Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN : 3031-8378, p-ISSN : 3031-836X. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpakk. Tersedia: https://journal. id/index. php/jbpakk Ciri-Ciri Gereja Yang Sejati Menurut Pandangan Orang Kristen Marlince Diana Lende1*. Ronaully Marbun2 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar Jakarta,Indonesia Korespondensi Penulis: marlincedianalende@gmail. Abstract. This abstract discusses the characteristics of the true church according to Christian views, emphasizing the importance of faithfulness to the Word of God as the primary foundation. The true church is a community that faithfully proclaims the Gospel of Christ purely, without addition or subtraction from the teachings of the Bible. This faithfulness serves as the basis for the churchAos existence as the living body of Christ, functioning to spread salvation to all people. Besides faithfulness to the Word, the proper administration of the sacraments is also an important characteristic of the true church. Sacraments such as baptism and the LordAos Supper are conducted according to ChristAos commands and serve as means of grace that strengthen the faith of the congregation. The spiritual discipline practiced within the church maintains the holiness of the members and encourages repentance and restoration, so that the community continues to live in truth and love. Unity and holiness reflect the churchAos calling to live in love and truth, while the apostolic nature shows its adherence to the teachings of the apostles. Catholicity affirms that the true church is universal and transcends cultural and geographical boundaries. Keywords: Church Sacraments. Church Unity. Faithfulness to the Word of God. Proclamation of the Gospel. True Church Abstrak. Abstrak ini membahas ciri-ciri gereja yang sejati menurut pandangan orang Kristen, yang menekankan pentingnya kesetiaan pada firman Allah sebagai dasar utama. Gereja yang sejati adalah komunitas yang setia memberitakan Injil Kristus secara murni, tanpa penambahan atau pengurangan dari ajaran Alkitab. Kesetiaan ini menjadi landasan bagi keberadaan gereja sebagai tubuh Kristus yang hidup dan berfungsi untuk menyebarkan keselamatan bagi semua orang. Selain kesetiaan pada firman, pelaksanaan sakramen secara benar juga menjadi ciri penting dari gereja yang sejati. Sakramen seperti baptisan dan perjamuan kudus dilaksanakan sesuai dengan perintah Kristus dan berfungsi sebagai sarana anugerah yang memperkuat iman jemaat. Disiplin rohani yang diterapkan dalam gereja juga menjaga kekudusan jemaat serta mendorong pertobatan dan pemulihan, sehingga komunitas tetap hidup dalam kebenaran dan kasih. Kesatuan dan kekudusan mencerminkan panggilan gereja untuk hidup dalam kasih dan kebenaran, sementara sifat apostolik menunjukkan keterikatan pada ajaran para rasul. Katolisitas menegaskan bahwa gereja sejati adalah universal dan melampaui batas-batas budaya dan geografis. Kata Kunci: Gereja Sejati. Kesatuan Gereja. Kesetiaan kepada Firman Allah. Pemberitaan Injil. Sakramen Gereja PENDAHULUAN Gereja adalah institusi yang memiliki peran fundamental dalam kehidupan umat Kristen. Sebagai tubuh Kristus, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai komunitas yang mendukung iman dan pertumbuhan rohani setiap anggota. Dalam pandangan orang Kristen, gereja yang sejati adalah gereja yang berlandaskan pada ajaran Alkitab dan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani yang sesungguhnya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyaknya variasi dalam bentuk dan tradisi gereja sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mengenali gereja yang benar-benar sejati di tengah keragaman tersebut. Salah satu ciri utama dari gereja yang sejati adalah kesetiaannya pada ajaran Alkitab sebagai dasar iman dan pedoman hidup. Orang Kristen meyakini bahwa Alkitab adalah firman Naskah Masuk: 08 Agustus 2025. Revisi: 01 September 2025. Diterima: 23 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Ciri-Ciri Gereja Yang Sejati Menurut Pandangan Orang Kristen Tuhan yang tidak berubah dan merupakan sumber kebenaran yang mutlak. Oleh karena itu, gereja yang sejati harus mengajarkan dan mempraktekan doktrin-doktrin Alkitab dengan setia, baik dalam pengajaran, khotbah, maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, gereja yang sejati juga harus memelihara dan menghidupi ajaran tersebut dalam setiap aspek kehidupan gereja, dari ibadah hingga pelayanan sosial. Selain ajaran yang benar, gereja yang sejati juga ditandai dengan kehidupan rohani yang nyata di dalam komunitasnya. Hal ini tercermin dalam bagaimana umat Kristen saling mengasihi, mendukung, dan membangun satu sama lain dalam iman. Di dalam gereja, seharusnya terdapat ruang bagi setiap anggota untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani, melalui pembelajaran, doa, serta persekutuan yang memperkuat hubungan dengan Tuhan dan Kehidupan yang penuh kasih dan ketaatan kepada Tuhan adalah bukti nyata dari gereja yang sejati. Ciri lain yang tidak kalah penting adalah peran gereja dalam pelayanan misi dan Gereja yang sejati memiliki komitmen untuk memberitakan Injil dan membawa berita keselamatan kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus. Gereja yang sejati tidak hanya memperhatikan kebutuhan rohani umatnya, tetapi juga memperhatikan kebutuhan duniawi mereka, dengan mengimplementasikan nilai kasih dalam pelayanan kepada sesama, terutama kepada mereka yang miskin, tertindas, atau terpinggirkan. Dalam hal ini, gereja bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Gereja adalah kumpulan atau jemaat pilihan, yaitu mereka yang dipanggil Allah keluar dari dunia, pergi dari dosa dan masuk ke dalam wilayah anugerah. Gereja memiliki relasi dengan umat Allah dalam Perjanjian Lama, dimana dalam Perjanjian Lama Tuhan memilih Abraham sebagai embrio lahirnya Bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan Allah. Secara teologis gagasan tentang umat Allah yang dipanggil keluar jelas telah eksis pada masa Perjanjian Lama, sebagaimana pada masa Perjanjian Baru. kata Yunani ekklesia muncul berulang kali dalam kaitannya dengan Israel dalam terjemahan Septuaginta. Unsur-unsur dalam Perjanjian Lama tersebut ada dalam gereja Perjanjian Baru, namun demikian tidak dapat disamakan dengan tepat antara Jemaah Perjanjian Lama dengan gereja, oleh karena gereja adalah sesuatu produk baru, didirikan diatas Tuhan Yesus, dijadikan oleh Roh Kudus dan berisi orang-orang dari segala ras dari seluruh bangsa menjadi satu umat Allah yang baru. Gereja sejati memiliki tanda-tanda sebagaimana dijelaskan dalam Firman Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan teologis tentang gereja sejati dan aplikasinya bagi gereja Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Gereja Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN : 3031-8378, p-ISSN : 3031-836X. Hal. sejati memiliki tanda-tanda, sukacita, kekudusan, kebenaran, misi, kesatuan, kasih, memberitakan Firman Tuhan dengan benar, menggunakan sakramen dengan benar, dan menjalankan disiplin gereja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gereja sejati memiliki tanda-tanda yang dapat diaplikasikan dalam pelayanan gereja kontemporer. Dengan memahami ciri-ciri gereja yang sejati, umat Kristen diharapkan dapat lebih cermat dalam memilih gereja tempat mereka beribadah dan berkomunitas. Gereja yang sejati bukan hanya sebuah bangunan atau denominasi, melainkan tempat di mana ajaran Kristus hidup, dan umat Kristen bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan. Sebagai umat Tuhan, penting bagi kita untuk selalu menguji apakah gereja yang kita pilih sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab dan membimbing kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. METODE PENELITIAN Metode yang di gunakan penulis adalah metode kualitatif. Penulis menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber dari buku-buku teks. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pemahaman dan persepsi umat Kristen mengenai ciri-ciri gereja sejati berdasarkan pengalaman, keyakinan, dan ajaran yang mereka anut. PEMBAHASAN Gereja yang sejati dalam pandangan orang Kristen bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan persekutuan orang percaya yang hidup di dalam Kristus dan tunduk kepada otoritas firman Tuhan. Salah satu ciri utama gereja yang sejati adalah pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab. Doktrin yang sehat menjadi fondasi utama dalam membentuk iman jemaat dan menjaga mereka dari ajaran sesat. Rasul Paulus menekankan pentingnya pengajaran yang sehat dalam suratnya kepada Timotius . Timotius 4:2-. , di mana ia memperingatkan bahwa akan datang waktunya orang tidak lagi menerima ajaran yang benar. Oleh karena itu, gereja yang sejati senantiasa memberitakan Injil secara murni dan setia kepada ajaran Kristus serta para rasul. Selain itu, gereja yang sejati ditandai dengan pelaksanaan sakramen yang benar, khususnya baptisan dan perjamuan kudus. Sakramen bukan hanya simbolis, tetapi merupakan sarana anugerah di mana Allah menyatakan kehadiran dan penyertaan-Nya kepada umat-Nya. Gereja Reformasi, seperti yang diajarkan oleh John Calvin, menggarisbawahi bahwa sakramen harus dilaksanakan sesuai dengan ketetapan Kristus dan tidak diselewengkan atau ditambahi oleh tradisi manusia. Dalam pelaksanaannya, sakramen juga menjadi tanda persekutuan jemaat Ciri-Ciri Gereja Yang Sejati Menurut Pandangan Orang Kristen dengan Kristus dan dengan sesama anggota tubuh Kristus, mempererat hubungan spiritual di dalam gereja. Ciri penting lainnya dari gereja sejati adalah disiplin gerejawi yang ditegakkan demi menjaga kekudusan jemaat. Disiplin bukan bertujuan menghukum, tetapi untuk menegur, menasihati, dan memulihkan anggota jemaat yang jatuh dalam dosa. Gereja yang sejati memiliki tanggung jawab untuk menegakkan kebenaran dan menjaga agar jemaat hidup dalam pertobatan dan ketaatan kepada Kristus. Ini sejalan dengan ajaran Yesus dalam Matius 18:1517 mengenai cara menegur saudara yang berdosa, serta prinsip-prinsip dalam surat Paulus tentang pembinaan jemaat yang kudus dan tak bercacat di hadapan Allah. Gereja dalam pengertian teologis bukan sekadar institusi atau organisasi religius, melainkan adalah kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia untuk menjadi umat Allah. Kata "gereja" berasal dari bahasa Yunani Ekklesia, yang berarti "yang dipanggil keluar" (Called out one. Dalam konteks ini, orang Kristen percaya bahwa gereja terdiri dari mereka yang telah dipilih oleh Allah sejak semula untuk menerima keselamatan melalui Yesus Kristus. Pemilihan ini bukan berdasarkan usaha atau jasa manusia, tetapi semata-mata karena kasih karunia dan kehendak Allah yang berdaulat. Gereja disebut sebagai "jemaat pilihan" karena keberadaan umat Allah merupakan hasil dari keputusan ilahi yang bersifat kekal. Dalam surat Efesus. Rasul Paulus menjelaskan bahwa "di dalam Kristus. Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan" (Efesus 1:. Pemilihan ini menegaskan bahwa gereja bukan terbentuk karena kehendak manusia, tetapi karena inisiatif Allah sendiri. Oleh karena itu, gereja adalah kumpulan orang-orang yang telah dipanggil secara rohani dan di satukan oleh iman kepada Kristus, bukan sekadar anggota dari suatu komunitas keagamaan biasa. Identitas gereja sebagai jemaat pilihan juga membentuk karakter dan misi gereja di Karena mereka telah dipilih dan dikuduskan oleh Allah, jemaat dipanggil untuk hidup dalam kekudusan dan menjadi terang serta garam bagi dunia. Petrus menyebut umat percaya sebagai "bangsa yang terpilih, imamat yang Rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri" . Petrus 2:. Ini menunjukkan bahwa gereja bukan hanya dipilih untuk diselamatkan, tetapi juga untuk menjalankan. Gereja memiliki mandat ilahi untuk menjalankan pelayanan misi dan penginjilan sebagai bagian dari panggilannya di dunia. Amanat Agung yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam Matius 28:19-20 menjadi dasar utama dari misi gereja: AuPergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Ay Misi ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk berkumpul dan beribadah, tetapi juga diutus ke dunia untuk memberitakan Injil kepada semua Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN : 3031-8378, p-ISSN : 3031-836X. Hal. Dengan demikian, misi dan penginjilan bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi merupakan inti dari eksistensi gereja sebagai tubuh Kristus. Dalam pelaksanaannya, gereja menjalankan misi dan penginjilan melalui berbagai bentuk pelayanan, seperti pengutusan misionaris, pembinaan rohani, pelayanan sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari pelayanan ini bukan hanya untuk memperkenalkan ajaran Kristen, tetapi juga untuk menunjukkan kasih Allah secara nyata kepada dunia. Paulus dalam Roma 10:14-15 menekankan pentingnya pemberitaan: AuBagaimana mereka dapat percaya jika tidak mendengar? Dan bagaimana mereka mendengar jika tidak ada yang memberitakan?Ay Gereja yang setia dalam pelayanan misi akan terus berusaha menjangkau jiwa-jiwa yang belum percaya melalui strategi yang relevan dan kontekstual. Gereja dipanggil untuk menjadi teladan hidup yang mencerminkan Injil dalam tindakan sehari-hari. Kesaksian hidup jemaat merupakan bagian penting dari penginjilan, karena melalui kasih, keadilan, dan integritas dalam hidup sehari-hari, orang lain dapat melihat dan merasakan kehadiran Kristus. Gereja yang berakar dalam Kristus akan menghidupi misi ini secara holistikAimewartakan Injil tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Hal ini sejalan dengan ajaran Yesus dalam Matius 5:16: AuDemikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Ay Memilih gereja bukanlah sekadar soal preferensi pribadi atau kenyamanan ibadah, tetapi menyangkut pertumbuhan rohani dan kesetiaan terhadap kebenaran Firman Tuhan. Umat Kristen dipanggil untuk menjadi bagian dari gereja yang setia pada pengajaran Alkitab dan yang memuliakan Kristus dalam segala hal. Gereja yang tidak setia pada kebenaran Firman dapat menyesatkan jemaat melalui pengajaran yang keliru atau berpusat pada manusia, bukan pada Tuhan. Oleh karena itu, ketelitian dalam memilih gereja sangat penting agar umat tidak terjebak dalam komunitas yang menyimpang dari iman Kristen yang sejati. Selain faktor doktrin, kualitas komunitas di dalam gereja juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan iman seseorang. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat bertumbuh secara rohani bersama orang percaya lainnya. Komunitas gereja yang sehat akan saling membangun, menasihati, dan menolong dalam kasih Kristus. Sebaliknya, gereja yang tidak sehat seringkali menciptakan lingkungan yang penuh konflik, manipulasi, atau pengabaian terhadap kehidupan spiritual jemaatnya. Alkitab menekankan pentingnya persekutuan yang mendorong kepada kasih dan perbuatan baik (Ibrani 10:24-. , dan hal ini hanya mungkin jika umat berada dalam komunitas yang tepat. Ciri-Ciri Gereja Yang Sejati Menurut Pandangan Orang Kristen Gereja yang benar akan memperlengkapi jemaat untuk menjalankan panggilan mereka di dunia sebagai saksi Kristus. Pemilihan gereja yang baik akan membantu seseorang untuk bertumbuh dalam pelayanan, memperkuat iman, dan hidup sesuai kehendak Allah. Gereja yang sejati mempersiapkan jemaat untuk menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-. , serta menolong mereka mengenali karunia rohani dan menggunakannya demi kemuliaan Tuhan. Dengan demikian, pemilihan gereja bukan hanya demi kenyamanan sesaat, melainkan bagian dari ketaatan dan pertumbuhan dalam panggilan ilahi yang telah Allah rancangkan. Dalam konteks gereja Kristen, tersedianya dukungan, pelayanan, dan pembinaan rohani merupakan aspek fundamental yang mencerminkan gereja yang sejati. Dukungan di sini mencakup perhatian emosional, spiritual, dan sosial yang diberikan kepada anggota jemaat. Gereja berfungsi sebagai komunitas yang saling menguatkan, di mana setiap individu merasa diterima dan dihargai. Hal ini penting karena dalam perjalanan iman, setiap orang menghadapi tantangan dan pergumulan yang memerlukan dukungan dari sesama. Sebagai contoh, gereja menyediakan pelayanan konseling pastoral untuk membantu jemaat mengatasi masalah pribadi dan spiritual, serta memberikan bimbingan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari . Pelayanan dalam gereja Kristen mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rohani jemaat. Pelayanan ini tidak hanya dilakukan oleh pemimpin gereja, tetapi juga melibatkan setiap anggota jemaat. Melalui pelayanan, jemaat diajak untuk mengembangkan karunia rohani yang dimiliki dan menggunakannya untuk melayani sesama. Gereja menyediakan berbagai program seperti kelompok doa, retret rohani, dan seminar untuk memperlengkapi jemaat dalam pelayanan. Sebagai contoh, gereja-gereja sering mengadakan retret keluarga untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga dan memperdalam iman mereka bersama-sama. Pembinaan rohani merupakan proses yang berkelanjutan untuk membantu jemaat tumbuh dalam iman dan karakter Kristen. Gereja menyediakan berbagai metode pembinaan, seperti pengajaran Alkitab, kelompok pemuridan, dan konseling pribadi. Tujuan dari pembinaan ini adalah untuk membentuk jemaat menjadi pribadi yang dewasa dalam iman dan siap melayani dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai contoh, gereja-gereja sering menyelenggarakan kelas pengajaran teologi dan konseling pribadi untuk membantu jemaat memahami firman Tuhan secara mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui dukungan, pelayanan, dan pembinaan rohani yang terstruktur dan berkesinambungan, gereja Kristen berfungsi sebagai wadah yang efektif untuk pertumbuhan iman jemaat. Hal ini mencerminkan gereja yang sejati, yang tidak hanya fokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga pada pengembangan rohani setiap anggotanya. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN : 3031-8378, p-ISSN : 3031-836X. Hal. Memahami ciri-ciri gereja yang sejati sangat penting dalam iman Kristen karena gereja bukan hanya institusi sosial, melainkan tubuh Kristus yang dipanggil untuk hidup sesuai kehendak Allah. Dengan mengenali ciri-ciri ini, umat Kristen dapat membedakan mana komunitas gereja yang setia pada ajaran Alkitab dan mana yang menyimpang. Hal ini mencegah penyebaran ajaran sesat dan menjaga integritas iman serta kesucian jemaat, sehingga keselamatan dan pertumbuhan rohani anggota gereja tetap terjamin. Pemahaman tentang ciri gereja yang sejati membantu orang percaya dalam memilih dan berpartisipasi dalam komunitas gereja yang benar-benar membangun iman mereka. Gereja yang sesuai dengan ciri-ciri alkitabiah menyediakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan rohani, pemuridan, serta pelayanan yang efektif. Dengan demikian, orang Kristen tidak hanya mengalami pengajaran yang benar, tetapi juga mengalami hidup bersama dalam kasih dan kesatuan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Pemahaman ini juga memotivasi jemaat untuk terus menjaga kesetiaan dan kekudusan dalam kehidupan pribadi maupun komunitas. Menyadari panggilan gereja yang sejati sebagai saksi Kristus di dunia membuat setiap anggota bertanggung jawab untuk hidup kudus, saling menegur, dan membangun tubuh Kristus secara bersama-sama. Oleh sebab itu, mengenal ciriciri gereja yang sejati bukan hanya soal teori, melainkan menjadi dasar praktis dalam menjalankan iman Kristen sehari-hari dengan integritas dan kesungguhan. KESIMPULAN Dalam 1 Korintus 12:12-27. Paulus menjelaskan bahwa gereja terdiri dari banyak anggota yang berbeda, namun semuanya membentuk satu tubuh yang utuh. Setiap anggota memiliki fungsi dan peran yang unik, namun saling melengkapi dan tidak dapat berdiri sendiri tanpa anggota lainnya. Paulus menekankan bahwa tidak ada anggota tubuh yang lebih penting dari yang lain. semuanya diperlukan untuk keberlangsungan tubuh tersebut. Konsep ini menekankan pentingnya kesatuan dan kerjasama di antara umat percaya, meskipun mereka memiliki latar belakang, talenta, dan fungsi yang berbeda-beda. Gereja yang sejati menurut pandangan orang Kristen adalah komunitas orang percaya yang setia kepada firman Allah dan Injil Kristus. Kesetiaan ini tercermin dalam pemberitaan firman Tuhan yang murni dan tidak dimodifikasi, sehingga gereja menjadi sarana keselamatan yang benar dan hidup rohani yang bertumbuh. Dengan demikian, firman Tuhan menjadi fondasi utama gereja yang sejati, menuntun jemaat pada pengenalan dan hubungan yang benar dengan Kristus. Ciri-Ciri Gereja Yang Sejati Menurut Pandangan Orang Kristen pelaksanaan sakramen secara benar juga merupakan ciri penting gereja yang sejati. Sakramen seperti baptisan dan perjamuan kudus dilakukan sesuai dengan perintah Kristus dan berfungsi sebagai sarana anugerah yang memperkuat iman jemaat. Disiplin rohani yang diterapkan dalam gereja berperan menjaga kekudusan jemaat dan mendorong pertobatan bagi mereka yang jatuh dalam dosa. Melalui disiplin ini, gereja memelihara kesucian dan kesetiaan anggotanya kepada Allah. Selain itu, gereja yang sejati memiliki sifat universal . , bersatu dalam kasih dan iman, serta berakar pada ajaran para rasul . Kesatuan ini menguatkan gereja sebagai tubuh Kristus yang tidak terbatas oleh waktu dan ruang, melainkan meliputi seluruh umat Kristen di seluruh dunia. Kekudusan dan sifat apostolik menunjukkan bahwa gereja hidup dalam kebenaran dan meneruskan warisan iman yang otentik dari para rasul. Dengan demikian, gereja yang sejati terus bertumbuh dalam kasih, iman, dan ketaatan kepada Kristus sampai kedatangan-Nya kembali. DAFTAR PUSTAKA