JPFT - volume 10, nomor 3, pp. December 2022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU PINTAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 12 PALU THRUSE OF SMART CARD LEARNING MEDIA TO IMPROVE PHYSICS LEARNING OUTCOMES OF CLASS Vi STUDENTS AT SMP NEGERI 12 PALU Lilis rahayu. Kamaluddin. Miftah Pendidikan fisika. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Universitas Tadulako, palu. Indonesi. Email : Lilisrahayu424@gmail. Kata Kunci Media pembelajaran Kartu pintar Hasil belajar Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Palu dengan menggunakan media pembelajaran kartu pintar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini merupakan pemberian tes berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 nomor. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh disimpulkan bahwa penggunaan media kartu pintar meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Palu. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan skor N-Gain untuk kelas eksperimen diperoleh N-gain 57% dan pada kelas kontrol diperoleh 42%. Kelas ekseprimen dan kontrol termasuk dalam kategori sedang, dimana g > 0,30. Ke dua kelas mengalami peningkatan , namun peningkatan lebih besar terjadi pada kelas ekseperimen. yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan kartu pintar dan yang mengguunakan buku cetak. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan hasil belajar fisika dalam menggunakan media kartu pintar pada siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Palu. Keywords Instructional Media smart card Learning outcomes Abstract This research was conducted with the aim of improving physics learning outcomes in class Vi students of SMP Negeri 12 Palu by using smart card learning media, this research was a quasiexperimental study. The data collection technique used in this study was giving a test in the form of multiple choice questions of 20 numbers. Based on the results of the research and analysis of the data obtained, it was concluded that the use of smart card media increased the physics learning outcomes of Grade Vi students of SMP Negeri 12 Palu. This can be proven from the results of calculating the N-Gain score for the experimental class to obtain an N-gain of 57% and for the control class to obtain 42%. The experimental and control classes are included in the moderate category, where g > 0. Both classes experienced an increase, but a greater increase occurred in the experimental class. which means there are differences in physics learning outcomes between groups of students who take part in learning using smart cards and those who use printed books. So it can be concluded that there is an increase in physics learning outcomes in using smart card media in class Vi students of SMP Negeri 12 Palu. A2022 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 20 September 2022. Accepted 30 October 2022. Available Online 31 December 2022 *Corresponding Author: Lilisrahayu424@gmail. PENDAHULUAN Fisika pelajaran wajib diberikan kepada siswa. Fisika menjadi mata pelajaran yang tidak hanya berisi rumus dan teori saja untuk dihafal tetapi juga membutuhkan pemahaman konsep tinggi oleh peserta didik . Sering dikatakan bahwa fisika terasa sulit matematika atau dengan kata lain siswa harus dapat berhitung sehingga fisika dianggap tidak menarik dan membosankan. Kenyataan ini adalah sebuah persepsi yang negatif terhadap Terhadap permasalahan tersebut maka telah dilakukan berbagai cara mengatasinya, salah satunya adalah membuat kondisi yang mendukung perkembangan kematangan siswa mempelajari fisika. Dalam mengatasi permasalahan diatas, pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar fisika. Hasil Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online perubahan mencangkup bidang kognitif, afektif, dan pisikomotoris yang berorientasi pada proses belajar mengajar yang dialami oleh Kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya merupakan suatu bentuk dari hasil belajar . Pada penelitian ini mencakup untuk meningkatkan hasil belajar kognitif . Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada siswa . Banyak jenis media yang muncul sebagai wahana kreativitas guru untuk memberi pelayanan pendidikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Salah satu yang dapat diandalkan adalah game atau permainan. Salah satu media yang dapat di digunakan dalam pembelajaran adalah kartu Kartu pintar berisikan tentang soal yang menyangkut materi ajar dapat berupa gambar, pertanyaan, ataupun jawaban mengenai materi pesawat sederhana diantaranya yaitu tuas, bidang miring, dan katrol. Secara umum media kartu mudah dibuat, harga yang terjangkau, penggunaannya tidak terlalu rumit, mudah untuk dibawa, dan dapat menarik perhatian siswa . Pada peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Surahmadi menyatakan bahwa dengan menggunakan media kartu pintar peserta didik lebih mudah mengasah daya ingatnya terhadap materi dan juga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Temanggung . Dalam penelitian Sari hasil belajar menggunakan media kartu pintar telah mencapai ketuntasan KKM yaitu 76,875 . Sedangkan Qurniawati kenaikkan prestasi belajar aspek kognitif dengan menggunakan media kartu pintar kelas eksperimen . ,5. lebih tinggi dari rata-rata selisih nilai posttest dan pretest aspek kognitif kelas kontrol . , 6. Menurut Eva,dkk Terdapat hubungan yang relatif rendah antara media kartu kemudi pintar (KKP) terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Batam, tetapi memberikan pengaruh positif atas peningkatan hasil belajar Media kartu kemudi pintar (KKP) dapat dijadikan referensi pembuatan media namun diajarkan . Berdasarkan uraian diatas penelitian yang berjudul AuPenggunaan Media Pembelajaran Kartu Pintar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 12 PaluAy. Vol. No. 3, pp. 43 Ae 47. December METODOLOGI PENELITIAN eksperimen kuasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 12 Palu yang merupakan sekolah Negeri di Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan september sampai bulan oktober semester ganjil tahun ajaran 2022-2023. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Palu pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Kelas Vi SMP Negeri 12 Palu adalah 40 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yaitu untuk masing-masing kelas berjumlah 20 Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas Vi A sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi B sebagai kelas kontrol. sampel dilakukan dengan teknik purposive berdasarkan pada pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini merupakan pemberian tes berupa soal pilihan ganda. Penelitian ini dilakukan sebanyak lima kali pertemuan, pertemuan pertama memberikan pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, pertemuan 2,3 dan 4 melaksanakan proses pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Ada 5 tahapan dari model Problem Based Learning (PBL) yaitu. orientasi masalah, pengembanganan penyajian hasil, analisis dan evaluasi . Dipertemuan terakhir peneliti memberikan tes untuk mengukur hasil belajar siswa sebagai indikator dalam menentukan apakah terdapat peningkatan atau tidak dalam hasil belajar . Instrumen yang digunakan dalam penelitian pembelajaran (RPP), lembar observasi, lembar angket respon siswa, media pembelajaran berupa kartu pintar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan tes hasil belajar berupa soal pilihan Sebelumnya instrumen yang digunakan pada penelitian ini telah divalidasi oleh validator yang berkompeten di bidangnya. Jumlah soal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 soal yang sudah valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Persentase Ketercapaian Belajar Siswa Persentase hasil belajar siswa berdasarkan tes awal . dan tes akhir . pada kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel1. Tabel 1. Persentase Ketercapaian belajar siswa kelas eksperimen Konsep Kelas kontrol Kelas ekseperimen Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Dasar Tuas Bidang Katrol Jumlah Rata-rata Pretest 51,5% Posttest 76,25% Pretest 66,25% 82,5% 32,5% 32,86% 49,29% 42,5% 39,28% 72,14% 137,86% 34,5 % 225,54% 56,4% 165,03% 41,25% 286,64% 71,66% Hasil Respon Siswa Terhadap Kartu Pintar Respon siswa digunakan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media permainan kartu pintar. Respons siswa yang digunakan terdiri dari 7 pertanyaan yang kemudian dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Hasil respon siswa terhadap kartu Pertanyaan Pembelajaran fisika dengan permainan kartu pintar menarik dan Pembelajaran fisika dengan permainan kartu pintar memberikan contoh fenomena di kehidupan sehari-hari Siswa lebih mudah memahami materi pesawat sederhana menggunakan permainan kartu pintar Permainan kartu pintar mudah dipahami Siswa lebih mudah dalam menjelaskan materi setelah melakukan permainan kartu pintar Siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mengerjakan tes Siswa mengerjakan soal tes dengan mudah setelah proses pembelajaran Rata-rata Sangat 3,60 Sangat 4,00 Sangat Sangat 3,50 3,30 Baik 3,30 Baik 3,55 Sangat Guru Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Hasil Uji Hipotesis Setelah uji normalitas dan homogenitas, maka dilakukan uji t . ji 2 piha. Berdasarkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 14,30 dan kelas kontrol sebesar 11,8 dilakukan uji hipotesis dan diketahui thitung > ttabel atau 2,78 > 2,04. Hal ini berarti, nilai t hitung berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dan H1diterima. Uji N-Gain Berdasarkan hasil perhitungan skor N-Gain untuk kelas eksperimen diperoleh N-gain 57% dan pada kelas kontrol diperoleh 42% kelas ekseprimen dan kontrol termasuk dalam kategori sedang, dimana g > 0,30. Ke dua peningkatan lebih besar terjadi pada kelas Tabel 3. Hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa. Tahap pembelajaran Mengorientasikan Sangat baik diperoleh mempunyai varians yang sama besar . Hasil Observasi Hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa di dalam pembelajaran dalam menggunakan media pembelajaran kartu pintar dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning di kelas eksperimen peserta didik pada Mengorganisasikan siswa untuk belajar Pengumpulan data/penyelidikan Mengembangan dan Analisa dan evaluasi Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil perhitungan tes awal nilai x2hitung untuk kelas eksperimen adalah sebesar 3,62 dan untuk kelas kontrol sebesar 3,49 dengan x2tabel Sebesar 5,99 sedangkan hasil perhitungan tes akhir nilai x2hitung untuk kelas eksperimen adalah sebesar 3,96 dan kelas kontrol sebesar 1,41 dengan x2tabel sebesar 5,99. sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh terdistribusi normal. Hasil Uji Homogenitas Berdasarkan hasil perhitungan tes awal diperoleh nilai variansi untuk kelas eksperimen sebesar 8,04 dan nilai variansi kelas kontrol sebesar 7,37. Sehingga diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,92. Sedangkan hasil perhitungan tes akhir diperoleh nilai variansi untuk kelas eksperimen sebesar 8,38 dan nilai variansi kelas kontrol sebesar 6,43 sehingga diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,77. Untuk nilai Ftabel sebesar 2,12. dapat disimpulkan bahwa data yang Respon siswa Skor Kriteria 3,60 Sangat 3,55 Vol. No. 3, pp. 43 Ae 47. December Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan bahwa kedua kelas tersebut terjadi peningkatan hasil belajar. Namun peningkatan yang lebih Baik Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online besar terjadi pada kelas ekseperimen yang menggunakan media kartu pintar. Di dalam kartu pintar terdapat pertanyaan dan gambar mengenai materi pesawat sederhana serta penggunaan kartu pintar dapat membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan juga tdak membosankan. Ada beberapa siswa yang belum mencapai nilai KKM dan masih ada ketercapaiannya yaitu pada materi bidang miring, tuas dan katrol nilai persentase ketercapainnya yaitu 45%, 40% dan 20%. Hal itu dikarenakan dalam media yang digunakan tidak terdapat soal perhitungan seperti pada soal posttest. Di dalam media hanya terdapat konsep-konsep dasar untuk membuat siswa lebih paham dan menekankan pada materi Peningkatan hasil belajar siswa ditentukan dari nilai pretest dan posttest siswa. Kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan Gain Skor kritria sedang. Penggunaan media meningkatkan hasil belajar siswa. Pernyataan Heinich bahwa metode permainan dapat melibatkan satu siswa ataupun kelompok . Berdasarkan pernyataan tersebut, maka media permainan kartu pintar dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan sehingga hasil belajar siswa meningkat. Media permainan kartu pintar dalam herarki kerucut pengalaman dale berada pada posisi paling bawah karena media ini dapat memberikan pengalaman secara langsung . Perpaduan teks dan pertanyaan dalam halaman cetak dapat menambah daya tarik, serta dapat memperlancar pemahaman informasi yang di sajikan dalam dua format, verbal dan visual . Kondisi yang menyenangkan dalam proses pembelajaran Fisika tersebut dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa . Ditinjau dari karakteristik umur siswa SMP kelas Vi, maka penggunaan media permainan Nursalim menyatakan bahwa ketika anak memasuki tahap operasi formal maka anak mampu menyelesaikan masalah secara ilmiah melalui cara berpikir secara abstrak . Respon siswa sangat positif terhadap penggunaan permainan kartu pintar dalam mempelajari materi pesawat sederhana ditinjau dari skor respons siswa sebesar 3,55 kriteria sangat baik. Susilana dan Riyana berpendapat meningkatkan antusiasme dan gairah siswa dalam belajar serta membawa siswa untuk mampu berinteraksi secara baik dengan sumber belajar yang digunakan . Penggunaan Vol. No. 3, pp. 43 Ae 47. December media permainan kartu pintar memberikan semangat lebih kepada siswa ketika siswa mampu berinteraksi langsung dengan sumber belajar serta lingkungan sekitar. Salah satu ciri guru profesional adalah guru yang memiliki kreatifitas dan seni mendidik yang tinggi, pembelajaran yang pada akhirnya peserta didik pembelajaran yang terjadi . Media kartu pintar memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan mengalami sendiri secara langsung, serta memungkinkan terjadinya komunikasi multi arah . KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh disimpulkan bahwa penggunaan media kartu pintar meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas Vi SMP Negeri 12 Palu. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil N-Gain eksperimen diperoleh N-gain 57% dan pada kelas kontrol diperoleh 42%. Kelas ekseprimen dan kontrol termasuk dalam kategori sedang, dimana g > 0,30. Ke dua kelas mengalami peningkatan , namun peningkatan lebih besar terjadi pada kelas ekseperimen. Berdasarkan dilakukan, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut. Dalam penelitian ini masih ada beberapa konsep materi yang masih kurang dipahami oleh siswa dikarenakan didalam kartu pintar masih sangat kurang untuk materi menyarankan agar peneliti selanjutnya membuat media yang lebih banyak Dan Sebaiknya media pembelajaran dibuat soal-soal disesuaikan dengan sasaran penelitian, perbanyak gambar ilustrasi atau animasi untuk mempermudah memahami materi yang disampaikan. Dalam pembelajaran siswa masih belum dikarenakan pengelompokan siswa yang Sehingga kekacauan dalam kelas. Maka dari itu peneliti menyarankan membuat kelompokkelompok kecil sehingga lebih teratur cara Dan semua materi dalam kartu pintar dapat dipahmi oleh Dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online pembelajaran lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA