5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 PELATIHAN KARYA ANYAM SIMPAI DALAM UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SD Wahyu Nugroho*1. Agus Budi Santosa2. Angga Setiawan3 1,2,3 STKIP PGRI Trenggalek wn93@gmail. com , 2agus. budiku@gmail. as@gmail. Abstract Woven simpai are one of the local products that have economic value. This has become one of the potentials to help the community in preserving local wisdom as well as in cultivating an entrepreneurial spirit in the younger generation, especially in the Jajar village area. Gandusari sub-district. Trenggalek district. The woven simpai is a form of local wisdom in the Jajar village which is made from simpai rope materials such as plastic. This woven has a philosophical message that is implied in its manufacture. The message of local wisdom lies in the design of the woven ropes which are parallel to the color variations which are lined up in multiple rows, this is taken from the name of the village of jajar in Javanese which means equivalent or side by side. However, the problems that arise when there is only one simpai craftsman who has survived to this day, coupled with their old age, makes this local woven product endangered, besides that there is no awareness and outreach from the village government to involve the younger generation, especially at the elementary school level. therefore it is necessary to pass on these skills to the younger generation, especially to children who are around the Jajar village by collaborating with SDN 1 and SDN 2 Jajar partners by involving the student's guardians. The purpose of this community service is to provide training in fostering concern for preserving local wisdom and fostering an entrepreneurial spirit for elementary school students, especially for high school The method used in this activity is to conduct training and socialization, so that local woven simpai products can be preserved and developed among the parents of students in the scope of elementary school education and class Keywords : Training. Woven Simpai. Local Wisdom. Entrepreneurial Abstrak Anyaman simpai merupakan salah satu hasil karya produk lokal yang bernilai Hal ini menjadi salah satu potensi untuk membantu masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus dalam menumbuhkan jiwa kewirasuahaan pada generasi muda khususnya di daerah desa jajar kecamatan gandusari kabupaten Trenggalek. Karya anyam simpai menjadi salah satu bentuk kearifan lokal desa jajar yang terbuat dari bahan baku tali simpai seperti plastik. Anyaman ini memiliki pesan filosofis dari yang tersirat dalam pembuatannya. Pesan kearifan lokal terletak pada disain anyaman tali yang sejajar dengan variasi warna yang berjajar rangkap, hal ini diambil dari nama desa jajar dalam bahasa jawa yang artinya sepadan atau bersanding. Namun permasalahan yang muncul ketika hanya terdapat satu pengrajin simpai yang bertahan sampai sekarang, di tambah dengan usia yang sudah tua menjadikan produk lokal anyaman ini terancam punah, selain itu belum adanya kesadaran dan sosialisasi dari pemerintah desa untuk melibatkan generasi muda khususnya pada jenjang sekolah dasar, oleh sebab itu diperlukanya pewarisan keterampilan ini kepada generasi muda khususnya pada anak-anak yang ada di sekitar desa jajar dengan mengandeng mitra SDN 1 dan SDN 2 Jajar dengan melibatkan wali murid. Tujuan pengabdian masayarakat ini untuk memberikan pelatihan dalam menumbuhkan kepedulian melestarikan kearifan lokal dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi siswa sekolah dasar khususnya pada siswa kelas tinggi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan dan sosialisasi. Sehingga produk lokal anyaman simpai dapat di lestarikan dan di kembangkan di kalangan masyarakat orangtua siswa pada lingkup pendidikan sekolah dasar dan paguyupan kelas. Kata kunci Pelatihan. Anyam Simpai. Kearifan Lokal. Kewirausahaan PENDAHULUAN Analisis Situasi