JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 2 Juni 2025 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress/index KEPUASAN KONSUMEN HAUS BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN. PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK DI BEKASI Dini Amalia1*. Vina Citra Dewi2. Aflah Harits Adzaldi3. Muhammad Izzudin Zaki4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI. Jakarta. Indonesia, 3,4Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia. dini1710yai@gmail. com, 2citravina092@gmail. com, 3aflahharitsadzaldi@gmail. muhizaky@gmail. *Korespondensi Penulis Abstrak Industri minuman kekinian berkembang pesat di wilayah perkotaan seperti Bekasi Barat. Konsumen kini mempertimbangkan tidak hanya rasa, tetapi juga kualitas pelayanan, promosi, dan mutu produk. Dalam persaingan yang ketat, pelaku usaha perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen untuk mempertahankan loyalitas dan daya saing. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, promosi, dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen minuman Haus di Bekasi Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data primer dari kuesioner daring selama tujuh hari. Sampel ditentukan melalui metode nonprobability sampling menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4. 9 melalui pengujian outer model, inner model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, sedangkan promosi menunjukkan pengaruh negatif. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi peningkatan kepuasan konsumen secara lebih efektif dan berkelanjutan. Keywords: Kepuasan Konsumen. Kualitas Pelayanan. Promosi. Kualitas Produk. Abstract The contemporary beverage industry is growing rapidly in urban areas such as West Bekasi. Consumers now consider not only taste, but also service quality, promotion, and product quality. tight competition, business actors need to understand the factors that influence consumer satisfaction to maintain loyalty and competitiveness. This study aims to analyze the effect of service quality, promotion, and product quality on consumer satisfaction of Haus beverages in West Bekasi. The method used is a quantitative approach with primary data from an online questionnaire for seven The sample was determined through a non-probability sampling method using the Slovin formula, with 100 respondents. The analysis was carried out using the SmartPLS application version 9 through outer model testing, inner model testing, and hypothesis testing. The results of the study indicate that service quality and product quality have a positive effect on consumer satisfaction, while promotion shows a negative effect. These findings are expected to be a reference for business actors in developing strategies to increase consumer satisfaction more effectively and sustainably. Keywords: Consumer Satisfaction. Service Quality. Promotion. Product Quality. 233 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 PENDAHULUAN Perubahan pernyataan ini dengan menunjukkan pengaruh perkotaan telah mendorong pertumbuhan Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Industri makanan dan minuman, termasuk bisnis waralaba, terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Dalam persaingan yang semakin ketat, inovasi dan strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci utama bagi para (Nur Khanifah & Budiono, 2. Persaingan dengan merek minuman lain menuntut Haus untuk terus berinovasi, terutama dalam remaja dan Dengan konsep segar dan unik. Haus menawarkan menu yang diperbarui sesuai tren pasar, menggunakan bahan alami berkualitas tinggi sebagai nilai tambah untuk Dalam industri makanan dan minuman, keramahan dan kecepatan layanan Oleh karena itu, keutamaan penyajian menjadi faktor utama yang mendukung terwujudnya kenikmatan konsumen dari minuman di Haus Bintara. Maka dari itu, kualitas pelayanan adalah aspek penting bagi Haus Bintara untuk mencapai kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan sangat mempengaruhi kepuasan pelanggan (Laksana & Hirawati, 2. Seperti yang dinyatakan oleh penelitian Monica & Marlius . yang memperkuat Namun beda dengan riset Budiono . menyatakan mutu tidak memiliki pengaruh pada kesenangan konsumen. Haus Bintara memiliki keluhan utama pelanggan adalah konsistensi dan transparansi informasi terkait layanan seperti waktu pengiriman dan ketersediaan produk. Beberapa pelanggan merasa bahwa waktu tunggu yang diharapkan sering kali tidak jelas, sehingga dapat memengaruhi pengalaman mereka, terutama ketika pesanan sedang banyak. Efektivitas Promosi yang dilakukan oleh Haus loyalitas pelanggan di Bintara. Berbagai program promosi, seperti diskon dan bundling, telah dilakukan oleh Haus, tetapi perlu terus dievaluasi untuk memastikan dampaknya relevan terhadap kebutuhan konsumen. Selain itu peran media sosial menjadi hal yang penting dalam membangun brand awareness Haus di kalangan konsumen di Bekasi Barat kesenangan dan loyalitas pembeli. Menurut penelitian Pramudita & Widajanto . Promosi kepuasan pelanggan. Sebaliknya penelitian Sondak iklan/pariwara penjualan tidak mempunyai pengaruh dan tidak relevan pada kepuasan Kualitas produk dapat berperan dalam membentuk kepuasan pembeli. Mutu produk yang tinggi dapat berpartisipasi pada tingkat kepuasan pembeli. Menurut penelitian Ertanto 234 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 . memiliki dampak positif dan relevan 2022, rata-rata penjualan di Semester 1 adalah dengan mutu produk pada kesenangan 558 PCS, menurun di Semester 2 menjadi pembeli konsumen. Bertolak belakang dari 860 PCS. Di tahun 2023, rata-rata penjualan Budiono . tidak ada pengaruh kualitas menurun lebih drastis, dengan 4. 155 PCS di Produk pada Kepuasan Konsumen. Semester 1 dan 4. 425 PCS di Semester 2. Tabel 1. Data Penjualan HAUS 2 Tahun Per Semester KATEGORI PRODUK Choco Series Boba Series Tea Series Premium Series Cheese Series Yakult Series Creamy Series Coffee Series Smt Smt Smt Smt1 Sumber: Data diolah Peneliti, 2024 Beberapa produk seperti Classic Series dan Choco Series menunjukkan tren penurunan penjualan dari tahun 2022 ke 2023. KERANGKA TEORI Expectancy Disconfirmation Theory (EDT) Teori Diskonfirmasi Harapan (Expectancy Disconfirmation Theor. memahami pembentukan rasa puas dan tidak Pada tabel 1 diatas, memperlihatkan puas konsumen. Ini menjelaskan bahwa data penjualan produk HAUS selama dua kepuasan atau ketidakpuasan muncul setelah tahun, dari tahun 2022 hingga 2023, dalam bentuk jumlah penjualan (PCS) per semester untuk setiap kategori produk. Classic Series penjualan tertinggi pada tahun 2022, dengan dengan kinerja nyata produk atau layanan. Apabila performa produk dan jasa melebihi ekpektasi, maka timbul pembatalan positif 855 PCS di Semester 1 dan 20. 426 PCS di yang meningkatkan kepuasan. Disisi lain, jika Semester 2. Akan tetapi, pada tahun 2023, penjualannya turun drastis menjadi 5. diskonfirmasi negatif akan menyebabkan PCS di Semester 1 dan 8. 684 PCS di ketidakpuasan, teori ini dicetuskan Richard Semester 2. Choco Series juga memiliki penjualan cukup tinggi dan mengalami Semester 1 menjadi 9. 710 PCS, tetapi turun Oliver dalam (Laetitia et al. , 2. Ketika konsumen merasa tidak menerima tanggapan atau hasil optimal, yang terjadi mereka mempunyai rasa tidak puas terhadap produk kembali menjadi 6. 948 PCS di Semester 2. karena tidak sesuai dengan harapannya. Teori Premium Series, yang tidak memiliki data kepuasan konsumen berperan penting dalam penjualan di tahun 2022, mulai menunjukkan memahami bagaimana perasaan puas dan penjualan pada tahun 2023 dengan 5. 