Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS XI MA INTEGRAL HIDAYATULLAH MANOKWARI Evi Rahmi STKIP Muhammadiyah Manokwari. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 01 Oktober 2022 Revised: 19 November 2022 Available online: 11 Desember 2022 This study aims to determine the ability of Class XI MA Integral Hidayatullah Manokwari students in analyzing the linguistic rules of procedure text. This type of research is a quasi-experimental carried out without a comparison group or class. The population in this study were all students of class XI and as a sample the experimental class was class XI MIPA 1 as many as 32 students. Sampling in this study was done randomly . imple random samplin. by lottery. Data was collected by using a written test technique. Student test score data were analyzed using t-test. Based on the results of hypothesis testing with a significant level of = 0. 05, it was obtained tcount > ttable = . 86> 2. which means H0 is rejected and Ha is So it can be concluded that the students' ability to analyze the linguistic rules of the procedure text after applying contextual learning is significantly increased. KEYWORDS Kontekstual. Analisis Kaidah Teks Prosedur CORRESPONDENCE E-mail: elvhirasamad@gmail. INTRODUCTION Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan dengan proses belajar yang sifatnya berkesinambungan. Proses belajar di dalam sebuah lembaga pendidikan formal merupakan sebuah upaya dalam memanusiakan manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan dari Salah satu penunjangnya adalah sekolah sebagai lembaga pendidikan. Sekolah merupakan tempat untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa guna mencapai sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu pemerintah merancang kurikulum untuk semua mata pelajaran agar proses belajar mengajar terarah dan terwujudnya pendidikan yang lebih baik lagi. Pada saat ini Indonesia menggunakan Kurikulum 2013 yang menuntut perubahan yang lebih baik lagi dalam sistem pendidikan (Agustina, 2. Dalam Kurikulum 2013 siswa dituntut untuk lebih aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Guru tidak lagi sebagai satusatunya sumber belajar. Prinsip Kurikulum 2013 menjadikan sumberbelajar berbasis aneka sumber belajar, artinya siswa dapat belajar atau mendapatkan pengetahuan dari berbagai sumber. Pembelajaran bahasa Indonesia juga mengalami perubahan terkait dengan perubahan Kurikulum. Pada Kurikulum 2013 pembelajaran bahasa Indonesia menerapkan pembelajaran yang berbasis pada teks. Pembelajaran berbasis teks tersebut dilaksanakan dengan prinsip yang Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau menyatakan bahwa bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan hanya kata atau kaidah kebahasaan saja. Di dalam pembelajaran tersebut siswa diharapkan mampu mengolah teks dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Salah satu teks yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA/MA/SMK adalah teks prosedur. Teks prosedur adalah suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan tahapan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan secara teratur yang bisa membuat kegiatan yang dilakukan menjadi terhambat bahkan sampai gagal (Hapsari & Wulandari. Terdapat banyak kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika kita tidak mengikuti prosedur itu, tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kita dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan. Minat baca sangat penting dalam kehidupan seseorang yang timbul dari lubuk hati yang paling dalam, jika seseorang mempunyai minat untuk membaca maka harus mengembangkan minatnya agar menjadi orang yang berguna bagi dirinya dan juga orang lain (Nurmiati. Menambah informasi, memperluas ilmu pengetahuan, dan bermanfaat untuk memperoleh minat baca serta berguna bagi seseorang untuk meningkatkan pengembangan, ilmu pengetahuan, dan daya nalarnya berkembang dan berpandangan luas, maka minat baca seseorang dapat mempunyai kemampuan yang baik dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur (Rahayu. Rasna & Artawan 2. Belajar mengenai teks prosedur sangatlah penting. Pada teks prosedur peserta didik dapat mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh pada saat akan melakukan sesuatu. Langkahlangkah tersebut dilakukan untuk mengikuti tahapan dalam suatu proses, dan akan mengeksplorasi teks prosedur. Teks prosedur salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas XI semester Sistadewi . menyatakan bahwa AuTeks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk untuk melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Ay Teks prosedur ini bertujuan untuk menyajikan tata cara dan langkah-langkah tentang membuat, menggunakan atau melakukan sesuatu. Teks prosedur juga teks yang mengutamakan ketepatan dalam hal urutan. Indikator pemahaman dalam teks prosedur yaitu struktur teks prosedur, ciri kebahasaan, kalimat berdasarkan fungsi, dan piranti kohesi teks prosedur. Rendahnya kemampuan dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur memiliki kaitan dengan sistem pengajaran yang diberikan guru masih bersifat konvensional, yakni Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau dengan metode ceramah. Hal tersebut membuat siswa tidak tertarik dalam kegiatan menganalisis bahkan mengantuk ketika proses pembelajaran berlangsung serta menyebabkan kegiatan menganalisis siswa belum tercapai secara maksimal. Menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan suatu teks memang bukan hal yang mudah. Dalam menganalisis siswa dituntut mampu menguraikan atau memisahkan bagian-bagian penting pada suatu teks (Sudarwati. Siswa mampu menganalisis struktur dan kebahasaan suatu teks harus ditanamkan minat sebagai modal bagi siswa bisa berkonsentrasi dan tertarik dengan apa yang dianalisis. Siswa kurang mampu menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan suatu teks tersebut karena kurangnya motivasi dan pengajaran menggunakan metode yang kurang kreatif. RESEARCH METHOD Sesuai dengan permasalahan yang diteliti maka jenis penelitian ini adalah penelitian Menurut Arikunto . Aypenelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antar dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang menggangguAy. Dalam hal ini metode eksperimen yang digunakan adalah eksperimen semu yaitu sebuah eksperimen yang dilaksanakan tanpa adanya kelas Desain eksperimen yang akan digunakan berbentuk pre-test and post-test one group Menurut Arikunto . , adapun desain penelitian dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Pre-test and Post-test one Group Design Group Pre-test Treatment Post-test Eksperimen Keterangan: O1 : Pre-test X : Pembelajaran dengan Talking Stick O2 : Post-test Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Integral Hidayatullah Manokwari tahun pelajaran 2021/2022. Sampel penelitian ini diambil secara acak atau Simple Random Sampling. Dari hasil pengundian yang dilakukan maka kelas yang terpilih menjadi sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 1 yang menjadi sampel. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah tes dengan bentuk soal uraian. Dalam penelitian ini setelah Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau data diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan perhitungan rata-rata dan simpangan baku, uji normalitas dan uji hipotesis. RESULTS ANDDISCUSSION Penelitian ini merupakan gambaran secara umum mengenai data hasil penelitian yang diperoleh di lapangan yang dilaksanakan di MA Integral Hidayatullah Manokwari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 32 siswa. Data hasil penelitian diperoleh dari data hasil kemampuan awal (Pre-tes. dan tes kemampuan akhir (Post-tes. Hasil perhitungan rata-rata ( I ) dan simpangan baku . skor tes awal . re-tes. dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Pre-test Nilai Rata-rata 21,27 Simpangan Baku 4,44 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Selisih Nilai Berdasarkan tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata 21,27 simpangan baku 4,44 nilai tertinggi 30, nilai terendah 13, dan selisih nilai sebesar 17, artinya rata-rata kemampuan kemampuan siswa dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur secara signifikan belum meningkat. Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah data hasil pre-test siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan stastistika mengenai uji normalitas dan data dengan taraf kepercayaan = 5% dan dengan derajat kebebasan . = kAe1, dimana k adalah banyaknya kelas interval. Kriteria pengujian Jika hitung tabel, artinya data berdistribusi normal dan jika hitung tabel maka artinya distribusi data tidak normal. Hasil perhitungan uji normalitas menunjukan bahwa hitung data tes awal . re-tes. lebih kecil tabel . ,70 < 11,. Berdasarkan ketentuan pengujian normalitas dengan menggunakan uji kecocokan (Chi-kuadra. dapat disimpulkan bahwa data pretest berdistribusi normal pada taraf kepercayaan = 5% dan derajat kebebasan . = 5. Kemampuan akhir siswa dalam siswa dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur mengikuti proses pembelajaran. Kemampuan akhir melalui post-test yang diikuti oleh 32 siswa. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Pelaksanaan post-test bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan pembelajaran kontekstual. Uji kesamaan dua rata-rata bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan akhir siswa pada. Berdasarkan hasil perhitungan data tes akhir, rekapitulasi hasil test akhir siswa dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Post-Test Nilai Rata-rata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah Selisih Nilai 84,87 7,39 Berdasarkan tabel 4. di atas dapa dilihat bahwa nilai rata-rata 84,87 simpangan baku 7,39 nilai tertinggi 94 nilai terendah 89 dan selisih nilai sebesar 5, artinya rata-rata kemampuan siswa dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur setelah menerapkan pendekatan kontektual secara signifikan meningkat. Untuk mengetahui kenormalan data, digunakan uji normalitas dengan uji kecocokan N2 . Berdasarkan ketentuan mengenai uji normalitas data dengan taraf kesalahan = 0,05, jika N2 hitung < N2 tabel maka masing-masing data berdistribusi normal. Hasil post-test menunjukkan nilai N2 hitung data tes akhir lebih kecil dari pada N2tabel (N2hitung < N2tabel ). Dengan demikian kelompok data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal pada taraf kepercayaan = 0,05. Berdasarkan hasil uji coba normalitas ternyata data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal. Karena simpangan baku populasi tidak diketahui dan data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan rumus: Oo Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis Kesimpulan 4,86 2,00 Ha diterima Berdasarkan tabel 4 menunjukkan nilai thitung > ttabel, hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, artinya Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau kemampuan siswa kelas XI MA Integral Hidayatullah Manokwari dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur setelah diterapkan pembelajaran dengan pendekatan kontektual secara signifikan meningkat. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontektual mampu meningkatkan siswa dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur pendekatan kontekstual . ontextual teaching and learnin. adalah konsep belajar, di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan keterampilannya dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Para pakar pendidikan juga mendefinisikan kontekstual sebagai suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka seharihari . onteks pribadi, sosial, dan kultura. sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan . dari satu permasalahan atau konteks ke permasalahan atau konteks lainnya (Amir. Jadi, pendekatan kontekstual adalah sebagai sebuah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pembelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen 21,27 dan kelas kontrol 21,47 setelah diberikan perlakuan terdapat perbedaan siswa dalam menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 84,87 dan kelas kontrol sebesar 78,50 dan ditunjukkan dari hasil uji-t dengan taraf diterima dan = 0,05 didapat = 4,86 dan = 2,00 karena Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau REFERENCES