The Mitigation Training of Urban Conflagration in RW 04 Harjamukti Subdistrict Indah Puspita Sari1*. Qisti Luffiah Kurata Ayuni1. Chindy Respa2. Isa Elfianto3. Nur Rahmi Fajri Yanti3. Aan Hidayat4 Article Info Abstract The case of urban fires needs to be a concern in Depok City. Considering the vulnerability of fire disaster cases, it is necessary to reduce the impact of disasters, which is commonly called disaster mitigation. One example of measures to reduce community vulnerability to fire disasters is through mitigation training. The possibility of a fire disaster with a high-risk scale in Harjamukti Village can significantly impact citizens in densely populated settlements, one of which is RW 04, an area with these characteristics. Therefore. PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. - Offtake Stasiun Cimanggis initiated The Mitigation Training of Urban Conflagration in RW 04. Harjamukti Subdistrict. Cimanggis District. Depok City. The purpose of this training was to empower the community with basic skills in emergency fire disaster situations. This training technically contained 3 stages, including: preparation, implementation, and evaluation stages. The training methods included lecturing and practicing in a one-day activity attended by 44 It was expected that with the new knowledge and skills, the community could be more proactive in preventing and mitigating fire disasters, thus mitigating the potential for greater losses. *Correspondence Author Universitas Sebelas Maret . Assistant. CSR Planning Controlling. Perusahaan Gas Negara. Tbk. Community Development Officer. PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. Ae Offtake Stasiun Cimanggis . Socialimpact. How to Cite: Sari. Ayuni. Respa. Elfianto. Yanti. Hidayat, . The Mitigation Training Urban Conflagration in RW 04 Harjamukti Subdistrict. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4 . , 67-75. Keywords: Community Development. Emergency Response. Fire Disaster Mitigation. Mitigation Training. Urban Areas Article History Submitted: 2 December 2024 Received: 14 January 2025 Accepted: 11 March 2025 Correspondence E-Mail: indahtsr2003@gmail. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. https://doi. org/10. 55381/jpm. https://prospectpublishing. id/ojs/index. php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/bysa/4. 0/) which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04 Kelurahan Harjamukti Indah Puspita Sari1*. Qisti Luffiah Kurata Ayuni1. Chindy Respa2. Isa Elfianto3. Nur Rahmi Fajri Yanti3. Aan Hidayat4 Info Artikel Abstrak Universitas Sebelas Maret Assistant. CSR Planning and Controlling. PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. Community Development Officer. PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. Ae Offtake Stasiun Cimanggis . Socialimpact. Kasus kebakaran di tengah permukiman perlu menjadi perhatian di Kota Depok. Melihat kerentanan kasus bencana kebakaran, maka diperlukan suatu upaya pengurangan dampak bencana atau biasa disebut mitigasi bencana. Salah satu contoh langkah pengurangan kerentanan masyarakat atas bencana kebakaran adalah melalui pelatihan mitigasi. Potensi bencana kebakaran dengan skala risiko tinggi di Kelurahan Harjamukti dapat berdampak signifikan pada warga di permukiman padat penduduk, salah satunya RW 04 yang merupakan wilayah dengan karakteristik tersebut. Oleh karena itu. PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. - Offtake Stasiun Cimanggis menginisiasi Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran. Secara teknis, pelatihan ini berisi 3 tahap, di antaranya: tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pelatihan menggunakan teknik ceramah dan praktik dalam 1 hari kegiatan yang diikuti 44 peserta. Diharapkan dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran, sehingga meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar. *Korespondensi Penulis . Surel Korespondensi: indahtsr2003@gmail. Kata Kunci: Kawasan Perkotaan. Mitigasi Bencana Kebakaran. Pelatihan Mitigasi. Pengembangan Masyarakat. Tanggap Darurat A Puspita Sari, et al Pendahuluan Kasus kebakaran di tengah permukiman perlu menjadi perhatian di Kota Depok. Kota Depok memiliki catatan indeks risiko bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2022 pada kelas risiko tinggi dengan skor 20,50 (BNPB, 2. Menurut data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok (Damkar Depok, 2. , terdapat 141 kejadian kebakaran di Kota Depok pada tahun 2022. Kejadian kebakaran tersebut kebanyakan disebabkan karena arus pendek . , kelalaian menggunakan kompor gas . , dan lain-lain . (Damkar Depok, 2. Tercatat total kerugian akibat kebakaran di Kota Depok sepanjang tahun 2022 mencapai Rp2. 