PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN 8 . : HLM. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN e-ISSN: 2621-8119 DOI: https://doi. org/10. 46774/pptk. Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang Inflation control policy planning in Palembang city Shelly Vetria1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Penelitian dan Pengembangan Kota Palembang1 Korespondensi Penulis: Phone : 6281373479678 Email : shellyvetria@yahoo. Diterima : 27 Februari 2025 Direvisi : 10 Desember 2025 Diterbitkan : 30 Desember 2025 This is an open access article under the CC BY-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses /by-sa/4. PPTK is indexed Journal and accredited as Sinta 4 Journal . ttps://sinta. id/journal s/profile/7. ABSTRACT The increase in staple food prices often triggers "cost-push" inflation. This type of inflation occurs when rising production costs, including the price of raw materials, are passed on to consumers in the form of higher prices for goods and services. The Regional Inflation Control Team (TPID) still faces various challenges in carrying out its functions of price monitoring and control optimally. This policy paper adopts a qualitative approach using the SOAR analysis method (Strengths. Opportunities. Aspirations, and Result. , drawing on interviews with government agencies, market traders, and consumers. The SOAR framework allows the study to focus not only on existing strengths and opportunities, but also on shared aspirations and realistic outcomes expected by stakeholders. The analysis shows that an OpportunityAe Aspiration (OA) strategy is the most suitable approach for Palembang City. The recommendation is the issuance of a "Mayor of Palembang Decree on Crosscutting Programs for Regional Government Agencies and the Private Sector in Inflation Control" to take more concrete, precise, and responsive actions. Keywords: Food Balance Sheets. Inflation. Inflation Control. Strategies. TPID. ABSTRAK Kenaikan harga bahan pokok sering kali memicu inflasi yang bersifat "cost-push". Inflasi jenis ini terjadi ketika kenaikan biaya produksi, termasuk harga bahan baku, diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian harga yang optimal. Policy paper ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis SOAR (Strengths. Opportunities. Aspirations, and Result. yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan perangkat daerah, pedagang, dan Pendekatan SOAR memungkinkan perumusan kebijakan yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan dan peluang, tetapi juga mempertimbangkan harapan para pemangku kepentingan serta hasil yang ingin dicapai secara nyata. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi OpportunityAeAspiration (OA) merupakan pilihan paling relevan bagi Kota Palembang, dengan fokus pada penguatan kerja sama pemerintah dan sektor swasta, pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan harga, penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, serta peningkatan pengawasan distribusi dan infrastruktur Rekomendasi berupa AuKeputusan Walikota Palembang tentang Crosscutting Program Kegiatan Perangkat Daerah Kota Palembang dan sektor swasta dalam Pengendalian inflasi untuk pengambilan langkah-langkah yang lebih konkrit, tepat dan responsifAy. Kata kunci: Inflasi. Neraca pangan. Pengendalian inflasi. Strategi. TPID. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 meningkatkan angka pengangguran dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Data nasional menunjukkan bahwa sebanyak 46,2 ribu pekerja terkena PHK selama periode Januari hingga Agustus 2024. Meski demikian, deflasi yang terjadi di Palembang selama empat bulan berturut-turut (Juni-September 2. menunjukkan tren penurunan besaran Hal mengindikasikan bahwa harga-harga mulai meningkat perlahan, dengan proyeksi kenaikan pada triwulan IV-2024. Dengan demikian, tingkat inflasi Kota Palembang di akhir 2024 diperkirakan tetap rendah dan sesuai dengan target nasional sebesar 2,5 A policy paper ini juga didasari oleh kenyataan bahwa bahan pokok merupakan komponen utama dalam perhitungan indeks harga konsumen (IHK) yang digunakan untuk mengukur inflasi. Kenaikan harga bahan pergerakan IHK, dan akibatnya inflasi (Kristinae, 2. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), harga bahan pokok sering menjadi faktor dominan dalam menentukan tingkat inflasi bulanan maupun tahunan di Indonesia. Lebih lanjut, policy paper mengenai Perencanaan Kebijakan Inflasi di Kota Palembang juga relevan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi melalui kebijakan stabilisasi harga. Intervensi pengendalian stok bahan pokok, serta kebijakan impor, dilakukan untuk menjaga stabilitas harga (Rahmanta and Maryunianta. Namun, kebijakan ini sering kali bersifat sementara dan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Faktor eksternal seperti perubahan harga komoditas global dan dinamika pasar internasional juga turut mempengaruhi harga bahan pokok di dalam negeri (Arjunita, 2. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk memahami bagaimana harga bahan pokok mempengaruhi inflasi, serta bagaimana kebijakan yang tepat dapat diterapkan untuk menjaga stabilitas harga PENDAHULUAN Inflasi adalah fenomena ekonomi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu (Vetria, 2. Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga bahan pokok dapat memicu ketidakstabilan ekonomi dan terutama golongan menengah ke bawah yang pendapatannya sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas (Azwina and Syahbudi, 2. Sepanjang September. Kota Palembang mengalami empat kali inflasi (Februari. Maret. April, dan Me. serta lima kali deflasi (Januari. Juni. Juli. Agustus, dan Septembe. Secara tahunan, yaitu membandingkan September 2024 dengan September 2023 . ear-on-year/yo. , tingkat inflasi Kota Palembang tetap terkendali di angka 1,41%. Namun, bila dibandingkan secara bulanan, yakni September 2024 Agustus . onth-tomonth/mo. , terjadi deflasi sebesar 0,13%. Secara keseluruhan sejak Januari hingga September 2024 . ear-to-dat. , tingkat inflasi tercatat sebesar 0,35%. Berdasarkan data dari BPS Kota Palembang, penurunan harga pada kelompok komoditas Makanan. Minuman, dan Tembakau, yang termasuk dalam kategori volatile foods, menjadi kontributor utama Lima komoditas utama yang menyumbang penurunan harga adalah telur ayam ras, tomat, bawang putih, ikan gabus, dan ikan baung. Penurunan harga ini disebabkan oleh melimpahnya stok di peternak, masa panen, faktor cuaca/musim, serta intervensi kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut sejalan dengan Neraca Pangan Nasional yang menunjukkan surplus. Deflasi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan terus meningkat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi dunia usaha, seperti pengurangan produksi dan penundaan investasi. Hal ini dapat memaksa organisasi Perangkat Daerah untuk menekan biaya produksi, termasuk melalui pemutusan (PHK). Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang Dalam konteks ekonomi makro, kenaikan harga bahan pokok sering kali memicu inflasi yang bersifat "cost-push". Inflasi jenis ini terjadi ketika kenaikan biaya produksi, termasuk harga bahan baku, diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Dalam hal ini, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga akan meningkatkan biaya hidup, terutama bagi rumah tangga yang alokasi pengeluarannya lebih besar pada bahan pangan. Kenaikan harga bahan pokok memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat inflasi, terutama pada segmen masyarakat dengan pendapatan rendah (Rahmanta and Maryunianta, 2020. Andi Amran Asriadi. Firmansyah and Husain. Di sisi lain, dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap inflasi tidak hanya terjadi di tingkat konsumen, tetapi juga berimbas pada sektor produksi. Kenaikan harga bahan pangan akan meningkatkan biaya produksi di sektor industri makanan dan minuman, yang pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan harga produk akhir di pasar (Kusnadi, 2018. Mawarni et al. , 2. Dampak ini dikenal sebagai transmisi inflasi dari sektor hulu ke hilir. Lebih jauh, dalam literatur penelitian ekonomi, pengaruh harga bahan pokok terhadap inflasi sering kali menjadi fokus analisis dalam kebijakan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berperan dalam menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi. Kenaikan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok sering kali memicu respons kebijakan moneter, seperti penyesuaian suku bunga (Situmorang and Siahaan, 2. Kenaikan harga bahan pokok memerlukan kebijakan moneter yang lebih hati-hati agar inflasi tidak berlanjut secara spiral, yang dapat merugikan pertumbuhan ekonomi (Rizaldy. Maharajabdinul et al. , 2. Peraturan Daerah tentang inflasi, program penangangan inflasi. Berkaca dari fenomena tersebut diatas melandasi penulisan policy paper ini adalah keberadaan tim penanganan inflasi di Kota Palembang belum pembangunan yang disusun melalui RKPD Kota Palembang. Secara keseluruhan, policy paper ini bertujuan untuk memperdalam perencanaan kebijakan pengendalian inflasi di Kota Palembang. policy paper ini juga akan memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam Strategi Pengendalian Inflasi. Kerja Sama Antar Instansi. Indikator dan Target, serta Pemantauan dan Evaluasi mengendalikan inflasi. Dengan demikian, policy paper ini akan berkontribusi bagi pembuat kebijakan ekonomi. Perencana telah melakukan penilaian terhadap TPID dalam menangani inflasi terkait kebijakan dan program yang telah dilakukan. Dari perspektif kebijakan, ketergantungan pada impor memerlukan upaya diversifikasi sumber daya dalam negeri dan peningkatan kapasitas produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan ini. Langkah-langkah seperti peningkatan produksi lokal melalui insentif kepada petani dan program intensifikasi pertanian dapat mengurangi kebutuhan impor dan menjaga stabilitas harga di pasar domestik. Selain mengoptimalkan cadangan pangan strategis dan memperbaiki sistem distribusi untuk menanggulangi lonjakan harga akibat ketergantungan pada impor. Implementasi kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan menjaga kestabilan harga bahan pokok di Palembang dan wilayah lain di Indonesia. Identififikasi permasalaahan dijelaskan dalam tabel berikut. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Tabel 1. 1 Permasalahan Inflasi Kota Palembang Issue TPID belum optimal dalam pengawasan dan pengendalian harga. Lemahnya koordinasi antar- Perangkat Daerah. Permasalahan Kontroversi Gap Sebagian mendukung pasar murah, tetapi ada yang menilai tidak tepat Ketergantungan impor versus produksi lokal. Produsen pangan kesulitan memahami situasi pasar karena minim komunikasi. Kebijakan tidak diterapkan merata ke seluruh wilayah. Tidak ada langkah sistematis jangka panjang untuk pengendalian inflasi. Fokus lebih besar pada solusi jangka pendek dibandingkan jangka panjang seperti intensifikasi pertanian. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengendalian harga yang optimal. Meskipun sebagian masyarakat mendukung inisiatif pasar murah sebagai solusi untuk menekan lonjakan harga, ada kritik yang menyebutkan bahwa program tersebut sering kali tidak tepat sasaran, sehingga manfaatnya tidak dirasakan benar-benar Di sisi lain, produsen pangan menghadapi kesulitan dalam memahami situasi pasar akibat minimnya komunikasi yang terjalin antara mereka dengan pihak pengambil kebijakan. Selain itu, kebijakan yang diharapkan mampu menekan inflasi sering kali tidak diterapkan secara merata di seluruh wilayah, menimbulkan ketimpangan dan inkonsistensi dalam pelaksanaannya. Pengendalian inflasi di tingkat daerah masih dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah lemahnya koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah yang menghambat penyusunan dan implementasi kebijakan yang terpadu. Ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan juga menjadi isu krusial yang bersaing dengan upaya peningkatan produksi lokal yang sering kali kurang mendapat prioritas. Selain itu. Inkonsistensi absennya langkah-langkah sistematis jangka panjang untuk mengatasi inflasi menunjukkan bahwa fokus pengendalian lebih banyak diarahkan pada solusi jangka pendek, seperti operasi pasar, sementara upaya strategis meningkatkan ketahanan pangan belum dijadikan prioritas utama. Berdasarkan uraian diatas bahwa Pernyataan Permasalahan dari Makalah Kebijakan . olicy pape. ini adalah AuBelum Optimalnya Perencanaan Kebijakan Pengendalian inflasi di Kota Palembang. METODE ANALISIS Metode Analisis policy paper ini adalah wawancara yang diberikan kepada pedagang dan pembeli di pasar Jakabaring, pasar KM 5, pasar Sako, pasar Lemabang, pasar 16 Ilir. Dinas Pertanian. DinasPerdagangan. Dinas Perindustrian. Dinas Koperasi dan UMKM. Satpol PP. PD Pasar, dan Bappeda Litbang Kota Palembang sejumlah 100 orang. Hasil wawancara dianalisis menggunakan SOAR (Strengths. Opportunities. Aspirations, and Result. Analisis SOAR merupakan salah satu alat perencanaan strategis dengan pendekatan yang Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang memfokuskan pada kekuatan dan berusaha untuk memahami keseluruhan sistem. Pendekatan SOAR terhadap rencana strategis memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan model tradisional. Analisis SOAR memungkinkan Page 16 Shelly Vetria Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang anggota organisasi menciptakan masa depan yang mereka inginkan sendiri dalam keseluruhan proses dengan cara melakukan penyelidikan, imajinasi, inovasi, daninspirasi. Fokus internal SOAR adalah kekuatan organisasi. SOAR juga digunakanuntuk analisis eksternal melihat aspek kekuatan, peluang, dan aspirasi (AristiyanaNur, 2015 cit. Santoso dan Widyatmini, 2. Strength (S) Merupakan segala hal yang menjadi kekuatan dan kemampuanterbesar yang dimiliki, berupa asset baik asset yang berwujud maupun asset yangtidak berwujud yang mampu mendukung keberlangsungan usaha. Kekuatanakanterus dikembangkan demi kemajuan organisasi maupun individu di masa depan. Opportunities (O) Merupakan bagian dari lingkungan eksternal yang harus di analisisagar mudah memahami apa yang harus dilakukan agar dapat dimanfaatkan. Peluangakan memberikan manfaat bagi organisasi jika organisasi tersebut mampu meraihpeluang tersebut mampu meraih peluang tersebut dengan cepat dan tepat. Aspirations(A) Merupakan harapan, visi dan misi yang ingin dicapai guna membentukkepercayaan diri terhadap produk, pasar dan hal apapun yang dikerjakan demi mencapai visi yang diharapkan sehingga menimbulkan perasaan positif dan semangat dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan. Result (R) Merupakan hasil-hasil yangingin dicapai dalam perencanaan strategis, guna mengetahui sejauh mana pencapaiandari tujuan yang telah disepakati Bersama. Agar para anggota organisasi merasatermotivasi dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan ini, maka perlu dirancang sistem pengakuan dan reward yang menarik. Matriks SOAR berfungsi untuk menyusun faktorfaktor strategis yang menggambarkan bagaimana kekuatan dan peluang eksternal yang dihadapi organisasi Perangkat Daerah dapat disesuaikan dengan aspirasi dan hasil terukur yang dimilikinya Penjelasan matriks SOAR tersebut yaitu strategi SA adalah organisasi Perangkat Daerah merancang strategi tersebut dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang ada dalam organisasi Perangkat Daerah untuk mencapai aspirasi yang diharapkan. Strategi OA adalah organisasi Perangkat Daerah merancang strategi tersebut untuk mengetahui dan memenuhi aspirasi setiap stakeholder atau anggota organisasi Perangkat Daerah yang mengacu pada peluang potensial yang ada. Strategi Page 17Shelly Vetria - Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang SR adalah organisasi Perangkat Daerah merancang strategi tersebut untuk mewujudkan kekuatan yang ada pada organisasi Perangkat Daerah demi mencapai hasil yang terukur. Strategi OR adalah organisasi Perangkat Daerah merancang strategi tersebut berorientasi kepada peluang potensial yang ada untuk mencapai hasil yang sudah terukur. Analisis SOAR dimulai dengan melakukan analisis pada lingkungan eksternal dan internal serta industri untuk mencari peluang apa yang tersedia. Kemudian seluruh peluang dan kekuatan yang dimiliki akan dimasukkan kedalam analisis SOAR untuk kemudian menghasilkan aspirasi dan hasil. Analisis ini dipilih sebab SOAR memiliki kelebihan dimana pendekatan yang diterapkan dibandingkan kelemahan dan ancaman. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 ANALISIS SOAR Strength Variabel Adanya koordinasi antara Perangkat Daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperkuat kemampuan dalam pengendalian inflasi Perangkat Daerah yang terlibat dalam penanganan inflasi menggunakan data yang akurat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab inflasi. Memitigasi ketersediaan pasokan pangan, terutama jenis pangan yang penting bagi masyarakat Kota Palembang dengan menyusun Neraca Bahan Makanan (NBM) oleh DinasKetahanan Pangan dan Pertanian. Perangkat Daerah berperan dalam implementasi program subsidi dan bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak inflasi, seperti bantuan pangan dan subsidi harga Penyusunan Peta Jalan (Road ma. inflasi Tahun 2025- 2026 untuk pengambilan Langkah-langkah yang lebih tepat dan responsif. Bobot 17,76 Rating BxR 53,28 17,52 35,04 17,48 17,48 18,16 72,64 Bobot 17,96 Rating BxR 17,84 71,36 17,52 35,04 17,48 17,48 Opportunity Variabel Menjalin Kemitraan yang lebih erat antara perangkat Daerah dan sektor swasta, khususnya dalam hal pengadaan dan distribusi bahan pokok yang stabil. Penggunaan teknologi informasi dalam memantau fluktuasi harga bahan pokok secara real-time dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi oleh Perangkat Daerah Peluang lain terletak pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran serta mereka dalam pengendalian inflasi, melalui edukasi tentang perilaku konsumsi yang bijak dan pemahaman terhadap kebijakan yang diterapkan Diversifikasi sumber pasokan bahan pokok, baik melalui peningkatan produksi lokal maupun kerja sama dengan produsen luar daerah, membuka Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang peluang untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan yang rentan terhadap gangguan inflasi Pemanfaatan program digital untuk mempercepat dan memperluas distribusi bantuan sosial yang dapat mengurangi dampak inflasi pada masyarakat miskin dan rentan 17,76 53,28 Bobot 17,68 Rating BxR 35,28 17,44 17,44 17,76 71,04 18,04 17,75 53,28 18,32 128,24 18,12 108,72 Aspiration Variabel Mengupayakan kebijakan pengendalian inflasi yang tidak hanya menekan harga barang, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak oleh inflasi Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengendalian inflasi, melalui edukasi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan konsumsi yang bijak Memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, guna mempercepat respons terhadap fluktuasi harga yang dapat memicu inflasi. Menciptakan ketahanan pangan yang lebih tangguh, melalui pemanfaatan potensi lokal dan penguatan sistem distribusi, sehingga daerah tidak rentan terhadap krisis harga bahan pokok Kebijakan subsidi untuk produk lokal dapat dilakukan dengan memberikan subsidi harga agar produk lokal lebih terjangkau oleh konsumen, sekaligus memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi untuk bahan pangan yang dapat diproduksi secara lokal. Menciptakan kestabilan harga bahan pokok dan mendukung ketahanan ekonomi lokal dengan menyalurkan kelebihan stok bahan pokok, terutama yang mudah busuk, kepada UMKM setempat untuk diolah menjadi produk tahan lama. Pengawasan pasar tidak hanya terbatas pada area depan pasar, tetapi juga mencakup pemantauan secara menyeluruh hingga ke area belakang pasar untuk pengawasan yang lebih komprehensif PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Result Variabel Kebijakan optimalisasi cadangan pangan strategis mampu menjaga stabilitas pasokan bahan pokok selama krisis. Peningkatan operasi pasar murah di wilayah terdampak berhasil membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok Pengembangan neraca pangan efektif dalam mengidentifikasi surplus dan kekurangan bahan pokok secara akurat. Peningkatan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah melalui TPID menghasilkan pengendalian inflasi yang lebih efektif. Kebijakan pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan penyediaan fasilitas penyimpanan bahan pokok, memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga. Intervensi pemerintah dalam pengawasan harga bahan pokok secara rutin berhasil menekan praktik spekulasi harga. Pengawasan distribusi bahan pokok oleh TPID meningkatkan efisiensi distribusi dan mengurangi kelangkaan di pasar. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Teori Inflasi Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Mone. : Teori ini menyatakan bahwa inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar lebih besar daripada jumlah barang dan jasa yang Kaitan antara harga bahan pokok dan inflasi dapat dikaitkan dengan peningkatan permintaan akan bahan pokok yang memicu kenaikan harga (Friedman, 1. Cost-Push Inflation: Teori ini menjelaskan bahwa inflasi terjadi akibat kenaikan biaya produksi, termasuk harga bahan pokok. Peningkatan biaya tersebut akhirnya mendorong kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Bobot 17,56 Rating BxR 52,68 17,56 34,88 17,44 17,64 70,56 18,04 126,28 17,92 18,04 108,24 Demand-Pull Inflation: Teori ini menyatakan bahwa inflasi terjadi ketika permintaan agregat dalam perekonomian melebihi kapasitas produksi. Permintaan yang lebih tinggi dari bahan pokok tertentu, terutama selama musim-musim tertentu, dapat memicu inflasi. Teori Perencanaan Teori perencanaan memberikan landasan konseptual yang penting untuk