Jurnal Social Philantropic 2022. Vo1. No. 2, 16-22 Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya e-ISSN: x x. p-ISSN: Self-Esteem dengan Self-Presentation Unggahan Selfie Instagram pada Mahasiswi 1Syifa Nur Baity, 2Timorora Sandha Perdhana 1,2Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya timororasandha@gmail. Abstrak Selfie merupakan kegiatan berfoto dengan menggunakan kamera ponsel yang menampilkan seluruh atau pun sebagian tubuh dari pengguna, mengunggah selfie kedalam Instagram dapat menjadikan pengguna nya meyakini menjadi terkenal. Selfesteem dan self-presentation kaitan penting dalam unggahan selfie, dengan self-presentation individu dapat memberikan kesan yang baik kepada individu lainnya. Self-Esteem terbentuk dari interaksi individu dengan individu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Self-Esteem dengan Self-Presentation Unggahan Selfie Instagram Pada Mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional yaitu teknik korelasi spearmanAos rho, dan menggunakan 105 subjek yaitu mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi 0. 198* dengan taraf signifikansi nya ialah . sebesar < 0,001 yang menunjukan hasil signifikannya . < 0,05 yang artinya ada hubungan antara self-esteem dengan self-presentation unggahan selfie Instagram pada mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dengan arah penelitian positif, yang dimana apabila semakin tinggi self-esteem maka semakin tinggi pula self-presentation dan sebaliknya. Adapun saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor lain yang memiliki hubungan dengan self-presentation mahasiswi di media sosial Instagram seperti faktor body image dan faktor popularitas. Kata kunci : Instagram. Self-Presentation. Self-Esteem. Selfie Abstract Selfie is the activity of taking pictures using a mobile phone camera that displays all or part of the user's body, uploading selfies to Instagram can make users believe in becoming famous. Self-esteem and self-presentation are important links in selfie uploads, with individual self-presentations can make a good impression on other individuals. Self-Esteem is formed from the interaction of an individual with another individual. This study aims to determine the Relationship Between Self-Esteem and Self-Presentation of Instagram Selfie Uploads at Bhayangkara University Students. Greater Jakarta. The researchers used a quantitative method with a correlational approach, namely the spearman's rho correlation technique, and used 105 subjects, namely students of Bhayangkara University. Greater Jakarta. The results of this study show that the value of the correlation coefficient of 0. 198* with its significance level is . of < 0. 001 which shows significant results . < 0. 05 which means that there is a relationship between self-esteem and self-presentation of Instagram selfie uploads at Bhayangkara University students. Greater Jakarta with a positive research direction, which if the higher the self-esteem then the higher the self-presentation and vice versa. As for suggestions for researchers, they can then examine other factors that have a relationship with the self-presentation of female students on Instagram social media such as body image factors and popularity factors. Keywords : Instagram. Self-Presentation. Self-Esteem. Selfie S. N BAITY & T. S PERDHANA LATAR BELAKANG (Databoks, 2. Instagram menjadi media sosial yang paling diminati oleh kalangan muda. Instagram memberikan ruang bagi pengguna nya untuk bebas berkreasi dalam menampilkan diri dengan sebaik mungkin (Gustina, 2. Hal ini membuat selfpresentation melalui foto selfie yang diunggahnya (Hendraswara et al. , 2. Media sosial Instagram diluncurkan pada tahun 2010, dengan berjalanya waktu pengguna nya semakin terus bertambah dan sampai pada saat ini Instagram menjadi media yang paling sering digunakan oleh kalangan muda di Indonesia. Instagram menjadi tempat untuk menyampaikan pesan melalui foto atau video, pengguna nya dapat membuat dan mengunggah hasil foto dan video yang telah di edit dengan berbagai filter yang tersedia pada Instagram (Anggrahini, et al. , 2. Pengguna Instagram juga dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya dengan menggunakan konsep mengikuti (Followin. dan pengikut (Followe. Instagram kini telah menjadi media yang sangat mempengaruhi kehidupan individu terutama wanita. Dilansir dari (Databoks, 2. mayoritas 52,6% penguna Instagram pada mei tahun 2021 adalah wanita, sedangkan 47,4% pengguna lainnya dalah laki-laki. Hal bersosialisasi dan salah satunya adalah berbagi informasi untuk berkomunikasi menggunakan media sosial Instagram (Helpiastuti, 2. Self-presentation menjadi hal yang penting mempersentasikan dirinya dalam media sosial individu tersebut akan mendapatkan sebuah umpan balik atau feedback dari banyak individu disekitarnya, hal ini akan dijadikan sebuah evaluasi . untuk mendapatkan pemahaman lebih terhadap dirinya sendiri. Self-presentation adalah usaha yang dilakukan individu untuk untuk menggambarkan atau menunjukan kesan yang baik pada individu lainnya (Aiyuda & Syakarofath. Cara Self-presentation merupakan bentuk pengungkapan diri untuk menunjukan kesan positif dihadapan individu lainnya (Damayanti & Purworini, 2. Self-Presentation berkembang pesat dengan kehadiran media sosial Instagram. Instagram merupakan salah satu tempat untuk selfpresentation. Instagram menjadi pangung depan dari self-presentation di internet. Melakukan Selfpresentation yang berlebihan di Instagram dapat membentuk identitas diri yang berbeda antara dunia nyata dan dunia maya (Rarasati et al. , 2. Hal ini menjadi dampak negative bagi individu dalam melakukan self-presentation, bahwa individu yang self-presentation Instagarm menampilkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehidupan sehari-harinya yang akan membuat individu tersebut menjadi kesulitan dalam mengenal diri dan dapat mempengaruhi pembentukan identitas diri (Rahmah et al. , 2. Instagram digunakan sebagai alat untuk membagikan foto dan video. Adanya Instagram kegiatan-kegiatan dapat diabadikan melalui foto, salah satunya dengan kegiatan selfie. Selfie adalah kegiatan berfoto dengan menggunakan kamera ponsel yang menampilkan seluruh atau pun sebagian tubuh dari penguna (Simatupang, 2. Mengambil dan mengunggah selfie sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari bagi kalangan muda. Kemunculan selfie membuat penggunanya meyakini bahwa selfie dapat mendatangkan banyak like dan bertambah nya jumlah followers. Mendapatkan like yang banyak adalah salah satu tujuan pengguna mengunggah foto Instagram, penggunanya menjadi terkenal (Setiawan & Audie. Melalui kegiatan selfie dan mengunggah nya ke dalam Instagram dapat membuat individu menilai diri nya atau dinilai oleh individu lainnya, karena dengan melalui selfie individu dapat lebih mengekspresikan diri nya sesuai dengan yang mereka pikirkan. Wanita lebih sering melakukan kegiatan selfie dibandingkan laki-laki, wanita juga lebih sering mengunggah hasil foto mereka ke Instagram dalam kehidupan sehari-harinya (Lestari et al. , 2. Dalam melakukan self-presentation para pengguna Instagram harus mengatur penampilan mereka dengan berbagai cara. Pengguna Instagram memiliki cara yang berbeda-beda untuk melakukan selfpresentation, baik dengan cara bentuk yang nyata atau tidak (Setiawan & Audie, 2. Menurut Jones & Pittman faktor Ae faktor yang mempengaruhi self-presentation yaitu, adanya keinginan untuk dapat disukai individu lain, keinginan untuk memperlihatkan kekuasaan kepada individu lainnya, keinginan untuk terlihat dan dianggap sebagai individu yang baik, keinginan untuk dihargai individu lain atau kemampuan yang dimilikinya, dan keinginan untuk mendapatkan perhatian dari individu lain (Rozika & Ramdhani, 2. Adapun faktor lain yang dapat mempengaruhi individu melakukan self-presentation di media sosial yaitu narsisme, kecemasan sosial, kesepian, dan harga diri (Ariana, 2. Perilaku self-presentation individu Instagram memiliki fitur andalan yaitu filter. Pengguna Instagram menggunakan filter untuk mempercantik diri nya, karena filter tersebut dapat memberikan efek tambahan efek preset dan juga beauty filters. Banyaknya fitur-fitur yang tersedia di dalam Instagram menjadikan Instagram sebagai media sosial yang banyak diminati oleh individu. Berdasarkan hasil survei Maverick Indonesia SELF-ESTEEM DENGAN SELF-PRESENTATION UNGGAHAN SELFIE INSTAGRAM PADA MAHASISWI Tempat penelitian pada media sosial Instagram dapat membentuk selfesteem (Damayanti & Purworini, 2. Pada penelitian kali ini peneliti menentukan lokasi penelitian di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. dalam pengambilan data peneliti menggunakan sebuat platform online yaitu google form sehingga dengan adanya ini dalam penyebaran kuisioner tidak berbentuk fisik. hal itu membuat peneliti menjadi lebih menghemat dalam biaya mencetak kuisioner dan juga di karenakan masih terjadinya pandemi dalam wilayah penelitian. dan juga dengan adanya google form membuat peneliti lebih mudah dalam mengambil sampel yaitu bisa menyebarkan lewat online seperti grup whatsapp. Self-esteem adalah peniliain individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negative (Husnaniyah et al. , 2. Self-esteem berkembang dan terbentuk dari interaksi individu dengan individu lainnya melalui penghargaan, menerima, dan menanggapi sikap baik dari individu lain secara terus menerus (Amalia, 2. Pengguna media sosial dengan berbagai aktivitas yang dijalani nya di dunia maya menunjukan gambaran akurat mengenai dirinya sendiri (Prawesti & Dewi, 2. Unggahan selfie pengguna Instagram dapat secara positif mempengaruhi self-esteem mereka, individu yang memiliki kebutuhan popularitas yang lebih rendah dapat memperoleh manfaat lebih banyak dari mengunggah selfie (Kim, 2. Alat Ukur Penelitian ini akan menggunakan alat ukur dari dimensi Self-Presentation dari Yang & Bradford Brown . yaitu keluasan informasi . , . , . , keaslian . , intensionalitas . Aspek tersebut sesuai dengan fenomena yang terjadi di lapangan. Dan juga Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan aspek dari Coopersmith . alam K. Hidayat & Bashori, 2. yaitu kekuasaan . , keberartian . , kebajikan . , kemampuan . Aspek tersebut sesuai dengan fenomena yang terjadi di lapangan. METODE PENELITIAN Variabel Dan Definisi Operasional Variabel terikat dalam penelitian ini adalah selfpresentation serta variabel bebas dalam penelitian ini adalah self-esteem. Definisi operasional dari masig-masing variabel penelitian adalah sebagai Self-presentation Self-presentation adalah sebuah cara yang dilakukan individu untuk memperlihatkan dirinya seperti sikap, sifat, maupun penampilan nya kepada individu lain dengan harapan dapat diterima di lingkungan nya. Self-esteem Self-esteem adalah suatu penilaian diri sendiri dalam memahami dirinya baik dalam hal positif maupun negatif yang ada didalam diirinya. Penilaian tersebut digunakan dengan tujuan agar dapat mengetahui seseorang tersebut dapat diterima ataupun ditolak dalam masyarakat sekitar. Sampel Penelitian/Subjek Penelitian Populasi penelitian ini adalah mahasiswa universitas Bhayangkara Jakarta Raya angkatan 2018 yang berjumlah 2005 orang. Karakteristik populasi dalam penelitian ini antara lain pertama, mahasiswi aktif universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Kedua, berusia 18-24 tahun. Ketiga, memiliki aplikasi dan akun media sosial instagram. Keempat, aktif dalam mengunggah selfie di Instagram. Kelima, menggunakan instagram lebih dari 1 tahun. Teknik Analisis Data Metode Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis statistic, dengan menggunakan metode analisis Spearman. Berdasarkan dengan metode analisis ini, penelitian ini menggunakan statistic korelasi yang bertujuan untuk menemukan hubungan antara Self-Presentation dengan SelfEsteem. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan bantuan software JASP 0. for windows HASIL PENELITIAN Uji Asumsi Tabel 1 Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk didapatkannya signifikansi . untuk skala Self-Presentation dan Self-Esteem ialah <0. 001 yang mana hal tersebut menunjukan bahwa . <0. 05, dengan itu bisa di katakan bahwa kedua variabel dalam penelitian ini tidak berdistribusi normal, maka dalam hal ini analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu non parametrik. Menurut Santoso . Jika ada asumsi yang tidak terpenuhi, maka masih bisa dilakukan transformasi data dan tetap menggunakan prosedur parametrik. Kategorisasi Self-presentation Setelah peneliti melakukan pengambilan data, maka didapatkannya subjek penelitian yaitu mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan skala Self- Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobabilty sampling dengan menggunakan metode purposive sampling yang artinya pengambilan sampel dengan tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 105 responden. SELF-ESTEEM DENGAN SELF-PRESENTATION UNGGAHAN SELFIE INSTAGRAM PADA MAHASISWI Presentation yang mana telah didapatkannya 32 aitem yang valid dengan kategori skor 5 merupakan skor tertinggi dan skor 1 untuk skor terendah. Tabel 2 Setelah diketahui skor kategorisasi, maka 95% subjek dengan 1 responden memasuki kategori rendah, lalu didapatkannya juga sebanyak 98,09% dengan 103 responden yang berkategori sedang, kemudian terdapat 0. subjek dengan 1 responden yang berkategori tinggi. Merujuk kepada hasil mean empiric maka responden rata-rata skor Self-persentation berada pada kategori Kategorisasi Self-Esteem Setelah peneliti melakukan pengambilan data, maka didapatkannya subjek penelitian yaitu mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan skala selfesteem yang mana telah didapatkannya 22 aitem yang valid dengan kategori skor 5 merupakan skor tertinggi dan skor 1 untuk skor terendah. Tabel 3 Setelah diketahui skor kategorisasi, maka 95% subjek dengan 7 responden memasuki kategori rendah, lalu didapatkannya juga sebanyak 98,14% dengan 102 responden yang berkategori sedang, kemudian terdapat 1. subjek dengan 2 responden yang berkategori tinggi. Merujuk kepada hasil mean empiric maka responden rata-rata skor Self-esteem berada pada kategori Kategorisasi Self-Presentation Dengan SelfEsteem Berdasarkan Usia Tabel 4 rata-rata skala Self-presentation tertinggi berada pada usia 22 Tahun, sedangkan rata-rata skor Self-persentation terendah berada pada usia 20 Tahun. Dan jumlah responden terbanyak berada pada usia 22 Tahun. Kemudian, tabel rata-rata skala Self-esteem tertinggi berada pada usia 21 Tahun, sedangkan rata-rata skor self-esteem terendah berada pada usia 20 Tahun. Lalu kategorisasi skala selfpresentation dan self-esteem berdasarkan usia termasuk pada kategori sedang. Selanjutnya kategorisasi skala Self-persentation, usia 19 hingga 21 tahun berada pada kategori sedang batas bawah, sedangkan usia 22 Tahun hingga 24 tahun berada pada kategori sedang batas atas. lalu kategorisasi untuk self-esteem, usia 19 hingga 24 Tahun berada pada kategori sedang batas atas. maka dapat dikatakan terdapat hubungan dengan arah positif antara Self-Esteem dengan SelfPresentation dan melihat kekuatan antar variabel berada pada kategori sedang. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Hasil dalam penelitian ini dimulai dari di dapatkannya sebanyak 105 responden yang terlibat dalam penelitian ini, yang dimana 105 responden ini sesuai dengan kriteria yang peneliti gunakan yaitu mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, lalu memiliki Aplikasi dan Akun Media Sosial Instagram. Aktif dalam mengunggah selfie di Instagram dan menggunakan Instagram lebih dari 1 Kemudian penjelasan terkait kedua variabel yaitu self-presentation dan self-esteem dilakukan berdasarkan hasil kategorisasi kedua variabel Dengan dimulai dari variabel selfpresentation responden berada pada kategorisasi sedang, apabila dijelaskan dengan persentase yaitu sebesar 98. lalu terdapatnya 1 responden dengan kategorisasi rendah dengan hasil persentasenya 0,95% terakhir didapatkannya 1 responden dengan kategorisasi tinggi dengan hasil persentasenya 0,95% Kemudian dijelaskan kategorisasi berdasarkan variabel selfesteem didapatkannya 102 responden berada pada kategorisasi sedang dengan hasil persentase 97,14% lalu didapatkannya juga sebanyak 2 responden yang termasuk pada kategori tinggi dengan hasil peresentase 1,90% lalu, sisanya sebanyak 1 responden dengan kategori rendah dengan hasil persentase sebasar 0,95% Setelah diberikan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel yaitu self-presentation dan self-esteem, kedua variabel sama-sama berada pada kategori sedang khususnya pada Mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang melakukan unggahan selfie di Instagram. Merujuk kepada hasil yang dijelaskan pada bagian kategorisasi di dapatkan hasil hitung yang menempatkan responden berada pada kategori Kemudian pada variabel self-presentation dari keseluruhan responden menunjukan rata-rata skor berada pada kategori sedang. Begitu juga dengan rata-rata skor pada variabel self-esteem beada pada kategori sedang. Kondisi selfpresentation dalam kategori sedang, mengartikan bahwa individu dengan tingkat self-presentation sedang cenderung membuat kesan yang membingungkan individu lain, dimana individu dalam kondisi tertentu terlihat baik dan peduli namun di lain waktu terlihat tidak peduli terhadap keadaan sekitar menurut Fiske & Taylor . alam Rahmadeni & Ningsih, 2. Selanjutnya kondisi self-esteem dalam kategorisasi sedang memiliki ciriciri yang hampir sama dengan self-presentation kategori tinggi yaitu mempunyai penilaian tentang kemampuan, harapan-harapan dan kebermaknaan Uji Hipotesis Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Spearman, yaitu untuk mengetahui seberapa besar atau seberapa kuat hubungan antara. SelfEsteem dan Self-Presentation. Tabel 5 Berdasarkan uji korelasi Spearman pada Self-Presentation dengan Self-Esteem didapatkan hasil signifikansi . 022, yang menunjukkan hasil siginifikansi tersebut < . yang berarti terdapat hubungan antara SelfPresentation dengan Self-Esteem. Lalu dengan melihat hasil korelasi spearmannya ialah 0. SELF-ESTEEM DENGAN SELF-PRESENTATION UNGGAHAN SELFIE INSTAGRAM PADA MAHASISWI dirinya bersifat positif. Perbedaannya ada pada keraguan individu tersebut dalam menilai diri sehingga memerlukan dukungan sosial yang lebih tinggi Coopersmith . alam Rahmadeni & Ningsih, dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan self-presentation unggahan selfie Instagram pada mahasiswi. Lalu melihat arah hubungan yang positif yang apabila semakin tinggi self-esteem maka semakin tinggi pula self-presentation, begitupun sebaliknya apabila semakin rendah self-esteem maka semakin rendah pula self-presentation. Penelitian Rahmadeni & Ningsih . menjelaskan bahwa adanya korelasi positif yang signifikan antara self-esteem dengan self-presentation pada pengguna instagram, dimana ketika individu memiliki self-esteem yang tinggi maka semakin tinggi pula self-presentation yang ia lakukan di Instagram. Penelitian Rozika & Ramdhani . dan T. Yang & Ying . menujukan bahwa terdapat adanya hubungan yang positif antara self-esteem dengan self-presentation. Menurut Zhang . dan Mehdizadeh . menemukan bahwa self-esteem berhubungan dengan self-presentation pada situs jejaring sosial. Hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan yang negatif, ketika self-esteem individu tersebut berada pada kategori rendah, maka semakin tinggi self-presentation yang dilakukan individu tersebut. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat Hubungan antara Self-Esteem dengan SelfPresentation unggahan selfie Instagram pada mahasiswi, yang berarti dengan ini hipotesis null ditolak dan hipotesis alternatif di terima. Bahwa terdapatnya hubungan yang positif antara Self-Esteem dengan Self-Presentation unggahan selfie Instagram pada mahasiswi, yang dimana artinya ialah semakin tingginya Self-Esteem maka semakin tinggi pula Self-Presentation begitupun Adapun kelemahan dan keterbatasan dalam penelitian ini yaitu hasil penelitian dapat berbeda jika peneliti dilakukan pada situasi dan waktu yang Selain itu, adanya hasil data selfpresentation dan self-esteem yang tidak terdistribusi normal juga menjadi kelemahan dalam penelitian ini Merujuk pada hasil skor tertinggi pada kategorisasi usia untuk self-presentation terjadi pada usia 22 tahun, hal ini didukung oleh (Santrock, 2. menjelaskan bahwa pada usia 22 tahun berada diantara tahapan dimana inidvidu mencari identitas diri dan membentuk relasi yang dekat dengan orang, individu yang kesulitan membentuk identitas diri akan mengalami kebingungan dalam menentukan indentitas nya serta, individu yang tidak memiliki relasi akrab maka individu tersebut akan merasa di Kemudian berdasarkan hasil skor tertinggi pada kategorisasi usia untuk self-esteem terjadi pada usia 21 tahun, hal ini didukung oleh Siregar (Dalam Farhan & Rosyidah, 2. yang menjelaskan bahwa mahasiswi yang berada pada usia 21 tahun sedang mencari identitas diri dan meningkatkan rasa harga diri mereka dikarenakan permasalahan yang dihadapi mahasiswi sangat kompleks. Selanjutnya, pada pembahasan terkait dengan uji Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi non parametric yaitu dengan spearman. Berdasarkan hasil uji korelasi spearman pada variabel self-presentation dan selfesteem didapatkannya hasil signifikansi . sebesar < 0. 001 yang dimana hasil signifikansi tersebut . < 0. 05 yang berarti terdapat hubungan antara di selfpresentation dengan self-esteem. Selain itu, didapatkannya nilai koefisian korelasi sebesar 0. maka dapat dikatakan terdapat arah hubungan yang positif antara self-presentation dengan self-esteem. Setelah melihat hasil kolerasi pada kedua variabel self-presentation dan self-esteem maka dapat dikatakan bahwa hipotesis alternative (H. diterima dan hipotesis null (H. Dengan ini DAFTAR PUSTAKA