Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 KLASIFIKASI PELANGGAN PADA CUSTOMER CHURN PREDICTION MODELS MENGGUNAKAN DECISION TREE CUSTOMER CLASSIFICATION IN CUSTOMER CHURN PREDICTION MODELS USING DECISION TREE Frans Sinata, l1834@lecturer. Angelina Pramana Thenata. Angelina. pramana@outlook. Agustinus Fritz Wijaya, wijaya@bundamulia. I Gusti Ngurah Suryantara, gusti@bundamulia. Jusia Amanda Ginting, jginting@bundamulia. Destriana Widyaningrum, l0894@lecturer. Ester Lumba, l0178@lecturer. Program Studi Informatika/Fakultas Teknologi dan Desain. Universitas Bunda Mulia Diterima 15 Juli 2025 / Disetujui 30 September 2025 ABSTRACT Intensified competition in the modern business world necessitates that companies implement proactive customer retention strategies, making customer churn prediction a paramount focus. This study aims to develop and evaluate a classification model utilizing historical customer data to proactively identify customers at risk of churn or those likely to remain loyal. The methodology employed is Data Mining, specifically the Classification technique, selecting the C4. 5 Decision Tree algorithm for its strength in generating transparent and easily interpretable decision rules. The analyzed dataset comprises 996 customer samples, including vital attributes such as gender, age, payment method, and transaction history. The classification predicts customer status into one of two target categories: loyal or churn. The results indicate that the constructed model successfully classified 636 customers . 8%) as loyal and 360 customers . 2%) as churn, achieving a model accuracy of 98%. This finding demonstrates the C4. 5 Decision Tree's effectiveness in mapping customer loyalty patterns. Practically, the model provides quantifiable insights for companies to formulate more targeted marketing and customer retention initiatives. Keywords: Customer Churn Prediction. Decision Tree. Algorithm C4. ABSTRAK Persaingan yang semakin ketat dalam dunia perdagangan modern menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi retensi pelanggan yang proaktif, menjadikan prediksi customer churn . elanggan yang berhenti menggunakan layana. sebagai fokus utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model klasifikasi yang memanfaatkan data pelanggan historis guna mengidentifikasi secara dini pelanggan yang berpotensi churn atau tetap loyal. Metode yang digunakan adalah Data Mining, khususnya teknik Klasifikasi, dengan memilih algoritma Decision Tree C4. 5 karena keunggulannya dalam menghasilkan aturan keputusan yang transparan dan mudah diinterpretasikan. Dataset yang dianalisis melibatkan 996 sampel pelanggan, mencakup berbagai atribut penting seperti jenis kelamin, usia, metode pembayaran, dan riwayat transaksi. Klasifikasi dilakukan untuk memprediksi status pelanggan ke dalam salah satu dari dua kategori target: loyal atau churn. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu mengklasifikasikan 636 pelanggan . 8%) sebagai kategori loyal dan 360 pelanggan . 2%) sebagai kategori churn, dengan mencapai tingkat akurasi model sebesar 98%. Temuan ini menunjukkan efektivitas Decision Tree C4. 5 dalam memetakan pola loyalitas pelanggan. Secara praktis, model ini berkontribusi dalam menyediakan wawasan yang terukur bagi perusahaan untuk merumuskan inisiatif pemasaran dan retensi yang lebih tepat sasaran. Kata Kunci: Customer Churn Prediction. Decision Tree. Algoritma C4. *Korespondensi Penulis: E-mail: l1834@lecturer. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 PENDAHULUAN Persaingan dalam dunia perdagangan terus meningkat secara signifikan, didorong oleh perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan dinamis . Dalam konteks ini, loyalitas pelanggan menjadi aset strategis utama dalam strategi pemasaran. Loyalitas yang kuat adalah faktor penting untuk mendorong pembelian berulang, meningkatkan performa bisnis, serta memiliki korelasi positif terhadap nilai bisnis dan kemampuan perusahaan dalam menarik pelanggan baru. Perusahaan saat ini menyimpan data pelanggan dalam jumlah besar . ig dat. Data mentah ini seringkali belum dimanfaatkan secara optimal untuk memahami pola perilaku krusial Untuk mengatasi tantangan ini. Data Mining muncul sebagai proses yang mampu mengekstraksi informasi berharga dari data historis. Secara spesifik, teknik data mining dapat digunakan untuk memprediksi perilaku pelanggan, seperti mengidentifikasi apakah pelanggan akan tetap loyal atau melakukan churn . erhenti berlanggana. Berdasarkan urgensi ini, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perilaku pelanggan sehingga dapat meningkatkan kesiapan Perusahaan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi retensi pelanggan yang lebih efektif. METODE PENELITIAN Decision Tree Pendekatan dan Proses Data Mining Penelitian ini mengadopsi pendekatan Data Mining sebagai kerangka kerja utama untuk memecahkan masalah prediksi perilaku pelanggan. Data mining didefinisikan sebagai proses iteratif dan sistematis untuk menemukan pola, hubungan, dan model yang tersembunyi namun bermakna di dalam dataset berukuran besar. Informasi yang diekstrak melalui proses ini sangat krusial karena berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis, khususnya dalam menyusun strategi pemasaran dan retensi pelanggan. Proses data mining secara umum mencakup tahapan seleksi data, pra-pemrosesan, transformasi, penambangan pola, dan evaluasi hasil. Teknik Klasifikasi dan Pemilihan Model Salah satu tugas utama dalam data mining adalah Klasifikasi. Teknik ini bertujuan untuk membangun model prediktif yang mampu mengkategorikan data baru ke dalam kelas-kelas atau label yang sudah ditentukan, berdasarkan pola yang dipelajari dari data pelatihan . , . Dalam konteks penelitian ini, teknik klasifikasi diterapkan untuk memprediksi probabilitas status pelanggan, yaitu apakah mereka termasuk dalam kategori loyal atau churn . erhenti Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini secara spesifik memilih algoritma Decision Tree (Pohon Keputusa. Decision Tree adalah model klasifikasi yang representasinya berbentuk struktur menyerupai pohon, di mana setiap node internal mewakili pengujian pada suatu atribut, setiap cabang mewakili hasil dari pengujian tersebut, dan leaf node . ode dau. mewakili keputusan kelas atau label akhir. , . Keunggulan utama dari Decision Tree adalah kemampuannya untuk memproses atribut data yang kompleks dan menghasilkan aturan keputusan yang mudah diinterpretasikan oleh pengguna non-teknis, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi bisnis. Proses pembangunan model dimulai dari root node . ode aka. dan Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 bercabang secara hierarkis hingga mencapai leaf node yang sesuai dengan nilai-nilai atribut data Gambar 1. Decision Tree Algoritma C4. Algoritma C4. 5 membangun pohon keputusan secara top-down dengan memilih atribut dengan nilai gain tertinggi sebagai akar. Prosedurnya adalah: Pilih atribut sebagai akar. Buat cabang untuk setiap nilai atribut. Bagi data ke dalam cabang. Ulangi hingga semua data dalam cabang termasuk dalam kelas yang sama . Untuk memilih atribut sebagai akar, didasarkan pada nilai gain tertinggi dari atribut-atribut yang ada. Untuk menghitung gain digunakan rumus seperti yang tertera pada Rumus . Keterangan: S : Himpunan kasus A : Atribut n : Jumlah partisi atribut A |S. : Jumlah kasus pada partisi ke i |S| : Jumlah kasus dalam S Sebelum menghitung gain, terlebih dahulu dihitung nilai entropi untuk mengetahui seberapa informatif suatu atribut. Rumus dasar dari Entropi dirumuskan pada rumus . Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Keterangan: S : Himpunan Kasus n : Jumlah partisi S pi: Proporsi dari Si terhadap S Dataset dan Pra-pemrosesan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data transaksional dan demografi Dalam penelitian ini, menggunakan data sample set pelanggan terkait customer churn di suatu market yang berjumlah 996 pelanggan. Artibut yang digunakan adalah gender, umur, metode pembayaran, dan jumlah transaksi. Berdasarakan data set, klasifikasi pelanggan dilakukan berdasarkan data klasifikasi pelanggan yang telah tersedia. Dengan jumlah data yang besar, diperlukan prediksi untuk klasifikasi pelanggan. Data set ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi Pelanggan dalam Data Set Sebelum model klasifikasi dapat dibangun, data mentah harus melalui tahap pra-pemrosesan yang komprehensif. Tahap ini meliputi penanganan missing values . ilai hilan. , normalisasi atau standardisasi data numerik, dan konversi data kategorikal. Pra-pemrosesan data yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas input dan meminimalkan bias, sehingga menghasilkan model Decision Tree yang akurat dan andal. Dataset yang telah diproses kemudian dibagi menjadi dua subset: data pelatihan . raining dat. yang digunakan untuk membangun model, dan data pengujian . esting dat. yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja model. Evaluasi Kinerja Model Kinerja model Decision Tree yang dihasilkan dievaluasi menggunakan serangkaian metrik standar dalam klasifikasi data mining. Metrik utama yang digunakan meliputi Akurasi (Accurac. , yang mengukur proporsi prediksi yang benar secara keseluruhan. Selain itu. Presisi (Precisio. dan Rekal (Recal. akan dianalisis untuk mengukur kemampuan model dalam mengidentifikasi pelanggan churn secara spesifik . elas minorita. Untuk mendapatkan pengukuran kinerja yang robust dan menghindari overfitting, penelitian ini akan menerapkan teknik k-Fold Cross-Validation . isalnya, k=. Metode ini membagi data pelatihan menjadi k subset yang sama, melatih model k kali, dan menghitung rata-rata kinerja Pengujian ini memastikan bahwa hasil yang diperoleh tidak hanya spesifik pada satu pembagian data, tetapi bersifat general dan dapat diterapkan pada data baru di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk memulai proses klasifikasi dan prediksi status pelanggan, penelitian ini memanfaatkan teknik pengenalan pola . attern recognitio. dari data historis yang tersedia. Pemilihan algoritma jatuh pada C4. 5, yang merupakan algoritma Decision Tree efektif untuk membangun model klasifikasi dari dataset yang kompleks. Secara spesifik. Decision Tree dibangun berdasarkan data pelanggan yang telah melalui proses pra-pemrosesan. Model ini berfungsi sebagai alat prediktif untuk menentukan dan mengklasifikasikan status pelanggan ke dalam salah satu dari dua kategori target: loyal atau churn . erhenti berlanggana. Proses pembangunan Decision Tree dilakukan menggunakan Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 perangkat lunak data mining terkemuka, yaitu RapidMiner Studio. Visualisasi dari Decision Tree yang berhasil dibentuk dari dataset penelitian ini disajikan secara detail pada Gambar 2. Gambar 2. Decision Tree Customer Churn Setelah model Decision Tree C4. 5 berhasil dibangun, model ini digunakan untuk memprediksi dan mengklasifikasikan status pelanggan. Proses penentuan klasifikasi dilakukan berdasarkan nilai Confidence (Kepercayaa. yang dihasilkan oleh pohon keputusan untuk setiap kategori target. Pelanggan diklasifikasikan sebagai Loyal jika nilai confidence kategori loyal lebih tinggi dibandingkan confidence kategori churn. Sebaliknya, pelanggan diklasifikasikan sebagai Churn jika nilai confidence kategori churn lebih tinggi daripada confidence kategori Dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Grafik Confidence loyal dan churn pelanggan Hasil Prediksi Awal dan Distribusi Data Berdasarkan mekanisme tersebut, hasil prediksi klasifikasi pelanggan menggunakan Decision Tree menunjukkan bahwa dari total sampel yang diuji, terdapat 61 pelanggan yang Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 diprediksi sebagai loyal dan 35 pelanggan yang diprediksi sebagai churn. Klasifikasi ini dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Klasifikasi Pelanggan Untuk memberikan konteks pada hasil ini, penting untuk melihat distribusi keseluruhan pada dataset historis . tau data pengujia. Jumlah total pelanggan dalam data adalah 639 pelanggan loyal dan 357 pelanggan churn . otal sampel . dapat dilihat pada Tabel 2. Perbandingan angka prediksi dengan total data ini menunjukkan bahwa model Decision Tree C4. berhasil memetakan sebagian besar populasi pelanggan, dengan asumsi 61 dan 35 adalah hasil yang mewakili sebagian kecil dari dataset tersebut. Kinerja model Decision Tree C4. 5 yang telah dibentuk dievaluasi secara komprehensif menggunakan metrik-metrik standar dalam klasifikasi untuk mengukur keandalannya. Proses validasi dilakukan menggunakan teknik k-Fold Cross-Validation . engan k=. , memastikan hasil yang diperoleh bersifat general dan tidak hanya terbatas pada data pelatihan. Metrik Kinerja Model Hasil validasi menunjukkan bahwa model prediksi churn ini berhasil menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Tingkat Akurasi model secara keseluruhan mencapai 98. Akurasi yang tinggi ini mengindikasikan bahwa 98 dari 100 prediksi yang dilakukan oleh model adalah benar. Namun, untuk memastikan efektivitas model dalam mengidentifikasi kelas churn . elas yang lebih kriti. , metrik tambahan disajikan pada Tabel 3 Tabel 3: Hasil Evaluasi Kinerja Model Klasifikasi C4. Kategori Akurasi Presisi Rekal (Sensitivit. F1-Score Kelas Loyal 00% 98. 50% 99. Kelas Churn 00% 97. 00% 95. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Kategori Vol. Vi (No. 02 ) : 839 - 846. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Akurasi Presisi Rekal (Sensitivit. F1-Score Rata-rata Tertimbang 98. 00% 97. 97% 97. Analisis metrik menunjukkan bahwa model memiliki Presisi yang tinggi sebesar 97. 00% untuk kelas churn, artinya, dari semua pelanggan yang diprediksi sebagai churn, 97% di antaranya benar-benar churn. Sementara itu, nilai Rekal sebesar 95. 50% menunjukkan kemampuan model untuk mengidentifikasi sebagian besar pelanggan churn yang sebenarnya ada dalam data. Kombinasi Presisi dan Rekal yang tinggi, yang tercermin dalam F1-Score sebesar 96. 25% untuk kelas churn, memvalidasi bahwa algoritma Decision Tree C4. 5 tidak hanya memiliki kinerja general yang baik, tetapi juga sangat efektif dalam mengidentifikasi pelanggan yang berisiko tinggi beralih layanan. Keandalan hasil ini memperkuat dasar ilmiah model untuk digunakan dalam pengambilan keputusan strategis oleh perusahaan. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, dengan menggunakan metode Decision Tree dan algoritma C4. 5 dapat diprediksi klasifikasi pelanggan ke dalam pelanggan loyal atau pelanggan Dalam mengklasifikasi, klasifikasi loyal jika confidence loyal lebih besar daripada confidence churn sedangan klasifikasi churn jika confidence churn lebih besar daripada confidence loyal. Dari hasil klasifikasi, menunjukan 61 pelanggan loyal dan 35 pelanggan churn, kemudian dapat diakumulasikan total pelanggan loyal adalah 636 pelanggan dan pelanggan churn 357 pelanggan. Metode decision tree dengan algoritma C4. 5 terbukti efektif dalam mengklasifikasikan pelanggan menjadi loyal dan churn. Proses klasifikasi berdasarkan nilai confidence menghasilkan prediksi yang membantu perusahaan dalam memahami karakteristik pelanggan serta mendukung pengambilan keputusan strategis. DAFTAR PUSTAKA