132 PCS tidak puas muncul. Sehingga, teori ini menjadi di Semester 1 dan meningkat menjadi 6. PCS di Semester 2. Rata-rata penjualan per semester mengalami fluktuasi. Pada tahun acuan untuk menjelaskan secara langsung Teori dirumuskan oleh Richard L. Oliver ini 235 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 melibatkan empat elemen utama, yaitu diskonfirmasi keyakinan, dan kepuasan. Diskonfirmasi keyakinan mengacu pada evaluasi konsumen terhadap produk atau layanan dibandingkan dengan ekspektasi awal mereka. konsumen beralih ke pesaing. Kualitas Pelayanan Menurut Tjiptono dalam (Arianto & Aroha. Kualitas organisasi/perusahaan akan memberikan jasa yang sesuai dengan keinginan pembeli. Rasa Kepuasan Konsumen Teori puas konsumen juga menjadi tolak ukur keberhasilan dan pemicu motivasi untuk menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif. setelah membandingkan real yang diterima Hal keberlanjutan dan kesuksesan perusahaan di masa depan (Wibowati, 2. Dimensi dan Kepuasan Indikator perjalanan pelanggan terhadap produk atau Tjiptono dalam (Perdana & Mulyadi, 2. Terdapat 5 ukuran dari kualitas pelayanan: 1. Konsumen cenderung puas jika Tangible memiliki indikator, yaitu tampilan harapannya terpenuhi. Konsumen telah fasilitas fisik, perkakas. Perlengkapan dan Penampilan Menurut Kotler & Keller dalam (Reliabilit. , (Novandi & Prihadi, 2. dimensi analisis layanan yang sesuai dengan janji. Dapat diandalkan dalam menangani pelanggan dan Kepuasan pelanggan memiliki indikator. Tepat sesuai dengan apa yang diinginkan Produk. Memenuhi Daya Keandalan Tanggap harapan, pelanggan akan senang apabila (Responsivene. , memiliki indikator, yaitu mendapatkan jasa yang baik atau memenuhi persiapan dalam mengadakan kebutuhan Indikatornya ada yaitu memenuhi pembeli disertai dengan memberikan layanan harapan dengan cara memberikan asuransi yang cepat dan tepat, 4. ) Kepastian, memiliki dan pelayanan yang baik kepada konsumen, ) Minat beli ulang, ada indikatornya yaitu pemahaman yang baik serta menunjukkan keinginan untuk membeli lagi, 4. ) Kesediaan kesantuanan yang konsisten pada pembeli, merekomendasikan, ada indikatornya yaitu kemauan merekomendasikan kepada orang diberikan pembeli, dan mampu memastikan lain, 5. ) Ketidakpuasan konsumen, ada pembeli menempuh usaha yang profesional, ) Empati, memiliki indikator, : perusahaan 236 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 operasionalisasi barang yang mudah dan pelanggan dengan memberikan perhatian flesibilitas barang untuk diperbaiki. Dimensi kepada setiap konsumen serta menyiapkan dan indikator kualitas produk, menurut Kotler apa yang mereka butuhkan. & Keller dalam (Arianto & Aroha, 2. dimensi kualitas produk yaitu, 1. ) Fungsi Promosi Menurut Aris Purwantinah . Promosi adalah strategi pemasaran yang menawarkan keuntungan ekstra pada suatu produk untuk meningkatkan daya tariknya dalam periode waktu terbatas. Tujuannya adalah untuk mendorong konsumen agar membeli lebih banyak dan meningkatkan efektivitas penjualan secara keseluruhan. Produk, memiliki indikator, yaitu manfaat produk. Karakteristik produkdan kesesuaian produk, 2. ) Fitur Produk, memiliki indikator, yaitu : bentuk barang, model barang dan dimensi dari barang tersebut,. ) Kecakapan, memiliki indikator, : ketahanan produk dan kriteria dari mutu produk. Kerangka Berfikir Dimensi dan Indikator Promosi, menurut William J Stanton dalam (Rompis, 2. Promosi adalah sebagai Menginformasikan, berikut: 1. indikator, yaitu : Perusahaan melakukan kegiatan promosi melalui media massa dan Kualitas penyampaian pesan dalam promosi jelas, 2. ) membujuk, memiliki beberapa konsumen mengenai produk dan menjalin komunikasi langsung dengan konsumen, 3. mengingatkan, memiliki beberapa indikator, yaitu: produk yang dibutuhkan selalu tersedia dan pentingnya keamanan dalam Gambar 1. Kerangka Berpikir Perumusan Hipotesis H1 : Diperkirakan adanya dampak kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen H2 : Diperkirakan adanya dampak Promosi terhadap Kepuasan Konsumen H3 : Diperkirakan adanya dampak kualitas produk terhadap Kepuasan Konsumen. METODE PENELITIAN Kualitas Produk Menurut Kotler & Armstrong dalam (Nursiti, 2. Kualitas sebuah produk dapat dilihat dari sejauh mana produk tersebut mampu memberikan manfaat, contohnya Jenis penelitian secara terukur yang diolah dengan menggunakan software SmartPLS 4. dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner atau angket. Menurut Sugiono dalam (Dini Amalia, 2. populasi merupakan area penerapan 237 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 hasil penelitian yang mencakup dari obyek penarikan sampel untuk riset yang secara memiliki sifat dan ciri khusus yang dipilih Rumus sllovin yaitu penarikan jumlah periset agar diteliti ,selanjutnya diambil sampel harus mewakili sehingga menghasilkan Pada keterangan ini peneliti riset yang bisa disimpulkan dan perhitungan menetapkan populasi dari riset merupakan sama sekali tidak membutuhkan tabel. (Husen, semua konsumen produk minuman dari Haus di Bekasi Barat. berdasarkan rumus slovin dapat: Menurut Sugiyono (Aji Pangestu et al. , 2. sampel adalah sekelompok orang dari komunitas yang Proses ycA 1 ycAyce 2 1 90. dimana representasi adalah sebagian kecil yang mewakili keseluruhan karakteristik populasi tersebut. Dalam penelitian ini, nonprobability sampling. Jumlah sampel dari riset ini akan ditentukan dalam rumus slovin. Dari hasil perhitungan itu menghasilkan sampel yang didapatkan yaitu 100 responden. Sampel yang dipakai adalah Merode tidak acak. Metode ini pemilihannya di mana kemungkinan yang sama untuk terpilih. Pada riset ini, digunakan purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria n = 100 Jumlah sampel yaitu 100 orang. n = Jumlah S N = Jumlah P e = Batas toleransi penelitian ini sebesar 10% atau . HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 2. Hasil Uji Validitas Konstruk Kepuasan Konsumen pemilihan sampel ditetapkan oleh peneliti, ketentuan sampel adalah : Responden pernah melakukan pembelian Kualitas Pelayanan minuman Haus. Berdomisili di wilayah Bekasi Barat Jenis kelamin laki-laki atau perempuan Umur maksimal >50 thun Jumlah sampel dalam riset dengan rumus slovin. Merupakan pendapat mengenai 1 900 (Sugiyono, 2. Kriteria Promosi Outer Loading Keterangan Valid 238 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Outer Keterangan Loading Valid Valid Valid Valid Kualitas Produk Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 Konstruk Berdasarkan tabel 2 tersebut diketahui bahwa semua dinyatakan valid, dikarenakan berada di atas 0. 70 (Binti Tasmiah, 2. Sehingga dapat digunakan untuk pengukuran masing-masing variabel. kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi pada konstruk endogen Uji F-Square Tabel 5. Hasil Uji R-Square F-Square Kualitas Pelayanan Ie Kepuasan Pembeli Promosi Ie Kepuasan Pembeli Kualitas Produk Ie Kepuasan Pembeli Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 Berkenaan Uji Reliabilitas Cronb achAos Alpha Composi Reliabili menunjukkan F-Square mutu pelayanan (X. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Konstruk dapat disimpulkan model ini mempunyai 265 memiliki efek sedang kepada kepuasan Keterang konsumen karena nilai tersebut > 0,15 , variabel Reliabel efek kecil kepada kepuasan pembeli sebab Kepuasan Konsumen Kualitas Pelayanan Promosi Kualitas Produk 0. Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel 3 tersebut diatas semua pernyataan keseluruhan variabel Promosi (X. sebesar 0,017 artinya memiliki angka tersebut < 0,15, dan variabel kualitas produk (X. sebesar 0,214 artinya memiliki efek sedang kepada kepuasan pembeli sebab angka tersebut > 0,15. Uji Hipotesis mempunyai nilai cronbach alpha > 0,60, maka semua pernyataan kuesioner dapat dinyatakan reliabel. Uji R-Square Tabel 4. Hasil Uji R-Square Square R Square Adjusted Kepuasan Konsumen Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 Berkenaan tersebut, diketahui bahwa R-Square 0,740 Gambar 2. Uji Koefisien Jalur Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 yang dimana > 0,67 artinya kuat, maka 239 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Berdasarkan gambar 2 diatas, dapat kepuaasan kosumen. Sample Mean (M): - diketahui ada terdapat hubungan antara 0,125, menunjukkan pengaruhnya stabil. beberapa variabel yang dihubungkan melalui Standard variasi perkiraan dampak. Titik-titik berwarna biru merepresentasikan variabel Deviation . Kualiitas Produk (STDEV): 0,136, Kepuasan utama, sedangkan kotak berwarna