Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) IMPLEMENTASI BALANCE SCORECARD PADA PENILAIAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Refina Tasari Samosir1. Cindy Eka Safitri2. Suripto3 Universitas Pamulang refinatasarisamosir@gmail. Volume 5 Nomor 2 Juni 2024 e-ISSN 2715-7474 p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 11 April 20 Tanggal revisi 20 Mei 2024 Tanggal diterima 30 Juni 2024 Kata Kunci: perbankan syariah1, balance scorecard2, penilaian kinerja3 Abstrak: Perbankan syariah merupakan unit jasa perbankan yang menerapkan metode islam dengan tidak menerima pembayaran bunga dalam kegiatan simpan dan Saat ini perbankan syariah sudah dikenal dan digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Dalam menjalankan unit jasa nya perbankan syariah memerlukan metode balance scorecard untuk dapat memudahkan manajemen melakukan pengambilan keputusan yang akan berguna untuk keberlangsungan dan keberlanjutan perbankan syariah. Balance scorecard memiliki empat metode yaitu perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses internal bisnis dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Balance scorecard tidak hanya digunakan pada instansi pemerintah namun dapat digunakan dalam perbankan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penggunaan balance scorecard dalam menentukan penilaian kinerja pada perbankan syariah di Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur review dengan data dokumen jurnaljurnal yang telah terbit. Hasil dalam penelitian ini menunjukan terdapat tujuh jurnal yang menunjukan kesimpulan lokalisasi dengan penggunaan konseptual balance scorecard dapat meningkatkan kinerja perbankan syariah. Hasil dari penggunaan balance scorecard ini dapat memberikan arahan yang jelas sebagai bentuk penentuan kebijakan, aktivitas rutin dan kegiatan sumber daya dalam pembangunan sistem, keberlansungan dan keberlanjutan perbankan syariah. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat memperkaya dan memperluas bukti-bukti empiris tentang penggunaan balance scorecard di perbankan syariah agar dapat menjadi bahan literasi pada penerapan balance scorecard itu sendiri. Abstract: Sharia banking is a banking service unit that applies Islamic methods by not accepting interest payments in savings and loan activities. Currently, sharia banking is known and used by all levels of society. In running the sharia banking service unit, a balanced scorecard method is needed to make it easier for management to make decisions that will be useful for the survival and sustainability of sharia banking. The balanced scorecard has four methods, namely customer perspective, financial perspective, internal business process perspective and learning and growth perspective. The balanced scorecard is not only used in government agencies but can be used in banking. The aim of this research is to determine the use of the balanced scorecard in determining performance assessments in Islamic banking in Indonesia. The method in this research uses a literature review study with document data from published journals. The results of this research show that there are seven journals that show the conclusion that localization using the conceptual balance scorecard can improve the performance of sharia banking. The results of using this balanced scorecard can provide clear direction as a form of determining policies, routine activities and resource activities in system development, continuity and sustainability of sharia banking. Suggestions for further research can enrich and expand empirical evidence regarding the use of balanced scorecards in sharia banking so that they can become literacy material for the application of balanced scorecards themselves. Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PENDAHULUAN Dalam dunia perbankan dapat dikenal dengan bank konvensional dan bank syariah, keduanya memiliki beberapa perbedaan, namun pada dasarnya bank syariah sampai saat ini sama seperti bank konvensional lainnya yaitu bisa digunakan untuk seluruh kalangan Terjadi perbedaan pada kegiatan operasional yang diterapkan oleh bank syariah dan bank konvensional. Al-Quran dan As-sunnah sebagai pedoman dalam menerapkan aturan yang diberlakukan pada bank syariah. Dalam buku (Nuzulia, 2. karakteristik dan kegiatan dari bank syariah menurut Sholihin Hasan menyatakan Auseluruh aktivitas yang dilakukan oleh bank konvensional dilakukan oleh bank syariah, namun apabila di bank konvensional menerima pembayaran bunga maka di bank syariah tidak berlaku kegiatan tersebut, karena bank syariah hanya melakukan akitivitas nasabah diberikan pinjaman dan diterima simpanan dari nasabah dan tidak pembayaran bungan tidak diterimaAy Dalam aturan yang telah tercantum di UU Nomor 21 tahun 2008 mengenai perbankan Untuk menjalankan segala unit kegiatan usaha perbankan syariah merupakan bank yang berlandaskan dengan prinsip-prinsip islamiah mengacu pada Al-Quran dan As-Sunnah. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa pada prinsip bank syariah yang berpacu pada Al-Quran dan As-Sunnah yaitu menerapkan prinsip seimbang dan adil (Aoadl wa tawazu. , kebaikan . , keseluruhan . , serta didalamnya tidak terkandung zalim,maysir, gharar, riba, dan hal-hal yang di haramkan secara hukum syariah. Tujuan dibentuknya bank syariah yaitu tersalurkan dan terhimpunnya dana masyarakat, dapat menjalankan Lembaga Baitul Maal seperti zakat infak sedekah, hibah dan lainnya sebagai bentuk fungsi sosial, menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf . sesuai dengan kehendak pemberi wakaf . Bank syariah memiliki dua jenis syariah yaitu AuBank Umum Syariah (BUS)Ay dan AoBank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)Ay. Dari kedua jenis bank syariah tersebut terdapat dua dasar perbedaan antara lain dalam BPRS adanya larangan diterimanya simpanan giro dan keikutsertaan dalam aktivitas sistem pembayaran. Pada bank syariah memiliki lembaga berbentuk penuh atau unit usaha syariah dari bank konvensional Pada era ini konsep perbankan syariah akan menghasilkan dampak positif pada pengelolaan bisnis dan juga berdampak positif bagi para pelaku bisnis untuk pergeseran arah Hal ini dapat dimanfaatkan agar kinerja bisnis kedepan dapat ditingkatkan, oleh sebab itu persiapan yang matang memerlukan perhitungan kinerja dan indikator sesuai dengan keadaan perkembangan di suatu organisasi. Pada penyusunan strategi dan pengukuran kinerja memerlukan hal yang mendasar yaitu dari pengukuran kinerja dengan Balance scorecard, hal tersebut dapat dihubungkan pada visi dan strategi perusahaan dengan tujuan agar karyawan menjadi termotivasi dan tercapainya tujuan strategis yang efektif dan efisien (Handayani. Balanced scorecard (BSC) merupakan sebuah gaya atas hasil kerja yang dapat diukur dan perusahaan dapat menggunakannya dengan tujuan agar kinerja eksekutif dapat ditingkatkan serta pencapaian atas kemajuan dan pergerakan menuju arah lebih baik dapat Dalam aktivitas peruhaan memiliki pandangan tertuju pada hal keuangan namun dalam konsep BSC ini memberikan wujud atau model baru yang bisa membuat perusahaan memiliki pandangan tidak hanya di keuangan, hasil ini menjadi langkah awal perusahaan untuk dapat menerapkan strategi dalam pembelajaran, tinjauan dan pertanyaan yang akan digunakan mengenai strategi perusahaannya tersebut. KAJIAN LITERATUR Balance Scorecard Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Balanced Scorecard dapat didefinisikan