Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 DOI: doi. org/10. 38204/atrabis. ISSN 2443-3756 . https://jurnal. id/index. php/atrabis/index JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Pengaruh Influencer TikTok Terhadap Brand Awareness Produk Somethinc Pada Generasi Z Dengan Interaktivitas Pengguna Sebagai Variabel Mediasi The Effect of TikTok Influencer on Somethinc Product Brand Awareness Among Generation Z With User Interactivity as a Mediating Variable Anne ZahratussaAoadah1. Aditia Abdurachman2. Rina madyasari3. Alfin nur arifah4 Program Studi Bisnis Digital1, 2. Kewirausahaan3, 4 Universitas Cipasung Tasikmalaya1, 2, 3, 4 e-mail: annezahra11@gmail. com1, aditiaabdurachman@uncip. rinamadyasari@uncip. id3, alfinnurarifah@uncip. Abstract: This study aims to analyze the influence of TikTok influencers on brand awareness of Somethinc products among Generation Z in Indonesia, with user interactivity as a mediating variable. This research is motivated by the suboptimal brand awareness of Somethinc despite utilizing TikTok influencers as a digital marketing strategy. Furthermore, previous research on the influence of influencer marketing on brand awareness has shown mixed results, while studies on the role of user interactivity as a mediating variable are still limited. The novelty of this study lies in examining user interactivity in explaining the relationship between TikTok influencers and brand awareness of local skincare products. The study used a quantitative approach involving 135 Generation Z TikTok users in Indonesia. The results showed that TikTok influencers positively influence user interactivity and brand awareness. User interactivity also positively influences brand awareness and partially mediates the relationship. These findings suggest that Somethinc needs to optimize interactive campaigns and user-generated content to increase brand awareness. Keywords : brand awareness. Generation Z. Somethinc. TikTok influencer, user interactivity Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh influencer TikTok terhadap brand awareness produk Somethinc pada Generasi Z di Indonesia dengan interaktivitas pengguna sebagai variabel Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya brand awareness Somethinc meskipun telah memanfaatkan influencer TikTok sebagai strategi pemasaran digital. Selain itu, penelitian terdahulu mengenai pengaruh influencer marketing terhadap brand awareness menunjukkan hasil yang beragam, sementara kajian mengenai peran interaktivitas pengguna sebagai variabel mediasi masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian interaktivitas pengguna dalam menjelaskan hubungan antara influencer TikTok dan brand awareness pada produk skincare lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 135 responden Generasi Z pengguna TikTok di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer TikTok berpengaruh positif terhadap interaktivitas pengguna dan brand awareness. Interaktivitas pengguna juga berpengaruh positif terhadap brand awareness serta memediasi secara parsial hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa Somethinc perlu mengoptimalkan kampanye interaktif dan user-generated content untuk meningkatkan brand Kata Kunci : brand awareness. Generasi Z. Somethinc, influencer TikTok, interaktivitas ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 PENDAHULUAN menurun menjadi 29. 291 unit, turun sekitar 55% dari periode sebelumnya (Sari & Asyhari, 2. Selain itu, pangsa pasar Somethinc di kategori produk kecantikan di platform Shopee hanya sebesar 1,23 persen. Meskipun indikator yang digunakan dalam beberapa penelitian berbeda, temuan menunjukkan bahwa posisi kompetitif Somethinc cenderung menurun. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan merek untuk Pengetahuan merek adalah kemampuan pelanggan untuk mengidentifikasi dan mengingat suatu merek, yang meningkatkan dibandingkan pesaingnya. Oleh karena itu, perusahaan harus menggunakan strategi pemasaran yang dapat membuat merek lebih dikenal oleh pelanggan. Pada tahun 2029, itu akan menjadi $11,17 miliar. Meningkatnya kesadaran publik terhadap perawatan diri, kemajuan teknologi digital, dan perilaku konsumen yang berubah yang semakin mengandalkan platform digital untuk mencari informasi dan membeli barangbarang didorong oleh pertumbuhan ini. Generasi Z menjadi salah satu dalam konteks Pemasaran melalui TikTok adalah hal yang banyak digunakan saat ini. TikTok menjadi populer di kalangan Gen Z karena kemampuan untuk menyampaikan informasi dalam video pendek yang menarik dan interaktif. Bisnis sering menggunakan influencer sebagai komunikator merek untuk menyampaikan informasi produk secara lebih akurat dan mudah diterima oleh audiens. Studi (Della & Mutia Ulfa, 2. dan (Al Fajri & Septrizola, 2. menunjukkan meningkatkan pengetahuan merek. Hasilnya menunjukkan bahwa kredibilitas, daya tarik, menyampaikan pesan dapat meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap merek tertentu. Namun, penelitian sebelumnya biasanya hanya berfokus pada pengaruh langsung pengaruh terhadap brand awareness, tanpa menjelaskan mekanisme yang mendasari hubungan ini. Industri kecantikan dan perawatan diri di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pasar industri ini mencapai US$6,75 miliar pada tahun 2020, dan diproyeksikan meningkat menjadi US$11,17 miliar pada tahun 2029, menurut data Statista . Selain itu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan peningkatan jumlah perusahaan kosmetik sebesar 20,6%. Ini berbeda dengan pertumbuhan 9,61% industri kosmetik nasional pada tahun 2021 (Raihana Syahida et al. , 2. Meningkatnya kesadaran publik terhadap perawatan diri, kemajuan teknologi digital, dan perilaku konsumen berubah yang semakin mengandalkan platform digital untuk mencari informasi dan membeli Karena tingkat penggunaan internet dan media sosial yang tinggi. Generasi Z adalah salah satu kelompok konsumen yang berkontribusi besar terhadap perkembangan industri kecantikan. Somethinc adalah salah satu merek skincare lokal yang berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut. Gen Z dan generasi milenial adalah pelanggan utama merek ini (Permana et al. , 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Putri & Sukardi, 2. menemukan bahwa 98,4 persen dari 260 anggota anggota Somethinc yang disurvei berusia antara 15 dan 30 tahun. Selain itu. ZAP Beauty Index . menemukan bahwa 56,9% pengguna skincare di Indonesia berasal dari kelompok Generasi Z, yang terdiri dari orang-orang berusia antara 15 dan 27 tahun (Raihana Syahida et al. , 2. Hasilnya menunjukkan bahwa Gen Z adalah target pasar yang strategis bagi Somethinc. Meskipun Somethinc memiliki basis konsumen yang luas, kinerja pasarnya telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, menurut beberapa penelitian (Raihana Syahida et al. , 2. (Permana et al. , 2025. Sari & Asyhari, 2. Penjualan serum Somethinc mencapai lebih dari 64 ribu unit dan mencapai nilai penjualan Rp53,2 miliar dari 2021 hingga Namun, pada tahun 2023 penjualan ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 Para pengguna tidak hanya dapat menerima informasi secara pasif di platform TikTok, berpartisipasi secara aktif melalui likes, komentar, shares, repost, duet, dan stitch. Interaksi dapat meningkatkan jangkauan konten, frekuensi paparan merek, dan ingatan pelanggan terhadap merek yang dipromosikan. Interaktivitas pengguna memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan audiens dan persepsi merek, menurut penelitian yang dilakukan oleh Putri dan (Pahlevi et al. , 2026. Putri & Sukardi, 2025. Yatnikaputri & Hidayat, 2. Akibatnya, memainkan peran penting dalam menjelaskan bagaimana pengaruh dapat meningkatkan kesadaran merek. Namun, penelitian yang menyelidiki interaktivitas pengguna sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara influencer marketing dan brand awareness masih sangat terbatas. Ini terutama berlaku untuk produk skincare lokal dan TikTok. Bagaimana keterlibatan pengguna setelah menerima informasi dari influencer dapat memengaruhi pemahaman merek pengguna, sebagian besar penelitian belum menjelaskan. Kondisi ini menunjukkan bahwa adanya gap penelitian yang perlu diteliti lebih lanjut. Kesenjangan tersebut dapat dijelaskan melalui teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Dalam penelitian ini, influencer TikTok diposisikan sebagai stimulus yang memberikan rangsangan berupa informasi dan rekomendasi produk. Interaktivitas pengguna mencerminkan respons internal pengguna terhadap stimulus tersebut, sedangkan brand dihasilkan dari proses tersebut. Dengan demikian, interaktivitas pengguna diduga menjadi mekanisme yang menjembatani pengaruh influencer TikTok terhadap brand Berdasarkan temuan penelitian terdahulu, serta adanya research gap yang teridentifikasi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer TikTok terhadap Brand Awareness produk Somethinc pada Generasi Z dengan Interaktivitas Pengguna sebagai variabel Tabel 1. Hasil Pra-Survei Variabel Penelitian Variabel Influencer TikTok (X) Interaktivitas Pengguna (Z) Brand Awareness (Y) Ratarata 3,39 Cukup Baik 3,70 Baik 2,80 Kurang Baik Kategori METODE PENELITIAN Penelitian menganalisis pengaruh influencer TikTok terhadap brand awareness produk Somethinc dengan interaktivitas pengguna sebagai variabel mediasi. Objek penelitian adalah aktivitas pemasaran Somethinc melalui influencer TikTok, sedangkan subjek penelitian adalah Generasi Z pengguna TikTok di Indonesia yang pernah melihat konten promosi Somethinc, seperti ulasan produk, tutorial penggunaan, rekomendasi produk, disampaikan oleh influencer TikTok. Populasi penelitian adalah Generasi Z pengguna TikTok di Indonesia. Sampel merupakan bagian dari populasi yang digunakan sebagai sumber data penelitian (Sugiyono, 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria: . berusia 17Ae27 tahun, . memiliki akun TikTok aktif, . pernah melihat konten promosi Somethinc oleh influencer TikTok dalam enam bulan terakhir, dan . mengetahui atau mengenal produk Somethinc. Jumlah sampel ditentukan menggunakan pendekatan SEM. Menurut (Hair et al, 2. ukuran sampel dalam analisis PLS-SEM dapat ditentukan berdasarkan jumlah indikator atau konstruk yang digunakan dalam model, dengan rekomendasi minimal 5Ae10 kali jumlah Penelitian berdasarkan perhitungan SEM diperoleh ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 kebutuhan sampel sebanyak 135 responden. Jumlah tersebut telah memenuhi persyaratan untuk analisis PLS-SEM. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner tertutup secara daring. Pengukuran variabel menggunakan skala interval 1Ae10 untuk memberikan variasi jawaban yang lebih luas sehingga responden dapat mengekspresikan tingkat persetujuannya secara lebih rinci dan meningkatkan sensitivitas pengukuran terhadap perbedaan persepsi antarresponden. Variabel influencer kredibilitas, daya tarik, keahlian, dan Variabel interaktivitas pengguna diukur melalui interaksi antarpengguna, interaksi pengguna dengan sistem, dan interaksi pengguna dengan konten. Sementara itu, variabel brand awareness diukur melalui brand recognition, brand recall, diferensiasi merek, dan brand familiarity. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Analisis dilakukan melalui evaluasi model pengukuran . uter mode. yang meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk, serta evaluasi model struktural . nner mode. yang meliputi nilai R-square. Q-square. F-square, direct effect, dan indirect effect. dan informasi lain mengenai partisipan Tujuannya adalah memastikan bahwa data yang terkumpul valid, relevan, dan dapat digunakan dalam menyusun kesimpulan. Evaluasi mempertimbangkan faktor usia, pengalaman berbelanja online setidaknya satu tahun terakhir, serta pengetahuan responden terhadap produk Somethinc. Berdasarkan karakteristik usia, seluruh responden berada pada rentang usia 15-28 tahun dengan komposisi perempuan sebesar 95% dan laki-laki sebesar 5%. Seluruh responden juga pernah melakukan pembelian online dalam satu tahun terakhir. Karakteristik responden yang mengetahui produk Somethinc perempuan mengetahui produk tersebut, sedangkan 10% responden laki-laki tidak mengetahui produk tersebut. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai outer loading pada seluruh indikator Influencer TikTok. Brand Awarenes, dan Interaktivitas Pengguna berada di atas nilai yang direkomendasikan, yaitu lebih besar dari 0,7 (Hair et al, 2. Dengan demikian, model memiliki validitas konvergen yang baik karena indikator pada masing-masing menggambarkan konstruk laten secara PEMBAHASAN Instrumen menyebarkan kuesioner online melalui Google Form dengan skala interval penilaian 1-10 untuk menguji hipotesis penelitian. Alat analisis yang digunakan adalah SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS Analisis meliputi evaluasi model pengukuran . uter mode. dan evaluasi model struktural . nner mode. Variabel yang diuji adalah Influencer TikTok. Brand Awarenes, dan Interaktivitas Pengguna. Analisis Karakteristik Responden Analisis merupakan evaluasi terhadap data demografis Tabel 1. Hasil Nilai Outer Loading Indikat Influencer TikTok BA1 BA2 BA3 BA4 IP1 IP2 IP3 IT1 0,946 IT2 0,926 IT3 0,935 Brand Interaktivit Awarenes as Pengguna 0,936 0,946 0,934 0,935 0,902 0,908 0,950 ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Indikat Influencer TikTok IT4 0,933 Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 Brand Interaktivit Awarenes as Pengguna Indikat Influencer TikTok IP1 0,687 IP2 0,838 IP3 0,785 IT1 0,946 IT2 0,926 IT3 0,935 IT4 0,933 Pada Tabel 1 dijelaskan bahwa nilai outer loading pada setiap variabel lebih besar dari 0,7 sehingga data dinyatakan valid dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Tabel 2. Hasil Nilai Average Variance Extracted (AVE) Konstruk Influencer TikTok Brand Awarenes Interaktivitas Pengguna Cronb ach's rho_a rho_c AVE 0,952 0,952 0,965 0,874 0,909 0,917 0,943 0,847 0,954 0,954 0,967 0,879 Selain melalui cross loading, validitas diskriminan juga diperkuat oleh nilai AVE yang seluruhnya berada di atas 0,5. Dengan demikian, setiap konstruk dalam penelitian ini secara empiris berbeda dengan konstruk Uji Reliabilitas Konstruk (Composite Reliabilit. Hasil menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai Cronbach Alpha di atas 0,7 dan Composite Reliability lebih besar dari 0,6. Seluruh batas tersebut mengacu pada rekomendasi Ghozali . Dengan demikian, ketiga variabel menunjukkan keandalan yang tinggi dan indikatorindikatornya merepresentasikan konstruk laten masingmasing. Hasil analisis AVE menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,5. Variabel Interaktivitas Pengguna memperoleh nilai AVE tertinggi sebesar 0,879, disusul Influencer TikTok sebesar 0,874 dan Brand Awarenes sebesar 0,847. Secara keseluruhan, nilai AVE tersebut menunjukkan bahwa konstruk memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan variansi indikatornya. Validitas Diskriminan Validitas diskriminan dipenuhi melalui analisis cross loading. Menurut (Hair et al, 2. , validitas diskriminan dianggap baik apabila nilai loading suatu indikator terhadap konstruknya sendiri lebih besar dibandingkan nilai loading terhadap konstruk lain dalam Berdasarkan hasil tersebut, seluruh indikator memiliki nilai cross loading yang lebih tinggi pada variabel yang diukurnya dibandingkan dengan variabel lainnya. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Koefisien Determinasi (RA) Tabel 4. Hasil Nilai R-Square Konstruk R-square Brand Awarenes 0,744 Interaktivitas Pengguna 0,754 Adjusted R-square 0,740 0,752 Nilai R-Square Adjusted pada Brand Awarenes sebesar 0,740, yang berarti 74,0% Brand Awarenes dijelaskan oleh variabel lain yang diteliti, sedangkan sisanya 26% dipengaruhi oleh variabel di luar model. Nilai R-Square Adjusted pada Interaktivitas Pengguna sebesar 0,752, yang berarti 75,2% variabilitas konstruk tersebut dapat dijelaskan oleh variabel yang Tabel 3. Nilai Discriminant Validity Cross Loading Indikat Influencer TikTok BA1 0,817 BA2 0,775 BA3 0,821 BA4 0,841 Brand Interaktivit Awarenes as Pengguna 0,902 0,675 0,908 0,781 0,950 0,810 0,795 0,809 0,743 0,840 0,808 0,835 0,801 0,762 Brand Interaktivit Awarenes as Pengguna 0,755 0,936 0,771 0,946 0,788 0,934 0,780 0,935 ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 diteliti, sedangkan sisanya 24,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Predictive Relevance (QA) Uji Q-Square dilakukan untuk mengetahui seberapa baik observasi yang dilakukan oleh model. Nilai QA dihitung menggunakan nilai R-Square variabel endogen sebagai berikut: QA = 1 - . - 0,. - 0,. = 1 - . ,26 y 0,. = 0,93552. Nilai tersebut lebih besar dari 0 sehingga model penelitian ini memiliki predictive relevance yang baik. Gambar 1. Uji Bootstrapping Tabel 6. Hasil Nilai Koefisien Jalur Hubungan Effect Size (FA) Tabel 5. Hasil Nilai F-Square Konstruk Influencer TikTok Brand Awarenes Interaktivitas Pengguna STD TEV stat Pvalu Influencer TikTok 0,86 0,86 18,70 0,00 Ie Interaktivitas 0,046 Pengguna Influencer TikTok 0,50 0,49 0,00 Brand 0,112 4,466 Awarenes Interaktivitas 0,38 0,39 0,00 Pengguna Ie 0,119 3,226 Brand Awarenes Interakti Brand Influence Awarene r TikTok Penggun 0,247 3,061 0,143 Signifikansi hipotesis dilihat dari nilai P-Values dan T-Values melalui hasil bootstrapping pada tabel path coefficient dan specific indirect effect. Kriteria signifikansi digunakan pada P-Value kurang dari 0,05 dan nilai t-statistik lebih dari 1,96. Uji F-Square merupakan ukuran efek yang menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Berdasarkan hasil tersebut. Influencer TikTok memberikan efek terhadap Brand Awarenes dan Interaktivitas Pengguna, sedangkan Interaktivitas Pengguna juga memberikan efek terhadap Brand Awarenes. Uji Mediasi Analisis SEM digunakan untuk menganalisis pengaruh antar konstruk secara langsung . irect effec. dan tidak langsung . ndirect effec. Efek langsung merupakan koefisien dari hubungan antar variabel tanpa melalui variabel perantara, sedangkan efek tidak langsung merupakan efek yang muncul melalui variabel antara. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan setelah pengujian validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas. Nilai koefisien jalur atau inner model menunjukkan tingkat signifikansi dalam pengujian hipotesis. Uji signifikansi dilakukan dengan metode bootstrapping pada aplikasi SmartPLS. Tabel 7. Direct Effect dan Indirect Effect Pengaruh T-stat PKetera value ngan Influencer TikTok 0,86 18,70 Signifik Interaktivitas 0,000 Pengguna Influencer TikTok 0,50 Signifik Brand 4,466 0,000 Awarenes ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Pengaruh T-stat Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 pengguna seperti memberikan likes, komentar, shares, repost, duet, dan stitch dapat meningkatkan eksposur merek sehingga lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Dalam teori S-O-R, interaktivitas pengguna berperan sebagai organism, yaitu respons pengguna setelah menerima stimulus dari Semakin tinggi keterlibatan pengguna terhadap konten, semakin besar peluang terbentuknya brand awareness terhadap merek Somethinc. PKetera value ngan Interaktivitas 0,38 Signifik Pengguna Ie Brand 3,226 0,001 Awarenes Influencer TikTok Interaktivitas 0,33 Signifik 3,336 0,001 Pengguna Ie Brand 1 Awarenes Berdasarkan pengujian tidak langsung, nilai original sample sebesar 0,331. T-Statistic 3,336 lebih besar dari 1,96, dan P-Value 0,001 lebih kecil dari 0,05. Artinya, pengaruh tidak langsung melalui Interaktivitas Pengguna dinyatakan signifikan. Karena jalur langsung dan jalur tidak langsung sama-sama signifikan, maka mediasi yang terjadi bersifat parsial. Pengaruh Influencer TikTok terhadap Interaktivitas Pengguna Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Interaktivitas Pengguna dengan koefisien sebesar 0,865. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Tingginya pengaruh ini dapat dijelaskan oleh karakteristik Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan cenderung menjadikan influencer sebagai sumber referensi dalam mencari informasi Selain itu, konten influencer yang autentik, relevan, dan mengikuti tren mampu mendorong pengguna untuk memberikan respons dalam bentuk likes, komentar, maupun Dukungan algoritma TikTok yang memprioritaskan konten dengan tingkat interaksi tinggi juga turut memperkuat hubungan tersebut. Dalam perspektif teori SO-R, influencer berperan sebagai stimulus yang mampu mendorong munculnya respons pengguna dalam bentuk interaktivitas yang Pengaruh Influencer TikTok terhadap Brand Awareness Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness produk Somethinc. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kredibilitas, daya tarik, keahlian, dan kepercayaan yang dimiliki influencer, maka semakin tinggi pula Somethinc. Dalam perspektif teori StimulusOrganism-Response (S-O-R), influencer TikTok berperan sebagai stimulus yang menyampaikan informasi dan pengalaman terkait produk kepada audiens. Stimulus tersebut kemudian menghasilkan response berupa meningkatnya kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat merek. Temuan ini sejalan dengan penelitian Atika dan Puruwita . Della dan Mutia Ulfa . , serta Al Fajri dan Septrizola . yang menyatakan bahwa influencer marketing berpengaruh positif terhadap brand awareness. Peran Mediasi Interaktivitas Pengguna Hasil uji indirect effect menunjukkan bahwa Interaktivitas Pengguna mampu memediasi pengaruh Influencer TikTok terhadap Brand Awareness secara signifikan. Dalam teori S-O-R, influencer bertindak sebagai stimulus, interaktivitas pengguna sebagai organism, dan brand awareness sebagai response. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh influencer terhadap brand awareness tidak hanya terjadi melalui paparan Pengaruh Interaktivitas Pengguna terhadap Brand Awareness Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaktivitas Pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 BULAN 2026 konten secara langsung, tetapi juga melalui keterlibatan pengguna setelah melihat konten Aktivitas seperti memberikan likes, komentar, shares, duet, dan stitch mendorong konten memperoleh jangkauan yang lebih luas sehingga merek lebih sering muncul dalam Kondisi meningkatkan peluang konsumen untuk mengenali dan mengingat merek Somethinc. Temuan keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada pemilihan influencer yang tepat, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan konten yang mampu mendorong partisipasi aktif pengguna. dalam meningkatkan brand awareness tidak hanya terjadi melalui penyampaian pesan secara langsung, tetapi juga melalui keterlibatan aktif pengguna setelah terpapar konten promosi. DAFTAR PUSTAKA