kuning Pembeli: Original Sample (O): 0,464 masing-masing mutu barang Setiap garis penghubung memiliki mempunyai dampak positif tetapi sangat nilai yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah pada kepuasan kosumen. Sample Mean Hal (M): 0,475, menggambarkan suatu model hubungan Standard Deviation struktural antar variabel yang menunjukkan (STDEV): 0,115, kontribusi masing-masing variabel terhadap variabel kepuasan konsumen. Berkenaan dengan laporan pengujian Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Jalur STDEV |O/STDEV| KPL -> KK PP -> KK KP -> KK Sumber: Data Diolah SmartPLS 2025 searah dengan hipotesis: Dampak Kualitas Pelayanan (X. pada Kepuasan Konsumen . Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen: Original Sample (O): 0,566, membuktikan tentang kualitas pelayanan mempunyai dampak positif dan kuat kepada tkepuasan kosumen. Sample Mean (M): 0,545, menunjukkan bahwa rata-rata pengaruh tetap positif dan stabil. Standard Deviation (STDEV): 0,167, variasi estimasi pengaruh. Promosi terhadap Kepuasan Konsumen: Sample (O): -0,145, membuktikan tentang Promosi tidak diketahui bawa setiap variabel Dari hasil tabel 6 di atas diperoleh Original mempunyai nilai T-Stat > T-Tabel sebesar >1. P-Value 0,001<0,05. Berkenaan dengan Kualitas Pelayanan dampak positif dan relevan pada Kepuasan Konsumen, dampak iklan Penjualan (X. pada Kepuasan Konsumen memilki TStatistik > T-Tabel yaitu 1. 067 > 1. 96 dan mempunyai P-Value 0,286 > 0,05. Perihal mmeperlihatkan bahwa iklan Penjualan tidak mempunyai dampak dan tidak relevan pada Kepuasan Konsumen. Pengaruh Kualitas Produk (X. terhadap Kepuasan Konsumen memilki T-Statistik > T-Tabel yaitu 4. 1,96 dan memiliki P-Value 0,000 < 0,05. Hal ini menerangkan bahwa Kualitas Produk mempunyai dampak positif dan relevan pada Kepuasan Konsumen. Berdasarkan perolehan uji hipotesis, menghasilkan variabel kualitas pelayanan (X. 240 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 kepuasan konsumen di Haus Bintara, dengan . , seperti kesiapan karyawan P-Value sebesar 0,001 yang berada di bawah dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara 0,05. T-Statistik 3,397 juga melebihi 1,96, cepat dan tepat, karena hal ini masih menjadi maka hipotesis 1 dapat diterima. kelemahan yang harus dibenahi. Berdasarkan hasil konfirmasi analisis Kedua. Promosi (X. data, menghasilkan bahwa variabel (X. tidak mempunyai dampak dan tidak relevan pada terhadap kepuasan konsumen. Implikasinya, kepuasan konsumen di Haus Bintara, dengan meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap P-Value sebesar 0,0286 < 0,05. T-Sta 1,067 < kepuasan, promosi tetap penting sebagai T-Tabel 1,96. Oleh karena itu hipotesis 2 Oleh Berdasarkan hasil konfirmasis analisis karena itu. Haus Bintara disarankan untuk data, menghasilkan bahwa Variabel kualitas mengevaluasi dan memperkuat strategi promosi (X. signifikan terhadap Kepuasan Konsumen di storytelling dalam iklan, serta menggunakan Haus Bintara, dengan dengan P-Value media promosi yang lebih bervariasi dan sebesar 0,000 yang berada di bawah 0,05. menarik seperti brosur, poster, dan video yang Statistik sebesar 4,056 juga melebihi 1,96, menggambarkan nilai emosional produk dalam sehingga hipotesis 3 dapat diterima. kehidupan konsumen. Ketiga, variabel kualitas produk (X. KESIMPULAN Berdasarkan hasil riset yang dilakukan terhadap kepuasan konsumen. Implikasinya, pada Minuman Haus di Bekasi Barat. Haus mengembangkan kualitas desain kemasan yang Pertama, variabel kualitas pelayanan (X. menarik dan memperhatikan variasi ukuran produk agar lebih fleksibel sesuai kebutuhan Bintara terhadap kepuasan konsumen (Y). Artinya Inovasi menunjukkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, maka kepuasan pengalaman positif yang mendorong loyalitas konsumen pun akan meningkat. Implikasinya, jangka panjang. Haus Bintara perlu terus menjaga dan melalui pelatihan berkelanjutan, khususnya dalam hal komunikasi, pengetahuan produk, dan kecepatan pelayanan. Fokus khusus perlu DAFTAR PUSTAKA