ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 2. Instrumen Penelitian Instrumen Lembar validasi bahan ajar dan perangkat pendukung Lembar Observasi Keterlaksanaan Bahan Ajar dan Perangkat Pembelajaran Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Mengelola Pembelajaran Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Deskripsi untuk memperoleh data tentang hasil validasi para ahli terhadap bahan ajar bahan dan beberapa perangkat pendukung pembelajaran yang akan dikembangkan, seperti Rencana Pelaksananaan Pembelajaran (RPP), dan tes hasil belajar (THB). untuk memperoleh data lapangan tentang kepraktisan bahan ajar dan perangkat Angket Respons Siswa Tes Hasil Belajar untuk mengumpulkan salah satu data pendukung keefektifan penggunaan bahan ajar dan perangkat pendukung pembelajaran, yaitu: . angket respon siswa tentang penggunaan bahan ajar dalam pengajaran, . angket respons siswa terhadap bahan ajar, dan . angket respons siswa terhadap perangkat untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar sastra anak berbasis pendidikan karakter setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Data tes hasil belajar ini digunakan sebagai salah satu kriteria keefektifan bahan ajar dan perangkat pendukung pembelajaran yang dikembangkan Analisis Data Validasi Bahan Ajar dan Perangkat Pendukung Pembelajaran Data Keterlaksanaan Bahan Ajar dan Perangkat Pembelajaran untuk mengumpulkan salah satu data pendukung keefektifan penggunaan bahan ajar dan perangkat pendukung pembelajaran. untuk mengumpulkan salah satu data pendukung keefektifan penggunaan bahan ajar dan perangkat pendukung pembelajaran. Tabel 3. Analisis Data Analisis Data Aktivitas Guru dalam Mengolah Pembelajaran Data Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Data Respons Siswa Tes Hasil Belajar Deskripsi Prototipe-I yang dikembangkan dievaluasi oleh ahli relevansi dan Penentuan validitas menggunakan metode yang dikemukakan Gregory, yaitu menghitung koefisien validitas isi Kriteria yang digunakan untuk memutuskan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar terlaksana adalah nilai rata-rata minimal berada pada kategori terlaksana sebagian Kriteria yang digunakan untuk memutuskan bahwa aktivitas guru mengelolah pembelajaran memadai adalah nilai Aktivitas Guru minimal berada pada kategori Jika nilai aktivitas guru berada pada kategori lainnya, maka guru harus meningkatkan aktivitasnya dengan memperhatikan kembali aspek-aspek yang nilainya kurang Data hasil observasi aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung dianalisis dan dideskripsikan. Untuk mencari rata-rata frekuensi dan rata-rata persentase waktu yang digunakan siswa melakukan aktivitas selama kegiatan pembelajaran ditentukan melalui Hasil pengamatan aktivitas siswa Data respons siswa terhadap pembelajaran sastra anak berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar terbagi atas tiga, yaitu. respon siswa tentang penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran, . respons siswa terhadap bahan ajar, dan . respons siswa terhadap perangkat pembelajaran Analisis tes hasil belajar dilakukan secara deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan dan Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Sastra Anak Berbasis Pendidikan Karakter Hasil survei studi pendahuluan di SD Inpres Hartaco Indah Makassar untuk kelas IV yang menggunakan Kurikulum 2013, diketahui bahwa penggunaan bahan ajar tematik integratif pada peserta didik masih sangat minim. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa peserta didik menggunakan bahan ajar berbentuk buku cetak yang diperoleh dari pemerintah, yang disebut dengan istilah buku Keberadaan buku siswa pada Kurikulum 2013 berdampingan dengan buku Pada buku siswa ditemukan kelemahan-kelemahan antara lain: . materi atau konsep dalam bahan ajar masih sangat kurang. bahan ajar belum menyesuaikan kebutuhan guru. sulit diterapkan dalam pembelajaran untuk mengalihkan satu tema ke tema lain. siswa kurang bisa mengembangkan materi sendiri sesuai dengan bahan ajar. inisiatif siswa kurang dan hanya mengikuti instruksi dari guru dalam memanfaatkan buku siswa. Di samping itu, sastra yang terintegrasi dengan materi bahasa Indonesia dalam bahan ajar Kurikulum 2013 masih sangat minim ditemukan. Padahal, sastra dalam bahan ajar bahasa Indonesia tidak hanya sebagai bagian dari materi saja melainkan bagian yang mendukung seni . , hiburan . , serta media dalam menanamkan nilai-nilai moral bagi pembacanya. Bukan hanya itu, harus ada perubahan paradigma bahwa sastra yang diintegrasikan sebagai materi, seni . , hiburan . , serta media dalam menanamkan nilai-nilai moral bagi pembacanya dalam bahan ajar, tidak hanya pada mata pelajaran bahasa Indonesia saja melainkan dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya. Hal tersebut sesuai dengan prinsip Kurikulum 2013 yang menekankan pada sistem tematik terintegrasi. Artinya, sastra dapat ditampilkan pada setiap bagian materi pada bahan ajar. Sejalan dengan kelemahan yang ditemukan dalam buku siswa, buku guru sebagai pendamping buku siswa juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: . buku tersebut memberikan batasan ruang gerak kepada guru untuk mengeksplorasi atau mengembangkan kegiatan pembelajarannya di kelas karena telah ditetapkan di dalam buku secara mengikat. Tidak ada tambahan keterangan yang memberikan kebebasan kepada guru untuk melakukan pengembangan dan . buku guru memosisikan guru sebagai sumber informasi utama sehingga tidak ada kegiatan pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pusat belajar mandiri . tudent cente. karena intruksi pembelajaran semuanya berasal dari guru. Pengembangan Indikator Kompetensi Dasar pada Bahan Ajar Tematik Sastra Anak Berbasis Pendidikan Karakter Pengembangan indikator dalam pembuatan bahan ajar adalah langkah yang menentukan arah dan tujuan yang akan dicapai dari bahan ajar. Indikator inilah yang nantinya menjadi tolok ukur capaian pengembangan bahan ajar yang dievaluasi pada subjek uji cobanya. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk buku guru dan buku siswa. Materi bahan ajar dikembangkan dengan mengambil tema AuKepahlawananAy untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pengembangan materi dengan subtema AuPerjuangan Para PahlawanAy dengan fokus: . mengenal dan memahami perjuangan para tokoh pahlawan yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, . menghargai perjuangan para pahlawan dan sikap saling menghargai dalam Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 kehidupan sehari-hari, dan . Bhineka Tunggal Ika meliputi makna persatuan dalam perjuangan para pahlawan. Tema AuPahlawankuAy dipilih karena peneliti ingin memperdalam pemahaman tentang kepahlawanan kepada siswa serta nilai-nilai yang dapat diambil Situasi dan kondisi pada masa perjuangan menjadi ide-ide kontekstual di masa sekarang dan dikembangkan menjadi materi bahan ajar sesuai dengan kompetensi-kompetensi yang akan dicapai. Di samping itu, ruang lingkup tema kepahlawanan tersebut dipersempit pada skala lokal Sulawesi Selatan. Hal ini dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuan siswa akan kebudayaan dan adat-istiadat setempat yang menjadi jati diri siswa. Seperti yang diketahui, sekarang ini selain krisis moral, siswa juga diperhadapkan pada krisis Siswa tidak lagi mengenal kebudayaan dan adat istiadatnya, bahkan untuk mengenal nama atau gambar pahlawan asal daerahnya sendiri, yaitu Sulawesi Selatan menjadi sesuatu yang sulit. Selama ini, buku pelajaran yang digunakan oleh siswa masih bersifat nasional. Bahkah ada kecenderungan isi atau konten bahan ajar tersebut lebih mengeksplorasi kebudayaan dan adat istiadat dari daerah tertentu di mana buku tersebut