Mitra Desa Jajar merupakan desa yang terletak di kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Setidaknya terdapat dua sekolah dasar negeri yang ada di desa Jajar yakni SDN 1 Jajar dan SDN 2 Jajar. Sekolah dasar menjadi bagian penting dalam memperkuat pelestarian kearifan lokal yang ada di wilayah pedesaan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Jajar sebagai mitra utama, dengan pertimbangan akses yang mudah dicapai, jumlah siswa lebih banyak, terdapat aula yang cukup, serta telah terjalin komunikasi yang baik bersama mitra. Tidak jauh dari lokasi sekolah terdapat seorang pengrajin anyaman simpai yang sudah jarang ditemukan di Gandusari. Tidak sedikit siswa yang tinggal di sekitar rumah pengrajin tersebut, namun belum adanya kesadaran dan kepedulian dalam melestarikan produk lokal anyaman simpai menjadikan anyaman simpai kurang begitu di kenal di kalangan masyarakat khususnya pada generasi muda. Jika hal ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan produk lokal anyaman simpai tidak dapat ditemukan lagi di desa Jajar. Bersama mitra dan tim bersama melibatkan wali murid sebagai bagian dari masyarakat sekitar dengan pengrajin simpai setempat untuk bersama-sama memberikan dukungan dan fasilitas untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi bersama sebagai upaya dalam melestarikan kearifan lokal dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada siswa sebagai generasi muda di desa Jajar. Dengan melibatkan orangtua siswa dapat bersama-sama berkolaborasi untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dalam parenting support. Selain orang tua siswa, dan siswa itu sendiri guru juga perlu mendapatkan penguatan agar memiliki jiwa kewirausahaan sebagai seorang pendidik dengan memberikan kompetensi kewirausahaan dalam kegiatan yang produktif. Hal ini di sebabkan para guru akan lebih termotivasi dalam menumbuhkan kreatifitas, produk yang mandiri untuk menyiapkan peserta didiknya sebagai strategi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus melestarikan kearifan lokal desa jajar sebagai bentuk produk lokal anyaman simpai. Desa Jajar hanya memiliki satu pengrajin anyaman simpai yakni bapak Sumarji. Beliau yang sudah memasuki usia kepala tujuh masih menekuni bidang ini, di butuhkan ketekunan dalam membuat karya simpai dengan berbagai bentuk produk seperti tas, tempat bingkisan, tempat sampah, vas dan dompet. Bersama mitra tim mengajak beliau untuk bersama-sama memfasilitasi siswa agar produk lokal khas desa Jajar ini tidak punah dikalangan generasi muda. Bahan baku yang dibutuhkan dari anyaman simpai adalah tali simpai dari plastik bekas yang digunakan untuk ikatan pengiriman barang yang didatangkan dari trenggalek maupun dari tulungagung. Pengrajin sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat mengenalkan secara langsung teknik anyaman simpai pada generasi penerus khususnya kepada siswa sekolah dasar, harapannya tim juga akan memberikan fasilitas belajar bersama dalam pembuatan produk anyaman simpai kepada komunikas atau organisasi pemuda dan lansia pada program pengabdian yang akan Permasalahan Mitra Kearifan lokal merupakan sebuah produk warisan leluhur dari masyarakat suatu wilayah yang tidak dapat dinilai dengan materi. Dengan Pendidikan warisan budaya tetap menyatu dalam pembelajaran. Peningkatan perkembangan digital dalam pendidikan juga harus diimbangi dengan upaya menjaga budaya Indonesia agar tidak tergantikan oleh budaya asing. Salah satu produk lokal dari kearifan lokal desa Jajar adalah karya anyaman simpai. Teknik anyaman yang unik dengan tali plastik simpai bekas dapat di olah menjadi berbagai produk tepat guna seperti tempat sampah, tas, keranjang, vas bunga yang bernilai ekonomis. Jika dilakukan dalam skala lebih besar tidak menutup kemungkinan akan menjadi UMKM desa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun Anyaman ini terancam keberadaannya disebabkan berbagai faktor