AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam p-ISSN 2685-4139 Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 2 . e-ISSN 2656-4327 PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD WALL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA JEPANG PADA SISWA SMKN 1 TELUK KUANTAN 1Muhammad Peri Syaprizal, 2Dwi Putri Musdansi 1SMKN 1 Teluk Kuantan, 2Universitas Islam Kuantan Singingi Email : 1perisyap@yahoo. com, 2dwipu3musdansi. uniks@gmail. Abstrak: Pada pembelajaran bahasa Jepang di SMKN 1 Teluk Kuantan, siswa kesulitan dalam mengingat kosakata di setiap bab yang dipelajari sehingga kurangnya penguasaan kosakata bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan, siswa enggan membuka atau membaca kembali catatan daftar kosakata yang telah dipelajari dan juga karena kurangnya variasi metode dan media untuk pengajaran kosakata bahasa Jepang. Untuk itu peneliti bermaksud mengadakan perbaikan pengajaran dengan cara mengganti metode menghafal menjadi media Word Wall dengan tujuan mampu untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang siswa di SMKN 1 Teluk Kuantan dan mengetahui seberapa besar Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Objek pada penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ 1 SMKN 1 Teluk Kuantan sebanyak 21 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Rancangan yang digunakan adalah menggunakan model PTK Kemmis & Mc. Taggart yang dalam setiap siklus meliputi langkah-langkah: . perencanaan, . melaksanakan tindakan, . melaksanakan pengamatan, . mengadakan refleksi/analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan pengamatan, catatan lapangan, tes tertulis, dan dokumentasi. Pada akhir siklus I persentase aktivitas guru sebesar 70,00% (Bai. , persentase ketuntasan siswa sebesar 61,90% . dengan rata-rata nilai kelas sebesar 63,67 dan pada akhir siklus II persentase aktivitas guru sebesar 90,00% . angat bai. , persentase ketuntasan siswa sebesar 85,71% . angat bai. dengan ratarata nilai kelas sebesar 81. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Word Wall dapat meningkatkan kemampuan penguasan kosakata bahasa Jepang pada siswa kelas XII TKJ 1 SMKN 1 Teluk Kuantan. Kata Kunci : Vocabulary. Word Wall. Penelitian Tindakan Kelas. Bahasa Jepang Abstract: When learning Japanese at SMKN 1 Teluk Kuantan, students have difficulty remembering the vocabulary in each chapter studied, resulting in a lack of mastery of Japanese vocabulary. Students are reluctant to open or re-read notes on the list of vocabulary they have learned. This is due to the lack of variety of methods and media for teaching Japanese vocabulary. For this reason, the researcher intends to improve teaching by changing the memorization method AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan to Word Wall media with the aim of being able to improve students mastery of Japanese vocabulary at SMKN 1 Teluk Kuantan and find out how big the improvement is. This research is a Classroom Action Research (CAR). The purpose of this research is to know how the procedures are being implemented and to know the degree of improvement by using Word Wall media. The object of this research is was students of grade XII TKJ 1 of SMKN 1 Teluk Kuantan as many as 21 persons. This research is conducted in two cycles. The design used is the designed introduced by Kemmis & Mc. Taggart which the research flow includes steps such as: . planning, . acting, . observing, . The data collection techtiques used are observation, field note, test on each cycle and documentation. On the cycle I, the result is 61,90% (Not Enoug. with an average class score is 63,67, on the cycle II increased into 85,71% (Very Goo. with an average class score is 81. It can be concluded that the application of learning word wall media in order to improve the students on Japanese vocabulary to students grade XII TKJ 1 of SMKN 1 Teluk Kuantan. Key Word : Vocabulary. Word Wall. Classroom Action Research. Japanese Pendahuluan Pada era globalisasi saat ini, penguasaan berbagai macam bahasa sangat diperlukan, dengan menguasai beragam bahasa khususnya bahasa asing akan mempermudah komunikasi kerjasama dengan bangsa lain. Belajar bahasa merupakan kebutuhan manusia sebagai penunjang komunikasi. Bahasa digunakan pada semua bidang apapun termasuk dalam bidang pendidikan. Seperti pendidikan, dibutuhkan bahasa untuk menyampaikan apa pelajaran yang akan disampaikan kepada objek yang akan menerima pelajaran, karena bahasa adalah kunci utama dalam Ada bermacam-macam bahasa asing yang diterapkan di dunia pendidikan Indonesia oleh berbagai pihak instansi pendidikan, seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan bahasa Jepang. Syaprizal. P . mengatakan bahwa Aubahasa Jepang adalah salah satu bahasa asing unggulan yang banyak dipelajari di instansi pendidikan. Ay Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya data yang diperoleh berdasarkan AuSurvey Report on Japanese-Language Education Abroad 2018Ay diterbitkan oleh Japan Foundation. Berdasarkan hasil survei tersebut. Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai negara dengan penduduk yang mempelajari bahasa Jepang terbanyak di dunia, yaitu berjumlah 709. Hal ini disebabkan karena bahasa Jepang merupakan bahasa yang Keunikan bahasa Jepang dapat kita amati dari segi huruf yang bahasanya dan sebagainya. Salah satu contoh karakteristik bahasa Jepang yang menonjol dan unik adalah . Kosakata . AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi kebahasaan yang harus diperhatikan kelancaran berkomunikasi dengan bahasa Jepang baik dalam ragam lisan maupun ragam tulisan. Menurut Zahro. penguasaan Aupenguasaan seseorang untuk mengenal, memahami dan menggunakan kata-kata dengan baik dan benar dengan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Penguasaan kosakata ini penting agar peserta didik mampu memahami kata. Penguasaan kosakata penting dalam kehidupan, khususnya di dalam Dengan kosakata yang memadai, seseorang akan mampu berbahasa dengan baik dan lancar. Ay Pembelajaran kosakata pasti menjadi perhatian khusus pada setiap pembelajaran bahasa Jepang. Salah satu instansi di kabupaten Kuantan Singingi yang menggunakan bahasa Jepang sebagai salah satu mata pelajaran adalah SMKN 1 Teluk Kuantan. Sekolah yang bergerak di bidang teknik ini menyelenggarakan program pengajaran bahasa Jepang pada seluruh siswa kelas XII dengan jumlah 12 rombongan belajar yang bertujuan agar dapat berguna sebagai bekal keterampilan berbahasa asing di dunia Industri. Bahasa Jepang ini merupakan mata pelajaran yang mempelajari tata bahasa tingkat dasar sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing. Pada pelajaran bahasa Jepang di SMKN 1 Teluk Kuantan, setiap memasuki bab baru siswa terlebih dahulu belajar mengenal kosakata baru. Pada tahap ini siswa diharapkan dapat menghafal kosakata baru dan mengetahui artinya. Sebagian siswa hanya menghafal sebentar kosakata sebelum memasuki pelajaran, cara menghafal yang instan seperti itu tidak melekat lama pada memori atau ingatan mereka, sehingga ketika melewati suatu bab yang telah dihafal kosakatanya, siswa merasa tidak memiliki kewajiban mengingatnya lagi dan beralih ke kewajiban mengingat kosakata pada bab yang baru. Hal ini dikarenakan sistem menghafal siswa yang terfokus pada kewajiban untuk mengetahui kosakata untuk memasuki bab tersebut saja. Jika hal itu terjadi, berarti masih terdapat kendala yang dapat mengganggu tercapainya hasil mengakibatkan siswa kurang terampil dalam menguasai bahasa Jepang. Salah satu contoh masalah menguasai kosakata bahasa Jepang yaitu menghafalkan kosakata pada bab yang akan dipelajari, untuk memahami satu bab pelajaran banyak kosakata yang harus dipahami dan dikuasai oleh Contohnya pada bab 5 . uku pelajaran bahasa Jepang 1 AuSakuraA. uuAACeAAoAU AuNihongo de nan desukaAy . alam bahasa Jepang disebut apa?) tentang benda-benda yang biasa dibawa ke sekolah, contoh kosakata yang harus dipahami dan dikuasai oleh peserta didik adalah (ACehon . EaEEOnouto . uku catata. ,AsCNAUACNkyoukasho . uku pelajara. , aefudebako . otak pensi. CCAAiAmonosashi . AOCeAAenpitsu . EoEpen . AUACekaban . AAcAEtokei . , dan masih banyak lagi kosakata lain yang berbeda dalam setiap bab AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan dan tema pelajaran yang akan diajarkan, hal ini membuat peserta didik kesulitan dalam mengingat kosakata dalam setiap bab sesuai tema Salah disebabkan karena peserta didik malas membuka atau membaca kembali catatan daftar kosakata yang telah Hal ini disebabkan karena kurangnya variasi metode dan media untuk pengajaran kosakata bahasa Jepang. Selain itu pengajar lebih memfokuskan dan mengutamakan pemahaman terhadap pola kalimat Salah satu media yang dapat pemahaman siswa terhadap kosakata adalah media pembelajaran Word Wall. Menurut Alwi . Aumedia pembelajaran merupakan sarana yang dipergunakan atau dimanfaatkan agar pengajaran dapat berlangsung dengan baik, memperdekat atau memperlancar jalan ke arah tujuan yang telah Ay Menurut Oktoviandry . Aumedia merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, tanpa media, proses belajar mengajar cenderung kaku dan Ay Selain itu, menurut Hamid Aumedia merupakan saluran dalam menyampaikan informasi atau pesan kepada siswa dalam proses Media pembelajaran memiliki peran vital dalam proses pembelajaran agar informasi yang disampaikan oleh guru dapat dicerna dan dipahami oleh siswa dengan Ay Word Wall Indonesia disebut Dinding Kata. Word Wall terdiri dari kumpulan kosa kata yang terorganisir secara sistematis yang ditampilkan dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada dinding suatu Menurut Anindyajati & Choiri . Word Wall adalah sebuah media pembelajaran yang harus digunakan bukan hanya ditampilkan atau dilihat. Media ini dapat didesain untuk belajar dan juga dapat melibatkan siswa dalam pembuatannya serta aktivitas Ay Selanjutnya. Susanti & Wedawati . , bahwa AuWord Wall juga merupakan alat bantu media visual untuk membantu siswa mengingat hubungan antara satu kosakata dengan kosakata Hartatiningsih Aumedia Word Wall diharapkan membantu peserta didik dalam pemahaman kosakata peserta didik tanpa harus bergantung pada penggunaan kamus atau juga arti kata yang diberikan oleh guru. Ay Idrus, dkk. juga mengungkapkan bahwa Aumedia Word Wall merupakan salah satu cara agar peserta didik melakukan praktek dan tidak hanya membaca buku rujukan dari seorang guru. Ay Selanjutnya Sartika . mengatakan Aumedia Word Wall merupakan salah satu tipe media dalam penguasaan materi. Ay Berdasarkan kajian yang peneliti telaah, diketahui bahwa terdapat beberapa penelitian terkait metode Word Wall. Penelitian tersebut di antaranya adalah dilakukan oleh Fitri dkk . yang mengatakan bahwa Aumedia Word Wall membantu siswa untuk lebih aktif, antusias dengan Jepang, khususnya pembelajaran kosakata yang AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi dianggap sulit. Dengan demikian, media pembelajaran yang sesuai akan mencapai hasil yang maksimal. Ay Penelitian Mardiyanti dkk . mengatakan bahwa Audengan menggunakan media Word Wall dapat meningkatkan kosa kata bahasa Jepang secara signifikan, terdapat pengaruh penggunaan media Word Wall terhadap peningkatan kosakata bahasa Jepang siswa di SMK Sulthan Muazzam Syah Pekanbaru. Ay Selain itu. Arni. , & Suciaty. dalam penelitiannya mengatakan Aupenggunaan game edukasi Word Wall berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa mata kuliah umum bahasa Jepang Universitas Negeri Padang semester genap tahun 2023. Terdapat kemampuan yang lebih tinggi menggunakan game edukasi Word Wall dengan mahasiswa yang belajar tanpa menggunakan media game edukasi Word Wall dalam pembelajaran. Ay Berdasarkan uraian di atas, penulis berharap media pembelajaran Word Wall juga dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang pada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Teluk Kuantan. Metodologi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris disebut Classroom Active Research (CAR). Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu jenis penelitian yang sekarang ini mulai PTK menindaklanjuti masalah-masalah dalam pembelajaran di kelas. Menurut Daryanto . 8: . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan Ausuatu jenis penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelasnya. Ay Menurut John Elliot (Daryanto, 2018: . bahwa PTK adalah Autentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan Ay Pendapat lain. Kemmis & Mc Taggart (Daryanto, 2018: . mengatakan bahwa PTK adalah Ausuatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh pesertapesertanya dalam dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan praktik sosial. Ay Rancangan atau desain PTK menggunakan model PTK Kemmis & Mc. Taggart yang dalam alur langkahlangkah: . Perencanaan . , . Pelaksanaan . , . Pengamatan . , . Refleksi . dan dilaksanakan secara siklus yang berulang dan berkelanjutan. Masingmasing siklus dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan penguasaan kosakata bahasa Jepang pada siswa. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai Gambar 2. Model Kemmis dan Mc Taggart AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan Perencanaan (Plannin. Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut: Mengamati teknik pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa Jepang sebelumnya. Mengidentifikasi kosakata bahasa Jepang. Merancang pelaksanaan pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang. Menyusun rancangan pelaksanaan menggunakan media Word Wall. Tahapan yang dilakukan adalah: Membuat Modul Ajar. Mempersiapkan contoh media dan alat serta bahan untuk pembuatan media yang akan kosakata, seperti daftar kosakata, kertas karton, spidol warna, kertas sticky note, gunting, lem dan lain . Menyiapkan instrumen penelitian berupa tes penguasaan kosakata, pedoman observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Melaksanakan Tindakan . Pelaksanaan merupakan kegiatan penerapan isi dari perencanaan tindakan yang telah dibuat Tindakan yang dilakukan adalah menggunakan media Word Wall dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan secara Langkah-langkah pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut: Melaksanakan mengajar sesuai dengan Modul Ajar yang telah disusun. Melaksanakan evaluasi belajar yang telah dilaksanakan siswa selama perkembangan yang terjadi pada . Melakukan dalam penguasaan kosakata pada saat pembelajaran berlangsung. Melakukan refleksi yang merupakan upaya penilaian terhadap proses tindakan yang telah diberikan. Kegiatan refleksi ini bertujuan untuk memberi makna terhadap hasil dari tindakan yang telah dilakukan. Melaksanakan Pengamatan (Observin. AuObservasi adalah metode atau cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok dan lingkungannya secara langsungAy (Kisworo & Sofana, 2017:. Pada tahap observasi dilakukan oleh Observer mengamati proses pembelajaran dan mengumpulkan data mengenai segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut, baik yang terjadi pada guru, siswa maupun situasi kelas sesuai dengan instrument Observer hanya mencatat dan memberikan tanda checklist apa yang dilihat dan didengar bukan memberikan Observer dalam melakukan observasi berada di ruang kelas dimana proses pembelajaran terjadi. Tindakan observasi dilakukan untuk mengamati AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi proses pembelajaran pada siklus I dan II. Mengadakan refleksi/analisis (Reflectin. Pada tahap refleksi hasil observasi yang telah diperoleh, didiskusikan oleh peneliti bersama observer untuk ditelaah dan diambil suatu keputusan apakah hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum tercapai. Hasil refleksi akan digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan siklus selanjutnya. Apabila pada siklus I sudah mencapai tujuan yang diinginkan maka dapat langsung ditarik kesimpulan, tetapi jika masih ada perbaikan atau metode yang AuPenelitian dikatakan berhasil jika hasil penelitian berkualifikasi baik (B) atau sangat baik (SB) dari presentase ketuntasannya maupun aktivitas guru dan siswaAy (Aqib. Z, 2014: . Adapun formula untuk menghitung presentase ketuntasan siswa, nilai ratarata kelas, presentase aktivitas siswa dan presentase aktivitas guru sebagai Rumus Presentase Ketuntasan Siswa Rumus Nilai Rata-rata Kelas yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycoyceycoycayc = yaAycaycuycycaycoycuycyca yaycaycyca Rumus Persentase Aktivitas Siswa Hasil selanjutnya mengacu kepada kriteria keberhasilan berikut: Tabel 1. Kriteria Keberhasilan Tindakan dalam Proses Pembelajaran Pencapaian Skor Kualifikasi Tingkat Tujuan /Nil Keberhasil Pembelajar Pembelaja 85-100% Sangat Berhasil Baik (SB) 65-84% Baik (B) Berhasil 55-64% Kurang (K) Tidak Berhasil 0-54% Sangat Tidak Kurang Berhasil (SK) (Aqib. Tabel 2. Kriteria Keberhasilan Hasil Belajar Pencapaian Kualifikasi Tingkat Tujuan Keberhasilan Pembelajaran Pembelajaran 85-100% Sangat Berhasil Baik (SB) 65-84% Baik (B) Berhasil 55-64% Kurang (K) Tidak Berhasil 0-54% Sangat Tidak Kurang Berhasil (SK) (Aqib. 2014: . Rumus Persentase Aktivitas Siswa Penelitian SMKN 1 Teluk Kuantan pada bulan September hingga Oktober 2023. Objek penelitian adalah siswa kelas XII TKJ 1 dengan jumlah siswa 21 orang, terdiri dari 6 orang siswa perempuan, dan 15 orang siswa laki-laki. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan Teknik dokumentasi, catatan lapangan dan tes Observasi dilakukan kepada guru dan siswa untuk mengamati aktivitas siswa dan guru. Lembar observasi untuk siswa menggunakan Bentuk pengukuran skala menggunakan jawaban: (BS) baik sekali, (B) baik, (C) cukup dan (K) Pemberian skor untuk masingmasing kriteria adalah Baik Sekali=3. Baik=2. Cukup=1, dan Kurang=0. Jumlah aspek yang diamati sebanyak 8 Sedangkan aktivitas guru dengan menggunakan instrument observasi yang di dalamnya Pengukurannya dengan mengisi lembar ceklist menggunakan jawaban ya atau tidak yang berjumlah 10 pernyataan. Observasi dilakukan oleh salah seorang guru bahasa Inggris SMK Negeri 1 Teluk Kuantan. AuDokumentasi mengumpulkan seluruh bukti hasil Dalam dokumentasi berupa rekaman video, foto-foto, dan dokumen. Catatan adalah berupa coretan seperlunya yang sangat dipersingkat, berisi kata-kata kunci, frasa, pokokpokok pengamatanAy (Moelong, 2014:. AuTes merupakan alat yang digunakan untuk mendaparkan informasi-informasi atau keterangan tertentu dari seseorangAy (Rahmawati & Amar, 2. Bentuk tes tertulis berupa soal-soalnya yang harus jawaban tertulis dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Metode tes tertulis ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media Word Wall pada pembelajaran kosakata bahasa Jepang sebagai bentuk evaluasi. Tes tertulis menggunakan soal essay dengan jawaban singkat dari arti kosakata tersebut berjumlah 25 butir soal. Masing-masing soal memiliki score 4. Tes tertulis diberikan pada pertemuan ke dua setiap siklusnya. Batas minimal ketuntasan siswa adalah nilai 60. Kegiatan menganalisis tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran dilakukan pada setiap proses pembelajaran pada tiap siklus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif model mengalir dari Milles dan Huberman dalam Djajadi . yang meliputi 3 hal, yaitu: . reduksi data . paparan data . penarikan Mereduksi merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dengan demikian data memberikan gambaran yang jelas dan selanjutnya dan mempermudah peneliti membuat kesimpulan. Paparan data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan dan hubungan antara kategori. Dari hasil reduksi, selanjutnya dibuat perencanaan tindakan selanjutnya, dapat berupa: . perbedaan antara rancangan dan pelaksanaan tindakan. perlunya perubahan tindakan. alternatif tindakan yang dianggap paling tepat. anggapan peneliti, guru yang terlibat pengamatan dan AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi pencatatan lapangan terhadap tindakan yang dilakukan. kendala dan Tahap penarikan kesimpulan terhadap data-data hasil penafsiran. Jika hasil dari kesimpulan ini kurang kuat, maka perlu ada verifikasi untuk menguji kebenaran, kekokohan dan makna-makna muncul dari data. Pada tahap ini dipaparkan hasil penelitian tentang penggunaan media pembelajaran kosakata bahasa Jepang Word Wall penguasaan kosakata, dengan mengacu pada tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Teluk Kuantan penguasaan kosakata siswa dengan menerapkan media pembelajaran Word Wall. Pra Siklus Pra siklus dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa terkait penguasaan kosakata bahasa Jepang yang didapatkan dari nilai ulangan tertulis masih sangat keberhasilan siswa sebesar 28. 57% dan rata-rata Penelitian kemudian dilanjutkan dengan siklus I. Hasil Siklus I Pelaksanaan siklus 1 dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan setiap hari selasa . September dan 19 September 2. di ruang kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Teluk Kuantan, dalam satu pertemuan terdiri dari 90 menit . jam pelajara. Pada siklus 1 ini dilaksanakan proses pembelajaran dan tes tertulis. Pada Pengelompokan dibebaskan kepada siswa untuk memilih anggota kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok diberikan daftar kosakata yang terdiri dari 10 buah kosakata dalam bahasa Jepang beserta artinya dalam bahasa Indonesia, 1 buah kertas karton, 10 buah kertas sticky note berwarna, 5 buah spidol berwarna, 1 buah lem kertas dan 1 buah gunting. Siswa diperbolehkan menggunakan alat dan bahan diluar yang guru sediakan. Kosakata yang dibuat siswa pada Word Wall merupakan huruf romaji . dan arti dari kosakata tersebut dituliskan dalam bahasa Indonesia. Kemudian membuat media Word Wall sekreatif dan menggunakan daftar kosakata yang telah ditentukan setiap kelompoknya. Siswa disediakan waktu selama 45 menit untuk membuat media Word Wall. Setelah waktu yang ditentukan telah berakhir, guru meminta siswa untuk menghentikan kegiatan mereka. Guru masing-masing kelompok untuk menempelkan hasil media Word Wall yang mereka buat di dinding kelas yang kosong. Kelompok dengan media Word Wall paling bagus penilaian dan pengakuan dari guru. Media Word Wall yang dibuat siswa akan ditempel selama seminggu kedepan di dinding kelas supaya siswa bisa berinteraksi setiap hari dan bisa mempelajari kosakata dengan media Word Wall. Karna media Word Wall ini AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan tujuannya untuk siswa belajar mandiri setiap harinya. Pada pertemuan kedua memberikan tes tertulis berupa soal kosakata yang terdapat di media Word Wall yang dibuat siswa seminggu Setelah tes dilakukan didapatkan hasil bahwa dari 21 siswa yang mengikuti tes, 13 orang siswa lulus dengan nilai diatas KKM, sehingga jika dihitung menggunakan rumus didapatkan sebesar 61,90% siswa yang tuntas pada tes siklus I dengan rata-rata kelas 63,67. Selanjutnya skor aktivitas siswa sebesar 62,55% dan aktivitas guru 70,00%. Adapun uraian tersebut disajikan pada diagram Siklus 1 72,00% 70,00% 68,00% 66,00% 64,00% 62,00% 60,00% 58,00% 56,00% 70,00% 62,55% 61,90% Gambar 1. Diagram Hasil Penilaian Siklus I Pada siklus I ini, pada saat kelompok sudah dapat berkolaborasi dengan cukup baik dan hasil tes tertulis juga sudah menunjukkan peningkatan hasil daripada pra siklus, namun belum bisa dijadikan tolak ukur untuk menghentikan siklus karena dari hasil didapatkan beberapa masalah seperti, kesalahan dalam penulisan kosakata bahasa Jepang, siswa kurang bisa bekerjasama dalam kelompok, siswa memiliki keterbatasan ide, masih ada kelompoknya dan kurangnya contoh dalam menjelaskan media Word Wall. Dari hasil yang didapatkan pada siklus I peneliti menyimpulkan bahwa penguasaan kosakata bahasa Jepang siswa sebagian besar masih kurang, maka peneliti ingin mengetahui secara lebih lanjut tentang kesulitan yang dihadapi siswa dalam penguasaan kosakata bahasa Jepang. Oleh karena itu peneliti perlu melaksanakan perbaikan pada siklus II dengan melihat kekurangankekurangan yang ditemukan pada siklus Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan pada hari selasa tanggal 26 September dan 3 Oktober 2023. Dalam satu pertemuan terdiri dari 90 menit . jam pelajara. Pada siklus II ini dilaksanakan proses pembelajaran dan tes tertulis. Pada pertemuan pertama, kegiatan yang dilakukan adalah guru mereview kembali beberapa kosakata yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok seperti pada pertemuan Guru membagikan daftar kosakata, alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat media Word Wall. Siswa diminta untuk membuat media Word Wall lebih kreatif lagi dengan daftar kosakata yang telah dibagikan oleh guru pada masing-masing Siswa disediakan waktu 45 menit untuk membuat media Word Wall. Guru berkeliling melihat dan memantau hasil kerja siswa dengan kelompoknya dan memberikan masukan dan koreksi kalau ada kesalaan dalam penulisan kosakata. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi Setelah waktu yang ditentukan berakhir, guru meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan mereka. Guru memerintahkan masing-masing menempelkan hasil media Word Wall yang mereka buat di dinding kelas yang Masing-masing mempresentasikan media Word Wall yang mereka buat. Pengajar dan siswa mengadakan umpan balik, refleksi dan tanya jawab tentang kosakata yang ada pada media. Kelompok dengan media Word Wall paling bagus dan menarik mendapatkan penilaian dan pengakuan dari guru. Dari hasil observasi dan catatan lapangan pada siklus II didapatkan bahwa siswa sudah tidak salah dalam menulis kosakata dan siswa sudah lebih tenang dalam belajar. Siswa terlihat berkolaborasi dengan baik. Pada pertemuan kedua memberikan tes tertulis berupa soal kosakata yang terdapat di media Word Wall yang dibuat siswa seminggu Setelah tes dilakukan didapatkan hasil bahwa dari 21 siswa yang mengikuti tes, 18 orang siswa lulus dengan nilai diatas KKM, sehingga jika didapatkan sebesar 85,71% siswa yang tuntas pada tes siklus II dengan rata-rata kelas 81,52. Selanjutnya skor aktivitas siswa sebesar 87,57% dan aktivitas guru 90,00%. Berdasarkan penguasaan kosakata bahasa Jepang dari sebagian besar siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Teluk Kuantan disajikan dalam bentuk diagram berikut: Siklus II 100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 87,57% 90,00% 85,71% Aktivitas Aktivitas Ketuntasan Rata-rata Siswa Guru Siswa Kelas Gambar 2. Diagram Hasil Penilaian Siklus II Oleh diberhentikan hingga siklus II karena hasil penguasaan kosakata bahasa Jepang siswa pada siklus II yang dilihat dari presentase ketuntasan siswa sudah masuk pada kategori Sangat Baik dengan rata-rata kelas kategori Baik. Begitu pula dengan aktivitas siswa yang sudah dalam kategori Sangat Baik dan aktivitas guru yang sudah dalam kategori Sangat Baik. Pembahasan Siswa diberikan metode Word Wall kosakata bahasa Jepang yang diterapkan melalui siklus belajar dimana ada pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada siklus I, dilakukan treatment dan didapatkan hasil ketuntasan siswa dan nilai rata-rata kelas kategori Kurang. Selanjutnya aktivitas siswa kategori Kurang dan aktivitas guru kategori Baik. Berdasarkan hasil catatan lapangan masih terdapat beberapa kekurangan yang bahasa Jepang siswa masih belum baik, diantaranya penulisan kosakata bahasa Jepang masih banyak terdapat kesalahan, siswa kurang mampu bekerjasama dalam kelompok, siswa memiliki keterbatasan ide, masih ada siswa yang tidak fokus dalam kelompoknya dan guru kurang penggunaan media Word Wall. Hal ini belum sejalan dengan Anindyajati & Choiri . bahwa media Word Wall AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan untuk meningkatkan kegiatan kelompok belajar dan juga dapat melibatkan siswa dalam pembuatannya serta aktivitas Namun nilai tes tertulis siswa sudah mengalami peningkatan dari pra siklus, hal ini sejalan dengan Mardiyanti dkk . mengatakan bahwa dengan menggunakan media Word Wall dapat meningkatkan kosakata bahasa Jepang. Dari hasil yang didapatkan pada siklus I peneliti menyimpulkan bahwa penguasaan kosakata bahasa Jepang siswa sebagian besar masih kategori kurang, maka peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tentang kesulitan yang dihadapi siswa dalam penguasaan kosakata bahasa Jepang. Oleh karena itu peneliti perlu melaksanakan perbaikan melalui tahapan pertemuan ke 1 dan 2 kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus I. Pada siklus II, pertemuan pertama dilakukan treatment berdasarkan catatan perbaikan dari siklus I, dari hasil didapatkan bahwa siswa sudah tidak salah dalam menulis kosakata dan siswa sudah lebih tenang dalam belajar. Terlihat kelompok dengan baik, siswa bisa menuangkan ide dan kreativitasnya dengan baik, semua siswa bisa fokus dalam kelompoknya. Selain itu siswa beranggapan bahwa media Word Wall Hal ini sejalan dengan Hartatiningsih . yang mengatakan media Word Wall diharapkan membantu kosakata peserta didik tanpa harus bergantung pada penggunaan kamus. Diperkuat juga oleh pendapat Idrus dkk. bahwa media Word Wall merupakan salah satu cara agar peserta didik melakukan praktik dan tidak hanya membaca buku rujukan dari seorang Pada siklus II pertemuan kedua dilakukan tes tertulis untuk mengukur keberhasilan treatment, didapatkan hasil bahwa dari 21 siswa yang mengikuti tes, 18 orang siswa lulus dengan nilai diatas KKM. Sehingga didapatkan hasil ketuntasan siswa kategori Baik Sekali dan nilai rata-rata kelas kategori Baik. Selanjtnya aktivitas guru termasuk kategori Baik Sekali dan aktivitas siswa kategori Baik Sekali. Terjadi peningkatan nilai yang signifikan dari siklus I, hal ini sejalan Mardiyanti . menggunakan media Word Wall dapat meningkatkan kosa kata bahasa Jepang secara signifikan. Diperkuat oleh Sartika . yang mengatakan bahwa media Word Wall merupakan salah satu tipe media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan materi. Dapat diketahui dari hasil tes yang dilakukan pada siklus I dan terjadi peningkatan yang signifikan dari aktivitas siswa pada siklus I sebesar 62,55% dengan kategori Kurang dan siklus II sebesar 87,57% dengan kategori Baik Sekali. Aktivitas guru pada siklus I sebesar 70,00% dengan kategori Baik dan siklus II sebesar 90,00% dengan kategori Baik Sekali. Ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 61,90% dengan kategori Kurang dan siklus II sebesar 85,71% dengan kategori Baik Sekali. Hasil rata-rata kelas pada siklus I sebesar 63,67 dengan kategori Kurang dan siklus II sebesar 81. 52 dengan kategori AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Muhammad Peri Syaprizal. Dwi Putri Musdansi Baik. Adapun peningkatan tersebut disajikan dalam bentuk diagram berikut: Peningkatan Penguasaan Kosakata Pra Siklus Siklus I 1,00 0,80 0,60 87,57% 62,55% 90,00% 70,00% 0,40 85,71% 61,90% 28,57% 0,20 0,00 Siklus II Aktivitas Siswa Aktivitas Ketuntasan Rata-rata Guru Siswa Kelas Gambar 3. Diagram Garis Hasil Penilaian Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Selanjutnya nilai rata-rata dari pra siklus hingga siklus II, sebagaimana terlihat pada grafik berikut: Nilai rata-rata pra siklus hingga siklus II 81,52 63,67 45,24 Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 4. Diagram Garis Hasil Nilai rata-rata kelas Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 20 poin untuk aktivitas guru, selanjutnya 23,81 poin untuk ketuntasan siswa dan 17,85 poin untuk nilai rata-rata kelas. Hal ini membuktikan penggunaan media Word Wall dalam penguasaan kosakata bahasa Jepang Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai, dapat disimpulkan bahwa berkelompok dan siswa bisa belajar saling menghargai dan bertanggung jawab satu dengan yang lain. Dengan demikian, siswa mampu berfikir bahwa teman dalam satu kelompok harus saling bekerjasama untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini sejalan dengan Fitri dkk. yang mengakatakan media Word Wall membantu siswa untuk lebih aktif, antusias dengan pembelajaran bahasa Jepang, khususnya pembelajaran kosakata yang dianggap Sehingga peneliti membuktikan penerapan media Word Wall ternyata kosakata bahasa Jepang pada bab 1-7 buku Sakura 1 di SMK Negeri 1 Teluk Kuantan. Selain itu, melalui penggunaan media Word Wall ini merupakan salah emosional dan budaya positif ada dalam kurikulum merdeka karena bisa mengakomodir gaya belajar siswa yang beragam seperti siswa yang suka kelompok dan sebagainya. Metode ini juga perwujudan profil pelajar pancasila yang di dalamnya terdapat dimensi mandiri, gotong royong, kreatif, bernalar kritis dan berkebinekaan global. Siswa menentukan kelompoknya sendiri dan merdeka dalam berkreasi membuat media Word Wall yang menarik dan Guru lebih bisa memaksimalkan Sehingga bisa menambah pengalaman belajar siswa dalam hal penguasaan kosakata. Metode ini juga AL-HIKMAH. Volume. Nomor 2. Juli 2025 Penggunaan Media Pembelajaran Word Wall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jepang Pada Siswa Smkn 1 Teluk Kuantan dapat membangun aspek psikomotor siswa sehingga memberikan kontribusi dalam pencapaian hasil belajarnya. Kesimpulan Penerapan media Word Wall pada pembelajaran kosakata bahasa Jepang kosakata pada siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Teluk Kuantan. Hal ini keberhasilan berupa nilai hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Pada akhir siklus I persentase aktivitas guru 70,00% (Bai. , 61,90% . dengan rata-rata nilai kelas sebesar 63,67 dan pada akhir siklus II persentase aktivitas guru sebesar 90,00% . angat bai. , persentase ketuntasan siswa sebesar 85,71% . angat bai. dengan rata-rata nilai kelas sebesar Nilai hasil belajar ini berada pada tingkat keberhasilan yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menguasai materi penguasaan kosakata bahasa Jepang khususnya bab 17 dengan baik, sedangkan indikator proses pembelajaran berupa pengamatan juga menunjukkan hasil yang membaik. Pada setiap siklus dilakukan pengamatan untuk melihat kekurangan yang terdapat pada setiap siklus dan dapat diperbaiki peningkatan yang membaik pada setiap Hal ini juga menunjukkan bahwa aktifitas mengalami perubahan yang baik. Media Word Wall membantu siswa lebih aktif dan antusias dengan pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Daftar Pustaka