Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pakchoy (Brasiaca Rapa ) terhadap Jenis Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Response of Growth and Production of Mustard Pakchoy (Brasiaca rapa L. Plants to Planting Media Types and Dosage of NPK Fertilizer Bahri S*1. Sutejo1. Waruwu S1 Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas Diterima 19 Desember 2019 Disetujui 23 Maret 2020 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi terhadap dua jenis tanah Mineral dan Tanah Sawah serta dosis pupuk NPK terhadap produksi tanaman sawi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan. Lubuklinggau pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial. Faktor pertama dalam penelitian jenis tanah (T). T1= Tanah Mineral . T2 = Tanah Sawah. Faktor kedua yaitu perlakuan dosis pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu: N1= 150 Kg / ha setara dengan 0,75 gram / polybag. N2 = 200 Kg / ha setara dengan 1 gram / polybag. N3 = 250 Kg / ha setara dengan 1,25 gram / polybag. Berdasarkan kedua faktor perlakuan tersebut didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 4 kali, sehingga di peroleh 24 unit percobaan masing Ae masing unit terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa T2 memberikan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering. Perlakuan pupuk NPK majemuk dengan dosis 200 Kg/ha setara dengan 1 gram/polybag (N. memberikan hasil terbaik terhadap peubah tinggi tanaman, lebar daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan. Tabulasi data menunjukkan bahwa interaksi perlakuan T2N2 cendrung lebih banyak memberikan respon terbaik terhadap peubah jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan. Kata kunci: Inseptisol, sawah, sawi pakchoi ABSTRACT This study aims to determine the response of mustard plants to two types of Mineral soil and Paddy Land and NPK fertilizer dosage on mustard production in This research was carried out in Karang Ketuan Kelurahan. Lubuklinggau from December 2016 to January 2017. This study used an experimental method with a Randomized Randomized Group Design. The first factor in research is soil type (T). T1 = Mineral Soil . T2 = Wetland. The second factor is the treatment of NPK (P) fertilizer dosages consisting of 3 korespondensi: bahriunmura@gmail. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 levels, namely: N1 = 150 Kg/ha equivalent to 0. 75 gram/polybag. N2 = 200 Kg/ha equivalent to 1 gram/polybag. N3 = 250 Kg/ha is equivalent to 1. grams/polybag. Based on the two treatment factors, 6 treatment combinations were obtained with 4 replications, so that 24 experimental units were obtained, each unit consisting of 3 plant samples. The results showed that T2 gave the best results on plant height, leaf width, number of leaves, wet stover weight and dry stover weight. NPK compound fertilizer treatment with a dose of 200 Kg / ha is equivalent to 1 gram / polybag (N. gives the best results on the plant height, leaf width, wet stover weight and dry stover weight, data tabulation shows that the interaction of T2N2 treatment tends to respond more best against leaf variable, wet stover weight and dry stover weight. Keywords: Inseptisol, rice fields, mustard pakchoi sesuai pertumbuhan jumlah penduduk. PENDAHULUAN Sawi meningkatnya daya beli masyarakat, komoditas hortikultura yang memiliki kemudahan tanaman ini diperoleh di pasar, dan peningkatan pengetahuan digemari oleh masyarakat Indonesia. gizi masyarakat. Kandungan gizi caysim konsumsi Budidaya tanaman tidak terlepas segar 100 g mengandung air 95 g, dari peran media, pengunaan berbagai lemak 0,2 g, karbohidrat 1,2 g, media tanam dapat mempengaruhi vitamin A 5800 IU, vitamin B1 0,04 mg, vitamin B2 0,07 mg, vitamin C 53 tanaman sawi. Jenis media yang dapat mg. Ca 102 mg. Fe 2,0 mg. Mg 27 digunakan dalam budidaya tanaman mg. P 37 mg. K 180 mg, dan Na 100 antara lain tanah, air, udara, sisa-sisa Nilai energinya adalah 54 kJ/100 tanaman dan lain-lain. Penggunaan g (Haryanto et al. , 2. tanah sebagai media tanam sudah Masa lazim digunakan baik tanah mineral singkat dan pasar yang terbuka luas maupun non mineral. Tanah mineral dan hasil produksi mengusahakan caysim. Daya tarik kandungan bahan organiknya kurang lainnya adalah harga yang relatif dari 20 % atau yang memiliki lapisan (Hapsari, 2. Konsumsi caysim kurang dari 30 cm. Tanah mineral diduga akan mengalami peningkatan Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 hancuran batu-batuan serta berasal juga biasa dikatakan tanah yang dari endapan sungai. Tanah mineral perkembangan profil yang lebih lemah dibanding dengan tanah matang dan dibudidayakan kotoniu dalam satu masih banyak menyerupai sifat bahan tahun atapun bergilir dengan tanaman induknya (Hardjowigeno,2. Tanah sawah bukan istilah Tanah . yang ada dalam taksonomi tanah tetapi merupakan itilah umum. Semua entisol, inceptisol, mollisol, oxisol, jenis tanah dapat dijadikan sawah spodosol,ultisol, dan vertisol. Salah bergantung terhadap ketersediaan air. satunya yaitu tanah mineral inceptisol. Tanah sawah dapat berasal dari tanah Inceptisols kering . anah minera. yang dialiri AuInceptumAy . dan AusolumAy baik tadah hujan ataupun irigasi, . selain itu sawah juga bisa dari tanah perkembangan tanah pada tingkat rawa yang dibuat saluran drainase. elum lanju. (Munir. Penggenangan Inceptisols adalah tanah yang belum matang ( immature ) dengan perkembangan profil yang lebih lemah (Hardjowigono. Subagyo. Rayes. dibandingkan dengan tanah matang Perubahan sifat-sifat tanah dan masih banyak menyerupai sifat bahan induknya. Inceptisols memiliki horison bawah penciri yaitu horison perubahan klasifikasi tanah asalnya. merupakan horizon bawah Selain fisiko-kimia yang telah terbentuk struktur tanah penting lainnya untuk mendapatkan dan warnanya lebih merah dari bahan pertumbuhan sawi yang baik induk atau mempunyai indikasi lemah dengan cara pemberian unsur hara adanya argilik atau spodik, tetapi tidak esensial baik makro maupun mikro, memenuhi syarat untuk kedua horizon seperti pemupukan dengan pupuk tersebut (Hardjowigeno, 2. majemuk yang mengandung unsur N. Tanah sawah merupakan tanah P dan K. Pupuk majemuk yang mengandung unsur N. P dan K Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Pupuk majemuk merupakan pupuk pertumbuhan dan produksi tanaman. mengandung lebih dari satu macam Sedangkan unsur hara K berperan unsur hara tanaman . akro maupun sebagai aktivator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi (Rosmarkam dan Yuwono, 2. fotosintesis dan respirasi, serta untuk Kelebihan pupuk NPK yaitu dengan enzim yang terlibat dalam sintesis satu kali pemberian pupuk dapat protein dan pati, dan mengatur turgor mencakup beberapa unsur sehingga sel yang membantu dalam proses lebih efisien dalam penggunaan bila membuka dan menutupnya stomata dibandingkan dengan pupuk tunggal (Lakitan, 2. (Hardjowigeno. Pupuk majemuk NPK yang digunakan dalam METODE PENELITIAN penelitian ini mempunyai kandungan Bahan yang digunakan benih N. P2O5, dan K2O masing-masing 18 sawi pakchoy, media tanam yang %, 12 % dan 8 %. Dosis yang digunakan untuk tanaman caysim . sebesar 200 Kg ha-1 pada tanah sedangkan pupuk yang digunakan Kelebihan NPK penggunaan pupuk majemuk NPK Penelitian yaitu menghemat waktu, tenaga kerja. Kelurahan dan biaya pengangkutan. Lubuklinggau pada bulan Desember Unsur Karang Ketuan, 2016- Januari 2017. Dosis pupuk sangat diperlukan tanaman sayuran majemuk yang digunakan N1= 150 seperti unsur nitrogen (N), unsur Kg / ha setara dengan 0,75 gram / fosfor (P) dan unsur Kalium (K). N2= 200 Kg / ha setara Unsur N berperan dalam komponen Ae =250Kg/ha setara dengan 1,25 gram / penyusun protein dan enzim. Unsur P Data dianalisis dengan anova berperan dalam reaksi-reaksi pada fase gelap fotosintesis, respirasi, dan Microsoft excel. berbagai proses metabolism lainnya. BNT Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN daun dan berat brangkasan basah serta Hasil analisis uji t menunjukkan berpengaruh tidak nyata pada peubah indeks panen. Sedangkan pupuk NPK nyata hingga sangat nyata. Hasil majemuk (N) memberikan pengaruh analisis uji t dapat dilihat pada Tabel tidak nyata pada semua peubah. Tabel 1 Hasil analisis keragaman Selanjutnya interaksi perlakuan media menunjukan bahwa perlakuan tanah tanam dan pupuk (T) memberikan pengaruh sangat (NT) memberikan pengaruh tidak nyata pada peubah tinggi tanaman dan berat kering brangkasan, berpengaruh NPK majemuk nyata pada peubah lebar daun, jumlah Tabel 1. Pengaruh Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pakchoy (Brassica Rapa L. Peubah yang diamati Media Tanam (T) Pupuk (N) Interaksi (%) Tinggi tanaman . 13,55** 0,58 tn 0,54 tn 22,93 Lebar daun 6,98* 0,10 tn 0,39 tn 25,57 Jumlah daun 5,76* 0,34 tn 0,99 tn 20,66 Berat berangkasan basah 6,96* 0,34 tn 0,04 tn 32,26 Indeks panen 0,13 tn 0,25 tn 33,69 1,83 tn Berat kering brangkasan 14,75** 0,99 tn 1,26 tn 21,34 **) berbeda sangat nyata, *) berbeda nyata tn= tidak nyata dengan uji t taraf 5% dan 1 % Berdasarkan dan tingkat kesuburan yang berbeda- keragaman perlakuan media tanam (T) beda, sehingga berpengaruh terhadap berpengaruh sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman, dan berat Pengunaan brangkasan kering. Pada peubah lebar berpengaruh nyata terhadap indeks panen, perlakuan media tanam tanah brangkasan basah hasil analisis sidik (T. tertinggi yaitu 1,54. Hal ini diduga Hal ini diduga media tanam bahwa tanah sawah lebih banyak yang digunakan memberikan respon mengandung unsur hara dan memiliki Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 pH tanah lebih tinggi dan pada memberikan hasil terendah yaitu 1,28 (T. karena tanah mineral adalah kelompok menunjukan bahwa pengunaan tanah organiknya kurang dari 20% atau yang minerah belum mampu memberikan hasil yang optimal bagi pertumbuhan dengan ketebalan kurang dari 30 cm. dan produksi tanaman sawi. Hal ini Berdasarkan hasil uji BNJ dan diduga karena tanah mineral adalah (T. bahan organiknya kurang dari 20% atau yang memiliki lapisan bahan peubah tinggi tanaman, lebar daun, organik dengan ketebalan kurang dari jumlah daun, berat brangkasan basah 30 cm. Menurut (Hardjowigeno, dan berat brangkasan kering. Hal ini dikarenakan tanah sawah memiliki mineral disebut juga tanah yang belum kandungan unsur hara dan kandungan perkembangan profil yang lebih lemah dibanding dengan tanah matang dan kebutuhan tanaman sawi. Hal ini masih banyak menyerupai sifat bahan meningkatkan kesuburan kimia, fisika Hasil menujukan bahwa perlakuan pupuk NPK majemuk (N) berpengaruh tidak bahwa penggenanagan menyebakan nyata terhadap semua peubah tinggi pH tanah mendekat 6,5 Ae 7,0 kecuali tanaman, lebar daun, jumlah daun, pada tanah gambut. berat brangkasan basah, indeks panen Hardjowigeni Rayes Hasil uji BNJ dan tabulasi data dan berat kering brangkasan. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan (T. diduga bahwa dosis pupuk NPK majemuk yang diberikan sama-sama mampu memberikan pengaruh terbaik peubah tinggi tanaman,lebar daun, terhadap pertumbuhan dan produksi jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering. Hal ini Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 lebih rendah. Hasil data tabulasi tumbuh maksimal. Hal ini sesuai menujukan bahwa perlakuan pupuk dengan pendapat Suwarsono, . NPK majemuk N2 memberikan hasil perlakuan pupuk akan memberikan tanaman, lebar daun, berat brangkasan dampak pertumbuhan yang berbeda, basah dan berat kering brangkasan. karena tumbuhan akan memberikan Hal ini diduga penggunaan pupuk tanggapan dengan bermacam-macam NPK gram/polibag 200Kg/ha disekelilingnya yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut. ketersedian unsur hara sehingga media Berdasarkan tanam mampu menyediakan unsur interaksi perlakuan media tanam dan Diawal pupuk NPK majemuk berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah. kebutuhan akan unsur hara masih Hal ini di duga kedua perlakuan yang sedikit sehingga hara yang tersedia didalam tanah masih mencukupi untuk pengaruh yang sama-sama positif serta berkorelasi dengan baik sehinga perkembangan tanaman yang optimal. Data tabulasi juga menujukan terhadap peubah tinggi tanman, lebar bahwa perlakuan N3 memberikan daun, jumlah daun, berat brangkasan hasil yang kurang baik terhadap peubah jumlah daun, berat brangkasan brangkasan kering dan interaksi antara basah, indeks panen dan berat kering kedua perlakuan yang dicobakan ini Hal bersama-sama penggunaan pupuk NPK majemuk dengan dosis 1,25 gram/polybag atau produksi tanaman yang relative sama Kg/ha antara kombinasi perlakuan yang satu dengan kombinasi perlakuan lainnya. kebutuhan tanaman sawi perpolybag Tabulasi data menunjukkan T2N2 Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 cendrung lebih banyak memberikan unsur hara ke dalam tanah sehingga jumlah daun, berat brangkasan basah memperbaiki kimia tanah. Pemberian dan berat kering brangkasan. Di duga pupuk NPK majemuk kedalam tanah dosis pupuk NPK majemuk yang membantu penambahan unsur hara pada tanah yang memiliki tingkat NPK ketersedian unsur hara, dan media Selain itu juga dipengaruhi oleh Sehingga pertumbuhan tanaman sawi kondisi tanah dalam media tanam yang digunakan. memberikan produksi yang tinggi. Hasil tabulasi data menujukan KESIMPULAN bahwa kombinasi perlakuan T1N3 (T. peubah tinggi tanaman, lebar daun, berat brangkasan basah dan berat tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat Hal Perlakuan media tanam tanah brangkasan kering. Dosis NPK dengan dosis 200 Kg/ha setara dengan 1 gram/polybag produksi tanaman sawi secara baik, (N. memberikan hasil terbaik karena dosis pupuk NPK majemuk terhadap peubah tinggi tanaman, yang diberikan terlalu tinggi untuk lebar daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan. digunakan belum mampu memberikan unsur hara secara maksimal yang sehingga menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang berbeda pula. Menurut Novizan . , pemberian DAFTAR PUSTAKA Hapsari. Sayuran Genjah Bergelimang Rupiah. Trubus 33 . : 30Ae 31. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Haryanto. Suhartini, dan E. Rahayu. Sawi dan Selada. Penebar Swadaya. Jakarta. Hardjowigeno. , 2003. Klasifikasi Tanah Pedogenesis. Akademi Pressindo. Jakarta. 354 p. Lakitan. Dasar Ae Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Lingga. P dan Marsono. , 2011. Peranan Pupuk NPK. Penebar Swadaya. Jakarta. Munir. Tanah-Tanah Utama Indinesia. Dunia Pustaka Jaya. Jakarta. Hardjowigeno. , dan Rayes 2003. Tanah Sawah. Karakteristik. Kondisi dan Permasalahan Tanah Sawah di Indonesia. Bayu Media Publishing: Malang. Mulyanto. , 2005. Batuan Induk Tanah Proses Pembentukkannya. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB. IPB Bogor. 85 p. Hardjowigeno. Subagyo. Rayes. Morfologi dan Klasifikasi Tanah Sawah. Balai Penelitian Tanah. Pemberitaan hasil penelitian, hal 1-28. Novizan. Petunjuk Pemupukan Efektif. Agromedia Pustaka.