diproduksi. Oleh karena itu, menjadi sangat penting dilakukan pengembangan bahan ajar yang dispesifikasikan pada suatu kebudayaan atau kearifan lokal tertentu sesuai dengan kebutuhan pemakainya di samping bahan ajar yang sifatnya nasional. Pengembangan Bahan Ajar Tematik Sastra Anak Berbasis Pendidikan Karakter Berdasarkan Karaktersitik Peserta Didik Murid merupakan pembelajar yang harus dipandang sebagai subjek yang akan belajar bukan sebagai objek yang akan dibelajarkan. Dengan demikian, guru harus memahami peran dan kedudukannya dalam proses belajar mengajar. Kaitannya dengan bahan ajar, pengembangannya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari murid itu sendiri. Oleh karena itu, guru harus mampu memahami kebutuhan bahan ajar yang seperti apa yang harus dikembangkan dan diberikan kepada muridnya. Secara umum, pengembangan bahan ajar tematik berbasis sastra anak dan pendidikan karakter ini didasari pada hal sebagai berikut: Anak memiliki ketertarikan atau minat terhadap wacana dan situasi sosial yang Pada masa tersebut, anak memiliki kuriositas . , rasa ingin memiliki, dan keinginan belajar yang tinggi. Anak sangat menyukai bacaan pendek yang berisi petualangan, sihir . , cerita kerajaan, cerita binatang dan tumbuhan, serta kisah-kisah heroik. Bahan ajar ini dibagi menjadi dua bagian penting, yaitu sastra anak dan pendidikan karakter. Sastra anak dipilih karena disesuaikan dengan kemampuan kognitif dan emosional anak. Di samping itu, sastra anak juga dipilih karena kemampuan membaca pada murid kelas IV masih pada tarap membaca rendah pada teks-teks pendek seperti cerpen dan cerita-cerita anak pada umumnya. Sedangkan pendidikan karakter dimaksudkan sebagai upaya internalisasi nilainilai karakter kepada siswa baik secara konkret maupun secara abstrak tertulis. Perlu disadari bahwa saat ini, anak-anak khususnya murid kelas IV SD seyogianya diserang oleh informasi baik tertulis maupun lisan secara AubrutalAy melalui media maupun secara langsung pada lingkungan sosial mengenai wacanawacana maupun sikap dan perilaku yang tidak mencerminkan karakter atau adat Apa lagi, pada usia tersebut, anak-anak berada pada fase operasional Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 kongkret atau fase meniru ulung. Artinya, pada masa tersebut, anak akan gemar dalam meniru segala sesuatu yang dibaca atau dilihatnya. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar yang diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter ini dimaksudkan agar siswa dapat meniru dan mengaplikasikan nilai karakter tersebut baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan sosial lainnya. Uji Kelayakan Bahan Ajar Sastra Anak Berbasis Pendidikan Karakter Kelayakan Bahan Ajar (Buku Sisw. Menurut Ahli Materi Uji kelayakan bahan ajar khususnya pada aspek materi dilakukan oleh ahli materi melalui kegiatan membaca, menelaah, serta memberikan penilaian dengan menggunakan lembar penilaian berupa angket. Dalam penilaian ini, ahli materi dipilih berdasarkan kompetensi yang dimiliki di bidang pengajaran pendidikan Pemilihan ahli materi yang diharpkan dapat memberikan masukan atau saran terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Ahli materi yang memvalidasi bahan ajar ini dipilih karena memahami dengan baik Kurikulum 2013, sehingga dapat lebih memahami kebutuhan-kebutuhan materi yang sesuai dengan Kompetensi Dasar di Kurikulum 2013. Penilaian ahli materi terhadap kelayakan bahan ajar kelas IV SD yang dikembangkan dapat dilihat di Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Kelayakan Buku Siswa Ahli Materi Nomor Indikator Kesesuaian materi dengan SK & KI Cakupan materi luas dan dalam Materi mudah dipahami Pemberian contoh-contoh yang cukup Contoh-contoh mudah dipahami Sesuai dengan kehidupan peserta didik Mengandung fakta-fakta yang spesifik, terkini, dan ringkas Berpusat pada peserta didik Logis Keruntutan konsep Keterkaitan dan keutuhan makna Umpan balik untuk evaluasi diri Rata-rata skor Skor 3,92 Kategori Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Dari hasil perhitungan Tabel 4 dapat diketahui bahwa skor rata-rata untuk aspek materi adalah 3,92. Dalam tabel skala, nilai 3,92 dapat masuk dalam interval skor 3,4 < ycU O 4,2 dengan kategori AubaikAy. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi tersebut maka bahan ajar yang dikembangkan masuk adalam kategori AubaikAy dan bisa dilanjutkan uji coba terbatas pada peserta didik. Kelayakan Bahan Ajar (Buku Sisw. Menurut Ahli Media Kelayakan produk dari aspek media dilakukan melaui validasi produk melalui kegiatan membaca, menelaah, serta memberikan penilaian dengan menggunakan lembar penilaian berupa angket. Dalam penelitian ini ahli media dipilih berdasarkan kompetensi di bidang pendidikan dasar dan sudah berpengalaman memberikan penilaian produk. Validasi bahan ajar buku siswa oleh ahli media dilakukan sebanyak dua kali. Hasil penilaian kelayakan produk bahan ajar yang dikembangkan menurut ahli media dapat dilihat pada Tabel 5. Dari hasil penilaian di atas dapat diketahui bahwa skor rata-rata keseluruhan untuk aspek media adalah 3,83. Dalam tabel skala, nilai yang didapat masuk dalam interval skor 3,4 < X O 4,2 dengan kategori AubaikAy meskipun masuk kategori AubaikAy tetapi bahan ajar yang dibuat belum mendapat rekomendasi ahli media untuk dilakukan uji coba pada peseta didik. Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Tabel 5. Hasil Uji Kelayakan Buku Siswa Ahli Media Tahap I Nomor Indikator Ukuran buku Desain sampul Tata letak yang proporsional Jenis huruf menarik dan mudah dibaca, ditebalkan pada bagian yang Menggunakan gambar nyata Menggunakan ilustrasi yang menarik Tata bahasa dan istilah jelas, tepat dan spesifik serta mudah dimenerti Tata bahasa sesuai tingkat membaca pesrta didik Tidak terdapat kesalahan teks Ketepatan struktur kalimat Kesesuain dan ketepatan ilustarsi & gambar dengan materi Penggunaan warna/gradasi warna yang menarik Rata-rata Skor Kategori Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik 3,83 Baik Sangat baik Kurang Kurang Kurang Cukup Baik Baik Berdasarkan hasil catatan penilaian ahli materi ada beberapa revisi dalam bahan ajar yaitu terkait dengan poin nomor 7 dan 8 serta masih diperlukan tambahan animasi dan perbaikan tata tulis. Selanjutnya peneliti melakukan revisi bahan ajar untuk dinilai kembali oleh ahli media. Hasil penilaian tahap kedua oleh ahli media sebagai berikut. Tabel 6. Hasil Uji Kelayakan Buku Siswa Ahli Media Tahap II Nomor Indikator Ukuran buku Desain sampul Tata letak yang proporsional Jenis huruf menarik dan mudah dibaca, ditebalkan pada bagian yang penting Skor Kategori Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Menggunakan gambar nyata Menggunakan ilustrasi yang menarik Tata bahasa dan istilah jelas, tepat dan spesifik serta mudah Tata bahasa sesuai dengan tingkat membaca pesrta didik Tidak terdapat kesalahan teks Ketepatan struktur kalimat Kesesuain dan ketepatan ilustarsi dan gambar dengan materi Penggunaan warna/gradasi warna yang menarik Rata-rata Sangat baik Sangat baik 4,75 Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Skor rerata yang didapat pada penilaian kedua adalah oleh ahli media adalah 4,75 yang masuk dalam skala interval AuX > 4. 2Ay dengan kategori Ausangat baikAy dan sudah mendapat rekomendasi untuk diterapkan dalam uji coba peserta didik. Rerata penilaian dari kedua validator . hli materi dan ahli medi. yang masuk dalam skala interval AuX > 4. 2Ay dengan kategori Ausangat baikAy. Artinya, bahan ajar telah memenuhi syarat isi dan media untuk digunakan dalam kegiatan uji coba. Kelayakan Bahan Ajar (Buku Gur. Menurut Ahli Materi Seperti halnya buku siswa, kelayakan isi/materi maupun media pada buku guru divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Validasi bahan ajar . uku gur. melalui kegiatan membaca, menelaah, serta memberikan penilaian dengan menggunakan lembar penilaian berupa angket. Validasi ahli materi dan ahli media terhadap buku guru hanya dilakukan dalam satu tahap. Kedua validator mengisi lembar penilaian . yang sama. Hasil validasi kedua validator dirata-ratakan untuk mengetahui kevalidan bahan ajar. Kelayakan Bahan Ajar (Buku Sisw. Menurut Peserta Didik Uji coba pada peserta didik terdiri atas tiga tahap yaitu: uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil penilaian pada peserta didik sebagai berikut. Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 . Data Tanggapan Persta Didik dalam Uji Coba Satu-Satu Uji coba satu-satu dilaksanakan di SD Negeri Impres Hartaco Indah. Responden dari peserta didik sejumlah dua siswa Kelas IV yang dipilih oleh guru kelas. Pemilihan responden berdasarkan kemampuan akademik dan kreativitas siswa yang diharapkan lebih mampu mengkritisi dan memberi masukan selama pelaksanaan uji coba satu-satu. Hasil penilaian kelayakan produk menurut peserta didik dapat dilihat di Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Kelayakan Bahan (Buku Sisw. Ajar Uji Coba Satu-Satu Nomor Indikator Skor Rata-rata Skor Kategori Baik Baik Baik Baik Cukup Total rata-rata skor Baik Baik Baik sekali Baik Baik sekali Aspek Materi Tema Pahlawanku Isi buku mudah dimengerti Contoh-contoh materi mudah Jumlah contoh dalam buku Jumlah soal dalam buku Aspek Media Kesesuaian ukuran buku Gambar sampul buku Gambar buku mudah dimenerti Kesalahan teks Penggunaan warna-warni 3,95 Pada uji coba satu-satu, peneliti dibantu oleh guru untuk memilih dua orang siswa yang memiliki kemampuan akademik di atas rerata untuk menilai kelayakan bahan ajar yang diujicobakan. Total skor rerata pada uji coba satu-satu adalah 3,95 yang masuk pada interval 3,40 < X 4,2 dengan kategori baik dan sudah mendapat rekomendasi untuk diterapkan dalam uji coba peserta didik. Hasil uji coba satu-satu didapat masukan dari siswa antara lain: . perlu ditambah materi, . gambar sampul diberi keterangan untuk kelas IV dengan tulisan di pojok kanan bawah seperti yang ada di buku paket pemerintah, dan . perlu ditambah desain grafis yang menarik terutama di bagian materi. Berdasarkan masukan dari siswa pada uji coba satu-satu, peneliti melakukan revisi kemudian dilanjutkan untuk uji coba kelompok kecil. Uji kelompok kecil mengambil responden sebanyak 10 . Data Tanggapan Peserta Didik dalam Uji Coba Kelompok Kecil Uji kelompok kecil merupakan tahap kedua dari pelaksanaan penilaian produk menurut peserta didik. Responden dalam uji coba kelompok kecil dilaksanakan di SD Negeri Inpres Hartaco Indah Makassar terdiri dari sepuluh siswa kelas IV yang dipilih guru menurut kemampuan akademis dan kreativitas dengan tujuan yang sama seperti pada uji coba satu-satu, yaitu diharapkan mampu mengkritisi kekurangan bahan ajar dan memberikan masukan untuk perbaikan lebih lanjut. Hasil uji kelompok kecil dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Uji Kelayakan Bahan Ajar (Buku Sisw. Uji Coba Kelompok Kecil Skor Indikator Ratarata Skor Kategori Tema kepahlawanan Isi buku mudah dimengerti Contoh-contoh materi mudah dipahami Jumlah contoh dalam buku Jumlah soal dalam buku Kesesuaian uuran buku Sangat baik Sangat baik Baik Baik Cukup Sangat cukup Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Skor Indikator Ratarata Skor Kategori Tema kepahlawanan Gambar sampul buku Gambar buku mudah Kesalahn teks Penggunaan warna-warna Sangat baik Cukup Sangat cukup Sangat cukup Sangat cukup Uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 . siswa untuk menilai kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil skor rata-rata yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil adalah 4,11 yang masuk dalam interval perhitungan 