WIDHARMA JURNAL ABDIMAS WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 03 No. 02 Agustus 2024 PELATIHAN METODE PENELITIAN KOMPREHENSIF BAGI KARYAWAN RUMAH SAKIT DI BAWAH YAYASAN JAMAAH HAJI KLATEN Oki Kuntaryanto1*. Agung Nugroho Jati2. Suhud Eko Yuwono3. Sarwono Nursito4. Anis Marjukah5. Nuraeni Hartati6 1,2,4,5 Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten Rumah Sakit Umum Islam Klaten Email: arkaanson1@gmail. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 15/01/2024 Reviewed: 11/07/2024 Revised: 16/07/2024 Accepted: 28/07/2024 DOI: 54840/widharma. Abstract The training program on comprehensive research methods for entities under the Jamaah Haji Klaten Foundation aims to equip participants with theoretical and practical skills for conducting applied research to address institutional problems. The training materials comprise content ranging from basic to medium levels. The chosen topics mostly relate to organizational and financial matters, which are most suitable for their organizational context. Participants are obliged to conduct their own research under the supervision of instructors. Five research proposals have been submitted and are currently under supervision. Keywords: research methods, applied research, organizational context, financial context PENDAHULUAN Penelitian merupakan aspek penting dalam kemajuan peradaban. Usaha-usaha ilmiah yang dilakukan dalam penelitian menghasilkan berbagai macam luaran yang digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Komunitas, baik berupa negara, perusahaan, perguruan tinggi, lembaga nirlaba, dan komunitas lainnya semestinya menggunakan penelitian sebagai instrumen dasar untuk mengakselerasi kemajuan. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa penelitian merupakan usaha sistematis untuk mencari jawaban atas masalah dengan metode ilmiah. Keputusan yang didasarkan pada penelitian lebih dapat diandalkan daripada pengambilan keputusan yang didasarkan pada naluri, perasaan, dan pertimbangan-pertimbangan lain yang tidak atau kurang memakai pendekatan ilmiah. Entitas yang bergerak di bidang layanan kesehatan . ealth care servic. memerlukan pendekatan ilmiah berbasis riset untuk meningkatkan mutu dalam pengambilan keputusan. Peningkatan mutu dalam pengambilan keputusan diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan mutu layanan yang menjadi landasan penting dalam menghadapi kompetisi dengan entitas yang menyediakan layanan Terdapat banyak permasalahan yang dihadapi oleh entitas penyedia jasa layanan kesehatan. Salah satu topik yang banyak dikaji adalah mutu layanan rumah sakit. Mutu layanan ini menjadi perhatian banyak peneliti, terutama di negara berkembang. Salah satu kajian dalam mutu layanan rumah sakit di negara berkembang adalah dikotomi mutu layanan antara rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah versus rumah sakit yang dikelola oleh swasta. Dalam studinya. Taner dan Antony . menemukan rumah sakit milik swasta memiliki mutu layanan yang lebih baik dibandingkan dengan rumah sakit milik pemerintah. Studi yang dilakukan Fiakpa et al . menemukan bahwa rumah sakit milik pemerintah di Nigeria dinilai buruk oleh pengguna jasanya dalam aspek empati dan aspek fisik pelayanan seperti fasilitas bangunan dan alat kesehatan. Oki Kuntaryanto. Agung Nugroho Jati, et. al/WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 Aspek yang tidak kalah penting dalam industri jasa layanan kesehatan adalah masalah keputusan strategis menyangkut penganggaran modal. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa penganggaran modal adalah keputusan yang berdampak pada mobilisasi dana yang besar. Mobilisasi dana besar inilah yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan dilema pembiayaan karena akan melibatkan keputusan utang pada lembaga keuangan. Hal ini akan berbeda ketika rumah sakit swasta telah terdaftar di bursa efek yang dapat memobilisasi dana melalui publik dengan menjual saham atau menerbitkan obligasi. Studi yang dilakukan Wernz et al . pada rumah sakit di lima negara menemukan bahwa keputusan investasi didasarkan pada pertimbangan sosial-ekonomi, konteks budaya, dan misi organisasi. Dengan demikian, pertimbangan penganggaran modal tidak dibatasi hanya pada masalah ekonomi saja. Masalah yang dihadapi oleh lembaga penyedia jasa kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek mutu layanan dan masalah keuangan saja tapi juga masalah pengukuran kinerja rumah sakit sebagai sebuah entitas. Pengukuran kinerja ini seharusnya bersifat progresif dan tidak hanya berkutat pada pengukuran kinerja baku yang sudah mulai kehilangan relevansinya seiring dengan perkembangan Salah satu pengukuran yang progresif tersebut adalah penggunaan balanced scorecard. Pengukuran kinerja ini melibatkan beberapa aspek yang bersifat berurutan. Aspek-aspek tersebut meliputi pembelajaran dan pertumbuhan, kapabilitas internal, kepuasan pelanggan, dan dimensi Organisasi modern sudah sejak lama mengadopsi prinsip pengukuran ini karena dianggap lebih sistematis dan objektif. Dalam studinya. Lilian Chan dan Seaman . menemukan bahwa dimensi kepuasan pelanggan merupakan aspek utama dalam pengukuran kinerja dengan menggunakan balanced scorecard. Terdapat beberapa aspek atau dimensi terkait dengan permasalahan di entitas penyedia jasa layanan kesehatan. Aspek-aspek atau dimensi tersebut akan menjadi lebih mudah diurai dan dicari jalan keluarnya dengan mendasarkan diri pada usaha-usaha ilmiah, salah satunya melalui riset atau penelitian. Yayasan Jamaah Haji Klaten sebagai lembaga yang menaungi amal usaha di bidang pelayanan kesehatan menimbang bahwa pendekatan ilmiah berbasis riset diperlukan untuk meningkatkan kualitas keputusan-keputusan pada amal usaha yang dinaunginya yang terdiri atas Rumah Sakit Umum Islam Klaten. Rumah Sakit Umum Islam Boyolali, dan Rumah Sakit Umum Islam Cawas. Pertimbangan demikian muncul karena alasan strategis berupa perbaikan mutu layanan di masa depan menghadapi kompetisi antar sesama penyedia jasa pelayanan kesehatan di Kabupaten Klaten. Yayasan Jamaah Haji Klaten memutuskan untuk menjalin kerjasama strategis dengan Universitas Widya Dharma Klaten dalam bidang pelatihan riset dengan tujuan utama supaya amal usaha di bawah naungan Yayasan Jamaah Haji Klaten dapat melakukan riset mandiri untuk mencari jawaban dan solusi atas permasalahan yang terjadi dengan pendekatan ilmiah berbasis penelitian. Universitas Widya Dharma menugaskan kepada tim yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Dharma Klaten untuk melakukan pelatihan penelitian di amal usaha di bawah naungan Yayasan Jamaah Haji Klaten. Anggota tim dipilih berdasarkan kepakaran masing-masing yang terdiri atas spesialis penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif pada bidangnya masing-masing. Dengan memperhatikan uraian sebelumnya, identifikasi masalah pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Yayasan Jamaah Haji Klaten menimbang bahwa pengambilan keputusan manajerial pada amal usaha yang dinaunginya perlu ditingkatkan mutunya. Pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dianggap masih belum sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan ilmiah berbasis riset. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan sebagai berikut: Penandatanganan kerjasama antara Yayasan Jamaah Haji Klaten dengan Universitas Widya Dharma Klaten Penyusunan rancangan garis besar materi pelatihan Pemilihan pemateri berdasarkan garis besar materi pelatihan Penjadwalan pelatihan Pelaksanaan pelatihan Oki Kuntaryanto. Agung Nugroho Jati, et. al/WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 Model pelaksanan pelatihan adalah dengan mengadopsi interactive learning sesuai dengan anjuran Dorestani . Pada prinsipnya, interactive learning memberi kesempatan kepada para peserta pelatihan untuk lebih aktif dalam kegiatan pelatihan. Dorestani . memberikan beberapa tips dasar yang dapat digunakan pemateri untuk dapat meningkatkan atmosfer kegiatan yaitu menghafalkan nama peserta, memberikan pertanyaan pada peserta yang terlihat kurang antusias atau bercakap terus-menerus dengan teman di dekatnya, selalu tidak mengatakan tidak pada jawaban yang tidak tepat. Menghafalkan nama peserta dianggap penting karena ia dapat memberi sentuhan yang lebih personal antara pemateri dan peserta kegiatan. Memberikan pertanyaan kepada peserta yang terlihat mengantuk, kurang antusias, atau mengobrol dengan rekan di dekatnya dimaksudkan untuk tetap membawa stabilitas atmosfer selama pelatihan, khususnya untuk pemateri. Tidak memberikan jawaban tidak kepada pertanyaan peserta kegiatan dimaksudkan untuk tetap mempertahankan kepercayaan diri peserta dan mencegah peserta lain untuk menjadi kurang percaya diri. Secara detail operasional, pelaksanaan pelatihan dapat dijabarkan sebagai berikut: Peserta dan pemateri hadir di tempat kegiatan sesuai jadwal Pemateri memberikan pretest kepada para peserta Pemateri memberikan materi sesuai kompetensinya Pemateri memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan melakukan pendalaman Pemateri memberikan posttest Materi selesai Untuk memperoleh pengetahuan yang komprehensif mengenai penelitian, peserta diberikan materi sebagai berikut: Dasar-dasar penelitian ilmiah Dasar-dasar penelitian kualitatif Riset aplikatif di bidang keuangan dan pengolahan data berbasis SPSS Teknik pengambilan sampel Telaah pustaka, pengembangan metode penelitian, dan hipotesis deskriptif dalam riset perusahaan Target dan luaran dari kegiatan ini adalah sebagai berikut. Adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta terhadap riset dan pengolahan data Para peserta diharapkan mampu membuat penelitian sendiri dengan tema atau topik penelitian yang sesuai konteks entitas dimana peserta pelatihan bekerja Pengambilan keputusan di lingkungan entitas yang selalu berorientasi pada riset dan bukti empirik HASIL DAN PEMBAHASAN Sebuah kegiatan seharusnya memiliki indikator untuk menilai efektivitas kegiatan yang dilakukan. Pada prinsipnya, keterukuran merupakan aspek yang penting dalam mengukur apa saja yang hendak Prinsip ini dilandasi oleh argumentasi bahwa apa yang tidak dapat diukur maka tidak dapat Pihak Yayasan menginstruksikan kepada Divisi Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit Umum Islam Klaten sebagai rumah sakit terbesar di bawah naungan Yayasan Jamaah Haji Klaten untuk mengukur kinerja kegiatan. Divisi Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit Umum Islam Klaten kemudian membuat dua instrumen, yaitu instrumen pretest dan postest dan instrumen kinerja pemateri. Hasil perbandingan skor antara pretest dan postest menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan antara keduanya. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dapat dikatakan memuaskan. Rerata skor kinerja pemateri juga menunjukkan hasil yang tinggi. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa pemateri dipersepsikan mampu membawakan materi dengan sangat baik. Oki Kuntaryanto. Agung Nugroho Jati, et. al/WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 Gambar 1. Kegiatan pelatihan komprehensif pelatihan metode penelitian komprehensif bagi karyawan rumah sakit di bawah Yayasan Jamaah Haji Klaten Yayasan Jamaah Haji Klaten sebagai entitas yang menaungi amal usaha di bawahnya mewajibkan para peserta untuk menyusun penelitian bagi para peserta pelatihan. Topik penelitian yang diangkat harus sesuai dengan konteks rumah sakit tempat para peserta pelatihan bekerja. Tindak lanjut dari instruksi Yayasan Jamaah Haji Klaten adalah bahwa para peserta dibimbing membuat penelitian oleh para pemateri. Dari tiga puluh peserta pelatihan, terdapat lima proposal penelitian yang sudah jadi dan siap ditindaklanjuti untuk pengambilan dan pengolahan data. Penelitian adalah proses jangka panjang. Dengan indikasi adanya lima proposal yang sudah jadi, maka implikasinya adalah bahwa para peserta terindikasi dapat membuat penelitian sendiri untuk ke depan nanti. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pelatihan metode penelitian komprehensif bagi karyawan rumah sakit di bawah Yayasan Jamaah Haji Klaten didasari pada pemikiran bahwa masalah yang terjadi pada entitas amal usaha seharusnya diselesaikan dengan pendekatan ilmiah berbasis riset dan harus dikerjakan secara mandiri oleh personil atau karyawan rumah sakit. Pendekatan ilmiah berbasis riset ini dipercaya sebagai sarana yang efektif untuk dapat menyelesaikan permasalahan entitas, baik permasalahan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kegiatan dilakukan sesuai jadwal dan membawa hasil positif yang diindikasikan dengan perbedaan signifikan antara pretest versus postest, penilaian kinerja pemateri yang tinggi, dan tindak lanjut pelatihan dengan pembuatan proposal yang persentasenya cukup tinggi. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat membawa citra yang positif bagi Universitas Widya Dharma sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu melakukan kegiatan kolaboratif dengan institusi-institusi yang ada di Kabupaten Klaten. Saran untuk kegiatan serupa di masa yang akan datang adalah bahwa prinsip padu padan antara materi dengan durasi harus ditingkatkan untuk menambah efektivitas pemahaman materi peserta. DAFTAR PUSTAKA