Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 MENINGKATKAN KEMANDIRIAN UNTUK PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN DAN KOLABORASI LINTAS BUDAYA INDONESIA - THAILAND Ida Suryani . Erma Yulaini *. Neni Rochyani . Riya Liuhartana . Juaidah Agustina . Mardiana Sari . Dewi Kartika Sari. Aan Suriadi . ( ida954321@gmail. , ermayulaini074@gmail. , nenyrochyani@yahoo. Liuhartana. riya@yahoo. Juaidahagustina@univpgri-palembang. marsharifadiana@gmail. , eka. marza@gmail. , suriadiaku1972@gmail. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI. Palembang. Sumatera Selatan1,2,5,6,7,. (Fakultas Tehnik. Universitas PGRI. Palembang. Sumatera Selatan. (Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas PGRI. Palembang. Sumatera Selatan. Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang dilaksanakan oleh LSM SHARING bersama Universitas PGRI Palembang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kesehatan, dan kemandirian Pekerja Migran Indonesia (PMI) Thailand. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi serta didasarkan pada berbagai regulasi. Program ini mencakup: Peningkatan Lifeskill melalui pelatihan bahasa, keuangan, kewirausahaan, dan teknologi informasi. Pendidikan Kesehatan, termasuk medical check-up, kesehatan reproduksi, dan akses layanan Kesehatan. Dukungan Kemandirian Finansial dengan pelatihan manajemen keuangan, pendampingan bisnis, dan akses modal dan Kolaborasi Lintas Budaya antara Indonesia. Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat jejaring dan perlindungan PMI. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan daring, lokakarya, diskusi, dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di Thailand. Hasilnya menunjukkan peningkatan literasi, keterampilan praktis, kesadaran kesehatan, dan jejaring internasional bagi peserta. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi PMI, tetapi juga bagi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam memperkuat peran akademisi di tingkat global. Ke depan, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas dampak positif bagi masyarakat internasional Kata Kunci: Pemberdayaan PMI. PKM Internasional. Kemandirian. Kolaborasi \ Lintas Budaya PENDAHULUAN Dalam usaha untuk mencapai tujuan dari UU Perguruan Tinggi yang mendorong kolaborasi dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. LSM SHARING sebagai organisasi swasta yang mendukung komunitas akademik di Indonesia untuk bekerja sama dalam melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PKM). Kegiatan PKM Internasional ini merupakan yang ketiga dan keempat, setelah kegiatan pertama yang terjadi pada Juli 2023 dan yang kedua yang berlangsung antara September https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 hingga Desember 2023. PKM Internasional I yang bertujuan ke Malaysia melibatkan 230 peserta dari 31 perguruan tinggi yang difasilitasi oleh sebuah kelompok sementara bernama Community Service Community Collaboration (KOMPAK). Selanjutnya, pada PKM Internasional II (Malaysi. , ada 263 peserta dari 115 perguruan tinggi di Indonesia yang difasilitasi oleh LSM SHARING bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. PPI UPSI Malaysia, serta 115 perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. LSM SHARING, yang telah mendapatkan status hukum berdasarkan Akta Notaris nomor: 38. -/2007/Notaris: GOMSALATI. Sarjana Hukum, berinisiatif untuk mendukung komunitas akademik di Indonesia sesuai dengan visi dan misi LSM SHARING dalam bidang pendidikan, yaitu berkontribusi pada perbaikan pendidikan dan memberikan peluang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia dan dunia. LSM SHARING mengusulkan untuk mendukung para akademisi dari beragam perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memberikan dampak positif bagi komunitas internasional, khususnya dalam mengatasi isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat, dengan tujuan membangun masyarakat yang kuat, maju, berorientasi pembangunan, serta menciptakan komunitas yang beradab dan Kegiatan PKM Internasional seperti ini direncanakan untuk dilaksanakan secara teratur setiap semester di berbagai negara tujuan. Ada beberapa alasan yang mendasari gagasan penerapan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yaitu: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Peraturan Menteri Agama Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1. Manfaat kegiatan PKM antara lain sebagai berikut: Untuk mahasiswa dan dosen: Melatih Keterampilan Kepemimpinan Latih Keterampilan Pemecahan Masalah Kembangkan Keterampilan Komunikasi Memperluas Hubungan https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Membangun Kolaborasi Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Dosen Untuk Perguruan Tinggi: Aktivitas ini berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi dan pengabdian dalam pendidikan dengan menerapkan teori yang diajarkan ke dalam praktik langsung di lapangan Terdapat kesempatan untuk meningkatkan rating akreditasi bagi program studi dan institusi, mengingat ada kemungkinan untuk memperbaiki angka kelulusan mahasiswa dalam waktu yang tepat. Terdapat peluang untuk memaksimalkan potensi ilmu pengetahuan dan memperluas jaringan kerjasama di bidang akademik. Aktivitas ini bisa menjadi wahana untuk mempromosikan Perguruan Tinggi/Universitas/Program Studi kepada sekolah-sekolah dan komunitas. Untuk pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini memiliki arti yang signifikan karena melibatkan partisipasi langsung dari dosen dan mahasiswa dalam institusi pendidikan dan di lingkungan sekitar. Layanan untuk masyarakat menjadi sesuatu yang diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari perguruan tinggi. Tim pengabdian Internasional dari Grup 2 Universitas PGRI Palembang ingin mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam program "Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia dan Thailand untuk Meningkatkan Keterampilan. Kesehatan, dan Kemandirian". Alternatif lokasi PKM di Songkla . ebagai konfirmas. : Sekolah Iso. Sekolah Tinggi Teknologi Santiwit Songkhla. Sekolah Ban Burangae. Ban Air Batu. Anuban Santiwit Songkhla. Padungmat School. Sekolah Ban Ringae. Bukit Pracha Uppatham. Sekolah Ban Bukitamong. Sekolah Ban Yaning. Sekolah Ibatu. Program Bahasa Inggris Pertama dan Sekolah Tinggi Teknologi Santivit Songkhla Ansoriyah Wittaya. Kami memahami bahwa Anda menghadapi berbagai tantangan dalam bekerja di luar negeri, seperti: Akses terbatas ke pendidikan dan pelatihan. Kurangnya pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai pekerja migran. Kerentanan terhadap eksploitasi dan penipuan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan sosial. Salah satu cara membantu mengatasi tantangan tersebut dan mencapai potensi penuh. Oleh karena itu, kami merancang program "Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia dan Thailand untuk Meningkatkan Keterampilan. Kesehatan, dan Kemandirian". Program ini menawarkan solusi untuk membantu dalam: https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Peningkatan Lifeskill: dengan cara Pelatihan dan pendidikan: Memberikan pelatihan dan pendidikan di bidang-bidang seperti bahasa, keuangan, kewirausahaan, dan teknologi informasi. Modul pembelajaran yang fleksibel: Sesuaikan modul pembelajaran dengan kebutuhan dan waktu yang dimiliki oleh PMI dan Metode pembelajaran yang inovatif: Menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti e-learning, video tutorial, dan pelatihan simulasi. Kesehatan: seperti Medical check up: Menyediakan layanan medical check up gratis secara berkala untuk PMI. Pendidikan kesehatan: Memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan penyakit dan Akses ke layanan kesehatan: Membantu pekerja migran mendapatkan akses ke layanan kesehatan berkualitas di Malaysia dan Thailand. Kemerdekaan: Pelatihan keuangan: Memberikan pelatihan tentang manajemen keuangan, perencanaan keuangan, dan investasi. Pendampingan bisnis: Membantu PMI dalam membangun dan mengembangkan usaha mandiri. Akses ke modal: Membantu PMI mendapatkan akses ke modal untuk memulai bisnis. Kerja sama dengan berbagai pihak: Pemerintah: Bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Malaysia, dan Thailand untuk memastikan hak dan kewajiban PMI terpenuhi. Organisasi dan lembaga: Bekerja sama dengan organisasi dan lembaga terkait untuk memberikan layanan komprehensif bagi PMI. Komunitas: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi dan memberdayakan pekerja migran. Solusi di atas diharapkan dapat membantu PMI di Malaysia dan Thailand dalam: Tingkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Jaga kesehatan dan kebugaran mereka. Mencapai kemandirian finansial dan Memiliki masa depan yang lebih cerah Perbaikan menurut para ahli adalah proses, cara, atau tindakan yang dilakukan untuk mengangkat sesuatu atau upaya kegiatan untuk memajukan sesuatu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Meningkat (Jannah, 2. adalah kemajuan seseorang dari tidak tahu menjadi mengetahui, dari tidak bisa menjadi bisa. Istilah peningkatan berasal dari tingkat https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 kata, yang berarti lapisan sesuatu yang disusun sedemikian rupa, sehingga membentuk susunan yang ideal (Kartini dkk. , 2. Peningkatan juga bisa berarti pencapaian dalam proses, ukuran, sifat, hubungan, dan sebagainya. Jadi perbaikan adalah kemajuan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa mampu, selain itu perbaikan juga bisa berarti pencapaian dalam proses, ukuran, sifat, hubungan, dan sebagainya. Bernadib, (Rini, 2. Kemandirian meliputi perilaku mampu mengambil inisiatif, mampu mengatasi masalah, memiliki kepercayaan diri, dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hurlock, (Asiyah, 2. Kemandirian adalah suatu kondisi di mana individu tidak bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan Biarawan (Asiyah, 2. Kemandirian adalah Sikap mencoba melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan diri sendiri melalui proses pencarian identitas ego adalah kemajuan yang stabil menuju berdiri sendiri. Erikson (Nasution, 2. Kemandirian adalah upaya untuk melepaskan diri dari orang tua dan kemampuan individu untuk mengelola dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Poerwadarminta, (Rosita, 2. Kemandirian adalah keadaan mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Sehingga kemandirian adalah suatu kondisi dimana individu tidak bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, selain itu dapat menjadi sikap berusaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud menemukan dirinya dengan proses menemukan identitas ego yang merupakan perkembangan yang mantap untuk berdiri sendiri, serta keadaan mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BNP2TKI). PMI Empowerment merupakan proses untuk meningkatkan kemampuan pekerja migran dalam mengidentifikasi kebutuhan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tindakan mereka untuk mencapai tujuan mereka. Sulistyowati (Suri, 2. , pemberdayaan PMI adalah proses pemberian akses dan kesempatan kepada PMI untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka untuk dapat bekerja secara mandiri, kompetitif, dan bermartabat. Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah konsep yang mengacu pada proses dan kebijakan yang dilakukan untuk membantu dan meningkatkan keterampilan, fasilitas, dan keselamatan pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar PMI adalah warga negara Indonesia yang bekerja, sedang bekerja, atau akan bekerja di luar negeri. Pemberdayaan PMI adalah perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, yang meliputi perlindungan hukum, perlindungan ekonomi, dan perlindungan Kesimpulannya, pemberdayaan PMI adalah proses pemberian akses dan kesempatan kepada PMI untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar dapat bekerja secara mandiri, berdaya saing, dan bermartabat, dimana pemberdayaan PMI merupakan https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 upaya untuk meningkatkan kualitas hidup PMI melalui pemberian akses dan kesempatan kepada PMI untuk meningkatkan pengetahuannya, keterampilan, dan sikap untuk dapat bekerja secara mandiri, kompetitif, dan bermartabat, seperti pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah konsep yang mengacu pada proses dan kebijakan yang dilakukan untuk membantu dan meningkatkan keterampilan, kemudahan, dan keselamatan pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Pemberdayaan PMI memiliki beberapa komponen penting, (Keadilan dkk. , 2. Yaitu: Perlindungan hukum: Pemerintah Indonesia mengatur perlindungan hukum bagi pekerja migran yang bekerja di luar negeri, yang meliputi perlindungan dari masa prapenempatan, selama penempatan, dan setelah penempatan Perlindungan ekonomi: Pemerintah Indonesia mengatur pengelolaan ekonomi bagi pekerja migran yang bekerja di luar negeri, yang meliputi pemantauan selama masa penempatan, dan pemberdayaan ekonomi setelah masa penempatan berakhir Perlindungan sosial: Pemerintah Indonesia mengatur perlindungan sosial bagi pekerja migran yang bekerja di luar negeri, yang meliputi pemberdayaan bagi pekerja migran dan keluarganya, rehabilitasi dan reintegrasi sosial, serta pemenuhan hak-hak pekerja migran yang belum dilaksanakan Pemberdayaan PMI juga memiliki beberapa kewajiban yang harus dilakukan, (Dzuhur Hidayat dkk. , 2. Yaitu: Mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara asal dan di negara penempatan PMI Melaporkan kepada pihak terkait tentang kedatangan PMI di negara penempatan, keberadaan, dan setelah PMI kembali ke negara tersebut Menghormati dan menghormati adat istiadat yang berlaku di area penempatan Pemberdayaan PMI juga memiliki beberapa permasalahan yang dapat muncul, seperti kurangnya perlindungan yang diberikan kepada pekerja migran di luar negeri, yang dapat menyebabkan kekerasan terhadap pekerja migran Secara keseluruhan peningkatan kemandirian Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Thailand adalah: Pekerja migran Indonesia di Thailand menghadapi berbagai tantangan dan risiko, termasuk eksploitasi, penindasan, dan perlakuan tidak manusiawi di tempat kerja Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) membantu melindungi dan memberikan bantuan kepada pekerja migran di Thailand, termasuk pemulangan dan reintegrasi pekerja migran ke Indonesia jika mereka mengalami masalah serius atau ingin kembali ke negara asalnya https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Pemerintah Indonesia memiliki peran dalam melindungi pekerja migran di luar negeri, termasuk Thailand, melalui peraturan dan undang-undang Pemerintah Indonesia menggunakan remitansi dari pengiriman pekerja migran ke luar negeri untuk meningkatkan devisa negara Peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Thailand penting untuk mengurangi tantangan dan permasalahan terkait pekerja migran di Thailand Peningkatan kemandirian bagi pekerja migran di Thailand dapat dilakukan melalui program-program seperti mengumpulkan pekerja migran dengan benar dan akurat, serta kegiatan masyarakat yang membantu pekerja migran meningkatkan keterampilan, fasilitas, dan kesejahteraan METODE PELAKSANAAN Untuk mencapai hasil yang diinginkan, pelaksanaan aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Dosen Tetap Yayasan (DTY) dan mahasiswa Universitas PGRI Palembang dilakukan dengan berbagai metode sebagai berikut: Pelatihan dan Lokakarya Secara Daring Diskusi dan Sesi Tanya Jawab Secara Daring Secara keseluruhan, persiapan program PKM ini berlangsung selama sekitar 6 bulan untuk persiapan dan dukungan. Pelaksanaan program kegiatan PKM Internasional i dijadwalkan pada: Hari/Tanggal : Selasa sampai Sabtu, 16 - 20 Mei 2024. Dimana pada Selasa, 21 Mei 2024, akan dilakukan perjalanan ke Thailand (Senin Pukul 10 malam dari KL menggunakan Bus atau langsung dari Indonesia Ae Songkla dengan Rabu, 22 Mei 2024 akan fokus pada "Menuju Pemberdayaan Masyarakat: Terlibat dalam Proyek Layanan di Sekolah Lukmanulhakeem. Yala. Thailand", kemudian pada Kamis, 23 Mei 2024 diadakan Kunjungan Akademik atau Konferensi Bersama Internasional Universitas dan juga pada Kamis, 23 Mei 2024 untuk Kunjungan Akademik atau Konferensi Bersama Internasional Universitas. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional i akan dilaksanakan secara hybrid . aring dan lurin. Pelaksanaan kegiatan PKM Internasional i direncanakan di Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur . Di sisi lain. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional IV juga akan dilaksanakan dalam format hybrid . uring dan darin. yang direncanakan di beberapa sekolah di Thailand atau perwakilan dari sekolah di Thailand seperti Sekolah Ban Iso. Sekolah Tinggi Teknologi Santiwit Songkhla. Sekolah Ban Burangae. Ban Air Batu. Anuban Santiwit Songkhla. Sekolah Padungmat. Sekolah Ban Ringae. Bukit Pracha Uppatham. Sekolah https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Ban Bukitamong. Sekolah Ban Yaning. Sekolah Ibatu. Program Bahasa Inggris Prathom Sekolah Tinggi Teknologi Santiwit Songkhla, dan Ansoriyah Wittaya . esuai dengan keahlian pembicar. Untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim akan menganalisis proses pelaksanaan dan manfaat bagi semua pihak dalam kegiatan PKM Internasional di Songkla. HASIL DAN PEMBAHASAN Dr. Ir. Neny RochyaniI. MT. IPM. ASEAN Eng, sebagai pembuka menyampaikan Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand dengan menitikberatkan kepada Peningkatan Kemandirian Siswa. Pendidikan Lingkungan Berbasis Aksi Nyata. Pemberdayaan Melalui Keterampilan Praktis. Kolaborasi Lintas Budaya IndonesiaThailand dan Peningkatan Kesadaran dan Perubahan Perilaku. Peningkatan Literasi dan Kemandirian Keuangan Siswa. Pemberdayaan Melalui Keterampilan Hidup Praktis. Pendidikan Holistik untuk Masa Depan. Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia-Thailand dan Pembentukan Pola Pikir Kewirausahaan (Opsional, tapi Sangat Releva. merupakan titik fokus pembicaraan pada materi Pelatihan Keuangan Meningkatkan Kemandirian Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand yang disampaikan oleh Erma Yulaini. Pd. Si. Pendampingan kepada pelaku usaha perikanan dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand merupakan materi yang disampaikan oleh Dr. Eng. Riya Liuhartana,STP. ,Msi, dengan berpusat pada Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learnin. bagi Siswa. Transfer Pengetahuan dan Keterampilan Praktis dari Pelaku Usaha. Pengembangan Mental Kemandirian dan Kewirausahaan Siswa. Identifikasi dan Optimalisasi Peluang Ekonomi Lokal. Jejaring dan Kolaborasi Lintas Budaya dalam Sektor Perikanan dan Pemberdayaan Berkelanjutan untuk Komunitas Perikanan. Juaidah Agustina. Pd, lebih tertarik menyanmpaikan tentang Menggunakan Bahasa Indonesia untuk Mengatasi Tantangan Komunikasi dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand, dengan topik Kesenjangan Kemampuan Berbahasa https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Indonesia pada Siswa Thailand. Efektivitas Bahasa Indonesia sebagai Media Instruksi dan Interaksi. Hambatan Komunikasi dalam Kolaborasi Lintas Budaya. Pengembangan Materi Ajar Berbasis Bahasa Indonesia yang Relevan dan Menarik. Kurangnya Sumber Daya dan Dukungan untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Motivasi dan Kepercayaan Diri Siswa dalam Menggunakan Bahasa Indonesia. Gambar : Dokumentasi Pengabdian Pendidikan kesehatan ibu dan anak usia dini dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand, menarik perhatian Mardiana Sari. Pd. Pd pada kesempatan kali ini dengan fokus permasalahan pada Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa dalam Kesehatan Ibu dan Anak. Pemberdayaan Siswa sebagai Agen Perubahan Kesehatan Masyarakat. Pengembangan Keterampilan Praktis yang Mendukung Kesehatan Keluarga. Kolaborasi Lintas Budaya dalam Pendekatan Kesehatan dan Pembentukan Pemahaman Interseksional Kesehatan dan Budaya. Penciptaan Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif. Peningkatan Kesadaran Siswa tentang Hak-hak Anak dan Perlindungan Diri. Pengembangan Keterampilan Sosial dan Emosional (SSE) untuk Ketahanan Diri. Peran Pendidikan dalam Pencegahan dan Respons. Kolaborasi Lintas Budaya dalam Membangun Sistem Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Siswa untuk Berpartisipasi dalam Perlindungan Anak merupakan inti dari materi Pentingnya melindungi anak-anak usia sekolah dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand yang disampaikan oleh Hj. Ida Suryani. Pd. Si. Dewi Kartika Sari. Pd, menyampaikan Meningkatkan pemahaman bahasa Inggris dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand dengan berpusat pada Bahasa Inggris sebagai Jembatan Komunikasi Global. Peningkatan Akses Informasi dan Sumber Daya Global. Pemberdayaan Melalui Peningkatan Kepercayaan Diri dan Peluang. Fasilitasi Kolaborasi Lintas Budaya yang Mendalam. Pengembangan Keterampilan Abad ke-21 dan Metodologi Pembelajaran Bahasa Inggris yang Inovatif dan Kontekstual. Sebagai penutup team kedua perwakilan dari Universitas PGRI Palembang, dengan materi Menggali Peran Sejarah dalam Membangun Ketahanan dan Kesadaran Diri dalam Meningkatkan Kemandirian Untuk Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Dan Kolaborasi Lintas Budaya Indonesia Ae Thailand, yang membicarakan tentang Pembelajaran Sejarah sebagai Cermin Ketahanan Bangsa. Membangun Kesadaran Diri melalui Pemahaman Akar Budaya dan Identitas. Belajar dari Masa Lalu untuk Mempersiapkan Masa Depan. Kolaborasi Lintas Budaya dalam Interpretasi Sejarah dan Nilai Bersama dan Pemberdayaan Siswa Melalui Rekontekstualisasi Sejarah disampaikan oleh Aan Suriadi. Pd. Untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat global di Yala Thailand, keikutsertaan beberapa mahasiswa berikut ini sangat berarti, seperti Claudia Az-Zahra dari FKIP Pendidikan Bahasa Inggris. Widya Wuri Utami dari FKIP PGSD. Putri Pitranti merupakan mahasiswa FKIP PG-PAUD. Eva Nurkhasanah dari FKIP Pendidikan Bahasa Indonesia. Marwa Tosqadiyya al-Zainabiyyah dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Ilmu Ikan. Wulan Chahyani FKIP Pendidikan Akuntansi. Ayu Tri Suryana dari Fakultas Tehnik Kimia dan Dwi Mutia Ningsih FKIP Pendidikan Sejarah. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang dilaksanakan LSM SHARING Universitas PGRI Palembang mendukung Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia dan Thailand melalui program pemberdayaan yang mencakup peningkatan lifeskill, kesehatan, dan kemandirian. Program ini sejalan dengan Tridarma Perguruan Tinggi serta berbagai regulasi pendidikan dan perlindungan pekerja migran, seperti UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas. UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan Peraturan Pemerintah terkait dosen dan penelitian. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, termasuk: Pelatihan keterampilan . ahasa, keuangan, kewirausahaa. Pendidikan kesehatan . edical check-up, kesehatan reproduksi, menta. https://ejournal. univ-tridinanti. id/index. php/JEM/index Jurnal Pengabdian Ekonomi Mengabdi Volume 04 Nomor 01. April 2025 Dukungan kemandirian . elatihan keuangan, pendampingan bisnis, akses moda. Kolaborasi lintas budaya antara Indonesia. Malaysia, dan Thailand. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan daring, lokakarya, diskusi, dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di Thailand. Hasilnya, peserta memperoleh peningkatan literasi, kesadaran kesehatan, keterampilan praktis, dan jejaring internasional. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas PMI, tetapi juga memperkuat peran akademisi dalam pengabdian masyarakat global, sekaligus mendorong kerja sama lintas negara untuk pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas dampak positif bagi masyarakat internasional REFERENCE: