Pentingnya Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini dengan Media Buku Tabungan Rini Hayati Lubis Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan e-mail: rinihayati@uinsyahada. Abstract Financial literacy is currently increasing compared to the previous year, which was 65. , but this change only applies in urban areas, while in rural areas, it has not experienced significant changes, especially in elementary school children, where generally they have not maintained and understand well how to manage finances properly, only maintaining the meaning of the word saving, namely saving money. Therefore, education about financial literacy is needed for elementary school children so that they understand the concept of financial literacy itself, namely through Community Service (PKM) activities. This activity aims to increase the understanding of financial literacy for elementary school children so that they are able to manage finances well. In the activity, several stages were carried out, namely the first explaining the philosophy of saving, the second motivating children to save, the third explaining how to make savings data in the savings book, the fourth giving praise and understanding in using the savings well to children. The output produced in PKM activities is that children are able to manage their financial system well through the media of savings books, besides that they are also very enthusiastic in this activity Keywords: Financial Literacy. Media. Passbook Abstrak Literasi Keuangan saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 65,43% . akan tetapi perubahan ini hanya berlaku di wilayah perkotaan saja sedangkan untuk di pedesaan belum mengalami perubahan secara signfikan terutama pada anak-anak sekolah dasar, dimana umumnya mereka belum mengetauhi dan memahami secara baik tentang bagaimana memanagement keuangan dengan baik hanya mengetauhi arti dari kata menabung saja yaitu menyimpan uang. Maka dari itu diperlukannya edukasi tentang literasi keuangan bagi anak-anak sekolah dasar agar mereka memahami konsep dari literasi keuangan itu sendiri yaitu melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan bagi anak-anak sekolah dasar sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik. Pada kegiatan dilakukan beberapa tahap yaitu pertama menjelaskan tentang filosofi menabung, kedua memotivasi anak-anak untuk menabung, ketiga menjelaskan cara pembuatan data tabungan pada buku tabungan, keempat memberikan pujian dan pemahaman dalam mempergunakan uang tabungan dengan baik kepada anak-anak. Adapun output yang dihasilkan dalam kegiatan PKM yakni anak-anak mampu mengelolah sistem keuangan mereka dengan baik melalui media buku tabungan selain itu juga mereka sangat antusias dalam kegiatan Kata kunci: Literasi Keuangan. Media. Buku Tabungan Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 Pendahuluan Keuangan merupakan bagian fital dari kehidupan masyarakat saat ini, maka dari itu masyarakat diwajibkan mampu management keuangan yang dimiliki, berdasarkan data Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukan adanya peningkatan sebesar 65,43% tahun 2024 dibandingkan tahun 2013 yaitu 21,84 walaupun adanya peningkatan masih perlu lagi ditingkatkan khususnya wilayah pedesaan dimana masyarakat masih belum melek terhadap literasi keuangan . ,25%) dibandingkan wilayah perkotaan . ,71%). Maka dari itu perlu untuk kedepannya wilayah pedesaan dijadikan prioritas utama dalam mendorong pemerataan akses layanan keuangan di Indonesia. Agar tercapai tujuan tersebut diperlukan upaya terutama dari segi edukasi yang berkelanjutan melalui program digital, pengembangan infrastruktur keuangan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, serta komunitas lokal untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat pedesaan terhadap layanan keuangan yang lebih (Otoritas Jasa Keuangan & Badan Pusat Statistik, 2. Meningkatnya literasi keuangan masyarakat tidak luput dari tantangan yang dihadapi sehingga memerlukan perhatian khusus terumata pada kelompok remaja dengan usia 15-17 tahun dan kelompok usia 51-79 tahun. Usia remaja cenderung kurang terlibat dengan produk keuangan karena belum memiliki penghasilan tetap sedangkan untuk usai 51-79 tahun sering mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan digitalisasi layanan keuangan dan ini akan berdampak terhadap kesenjangan dalam pemahaman dan penggunaan layanan keuangan modern. (Prasetya dkk. , 2023. Sumanti dkk. , 2021. Syathiri , 2. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan langkah strategis yang mencakup perluasan edukasi keuangan melalui integrasi materi literasi keuangan ke kurikulum sekolah terutama pada sekolah dasar, hal ini dikarenakan bahwa usia dini adalah periode perkembangan awal dalam kehidupan anak(Ariyani dkk. , 2022. Laila dkk. Setyowati & Lailatullailia, 2. , yang umumnya mencakup rentang usia dari lahir hingga sekitar 8 tahun. Ini adalah masa yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian, keterampilan, dan pola perilaku anak. Pada usia ini, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar dan memiliki kemampuan belajar yang luar biasa Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 cepat(Kafabih, 2020. Krisdayanthi & Wijaya, 2. Dalam konteks literasi keuangan pada usia dini sangatlah penting untuk menyadari bahwa anak-anak pada tahap ini masih dalam proses pembelajaran dan pengembangan pemahaman mereka tentang dunia, termasuk konsep uang dan pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan mereka dan memperhatikan kebutuhan serta minat individu. Pada usia dini, anak-anak biasanya lebih menerima pembelajaran melalui pengalaman langsung, permainan, dan model peran dari orang dewasa di sekitar mereka. Oleh karena itu, pendidikan keuangan pada usia dini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang interaktif dan menyenangkan yaitu kegiatan praktis melibatkan uang salah satunya menggunakan media buku tabungan secara mandiri, dimana anak disini terjun langsung mempraktikan bagaimana mengelolah keuangan dengan baik(Aryanto, 2023. Cahyani , 2022. Hikmawati dkk. , 2. Adapun manfaat dari menabung dengan menggunakan konsep buku tabungan mandiri pertama memberikan edukasi finansial sejak dini sehingga anak akan mudah memahami konsep apa itu arti menabung, mengajarkan anak agar dapat membuat planing kedepannya, dengan metode buku tabungan membuat anak dapat lebih bijak dalam menggunakan uang, kemudian menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak, mempersiapkan dana darurat, membantu mewujudkan impian anak, menghindari ketergantungan pada orang lain, meningkatkan inklusi keuangan, terciptanya transparansi untuk orang tua, dan yang terakhir memberikan pelajaran tentang fasilitas perbankan kepada anak. (Alwan, 2021. Mau, 2024. Wutun dkk. , 2. Selain itu, konsistensi dan kesabaran dalam memberikan pengajaran dan dukungan kepada anak-anak pada usia dini sangatlah penting. Proses pembelajaran memerlukan waktu dan pengulangan, dan penting untuk memberikan dorongan positif serta penguatan saat anak-anak menunjukkan minat dan usaha dalam memahami dan mengelola uang. Dengan memberikan perhatian yang tepat dan pendekatan yang sesuai, kita dapat membantu anak-anak pada usia dini untuk membangun fondasi yang kuat dalam literasi keuangan, yang akan memberi mereka manfaat jangka panjang dalam mengelola keuangan mereka di masa depan. Penerapan literasi keuangan untuk anak masih banyak belum diterarap terutama di Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 desa diakibatkan masih minimnya informasi terhadap literasi keuangan pada level pendidikan dasar dimana sebagian besar penelitian sebelumnya hanya membahas pada literasi usia dewasa saja. Padahal dasar atau pondasi untuk mengenal literasi keuangan sebaiknya dilakukan pada anak usia dini yang biasanya diperoleh dari bangku sekolah dan lingkungan terdekat, pada akhirnya akan memengaruhi perilaku anak dalam management keuangan seorang anak sehingga anak akan mengetahui mana kebutuhan dan mana keinginan yang seharusnya sudah ditanamankan sejak dini. Maka dari itu tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikkan pentingnya edukasi literasi keuangan sejak dini sehingga memberikan pemahaman dan kemampuan bagi anak dalam mengelola Metode Penelitian Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di desa Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Metode pelaksanaan PKM menggunakan teknik penyuluhan dan interaktif secara offline atau tatap muka. Adapun tahapatau cara pelakasanaan kegiatan yang dilakukan sebagai berikut: Menjelaskan atau memberikan pemahaman terlebih dahulu tentang filosofi menabung sejak dini kepada anak-anak di tingkat sekolah dasar. Memberikan motivasi atau gerakan untuk menabung dengan menggunakan buku tabungan mingguan secara mandiri. Menjelaskan cara pembuatan data tabungan di buku tabungan yang telah diberikan kepada anak-anak. Memberikan pujian kepada anak-anak yang ikut pratisipasi dalam membuat buku tabungan secara mandiri. Memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk mempergunakan uang tabungan dengan baik. Hasil dan Pembahasan Memperkenalkan Dasar Filosofis dalam Menabung Adapun proses penyampaian materi yang dilakukan di Desa Muara Mais. Kecamatan Tambangan. Kabupaten Mandailing Natal dilaksanakan secara bertahap dan Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada anakanak mengenai pentingnya menabung sejak dini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi keuangan yang bertujuan membentuk kebiasaan dan karakter finansial yang positif sejak usia anak-anak. Pada tahap awal, anak-anak diperkenalkan dengan filosofi dasar menabung. Filosofi ini menjelaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi merupakan landasan berpikir untuk mengelola keuangan secara bijak. Melalui Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 pembiasaan ini, diharapkan anak-anak mampu memahami nilai uang, pentingnya perencanaan keuangan, serta mampu mengendalikan keinginan dan mengutamakan Selain itu, filosofi menabung juga ditanamkan sebagai sarana pembentukan karakter, nilai-nilai tanggung jawab, dan disiplin pribadi. Beberapa poin penting dijabarkan secara khusus kepada anak-anak agar pesan yang disampaikan dapat dipahami secara konkret. Pertama, anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab dan disiplin, misalnya dengan menabung secara rutin dan tidak mudah tergoda untuk menghabiskan uang. Kedua, mereka diperkenalkan dengan konsep nilai uang, termasuk bagaimana uang diperoleh, digunakan, dan dihargai. Ketiga, anak-anak dilatih untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta bagaimana menyusun prioritas dalam pengeluaran. Selanjutnya, proses pembelajaran juga diarahkan untuk membangun karakter positif sejak dini. Kebiasaan menabung melatih kesabaran, ketekunan, dan komitmen dalam mencapai tujuan keuangan pribadi. Selain itu, kegiatan ini turut menumbuhkan rasa percaya diri karena anak-anak merasa mampu mengambil keputusan keuangan secara mandiri. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia, penyampaian materi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pendidikan finansial anak-anak di Desa Muara Mais. Gambar 1. Menjelaskan Filosofi Menabung Kepada Anak-Anak Memativasi Untuk Menabung Salah satu langkah penting dalam mendorong kebiasaan menabung sejak dini di Desa Muara Mais adalah dengan memberikan motivasi kepada anak-anak untuk menabung melalui penggunaan buku tabungan mandiri. Buku tabungan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 membantu anak-anak memahami konsep menabung secara lebih konkret. Pada tahap ini, anak-anak diberikan arahan mengenai manfaat dan fungsi buku tabungan. Mereka dijelaskan bahwa buku tabungan dapat membantu mencatat jumlah uang yang telah disimpan, memantau perkembangan tabungan dari waktu ke waktu, serta menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap uang yang mereka simpan sendiri. Dengan melihat pertumbuhan saldo di buku tabungan, anak-anak diharapkan merasa bangga dan termotivasi untuk terus menabung secara rutin. Selain memberikan pemahaman teknis, motivasi juga ditanamkan melalui Anak-anak membayangkan tujuan dari tabungan mereka, seperti membeli perlengkapan sekolah, hadiah ulang tahun, atau keperluan lainnya yang mereka inginkan. Dengan demikian, menabung tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Untuk memperkuat motivasi tersebut, para pendamping atau fasilitator juga memberikan apresiasi atas setiap kemajuan yang dicapai oleh anakanak dalam menabung. Pujian, cerita inspiratif, serta contoh nyata dari teman sebaya yang berhasil menabung dijadikan sebagai penguat semangat. Pendekatan ini bertujuan menanamkan persepsi positif terhadap aktivitas menabung, sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab. Melalui penggunaan buku tabungan mandiri ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang menabung secara praktis, tetapi juga mengembangkan keterampilan pencatatan, perencanaan, dan evaluasi keuangan sejak Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 Gambar 2. Memotivasi Anak-Anak Untuk Menabung Dengan Menggunakan Buku Tabungan Mandiri Pembuatan Data Tabungan Tahapan selanjutnya dalam proses edukasi menabung kepada anak-anak di Desa Muara Mais adalah menjelaskan cara pembuatan data tabungan di buku tabungan yang telah diberikan. Buku tabungan ini berfungsi sebagai media pencatatan yang memungkinkan anak-anak untuk melihat dan mengontrol keuangan mereka sendiri secara sederhana namun sistematis. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk tidak hanya menabung, tetapi juga mencatat setiap transaksi yang mereka lakukan. Pada tahap ini, anakanak diperkenalkan pada cara mencatat tabungan harian secara manual. Mereka diajarkan membuat format buku tabungan yang terdiri dari beberapa kolom penting. Kolom-kolom tersebut meliputi: tanggal transaksi, jumlah pemasukan, jumlah pengeluaran, sisa saldo, dan kolom keterangan. Penjelasan dilakukan secara bertahap dengan memberikan contoh konkret agar anak-anak memahami fungsi masing-masing kolom. Misalnya, pada kolom tanggal, anak diminta menuliskan hari dan tanggal saat transaksi dilakukan. Di kolom pemasukan, mereka mencatat jumlah uang yang ditabung, sedangkan pada kolom pengeluaran, dicatat jika ada uang yang diambil atau digunakan. Sisa saldo dihitung berdasarkan pemasukan dikurangi pengeluaran, dan kolom keterangan diisi dengan penjelasan singkat seperti uang jajan disimpan atau membeli alat tulis. Dengan membiasakan anak-anak mengisi buku tabungan secara teratur, mereka diajarkan untuk bertanggung jawab atas uang yang mereka miliki. Proses pencatatan ini juga menjadi latihan awal dalam mengenal konsep akuntansi sederhana dan membangun kesadaran akan pentingnya dokumentasi keuangan. Selain itu, aktivitas ini juga menumbuhkan keterampilan berhitung dan berpikir logis dalam konteks kehidupan sehari-hari. Salah satu strategi penting dalam menumbuhkan semangat menabung pada anakanak di Desa Muara Mais adalah dengan memberikan pujian kepada mereka yang telah berpartisipasi aktif dalam membuat dan mengelola buku tabungan secara mandiri. Pujian ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kedisiplinan anak-anak dalam mencatat serta menyimpan uang mereka secara rutin. Pemberian pujian tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dikombinasikan dengan pendekatan yang lebih konkret dan menyenangkan. Salah satu bentuk elaborasi dari apresiasi ini adalah dengan memberikan celengan kepada anak-anak sebagai hadiah simbolik. Celengan ini tidak hanya Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 menjadi media fisik untuk menyimpan uang, tetapi juga menjadi simbol motivasi yang mampu mendorong anak-anak untuk terus menabung. Tujuan dari pemberian pujian dan hadiah ini adalah untuk menciptakan suasana yang positif dan suportif dalam proses pembelajaran finansial. Anak-anak yang merasa dihargai atas usaha mereka cenderung akan merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut. Selain itu, pujian juga mampu membangun rasa percaya diri anak, karena mereka merasa mampu melakukan sesuatu yang bernilai dan mendapat pengakuan dari orang dewasa. Dalam kegiatan ini, bentuk pujian dapat disesuaikan dengan karakter dan usia anak-anak, seperti ucapan hebat, bagus sekali, atau memberikan sertifikat sederhana sebagai bentuk penghargaan. Pujian dan hadiah yang diberikan bukan sematamata untuk hasil akhir, tetapi lebih kepada proses dan konsistensi anak dalam menjalankan kegiatan menabung. Mempergunakan Uang Tabungan dengan Bijak Tahap akhir dalam proses edukasi menabung kepada anak-anak di Desa Muara Mais adalah memberikan pemahaman tentang cara mempergunakan uang tabungan dengan Setelah anak-anak diajarkan tentang pentingnya menabung dan cara mencatat transaksi keuangan mereka, langkah selanjutnya adalah mengarahkan mereka untuk menggunakan hasil tabungan secara tepat dan bertanggung jawab. Pada tahap ini, anakanak diberikan pemahaman bahwa uang tabungan bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan yang penting dan bermanfaat. Penekanan diberikan pada penggunaan uang tabungan untuk keperluan sekolah, seperti membeli perlengkapan belajar, buku, atau kebutuhan pendidikan lainnya. Hal ini dilakukan agar anak memahami bahwa keuangan harus digunakan secara terencana dan tidak boros. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk membedakan antara kebutuhan dan Mereka didorong untuk tidak menggunakan uang tabungan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif atau tidak bermanfaat, seperti membeli barang yang tidak perlu hanya karena ikut-ikutan teman. Pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk pola pikir yang kritis dan sadar dalam pengambilan keputusan keuangan. Pendekatan yang digunakan dalam tahap ini bersifat dialogis dan kontekstual. Anak-anak diberi contoh nyata dari kehidupan sehari-hari serta diajak berdiskusi mengenai situasi yang mungkin mereka hadapi, misalnya saat tergoda untuk membelanjakan uang tabungan. Melalui diskusi Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 tersebut, anak-anak dilatih untuk mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari penggunaan uang yang bijak. Gambar 4 : Memberikan Materi Tentang Pemahaman Dalam Mengelola Keuangan Dengan Bijak Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Muara Mais. Kecamatan Tambangan. Kabupaten Mandailing Natal, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif terhadap perkembangan pemahaman anak-anak mengenai literasi keuangan sejak usia dini. Program yang dirancang untuk mengajarkan anak-anak menabung dan mengelola keuangan pribadi telah berhasil menarik minat dan partisipasi aktif mereka. Salah satu dampak paling signifikan dari kegiatan ini adalah kemampuan anak-anak dalam mengelola sistem keuangan mereka melalui media buku tabungan. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada konsep menabung, tetapi juga dilatih mencatat pemasukan dan pengeluaran secara mandiri. Melalui aktivitas ini, mereka mulai memahami pentingnya merencanakan keuangan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta belajar bertanggung jawab atas uang yang dimiliki. Selain itu, antusiasme anak-anak terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pelatihan cukup efektif dan sesuai dengan usia mereka. Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari membuat buku tabungan, mencatat transaksi harian, hingga memahami cara menggunakan uang tabungan secara bijak. Respons positif ini menandakan bahwa program telah berhasil menumbuhkan motivasi dan kesadaran finansial yang kuat. Marpokat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Tahun 2025. E-ISSN: E-ISSN:2985-8313 Referensi