3,40 < ycU 4,2 dengan kategori baik. Pada uji coba ini didapat masukan dari siswa antara lain: . sampul buku kurang tebal dan dibuat lebih menarik, . perlu dicantumkan nama penulis . di sampul buku, . warna dalam buku dibuat lebih cerah, dan . perlu ditambah soal latihan. Komentar yang diberikan siswa terkait bahan ajar yang dikembangkan karena antara lain: siswa menyukai buku . ahan aja. yang dikembangkan karena gambar-gambar dan warna-warna dalam buku menarik. Data Tanggapan Peserta Didik Dalam Uji Coba Lapangan Penilaian kelayakan produk menurut peserta didik yang terkahir adalah uji coba lapangan dilaksanakan di SD Negeri Inpres Hartaco Indah dengan jumlah responden satu kelas terdiri dari 30 siswa. Hasil penelitian bahan ajar dalam uji coba lapangan dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji Kelayakan Bahan (Buku Sisw. Ajar Uji Coba Lapangan Responden 4,27 4,23 Aspek penilaian 3,87 4,63 4,13 4,73 4,77 4,37 Rerata Skor 4,367 Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Berdasarkan Tabel 9 didapat skor rata-rata 4,367 atau dibulatkan menjadi 4,4 yang masuk dalam skala interval AuX > 4,2Ay dengan kategori Ausangat baikAy. Pada uji coba ini didapatkan tanggapan dari siswa yaitu menemukan kesalahan teks yang harus diperbaiki. Kelayakan Bahan Ajar (Buku Gur. Menurut Guru Model Validator guru model yang menguji kelayakan bahan ajar . uku gur. adalah dua orang masing-masing guru model pada uji coba satu-satu . elompok keci. dan guru model uji coba lapangan. Bahan ajar dinyatakan valid jika kedua validator guru model menilai bahan ajar dengan kategori baik atau sangat baik. Adapun hasil validasi seperti pada Tabel 10. Tabel 10. Hasil Uji Kelayakan Buku Guru Oleh Guru Model Aspek yang Dinilai Nomor Skor Validator Format Bahasa Ukuran buku terstandar Dilengkapi dengan keterangan buku . entang buku dan petunjuk buk. Kejelasan pembagian materi Sistem penomoran jelas Kesesuaian antara teks dan ilustrasi Pengaturan ruang/tata letak Jenis dan ukuran huruf yang sesuai Tata warna yang harmonis Tata gambar/ilustrasi yang menarik Rata-rata Kebenaran tata bahasa Kesederhanaan struktur kalimat Kejelasan petunjuk, komentar, dan penyelesaian masalah Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif Jenis tulisan yang digunakan mudah dibaca Konsisten dalam menggunakan jenis huruf Rata-rata Isi/Materi Materi atau isi dijabarkan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi Materi sesuai dengan indikator capaian pembelajaran Kebenaran isi/materi Wacana atau profil yang ditampilkan sesuai konteks Dikelompokkan dalam bagian-bagian yang logis Membantu guru dalam melaksanakan RPP yang sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan Mengeksplorasi kegiatan pembelajaran secara terbuka Kegiatan pembelajaran terjabar secara sistematis Latihan mendukung proses pemahaman siswa Rata-rata Sastra Pemilihan jenis sastra anak tepat Tidak mengandung kekerasan, pornografi/pornotulis, dan diskriminasi Sara . uku, agama, dan ra. Disertasi dengan ilustrasi yang sesuai cerita Mengandung nilai-nilai pendidikan Nilai-nilai pendidikan dalam teks sastra anak mudah ditemukan Rata-rata Rerata total Tabel 10 di atas menunjukkan hasil validasi buku guru dari dua orang guru Pada aspek format bahan ajar, validator guru model 1 dan 2 menilai bahan ajar dengan kategori sangat baik dengan rata-rata skor validator 1 sebesar 4. 67 dan Sebesar 4. Selanjutnya, kedua validator menilai aspek bahasa dengan kategori baik. Rerata validator 1 sebesar 4. 00 dan validator 2 sebesar 3. Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 pada aspek materi, kedua validator menilai buku guru sangat baik. Rata-rata penilaian validator 1 seb`esar 4. 67 dan validator 2 sebesar 4. sejalan dengan aspek isi, aspek sastra juga mendapatkan penilaian dengan kategori sangat baik dari kedua validator. Validator 1 menilai aspek sastra dengan rata-rata sebesar 80 dan validator 2 sebesar 4. Rerata keseluruhan penilaian validator 1 sebesar 54 dengan kategori sangat baik yang artinya buku guru telah dinilai valid. Sedangkan, rerata keseluruhan validator 2 sebesar 4. 22 dengan kategori sangat baik yang artinya buku guru telah dinilai valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku guru layak digunakan berdasarkan penilaian dari validator guru model. Keefektifan Bahan Ajar Sastra Berbasis Karifan Lokal Pengukuran keefektifan penggunaan bahan ajar kelas IV SD semester II yang dikembangkan dengan cara membandingkan prestasi belajar peserta didik dalam dua kelompok yang berbeda. Pengukuran dilakukan melalui tes. Kelompok pertama adalah kelompok uji yang melakukan pembelajaran mandiri dengan menggunakan bahan ajar terintegrasi sastra anak, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol yang melakukan kegiatan pembelajaran dengan mengikuti metode guru tanpa disertai bahan ajar yang dikembangkan. Kedua kelompok memiliki prestasi belajar tidak sama. Dari hasil uji t diperoleh ycEaycnyc = 2,713 > 2,000 = ycycycaycayceyco karena ycEaycnyc > memiliki prestasi belajar yang tidak sama. Rata-rata prestasi belajar kelompok yang menggunakan bahan ajar yang dikembangkan 88,6 lebih tinggi dari rata-rata prestasi belajar kelompok yang tanpa menggunakan bahan ajar, dapat disimpulkan bahwa kelompok yang menggunakan bahan ajar tematik integratif memiliki prestasi belajar lebih baik dari pada kelompok yang tanpa menggunakan bahan ajar. Perbandingan rata-rata nilai kelompok yang menggunakan bahan ajar dan kelompok yang tanpa menggunakan bahan ajar dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Rerata Prestasi Belajar Siswa Dari diagram di atas dapat diketahui bahwa ada perbedaan rata-rata skor antara nilai kelompok eksperimen yang menggunakan bahan ajar yang dikembangkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan bahan ajar 88,6 dan rata-rata skor kelompok yang tidak menggunakan bahan ajar yang dikembangkan adalah 83,5. Keefektifan produk . ahan aja. yang dikembangkan juga dilihat dari ketuntasan belajar peserta didik yang menggunakannya. Bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal efektif digunakan bagi murid Sekolah Dasar karena bahan ajar disusun dengan mengaitkan relevansi budaya dan kontekstual. Bahan ajar yang berakar pada kearifan lokal membuat materi Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat membantu murid memahami nilai-nilai, tradisi, dan adatistiadat masyarakat sekitarnya, serta mengaitkan pelajaran dengan lingkungan yang mereka kenal. Selain itu, bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi peserta didik. Hal ini dipertegas berdasarkan temuan penelitian Kusmana et al. bahwa cerita-cerita dari sastra anak berbasis kearifan lokal berupa tokoh-tokoh pahlawan, legenda, dan mitologi yang dapat merangsang imajinasi dan kreativitas peserta didik. Hal ini, memberikan stimulus bagi peserta didik untuk membayangkan dunia yang berbeda, tetapi tetap berakar pada budaya mereka sendiri (Smith, 2. Kemandirian Belajar Peserta Didik dengan Bahan Ajar Sastra Anak Berbasis Karifan Lokal Bahan ajar yang dikembangkan memiliki manfaat untuk mendorong kemandirian belajar peserta didik. Penggunaan bahan ajar oleh peserta didik selama belajar mandiri di rumah dapat dilihat melalui hasil perhitungan angket yang disebarkan oleh peneliti kepada setiap orang tua/wali murid yang masuk dalam kelompok eksperimen sejumlah 30 perserta didik. Indikator kemandirian belajar peserta didik selama di rumah terdiri dari: . motivasi belajar, . tanggung jawab, . kedisiplinan, dan . inisiatif dan kreativitas. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata persentase kemandirian peserta didik sebesar 78,54%, maka peserta didik yang menggunakan bahan ajar untuk belajar di rumah bisa dikatakan AumandiriAy. Untuk mempermudah penjelasan di atas maka belajar peserta didik dalam menggunakan bahan ajar di rumah dapat dilihat dalam gambar Gambar 2. Diagram Kemandirian Belajar Peserta Didik di Rumah dalam Menggunakan Bahab Ajar yang Dikembangkan Buku pelajaran memiliki peranan penting dalam pembelajaran karena berperan dalam membawa hasil atau tujuan pendidikan. Sejalan dengan diterapkannya Kurikulum 2013, otomatis kebutuhan bahan ajar dalam bentuk buku sangat diperlukan untuk menunjung pencapaian tujuan pembelajaran. Observasi dilakukan di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa semua peserta didik hanya menggunakan buku siswa yang disediakan oleh pemerintah. Selain itu, ditemukan beberapa kelemahan, di antaranya materinya masih sangat terbatas dan kurangnya waktu guru dalam memberikan materi tambahan karena peran guru lebih didominasi sebagai fasilitator atau pendamping belajar. Usman, dkk (Pengembangan Bahan Ajar A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2020, 169 Ae 183 Bahan ajar sastra anak berbasis karifan lokal menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Penggunaan bahan ajar menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kearifan lokal Sulawesi Selatan yang disampaikan melalui cerita pahlawan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik. sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk aktif berpartisipasi dan belajar. Bahan ajar berbasis kearifan lokal memainkan peran yang signifikan dalam membangun motivasi belajar peserta didik karena materi yang disampaikan lebih bermakna, relevan, dan menyenangkan bagi mereka. Pembelajaran tanpa disertai bahan ajar yang mendukung menyulitkan peserta didik untuk mengusai kompetensi secara optimal (Jackson, 2. Terkait dengan permasalahan-permasalah tersebut, maka solusi yang tepat untuk mengatasinya, yaitu dengan mengembangkan bahan ajar untuk peserta didik. Agar hasil pengembangan bahan ajar dikatakan layak untuk dipakai, maka dilakukan pengukuran atau uji kelayakan. Kelayakan bahan ajar tematik integratif kelas IV SD yang dikembangkan diperoleh melalui penilain ahli dan serangkaian uji coba pemakaian dilanjutkan dengan uji efektivitas. Berdasarkan penilaian ahli media dan materi didapat masukan-masukan untuk dilakukan perbaikan isi bahan ajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. SIMPULAN Berdasarkan data temuan dan analisisnya, dapat disimpulkan empat hal. Pertama, pengembangan bahan ajar sastra anak untuk siswa kelas IV SD berdasarkan Kurikulum 2013 penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan materi peserta didik yang tidak terpenuhi di buku siswa serta mendukung pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Kedua Kelayakan bahan ajar masuk dalam kriteria baik untuk ahli materi dan peserta didik dan kriteria sangat baik untuk ahli media. Ketiga, bahan ajar yang dikembangkan efektif untuk dipergunakan sebagai pegangan siswa dalam pembelajaran. Keempat, kegiatan belajar peserta didik dalam menggunakan bahan ajar di rumah dinilai mandiri. Hasil pengembangan berimplikasi pada bahan ajar sangat efektif untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Oleh karena itu, menggunakan bahan ajar akan lebih efektif dalam mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Bahan ajar menyediakan umpan baik yang menghendaki siswa untuk memanfaatkan sumber belajar yang variatif, sehingga mendorong siswa untuk lebih mengenali dan membiasakan belajar melalui berbagai sumber. Hasil penelitian ini memiliki keterbatasan pada pemenuhan kebutuhan sumber belajar untuk kelas IV SD sehingga perlu dilakukan pengembangan serupa untuk kompetensi dasar yang Oleh karena itu, kami merekomendasikan penelitian berikutnya untuk melakukan kajian terkait pengaruh penggunaan tema-tema tertentu yang lebih menarik bagi peserta didik dan menunjang dalam pencapaian tujuan Kurikulum DAFTAR PUSTAKA