Journal Genta Mulia Volume 16. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PENERAPAN PENDEKATAN VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS HURUF MELALUI IMAJINASI PADA ANAK PAUD KARTINI. TANJUNG MORAWA Aldino*1. Nurmayani2. Maya Alemina Ketaren3. Mikael Angelo Sitanggang4. Susilo Jordan Situmorang5 12345Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FIP. Universitas Negeri Medan. Indonesia * Corresponding Author: dino. 1223111055@mhs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan visual berbasis imajinasi dalam pembelajaran menulis huruf pada anak usia dini di PAUD Kartini. Tanjung Morawa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa anak-anak masih mengalami kesulitan dalam menulis huruf, yang disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan tidak sesuai dengan tahap perkembangan motorik halus serta kognitif mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data perkembangan kemampuan menulis huruf anak sebelum dan sesudah diterapkannya pendekatan visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis huruf anak setelah diterapkan metode visual berbasis imajinasi. Huruf yang semula tampak abstrak kini menjadi lebih bermakna dan dikenali melalui asosiasi dengan objek nyata yang familiar bagi Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan visual dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran menulis huruf secara menyenangkan dan kontekstual. Kata Kunci: Pendekatan visual, menulis huruf, anak usia dini, imajinasi. PAUD Abstract This study aims to examine the effectiveness of an imagination-based visual approach in letter-writing instruction for early childhood students at PAUD Kartini. Tanjung Morawa. The background of this study stems from the fact that children experience difficulties in writing letters due to monotonous teaching methods that do not align with their fine motor and cognitive developmental stages. This research employed a descriptive qualitative method using observation and documentation to collect data on children's letter-writing abilities before and after the implementation of the visual approach. The results indicate a significant improvement in children's letter-writing skills after applying the imaginationbased visual method. Previously abstract letters became more meaningful and recognizable through associations with familiar real-world objects. These findings suggest that the visual approach can be an innovative alternative for enjoyable and contextual letter-writing Keywords : visual approach, letter writing, early childhood, imagination. PAUD PENDAHULUAN Menulis adalah komponen yang krusial dalam praktik belajar dan mengajar, karena menulis merupakan aktivitas untuk memberikan dan menjaga informasi serta pengetahuan kepada pembaca. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan kinestetik. Kebermanfaatan menulis khususnya pada anak usia dini, harus dimplementasikan dengan tepat, dengan memperhatikan tahap perkembangan anak. Namun, praktik menulis pada anak usia dini masih banyak mengalami kesulitan dalam menulis huruf karena pembelajaran menulis cenderung monoton dan tidak sesuai dengan tahapan perkembangan kogniitif serta psimotor mereka. Berdasarkan penelitian, anak usia Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . dini mengalami kesulitan dalam menyalin, menebalkan, menjiplak, serta melengkapi huruf dan simbol, yang disebabkan oleh belum optimalnya perkembangan motorik halus anak (Sanjiwani & Ambara, 2. Hal ini senada dengan hasil oberservasi yang dilakukan oleh Aldino dan teman temannya bahwa masih banyak anak-usia dini yang mengalami kesulitan dalam keterampilan menulis, terutama pada tahap awal pembelajaran di PAUD Kartini Tanjung Morawa. Masalah tersebut adalah keterlambatan dalam menulis huruf dengan jelas dan rapi, serta kesulitan dalam melakukan aktivitas motorik halus lainnya, seperti menebalkan, menyalin, dan menjiplak huruf. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya perkembangan motorik halus anak-usia dini, yang sangat memengaruhi kemampuan mereka dalam Selain itu, pembelajaran menulis yang diterapkan di PAUD Kartini masih cenderung monoton dan kurang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif serta psikomotor anak yang berbeda beda, sehingga mereka kesulitan mengikuti pembelajaran dengan baik. Keadaan ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk merancang pendekatan yang lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini, agar keterampilan menulis dapat berkembang secara optimal. Salah satu pendekatan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini adalah pendekatan visual berbasis imajinasi. Pendekatan ini berakar dari prinsip multisensori dalam pembelajaran, yang menekankan keterlibatan berbagai indera anak terutama visual dan kinestetikAiuntuk mendukung proses kognitif dan psikomotor dalam belajar menulis. Pendekatan visual tidak hanya mengenalkan huruf sebagai simbol abstrak, melainkan mengasosiasikannya dengan bentuk konkret yang akrab dalam pengalaman Strategi ini bertujuan agar huruf tidak lagi tampak asing, tetapi hadir sebagai bentuk yang dikenali dan bermakna bagi anak. Misalnya, huruf AuFAy dapat diperkenalkan sebagai Autiang bendera,Ay huruf AuAAy sebagai Audua gunung yang dihubungkan jembatan,Ay dan huruf AuMAy sebagai Audua gunung kembar. Ay Asosiasi semacam ini dibarengi dengan narasi sederhana dan ilustrasi simbolik untuk merangsang daya imajinasi, memperkuat memori visual, serta mengembangkan aspek motorik halus secara menyenangkan. Pendekatan visual berbasis imajinasi sejalan dengan pandangan Child Development Centre . yang menyatakan bahwa strategi multisensori seperti penggabungan visualisasi dan narasi mampu membantu anak mengenal huruf secara lebih efektif karena berkaitan langsung dengan pengalaman konkrit mereka. Selain itu, visualisasi huruf yang dikombinasikan dengan cerita atau imajinasi dapat meningkatkan keterampilan bahasa, kreativitas, serta motivasi belajar anak. Oleh karena itu, penerapan pendekatan visualimajinatif ini dapat diterapkan menjadi alternatif inovatif dalam mengatasi tantangan pembelajaran menulis huruf di PAUD Karitini Tanjung Morawa secara lebih bermakna dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memahami fenomena kesulitan menulis pada anak usia dini secara mendalam dan menyeluruh. Berdasarkan konteks dan kondisi alami . atural settin. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik di PAUD Kartini. Tanjung Morawa, yang terdiri dari 20 anak usia 4Ae6 Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan anak, guru, orang tua, dan kepala sekolah, sementara data sekunder diperoleh melalui dokumen pendukung seperti portofolio hasil kerja anak, dokumen biodata, hasil tes intelegensi, serta literatur yang P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 240 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . mendukung teori penelitian. Penelitian dilakukan selama empat minggu pada bulan januari 2025, dengan frekuensi empat hari seminggu, yaitu pada hari senin, selasa, rabu, dan kamis. Pengamatan dilakukan pada kegiatan inti pembelajaran seperti menjiplak huruf, menebalkan garis, dan menggambar bebas, yang menjadi indikator awal dalam menulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan cara mereduksi data, menyajikan data dalam bentuk naratif dan tabel, serta menarik Kesimpulan berdasarkan temuan di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan menulis huruf anak usia 4Ae6 tahun di PAUD Kartini. Tanjung Morawa. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kegiatan menulis anak, dokumentasi hasil tulisan mereka, serta wawancara dengan guru kelas. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi perkembangan menulis huruf dan pedoman wawancara. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan menulis huruf anak berkembang secara bertahap sesuai dengan usia dan pengalaman masing-masing. Anak usia 4 tahun umumnya berada pada tahap awal, yakni mencoret, membuat garis lurus dan melengkung tanpa pola yang jelas. Beberapa anak mulai menunjukkan kemampuan meniru bentuk huruf sederhana seperti huruf O. I, dan A. Sementara itu, anak usia 5Ae6 tahun telah mulai menulis huruf dengan bentuk yang lebih stabil, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam ukuran dan arah penulisan. Deskripsi perkembangan ini dicatat dalam lembar observasi tanpa menggunakan skor angka, melainkan dengan penjabaran perilaku dan kemampuan individual setiap anak. Gambar 1: Dokumentasi kegiatan anak usia dini menulis dengan bimbingan visualisasi. Dokumentasi tulisan anak usia dini mendukung temuan observasi. Terdapat perbedaan signifikan antara hasil tulisan di awal dan akhir pengamatan. Anak usia dini menunjukkan peningkatan kemampuan dalam hal ketepatan bentuk huruf, koordinasi tangan-mata, dan kestabilan goresan. Wawancara dengan guru kelas menguatkan hasil observasi dan dokumentasi. Guru menyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran menulis bersifat fleksibel dan tidak menekankan pada hasil akhir, melainkan pada proses mencoba. Guru juga menambahkan bahwa anak-anak lebih termotivasi saat kegiatan menulis dikemas dalam bentuk permainan atau aktivitas menyenangkan, seperti, menebalkan huruf berwarna, atau menyalin nama sendiri. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 241 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . Pembahasan Diagram Pie Perkembangan Menulis Huruf Anak Usia 4Ae6 Tahun di PAUD Kartini MENCORET MENIRU BENTUK HURUF MENYALIN HURUF STABIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan menulis huruf pada anak usia dini merupakan proses bertahap yang dipengaruhi oleh usia, pengalaman, dan metode Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan motorik halus yang menyatakan bahwa anak usia 4Ae6 tahun masih berada dalam tahap eksplorasi visualmotorik dan simbolik. Mereka mulai mengembangkan koordinasi antara mata dan tangan serta keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk menulis. Kemampuan anak untuk mencoret dan menggambar garis di usia 4 tahun merupakan bagian dari tahap pramenulis, sebagaimana dijelaskan bahwa pramenulis melibatkan aktivitas motorik sebelum anak mengenal bentuk huruf formal. Pada usia 5Ae6 tahun, anak mulai menunjukkan pemahaman simbol huruf, meskipun belum konsisten dalam bentuk dan arah. Hal ini senada dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa stimulasi berulang dan suasana belajar yang menyenangkan akan mempercepat pengenalan bentuk huruf serta mengembangkan motorik halus anak usia 5 Ae 6 tahun. (Panggabean et al. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru, seperti pengenalan huruf berbasis gambar dan cerita mampu meningkatkan daya ingat serta minat belajar anak usia dini dalam menulis huruf. Mereka menemukan bahwa pembelajaran yang menyatukan aspek visual, cerita, dan gerakan motorik jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan konvensional yang hanya menekankan pengulangan bentuk huruf (Prastowo. , & Suwondo. Hal ini diperkuat oleh hasil dokumentasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa anak mengalami kemajuan tanpa tekanan, tetapi dengan dorongan motivasi intrinsik. Di PAUD Kartini Tanjung Morawa, strategi ini diterapkan dengan menyesuaikan konteks lokal dalam benda-benda yang familiar bagi anak, seperti bentuk rumah, bendera, dan gunung yang divisualisasikan dalam bentuk huruf. Guru-guru tidak hanya memberi contoh menulis, tetapi juga mengajak anak menggambar dan mendongengkan bentuk huruf secara kreatif. Pendekatan ini selaras dengan gagasan Bruner 1966 tentang enactiveAeiconic symbolic representation, di mana pembelajaran anak dimulai dari pengalaman konkret . , melalui gambar . , hingga ke simbol abstrak . Dengan demikian, pendekatan visual berbasis imajinasi tidak hanya berdampak pada penguasaan bentuk huruf, tetapi juga memperkuat hubungan afektif dan kreativitas anak terhadap proses belajar. Pendekatan ini menempatkan anak sebagai pembelajar aktif yang mengeksplorasi huruf sebagai bagian dari imajinasi dan pengalaman, bukan sekadar P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 242 Aldino1. Penerapan Pendekatan Visual Jurnal Binagogik . tugas mekanis. Hal ini menjadikan pembelajaran menulis lebih inklusif, menyenangkan, dan bermakna sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan visual berbasis imajinasi dalam pembelajaran menulis huruf di PAUD Kartini Tanjung Morawa terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis anak usia dini. Pendekatan ini membantu anak mengasosiasikan huruf dengan bentuk konkret yang akrab dengan mereka, sehingga proses belajar dan mengajar menjadi lebih menyenangkan, bermakna, sesuai dengan tahap perkembangan kognitif serta motorik halus mereka. Pendekatan ini juga mendorong kreativitas, motivasi intrinsik, dan keterlibatan aktif anak dalam proses belajar menulis, menjadikan huruf tidak lagi abstrak tetapi mudah dikenali dan ditiru secara Demi keberlanjutan dan efektivitas pendekatan ini, disarankan agar guru-guru PAUD mengintegrasikan lebih banyak unsur visual dan imajinatif dalam pembelajaran menulis Pelatihan dan pendampingan bagi guru sangat penting untuk memperluas referensi visual yang sesuai dengan konteks lokal anak. Peneliti juga menyarankan agar para peneli dari penjuru Indonesia melanjutkan penelitian yang serupa terkait pendekatan visual imajinatif dalam pembelajaran menulis bagi anak usia dini dalam jangka waktu lebih panjang melalui pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak secara statistik. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak di rumah melalui kegiatan menulis berbasis cerita dan gambar sederhana dapat memperkuat hasil pembelajaran di sekolah Paud. DAFTAR PUSTAKA