sebagai ide untuk kinerja perusahaan dapat diukur dengan tujuan agar konsep kinerja tersebut dapat lebih seimbang. Saat ini sistem keseluruh pada Balanced Scorecard telah terjadi perkembangan terhadap konsep Balanced Scorecard dengan tujuan agar strategi perusahaan dapat dikelola dengan baik dan dapat digunakan dengan sudut pandang yang sederhana. Agar Visi. Misi. Tujuan dan Strategi perusahaan dapat tercapai perusahaan dapat menggunakan 4 konsep pendekatan dengan balanced scorecard yaitu dengan Perspektif Pelanggan. Perspektif Proses Bisnis Internal. Perspektif Keuangan, dan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran. Agar tujuan, target, performa kunci, ukuran dan inisiatif dapat dikembangkan oleh perusahaan dengan mengaitkan empat pandangan tersebut dapat mengikuti saran dari penerapan balanced scorecard melalui empat perspektif yang berbeda hal tersebut dapat membantu perusahaan dalam pengembangan bisnisnya. Dalam pengukuran kinerja perusahaan dapat menerapkan empat perspektif utama dari Balanced yaitu. Perspektif Keuangan Pada perspektif ini kinerja dapat diukur dengan tujuan untuk tercapainya finansial dan kepada pemangku kepentingan dapat diberikan nilai tambah untuk perusahaan atau organisasi Perspektif Pelanggan Pada perspektif pelanggan perusahaan dapat menggunakannya untuk pengukuran kinerja perusahaan terhapad pemberian kepuasaan dengan harapan terciptanya loyalitas pelanggan. Fungsi dari perspektif pelanggalam dalam konsep balance scorecard agar organisasi dapat menentukan bagaimana kondisi pelanggan dan segmen pasar dapat teridentifikasi untuk kedepannya dapat bersaing dengan pesaing mereka. Sumber pendapatan atau penghasilan organisasi merupakan wujud dari ada nya pelanggan yang telah dipilih oleh perusahaan sebagai segmentasi pasar nya. Dalam customer perspective, pengukuran dilakukan terhadap lima aspek yaitu: . Pengukuran pangsa pasar pada pengukuran ini organisasi sendiri yang melakukan dan menentukan besaarnya pangsa pasar dengan proporsi bisnis menjadi cerminan dalam area bisnis tertentu, pada setiap unit terjualnya produk terhadap banyaknya penjualan. Customer retention dapat diukur oleh organisasi apabila memiliki jumlah customer dengan membandingkannya apabila dengan tingkat besaran persentase pertumbuhan bisnis. Customer acquisition dapat diukur dengan adanya pelanggan baru lalu ditotalkan dengan penjualan dan memperhitungkan peningkatan jumlah pelanggan baru. Customer satisfaction, dapat diukur apabila tingkat kepuasan terhadap pelanggan telah diketahui dan dilakukan dengan beberapa teknik yaitu wawancara secara personal, komunikasi melalui telepon, mengirimkan survey menggunakan e-mail dan lain-lain. Customer profitability, dapat dukur dari jumlah pelanggan yang diharapkan Perspektif Proses Bisnis Internal Barang/jasa dapat dihasilkan selama proses produksi dengan sumber daya yang digunakan oleh perusahaan hal tersebut dilakukan perusahaan untuk mengukur kinerja dengan perspektif proses bisnis internal, dan perusahaan yang mampu bertahan dan bersaing harus mampu mengenali dan mengidentifikasi pro dan kontra dari semua aspek. Apabila penopang kekuatan dari perusahaan tersebut dapat dikenali maka seluruh aspek yang dimiliki oleh perusahaan sudah dipahami serta tidak hanya itu kekurangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikenali dengan tindakan yang tepat pada perbaikan serta pengambilan keputusan untuk keberlanjutan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Pada persepektif ini memiliki tiga prinsip yaitu system, people dan organizational procedure. pada ketiga perspektif sebelumnya terjadi kesenjangan atau gap dalam menentukan system, people dan organizational procedure dengan tujuan dapat tercapainya kebutuhan yang handal. Pada perspektif ini dapat menjadi alat ukur perusahaan untuk menentukan aktivitas yang akan dilakukan oleh perusahaan karena terjadinya kesenjangan atas tiga perspektif sebelumnya. Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Agar hasil yang maksimal dapat dicapai oleh perusahaan dalam menjalankan perusahaannya maka perusahaan memerlukan berbagai penilaian. Contoh perusahaan dapat melakukan penilaian dengan pengendalian kinerja perusahaan, yaitu penilaian seberapa banyak manajemen yang mengelola sumber daya keuangan dengan baik dan efektif, dan khususnya bagaimana kinerja perusahaan ini dapat menghasilkan investor baru. Saat ini, banyak departemen dan institusi menggunakan metode Balance scorecard untuk mengukur kinerja Pendekatan ini menghasilkan pandangan yang lebih luas dari perspektif yang berbeda dan memudahkan pembuat keputusan untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil untuk meningkatkan konversi penjualan. Penerapan metode Balance Scorecard juga saat ini sedang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Untuk mencapai ekonomi yang kompetitif, produktif dan inklusif dengan kontrol yang terukur dan terarah. Di sektor non-keuangan seperti organisasi sektor publik. Balance Scorecard Act juga digunakan untuk menilai kinerja internal dari berbagai perspektif seperti organisasi, keuangan, layanan, dan kepuasan pelanggan. Pandangan serta perspektif yang lebih luas bisa didapatkan oleh setiap organisas dengan menerapkan balance scorecard selain itu organisasi mendapatkan penilaian kinerja perusahaan dan dapat melakukan pengambilan keputusan yang lebih komprehensif METODE Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penggunaan jurnal-jurnal yang telah ada sebagai bahan dan acuan untuk penyusunan penelitian. metode pengumpulan data dokumen pada penelitian ini berasal dari jurnal-jurnal yang terbit dari tahun 2015 - 2023 yang terdapat pada website Google Scholar dengan fokus balanced scorecard pada perbankan syariah lalu dibatasi dengan penilaian kinerja dengan metode balanced scorecard di perbankan HASIL DAN PEMBAHASAN Menggunakan hasil pencarian yang ada di website Google Scholar peneliti menggunakan kata kunci AuBalance Scorecard pada Perbankan SyariahAy Tabel 1. Nomor Peneliti Judul Jurnal Tahun (Esma Rolina Haraha. AuAnalisis Pengukuran Jurnal Ilmiah 2021 Kemampuan Perbankan Mahasiswa Pendidikan Syariah Dengan Agama Islam Menggunakan Konsep [JIMPAI] Vol 1 No 3 Balance Scorecard November 2021, hal : (Studi Kasus PT. BPRS 1-13 Puduarta Insan. Ay (Marhen. AuPenentuan Strategic Budgeting: Jurnal Initiatives Dan Key Akuntansi Syariah Performance Berdasar Vol. No. Juni Lag Dan Lead 2021, pp. 1 - 16 Perspective Pengukuran Kinerja Balance Scorecard Pada Bank Syariah IndonesiaAy (Angrum Pratiw. AuPerbandingan Kinerja Jurnal Ilmu-Ilmu Perusahaan Keislaman Afkaruna Dengan Pendekatan Vol. 11 No. 1 Juni Balanced Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) (Alifiana Izzah Fikrian. (Julian Helmi. Harmein Nasution. Nazaruddin & Juliza Hidayat. (MaAorifatul Husniyah. Ade Ilham Ilahi. Lidiya Merti Putri. John Suprihant. (Maryat. (RifaAoatul Maftuha. (Sukma Asmaning Ayu. RifaAoatul mafthuhah. Rukhul Ami. (Pipit Fitri. Susanti Laelasari,Adi Indradi Wazdi,Yudi Guntara. Anggit Suryopratomo (Budi Rahardj. Scorecard Pada BPR SyariahAy AuThe Effect Of Balanced Scorecard Implementation On Management Performance Pt Bank Syariah MandiriAy AuPenerapan Balance scorecard untuk meningkatkan kinerja Perbankan Syariah Sumatera UtaraAy AuBalanced Scorecard: Analisis Kinerja PT Bank Syariah Indonesia TbkAy AuModel Rancangan Balance Scorecard (Bs. Bank Syariah Menuju Bank Yang Profesional Dalam Sistem OperasionalnyaAy AuAnalisis Kinerja