Journal of Accounting and Digital Finance , 4. , 2024,191-206 Available at: https://journal. id/index. php/jadfi EISSN: 2776-639X Hubungan antara financial knowledge dan psychological well-being individu : Peran kepuasan finansial sebagai Celine Morgan Gemiartha*. Jesshelyn Angelie. Keona Adeline Yusuf. Njo Anastasia School of Business and Management. Petra Christian University. Indonesia *) Korespondensi . -mail: celine. mogee@gmail. Abstract This study aims to analyze the effect of financial knowledge on psychological well-being, with financial satisfaction as a mediating variable. This study also uses demographic variables as controls to determine how these characteristics affect the correlations under test. This is an associative study using a purposive sampling technique on residents of Surabaya aged eighteen and above. Data were collected using a questionnaire with 121 respondents, distributed by Google Forms using WhatsApp and Instagram. The data analysis technique used multiple linear regression testing. The results of the study show that financial knowledge has a significant impact on an individual's level of financial satisfaction. Moreover, the relationship between financial satisfaction and psychological well-being is statistically This study provides insights into the importance of financial knowledge in improving financial satisfaction. It discusses the implications of financial satisfaction on individuals' psychological well-being and encourages the enhancement of financial knowledge for better well-being. Keywords: Financial Knowledge. Financial Satisfaction. Psychological Well-being. Multiple Linear Regression. Abstrak Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial knowledge terhadap psychological well-being dengan kepuasan finansial sebagai variabel mediasi. Variabel demografi digunakan sebagai kontrol dalam penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan teknik purposive sampling pada warga Surabaya yang berumur delapan belas atau lebih. Data sebanyak 121 responden dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui Google Forms dengan menggunakan WhatsApp dan Instagram. Teknik analisis data penelitian menggunakan uji multiple linear regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial knowledge memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan finansial individu. Selain itu, kepuasan finansial terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap psychological well-being. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya financial knowledge dalam meningkatkan kepuasan finansial dan membahas implikasi kepuasan finansial terhadap psychological wellbeing individu, serta mendorong peningkatan financial knowledge untuk kesejahteraan yang lebih baik. Kata kunci: Financial Knowledge. Kepuasan Finansial. Psychological well-being. Multiple Linear Regression. How to cite: Gemiartha. Yusuf. Njo. , & Angelie. Hubungan antara financial knowledge dan psychological well-being individu : Peran kepuasan finansial sebagai mediasi. Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 191Ae206. https://doi. org/10. 53088/jadfi. Copyright A 2024 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 192 Pendahuluan Salah satu dampak tingkat financial knowledge yang tinggi adalah kepuasan dalam finansial (Darmawan & Pamungkas, 2. Individu yang memiliki kemampuan untuk mengelola, memahami, dan menganalisis keuangan sehingga mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari masalah keuangan dengan memiliki financial knowledge (Halim & Astuti, 2. Namun, saat individu dengan financial knowledge rendah akan mendorong keputusan finansial yang berdampak buruk, sehingga menurunkan kepuasan finansial, dan mengarah pada penurunan psychological well-being individu tersebut (Owusu, 2. Oleh karena itu, individu menginginkan psychological wellbeing untuk menjaga kesimbangan emosional sehingga kebahagiaan yang konsisten akan membantu individu menghadapi tantangan hidup. Asia Selatan merupakan wilayah dengan negara yang memiliki skor literasi keuangan paling rendah, di mana hanya sekitar seperempat atau bahkan lebih sedikit orang dewasa dengan kecerdasan finansial (Klapper & Lusardi, 2. Lebih