JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 homepage: w. id/index/inovator Perencanaan Perawatan dan Perbaikan Genset pada Kereta Api Tipe MTU1600 500 kVA Periode 2024 s. Siti Duratun Nasiqiati Rosady a, *. Muhammad Kevin Alif Hidayatulloh a Program Studi D-i Teknik Mesin. Politeknik Negeri Malang. Jl. Soekarno Hatta No. Jatimulyo. Kec. Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur 65141. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 30 Juli 2025 Diterima setelah direvisi 05 Agustus 2025 Disetujui 05 Agustus 2025 Kata kunci: Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Genset Kereta Api Perawatan Abstract-Genset or Generator set is a combination device between a power generator . and a driving engine in one set of units to produce electrical power. Genset is a vital device in the modern railway transportation system. In the railway system, electricity generated by the genset is used to supply locomotives, dining cars, passenger cars, power trains, baggage cars, and freight cars. Due to the importance of the genset function in the railway industry, a maintenance and repair planning system is needed to help the continuity of the performance process and the operation of the train run smoothly. To ensure the performance and reliability of the genset, an effective maintenance and repair strategy is needed. One approach that can be used is Failure Mode Effect Analysis (FMEA). The results of genset maintenance and repair using the FMEA method show several critical components, namely the Press Water Pump. Cylinder Head & Gasket. Turbo Charger. Hp Pump. ECU. Injector. Intercooler. Oil Breather. Vibration Damper as well as maintenance and repair schedules (Preventive and Correctiv. , and the estimated cost required for maintenance and repair in five periods of Rp. 067,00. Intisari- Genset atau Generator set adalah perangkat kombinasi antara pembangkit listrik . dengan mesin penggerak dalam satu set unit untuk menghasilkan tenaga listrik. Genset merupakan perangkat vital dalam sistem transportasi kereta api modern. Pada sistem kereta api, listrik yang dihasilkan oleh genset digunakan untuk mensuplai lokomotif, kereta makan, kereta penumpang, kereta pembangkit, kereta bagasi, dan gerbong barang. Karena pentingnya fungsi genset pada industri kereta api, maka perlu adanya sistem perencanaan perawatan dan perbaikan untuk membantu keberlangsungan proses kinerja dan pengoperasian kereta api berjalan dengan baik. Untuk memastikan kinerja dan keandalan genset, strategi perawatan dan perbaikan yang efektif diperlukan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Hasil dari perawatan dan perbaikan genset menggunakan metode FMEA ini menunjukkan beberapa komponen kritis yaitu Press Water Pump. Cylinder Head & Gasket. Turbo Charger. Hp Pump. ECU. Injector. Intercooler. Oil Breather. Vibration Damper serta jadwal perawatan dan perbaikan (Preventive dan Correctiv. , dan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perawatan dan perbaikan dalam lima periode sebesar Rp. 067,00. Pendahuluan Genset atau generator set merupakan pengganti sumber tegangan, apabila terjadi pemutusan aliran listrik dari PLN. Genset juga merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat, sehingga aktifitas kerja tidak akan terhambat oleh adanya pemadaman listrik, baik itu di perkantoran, di lingkungan akademik maupun di pertokoan dan perumahan yang harus selalu membutuhkan pasokan listrik setiap saatnya . Pada kereta api. Listrik yang dihasilkan oleh genset digunakan untuk mensuplai lokomotif, kereta makan, kereta penumpang, kereta pembangkit, kereta bagasi dan gerbong barang. Karena