Bank Muamalat Indonesia (Bm. Surabaya Dengan Pendekatan Balance ScorecardAy AuPerformance analysis of bank Bukopin Syariah Surabaya with the balance scorecard approachAy AuImplementation of The Balanced Scorecard in Measuring The Performance of A CompanyAy AuPengaruh Penerapan Balanced Scorecard terhadap Kinerja Manajemen di BPRS PNM Mentari GarutAy AuKinerja Pt. Bank Syariah Xyz Cabang Depok Menggunakan Balanced ScorecardAy al-Uqud: Journal of Islamic Economics Vol 3 No 1. Januari 2019 Hal 18-33 Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering 2021, 13. , 255-266 EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi . Journa. Volume 14 . No. Tahun 2023 Syntax Idea. Vol. No. 8 Desember 2019 Jurnal Masharif al Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Volume 6. No. 2, 2021 Enrichment: Journal of 2023 Management, 13 . Journal of EkuiSci Vol1 No1 September2023 Jurnal DimamuVolume 2 No. 3 Agustus 2023 Hal : Jurnal Riset Bisnis dan 2020 Manajemen Volume 13. No 1. Februari 2020. Hal. Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Wahyuni Aminatun. Parno. Angrum Pratiwi AuPenilaian Kinerja Bank Mega Syariah Dengan Metode Balanced Scorecard periode 20152019Ay Etihad: Journal of Islamic Banking and FinanceVol. No. Januari AeJuni 2021: Sumber: olahdata penulis Hasil dan pembahasan penelitian berdasarkan kaca kunci AuPenilaian Kerja dengan Metode Balance Score Card di sajikan pada tabel. Di Bawah adalah Tabel ringkasan hasil dari jurnal yang mencakup judul penelitian, metode penelitian, teknik analisis data dan hasil penelitian. Tabel 1. Nomor Judul Penelitian AuPenilaian Kinerja Bank Mega Syariah Dengan Metode Balanced Scorecard periode 2015-2019Ay AuImplementation of The Balanced Scorecard in Measuring The Performance of A CompanyAy Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Teknik Analisis Hasil Penelitian Menghitung skor Balanced Scorecard periode masing-masing 2015-2019, dibagi menjadi beberapa predikat yaitu cukup sehat, sehat dan sangat sehat. Untuk tingkat sehat ditunjukan oleh rasio FDR dan ROE, untuk tingkat sehat ditunjukan oleh rasio NPF dan ROA sementara untuk tingkat sangat sehat ditunjukan oleh rasio BOPO dan CAR. Dalam perspektif terjadi dua hal yaitu pelanggan terjadi peningkatan sementara itu dalam pangsa pasar terjadi penurunan. Hal itu keuntungan pelanggan berasal dari layanan purna jual dan Sementara itu terjadi penurunan pada retensi karyawan namun adanya perspektif pembelajaran dan Statistik Pada tahun 2019 hingga 2020 Kuantitatif PT Bank Syariah Indonesia Balanced Scorecard dengan empat sudut pandang yaitu pelanggan, keuangan, pertumbuhan dan internal, dari keempat sudut pandang tersebut mengalami Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) AuPerformance analysis of bank Bukopin Syariah Surabaya with the balance approachAy Deskriptif Purposive AuAnalisis Kinerja Bank Muamalat Indonesia (Bm. Surabaya Dengan Pendekatan Balance ScorecardAy Analisis Deskriptif Kuantitatif Teknik Pemilihan Sampel Probabilitas peningkatan pada masingmasing sudut pandang. Penelitian ini menggunakan empat variable utana dalam pengukuran kinerja balanced Hasil dari keempat kinerja tersebut terjadi kurang memuaskan dan mengalami penurunan dari rasio BOPO. FDR peningkatan pada hasil ROA di tahun 2021 dan 2022 pada Sudut Bukopin Darmo Bank syariah nasabah dari tahun 2021-2022. Kinerja keuangan meningkat dan menurun dari tahun ke tahun, dan kinerja kepuasan pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan. Demikian karyawan yang cukup baik berhasil ditunjukkan. Kinerja proses bisnis internal juga menunjukkan hasil yang baik untuk proses inovasi dan Dari disimpulkan bahwa balance scorecard ditujukan untuk keuangan dan perusahaan. Kinerja