diantaranya. Setelah tim melakukan survei lapangan menunjukkan bahwa rendahnya motivasi dan jiwa kewirausahaan siswa hal ini disebabkan karena rendahnya dukungan orangtua, kesadaran guru belum secara menyeluruh, serta kurangnya sosialisasi menjadikan potensi anyaman simpai terancam, selain itu hanya terdapat satu pengrajin tunggal dalam desa Jajar, sehingga tidak adanya pewarisan keterampilan menjadikan produk lokal tersebut hilang dari masyarakat. selain itu usia pengarjin yang sudah memasuki kepada tujuh menjadikan kinerja dalam produksi sangat terbatas, hal ini yang menjadikan bapak Sumarji sangat antusias dan bersemangat ketika tim memberikan gagasan untuk terlibat langsung dalam pelatihan pengembangan anyaman simpai sebagai upaya pelestarian kearifan lokal dan jiwa kewirausahaan kepada generasi muda khususnya siswa di lingkungan desa Jajar. Faktor lain permasalahan mitra di sekolah adalah belum adanya ektrakulikuler dan fasilitator dalam membantu minat dan bakat siswa khususnya keterampilan anyaman simpai. Sebagai fasilitas sarana dalam pengembangan bakat dan minat siswa sekolah perlu memberikan dukungan untuk terlibat dalam melestarikan kearifan lokal desa dengan mengadakan program ekstrakulikuler yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah, selain itu belum adanya komunitas paguyupan kelas prakarya bagi wali murid menjadikan siswa belum mendapatkan dukungan sepenuhnya, sehingga siswa belum mengenal kreativitas dalam meneruskan karya anyam simpai. Selama survei observasi lapangan tim menemukan fakta bahwa sejauh ini belum adanya komunitas atau lembaga yang memfasilitasi program pelatihan secara berkelanjutan, oleh sebab itu dalam program pengabdian ini menjadi kesempatan tim untuk membantu mitra dalam memberikan pelayanan program pelatihan produk lokal karya simpa, selain itu komunikasi dengan pengrajin menjadi salah satu permasalahan yang muncul di masyarakat khususnya di lingkup pendidikan. Belum adanya pihak yang bergerak dalam menjalin komunikasi yang baik untuk meningkatkan kepedulian terhadap kearifan lokal karya anyam simpai dalam proses persiapan pewarisan ke generasi penerus, sehingga komunikasi antara mitra dan narasumber . perlu difasilitasi. METODE PELAKSANAAN Sebagai bentuk upaya dalam melaksanakan kegiatan secara sistematis perlu dilakukan kordinasi dan kesepakatan bersama baik dalam internal tim maupun dalam persiapan yang baik. Langkah pertama dalam kegiatan tim PKM ini adalah dengan membuka forum diskusi antar anggota untuk menentukan aspek yang akan dilakukan, baik dari survei lokasi, pencarian masalah baik di mitra maupun dari pihak yang terkait dalam kegiatan Pengabdian di desa Jajar. Adapun Metode dari kegiatan ini Analisis Kebutuhan Desa jajar merupakan desa wisata budaya yang memiliki berbagai kearifan lokal, salah satunya adalah karya anyaman simpai yang memiliki desain dan corak warna khusus. Namun kenyataannya hanya terdapat satu pengrajin anyaman simpai yang masih bertahan sampai saat Hal ini menjadi salah satu indikator minimnya kepedulian dalam melestarikan anyaman simpai di kalangan masyarakat desa, dengan kondisi pengrajin yang semakin tua dan tidak adanya kesadaran masyatarakat dalam melestarikan anyaman ini maka dapat menutup kemungkinan karya anyaman simpai desa jajar akan hilang dari Oleh sebab itu diperlukan semangat kerjasama dalam menumbuhkan sikap peduli pelestarian kearifan lokal produk anyaman simpai di kalangan masyarakat terutama pada generasi muda penerus bangsa yang ada di sekolah dasar. Sekolah dasar merupakan bagian penting dalam mengembangkan minat dan bakat siswa, terlebih dalam memberikan fasilitas motorik dan kreativitas mereka dalam tumbuh kembangnya, sangat disayangkan pewarisan kultur budaya, terlebih sekolah dasar yang didalamnya memuat pondasi dasar untuk memperkuat pelestarian kearifan lokal yang ada di wilayah pedesaan tidak di fasilitasi dengan adanya program Selain itu minimnya keterlibatan motivasi dari orang tua kepada siswa menjadi salah satu faktor penyebab siswa kurang peduli dan minim jiwa kewirausahaanya, padahal tidak sedikit wali murid di SDN 1 Jajar bertempat tinggal di sekitar rumah kerajinan sehingga para wali murid cenderung sudah memahami aktivitas produksi yang ada, hanya saja kesadaran dalam melestarikan keterampilan menganyam simpai tidak begitu di perhatikan, tidak tumbuhnya jiwa kewirausahaan yang dimiliki siswa juga menjadi salah satu tidak adanya semangat dalam belajar keterampilan anyaman simpai, sehingga belum begitu nampak semangat untuk terlibat langsung dalam meletarikan karya simpai dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi penerus, jika ini dibiarkan dan tidak terfasilitasi maka kemungkinan terbesar produksi akan berhenti dan tidak ada penerus karya sampai lagi di desa jajar. Persiapan Pelaksanaan Sosialisasi dan Pendampingan Sebagai bentuk rangkai pelaksanaan program PKM perlu adanya persiapan yang matang agar apa yang telah direncanakan berjalan sesuai Bersama tim, mitra dan juga narasumber menyusun strategi pelaksanaan pelatihan. Agar terjadi komunikasi dan konsolidasi perlu adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada mitra terkait rencana pelatihan pengembangan karya anyaman simpai untuk melestarikan produk kearifan lokal dan jiwa kewirausahaan. Pelaksanaan Program Dalam pelaksanaan program PKM ini setidaknya terdapat empat . point yang akan dilaksanakan oleh tim pengusul bersama mitra yaitu: Melaksanakan pelatihan pengembangan jiwa kewirausahaan produk lokal desa dengan melalui pembuatan karya anyam simpai dengan mendatangkan narasumber ahli Melakukan Pendampingan dalam melestarikan kearifan lokal karya anyam simpai dengan membentuk program ekstrakulekuler sekolah Melakukan Pendampingan wali murid dengan membentuk paguyupan kelas inspirasi sebagai kelas prakarya Berpartisipasi dalam bentuk kerjasama dalam penyediaan bahan baku pembuatan anyaman simpai. Monitoring Pelaksanaan Program Pada tahapan Monitoring pelaksanaan program PKM dilaksanakan untuk mendapatkan hasilyang optimal, selain itu tahap monitoring ini dilakukan untuk memantau sejauh mana kepedulian pelestarian kearifan lokal mitra muncul di sertai tumbuhnya jiwa kewirausahaan, adapun deskripsi dari tujuan monitoring program sebagai Memantau ada tidaknya hambatan, kendala, maupun kekurangan dalam melaksanakan program PKM Mencari dan menentukan solusi dalam penyelesaian masalah yang ditemukan baik saat pelaksanaan program maupun setelah pelaksanaan program untuk mendapatkan hasil yang optimal Melakukan monitoring untuk melihat dan mengamati tingkat keberhasilan pelaksanaan program maupun setelah selesai pelaksanaan program PKM. Monitoring Pelaksanaan Program Kegiatan evaluasi dalam program ini bertujuan untuk merefelksikan proses dan hasil pelaksanaan program PKM, setidaknya terdapat dua poin tahapan evaluasi yang dilakukan yaitu: Melakukan pemetaan dan mengobservasi kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan program PKM. Jika ditemukan kekurangan atau kelemahan dalam pelaksanaan program dilakukan pencarian solusi bersama dam segera diperbaiki, sehingga pelaksanaan program PKM akan tetap berjalan secara optimal. Melaksanakan kordinasi dan tindaklanjut baik antara mitra, tim pengusul dan narasumber untuk terlibat secara bersama-sama untuk memantau jalannya pelaksanaan program PKM agar hasil yang diperoleh maksimal. Melakukan rencana tindaklanjut. Setelah program selesai dilaksanakan produk hasil PKM dikembangan dengan melibatkan komunitas pemuda, maupun PKK agar jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap kearifan lokal karya anyam simpai semakin eksis sebagai penciri produk unggulan khas desa jajar kecamatan gandusari kabupaten Trenggalek. Evaluasi Pada tahapan ini tim bersama mitra melakukan evaluasi untuk menganalisis kendala dan hambatan selama melaksanakan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga nantinya akan lebih mudah solusi sehingga hasil yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pelaksanaan program yang ada. Tim berharap dari program pelatihan ini dapat berkelanjutan tidak hanya sekedar sosialisasi namun juga pelatihan dan pendampingan tindak lanjut untuk melibatkan masyarakat atau komunitas secara langsung seperti karang taruna, ibu-ibu PKK termasuk dalam proses pemasaran baik secara online maupun melalui UMKM yang ada di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Sebelum melaksanakan pelatihan tim melaksanakan sosialisasi dan melakukan penyebaran angket di awal dan di akhir kegiatan sosialisasi sehingga ada tolak ukur pemahaman dan peningkatan kepedulian mereka terhadap produk lokal dan peningkatan jiwa kewirausahaan siswa, orang tua dan guru di SDN 1 dan SDN 2 jajar Kecamatan Ganduasari Kabupaten Trenggalek. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim PKM meliputi: Analisis Kebutuhan Kegiatan analisis kebutuhan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2023. Tim pkm membentuk FGD (Forum Grup Diskus. untuk menganalisis informasi dan data yang diperoleh untuk dirumuskan sebagai bentuk program yang akan dilaksanakan oleh tim PKM. Gambar 1. Pelaksanaan FGD antara dosen dan mahasiswa dalam menganalisis informasi dan data Persiapan Sosialisasi dan Pendampingan Tim PKM berkunjung ke sekolah mitra yaitu SDN 1 dan 2 Jajar. Kecamatan Gandusari pada tanggal 7 Agustus 2023, tim PKM mendiskusikan program bersama dengan bapak kepala sekolah SDN 1 dan 2 Jajar, hasil diskusi yang diperoleh yaitu bahwa sekolah mitra menyetujui dengan adanya program PKM ini. Tim PKM berkunjung ke tempat narasumber pada tanggal 8 Agustus 2023 untuk mendiskusikan pelatihan pengembangan produk karya anyam simpai untuk siswa sekolah dasar. Tim PKM juga meminta narasumber untuk memberikan pelatihan kepada tim agar mendapatkan keterampilan dalam membuat anyaman simpai. Sehingga tim juga dapat membantu narasumber nantinya dalam melatih siswa sekolah dasar dalam pengembangan produk karya anyam simpai. Gambar 2. Tim pkm koordinasi dengan kepala sekolah SDN 1 dan 2 Jajar Gambar 3. Tim pkm berlatih membuat karya anyaman simpai yang dibimbing oleh narasumber Pelaksanaan Program Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala korwil, narasumber, kepala sekolah, guru, siswa serta orangtua siswa. Kegiatan sosialisasi ini membentuk komunitas paguyuban kelas prakarya dan koordinator guru sebagai penanggung jawab program ekstrakurikuler karya anyam Pelatihan karya anyam simpai dilaksanakan setelah kegiatan sosialisasi, yang dimana kegiatan pelatihan langsung didampingi oleh narasumber, kegiatan ini berlangsung selama 2 jam. Gambar 4. Pelaksanaan sosialisasi pelatihan pengembangan karya anyam simpai dalam upaya melestarikan kearifan lokal dan jiwa kewirausahaan siswa pada produk lokal Gambar 5. Pelatihan pegembangan karya anyam simpai dalam upaya melestarikan kearifan lokal dan jiwa kewirausahaan siswa pada produk Monitoring dan Evaluasi Tim pkm melaksanakan monitoring dan evaluasi ke sekolah mitra pada tanggal 26 Agustus, 2 dan 9 September 2023. Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk melihat dan mengamati tingkat keberhasilan pelaksanaan program maupun setelah selesai pelaksanaan program PKM serta memantau ada tidaknya hambatan, kendala, maupun kekurangan sehingga tim pkm dapat menentukan dan memberikan solusi dalam penyelesaian masalah yang ditemukan baik saat pelaksanaan program maupun setelah pelaksanaan program untuk mendapatkan hasil yang optimal. PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat yang kami laksanakan melibatkan mitra sekolah dan masyarakat setempat, program ini kami laksanakan untuk membantu mengenalkan karya anyam simpai yang kurang dikenal oleh masyarakat setempat dan anak muda / generasi penerus di lingkungan tersebut. Kami memberikan sosialisasi serta pelatihan langsung dengan mendatangkan narasumber atau pengrajin karya anyam simpai kepada mitra sekolah dan masyarakat setempat yaitu wali murid kelas tinggi di SDN 1 dan 2 Jajar. Tujuan kami memberikan sosialisasi dan pelatihan ini untuk memahamkan pentingnya kearifan lokal tentang karya anyam simpai kepada masyarakat sekitar sebagai pencirian khas dan produk unggulan yang ada di desa Jajar, kecamatan Gandusari Trenggalek. Produk karya anyam simpai tidak kalah dengan produk anyaman lainnya, produk ini mempunyai keunggulan yaitu harga terjangkau, tahan lama, ringan dipegang dan lebih kuat. Tim juga melatih koordinator guru dalam memasarkan produk secara langsung maupun online, kami juga membantu sekolah mitra untuk menyusun program ekstrakurikuler karya anyam yang akan dilaksanakan setiap hari sabtu setelah jam pelajaran Tim membentuk komunitas paguyuban kelas prakarya yang nantinya dapat memfasilitasi siswa dan wali murid untuk berkolaborasi bersama dalam paguyupan kelas untuk menjalankan kelas prakarya sebagai kelas inspirasi untuk lebih memahami berbagai bentuk aktivitas produktif dalam menghasilkan produk anyaman simpai. Setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan selesai tim melaksanakan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program tetap berjalan dengan baik, apabila terdapat kendala dan kurangan yang dihadapi oleh mitra, kami berupaya memberikan solusi yang tepat. Tahap terakhir dalam program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu penyusunan laporan akhir sebagai bentuk pelaporan yang dilakukan untuk menjelaskan seluruh hasil kegiatan dan keberhasilan dalam pelaksanaan PKM serta menjelaskan luaran yang telah di hasilkan. Laporan akhir juga sebagai bentuk pertanggung jawaban atas program kami kepada Kendala dalam program PKM Rendahnya jiwa kewirausahaan siswa adalah tidak adanya pengetahuan tentang kewirausahaan di sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Belum diselenggerakannya program ekstrakurikuler tentang karya anyam simpai di sekolah. Belum terdapatnya komunitas paguyuban kelas prakarya di lingkungan masyarakat dan sekolah tentang produk karya anyam simpai. Pembuatan produk karya anyam simpai membutuhkan waktu yang cukup lama terutama untuk pemula. Bahan baku yang terkadang sulit dijumpai dipasaran. Solusi yang diberikan Memberikan sosialisasi dan pelatihan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan wali murid dan guru untuk memasarkan produk karya anyam simpai secara langsung melalui toko atau pasar tradisional serta melalui market place seperti shoope dan tokopedia, sehingga produk ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat trenggalek tetapi luar kabupaten trenggalek juga. Melaksanakan pendampingan mitra dalam menyusun kurikulum yang terintegrasi dengan kegiatan di luar pembelajaran sebagai ekstrakulikuler anyaman simpai agar nantinya ada monitoring berkelanjutan baik dari mitra maupun dari masyarakat dari wali murid. Membentuk komunitas paguyupan kelas prakarya yang nantinya akan memfasilitasi siswa dan wali murid untuk berkolaborasi bersama dalam paguyupan kelas untuk menjalankan kelas prakarya sebagai kelas inspirasi untuk lebih memahami berbagai bentuk aktivitas produktif dalam menghasilkan produk anyaman simpai. Melalui program ekstrakurikuler di sekolah dan komunitas paguyuban yang sudah berjalan dengan baik, akan memfasilitasi siswa untuk tetap berlatih dalam membuat produk karya anyam simpai dengan waktu yang Tim bekerjasama dengan toko-toko material untuk menyediakan bahan baku simpai sehingga akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkannya, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar nantinya. Keberlanjutan Program PKM Setelah program selesai dilaksanakan produk hasil PKM dikembangan dengan melibatkan komunitas pemuda, maupun PKK sehingga program ini dapat membantu perekonomian mitra dan masyarakat untuk menjual hasil anyaman yang layak sesuai kebutuhan pasar serta tetap menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap kearifan lokal karya anyam simpai yang semakin eksis sebagai penciri produk unggulan khas desa jajar kecamatan gandusari kabupaten Trenggalek SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Desa Jajar hanya memiliki satu pengrajin anyaman simpai yakni bapak Sumarji. Beliau yang sudah memasuki usia kepala tujuh masih menekuni bidang ini, di butuhkan ketekunan dalam membuat karya simpai dengan berbagai bentuk produk seperti tas, tempat bingkisan, tempat sampah, vas dan dompet. Bersama mitra tim mengajak beliau untuk bersama-sama memfasilitasi siswa agar produk lokal khas desa Jajar ini tidak punah dikalangan generasi muda. Hasil karya anyaman simpai menjadi warisan yang perlu diteruskan oleh masyarakat desa jajar terlebih juga dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi generasi penerus. Namun sampai saat ini belum ada perhatian khusus terkait pelestarian melalui pelatihan kepada generasi muda terutama pada siswa sekolah dasar, oleh sebab itu mitra kami berkerjasama untuk membangkitkan kepedulian pelestarian karya anyaman simpai sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausaan pada generasi muda, melalui lembaga sekolah kebudayaan dapat dimulai untuk diteruskan di masyarakat. Kegiatan pelatihan ini terfokus pada mitra kami yaitu SDN 1 Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, tidak hanya kepada siswa namun juga melibatkan orang tua siswa untuk memberikan dorongan dan terlibat langsung dalam pembuatan anyaman simpai. Dengan adanya sosialisasi jiwa kewirausahaan dan pelatihan membuat karya anyaman simpai diharapkan kedepannya mitra dapat mengembangkan potensi diri dengan tumbuhnya kepedulian bersama dalam melestarikan anyaman simpai sebagai produk lokal desa yang bernilai jual dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk ikut terlibat dalam membangun ekonomi pedesaan. Selanjutnya bagi siswa SDN 1 jajar dalam mengembangkan minat dan bakat dalam pelatihan karya anyaman simpai juga akan berdampak di dalamnya, serta keterlibatan orang tua wali murid sebagai bagian dari masyarakat secara langsung dalam bentuk komunitas paguyupan kelas yang berkontribusi melestarikan produk lokal dan jiwa kewirausahaan, selain itu dengan adanya pelatihan membuat karya anyaman simpai khas desa Jajar dapat membantu tumbuh kembangnya bakat minat siswa terlebih pada jiwa kewirausahaan dan kepedulian dalam melestarikan kearifan lokal. Strategi dalam pemasaran juga diperlukan dalam menunjang hasil penjualan produk . Sehingga harapan kami rencana tindak lanjut program ini dapat membantu perekonomian mitra dan masyarakat untuk menjual hasil anyaman yang layak sesuai kebutuhan pasar dengan melibatkan komunitas pemuda atau perkumpulan warga sekitar tempat pembuatan karya anyaman SARAN Tim penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dari penulisan artikel ini dan jauh dari kata sempurna. Kepada masyarakat desa Jajar khususnya orang tua siswa lebih memberikan motivasi dan dukungan kepada anak untuk terlibat dalam melestarikan produk lokal desa dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dan untuk guru perlunya menjadi fasilitator untuk siswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya dalam menumbuhkan keterampilan anyaman simpai dalam ektrakulikuler anyaman untuk memberikan kesadaran dalam terlibat langsung dalam meningkatkan keterampilan siswa. selain dapat melestarikan kearifan lokal diharapkan masyarakat dan mitra dapat bersama-sama memiliki sumber penghasilan sampingan untuk membantu perekonomian masyarakat desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek melalui program pengabdian yang akan datang baik dalam apsek produksi dan pemasaran produk lokal anyaman simpai. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Penulis mengucapkan terimakasih atas dukungan dan pembiayaan yang diberikan oleh DRTPM-Diktiristek untuk melaksanakan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA