Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus IMPLEMENTASI MITIGASI BENCANA ALAM BERBASIS MASYARAKAT MELALUI KAMPUNG SIAGA BENCANA DI DESA CIHANJUANG KECAMATAN CIMANGGUNG KABUPATEN SUMEDANG Septian Dwi Pangestu1. Muhammad Fedryansyah2 1 2Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Padjadjaran Article history Received : 2023-06-05 Revised : 2023-08-09 Accepted : 2023-08-10 *Corresponding author : 1septian19003@mail. id, 2 fedryansyah@unpad. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Bencana alam menimbulkan kerugian dan kerusakan yang masif serta berdampak cukup besar baik secara material maupun non material dan dapat menimbulkan perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai pihak Minimnya pengetahuan masyarakat akan tindakan dan penanggulangan terhadap bencana melalui mitigasi yang terjadi di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung menyebabkan kejadian bencana alam yang rutin terjadi memiliki dampak yang cukup serius. Sehingga dibentuklah program Kampung Siaga Bencana di Desa Cihanjuang. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan implementasi mitigasi bencana berbasis masyarakat yang dilakukan melalui penerapan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang berdasarkan aspek yang dijelaskan oleh Rukminto, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi Hasil penelitian mendiskripsikan dan menggambarkan bahwa implementasi mitigasi bencana alam melalui KSB di Desa Cihanjuang telah berjalan dengan cukup optimal dalam aspek perencanaan dan Hal ini ditunjukan dengan pelaksanaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui proses lokal. SDM lokal, kebudayaan lokal, pengetahuan lokal, dan keterampilan lokal. Sedangkan aspek diimplementasikan secara optimal dalam kegiatan mitigasi bencana alam berbasis masyarakat melalui KSB di Desa Cihanjuang. Kata Kunci : Mitigasi. Kampung Siaga Bencana. Bencana Alam ABSTRACT Natural disasters cause massive losses and damage and have quite a large impact both materially and non-materially and can cause changes to the socio-economic conditions of the people as the affected parties. The lack of public knowledge of actions and disaster management through mitigation that occurred in Cihanjuang Village. Cimanggung District, causes regular natural disasters to have quite a serious impact. So the Disaster Preparedness Village program was formed in Cihanjuang Village. This study aims to identify and describe the implementation of community-based disaster mitigation carried Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus out through the implementation of the Disaster Preparedness Village (KSB) in Cihanjuang Village. Cimanggung District. Sumedang Regency based on the aspects described by Rukminto, namely: planning, implementation, monitoring and evaluation. The method used is descriptive qualitative using in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The results of the research describe and illustrate that the implementation of natural disaster mitigation through KSB in Cihanjuang Village has been running quite optimally in the aspects of planning and implementation. This is demonstrated by the implementation involving various elements of society through local processes, local human resources, local culture, local knowledge and local skills. Meanwhile, the monitoring and evaluation aspects of the program have not been optimally implemented in community-based natural disaster mitigation activities through the KSB in Cihanjuang Village. Keywords: Mitigation. Disaster Alert Village. Natural Disasters PENDAHULUAN Sepanjang tahun 2021 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa kejadian bencana di Indonesia tercatat sebanyak 3. 092 kejadian dengan mayoritas didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor (BNPB, 2. Kondisi geografis dan bentang alam wilayah Indonesia yang sangat beragam menjadikan Indonesia memiliki risiko kerentanan terhadap bencana alam cukup besar. Salah satu wilayah dengan kerentanan terhadap ancaman bencana alam adalah Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Daerah ini memiliki kerentanan terhadap terjadinya bencana alam terutama tanah longsor dan juga banjir. Bencana dapat terjadi kapan saja dan dimana saja yang dapat disebabkan oleh faktor alam atau faktor non alam . aktor manusi. sehingga dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis hingga merenggut korban jiwa (Femil, et al, 2. Hal ini tentu menimbulkan kerugian dan kerusakan yang masif serta berdampak cukup besar baik secara material maupun non material. Kerusakan yang terjadi menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar dan dapat menimbulkan perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai pihak terdampak. Terkait dengan terjadinya bencana alam yang terjadi diperlukan sistem Sistem manajemen bencana mencakup tiga tahapan yang digambarkan dalam siklus pra bencana, tanggap bencana, dan pasca bencana (IDEP, 2. Manajemen kebijakan penanggulangan bencana yang banyak dilaksanakan di Indonesia selama ini dilakukan melalui skema Aotop downAo yang mengedepankan penanggulangan program bencana yang berasal dari pemerintah atas lalu turun ke jajaran pelaksana hingga masyarakat terdampak di bawah. Hal ini menimbulkan antisipasi bencana yang hanya berfokus kepada pemerintah tanpa memperhitungkan masyarakat lokal sebagai pihak yang mengalami dampak dari bencana itu sendiri (Habibullah, 2. Sistem yang banyak diterapkan ini akhirnya hanya menimbulkan tindakan pendekatan terhadap bencana saat sudah terjadi tanpa dapat memberikan perubahan193 Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus perubahan sosial pada masyarakat untuk dapat membangun dan melaksanakan upaya pencegahan bencana secara mandiri. Ketidaktahuan akan manajemen bencana menjadikan masyarakat Desa Cihanjuang sebagai pihak yang menjadi korban dengan kerusakan serta kerugian dari bencana alam yang cukup besar. Minimnya pengetahuan masyarakat menyebabkan tindakan yang cenderung bersifat reaktif terhadap bencana sehingga justru menimbulkan kepanikan terhadap pengambilan tindakan saat bencana terjadi. Kejadian bencana alam yang terjadi mengakibatkan korban jiwa di Desa Cihanjuang. Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang mendorong upaya kajian dan penelitian akan penyebab dan penanganan bencana di wilayah tersebut. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah bencana pada tahap pra bencana. Dalam seharusnya diarahkan dengan melibatkan masyarakat untuk mengurangi dampak atau kerugian yang disebabkan oleh bencana Penanggulangan bencana berbasis intervensi, tindakan, kegiatan, rancangan, dan program dalam rangka mengurangi resiko akibat bencana, yang dibentuk oleh masyarakat di lokasi bencana (Femil, 2. Kejadian bencana alam yang terjadi Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung melalui Kementerian Sosial melaksanakan mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui Program Kampung Siaga Bencana (KSB). Keterlibatan masyarakat atau komunitas dalam mitigasi bencana alam diperlukan mengingat bahwa komunitas atau masyarakat merupakan pihak yang merasakan sekaligus menjadi korban dari sebuah bencana alam. Penelitian ini merupakan upaya dalam mengkaji implementasi pelaksanaan program Kampung Siaga Bencana yang berlokasi di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Pengkajian implementasi mitigasi bencana alam berbasis masyarakat meliputi proses awal perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi program Kampung Siaga Bencana. METODE Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penggunaan metode deskriptif peneliti lakukan untuk mencari hubungan sebab akibat serta alasan mengapa suatu fenomena dapat terjadi sehingga didapatkan data deskriptif secara utuh dan mendalam terhadap kegiatan pelaksanaan Kampung Siaga Bencana Di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan studi Analisis dan pengolahan data melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan hasil dalam bentuk pelaporan secara aktual. Didukung dengan triangulasi sumber data untuk menguji keabsahan data penelitian. Dalam penelitian ini teori community development digunakan dalam mengkaji implementasi program Kampung Siaga Bencana dari Kementerian Sosial yang dilaksanakan di wilayah Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Upaya community development dilakukan dengan tindakan intervensi terhadap komunitas atau masyarakat. Intervensi komunitas dalam penelitian ini adalah tahapan pelaksanaan dari program Kampung Siaga Bencana. Tahapan intervensi komunitas menurut Isbandi Rukminto Adi . 3 : . terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluas Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus Unsur masyarakat memiliki peranan yang penting dalam mitigasi. Konsep penelitian ini menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Jim Ife . yang mencakup unsur pengetahuan lokal, kebudayaan lokal, sumber daya lokal, proses lokal, dan keterampilan lokal. Sebagai sebuah desa yang memiliki kondisi topografi hamparan pada dataran tinggi dan perbukitan wilayah Desa Cihanjuang memiliki kerawanan terhadap kejadian bencana alam yang selalu terjadi bahkan rutin melanda di desa ini. Wilayah Desa Cihanjuang setiap tahunnya memiliki ancaman kejadian bencana alam utamanya adalah banjir dan tanah longsor. HASIL DAN PEMBAHASAN Kejadian Bencana Di Desa Cihanjuang Tabel 4. 1 Data Kebencanaan Wilayah Kecamatan Cimanggung 2022 Tanggal Jenis Bencana Lokasi 17 /02/2022 Kebakaran rumah Dsn. Jambu Aer Desa Sindulang 19/02/2022 Tanah Longsor 31/04/2022 Kebakaran rumah 8/07/2022 Angin puting Kebakaran rumah 31/08/2022 23/10/2022 1/11/2022 17/12/2022 19/12/2022 20/12/2022 Tanah longsor Tanah longsor Banjir bandang dan longsor Tanah longsor Tanah longsor Dsn. Cihanduras Desa Mangunraga Dsn. Warunggenang Desa Cimanggung Desa Cikahuripan Dsn. Warunggenang Desa Cimanggung Desa Tegalmanggung Kp. Babakan Desa Cimanggung Desa Cihanjuang dan Sawahdadap Dsn. Ciseupan Desa Sindulang Dsn. Lebakkaso Desa Cikahuripan Korban/Kerusakan Satu Rumah Terbakar Satu rumah terbakar 1 rumah 2 rumah 2 orang tewas 144 KK Mengungsi 1 orang tewas (Sumber : Gerakan Muda Peduli Ala. Melalui tabel data kebencanaan di atas dapat dilihat bahwa wilayah Kecamatan Cimanggung memiliki kerentanan terhadap risiko bencana, utamanya adalah kejadian bencana banjir dan tanah longsor. Pihak yang terdampak dari kejadian bencana alam di Desa Cihanjuang berasal dari berbagai elemen dan kalangan masyarakat baik dari aparat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga warga lokal merasakan dampak dari kejadian bencana alam yang terjadi. Hasil asesmen tentang kerentanan kejadian bencana alam wilayah Desa Cihanjuang dibahas lebih lanjut pada hasil tahapan perencanaan implementasi mitigasi bencana alam melalui KSB. Kejadian bencana alam yang setiap tahunnya rutin melanda Desa Cihanjuang menjadi salah satu faktor yang mendukung untuk dilaksanakannya Program Kampung Siaga Bencana (KSB). Dari data yang ada dapat dilihat bahwa kejadian bencana alam bersifat destruktif dan menimbulkan kerugian baik materil dan non materil yang cukup besar setiap tahunnya. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Cimanggung merupakan salah satu upaya yang dilakukan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus oleh pemerintah yang dalam hal ini melalui Kementerian Sosial untuk dapat 48 menghasilkan masyarakat yang mandiri dalam sistem manajemen bencana utamanya dalam proses pra bencana. Melalui penyelenggaraan program KSB di Desa Cihanjuang penanggulangan bencana, komunitas lokal dapat bergerak dari diri mereka sendiri untuk menangani masalah kebencanaan di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan akan intervensi dari pihak pemerintah maupun pihak di luar komunitas lokal tersebut yang dalam hal ini adalah masyarakat Desa Cihanjuang. Kampung Siaga Bencana Di tahun 2021 Kementerian Sosial merespon kejadian pasca bencana dan kerentanan wilayah Cimanggung akan bencana akhirnya membentuk Program Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Sumedang. Sehingga respon pasca bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung layak untuk melaksanakan program KSB dari Kementerian Sosial bersama dengan Kecamatan Tanjung Kerta di wilayah Kabupaten Sumedang. Perlu diketahui bahwa program Kampung Siaga Bencana bencana sendiri merupakan program yang memiliki lingkup pada satu wilayah kecamatan yang terdiri atas beberapa desa/kelurahan. Program Kampung Siaga Bencana yang dilaksanakan di Kecamatan Cimanggung sendiri bernama Cimanggung Sauyunan. Kegiatan utama dari Kampung Siaga Bencana kebencanaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial melalui TAGANA (Taruna Siaga Bencan. selama 3 hari. Pelatihan kebencanaan yang dilaksanakan mencakup aspek manajemen bencana dalam hal pra bencana, bencana, dan pasca Anggota program Kampung Siaga Bencana berjumlah 60 orang mewakili setiap desa yang menjadi wilayah program Kampung Siaga Bencana. Pelatihan yang dilaksanakan diikuti oleh anggota KSB satu kecamatan yang mewakili setiap desa di Kecamatan Cimanggung dari berbagai unsur masyarakat lokal baik pemerintahan. Dengan kejadian bencana yang terjadi kemudian pihak kabupaten melalui Dinas Sosial menurunkan program ke Desa Cihanjuang dan sekitarnya yang Kecamatan Cimanggung. Hal ini karena daerah-daerah tersebut tergolong ke dalam wilayah rawan Desa Cihanjuang yang menjadi salah satu lokasi rawan bencana di Kecamatan Cimanggung pada akhirnya ditunjuk sebagai Pilot Project Kampung Siaga Bencana Cimanggung. Sehingga mayoritas anggota, inti pelaksana, hingga lumbung logistik ada di Desa Cihanjuang. Perencanaan Dalam aspek perencanaan kegiatan implementasi mitigasi bencana alam dalam sub aspek persiapan lapangan dan petugas (Sumber Daya Manusi. melibatkan unsur sumber daya lokal dari masyarakat Desa Cihanjuang. Sumber daya lokal yang terlibat dalam persiapan petugas dan lapangan mencakup unsur warga, pemuda, tokoh masyarakat (RT & RW). LSM, serta pemerintah desa setempat. Sehingga hal ini KSB melibatkan sumber daya lokal dalam perencanaan program. Peran yang dimiliki setiap pihak juga berbeda tetapi saling berkesinambungan antar pihaknya. Hal ini sesuai dengan konsep KSB yaitu melibatkan melibatkan pilar-pilar dalam masyarakat serta stakeholder pendukung. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa proses asesmen sebagai bagian tahapan perencanaan menunjukan bahwa daerah Desa Cihanjuang merupakan wilayah dengan aspek kerentanan terhadap Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus bencana yang cukup tinggi terutamanya bencana banjir dan tanah longsor. Faktor penyebab bencana yang terjadi diakibatkan oleh alam seperti kondisi topografi daerah Cihanjuang yang berupa perbukitan dan dataran rendah. Serta faktor non-alam utamanya karena alih fungsi lahan . ereng, resapan air, persawahan, dan lain sembarangan, hingga kelalaian manusia . inimnya pengetahuan mitigasi bencana, siap siaga, hingga pasca bencan. Proses asesmen dilakukan dengan memperhatikan aspek sumber daya dan proses lokal yang dimiliki oleh komunitas masyarakat di Desa Cihanjuang. Hal ini ditunjukan dengan keterlibatan warga lokal secara aktif dalam tahapan asesmen untuk mitigasi kebencanaan banjir maupun Warga lokal dianggap sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi wilayah tempat mereka tinggal sehingga mereka dapat dilibatkan dalam setiap tindakan program. Hal ini sejalan dengan prinsip etik peksos yaitu klien menentukan nasibnya sendiri dalam menjalankan program yang terbaik bagi masyarakat. Serta masyarakat dapet mengetahui potensi dan sumber daya yang mereka miliki di lingkungan sekitarnya. Pendanaan atau budgeting dari program KSB tidaklah memiliki anggaran dasar yang jelas terlapor dan terstruktur AD/ART lembaga/program. Hasil perencanaan pendanaan yang diketahui oleh pengurus KSB berbentuk suplai dana dalam pelatihan dan bantuan logistik yang disediakan oleh pihak pemerintah yang dalam hal ini adalah melalui Kementerian Sosial. Penyediaan logistik sesuai dengan fokus KSB yaitu dalam pemenuhan lumbung bencana sebagai kesiapsiagaan logistik lokal. Hasil penelitian menunjukan bahwa, meskipun tidak memiliki anggaran dasar yang jelas pengurus KSB dapat tetap melaksanakan kegiatan mitigasi melalui sumber-sumber anggaran secara mandiri maupun didukung oleh anggaran dari pemerintah desa. Selain itu pengurus KSB juga mengajukan pendanaan kepada pihak diluar kepengurusan seperti lembaga dan perusahaan di sekitar wilayah Desa Cihanjuang. Berdasarkan hasil penelitian tahapan pemformulasian rencana aksi yang terkait dengan kegiatan mitigasi bencana alam tidaklah direncanakan secara spesifik Artinya pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana alam yang dilaksanakan merupakan inisiatif dari pengurus KSB saat ini. Tetapi dari hasil wawancara terhadap pengurus KSB didapatkan rencana kegiatan mitigasi yang dilaksanakan melalui program KSB. Program-program tersebut diantaranya adalah reboisasi lereng, sedekah sampah, jumat bersih, gotong royong, pemasangan plang siap siaga, penggalian sungai, serta sedekah sampah. Tidak adanya perencanaan secara formal mengakibatkan akan terus munculnya program baru seiring dengan kebutuhan yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat Desa Cihanjuang saat ini. Perencanaan dilaksanakan melibatkan berbagai unsur sumber daya lokal yang termasuk di dalam kepengurusan KSB. Perencanaan program mitigasi juga mengedepankan aspek kebudayaan dan proses lokal di dalamnya. Hal ini terlihat dari perencanaan program mitigasi yang mengutamakan kebersamaan kolektif antar masyarakat lokal. Sehingga kebudayaan lokal yang mengedepankan kebersamaan seperti gotong royong dan jumat bersih dapat dilaksanakan. Pelaksanaan Dalam aspek pelaksanaan program mitigasi bencana alam berbasis masyarakat kegiatan yang telah dilaksanakan dapat dikatakan telah sesuai dengan perencanaan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus Pelaksanaan program mitigasi bencana alam mengedepankan jenis tindakan mitigasi yang bersifat non struktural. Kegiatan mitigasi bencana alam non struktural seperti reboisasi lereng, jumat bersih, gotong royong, sedekah sampah, edukasi dan advokasi mitigasi ke sekolah-sekolah. Pelaksanaan bencana alam non struktural sejalan dengan fokus pelaksanaan tindakan mitigasi di Indonesia itu sendiri yaitu membentuk kegiatan mitigasi yang sinkron dengan kondisi sosial, budaya, serta ekonomi lokal Jenis mitigasi non struktural yang dilakukan mengutamakan pelaksanaan mitigasi yang juga berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam membuat keputusan, menolong diri, dan membangun dari dirinya sendiri. Selain itu pelaksanaan mitigasi bencana alam yang dilaksanakan oleh KSB di Desa Cihanjuang Khususnya dalam upaya pembangunan pencegahan bencana yang dilakukan oleh pemerintah desa seperti pembangunan bronjong penahan tanah dan pengerukan sedimentasi sungai penyebab banjir. Adapun pendekatan mitigasi yang diutamakan dalam pelaksanaan mitigasi bencana melalui KSB adalah tindakan berbasis manusia dan kultural. Kedua jenis pendekatan tersebut digunakan karena merupakan bentuk upaya pendekatan yang masyarakat langsung secara aktif. Melalui bentuk pendekatan mitigasi yang dilakukan masyarakat di Desa Cihanjuang dapat menyadari potensi dan kondisi lingkungan sekitarnya yang rawan akan ancaman Jenis dan pendekatan kegiatan mitigasi bencana alam yang dilaksanakan melalui KSB secara tidak langsung merupakan sebuah tindakan membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat melalui kearifan lokal yang dimiliki sejak lama seperti dalam kegiatan gotong royong, masyarakat lokal akan jenis tanah dan aliran air yang memiliki dampak cukup besar dalam terjadinya bencana banjir dan tanah Keterlibatan aktif elemen masyarakat di dalam kegiatan mitigasi kebencanaan melalui KSB terlihat dari peran serta setiap Mulai dari pemerintah desa bersama dengan tokoh masyarakat yang berperan sebagai koordinator dan pelaksana kegiatan, warga dan kepemudaan yang terlibat dalam teknis pelaksanaan kegiatan hingga peran serta berbagai pihak dan stakeholder. Pihak yang terlibat mencakup lembaga lokal yang diwakili oleh GEMPA. CSR perusahaan melalui PT Coca Cola Amatil, pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial. BPBD, dan Dinas PUPR, serta lembaga/institusi pendidikan melalui Universitas Padjadjaran. Melalui keterlibatan masyarakat di dalam kegiatan mitigasi bencana alam oleh KSB dapat diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan mitigasi yang dilakukan di Desa Cihanjuang memiliki pengetahuan dan kebudayaan lokal dalam melakukan tindakan mitigasi bencana utamanya dalam bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini ditunjukan dari pengetahuan tokoh masyarakat tentang bagaimana jenis tanah menurut budaya sunda, pembentukan terasering pada lereng, hingga budaya untuk melakukan gotong royong lingkungan yang dilakukan sejak dahulu hingga saat ini. Dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan mitigasi kebencanaan melalui KSB masyarakat lokal di Desa Cihanjuang mampu memanfaatkan sumber daya dan Pelaksanaan KSB membuat masyarakat Desa Cihanjuang keterampilan yang meningkat dalam menghadapi risiko bencana khususnya dalam pencegahan pengurangan dampak bencana melalui kegiatan mitigasi. Jika Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus keterampilan lokal yang terbatas, saat ini masyarakat lebih berkembang melalui pelatihan dan praktik yang telah mereka laksanakan selama ini. Unsur masyarakat telah dilibatkan sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana melalui KSB, sekaligus menjadi sebuah proses lokal yang dapat dipahami dan diterima oleh komunitas lokal itu sendiri yang dalam hal ini adalah masyarakat Desa Cihanjuang. Pelaksanaan bencana alam melalui KSB menggunakan dua sumber anggaran dana, yaitu secara mandiri dan melalui pemerintah desa. Penggunaan dana mandiri dikelola oleh anggota KSB itu sendiri diluar pihak pemerintah desa. Kegiatan pelaksanaan yang menggunakan sumber anggaran mandiri utamanya adalah kegiatan mitigasi yang bersifat non struktural. Sedangkan kegiatan yang struktural menggunakan anggaran yang didukung oleh pemerintah Sumber anggaran mandiri KSB juga turut didukung oleh kegiatan mitigasi yang diinisiasi oleh lembaga lokal GEMPA yaitu sedekah sampah. Keanggotaan KSB dan GEMPA yang saling terikat menjadikan pemasukan sedekah sampah sebagai salah kegiatan mandiri yang dilakukan oleh KSB. Hal yang masih menjadi persoalan dalam masalah anggaran pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana KSB adalah belum adanya ketentuan dasar yang mengatur sumber anggaran secara pasti dalam kegiatan KSB. Meskipun program KSB adalah program yang bersifat mandiri tentu dalam pelaksanaan dan teknis kegiatannya masih memerlukan dukungan anggaran yang pasti, karena dana mandiri yang yang dikumpulkan oleh anggota KSB saat ini masih belum dapat memenuhi aspek pelaksanaan kegiatan. Selain itu, hal ini koordinasi yang belum terbentuk secara baik antara pengurus KSB dan pemerintah sebagai pihak yang membentuk program ini di Desa Cihanjuang. Monitoring dan Evaluasi Dalam aspek monitoring dan evaluasi program KSB di Desa Cihanjuang belumlah berjalan secara formal dengan melibatkan kegiatan yang terstruktur. Dari hasil penelitian di lapangan didapatkan fakta bahwa proses monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini hanya dilakukan oleh pihak internal KSB saja 81 dan tidak bersifat formal yang melibatkan seluruh Baik itu pada tingkat KSB dalam lingkup desa maupun keseluruhan satu kecamatan. Tidak monitoring dan evaluasi mengakibatkan tidak adanya laporan resmi kegiatan maupun tolak ukur dari keberhasilan pelaksanaan program mitigasi yang dijalankan selama ini. Melalui hasil penelitian yang telah dikemukakan terdapat tiga masalah utama yang terjadi dalam implementasi kegiatan mitigasi bencana melalui KSB di Desa Cihanjuang yaitu : menurunnya keaktifan dan keterlibatan masyarakat, regulasi anggaran kegiatan, dan minimnya komunikasi dan kerjasama antar KESIMPULAN DAN SARAN Hasil mengungkapkan bahwa secara umum implementasi mitigasi bencana alam yang dilaksanakan melalui program Kampung Siaga Bencana di Desa Cihanjuang yang mencakup aspek perencanaan pelaksanaan telah dilaksanakan. Sedangkan aspek monitoring dan evaluasi program belum diimplementasikan secara optimal dalam kegiatan mitigasi bencana alam berbasis masyarakat melalui KSB di Desa Cihanjuang. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut : Dalam tahapan perencanaan, monitoring dan evaluasi belum direncanakan secara optimal dan terstruktur. Sehingga tahapan monitoring dan evaluasi yang sesuai dengan perencanaan dan tujuan dari kegiatan KSB itu sendiri. Serta tidak adanya regulasi anggaran yang jelas dalam perencanaan kegiatan KSB sehingga pelaksanaan dan monev dipertanggungjawabkan oleh pihak pengurus KSB. Perencanaan program memerlukan spesifikasi kegiatan mitigasi yang jelas dan terukur sehingga tolak ukur keberhasilan program dapat dilaporkan anggota KSB. Pihak pemerintah desa dan instansi yang terkait dengan KSB seperti Dinsos dan Kementerian Sosial perlu memberikan pembinaan dan pengawasan secara berkala terhadap kepengurusan KSB. Diperlukan penetapan regulasi anggaran implementasi kegiatan mitigasi bencana oleh KSB di Desa Cihanjuang. Perlunya peningkatan komunikasi dan koordinasi di antara anggota KSB terhadap pihak-pihak yang juga terlibat dalam program KSB seperti pemerintah desa, kecamatan, dinas sosial. BPBD, hingga kementerian sosial. DAFTAR PUSTAKA Adi. Isbandi R. KESEJAHTERAAN SOSIAL (Pekerjaan Sosial. Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembanguna. PT Grafindo Persada : Jakarta. Abdul Wahab. Solichin. Analisis Kebijakan. Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijakan Negara. Bumi Aksara. Jakarta. Amran. PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR MELALUI KELOMPOK KAMPUNG SIAGA BENCANA. PEKSOS: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 15 No 1. Badan Pusat Statistik. Kecamatan Cimanggung Dalam Angka 2021. Sumedang Badan Pusat Statistik. Kecamatan Cimanggung Dalam Angka 2022. Sumedang BBRVPD Cibinong | Kemensos RI. October . BBRVPD Cibinong | Kemensos RI. http://bbrvbd. id/modul php?name=News&file=article&si d=195 Belnawane. KAMPUNG SIAGA BENCANA SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS KOMUNITAS DI INDONESIA: POLITIK PEMBANGUNAN DAN PARTISIPASI DALAM DISKURSUS PEMBANGUNAN KEBENCANAAN. SOSIO KONSEPSIA, 5 No 1. Bencana Terjang Jabar: Longsor Cimanggung hingga Banjir Bandang Garut. December detikNews. https://news. com/beritajawa-barat/d-5871707/bencanaterjang-jabar-longsor-cimanggunghingga-banjir-bandang-garut Beragam Faktor Pemicu Bencana Longsor Sumedang Awal Januari. BNPB. https://bnpb. id/berita/beragam -faktor-pemicu-bencana-longsorsumedang-awal-januari Buchari. Manajemen Mitigasi Bencana Kelembagaan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal : 192 - 201 Available Online at jurnal. id/focus Masyarakat di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Garut Indonesia. Sawala: Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial. Desa dan Masyaraka. No1, https://doi. org/10. 24198/sawala. Faisal. PENGEMBANGAN MODEL PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI KESIAPSIAGAAN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 24 BANDUNG. BIYAN: Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial, 3 No 2, 130-150. Grindle. Merilee S. Politics and Policy Implementations in the Third World. New Jersey : Princetown University Press. Habibullah. KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS KOMUNITAS: KAMPUNG SIAGA BENCANA DAN DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 18 No https://doi. org/10. 33007/inf. Haider. Community-based Approaches to Peacebuilding in Conflict-affected Fragile Contexts. the Governance and Social Development Resource Centre. Pranata. IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG SIAGA BENCANA KELURAHAN TANJUNG UNGGAT KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNG PINANG. Ramli. Soehatman. Pedoman Praktis Manajemen Bencana (Disaster Managemen. Dian Rakyat : Jakarta. Republik Indonesia. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun Tentang Penanggulangan Bencana. Rustanto. Penelitian Kualitatif Pekerjaan Sosial. Remaja Roadakata : Bandung. Soetomo. Strategi-Strategi Pengembangan Masyarakat. Pustaka