000 (Damkar Depok, 2. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan kerugian yang signifikan sebesar Rp1. 000 dibandingkan tahun 2021 yang mencatat kerugian sebesar Rp1. (Damkar Depok, 2. Melihat kerugian dari kasus bencana kebakaran, maka diperlukan suatu upaya pengurangan dampak bencana atau biasa disebut mitigasi bencana. Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Pemerintah Indonesia, 2. , mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Pasalnya, kebakaran dapat menimbulkan kerugian yang serius, baik materi maupun non materi. Salah satu contoh langkah mitigasi adalah pengurangan kerentanan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan (Herawati, et al. , 2. Edukasi dan simulasi memiliki peran vital untuk meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi kebakaran (Abdullah, et al. , 2. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana kebakaran perlu menjadi prioritas bersama, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. Sektor privat dapat berpartisipasi dalam penyelesaian permasalahan sosial di tengah PT Perusahaan Gas Negara. Tbk. Ae Offtake Stasiun Cimanggis (PGN Cimanggi. yang berlokasi di Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok telah turut berkontribusi dalam pengentasan isu-isu sosial dan lingkungan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui analisis kebutuhan masyarakat. PGN Cimanggis menginisiasi pelatihan mitigasi bencana kebakaran kawasan perkotaan yang dilaksanakan di RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran. Metode Pelatihan ini menggunakan model tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai kerangka utama. Model tersebut dipilih sebagai metode pendekatan dalam manajemen kegiatan karena penerapannya sederhana (Dachi, 2. Pendekatan ini dipilih juga karena dapat dinilai sistematis sesuai dengan konsep kegiatan pelatihan. Oleh karena itu, model tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dipilih dalam metode pelaksanaan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Tahap Persiapan Tim CSR PGN Cimanggis memulai dengan melakukan analisis kebutuhan masyarakat. Analisis tersebut diperoleh melalui kajian Rapid Environmental Assessment in Disasters (REA). Menurut Hauer . alam Harsono, et al. , 2. , kajian REA dapat digunakan sebagai landasan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perencanaan terkait kebencanaan. Berdasarkan kajian REA (PGN Cimanggis, 2. , teridentifikasi bahwa ada potensi terjadinya bencana A Puspita Sari, et al kebakaran kawasan perkotaan dengan skala risiko tinggi di Kelurahan Harjamukti. Bencana kebakaran tersebut berpotensi memberikan dampak pada warga di area permukiman padat RW 04 adalah salah satu wilayah di Kelurahan Harjamukti yang memiliki karakteristik permukiman padat penduduk. Mempertimbangkan karakteristik tersebut. RW 04 menjadi sasaran kegiatan pelatihan mitigasi bencana kebakaran dalam Program CSR tahun Balai Warga RW 04 dipilih sebagai lokasi kegiatan pelatihan karena memiliki akses yang mudah dan cukup luas untuk menampung peserta. Dalam menyukseskan kegiatan. Tim CSR PGN berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Materi pelatihan disusun dan disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat. Tahap Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 September 2023 di Balai Warga RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Kegiatan dimulai dengan pembukaan, lalu dilanjutkan penyampaian materi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Materi disampaikan secara interaktif dan terdapat sesi tanya jawab. Selanjutnya, terdapat kegiatan Response Time Pemadam Kebakaran dan Praktik Pemadaman Api. Terakhir, pelatihan ditutup dengan pesan-pesan nasihat dari narasumber dan foto bersama. Tabel 1. Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan Kegiatan Teknik Waktu Lokasi Penyampaian Penyampaian Ceramah Balai Warga RW Materi 04. Kelurahan Response Time Praktik Harjamukti. Pemadam 3 September 2023 Kecamatan Kebakaran Cimanggis. Kota Praktik Praktik Depok Pemadaman Api Sumber: PGN Cimanggis, 2023 Tahap Evaluasi Evaluasi dilaksanakan oleh Tim CSR PGN Cimanggis dengan menggunakan teknik Teknik observasi menghasilkan deskripsi situasi sosial di lapangan. Selain itu, dilakukan analisis hambatan maupun kendala yang terjadi selama kegiatan. Dengan demikian, keluaran dari tahap evaluasi adalah catatan perbaikan bagi PGN Cimanggis selaku pelaksana, sehingga terbangun program pengembangan masyarakat yang berkualitas. Pembahasan Pelatihan Mitigasi Kebakaran: Upaya Edukasi Masyarakat Wilayah RW 04 Kelurahan Harjamukti yang berlokasi di Kota Depok merupakan kawasan padat penduduk dengan beragam aktivitas ekonomi. Kepadatan penduduk yang tinggi di wilayah ini mengakibatkan tingginya kebutuhan akan tempat tinggal, sehingga jarak antar bangunan menjadi sangat dekat. Akibatnya, akses jalan di dalam permukiman pun menjadi Situasi ini menambah risiko yang dapat menghambat upaya pemadaman kebakaran. Mengingat kondisi fisik RW 04 tersebut yang rentan terhadap bencana kebakaran, maka wilayah ini menjadi prioritas utama dalam program pelatihan mitigasi bencana kebakaran kawasan perkotaan. A Puspita Sari, et al Tabel 2. Kondisi Sebelum dan Sesudah Kegiatan Pelatihan Kondisi Sebelum Kondisi Sesudah Adanya keterbatasan pengetahuan dan Peningkatan penanganan menggunakan alat pemadam api serta kebakaran yang dapat memengaruhi pengembangan kepercayaan diri masyarakat dalam kepercayaan diri dalam menangani menghadapi ancaman kebakaran. bencana kebakaran di lingkungan. Tingkat kesadaran dan kepedulian Peningkatan rasa kepedulian dan terhadap risiko kebakaran di lingkungan kesadaran pada lingkungan sekitar agar sekitar terbilang masih rendah. aman dari ancaman kebakaran. Sumber: PGN Cimanggis, 2023 Sebelum pelatihan mitigasi kebakaran dilaksanakan di RW 04, masyarakat masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan terkait langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran. Tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap risiko kebakaran di lingkungan sekitar juga terbilang masih rendah. Masyarakat cenderung belum memiliki pemahaman yang memadai tentang cara menggunakan alat pemadam api dengan benar,. samping itu, masyarakat belum mengetahui tindakan yang tepat saat menghadapi situasi kebakaran agar dampaknya tidak meluas. Akibatnya, kepercayaan diri dan kecakapan masyarakat dalam koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran masih perlu Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan sangat penting untuk dilakukan di RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Melalui program pelatihan ini, diharapkan masyarakat RW 04 teredukasi mampu secara mandiri terlibat langsung dalam menangani masalah kebakaran dengan menerapkan konsep pemadaman api secara efektif. Pelaksanaan Kegiatan Penyampaian Materi Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan ini terdiri atas penyampaian materi mengenai dasar penanggulangan bencana kebakaran dan pentingnya respons cepat dalam waktu darurat. Masyarakat diberikan informasi terkait prosedur pelaporan kepada pemadam kebakaran terdekat apabila terjadi kebakaran dengan api yang sangat besar. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai teknik pemadaman api menggunakan metode tradisional maupun modern. Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Petugas Pemadam Kebakaran (Sumber: PGN Cimanggis, 2. A Puspita Sari, et al Penyampaian materi ini bersifat fundamental untuk memberikan pengetahuan kepada Hal ini karena mereka memiliki peran yang signifikan dalam mengurangi risiko bencana kebakaran. Penyampaian materi ini bermaksud untuk memberi informasi kepada masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, sehingga mereka memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik serta dapat menerapkan pengetahuan yang diperolehnya untuk menghadapi bencana kebakaran. Response Time Pemadam Kebakaran Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 144/2018 (Kemendagri, 2. , tingkat waktu tanggap . esponse tim. adalah waktu minimal yang diperlukan dimulai saat menerima informasi dari warga negara/penduduk, sampai tiba di tempat kejadian, serta langsung melakukan tindakan yang diperlukan secara cepat dan tepat sasaran di lokasi kejadian kebakaran dan/atau operasi penyelamatan . Di situasi darurat, waktu respons yang cepat sangat penting untuk meminimalkan kerusakan dan menyelamatkan nyawa. Kegiatan simulasi ini diawali dari pembakaran, menghubungi pemadam, hingga pemadam tiba untuk memadamkan api. Gambar 2. Response Time Pemadam Kebakaran (Sumber: PGN Cimanggis, 2. Replikasi Response Time dimulai dengan simulasi keadaan darurat adanya kebakaran di tengah Saat api simulasi terlihat berkobar. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengarahkan dan mengedukasi masyarakat tentang cara untuk menghubungi kantor pemadam kebakaran terdekat. Petugas Pemadam Kebakaran tiba dalam waktu 15 menit dan melakukan persiapan pemadaman api simulasi dengan sigap selama 5 Kemudian, api simulasi berhasil dipadamkan dalam waktu 5 menit berikutnya. Simulasi Response Time ini menekankan pentingnya respons cepat dari masyarakat dan tim pemadam dalam menangani kebakaran. Praktik Pemadaman Api Selain praktik response time yang mencakup menghubungi tim pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran, pelatihan mitigasi ini juga mengedukasi masyarakat dalam melakukan pemadaman langsung secara efektif. Pada pelatihan ini diperkenalkan 2 . cara pemadaman api skala kecil, yakni dengan metode tradisional dan metode modern. Dalam pelatihan pemadaman api menggunakan metode tradisional, simulasi diawali dengan memberikan pengetahuan pemadaman api dengan alat-alat sederhana, seperti menggunakan handuk basah dan karung goni basah. Metode pemadaman ini dilakukan untuk memadamkan api dengan skala kecil, seperti api yang disebabkan oleh tabung gas. A Puspita Sari, et al Gambar 3. Praktik Pemadaman Api (Sumber: PGN Cimanggis, 2. Selain memanfaatkan peralatan sederhana yang tersedia di rumah, pemadaman api kecil juga dapat dilakukan dengan metode modern, yaitu menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB). Seperti pada langkah sebelumnya. Petugas Pemadam Kebakaran membuat api simulasi, lalu masyarakat diajarkan memadamkan api dengan menggunakan APAR dan APAB. Penggunaan peralatan modern ini memberikan pengetahuan praktis tentang cara yang lebih efisien dan aman dalam menangani kebakaran dalam skala kecil apabila api sudah meluas. Tujuan dari praktik pemadaman api ini adalah untuk mencegah api yang kecil menjadi besar, sehingga masih bisa dipadamkan sebelum Manfaat Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan ini memiliki manfaat yang sangat signifikan bagi masyarakat. Pelatihan ini mengutamakan peningkatan keterampilan dalam menggunakan alat pemadam api serta pengembangan keberanian dan kepercayaan diri dalam menangani bencana kebakaran di lingkungan. Dengan demikian, masyarakat memiliki kapasitas dalam merespons dengan cepat situasi darurat bencana kebakaran. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko bencana, baik dari segi jumlah korban jiwa maupun kerugian Gambar 4. Praktik Pemadaman sebagai Upaya Pengembangan Kepercayaan Diri Sumber: PGN Cimanggis, 2023 A Puspita Sari, et al Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kesadaran pada lingkungan sekitar. Setelah adanya pemahaman yang baik dari pelatihan tersebut, masyarakat dapat bertindak cepat dalam membantu sesama maupun menjaga lingkungan agar aman dari ancaman kebakaran. Dengan demikian, hal ini juga dapat memperkuat solidaritas antar warga dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa depan. Hambatan Kegiatan Hambatan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan bencana kebakaran di lingkungan permukiman. Petugas Pemadam Kebakaran perlu memberikan edukasi dari dasar, yakni dengan menjelaskan prosedur pelaporan dan teknik penanganan kebakaran baik dengan metode tradisional maupun Masyarakat juga masih memiliki ketakutan dan keraguan dalam melakukan simulasi pemadaman api karena mereka belum terbiasa menghadapi situasi darurat kebakaran. Karena itu, diperlukan waktu lebih lama untuk memahami dan menguasai teknik yang diajarkan hingga memiliki keberanian untuk mencoba memadamkan api dengan cara tradisional maupun modern. Selain itu, hambatan lain dalam pelaksanaan simulasi pemadaman kebakaran ini adalah padatnya permukiman penduduk yang menjadi lokasi simulasi. Pemilihan lokasi untuk simulasi menjadi sebuah tantangan karena lahan harus berada jauh dari kawasan permukiman yang padat penduduk, guna mencegah risiko penyebaran api yang tidak terkendali. Selain itu, lokasi simulasi juga harus bebas dari hambatan fisik, baik berupa bangunan tinggi atau Padatnya permukiman penduduk kerap menjadi hambatan tersendiri dalam persiapan dan pelaksanaan simulasi ini. Kesimpulan Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04. Kelurahan Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok telah berjalan dengan lancar. Partisipasi aktif dari 44 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah kelurahan, perangkat RT/RW, dan masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Pelatihan ini telah mencapai tujuan utamanya, yaitu membekali masyarakat dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran di lingkungannya. Keberhasilan pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun komunitas yang tangguh dan siap menghadapi berbagai jenis bencana, termasuk kebakaran kawasan perkotaan. Sebagai tambahan, masyarakat disarankan ke depannya dapat membangun kelembagaan tanggap bencana yang berupa Satuan Sukarelawan Kebakaran (Satlaka. tingkat RW guna mengawal keberlanjutan manfaat kegiatan pelatihan mitigasi ini. Daftar Pustaka