pentingnya fungsi genset pada industri kereta api, maka perlu adanya sistem perencanaan perawatan dan perbaikan untuk membantu keberlangsungan proses kinerja dan * Corresponding Author: E-mail: sitiduratun@polinema. id (Siti Duratun Nasiqiati Rosad. pengoperasian kereta api berjalan dengan baik. Jika terdapat jadwal dan SOP perencanaan perawatan dan perbaikan yang telah ditentukan, maka dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada genset dan umur genset tersebut akan bertahan lebih lama . Hal hal yang dapat menyebabkan genset gagal fungsi antara lain: Bahan bakar tercampur dengan air, baterai genset lemah, mesin macet, jalur bahan bakar tersumbat dan genset masuk angin . Jika genset atau gerbong pembangkit ini mengalami kerusakan maka akan menghambat kinerja dari kereta api sehingga kereta tidak dapat beroperasi, jadwal pemberangkatan tidak tepat waktu, dan mengurangi pemasukan perusahaan. Untuk mengatasi masalah genset gagal fungsi yang dapat dilakukan antara lain: periksa aki genset, periksa bahan bakar, periksa Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 sistem kontrol, periksa indikator mesin, rawat sistem pelumasan, ganti sparepart genset, dan menjaga kebersihan genset . Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan pentingnya perawatan genset dalam industri. Penelitian mengenai sistem perawatan mesin genset di PT Pelabuhan Indonesia II menekankan bahwa implementasi sistem perawatan yang tepat dapat meningkatkan reliabilitas dan availability mesin genset secara signifikan . Sejalan dengan itu, penelitian tentang perawatan genset 2000 kVA menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) menunjukkan bahwa penerapan strategi perawatan yang sistematis dapat mengurangi biaya operasional hingga 30% dan meminimalkan downtime yang tidak terduga . Selain itu dalam studi tentang pemilihan strategi perawatan menggunakan Failure Mode Effect and Criticality Analysis membuktikan bahwa identifikasi komponen kritis melalui analisis FMEA dapat meningkatkan efektifitas program perawatan dan memperpanjang umur pakai peralatan . Penelitian-penelitian tersebut menegaskan bahwa pendekatan perawatan yang terstruktur dan berbasis data tidak hanya penting untuk menjaga kontinuitas operasional, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomis jangka panjang bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen kritis pada genset kereta api tipe MTU1600 500 kVA melalui analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), menyusun strategi perawatan preventif dan korektif yang optimal berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), merencanakan jadwal perawatan dan perbaikan yang sistematis untuk periode 2024 hingga 2029, serta mengestimasi total biaya yang diperlukan untuk implementasi program perawatan tersebut. Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut, diharapkan dapat tersusun suatu sistem perencanaan perawatan yang komprehensif dan terstruktur yang mampu meningkatkan reliabilitas operasional genset, meminimalkan downtime tidak terduga, memperpanjang umur pakai komponen, dan mengoptimalkan alokasi anggaran perawatan sehingga mendukung kelancaran operasional sistem transportasi kereta api secara keseluruhan. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus pada genset kereta api tipe MTU1600 500 kVA di UPT. Balai Yasa Surabaya Gubeng. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pemilihan metode FMEA dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa alasan yang kuat dan relevan dengan karakteristik objek penelitian. Pertama. FMEA merupakan metode analisis risiko yang sistematis dan terstruktur yang mampu mengidentifikasi potensi kegagalan komponen sebelum kegagalan tersebut terjadi, sehingga sangat sesuai untuk sistem kompleks seperti genset kereta api yang memiliki komponen saling terkait dan membutuhkan tingkat keandalan tinggi. Kedua, metode ini memberikan pendekatan kuantitatif melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) yang memungkinkan prioritisasi komponen berdasarkan tingkat kekritisan, sehingga alokasi sumber daya perawatan dapat dilakukan secara efisien dan tepat sasaran. Ketiga. FMEA telah terbukti efektif dalam industri transportasi dan telah diakui secara internasional sebagai standar dalam manajemen risiko dan perawatan preventif, memberikan validitas metodologis yang kuat. Keempat, output dari analisis FMEA dapat langsung diterjemahkan menjadi strategi perawatan yang actionable, mencakup jadwal perawatan preventif dan korektif serta estimasi biaya yang diperlukan. Kelima, metode ini memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap tiga aspek kritis yaitu severity . ingkat keparaha. , occurrence . rekuensi kejadia. , dan detection . emampuan deteks. , memberikan gambaran holistik tentang risiko setiap komponen yang tidak dapat diperoleh melalui pendekatan analisis tunggal lainnya . Komponen-komponen pada genset ditunjukkan oleh gambar 1 berikut. Gambar 1. Generator Set Objek Penelitian A Genset kereta api tipe MTU1600 500 kVA dengan spesifikasi: o Mesin diesel: MTU-1600 10V1600G20F o Tahun: 2018 o Serial number: 16001004073 o Daya: 448 kW pada 1500 rpm o No. Kereta: PO 1906 (Dipo: BD) Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di UPT. Balai Yasa Surabaya Gubeng. Jawa Timur Variabel Penelitian Variabel Bebas (Independent Variabl. A Komponen genset yang dianalisis A Umur pakai komponen A Kondisi operasional . jam/har. Variabel Terikat (Dependent Variabl. A Nilai Risk Priority Number (RPN) A Jadwal perawatan dan perbaikan A Estimasi biaya perawatan Variabel Kontrol A Metode FMEA yang digunakan A Periode analisis . A Standar perawatan yang berlaku Prosedur Penelitian Tahap Persiapan Studi literatur tentang FMEA dan perawatan genset Persiapan instrumen penelitian Koordinasi dengan pihak UPT. Balai Yasa Surabaya Gubeng Perizinan penelitian Tahap Pelaksanaan Identifikasi komponen: Menentukan komponen yang akan ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 Pengumpulan data historis: Mengumpulkan data kerusakan dan Observasi lapangan: Mengamati kondisi aktual komponen Wawancara: Menggali informasi dari teknisi berpengalaman Analisis FMEA: Menerapkan metode FMEA pada setiap Perhitungan RPN: Menghitung nilai Severity. Occurrence, dan Detection Penyusunan jadwal: Membuat jadwal perawatan berdasarkan Estimasi biaya: Menghitung biaya perawatan untuk periode 5 Tahap Penyelesaian Analisis dan interpretasi data Penyusunan laporan penelitian Validasi hasil dengan expert judgment Teknik Analisis Data FMEA Menggunakan worksheet FMEA dengan tahapan: Penilaian Severity (S) A Skala 1-10 berdasarkan dampak kegagalan A Kriteria: tingkat keparahan efek kegagalan terhadap sistem Penilaian Occurrence (O) A Skala 1-10 berdasarkan frekuensi kejadian A Kriteria: probabilitas terjadinya penyebab kegagalan Penilaian Detection (D) A Skala 1-10 berdasarkan kemampuan deteksi A Kriteria: kemampuan sistem kontrol mendeteksi kegagalan Perhitungan Risk Priority Number (RPN) Formula yang digunakan . RPN = Severity y Occurrence y Detection . Penentuan Komponen Kritis Formula yang digunakan . RPN Kritis = Total RPN / Jumlah Risiko Klasifikasi Perawatan Berdasarkan nilai RPN . A RPN > 300: Perawatan Prediktif A RPN 200-300: Perawatan Preventif A RPN < 200: Perawatan Korektif 6 Estimasi Biaya Menggunakan rumus bunga majemuk . F = P. n Dimana: A F = Nilai masa depan A P = Nilai sekarang A i = Tingkat inflasi . ,84%) A n = Periode tahun didalamnya diisi dengan generator set atau yang biasa disebut genset. Genset berfungsi sebagai sumber daya kelistrikan yang dapat digunakan untuk menghidupkan komponen-komponen elektrik dalam sistem perkeretaapian . Prinsip kerja genset adalah mengubah energi pada bahan bakar menjadi energi gerak dengan bantuan engine di dalamnya. Kemudian, energi gerak itu diubah menjadi energi listrik dengan bantuan altenator . Spesifikasi Mesin Berikut ini rincian data terkait spesifikasi Genset MTU1600 500 kVA . Mesin diesel : MTU-1600 10V1600G20F Tahun : 2018 Serial number : 16001004073 No. Kereta : PO 1906 (Dipo: BD) Daya yang dihasilkan : 448 kW 1500 rpm Kapasitas beban : 10% untuk 1 jam sampai 12 jam Supercharging system : Turbocharged and Intercooler . dara/udar. Jumlah cylinder : 10 (V-engin. Bore/Stroke : 122/150 mm Displacement cylinder : 1,75 Liter Total displacement : 17,5 Liter Rasio kompresi : 17,5 : 1 Tabel 1. Spesifikasi Komponen Komponen Spesifikasi Sistem 2 exhaust turbocharger, intercooler udara yang Pembakaran terintegrasi dalam radiator, pipa pengisian udara dengan serangkaian filter udara kering. Sistem Bahan Sistem injeksi bahan bakar common rail dengan tekanan Bakar rendah dan tinggi, pompa bahan bakar, akumulasi tekanan bahan bakar dan injeksi yang terkontrol secara elektrik. Governor Pengatur bahan bakar secara elektrik dan terbatas. Sistem Pendingin Pompa sirkulasi cairan pendingin dan thermostat untuk air jaket, penggerak kipas radiator, dan radiator tipe depan . untuk air dan juga udara masuk. Starting System Starter electric tunggal 24 VDC Sistem Pelumas Sistem pelumasan yang digunakan sebagai pendingin piston yang terpasang dengan pompa sirkulasi oli pelumas, filter oli multi tahap dan juga pendingin oli Konsumsi Bahan Diperkirakan 193 g/kWh Bakar @ 100% . Hasil dan Pembahasan Umur Komponen Umur komponen selain dapat diperkirakan berdasarkan pembebanan, juga dapat diperkirakan dari sejarah penggantian melalui nota pembelian, order suku cadang, dari informasi catatan tukang atau bengkel yang menggantikannya, ataupun operator yang melaporkan kerusakan suatu bagian mesin yang diperbaiki. Berikut merupakan tabel umur komponen berdasarkan history kerusakan Genset MTU1600 500 kVA merupakan mesin yang berkontribusi besar pada saat beroperasinya kereta api . Sebagaimana pada gambar 1 genset pada serangkaian kereta api ada pada 1 gerbong kereta, yaitu pada kereta dengan kode (P) pembangkit . Kereta pembangkit ini ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 Tabel 1. Prediksi Umur Komponen Komponen Turbo Charger Oil Breather Hp Pump Injector Intercooler Cylinder Head dan Gasket ECU (Electric Control Uni. Vibration Damper Press Water Pump Tabel 3. Occurance Komponen Kerusakan Turbo Baling-baling Charger Oil Breather Filter kotor Hp Pump Saluran Umur Pakai Minggu Tahun Injector Intercooler Skala Severity Langkah pertama untuk menganalisa resiko yaitu menghitung seberapa besar dampak yang timbul apabila suatu kesalahan (Failur. Dampak tersebut diberi nilai dari skala tabel 1 sampai 10, dimana 10 merupakan dampak terburuk. Tabel 2. Severity Komponen Kerusakan Turbo BalingCharger baling rusak Oil Breather Filter kotor Hp Pump Saluran Effect Sangat Tinggi Rendah -Tinggi -Sangat Rendah Injector Intercooler Cylinder Head dan Gasket ECU (Electric Control Uni. Vibration Damper Press Water Pump Keausan pada nozzle - Sangat -Rendah Grill/kisi kisi Tinggi Kebocoran pada cylinder Mengalami Kerusakan Sangat Korosi Kecil Pompa Tinggi Tinggi Severity Sistem tidak bekerja Rank Mengalami secara bertahap - Sistem bekerja tapi dijalankan dengan - Efek kecil pada peforma sistem Sistem Mengalami secara bertahap Sistem bekerja tapi dijalankan dengan Sistem tidak bekerja Sistem bekerja tapi dijalankan dengan Sedikit berpengaruh pada kinerja sistem Sistem bekerja tapi dijalankan dengan Cylinder Head dan Gasket ECU (Electric Control Uni. Vibration Damper Press Water Pump Effect Sedang Occurance Jarang terjadi gagal Rank Sedang -Sedang -Rendah Grill/kisi kisi Kebocoran pada cylinder Mengalami Kerusakan Sedang Jarang terjadi gagal - Jarang terjadi gagal - Sangat kecil terjadi - Sangat kecil terjadi - Sangat kecil terjadi Jarang terjadi gagal Sedang Jarang terjadi gagal Sedang Jarang terjadi gagal Korosi Rendah Pompa Sedang Sangat kecil terjadi Jarang terjadi gagal Keausan pada -Rendah -Rendah Skala Detection Kemungkinan untuk mendeteksi suatu kesalahan yang akan terjadi atau sebelum dampak kesalahan tersebut terjadi. Nilai yang digunakan adalah skala 1 . urrent kontrol dengan akurat dan cepat bisa menunjukkan kegagalan yang terjad. sampai 10 . idak ada alat kontrol yang bisa mendeteksi kegagala. Tabel 4. Detection Komponen Kerusakan Turbo Baling-baling Charger Oil Breather Filter kotor Hp Pump Saluran Skala Occurance Tingkat terjadinya kegagalan yang ditunjukkan dengan skala 1 . ermasalahan yang jarang terjad. sampai 10 . ermasalahan sering terjad. Intercooler Cylinder Head dan Gasket ECU (Electric Control Uni. Deteksi Deteksi Keausan pada Deteksi -Deteksi Grill/kisi kisi -Deteksi Deteksi Injector Effect Deteksi Kebocoran pada cylinder Mengalami Kerusakan Deteksi Deteksi Vibration Damper Korosi Press Water Pump Pompa Deteksi Deteksi Detection Terdapat part yang tidak berfungsi atau rusak, dilakukan penggantian Terdapat part yang tidak berfungsi atau rusak, dilakukan penggantian -Ada mengalami gangguan, -Komponen mengalami perubahan settingan Rank -Ada mengalami gangguan, - Komponen mengalami perubahan settingan Dikarenakan ada alat tindakan pengecekan Mesin mengalami trip Terdapat part yang tidak berfungsi atau rusak, dilakukan penggantian Komponen mengalami perubahan settingan Mesin ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 Risk Priority Number (RPN) Produk matematis dari keseriusan effect (Severit. , kemungkinan terjadinya penyebab yang akan menimbulkan kegagalan yang berhubungan dengan effect (Occuranc. , dan kemampuan untuk mendeteksi kegagalan sebelum terjadi pada pelanggan (Detectio. Tabel 6. Nilai RPN No Komponen Press Water Pump Cylinder Head & Gasket Turbo Charger Hp Pump ECU Injector Intercooler Oil Breather Vibration Damper RPN Total RPN Komulatif Komulatif 15,7% 31,5% 58,3% 89,8% 98,3% Dari nilai RPN total dan jumlah resiko yang telah diketahui maka nilai RPN kritis didapatkan dengan cara sebagai berikut: RPN Kritis = ycNycuycycayco ycIycEycA yaycycoycoycaEa ycIyceycycnycoycu dilakukan pengelompokan. Berikut merupakan pengelompokan komponen berdasarkan nilai RPN tersebut: Tabel 7. Tindakan Perawatan Komponen Jenis Kegagalan RPN Press Wate Pump Press water pump gagal fungsi/rusak Cylinder Head & Gasket RPN Total Tindakan Perawatan Perawatan Preventif Kebocoran cylinder head Perawatan Preventif Turbo Charger Pembakaran yang kurang Perawatan Korektif Hp Pump Tekanan pada mesin kurang sempurna Korosi = 188 ECU Kelistrikan yang tidak Injector Penyumbatan yang diakibatkan oleh kotoran Keausan = 140 Intercooler Hilangnya tekanan dorongan turbo Oil Breather Penyaringan kotoran dan sirkulasi oli ke dalam mesin kurang sempurna Vibration Damper Korosi Perawatan Korektif Perawatan Korektif Perawatan Korektif Perawatan Korektif = 157,7 Dari hasil perhitungan didapat nilai RPN kritis yaitu hasil tersebut berarti komponen yang mempunyai nilai RPN lebih dari 157,7 maka komponen tersebut dianggap kritis dan perlu mendapatkan perhatian yang lebih atau lebih diprioritaskan dalam melakukan perawatan. Hasil dari perhitungan tersebut ditunjukkan pada gambar diagram dibawah ini. Perawatan Korektif Perawatan Korektif Berdasarkan tabel diatas komponen-komponen tersebut dilakukan perawatan korektif dan preventif untuk setiap komponen nya. Hal ini karena nilai RPN dibawah 200 maka dilakukan perawatan korektif, sedangkan yang nilai RPN 200 sampai 300 dilakukan perawatan preventif. Untuk komponen yang digolongkan ke perawatan korektif adalah Turbo Charger. Hp Pump. ECU. Injector. Intercooler. Oil Breather, dan Vibration Damper. Sedangkan yang digolongkan perawatan preventif adalah Press Water Pump. Cylinder Head & Gasket. Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Berikut adalah tabel kegiatan perawatan dan perbaikan yang dilakukan pada genset kereta api tipe MTU1600 500kVA Gambar 2. Diagram RPN Dari hasil yang ditampilkan oleh diagram RPN kritis dapat diketahui ada 5 komponen yang nilai RPN nya berada diatas RPN kritis . omponen kriti. yang ditandai dengan diatas garis warna merah. Komponen kritis adalah suatu komponen yang sangat penting dalam suatu mesin karena apabila komponen tersebut mengalami kerusakan dapat mengganggu kinerja mesin tersebut dan bahkan dapat mengakibatkan kerugian bagi Komponen kritis pada Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa adalah Press Water Pump. Cylinder Head dan Gasket. Turbo Charger. Hp Pump, dan ECU. Setelah nilai RPN masing masing komponen telah diketahui, maka dilanjutkan dengan menentukan klasifikasi perawatan dengan menggunakan tabel klasifikasi perawatan FMEA . Berdasarkan tabel 2 untuk nilai kriteria pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan nilai RPN yang dihasilkan. Hasil dari nilai RPN yang dihasilkan diperoleh dengan rumus S x O x D pada tabel FMEA worksheet. Nilai masing-masing komponen memiliki tindakan perawatan yang berbeda sehingga perlu ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 Kegiatan Preventif Maintenance Tabel 8. Kegiatan Preventif Maintenance Pelaksanaan Kerja Melakukan pembersihan pada Press Water Pump dari kotoran Durasi 20 Menit Pekerja 1 Mekanik Memeriksa Keadaan Press Water Pump dan memastikan dalam keaadan baik dan optimal Pengecekan Nozzle dan penggantian air pendingin pada Press Water Pump 20 Menit 1 Mekanik 30 Menit 1 Mekanik Memeriksa keadaan dan membersihkan daerah sekitar cylinder head dan gasket 30 Menit 1 Mekanik Membersihkan dan menambahkan oli 60 Menit 1 Mekanik Durasi Material Penunjang 1 Sarung tangan 2 Kuas 3 Masker 4Cairan pembersih 5 Majun 1 Sarung tangan 2 Majun 1 Sarung tangan 2 Kuas 3 Majun 4 Air Coolant 1 Sarung tangan 2 Kuas 3 Majun 4 Impact 1 Sarung tangan 2 Majun 3 Oli 4 Impact 5 Grease Kegiatan Korektif Maintenance Tabel 9. Kegiatan Korektif Maintenance Komponen Peralatan dan Material Turbo Charger Hp Pump ECU Injector Intercooler Oil Breather Vibration Damper 1 Kunci set toolbox 2 Kunci set shock 3 Obeng dan 4 Sarung tangan 5 Majun 6 Baling Baling turbo 1 Kunci set toolbox 2 Kunci set shock 3 Obeng dan Ae 4 Sarung tangan 5 Nozzle 6 Majun 120 Menit Pelaksana (Mekani. 1 Mekanik 120 Menit 1 Mekanik Melepas pipa bahan bakar yang menyambung dari tanki bahan bakar menuju high pressure pump, kemudian lepaskan high pressure pump. Dan melakukan penggantian Nozzle yang sudah aus 1 Kunci set toolbox 2 Obeng dan 3 Sarung tangan 4 Kabel 5 Sensor Pengganti 1 Kunci set toolbox 2 Obeng dan 3 Sarung tangan 4 Nozzle 5 Kunci set pas 6 Majun 1 Kunci set toolbox 2 Obeng dan 3 Sarung tangan 4 Grill atau kisi kisi 1 Kunci set toolbox 2 Obeng dan 3 Sarung tangan 4 Filter oli baru 1 Kunci set toolbox 2 Obeng dan 3 Sarung tangan 4 Spring mounting 5 Crane 120 Menit 1 Mekanik Melepas ECU yang berada pada bagian atas engine dengan bentuk sedikit kotak dan bersirip, lepas secara perlahan. Melakukan penggantian kabel dan sensor 120 Menit 1 Mekanik Pelepasan kabel injector atau sering disebut dengan harness injector. Lepas mur berukuran 6 mm dengan menggunakan kunci kombinasi. Lakukan pelepasan injector dan juga rocker arm dengan menggunakan Dan Melakukan penggantian nozzle yang sudah rusak atau aus 90 Menit 1 Mekanik 90 Menit 1 Mekanik Melepaskan pipa intake intercooler dengan ukuran pipa kecil dan ex intercooler dengan ukuran pipa yang lebih besar sampai terlepas dari Lalu mengganti grill atau kisi kisi yang sudah rusak Melepas oil breather dari genset utama. Setelah itu melakukan pembongkaran pada oil breather dan melakukan penggantian filter 90 Menit 2 Mekanik Estimasi Biaya Perhitungan estimasi biaya untuk melakukan perawatan dan perbaikan Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa Periode 2024 s. d 2029 adalah Pelaksanaan Kerja Melepas turbocharge kanan atau turbocharge B dan kiri turbocharge A, lebih tepatnya posisi turbo A berada sejajar dengan contol panel dan turbo B berlawanan dengan control panel. Melakukan pembongkaran Turbo Charger dan mengganti baling baling turbo yang rusak Melakukan pelepasan genset dengan vibration damper dan melakukan pengangkatan genset menggunakan crane. Melakukan pelepasan vibration damper dan mengganti komponen spring mounting. hal yang penting untuk dilakukan, hal tersebut bertujuan agar dapat menentukan anggaran biaya yang harus dikeluarkan dalam periode tertentu. ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 Berikut merupakan poin-poin yang digunakan untuk perhitungan estimasi biaya perawatan dan perbaikan Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa Periode 2024 s. d 2029 . Suku bunga Bank Indonesia Biaya tenaga kerja Harga suku cadang dan komponen pendukung 1 Suku Bunga Bank Indonesia Untuk suku bunga Bank Indonesia yang sudah ditentukan berdasarkan putusan rapat bulan Mei tahun 2024 adalah sebesar 2,84 %. Nilai tersebut berdasarkan sumber dari situs website resmi Bank Indonesia . 2 Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja perbulan untuk wilayah Kota Surabaya pada tahun 2024 saat ini adalah sebesar Rp. 479,00. Nilai tersebut berdasarkan sumber dari situs website resmi BAPPEDA Jatim . Bekerja 5 hari dalam satu minggu, dan 4 minggu dalam satu bulan. Sehingga perhitungan gaji karyawan yang didapat permenit adalah sebagai berikut: Mekanik = ycIycy. 479,00 8ycu5ycu4 = Rp. 534,00/jam = Rp. 534,00:60 menit = Rp. 492/menit Untuk proses perawatan dan perbaikan suatu komponen pastinya memerlukan durasi yang berbeda setiap komponennya. Selain itu juga membutuhkan jumlah tenaga kerja yang berbeda setiap komponen yang Berikut ini merupakan daftar durasi dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam melakukan perawatan dan perbaikan genset Tipe MTU1600 500 kVa. Tabel 10. Durasi dan Biaya Kerja Kegiatan Tingkatan Perawatan Preventif Press Water Pump Perawatan Preventif cylinder head dan gasket Penggantian baling baling Turbo Charger Penggantian nozzle Hp Pump Penggantian kabel dan sensor ECU Penggantian nozzle Injector Penggantian grill/kisi kisi Intercooler Penggantian filter baru Oil Breather Penggantian spring mounting pada Vibration Damper Durasi (Meni. Mekanik 70 Menit Jumlah Tenaga Kerja 1 Mekanik Upah (R. Mekanik 90 Menit 1 Mekanik Rp. Mekanik Menit 1 Mekanik Rp. Mekanik Menit Menit 1 Mekanik Rp. Rp. 1 Mekanik Mekanik Menit 90 Menit Mekanik 90 Menit 1 Mekanik Rp. Mekanik 90 Menit 2 Mekanik Rp. Rp. Nilai tersebut berdasarkan sumber dari situs website resmi Bank Indonesia tentang inflasi . Estimasi Biaya Pertahun Perhitungan estimasi biaya perawatan dan perbaikan Genset Tipe MTU1600 500 kVa dihitung secara pertahun agar memudahkan perusahaan untuk mengatur anggaran biaya yang harus dikeluarkan untuk proses perawatan dan perbaikan mesin. Berikut ini adalah estimasi biaya perawatan dan perbaikan yang dilakukan selama 5 periode. Total Estimasi Biaya Perencanaan Perawatan dan Perbaikan Hasil perhitungan estimasi biaya perencanaan perawatan dan perbaikan pertahun akan didapat total estimasi biaya pengeluaran untuk kegiatan perawatan dan perbaikan pada Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa periode 2025 s. Total biaya yang dikeluarkan selama lima periode adalah sebagai berikut. Tabel 11. Total Estimasi Biaya Selama 5 Periode Tahun Estimasi Biaya Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total Rp. Dari tabel 11. total dari biaya selama lima periode perawatan dan perbaikan Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa Periode 2025 s. menghabiskan biaya Rp. 067,00. Total dari biaya tersebut meliputi biaya tenaga kerja, pembelian komponen dan alat penunjang lainnya. Jenis kegiatan pada perawatan Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa adalah preventif dan korektif. Untuk kegiatan preventif yang dilakukan antara lain kebersihan area mesin, pemberian pelumas pada komponen tertentu dan adjustment dari komponen yang perlu dilakukan kegiatan perbaikan. Serta untuk kegiatan korektif adalah kegiatan penggantian komponen meliputi penggantian baling baling Turbocharger, nozzle Hp Pump, sensor ECU, nozzle Injector, grill Intercooler, filter Oil Breather, dan Spring mounting pada Vibration Damper. Simpulan Mekanik Mekanik 1 Mekanik 1 Mekanik Rp. Rp. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perencanaan perawatan dan perbaikan Genset kereta api Tipe MTU1600 500 kVa periode 2024-2029 memerlukan identifikasi komponen kritis yang meliputi Press Water Pump. Cylinder Head dan Gasket. Turbo Charger. Hp Pump, dan ECU dengan permasalahan utama berupa kerusakan nozzle, keausan gasket, kerusakan baling-baling turbo charger, kemacetan nozzle Hp Pump, dan gangguan sensor ECU. Implementasi metode FMEA (Failure Mode Effect Analysi. terbukti efektif dalam menganalisis penyebab kerusakan dan menyusun jadwal perencanaan perawatan yang sistematis, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja genset dan meminimalkan downtime operasional. Penelitian ini juga menghasilkan estimasi biaya perawatan dan perbaikan selama lima periode sebesar Rp. 067,00 yang mencakup biaya tenaga kerja, pengadaan komponen pengganti, dan alat penunjang, memberikan dasar perencanaan anggaran Berdasarkan tabel diatas proses pengerjaan perawatan dan perbaikan tergantung pada kondisinya. Sehingga total pada nilai biaya dipengaruhi oleh waktu proses pengerjaan dan jumlah teknisi yang dibutuhkan. 3 Suku Cadang Dan Material Penunjang Rincian estimasi biaya suku cadang dan material penunjang dengan mengasumsikan nilai suku bunga pada bulan Mei tahun 2024 sebesar 2,84 ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 61Ae68 yang akurat untuk pengelolaan aset genset kereta api secara efisien dan Ucapan terima kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Politeknik Negeri Malang dan : UPT. Balai Yasa Surabaya sehingga tulisan ini terwujud. Referensi