Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 316-332 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. KUALITAS HASIL FOTO KAMERA SMARTPHONE BERDASARKAN PENGUASAAN TEKNIK DALAM PEMBELAJARAN FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS XI JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL 3 SMK NEGERI 9 SURAKARTA Rosalia Urda Viona1*, & Mulyanto2 *1&2 Universitas Sebelas Maret Surakarta Submit Tgl: 04-Agustus-2025 rosaliaurdaviona@student. mulyanto@staff. Diterima Tgl: 21-Agustus-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: This study aims to analyze the quality of smartphone camera photos based on the mastery of the angle of view and field of view techniques in photography learning in class XI Visual Communication Design 3 SMK Negeri 9 Surakarta. This study is a qualitative descriptive study with a single case study approach. The data sources of this study include informants . isual communication design 3 class teachers and class XI students of visual communication design . , places and events of photography learning, and documents . eaching modules and photographs of photographic work. Data collection was carried out through in-depth interviews and document studies. The validity test technique used was triangulation of sources and techniques. Data analysis used an interactive model. The results of this study indicate that the quality of students' photos in mastering the angle of view and field of view techniques is quite good. In the angle of view technique, the aspects that are most often not mastered are the selection of inappropriate angles, inconsistent lighting and poor object conditions. Meanwhile, in the field of view technique, the aspects that are most often not mastered are the lack of mastery of viewing distance, choosing objects, composition and expression. Overall, 7 photos were classified as good . %), 14 as fair . %), and 3 as poor . %). Most photos used automatic settings, further demonstrating that photo quality is largely determined by visual technique mastery, even with high camera resolution. Keywords: Photography Learning. Angle of View Technique. Field of View Technique. Photo Quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hasil foto kamera smartphone berdasarkan penguasaan teknik sudut pandang dan teknik bidang pandang dalam pembelajaran fotografi di kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual 3 SMK Negeri 9 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Sumber data penelitian ini meliputi informan . uru kelas desain komunikasi visual 3 dan siswa kelas XI desain komunikasi visual . , tempat dan peristiwa pembelajaran fotografi, dan dokumen . odul ajar dan foto karya fotograf. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dengan menggunakan interactive model. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hasil foto siswa dalam penguasaan teknik sudut pandang dan bidang pandang cukup baik. Pada teknik sudut pandang, aspek yang paling banyak kurang dikuasai adalah pemilihan sudut yang kurang tepat, pencahayaan yang tidak konsisten dan kondisi objek yang kurang baik. Sementara itu, pada teknik bidang pandang, aspek yang paling banyak kurang dikuasai adalah kurang menguasai jarak pandang, memilih objek, komposisi dan ekspresi. Secara keseluruhan, sebanyak 7 hasil foto berada dalam kategori baik . %), 14 cukup baik . %), dan 3 kurang baik . %). Sebagian besar hasil foto menggunakan pengaturan otomatis, yang kembali menunjukkan bahwa kualitas foto lebih ditentukan oleh penguasaan teknik visual walaupun resolusi kamera tinggi. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto Kata kunci: Pembelajaran Fotografi. Teknik Sudut Pandang. Teknik Bidang Pandang. Kualitas Hasil Foto Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan Cara mengutip Viona. , & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto Kamera Smartphone Berdasarkan Penguasaan Teknik dalam Pembelajaran Fotografi pada Siswa Kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual 3 SMK Negeri 9 Surakarta. Pahlawan Jurnal Pendidikan-SosialBudaya, 21. , 316Ae332. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses individu dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif melalui berbagai sumber belajar (Pagarra et al. Dalam pendidikan sekolah menengah kejuruan, khususnya di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), pembelajaran tidak hanya bertujuan membentuk siswa yang terampil secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren global (Saputri, 2. Salah satu kompetensi penting dalam DKV adalah fotografi, yang menuntut siswa menguasai teknik dasar fotografi seperti teknik sudut pandang dan bidang SMK Negeri 9 Surakarta sebagai institusi pendidikan kejuruan di bidang seni rupa memiliki mata pelajaran fotografi yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia industri. Materi pembelajaran mencakup teknik pengambilan gambar, pengolahan gambar, hingga presentasi karya. Dalam praktiknya, siswa dituntut untuk tidak hanya menghasilkan foto yang baik secara teknis, tetapi juga mampu menjelaskan konsep, komposisi, dan pesan visual dari karya mereka. Meskipun sekolah menyediakan fasilitas studio dengan kamera profesional, guru mendorong penggunaan smartphone sebagai media praktik utama agar siswa dapat bereksplorasi secara fleksibel dan praktis. Smartphone telah menjadi perangkat yang mudah diakses oleh siswa, serta menawarkan fitur kamera yang mampu menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi. Namun, penguasaan terhadap teknik dan aspek visual fotografi tetap menjadi kunci dalam menentukan kualitas hasil foto. Hal ini menunjukkan perlunya analisis terhadap kualitas hasil foto berdasarkan penguasaan teknik yang diajarkan dalam pembelajaran. Penelitian terdahulu oleh Ghofar . berfokus pada proses pembelajaran fotografi dan teknik cetak di SMA, namun tidak menjelaskan alat yang digunakan dan fokus pada proses pembelajaran. Sementara itu. Puspita . meneliti pembelajaran sketsa di jurusan DKV di SMKN 9 Surakarta, didalamnya tidak membahas aspek media atau alat pembelajaran seperti smartphone. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dari sisi materi . eknik pengambilan gamba. , alat . amera smartphon. , dan menekankan pada aspek teknik dan visual kualitas hasil foto yang baik. Urgensi penelitian ini terletak pada evaluasi terhadap kualitas hasil foto siswa yang menggunakan smartphone dalam pembelajaran fotografi, khususnya pada teknik sudut pandang dan bidang pandang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas hasil foto kamera smartphone berdasarkan penguasaan teknik sudut pandang dan teknik bidang pandang dalam pembelajaran fotografi pada siswa kelas XI jurusan desain komunikasi visual 3 SMK Negeri 9 Surakarta. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 9 Surakarta Jl. Tarumanegara. Banyuanyar. Banjarsari. Kota Surakarta 57137. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2025. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal, berfokus pada satu kasus dan lokasi yaitu kelas XI Desain Komunikasi Visual 3 di SMK Negeri 9 Surakarta. Data dan Sumber Data Sumber data yang pertama yaitu informan, yaitu guru desain komunikasi visual dan siswa kelas XI DKV 3. Kedua, peristiwa pembelajaran dan ketiga, dokumen seperti modul ajar dan dokumentasi karya. Teknik Pengambilan Sampel Peneliti menggunakan teknik purposive sampling, pada 24 karya siswa berdasarkan penguasaan teknik yang baik dan kurang baik. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan guru pengampu dan siswa kelas XI DKV 3 serta studi dokumentasi meliputi karya hasil fotografi siswa dan modul ajar. Teknik Uji Validitas Data Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dengan membandingkan sumber data dari hasil wawancara guru Desain Komunikasi Visual dan Peserta didik kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual 3 serta dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Triangulasi teknik dengan cara mengecek data ke sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur Penelitian Tahapan atau gambaran rangkaian langkah langkah yang digunakan agar sistematis untuk memecahkan masalah. Prosedur penelitian yang dilakukan dari tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil wawancara dan dokumen . arya sisw. pada materi penguasaan teknik sudut pandang dan bidang pandang, ada 24 hasil foto siswa yang dianalisis kualitasnya berdasarkan penguasaan teknik yang baik dan kurang baik. Tabel 1. Penguasaan Teknik Penggambilan Foto Teknik Kriteria Sudut Pandang Baik Bidang Pandang Kurang Baik Total Jumlah Karya Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto Analisis kualitas hasil foto ditentukan dari kondisi objek, komposisi, ketajaman, pencahayaan dan ketepatan momen . iewing angl. Berikut disajikan 12 teknik dengan analisis kualitas hasil foto siswa berdasarkan penguasaan teknik yang baik dan kurang baik, antara lain sebagai berikut : Sudut Pandang Frog Eye Gambar 1. Teknik Frog Eye Baik (Dari. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman Jernih . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Baik, menimbulkan distorsi : Baik. Perpsektif : (Redmi Note 9, 48MP) : Seimbang tanpa noise, manual (ISO 101, f/1. 79, 1/1019. : Baik, karena objek mengalami distorsi dan perspektif unik Gambar 2. Teknik Frog Eye Kurang Baik (Felin. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Kurang. Objek kunci tanpa distorsi dan tidak 3 dimensi : Simetris : Cukup jelas (Oppo A18, 8MP) : Tidak terlalu terang, otomatis (ISO 100, f/2, 1/126. : Kurang baik, objek tidak mengalami distorsi atau unik Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Sudut Pandang Eye Level Gambar 3. Teknik Eye Level Baik (Mose. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Baik, manusia sedikit unik dari potret wajah biasa : Simetris dan perspektif : Kurang jelas (Samsung A55, 50MP) : Cukup terang, otomatis (ISO 50, f/1. 8, 1/377. : Baik, karena kamera sejajar dengan mata Gambar 4. Teknik Eye Level Kurang Baik (Ibn. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Kurang. Objek tanaman umum belum memiliki keunikan : Perspektif : Jernih dan kontras (Redmi Note 12 Pro 5G, 50MP) : Tidak terlalu gelap, otomatis (ISO 53, f/1. 88, 1/403. , : Kurang, karena kamera berada lebih tinggi dari objek Sudut Pandang High Angle Gambar 5. Teknik High Angle Baik (Gadin. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto . Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Baik, manusia di tangga terlihat kecil dan di samping : Rules Of Third : Jernih (Realme C53, 50MP) : Seimbang, manual (ISO 215, f/1. 8, 1/60. : Baik, karena kamera berada lebih tinggi dari objek Gambar 6. Teknik High Angle Kurang Baik (Marche. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Kurang, objek manusia yang teralihkan oleh benda lain : Kurang seimbang : Kontras (Redmi 12, 50MP) : Tidak terlalu terang, otomatis (ISO 47, f/1. 8, 1/279. : Kurang, meskipun kamera lebih tinggi, objek tidak fokus. Sudut Pandang Low Angle Gambar 7. Teknik Low Angle Baik (Dari. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Baik, tiang bendera yang tinggi, besar dan menjulang : Perspektif :Kurang Jernih (Redmi Note 9, 48MP) : Tidak terlalu terang, manual (ISO 107, f/1. 79, 1/1063. : Baik, posisi kamera dibawah kesan tinggi, besar dan Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Gambar 8. Teknik Low Angle Kurang Baik (Dari. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Baik, objek bunga ungu yang berada di tengah rerumputan : Simetris dan framing : Jernih dan kontras (Redmi Note 9, 48MP) : Tanpa noise, manual (ISO 104, f/1. 79, 1/527. , : Kurang, karena kamera berada sejajar dengan objek. Dari data kualitas hasil foto teknik sudut pandang yang terdiri dari 8 karya siswa, dihasilkan kurang penguasaan pada aspek kondisi objek ada 3 foto, komposisi ada 1 foto, ketajaman 2 foto, pencahayaan ada 1 foto dan ketepatan momen ada 4 hasil foto. Maka, pada kualitas hasil teknik sudut pandang yang paling banyak kurang dikuasai siswa adalah kondisi objek dan ketepatan momen . Sementara penggunaan smartphone pada teknik sudut pandang terdapat 4 hasil foto menggunakan pengaturan otomatis. Bidang Pandang Close Up Gambar 9. Teknik Close Up Baik (Warik. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Tersenyum menampilkan ekspresi ceria yang jelas : Simetris : Jelas dari ekspresi (Oppo A18, 8MP) : Sedikit noise, otomatis (ISO 1707, f/2, 1/25. , : Baik, karena jarak dari atas kepala hingga bahu Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto Gambar 10. Teknik Close Up Kurang Baik (Dari. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Gerakan meminum air dengan ekspresi yang kehausan : Kurang perspektif : Kurang jernih pada latar belakang (Redmi Note 9, 48MP) : latar belakang terang, otomatis (ISO 103, f/1. 79, 1/999. , : Kurang baik, jarak yang terlalu jauh sampai ke dada Bidang Pandang Medium Close Up Gambar 11. Teknik Medium Close Up Baik (Vil. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Anak ekspresi mata tertutup, senyum dan tangan di dagu : Simetris : Jernih (Redmi 13, 108MP) : Tanpa noise, otomatis (ISO 1326, f/1. 7, 1/25. : Baik, karena jarak kamera dari atas kepala hingga dada. Gambar 12. Teknik Medium Close Up Kurang Baik (Marche. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ . Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 : Objek dengan ekspresi percaya diri wajah menyeringai : Kurang seimbang karena latar belakang yang kurang : Kontras (Redmi 12, 50MP) : Seimbang dan terang, otomatis (ISO 58, f/1. 8, 1/249. : Kurang baik, jarak kamera dari atas kepala hingga perut. Bidang Pandang Big Close Up Gambar 13. Teknik Big Close Up Baik (Jovit. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek wajah dengan ekspresi tersenyum dari samping : Hampir fill the frame, karena ada ruang kosong : Jelas pada ekspresi wajah (Realme C21, 13MP) : Tanpa noise, manual (ISO 442, f/2. 2, 1/50. : Baik, karena jarak pandang dari atas kepala hingga dagu Gambar 14. Teknik Big Close Up Kurang Baik (Syaski. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek wajah tersenyum dengan ekspresi tersenyum lebar : Simetris : Jelas pada ekspresi wajah (Realme C75X, 50MP) : Tidak terlalu terang, otomatis (ISO 4000, f/1. 8, 1/17. : Kurang baik, jarak pandang dari atas kepala hingga bahu. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto Bidang Pandang Extreme Close Up Gambar 15. Teknik Extreme Close Up Baik (Fadhla. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek mata memperlihatkan detail tekstur kulit : fill the frame : Jelas pada tekstur mata (Tecno Camon 40, 50MP) : Tidak noise, manual (ISO 1621, f/2. 2, 1/25. : Baik, menangkap detail yang jelas dari jarak extreme. Gambar 16. Teknik Extreme Close Up Kurang Baik (Felin. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek mata yang kurang fokus pada detail : Kurang fill the frame : Jelas pada tekstur wajah . Phone X, 12MP) : Llatar belakang terang, otomatis (ISO 10, f/1. 8, 1/50. : Kurang baik, jarak kurang extreme dan kurang fokus Bidang Pandang Medium Shot Gambar 17. Teknik Medium Shot Baik (Mose. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ . Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 : Objek laki-laki berpose santai dan ekspresi rileks : Perspektif : Kontras (Samsung A55, 50MP) : Tanpa noise, otomatis (ISO 50, f/2. 2, 1/109. : Baik, jarak kamera dari atas kepala hingga pinggang Gambar 18. Teknik Medium Shot Kurang Baik (Jovit. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek perempuan berdiri dengan ekspresi senyum tipis : Perspektif : Jelas (Redmi 13, 108MP) : Blur pada latar, otomatis (ISO 64, f/1. 7, 1/120. , : Kurang baik, jarak pandang dari atas kepala hingga paha Bidang Pandang Medium Long Shot Gambar 19. Teknik Medium Long Shot Baik (Zez. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek siswa dengan ekspresi ceria : Perspektif : Kontras dan cerah . Phone X, 12MP) : Tanpa noise, otomatis (ISO 20, f/1. 8, 1/6000. : Baik, karena jarak kamera dari atas kepala hingga lutut Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto Gambar 20. Teknik Medium Long Shot Kurang Baik (Felin. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek laki-laki dengan ekspresi datar : Perspektif dan simetris : Jernih . Phone X, 12MP) : Terlalu terang pada awan, manual (ISO 25, f/1. 8, 1/20. : Kurang baik, jarak kamera hanya sebatas paha bukan lutut Bidang Pandang Long Shot Gambar 21. Teknik Long Shot Baik (Felin. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek manusia utuh dengan ekspresi natural atau datar : Simetris : Jelas walaupun objek sedikit jauh . Phone X, 12MP) : Terlalu terang pada langit, manual (ISO 20, f/1. 8, 1/220. : Baik, jarak kamera memperlihatkan seluruh tubuh objek Gambar 22. Teknik Long Shot Kurang Baik (Farre. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ . Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 : Objek dari belakang dengan ekspresi tidak terlihat : Perspektif dan simetris : Jelas walaupun objek jauh (Tecno Camon 40, 50MP), : Tanpa noise, otomatis (ISO 100, f/2. 2, 1/308. : Kurang, jarak objek yang jauh dan dominan latar belakang Bidang Pandang Extreme Long Shot Gambar 23. Teknik Extreme Long Shot Baik (Jovit. Kondisi Objek yang dominan . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek manusia yang sangat jauh dengan latar belakang : Perspektif : Cerah dan jelas (Redmi 13, 108MP), : Sedikit terang, otomatis (ISO 80, f/1. 7, 1/1856. : Baik, objek yang jelas, jauh dan latar belakang dominan Gambar 24. Teknik Extreme Long Shot Kurang Baik (Warik. Kondisi Objek . Komposisi . Ketajaman . Pencahayaan . Ketepatan Momen : Objek tidak tampak jelas dan sawah yang luas : Perspektif : Jelas tanpa blur (Infinix Note 40, 108MP), : Sedikit redup (ISO 56, f/8. 9, 1/383. : Kurang, objek belum tampak jelas meskipun suasana Dari data kualitas hasil foto teknik bidang pandang yang terdiri dari 16 karya siswa, dihasilkan kurang penguasaan pada aspek kondisi objek ada 4 foto, komposisi ada 3 foto. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto ketajaman 1 foto, pencahayaan ada 6 foto dan ketepatan momen ada 8 hasil foto. Maka, pada kualitas hasil teknik sudut pandang yang paling banyak kurang dikuasai siswa adalah kondisi objek, komposisi, pencahayaan dan ketepatan momen . Sementara penggunaan smartphone pada teknik bidang pandang terdapat 11 hasil foto menggunakan pengaturan otomatis. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, kualitas hasil foto siswa yang dianalisis melalui teknik sudut pandang dan bidang pandang menunjukkan bahwa penguasaan teknik berbanding lurus dengan pencapaian kualitas foto secara visual. Hal ini sejalan dengan pendapat Sanni et al. , yang menyatakan bahwa kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh teknik pengambilan gambar, tetapi juga oleh aspek visual seperti kondisi objek, komposisi, pencahayaan, ketajaman, dan ketepatan momen. Teknik Sudut Pandang Pada teknik sudut pandang, dihasilkan kurang penguasaan pada aspek kondisi objek ada 3 foto, komposisi ada 1 foto, ketajaman 2 foto, pencahayaan ada 1 foto dan ketepatan momen ada 4 hasil foto. Kelemahan yang paling banyak ditemukan adalah pada pemilihan sudut yang kurang tepat dan kondisi objek yang tidak mendukung kekuatan Seperti yang diungkapkan oleh Maidison . 2, hlm. yang menyatakan bahwa keunikan objek dan momen visual dapat memperkuat daya tarik visual sebuah karya. Hal ini membuktikan bahwa keunikan objek dapat berpengaruh dan mendukung pada hasil foto atau karya. Teknik frog eye, hasil karya yang belum diterapkan secara maksimal dengan mengambil gambar dari sudut yang tidak cukup rendah, sehingga efek distorsi perspektif yang dramatis tidak tercapai. Padahal menurut Kurniawan et al. , teknik frog eye dengan sudut pandang dari bawah objek, sehingga objek tampak lebih tinggi dan mengalami perubahan bentuk atau distorsi. Ciri khas pada teknik frog eye adalah objek memiliki keunikan seperti perubahan bentuk . Hal ini mirip dengan teknik low angle dengan sudut bawah sehingga objek menimbulkan kesan menjulang tinggi. Berdasarkan pendapat dari Triyono et al. 6, hlm. menjelaskan bahwa low angle diambil dari bawah sehingga objek lebih besar, tinggi. Sejalan dengan teori Sanni et al. 6, hlm. bahwa pengambilan low angle yang objeknya lebih tinggi dari posisi kamera misalnya bangunan yang kokoh, megah dan menjulang. Akan tetapi, pada Teknik low angle objek terkesan lebih besar, tinggi dan menjulang. Adapun teknik eye level merupakan teknik yang paling mudah diterapkan siswa, karena bersifat natural dan umum digunakan. Meski demikian, siswa masih melakukan kesalahan seperti posisi kamera yang tidak sejajar sepenuhnya dengan mata objek, yang menyebabkan pesan visual tidak tersampaikan dengan jelas. Seperti yang diungkapkan oleh Kurniawan et al. 0, hlm. bahwa sudut pandang kamera berada sejajar dengan objek, sehingga apa yang terlihat secara langsung oleh mata akan tampak sama seperti hasil yang terekam oleh kamera dan ukuran objek tidak mengalami perubahan bentuk atau distorsi. Oleh karena itu, sudut pengambilan foto eye level memberikan kesan apa adanya pada objek dan sejajar mata memandang. Keberhasilan teknik high angle pada penempatan objek dan sudut pandang yang tepat karena dalam teori Sanni et al. 6, hlm. & Triyono et al. 6, hlm. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 bahwa teknik high angle yaitu posisi fotografer lebih tinggi dari objek dan teknik ini memberikan efek perspektif yang unik, membuat objek terlihat lebih kecil. Sejalan dengan itu, kehadiran cahaya saat pengambilan foto dapat berperan sebagai elemen pendukung dalam menciptakan komposisi, serta membentuk suasana atau kesan tertentu dalam sebuah gambar (Gunawan A. , 2015, hlm. Pencahayaan juga dapat mendukung sebuah foto agar memberikan kesan yang ada dalam foto tersebut. Sementara penggunaan smartphone pada teknik sudut pandang terdapat 4 hasil foto menggunakan pengaturan otomatis. Dengan demikian, pada hasil analisis sudut pandang kualitas hasil foto pada kategori baik menghasilkan lima kualitas aspek yang baik terdapat pada dua teknik yaitu frog eye (Dari. dan high angle (Gadin. dan kurang baik mencakup satu sampai dua aspek pada teknik high angle (Marche. Selebihnya, lima hasil foto sudut pandang termasuk dalam kategori cukup baik yang mencakup tiga sampai empat aspek. Teknik Bidang Pandang Pada teknik bidang pandang, dihasilkan kurang penguasaan pada aspek kondisi objek ada 4 foto, komposisi ada 3 foto, ketajaman 1 foto, pencahayaan ada 6 foto dan ketepatan momen ada 8 hasil foto. Maka, pada kualitas hasil teknik sudut pandang yang paling banyak kurang dikuasai siswa adalah kondisi objek, komposisi, pencahayaan dan ketepatan momen . Menurut Sanni et al. 6, hlm. bahwa kondisi objek memiliki peranan yang penting dalam menghasilkan foto yang baik melalui ekspresi yang ditampilkan oleh Sehingga pada bidang pandang didukung dengan foto yang baik melalui ekspresi pada objek. Pada hasil foto bidang pandang, beberapa siswa menghasilkan ekspresi tetapi gestur tubuh dan jarak pandang yang kurang maksimal. Selain itu, komposisi fotografi adalah pengaturan elemen-elemen visual dalam sebuah gambar dengan cara yang tidak hanya meningkatkan daya tarik foto, tetapi juga dapat menyampaikan pesan atau tujuan yang ingin disampaikan oleh fotografer secara jelas (Andrea R. , 2023, hlm. Dengan demikian, meskipun suatu foto telah menerapkan teknik dengan baik, tanpa didukung oleh komposisi yang tepat, daya tarik visualnya tetap kurang maksimal dan pesan yang ingin disampaikan menjadi kurang Seperti pada teknik extreme close up . , big close up (Jovit. , close up . Pada aspek pencahayaan teknik bidang pandang, pencahyaan yang kurang dikuasai pada teknik long shot . , medium long shot . , medium shot . , extreme close up . elina, close up . arika dan dari. Hal ini disebakan karena adanya cahaya yang terlalu terang pada latar belakang sehingga mengurangi daya tarik visual pada foto. Seperti pendapat dari Gunawan A. 5, hlm. bahwa kehadiran cahaya saat pengambilan foto dapat berperan sebagai elemen pendukung dalam menciptakan komposisi, serta membentuk suasana atau kesan tertentu dalam sebuah gambar. Pencahayaan juga dapat mendukung sebuah foto agar memberikan kesan yang ada dalam foto tersebut. Sementara penggunaan smartphone pada teknik bidang pandang terdapat 11 hasil foto menggunakan pengaturan otomatis. Dengan demikian, pada hasil analisis bidang pandang kualitas hasil foto pada kategori baik menghasilkan lima kualitas aspek yang baik terdapat pada teknik medium close up (Vil. , extreme close up (Fadhla. , medium shot (Mose. , medium long shot (Zez. , extreme long shot (Jovit. dan kurang baik hanya mencakup satu sampai dua aspek meliputi close up (Dari. dan extreme close up (Felin. Viona & Mulyanto. Kualitas Hasil Foto A Copyright A 2025: Rosalia Urda Viona, & Mulyanto serta sisanya ada sembilan hasil foto termasuk dalam kategori cukup baik yang mencakup tiga sampai empat aspek. Berikut disajikan hasil persentase kualitas hasil foto siswa berdasarkan teknik sudut pandang dan teknik bidang pandang dengan kategori baik, cukup baik, dan kurang baik, sebagai berikut : Tabel 2. Persentase Kualitas Hasil Foto Kriteria Baik Cukup Baik Kurang Baik Banyak Siswa Persentase Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hasil foto siswa yang termasuk dalam kategori baik ditemukan 7 hasil foto . %) dengan menggunakan 5 aspek yang sudah tepat. Kedua, kategori cukup baik, ditemukan 14 hasil foto . %) yang umumnya memiliki 3-4 aspek kualitas yang terpenuhi optimal. Terakhir, kategori kurang baik, ditemukan 4 hasil foto . %) karena hanya 1-2 aspek kualitas yang terpenuhi Selain itu, mayoritas siswa menggunakan kamera smartphone dengan resolusi dari 8MP hingga 108MP. Hasil foto yang baik tidak selalu dihasilkan oleh kamera dengan resolusi tinggi karena kebanyakan siswa yang menggunakan pengaturan otomatis kamera hasil fotonya kurang karena aspek kualitas visualnya kurang diterapkan dengan baik. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penguasaan teknik sudut pandang dan teknik bidang pandang dalam pembelajaran fotografi, mayoritas siswa menunjukkan penguasaan teknik fotografi cukup baik. Kualitas hasil foto siswa yang termasuk dalam kategori baik ditemukan 7 hasil foto . %) dengan menggunakan 5 aspek yang sudah tepat. Kedua, kategori cukup baik, ditemukan 14 hasil foto . %) yang umumnya memiliki 3-4 aspek kualitas yang terpenuhi optimal. Terakhir, kategori kurang baik, ditemukan 3 hasil foto . %) karena hanya 1-2 aspek kualitas yang terpenuhi optimal. Dari hasil karya siswa ditemukan beberapa kekurangan pada teknik sudut pandang seperti pemilihan sudut yang kurang tepat, pencahayaan yang tidak konsisten dan kondisi objek yang kurang baik. Sementara itu, beberapa siswa mampu memanfaatkan bidang pandang dengan baik, namun sebagian lainnya belum maksimal dalam penguasaan teknik, memilih objek, komposisi dan ekspresi. Hal ini dikarenakan siswa cenderung hanya berfokus pada penerapan teknik tanpa mengaitkannya dengan aspek visualnya dan beberapa mengandalkan pencahayaan Kualitas hasil foto siswa tergolong cukup baik, didukung oleh penggunaan kamera smartphone dengan resolusi tinggi . i atas 12MP hingga 108MP). Mayoritas siswa mengandalkan mode otomatis, ada juga yang menggunakan mode manual untuk mengatur pencahayaan. ISO, dan kecepatan rana. Namun, penguasaan terhadap aspek visual tetap menjadi faktor penentu utama dalam menghasilkan foto yang optimal. Saran