Bank Muamalat Indonesia (IMT) ditunjukkan dari hasil analisis dari masing-masing sudut Dari tahun ketahun terdapat dua kinerja yang meningkat dan baik yaitu dari Sementara itu pada meningkatkan inovasi dan proses layanan ini ditunjukan hasil yang sangat baik dari Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) AuBalanced Scorecard: Analisis Kinerja PT Bank Syariah Indonesia TbkAy Kualitatif Deskriptif AuPenerapan Balance scorecard untuk kinerja Perbankan Syariah Sumatera UtaraAy Analisis Deskriptif kinerja proses bisnis internal. Seperti karyawan, menunjukkan nilai kepuasan yang baik. Perhitungan Dari sudut pandang keuangan, setelah merger, tingkat ROE kombinasi dari tiga bank Syariah telah lebih baik, dan mengandung hampir 15%, kualifikasi yang sangat sehat. Perspektif profitabilitas yang diperoleh dari nasabah, telah meningkat dengan sangat baik, didukung oleh pertumbuhan nasabah dan pertumbuhan nasabah baru sebagai akibat dari transisi dari bank pendahulunya ke bank Dalam gabungan mengalami efisiensi produktivitas karyawan yang diukur dengan pendapatan Dari pandang proses bisnis internal, bentuk inovasi adalah bentuk beberapa unit bisnis yang dapat memfasilitasi pelayanan. Observasi Dari sudut pandang keuangan bank Syariah, terlihat bahwa 40 skornya meningkat sejak awal Capaian persentasi 212,51% meningkat ke 213,05% di Tahun 2014, menunjukkan terjadinya peningkatan hasil kinerja perusahaan di tahun 2018, hal tersebut dapat ditunjukkan melalui kategori baik atau puas atas kinerja 45 pada perspektif Pencapaian hasil kategori puas ditunjukan pada persentasi rata-rata seluruh rasio AETR mendapatkan Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) AuKinerja Pt. Bank Deskriptif Syariah Xyz Cabang Depok Menggunakan Balanced ScorecardAy 2,12% dan rasio NGR mendapatkan 100% pada Perspektif pembelajaran dan pengembangan menunjukkan bahwa skor jawaban rata-rata 908, yang berarti karyawan bank Syariah sangat puas dengan bank Syariah Pembagian . Perspektif keuangan pada PT Bank Syariah XYZ cabang terhadap seluruh Depok pada NPF menunjukan karyawan dan terjadi penurunan sementara itu pada pada aktivitas . Perspektif terdapat hasil yang memuaskan karena meniningkatnya jumlah rekening, jumlah pelayanan . Perspektif proses bisnis internal terjadi karena nasabah dan CS mengalami jumlah yang meningkat, antrian teller penggunaan mesin ATM membuat transaksi dapat waktu menjadi . Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memiliki ukuran hasil yang terdiri dari peningkatan kualitas dan teknologi dan informasi, serta Sumber: olahdata penulis Dari 13 . jurnal yang ditemukan oleh penulis terdapat 7 . jurnal yang membahas mengenai kinerja perusahaan dapat dinilai dengan menggunakan balance scorecard pada perbankan syariah di Indonesia. Dengan menggunakan Balance Scorecard dapat membantu jajaran direksi, komisaris dan manajer untuk melakukan pengambilan keputusan yang akan digunakan untuk keberlanjutan perbankan syariah, apabila salah satu metode dari keempat perspektif balance scorecard dirasa kurang maka masing-masing perbankan syariah dapat Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) menentukan strategi apasaja yang akan dilakukan guna untuk keberlanjutan kegiatan atau aktivitas perbankan syariah SIMPULAN Penerapan balance scorecard pada dunia perbakan merupakan hal penting untuk dilakukan. Hal tersebut berguna sebagai bentuk organisasi perbankan dapat melakukan evaluasi atas aktivitas perbankan dalam melayani nasabah serta dapat merencanakan anggaran untuk meningkatkan kinerja perbankan syariah. Penelitian ini dapat berguna sebagai contoh dari hasil keberhasilan implementasi balance scorecard di dunia perbankan khususnya perbankan syariah DAFTAR PUSTAKA