memahami dan mengarahkan proses penyusunan kebijakan atau tindakan strategis guna mencapai tujuan Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah teori rasional, yang menekankan proses analisis logis dan Pendekatan Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang identifikasi masalah, penentuan tujuan, pengumpulan data, evaluasi alternatif, dan implementasi keputusan. Dengan pendekatan rasional, perencanaan sering diterapkan dalam konteks teknokratik seperti pembangunan infrastruktur dan kebijakan public (Silmi. Selain teori rasional, teori advokasi dan partisipasi menawarkan perspektif yang lebih inklusif dalam perencanaan. Teori advokasi kelompok-kelompok pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih adil dan merata. Sementara itu, teori partisipasi menyoroti peran aktif masyarakat dalam proses perencanaan, yang dapat meningkatkan keberlanjutan dan akseptabilitas kebijakan. Kebijakan Pemerintah Kota Palembang dalam pengendalian inflasi saat ini Sesuai yang tertuang dalam dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Palembang Tahun 2025 bahwa Untuk tahun 2024 ini dan 2025 mendatang diprediksikan ancaman inflasi masih terus berlanjut, khususnya krisis pangan sebagai dampak terjadinya krisis iklim sehingga Pemerintah Kota Palembang terus melakukan monitoring ketersediaan stok dan harga secara berkala sertaberbagai upaya agar laju inflasi dapat dikendalikan. Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain: . Memantau penyaluran/distribusi bekerjasama dgn Bulog dan beberapa komoditi pangan melalui skema kerjasama antar daerah. Mitigasi stabilitasi pasokan & harga . Menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) seperti operasi pasar murah. Penguatan cadangan pangan daerah. Regulasi dan Kebijakan Pengendalian Inflasi Pemerintah Kota Palembang saat Pemerintah Kota Palembang mengeluarkan beberapa regulasi terkait pengendalian inflasi di Kota Palembang: Keputusan Walikota Palembang Nomor 134/KPTS/V/2020 Tahun 2020 tentang Tim Pengendalian inflasi Daerah Kota Palembang. Keputusan Walikota Palembang Nomor 41/KPTS/V/2021 Tahun 2021 tentang. Keputusan Walikota Palembang Nomor 23/KPTS/V/2022 Tahun 2022 tentang Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Keputusan Walikota Palembang Nomor 334/KPTS/V/2020 Tahun 2020 tentang Tim Penyusunan Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi dan Deflasi Daerah Kota Palembang Keputusan Walikota Palembang Nomor 13/KPTS/V/2022 Tahun 2022 tentang Peta Jalan (Road Ma. pengendalian inflasi Kota Palembang periode 2022 - 2024 Metode Analisis Dari kondisi peran TPID Kota Palembang yang ada dan setelah dilakukan environmental scanning di Kota Palembang dengan analisa SOAR, maka didapat masing-masing variabel untuk Strengths. Opportunities. Aspirations, dan Results. Variabel-variabel ini merupakan potensi yang ditemukan dalam rangka Perencanaan Kebijakan Penngendalian Inflasi dalam perencanaan pembangunan daerah Kota Palembang. Telah dilakukan pengolahan data instrumentasi SOAR yang telah diberikan, dimana dilakukan perhitungan terhadap bobot (B) dan penentuan rating (R) dari bobot Bobot (B) diperoleh dengan rumus sebagai berikut: Bobot (B) = Jumlah responden per pertanyaan x 100% Total seluruh jawaban responden Rating diperoleh dari melihat peringkat bobot yang teah dihitung. Semakin PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 besar nilai bobot maka semakin tinggi nilai rating, demikian pula sebaliknya. Variabel Kekuatan (Strengt. Hal-hal yang menjadi kekuatan serta aset terbesar yang dimiliki diungkapkan, baik aset yang berwujud maupun aset yang tidak Tujuan pengungkapan ini adalah untuk memberikan penghargaan terhadap segala hal-hal positif yang dimiliki, yang pasti akan selalu dimiliki baik oleh individu maupun Kekuatan inilah yang akan terus dikembangkan demi kemajuan organisasi maupun individu di masa depan. Hasil analisis untuk variabel kekuatan memperlihatkan bahwa variabel st5 memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor tertingg. , yaitu 5 dan 18,4%. Sedangkanvariabel st3 memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor terenda. , yaitu 1dan17,48%. Jumlah total skor untuk kekuatan adalah 270,44. Variabel Peluang (Opportunitie. Opportunities adalah peluang terbaik dari lingkungan eksternal yang dimiliki serta dapat dimanfaatkan oleh organisasi. Lingkungan eksternal adalah sebuah wilayah yang penuh dengan berbagai macam kemungkinan dan Salah satu syarat bagi keberhasilan suatu organisasi adalah kemampuannya memaksimalkan peluang yang dimiliki. Hal ini mensyaratkan adanya cara pandang yang positif dalam memandang lingkungan eksternal yang berubah dengan sangat cepat. Hasil analisis untuk variabel peluang memperlihatkan bahwa variabel op1memiliki memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor tertingg. , yaitu 5 dan 17,96%. Sedangkan variabel op4 memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor terenda. yaitu1 dan 17,84%. Jumlah total skor untuk peluang adalah 266,96 yang dapat menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan baik terhadapdiri sendiri. Saling berbagi aspirasi ini menjadi hal yang sangat penting guna menciptakan tujuan yang disepakati bersama, yang menjadi panduan bagi TPID ke depan. Hasil analisis untuk variabel Harapan memperlihatkan bahwa variabel as6 memiliki memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor tertingg. , yaitu 7 dan 18,32%. Sedangkan variabel as2 memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor terenda. , yaitu1 dan 17,44%. Jumlah total skor untuk harapan adalah 468,92. Variabel Hasil (Result. Results berarti menentukan ukuran dari hasilhasil yang ingin dicapai . dalam perencanaan strategis guna mengetahui sejauh mana pencapaiandari tujuan yang telah disepakati bersama. Agar para anggota TPID merasa termotivasi dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan ini. Hasil analisis untuk variabel hasil memperlihatkan bahwa variabel re5 memiliki memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor tertingg. , yaitu 7 dan 18,04%. Sedangkan variabel re3 memiliki R . ilai urgens. dan bobot . aktor terenda. , yaitu1 dan 17,4%. Jumlah total skor untuk hasil adalah 446,96. Konsepsi Au Optimalisasi Kebijakan Pemerintah Kota Palembang dalam Pengendalian inflasi di Kota Palembang Au Berdasarkan matriks SOAR dan analisis SOAR yang telah dilakukan diatas, makadiperoleh perhitungan strategi sebagai berikut: 1. Strategi SA: Gunakan Kekuatan untuk mencapai Harapan. S A = 270,44 468,92 = 739,36 2. Strategi SR: Gunakan Kekuatan untuk mencapai Hasil yang terukur. S R = 270,44 446,96 = 717,4 3. Strategi OA: Gunakan Peluang untuk mencapai Harapan. O A = 266,96 468,92 = 735,88 4. Strategi OR: Gunakan Peluang untuk Variabel Harapan (Aspiration. Para anggota TPID berbagi aspirasi dan merancang kondisi masa depanyangdiinginkan. Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang mencapai Hasil yang terukur. O R = 266,96 446,96 = 713,92 Dari hasil olah data kuesioner diperoleh hasil strategi OA (Opportunity-Aspiratio. yang paling tinggi dengan jumlah 735,88. Strategi OAadalah strategi terpilih yang berorientasi dengan memanfaatkan peluang potensial yang ada untukmencapai harapan. Pemerintah Kota Palembang memiliki banyak peluang potensial dalam Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah Kota Palembang. Adapun secaraberurutan dapat berupa: . Menjalin kemitraan yang lebih erat antara Perangkat Daerah dan sektor swasta, khususnya dalam hal pengadaan dan distribusi bahan pokok yang stabil . Penggunaan teknologi informasi dalammemantaufluktuasi harga bahan pokok secara real-time dapat menjadi peluang untukmeningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi oleh Perangkat Daerah . Pemanfaatan program digital untuk mempercepat dan memperluas distribusi bantuan sosial yang dapat mengurangi dampak inflasi pada masyarakat miskin dan rentan . peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengendalian inflasi, melalui edukasi tentang perilaku konsumsi yang bijak dan pemahaman terhadap kebijakan yang diterapkan . Diversifikasi sumber pasokan bahan pokok, baik melalui peningkatan produksi lokal maupun kerja sama dengan produsen luar daerah, membuka peluang untukmengurangi ketergantungan pada pasokan yang rentan terhadap gangguan inflasi . Dengan memaksimalkan peluang yang ada, maka akan diperoleh harapan yang diingikan seperti: . Menciptakan kestabilan harga bahan pokok dan mendukungketahanan ekonomi lokal dengan menyalurkan kelebihan stok bahan pokok, terutamayang mudah busuk, kepada UMKM setempat untuk diolah menjadi produk tahanlama . Pengawasan pasar tidak hanya terbatas pada area depan pasar, tetapi menyeluruh hingga ke area belakang pasar untukpengawasan yang lebih komprehensif . Menciptakan pemanfaatan potensi lokal dan penguatan sistemdistribusi, sehingga daerah tidak rentan terhadap krisis harga bahan pokok . Memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, guna mempercepat respons terhadap fluktuasi harga yang dapat memicu inflasi . Kebijakan subsidi untuk produk lokal dapat dilakukandengan memberikan subsidi harga agar produk lokal lebih memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi untuk bahan panganyangdapat diproduksi secara lokal . Mengupayakan kebijakan pengendalianinflasi yang tidak hanya menekan harga barang, tetapi juga terutama kelompok yang paling terdampak oleh inflasi . Meningkatkan partisipasi pengendalianinflasi, melalui edukasi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaankonsumsi yang bijak . PILIHAN KEBIJAKAN Analisis SOAR memperlihatkan bahwa variabel yang memiliki nilai urgensi dan bobot faktor tertinggi adalah: 1. Strengths: Penyusunan Peta Jalan (Road Map Inflasi Tahun 2025- 2026 untuk Pengambilan langkah-langkah yang lebih tepat dan responsif . Opportunities: Menjalin kemitraan yang lebih erat antara Perangkat Daerah dan Sektor Swasta, khususnya dalam hal pengadaan dan distribusi bahan pokok . Aspirations: Menciptakan ketahanan PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 pangan yang lebih tangguh melaui pemanfaatan potensi lokal dan penguatan sistem distribusi, sehingga daerah tidak rentan terhadap krisis harga bahan pokok . Results: Kebijakan pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan penyediaan memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga . Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pengendalian Inflasi di Kota Palembang. Untuk itu, sesuai dengan strategi OA . trategi terpili. penguatan sistem distribusi juga perlu dilakukan denganmemastikan infrastruktur penunjang, seperti akses jalan ke daerahdaerahproduksi, dalam kondisi baik. Misalnya, cold storage sederhana dapat dibangundi daerah penghasil bahan pokok untuk mengurangi tingkat kerusakan produkyang mudah rusak selama proses distribusi. Dengan langkah-langkah ini, daerahtidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga memiliki cadangan pangan yang dapat digunakan saat terjadi krisis harga bahan KESIMPULAN Menjalin kemitraan yang lebih erat antara perangkat daerah dan sektor swastakhususnya dalam hal pengadan dan distribusi bahan pokok yang stabil. Misalnya, pemerintah dapat bekerja sama dengan distributor besar untukmenjamin pasokan bahan pokok tetap tersedia meski terjadi gangguan produksi atau Selain itu, kemitraan ini dapat mencakup pemberian insentif kepada pelaku usaha lokal, seperti subsidi transportasi atau pengurangan biayapajak untuk distribusi bahan pokok tertentu. Pemerintah juga dapat memfasilitasi pertemuan reguler antara perangkat daerah, distributor, dan petani lokal untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam distribusi bahan pokok. Menciptakan ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal danpenguatan sistem distribusi sehingga daerah tidak rentan terhadap krisis hargabahan pokok. Ketahanan pangan di Kota Palembang dapat diperkuat denganmendorong pemanfaatan potensi lokal, misalnya melalui kerja sama denganpetani lokal yang selama ini produksinya cenderung tergantung pada pasokandari daerah lain. Pemerintah dapat memberikan pendampingan teknis, seperti pelatihan teknik pertanian modern atau penyediaan bibit unggul, untukmeningkatkan produktivitas komoditas lokal seperti cabai merah dan bawangmerah. Selain itu. REKOMENDASI KEBIJAKAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam menjawab 2 . issue utama permasalahan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang, maka diperoleh rekomendasi sebagai berikut: AuKeputusan Walikota Palembang tentang Crosscutting Program Kegiatan Perangkat Daerah Kota Palembang dan sektor swasta Pengendalian pengambilan langkah-langkah yang lebih konkrit, tepat dan responsif. Ay Dokumen crosscutting pengendalian inflasi biasanya mencakup beberapa aspek strategis untuk mengendalikan inflasi melalui kerja sama antar Perangkat Daerah Kota Palembang dan pihak swasta, dan memuat beberapa poin yang terdapat dalam dokumen tersebut yaitu Strategi Pengendalian Inflasi oleh Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID). Kerja Sama Antar Instansi. Indikator dan Target, serta Pemantauan dan Evaluasi, dokumen ini Pemerintah Kota Palembang dalam pengendalian inflasi di Kota Palembang. DAFTAR PUSTAKA