lanjut, tingkat literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2017 hanya sebesar 20%, yang tergolong sangat rendah (OJK, 2. Namun, survei pada tahun 2024 menyatakan indeks literasi keuangan Indonesia meningkat ke 65,43%, yang berarti dari 100 orang berusia 15 hingga 79 tahun, hanya 65 orang yang memiliki literasi keuangan yang baik. Hal ini menunjukkan ada 34,57% orang di Indonesia masih memiliki pemahaman pengelolaan keuangan pribadi yang kurang (OJK & BPS, 2. Surabaya sebagai kota pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia, masih mengalami kesulitan dalam meningkatkan literasi keuangan (Andreas & Prabowo, 2. Surabaya memiliki demografi yang beragam, seperti variasi tingkat pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan populasi usia produktif . -64 tahu. yang mendominasi (Badan Pusat Statistik, 2024. Proporsi gender di Surabaya cenderung sedikit lebih banyak wanita . ,47%) dibandingkan pria . ,53%) (BPS 2024. Menurut Gudjonsson et al. pria memiliki financial knowledge lebih baik dibandingkan wanita, sehingga hal ini berdampak pada pengambilan keputusan keuangan yang buruk oleh wanita. Keragaman demografi menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan finansial (Xiao & Porto, 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Halim & Astuti . Darmawan & Pamungkas . dan Saurabh & Nandan . menunjukkan financial knowledge berpengaruh terhadap kepuasan finansial, di mana semakin tinggi financial knowledge individu, maka kepuasan finansial individu juga tinggi. Namun penelitian yang dilakukan Pratiwi . , menemukan bahwa financial knowledge memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan keuangan. Penelitian lain menunjukkan adanya inkonsisten pengaruh atas financial knowledge terhadap kepuasan finansial. Penelitian Owusu . pada mahasiswa fakultas bisnis di universitas publik di Ghana membuktikan bahwa financial knowledge dan financial attitude berpengaruh positif terhadap kepuasan finansial, dan kepuasan finansial berpengaruh positif terhadap psychological well-being. Fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut yaitu menguji pengaruh financial knowledge terhadap psychological well-being Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 193 dengan kepuasan finansial sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada individu bahwa financial knowledge itu penting dan dapat membantu mencapai tujuan hidup, sehingga memungkinkan mereka mencapai psychological well-being yang diinginkan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan finansial terhadap psychological well-being individu, dengan memeriksa apakah kepuasan finansial berfungsi sebagai mediator antara faktor-faktor finansial dan psychological well-being. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor dominan seperti faktor demografis dan financial knowledge dan pengaruhnya terhadap kepuasan finansial individu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyediakan bukti empiris menjelaskan bagaimana kepuasan finansial berkontribusi pada psychological well-being, serta memberikan wawasan tentang hubungan kepuasan finansial dan psychological well-being. Tinjauan Pustaka Financial Knowledge Life Cycle Theory menjelaskan bagaimana individu merencanakan konsumsi dan tabungan selama sepanjang masa hidup. Teori ini menjelaskan bahwa individu berusaha mempertahankan tingkat konsumsi yang stabil meskipun pendapatan bervariasi selama siklus hidup. Individu menabung pada masa produktif dan menarik tabungan saat memasuki masa pensiun, untuk memaksimalkan utilitas (Modigliani et , 1. Modigliani . menyatakan bahwa hipotesis siklus hidup pada dasarnya adalah teori tabungan yang menjelaskan fakta bahwa rumah tangga tidak hanya menabung berdasarkan pendapatan saat ini, tetapi juga berdasarkan ekspektasi pendapatan seumur hidup individu. Financial knowledge membantu individu memahami cara merencanakan tabungan dan investasi berdasarkan perkiraan pendapatan di masa depan. Dengan begitu, individu dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang kapan dan berapa banyak yang harus ditabung. Kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola konsep keuangan, seperti pengelolaan uang, investasi, perencanaan keuangan, tabungan, utang, dan resiko, disebut financial knowledge. Lusardi & Mitchell . menekankan pentingnya pengetahuan ini untuk memahami produk keuangan, menghindari utang berlebihan, dan merencanakan pensiun. Rendahnya financial knowledge berkaitan erat dengan pengambilan keputusan finansial yang buruk (Asaad, 2. Kepuasan finansial Setiap individu memiliki keinginan untuk memperkaya diri agar kebutuhan hidup dapat Kebutuhan hidup merujuk pada segala hal yang dibutuhkan oleh individu untuk mempertahankan kehidupannya dan menjaga kesejahteraannya. Kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan baik hanya jika keadaan finansial mencukupi. Baik buruknya keadaan finansial seseorang berdampak besar pada kepuasan finansialnya. Ukuran kepuasan finansial seseorang berbeda-beda bagi setiap orang. Individu dikatakan memiliki kepuasan finansial jika puas dengan kondisi keuangannya (Hasibuan et al. , 2. kreblin Kirbi et al. menyatakan bahwa kepuasan Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 194 finansial terbentuk oleh banyak faktor termasuk pendapatan, financial knowledge, sikap dan perilaku finansial. Psychological well-being Psychological well-being dipandang sebagai tujuan utama eksistensi manusia, merupakan aspek sentral dalam pemahaman kebahagiaan. Meskipun pandangan terhadap sumber kebahagiaan bervariasi, banyak individu menganggap kebahagiaan sebagai perasaan puas dan berkecukupan. Dalam psikologi sosial, kebahagiaan dipandang sebagai bagian dari konsep lebih luas, yaitu kesejahteraan . ell-bein. , yang meliputi kesejahteraan subjektif dan objektif (Zemtsov & Osipova, 2. Teori Happiness and Consumption menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi dan tingkat kebahagiaan atau kesejahteraan individu (Easterlin, 1. Penelitian Kumar . membuktikan bahwa pengeluaran untuk pengalaman . eperti, perjalanan, hiburan, atau acara sosia. menghasilkan kebahagiaan yang lebih dibandingkan konsumsi untuk material. Sebaliknya, masalah keuangan, seperti utang yang berlebihan atau pengeluaran tidak terencana, dapat mengakibatkan ketidakpuasan dan mengurangi tingkat kebahagiaan. Penemuan AuEasterlin ParadoxAy oleh Easterlin . menunjukkan seseorang dengan pendapatan lebih tinggi umumnya melaporkan tingkat kebahagiaan lebih besar dibandingkan seseorang yang berpendapatan rendah, namun peningkatan pendapatan di suatu negara tidak selalu menghasilkan peningkatan kebahagiaan rata-rata masyarakat. Easterlin mengatakan. AuHappiness does not increase indefinitely with income. Beyond a certain point, income gains may not improve subjective well-being. Ay ( Easterlin 1. Model penelitian yang diajukan terkait pengaruh financial knowledge dan demografi terhadap variabel psychological well-being dengan kepuasan finansial sebagai variabel mediasi. Gambar 1. Model penelitian Pengaruh Financial Knowledge Terhadap Kepuasan Finansial Individu dengan financial knowledge yang tinggi cenderung bijak dalam mengelola keuangan pribadi. Financial knowledge yang mendalam dapat membantu individu dalam membuat keputusan yang lebih rasional terkait pengeluaran, tabungan, investasi, dan pengelolaan utang. Individu yang bijak dalam literasi keuangan akan memiliki perilaku finansial yang baik (Wibisono & Njo, 2. , (Andarsari & Ningtyas. Perilaku finansial yang baik dapat mendorong individu untuk mengelola Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 195 pendapatan, membiasakan diri dengan menabung, melakukan perencanaan dan investasi untuk dana pensiun, dan penganggaran untuk meningkatkan keterampilan keuangan yang mana kemudian akan berpengaruh positif terhadap kepuasan finansial individu (Panjaitan et al. , 2. Hal yang sama berlaku untuk individu yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang instrumen finansial, seperti saham, obligasi, atau produk tabungan. Memiliki financial knowledge yang baik akan mempermudah individu membuat keputusan finansial yang menguntungkan keputusan ini akan berujung pada peningkatan kepuasan terhadap keadaan finansial individu. H1: Financial knowledge berpengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial. Pengaruh Demografi Terhadap Kepuasan Finansial Penelitian ini dilakukan terhadap variabel demografi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pekerjaan, dan pendapatan. Menurut jenis kelamin, pria lebih baik dalam pengambilan keputusan dibandingkan wanita, sehingga pria memiliki kepuasan finansial yang lebih tinggi, karena pengambilan keputusan finansial yang baik berpengaruh positif terhadap kepuasan finansial (Panjaitan et al. , 2. Kepuasan finansial yang dipengaruhi oleh variabel usia terbagi menjadi dua kelompok yaitu tingkat kepuasan finansial pada individu berusia tua dan individu berusia muda. Individu berusia tua cenderung memiliki aset yang lebih banyak dan utang yang lebih sedikit membuat individu berusia tua memiliki kepuasan finansial yang lebih tinggi (Hansen et al. , 2. Individu terpelajar dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki akses ke pekerjaan dengan penghasilan tinggi. Individu yang berpenghasilan lebih besar dapat memenuhi kebutuhan pada taraf yang lebih tinggi, pemenuhan kebutuhan pada taraf yang lebih tinggi akan meningkatkan kepuasan finansial individu (Seghieri et al. , 2. Status pekerjaan berpengaruh terhadap stabilitas pendapatan, seberapa stabil pendapatan individu berpengaruh terhadap kepuasan finansial. Dimana individu yang memiliki pekerjaan dan pendapatan yang stabil akan memiliki kepuasan finansial yang lebih baik. Studi yang dilaksanakan di negara-negara Eropa oleh Medgyesi & Zylyomi . membuktikan bahwa memiliki pekerjaan dan pendapatan tetap berpengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial individu. H2: Demografi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial Pengaruh Kepuasan Finansial terhadap Psychological well-being Kepuasan finansial berpengaruh secara signifikan terhadap psychological well-being dimana ketika individu merasa puas dengan keadaan finansialnya, individu cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah dan merasa lebih aman secara Individu yang mengalami kepuasan dalam keadaan keuangan cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah, lebih siap menghadapi berbagai rintangan dalam hidup, dan mencapai psychological well-being yang lebih tinggi (Pwee-Leng & Susanto. Kepuasan finansial memberikan stabilitas yang dapat meningkatkan perasaan tenang dan puas dalam hidup. Sebaliknya, ketidakpuasan finansial atau kesulitan keuangan dapat berakibat buruk terhadap psychological well-being individu seperti menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Thompson . Adiputra Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 196 . juga menyatakan bahwa individu dengan financial knowledge yang rendah cenderung mengelola keuangan dengan buruk, pengelolaan keuangan yang buruk berpengaruh secara negatif terhadap psychological well-being. H3: Kepuasan finansial berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif asosiatif yang mencari hubungan antara dua variabel atau lebih dan tidak saling mengikat (Sugiyono & Nuryanto, 2. Model penelitian yang digunakan adalah model riset kausal dengan menggunakan kuesioner. Data dalam penelitian berupa kuantitatif yang dikumpulkan dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini mencakup individu berumur 18 tahun atau lebih . atas usia minimal untuk bekerj. dan berdomisili di Surabaya. Jawa Timur. Berdasarkan sensus 2023, penduduk Kota Surabaya berjumlah sebanyak 3,01 juta penduduk (BPS Kota Surabaya, 2. Pada dasarnya. Pasal 1 angka 26 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa batas usia tenaga kerja di Indonesia adalah 18 tahun. Kuesioner untuk kepentingan studi bersifat sukarela dan menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban para responden. Jumlah minimum sampel yang digunakan adalah 100, ukuran sampel yang dianggap memadai adalah minimal 100 responden atau lebih (Hair et al. , 2. Model Penelitian: ycU = yu0 yu1 FK yuycn ya yce ycU = yu0 yu1 KF yce Keteranga: : Psychological well-being : Financial Knowledge : Kepuasan Finansial : Demografi Kuesioner dibagikan melalui Google Forms yang disebarkan melalui WhatsApp dan Instagram, dimana jawaban sudah disediakan berupa skala Likert pada pilihan skala Angka 1 pada skala pernyataan ketidak setujuan dan angka 5 pernyataan setuju. Skala yang digunakan untuk penilaian psychological well-being diadaptasi dari The Hopkins Symptoms Checklist (HSCL) (Ali et al. , 2. Kuesioner berisi 4 bagian, dengan bagian pertama kuesioner mengenai kesediaan responden untuk mengisi Bagian kedua berisi pertanyaan seputar demografi responden, lalu bagian ketiga berisi pertanyaan mengenai financial knowledge. Pada bagian keempat kuesioner memuat pertanyaan mengenai pandangan responden terhadap kepuasan finansial dan bagian terakhir kuesioner berisi pertanyaan mengenai psychological wellbeing individu. Teknik dalam analisis data menggunakan multiple linear regression. Pengujian hipotesis dimulai dari tahapan uji validitas, reliabilitas, analisis faktor dan uji hipotesis pada analisis regresi . ji-F dan uji-. Pengujian validitas dan reliabilitas konstruk menggunakan Pearson correlation dan Cronbach alpha, sedangkan analisis faktor menggunakan KMO & Bartlett test. Variabel independen pada penelitian ini ada Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 197 dua, yaitu financial knowledge (X. dan faktor demografi (X. Variabel dependen berupa psychological well-being (Y), dan variabel mediasi berupa kepuasan finansial (M). Tabel 1. Variabel Operasional. Definisi. Indikator Empirik. Cara Pengukuran Variabel Cara Definisi Indikator Empirik Operasional Pengukuran Variabel Independen Financial Pengetahuan individu Pertanyaan untuk Skala Likert Knowledge dalam mengelola . Tidak setuju keuangan. Financial sangat setuju . Knowledge Individu Demografi Karakteristik populasi Pertanyaan yang Frekuensi dan yang mencakup usia, menghitung jumlah Persentase (%) jenis kelamin, tingkat individu pada pendidikan, status kelompok tertentu: pekerjaan, dan Jenis kelamin Usia Pendidikan Terakhir Status Pekerjaan Pekerjaan Gaji per Bulan Variabel Dependen (Y) Psychological Keadaan individu yang Pertanyaan untuk Skala Likert well-being mencakup perasaan mengukur tingkat . Tidak setuju bahagia, tingkat stres, stres dan keadaan sangat setuju . kepuasan hidup, dan psikologis individu rasa memiliki kontrol atas mengenai: kehidupan finansial. Kesehatan fisik Kesehatan Keadaan Variabel Mediasi (M) Kepuasan Tingkat perasaan aman Pertanyaan untuk Skala Likert Finansial dalam pengelolaan mengukur tingkat . Tidak setuju keuangan, kemampuan kepuasan individu sangat setuju . memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan Keadaan pencapaian tujuan finansial individu. Penghasilan Sumber: Data diolah oleh peneliti Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 198 Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Kuesioner yang disebarkan mendapatkan 121 responden yang dapat diolah Mayoritas responden kuesioner adalah wanita . %), dengan usia 18 hingga 32 tahun . ,3%), tingkat pendidikan terakhir SMA/SMK . ,2%), yang sedang bekerja . ,16%), sedang tidak bekerja . ,84%), dan memiliki pendapatan antara Rp 5 juta hingga Rp 20,83 juta . ,32%). Tabel 2. Profil Responden Variabel Jenis Kelamin Pria Wanita Usia Pendidikan terakhir O SMA/SMK S2/S3 Status pekerjaan Sedang bekerja Sedang tidak bekerja Pekerjaan Pegawai Swasta Wiraswasta Profesi . okter, notaris, akuntan, guru, dosen, pilot, dl. Lain-lain Sedang tidak bekerja Gaji per Bulan O Rp 5. Rp 5. 001 - Rp 20. Rp 20. 334 - Rp 41. Ou Rp 41. Pilihlah tipe investor yang anda terapkan Konservatif . % pasar uang, 10%pendapatan teta. Moderat . % pasar uang, 30%pendapatan teta. Agresif . % pasar uang, 10% pendapatan tetap, 30% campuran, 50% saha. Saya tidak berinvestasi Frekuensi Persentase 61,16 38,84 16,53 9,09 7,44 38,84 40,50 41,32 10,74 7,44 11,57 23,14 14,88 50,41 Tabel 3 menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi financial knowledge yang dimilikinya sedikit lebih tinggi dari rata-rata (=3,. Dalam hal kepuasan finansial, responden cenderung merasa cukup puas dengan keadaan finansial mereka saat ini (=3,. dan jarang kehabisan uang (=3,. , meskipun merasa bahwa gaji cenderung tidak dapat menutupi biaya hidup (=2. Di sisi lain, jika responden Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 199 kehilangan sumber pendapatan, masih bisa bertahan 3 bulan (=3,. Psychological well-being menunjukkan tingkat level stress yang rendah dibawah nilai rata-rata. Meskipun ada beberapa gejala stres seperti merasa kesulitan membuat keputusan (=2,. dan mudah terpengaruh emosi (=2,. , tapi hal ini menunjukkan bahwa responden masih memiliki keseimbangan psikologi yang baik (=2,. Tabel 3. Statistika Deskriptif Variabel Financial Knowledge Bagaimana anda menilai financial knowledge anda (PF) Kepuasan Finansial Saya puas dengan keadaan finansial saya sekarang (KF. Tidak ada banyak hal yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki keadaan finansial saya sekarang (KF. Saya jarang kehabisan uang (KF. Terkadang saya merasa bahwa gaji saya tidak dapat menutupi biaya hidup saya (KF. Jika saya kehilangan sumber pendapatan utama saya, saya masih dapat bertahan hidup dengan uang yang saya miliki sekarang . ontoh: bertahan selama 3 bula. (KF. Berdasarkan keadaan finansial saya sekarang, saya dapat dengan mudah mendapatkan kredit pinjaman (KF. Rata-rata Kepuasan Finansial Psychological well-being Saya sering mengalami sakit kepala (PWB. Saya sering merasa tidak bertenaga dan atau letih lesu (PWB. Saya sering merasa kesulitan dalam membuat keputusan (PWB. Pikiran saya sering terasa kosong (PWB. Sering mengalami masalah dalam berkonsentrasi (PWB. Saya mudah merasa iritasi dan atau terpancing emosi (PWB. Sering mengalami luapan emosi yang tidak terkontrol (PWB. Saya sering merasa ketakutan atau paranoid secara tiba-tiba (PWB. Saya memiliki nafsu makan yang buruk (PWB. Saya mudah menangis (PWB. Rata-rata Psychological well-being Sumber: Data diolah oleh peneliti Mean St. Deviasi 3,54 0,904 3,29 2,53 1,136 1,191 3,41 2,55 1,152 1,183 3,62 1,226 3,25 1,164 3,11 2,33 2,31 1,287 1,211 2,53 1,191 1,97 2,31 2,36 2,04 2,04 1,118 1,204 1,189 1,114 1,186 1,76 2,26 2,19 1,049 1,257 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas konstruk diukur dengan Pearson correlation menggunakan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 27. Pertanyaan mengenai pandangan terkait kepuasan finansial terdapat enam butir pertanyaan, namun item nomor 4 dianggap tidak valid karena memiliki nilai Pearson Correlation negatif. Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 200 Sedangkan untuk kelima pertanyaan lainnya dinilai valid karena memiliki nilai signifikansi p-value < 0,05 dengan nilai Pearson Correlation yang signifikan dan bersifat positif. Uji yang sama dilakukan pula untuk pertanyaan mengenai pandangan terkait dengan topik psychological well-being yang berjumlah sepuluh butir dan seluruhnya valid karena memenuhi syarat uji validitas. No Item Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kepuasan Finansial Psychological well-being Pearson Pearson Sig. -taile. Sig. -taile. Correlation Correlation 0,683** ***0,001 0,707** ***0,001 0,512** ***0,001 0,750** ***0,001 0,700** ***0,001 ***0,001 -0,274** 0,002 0,782** ***0,001 0,773** ***0,001 0,728** ***0,001 0,713** ***0,001 ***0,001 ***0,001 0,747** ***0,001 0,645** ***0,001 0,667** ***0,001 Note: **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 05 level . -taile. Dari uji reliabilitas kepuasan finansial, diketahui 5 of items memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,703 > 0,70, maka variabel dikatakan reliabel. Uji yang sama dilakukan terhadap 10 of items psychological well-being dan menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 894 > 0,70, maka variabel dikatakan reliabel. Analisis Regresi Model 1 dan 2 Tabel 5. Hasil Uji Regresi Model Variable Coefficients Std. Error (Constan. -1,493 0,351 Jenis Kelamin 0,014 0,177 Usia -0,005 0,007 Status Pekerjaan -0,137 0,197 Gaji per Bulan Rp 5 0,500 0,206 Rp 20,83 juta Gaji per Bulan Rp 1,276 0,326 20,83 - Rp 41,66 juta Gaji per Bulan Ou Rp 1,444 0,374 41,67 juta Financial Knowledge 0,362 0,090 7,597 Sig. ***0,001b R Square 0,320 Adjusted R Square 0,278 (Constan. -2,30E-18 0,089 Kepuasan Finansial -0,227 0,089 6,436 Sig. 0,012b -4,251 0,080 -0,727 -0,694 2,430 Sig. ***0,001 0,937 0,469 0,489 0,017 3,917 ***0,001 3,866 ***0,001 4,002 ***0,001 0,000 -2,537 1,000 0,012 Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 201 R Square Adjusted R Square 0,051 0,043 Variabel dependen: Kepuasan Finansial Variabel dependen: Psychological well-being Predictors: (Constan. Pengetahuan Finansial. Dummy Gaji 2. Dummy Gaji 3. Status Pekerjaan. Jenis Kelamin. Usia. Dummy Gaji 1 Predictors: (Constan. REGR factor score 1 for analysis 1 Koefisien Determinasi (R. Nilai adjusted R square yang dihasilkan oleh analisis terhadap variabel dependen demografi dan financial knowledge terhadap kepuasan finansial adalah sebesar 0,278 atau 27,8%. Berdasarkan output diatas, ditemukan nilai R sebesar 0,566 dan koefisien determinasi (R squar. sebesar 0,320 atau 32,0% untuk model 1. Nilai 32% menunjukkan besarnya pengaruh financial knowledge dan demografi terhadap kepuasan finansial, sisanya 68% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji yang sama dilakukan terhadap model 2 dan ditemukan nilai R sebesar 0,227, koefisien determinasi (R squar. sebesar 0,051, dan nilai adjusted R square sebesar 0. Hal itu mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 5. 1% dalam model 1. Nilai tersebut menjelaskan bahwa kepuasan finansial memiliki pengaruh yang rendah terhadap psychological well-being. Uji F Nilai F-test model 1 untuk variabel demografi dan financial knowledge terhadap variabel kepuasan finansial adalah sebesar 7,597 dan memiliki nilai signifikan sebesar <0,001 lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan financial knowledge dan demografi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial. Sedangkan terhadap model 2, nilai F-test model 2 ditemukan sebesar 6,436 dengan nilai signifikan sebesar 0,012 lebih kecil dari 0,05 maka kepuasan finansial berpengaruh terhadap psychological well-being. Uji Validitas Pengaruh Berdasarkan output Tabel 5, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara financial knowledge dan tingkat pendapatan terhadap kepuasan finansial dengan nilai ( = 0,327, p-value = <0,. untuk financial knowledge, ( = 0,247, pvalue = 0,. untuk tingkat pendapatan Rp 5,01 - Rp 20,83 juta ( = 0,397, p-value = <0,. untuk tingkat pendapatan Rp 20,83 - Rp 41,66 juta dan sebesar ( = 0,380, pvalue = <0,. untuk tingkat pendapatan per Bulan Ou Rp 41,67 juta. Sedangkan dalam hal pengaruh antara variabel demografi dan kepuasan finansial, hasil menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan antara jenis kelamin ( = 0,007, p-value = 0,. , usia ( = -0,071, p-value = 0,. , status pekerjaan ( = -0,067, p-value = 0,. , dengan responden dengan tingkat kepuasan finansial individu. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepuasan finansial ( = -0,227, p-value = 0,. berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being. Bukti empiris menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap status finansial berpengaruh terhadap psychological wellbeing. Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 202 Pembahasan Financial Knowledge. Demografi dan Kepuasan Finansial Ditemukan adanya pengaruh yang tidak signifikan dari demografi dan financial knowledge terhadap kepuasan finansial. Demografi tersebut mencakup jenis kelamin, usia, dan status pekerjaan. Di sisi lain, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa financial knowledge dan tingkat pendapatan berpengaruh terhadap kepuasan finansial individu. Pengaruh antara financial knowledge dan tingkat pendapatan bersifat signifikan. Temuan ini menjelaskan bahwa individu yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi cenderung lebih puas secara finansial dibandingkan dengan individu berpendapatan lebih rendah. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Owusu . dimana tingkat pendapatan yang tinggi cenderung dikaitkan dengan tingkat kepuasan finansial yang lebih tinggi juga. Sehingga penelitian tersebut ikut menekankan bahwa adanya pengaruh tingkat pendapatan yang signifikan terhadap kepuasan finansial yang bersifat positif. Hasil penelitian menunjukkan semakin baik pemahaman seseorang tentang keuangan, semakin tinggi kemungkinan adanya kepuasan terhadap kondisi Hasil ini ditemukan berpengaruh signifikan antara variabel financial knowledge dan kepuasan finansial, sehingga menunjukkan pentingnya membentuk pengelolaan keuangan yang lebih baik dan meningkatkan tingkat kepuasan finansial. Financial knowledge yang tinggi memungkinkan individu untuk membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana, mengelola pendapatan dengan lebih efektif, dan mengurangi stres terkait keuangan. Penemuan ini sejalan dengan penemuan Lusardi & Mitchell . dan Wagner . dimana literasi keuangan yang lebih tinggi berpengaruh dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan finansial individu. Dalam penelitian tersebut, financial knowledge sendiri merupakan cakupan utama dalam literasi keuangan. Lusardi & Mitchell . menyatakan bahwa individu dengan financial knowledge yang baik cenderung memiliki rencana keuangan yang lebih matang dan mampu menghadapi situasi keuangan yang tidak terduga dengan lebih baik. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang serupa dengan penelitian ini dimana dibuktikan bahwa financial knowledge berpengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial secara positif. Kepuasan Finansial dan psychological well-being Ditemukan bahwa kepuasan finansial berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being. Dimana psychological well-being menurut (Dhanabhakyam & Sarath, 2. adalah sebuah konstruk yang bersifat multidimensi dan memiliki beragam segi, dengan beberapa komponen utama seperti emosi positif, otonomi, hubungan yang positif, tingkat emosi negatif yang rendah, arah tujuan hidup, kepuasan dalam hidup, dan personal growth. Penelitian ini menggunakan pertanyaan dengan konotasi negatif dan mendapatkan nilai rata-rata yang rendah. Hasil ini menggambarkan pengaruh keduanya bersifat inversely proportional, yang artinya semakin tinggi nilai kepuasan finansial maka semakin rendah nilai psychological well-being. Maka, dapat disimpulkan bahwa semakin rendah nilai psychological well-being maka level stres individu juga rendah. Journal of Accounting and Digital Finance, 4. , 2024, 203 Penelitian Netemeyer et al. menambahkan bahwa kepuasan finansial yang dirasakan tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi juga oleh persepsi individu tentang stabilitas keuangan. Penelitian tersebut menggambarkan bagaimana kepuasan finansial juga dipengaruhi oleh aspek lainnya namun tetap dalam aspek keuangan seseorang. HasilPenelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Adiputra, 2. menyatakan bahwa individu dengan financial knowledge yang rendah akan berpengaruh negatif terhadap psychological well-being. Dikarenakan ketika ekspektasi keuangan meningkat tanpa pengelolaan yang memadai, hal ini dapat menekan kesejahteraan psikologis, meskipun tingkat kepuasan finansial meningkat secara objektif. Sehingga Sehingga, ini menegaskan pentingnya financial knowledge seseorang tidak hanya terhadap kepuasan finansial tetapi juga pada tingkat psychological well-being. Kesimpulan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa meningkatkan financial knowledge dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kepuasan finansial, yang akan mendukung psychological well-being individu. Sementara itu, faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan status pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan finansial. Tapi, tingkat pendapatan menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap kepuasan finansial. Penelitian ini menyarankan bahwa pengembangan keterampilan pengelolaan keuangan dan peningkatan financial knowledge adalah langkah-langkah penting untuk mencapai kepuasan finansial yang lebih tinggi. Selain itu kepuasan finansial memiliki pengaruh yang signifikan untuk mendukung psychological well-being. Semakin tinggi kepuasan finansial seseorang, maka semakin rendah pula tingkat stres yang Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan terkait dengan sampel yang digunakan, yang terbatas pada responden yang berumur delapan belas atau lebih yang berdomisili Surabaya. Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan sampel yang lebih beragam, termasuk warga Indonesia dari berbagai kota yang lain, serta melakukan studi longitudinal untuk melihat perubahan kepuasan finansial dari waktu ke waktu. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih secara mendalam kepada para responden yang telah memberikan waktu dan usaha untuk berpartisipasi dalam proses penelitian ini melalui pengisian kuesioner penelitian. Akhir kata, penulis berharap agar artikel jurnal ini dapat menjadi manfaat bagi berbagai pihak. Referensi