Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Desember 2022 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Analisis Daya Saing Komoditi Unggulan Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara Baru Republik Indonesia Non Endey1. I Kadek Satria Arsana2. Andi Yusuf Katili3. Ansar Sahabi4. Mohammad Abubakar Talalu5 Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Universitas Bina Taruna Gorontalo Email : nonendey71@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Universitas Bina Taruna Gorontalo Corresponding Author Email : satriaarsana28@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Universitas Bina Taruna Gorontalo Email : yusuf2801@gamil. Program Studi Ekonomi Syariah. IAIN Sultan Amai Gorontalo Email : ansar. sahabi@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Universitas Bina Taruna Gorontalo Email : talalubakar221@gmail. Abstract. This study aims to identify and analyze the Competitiveness of Gorontalo's Leading Commodities in Supporting the New Capital City of the Republic of Indonesia. This type of research uses a quantitative research approach with descriptive type. Sources of data in this study came from secondary and primary data. The year analyzed in this study is from 2017 to 2020. The analytical tools used in this study include. Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) analysis, used to identify and analyze basic and prospective sectors in Gorontalo Province, . Shift-Share, used to analyze changes and shifts in the economic structure of Gorontalo Province, . Revealed Comparative Advantage (RCA), is used to identify and analyze the competitiveness of the leading export commodities of Gorontalo Province. The results showed that the basic sector in Gorontalo Province amounted to seven sectors and the identified prospective sectors were 8 sectors. Based on the combined results of the LQ and DLQ, there are two sectors that are included in the prospective basis sector, namely the Agriculture. Forestry and Fisheries sector and the Education Services sector. For changes and shifts in the economic structure of Gorontalo Province during the research year, the economic structure of Gorontalo Province is still dominated by the primary sector. The competitiveness of the leading export commodities of Gorontalo Province in 2017-2020 identified five commodities that have strong enough competitiveness that are ready to support the new IKN of the Republic of Indonesia. Keywords : Commodity. Leading Sector. Competitiveness. LQ. DLQ. Shift-Share. RCA. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Daya Saing Komoditi Unggulan Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara (IKN) Baru Republik Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari data sekunder dan primer. Tahun yang dianalisis pada penelitian ini mulai tahun 2017 hingga tahun 2020. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini antara lain. analisis Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor basis dan prospektif di Provinsi Gorontalo, . Shift-Share, digunakan untuk menganalisis perubahan dan pergeseran struktur perekonomian Provinsi Gorontalo, . Revealed Comparative Advantage (RCA), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis daya saing komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis di Provinsi Gorontalo berjumlah tujuh sektor dan yang teridentifikasi sektor prospektif berjumlah 8 sektor. Berdasarkan gabungan hasil LQ dan DLQ, terdapat dua sektor yang termasuk dalam sektor basis prospektif, yaitu sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dan sektor Jasa Pendidikan. Untuk perubahan dan pergeseran struktur ekonomi Provinsi Gorontalo belum terjadi selama tahun penelitian, struktur ekonomi Provinsi Gorontalo masih didominasi oleh sektor primer. Daya saing komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo tahun 2017-2020 teridentifikasi sejumlah lima komoditi yang memiliki daya saing cukup kuat yang siap untuk medukung IKN yang baru Republik Indonesia. Kata Kunci : Komoditi. Sektor Unggulan. Daya Saing. LQ. DLQ. Shift Ae Share. RCA. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 PENDAHULUAN Sejak diumumkan Kalimantan Timur telah ditetapkan menjadi wilayah Ibu Kota Negara (IKN). Presiden Joko Widodo merencanakan pemindahan IKN yang baru sejak tanggal 26 Agustus 2019, pemerintah terus melakukan upaya pemindahan Ibu Kota tersebut sampai disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN menjadi UU oleh DPR RI pada Sidang Paripurna DPR RI 18 Januari 2022. Nama Ibu Kota Negara baru ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo yaitu Nusantara. Maka, mulai tahun 2024 semua aktifitas pemerintahan akan dipusatkan di Nusantara. Namum demikian, pindahan IKN ini masih menimbulkan kontroversial antara setuju dan tidak mulai dari lokasi pemindahan, maupun nama Ibu Kota yakni Nusantara, serta pengesahan Undang-Undang pemindahan IKN yang baru dinilai terlalu terburu-buru. Pemerintah memilih sejumlah kawasan yang bisa mendorong pembangunan di wilayah timur. Saat itu, terdapat sejum. ah kajian dan pilihan lokasi mulai dari Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta beberapa wilayah lainnya. Dengan beberapa kajian dan tentu juga konsultasi publik, maka dipilihlah Kalimantan Timur sebagai IKN. Dari segi postif pemindahan IKN yakni untuk mengurangi pemusatan penduduk di Wilayah Jakarta karena Jakarta bertahun-tahun memikul beban sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pelayanan dan jasa serta pusat dari semua kegiatan ekonomi sosial Pendidikan dan budaya serta keamanan beban yang begitu berat bagi jakarta yang mengakibatkan pada kemacetan yang hebat, sering terjadi banjir serta masalah sosial lainnya. Selain itu, pemilihan wilayah Kalimantan Timur sebagai IKN ini karena sektor logistik yang sudah sangat siap. Selain itu masyarakat di Kalimantan Timur sudah terbiasa dengan akulturasi budaya dan penerimaan penduduk luar jawa di sana juga di dominasi suku jawa. Berdasarkan permasalahan pemindahan IKN ke Panajam Kalimantan Timur tentang setuju atau tidak, maka Provinsi Gorontalo merupakan suatu daerah yang berfungsi sebagai pemasok dan pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok serta tempat produksi komoditi ekspor dan IKN perlu adanya persiapan dukungan yang paling utama menjandi penyanggah dari suplai kebutuhan logistik. Dengan demikian. Provinsi Gorontalo termasuk salah satu provinsi dengan sektor unggulan yang dapat menopang kebutuhan IKN yang baru. Program unggulan Provinsi Gorontalo yakni di bidang Pertanian. Peternakan, dan Pariwisata. Tidak hanya itu. Provinsi Gorontalo sebagai sentra penghasil komoditi dibidang pertanian yakni penghasil jagung sampai dengan ekspor jagung ke negara Filipina. Adapun Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo selama tahun 2017-2019, dimana pada tahun 2017 tercatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo sebesar 6,73 persen. Pada tahun 2018 sebesar 6,50 persen dan pada tahun 2019 sebesar 6,41 persen. Adapun Produk Domestik Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo ditahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan tetapi pada tahun 2019 PDRB turun kembali. Pada Tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo mengalami kontraksi pertumbuhan, dimana pada tahun tersebut pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo tercatat hanya sebesar -0,02 persen, penurunan pada tahun 2020 diakibatkan adanya pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk wilayah-wilayah diberbagai Indonesia salah satunya Provinsi Gorontalo. Perekonomian Provinsi Gorontalo sepanjang Tahun 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,41 persen dan PDRB sejumlah 28. 432,87 Milyar Rupiah, melambat pertumbuhan ekonominya jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebesar 6,50 persen tetapi dari jumlah PDRB bertambah dari Tahun 2018 dan Tahun 2017 persentase pertumbuhan ekonomiya sebesar 6,73 persen dengan jumlah PDRB sebesar 090,13 Milyar Rupiah. Walaupun pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo cenderung menurun, pertumbuhan perekonomian Provinsi Gorontalo masih tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional yaitu sebesar 5,02 persen pada Tahun 2019. Kemudian adanya pandemi Covid-19 yang melanda mengakibatkan terkontraksinya perekonomian dalam negeri tidak terkecuali di Provinsi Gorontalo. Banyaknya Provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki keberagaman potensi daerah yang berbeda-beda sehingga diperlukan perhatian yang serius dalam upaya pengembangan pembangunan daerahnya, (Safwadi 2. Daya saing ekonomi suatu daerah saat ini merupakan topik yang menarik untuk dicermati, karena globalisasi mengakibatkan persaingan dalam Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 memperebutkan faktor-faktor produksi yang semakin meningkat tajam dan tidak lagi dibatasi oleh batas geografis. Daya saing telah menjadi kunci bagi perusahaan, negara maupun wilayah untuk bisa berhasil dalam partisipasinya dalam globalisasi dan perdagangan bebas dunia, (Bustami, 2. , (Isran, 2018, (Kamelia, 2. Ramanda, 2. Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. Statistik Perdagangan Luar Negeri Provinsi Gorontalo mencatat konstribusi total nilai ekspor Provinsi Gorontalo Tahun 2020 tercatat sebesar 2,45 persen. Kontribusi total nilai ekspor Provinsi Gorontalo terhadap total nilai ekspor Nasional selama Tahun 2020 adalah sebesar 0,02 persen. Pada tahun-tahun sebelumnya kontribusi total sektor Provinsi Gorontalo termasuk sangat stabil, hal tersebut menunjukkan sektor unggulan dan daya saing komoditi ekspor Provinsi Gorontalo termasuk wilayah yang potensial dapat menopang IKN. Dengan demikian, perlu diketahui apa saja sektor unggulan dan daya saing komoditi ekspor Provinsi Gorontalo. Karena pada dasarnya mengetahui sektor unggulan apa saja serta bagaimana daya saing suatu daerah merupakan hal yang wajar dan harus untuk diketahui guna untuk perencanaan pembangunan ke depan dari daerah itu sendiri. Jika melihat dari kemakmuran suatu daerah, maka satu daerah dengan daerah yang lain tidak akan sama. Daerah yang memiliki atau kaya Sumber Daya Alam (SDA) akan lebih maju dan makmur masyarakatnya dibandingkan dengan daerah yang miskin Sumber Daya Alam (SDA). Perbedaan Sumber Daya Alam (SDA) tersebut merupakan modal awal dalam pembangunan selanjutnya yang harus terus dikembangkan. Selain mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), dibutuhkan juga faktor-faktor lain seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola SDA tersebut serta teknologi sebagai alat untuk mengelola SDA. Sehingga nantinya akan menghasilkan barang dan jasa berkualitas yang akhirnya memberikan dampak pada pendapatan daerah itu sendiri, (Aryad, 2. , (Clara, 2. , (Saharuddin, 2. Dalam perkembangannya suatu daerah juga dapat mengalami perubahan struktur atau pergeseran sektoral. Pergeseran tersebut dapat mengakibatkan perubahan dalam struktur produksi melalui pergeseran kesempatan kerja dan alokasi dana sekaligus memberikan nilai tambah kepada Secara umum proses perubahan struktur perekonomian ditandai dengan: . Merosotnya pangsa sektor primer . Meningkatnya pangsa sektor sekunder . Pangsa sektor tersier . kurang lebih konstan, namun kontribusinya akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Transformasi struktur produksi menunjukkan bahwa sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita, perekonomian suatu negara akan bergeser dari yang semula mengandalkan sektor pertanian mengalami penurunan, saat Gross National Product (GNP)/per kapita meningkat, (Kuncoro, 2. , (Suparmoko, 2. , (Sukirno, 2. , (Sjafrizal, 2. , (Novalia. Pemindahan Ibu Kota Negara ke Panajem (Baca Nusantar. Kalimantan Timur merupakan peluang yang terbuka secara mutual needs . ebutuhan bersam. IKN membutuhkan suplai logistik dari daerah sekitarnya, sedangkan kawasan Provinsi Gorontalo membutuhkan pemasaran atas Peluang tersebut sangat terbuka karena Provinsi Gorontalo memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan, juga secara geografis sangat dekat dengan IKN Nusantara sehingga skala ekonomi lebih bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Untuk itu konektivitas antar wilayah termasuk Provinsi Gorontalo sangat diperlukan sehingga tercipta rantai pasok yang dapat mendorong pertumbuhan wilayah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif, (Sugiyono, 2. Sumber data penelitian ini berasal dari data sekunder dan primer. Tahun yang dianalisis pada penelitian ini mulai tahun 2017 hingga tahun 2020. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengolahan pihak kedua atau data yang diperoleh dari hasil publikasi pihak lain yaitu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Badan Pusat Statistik Nasional, dan Statistik Perdagangan Indonesia serta sumber lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Sedangkan data primer penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan bersama stakeholder pembangunan ekonomi di Provinsi Gorontalo, dalam hal ini wawancara dilakukan dengan pegawai Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Bapeda Provinsi Gorontalo untuk memberikan tanggapan dan argumentasi mengenai sektorsektor ekonomi di Provinsi Gorontalo. Bapeda Provinsi Gorontalo dipilih sebagai lokasi wawancara pada penelitian ini dikarenakan Bapeda sendiri adalah lembaga pemerintah yang mempunyai tugas untuk menyusun, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan rencana pembagunan daerah, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan, serta pengelolaan statistik daerah. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini antara lain. analisis Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor basis dan prospektif di Provinsi Gorontalo, . Shift-Share, digunakan untuk menganalisis perubahan dan pergeseran struktur perekonomian Provinsi Gorontalo, . Revealed Comparative Advantage (RCA), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis daya saing komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: . Untuk Mengidentifikasi dan Menganalisis Sektor Basis. Non Basis. Prospektif. Dan Tidak Prospektif Di Provinsi Gorontalo. Untuk Mengidentifikasi dan Menganalisis Perubahan dan Pergeseran Struktur Perekonomian Provinsi Gorontalo. Untuk Mengidentifikasi dan Menganalisis Daya Saing Komoditi Ekspor Unggulan Di Provinsi Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara Baru. Dan lokasi penelitian ini adalah Provinsi Gorontalo, yakni berkaitan dengan Analisis Daya Saing Komoditi Unggulan Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara Baru Republik Indonesia. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Secara Administrastif. Provinsi Gorontalo terbagi atas 5 kabupaten dan 1 kota yakni Kabupaten Gorontalo. Kabupaten Boalemo. Kabupaten Pohuwato. Kabupaten Bone Bolango. Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo sebagai Ibu Kota Provinsi. Kondisi wilayah Provinsi Gorontalo yang letaknya berada di dekat garis khatulistiwa, mempunyai suhu udara yang cukup panas yang berkisar antara 26c - 28c, rata-rata tekanan udara 1009,6 mb. Untuk kelembaban udara rata-rata sebesar 81,74 % dan kecepatan angin rata-rata sebesar 1,84 m/det. Curah hujan maksimum cenderung terjadi di bulan November dengan rata-rata curah hujan maksimum 335 mm per tahun. Curah hujan minimum cenderung terjadi pada Bulan Mei dengan rata- rata curah hujan per tahun adalah 29,6 mm. Tahun 2019 Provinsi Gorontalo mengalami kekeringan yang cukup panjang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memantau kekeringan yang terjadi selama tahun 2019 lebih kuat dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Gorontalo Perekonomian Gorontalo tahun 2020 diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp 41. 725,90 miliar serta PDRB per kapita mencapai Rp 34,21 juta atau US$ 2. 350,48. Ekonomi provinsi Gorontalo tahun 2020 terkontraksi minus 0,02 persen, lebih rendah dibanding tahun 2019 yang tumbuh sebesar 6,40 persen. Dari sisi produksi. Lapangan Usaha Jasa Perusahaan mengalami kontraksi tertinggi sebesar minus 6,49 Dari sisi pengeluaran kontraksi tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar minus 6,84 persen. Lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan di antaranya kategori Jasa Perusahaan sebesar minus 6,49 persen, kategori Jasa Lainnya sebesar minus 4,65 persen, serta kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar minus 4,61 persen. Sebaliknya beberapa lapangan usaha masih mengalami pertumbuhan positif, diantaranya kategori Jasa Keuangan sebesar 13,46 persen, kategori Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,71 persen serta kategori Informasi dan Komunikasi sebesar 7,16 persen. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Grafik 1. Pertumbuhan Lapangan Usaha Provinsi Gorontalo Tahun 2020 Sumber: BRS Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, 2020 Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2020. Kategori Pertanian. Kehutanan dan Perikanan memiliki pertumbuhan negatif tertinggi sebesar minus 0,60 diikuti kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar minus 0,26 persen serta kategori Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar minus 0,16 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Gorontalo dari komponen lainnya sebesar 1,00 persen. Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2020 Sumber: BRS Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, 2020 Hasil Penelitian Hasil Analisis Location Quotient (LQ) Analisis LQ digunakan untuk menentukan sektor apa saja yang merupakan sektor basis dan non basis. Suatu indikator yang menunjukkan kekuatan peranan suatu sektor dalam suatu daerah yang dibandingkan dengan peranan sektor yang sama di daerah acuan yang lebih luas sebagai referensi, (Suyatno 2. Sebelum melakukan analisis LQ, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo dan PDB Nasional berdasarkan periode Tahun 2017 Ae 2020. Teridentifikasi bahwa dari 17 sektor yang dianalisis, 7 sektor teridentifikasi menjadi sektor 7 sektor tersebut yaitu. sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. sektor Konstruksi. sektor Transportasi dan Pergudangan. sektor Jasa Keuangan dan Asuransi. sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. sektor Jasa Pendidikan, dan . sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Sektor basis pertama yaitu sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Sektor ini merupakan sektor basis yang menjadi sektor basis dengan hasil LQ tertinggi pertama diantara 7 sektor basis di Provinsi Gorontalo. Hasil rata-rata olah data selama empat tahun penelitian, hasil LQ menunjukkan angka sebesar 3. Hal ini mengidentifikasikan bahwa sektor memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo. Sektor basis kedua yaitu sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dari hasil olah data dari Tahun 2017 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 sampai Tahun 2020 menunjukkan hasil angka lebih dari 1 (LQ>. Hal ini mengidentifikasikan bahwa sektor ini merupakan sektor basis di provinsi Gorontalo selama empat tahun penelitian. Dan hasil angka rata-rata LQ sektor ini yang sebesar 2. Angka ini menjadi hasil tertinggi kedua yang menunjukkan sektor yang menjadi sektor basis di Provinsi Gorontalo. Dengan kata lain, sektor ini memiliki potensi daya saing maupun peranan penting sebagai sektor yang dapat meningkatkan perekonomian Provinsi Gorontalo. Sektor basis ketiga yaitu sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. Sektor ini menjadi sektor basis yang hasil angka LQnya tertinggi ketiga diantara 7 sektor basis di Provinsi Gorontalo. Tahun 2017 menunjukkan hasil 2. Tahun 2018 2. Tahun 2019 2. Tahun 2020 2. 13, dan hasil rata-rata sebesar 2. Sektor basis keempat yaitu sektor Transportasi dan Pergudangan. Sektor ini menjadi sektor basis selama empat tahun penelitian karena menunjukkan hasil LQ lebih dari satu (LQ>. Pada Tahun 2017 sektor ini memiliki nilai sebesar 1. Tahun 2018 sebesar 1. Tahun 2019 sebesar 1. 35, dan Tahun 2020 Hasil rata-rata olah data selama empat tahun menghasilkan angkan sebesar 1. Sektor basis kelima yaitu sektor sektor Jasa Pendidikan. Hasil olah data LQ untuk sektor ini menunjukkan hasil angka lebih dari satu (LQ>. Yaitu pada Tahun 2017 sebesar 1. Tahun 2018 40. Tahun 2019 1. Tahun 2020 1. 43, dan hasil rata-rata selama empat tahun penelitian menunjukkan hasil sebesar 1. Sektor basis keenam yaitu sektor konstruksi, dari hasil olah data selama empat tahun, sektor ini merupakan sektor basis dari Tahun 2017 sampai Tahun 2020 berdasarkan dari hasil angka yang menunjukkan LQ lebih dari satu (LQ>. Pada Tahun 2017 sebesar 16. Tahun 2018 sebesar 1. Tahun 2019 sebesar 1. Tahun 2020 sebesar 1. 07, dan rata-rata menunjukkan hasil sebesar 1. Sektor basis ketujuh yaitu sektor Jasa Keuangan dan Asuransi. Sektor ini mencapai hasil data rata-rata LQ lebih dari satu, hal ini mengidentifikasikan bahwa sektor ini merupakan sektor basis di Provinsi Gorontalo. Pada Tahun 2017 sektor ini mencapai angka LQ 05. Tahun 2018 1. Tahun 2019 hanya mencapai angka LQ 0. Tahun 2020 1. 01, rata-rata selama empat tahun penelitian yaitu 1. Walaupun pada Tahun 2019 hasilnya tidak lebih dari satu tetapi dari hasil rata-ratanya sektor ini masih termasuk dalam sektor basis. Hasil Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) Analisis DLQ digunakan untuk menentukan reposisi komoditi unggulan ke depan di daerah Analisis ini penting digunakan untuk mengetahui apakah di masa yang akan datang komoditi tertentu akan dapat bertahan sebagai komoditi unggulan atau tidak dan sebaliknya apakah komoditi yang sebelumnya bukan unggulan dapat mengalami reposisi/berpotensi menjadi komoditi unggulan di masa yang akan datang, (Usman, 2. Analisis DLQ pada dasarnya sama dengan LQ tetapi terdapat penekanan pada laju pertumbuhan. Namun karena analisis LQ memiliki kelemahan yang bersifat statis yang hanya memberikan gambaran pada satu titik waktu. Ini berarti bahwa sektor unggul pada tahun ini belum tentu unggul pada tahun yang akan datang, (Aldy 2. Sebaliknya bisa saja sektor yang belum unggul pada saat ini akan unggul di masa yang akan datang. Oleh karena itu sebagai alternatif digunakan analisis Dynamic Location Quotient (DLQ). Teridentifikasi ada 8 sektor prospektif, artinya sektor tersebut diharapkan untuk menjadi sektor basis pada masa yang akan datang. Delapan sektor tersebut adalah: . sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan, . sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Industri Pengolahan, . sektor Pengadaan Listrik dan Gas, . sektor Pengaddan Air. Pengelolaan Sampah dan Limbah Daur Ulang, . sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, . Penyediaan Akomadasi Makan dan Minum, . sektor Jasa Pendidikan. Hasil Analisis Shift-Share Analisis shift share merupakan salah satu teknik kuantitatif yang biasa digunakan untuk menganalisis perubahan struktur ekonomi daerah terhadap struktur ekonomi wilayah administratif yang lebih tinggi sebagai pembanding atau referensi, (Suyatno 2. , (Sukanto 2. Analisis ini mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pergeseran struktural suatu perekonomian daerah ditentukan oleh tiga komponen yang berhubungan satu sama lain, yaitu : . National Share Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 (Ni. pengaruh pertumbuhan Nasional, . Proportional Shift Component (Mi. pengaruh bauran industri, . Differential Shift Component (Ci. daya saing sektor dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat Nasional. Perubahan pertumbuhan keseluruhan sektor ekonomi Provinsi Gorontalo (DIJ) selama tahun 2017-2020, menunjukkan nilai positif pada 5 sektor, artinya sektor-sektor tersebut mengalami pergeseran positif struktur ekonomi. Sektor-sektor tersebut yaitu. sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan, . sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang, . sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, . sektor Real Estate, . sektor Jasa Pendidikan. Hasil Analisis Revealed Competitive Advantage (RCA) Analisis Revealed Competitive Advantage (RCA) digunakan untuk mengetahui keunggulan komparatif yang merepresentasikan posisi daya saing ekspor suatu negara. Dalam penelitian ini, komoditi ekspor Provinsi Gorontalo dianalisis dengan membandingkan komoditi eskpor yang sama pada tingkat Nasional. Indeks RCA menunjukkan perbandingan pangsa pasar komoditi pada suatu negara terhadap pangsa pasar komoditi. Jika nilai indeks RCA lebih besar dari 1, memperlihatkan bahwasanya daya saing komoditi Provinsi Gorontalo memiliki daya saing yang cukup kuat terhadap produk yang sama di tingkat Nasional yang diukur secara rata-rata. Sedangkan indeks RCA lebih kecil dari 1 memperlihatkan tidak ada daya saing terhadap komoditi yang di analisis. Dari delapan belas komoditi ekspor yang dianalisis, nilai rata-rata selama Tahun 2017-2020 menunjukkan ada lima komoditi ekspor yang menunjukkan nilai positif. Artinya kelima komoditi ekspor Provinsi Gorontalo ini memiliki daya saing yang cukup kuat dibandingkan dengan komoditi ekspor yang sama pada tingkat Nasional. Kelima komoditi ekspor tersebut yaitu. Buah dan biji/kacang yang diolah dan diawetkan, . Jagung, . Gula & Kembang Gula. Bungkil Kopra, . Bahan Plester. Kapur/Semen. Adapun hasil RCA Provinsi Gorontalo berikut. Tabel 1 Hasil Revealed Competitive Advantage (RCA) Provinsi Gorontalo Rata-rata Golongan Barang Nilai RCA Ikan dan Udang/Kepiting Buah dan biji/kacang yang diolah dan diawetkan Jagung Kopra Lak. Getah dan Damar Rotan Poles Lemak & Minyak Hewan/Nabati Gula & Kembang Gula Kakao & Olahan Kakao Olahan Dari Buah-buahan/Sayuran Berbagai Makanan Olahan Bungkil Kopra Berbagai Produk Kimia Kayu. Barang dari Kayu Serat Tekstil dan Barag Kertas Perabotan dan Penerangan Rumah Paket Pos. Parsel dan Barang Retur Bahan Plester. Kapur/Semen Sumber : Hasil Olah Data, 2021 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Pembahasan Sektor Basis. Non Basis. Prospektif. Dan Tidak Prospektif Provinsi Gorontalo Hasil analisis LQ Provinsi Gorontalo, diperoleh hasil bahwa terdapat 7 sektor dari total 17 sektor yang yang terkategori sektor basis. Hasil analisis LQ terhadap sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor basis. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 3. Perkembangan LQ Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan LQ Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan PDRB Sektor Sumber : Hasil Analisis, 2021 Hasil analisis LQ terhadap sektor Konstruksi pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor Dimana nilai LQ tertinggi di Tahun 2017 sebesar 1. 16 dan terendah di Tahun 2020 sebesar . ilai LQ 1. hal ini terjadi karena laju pertumbuhan sektor ini dari tahun 2017 sampai tahun 2020 terus mengalami penurunan, dimana pada tahun 2020 sektor ini tumbuh minus 0. 12 persen. Walaupun laju pertumbuhan sektor ini menurun, besaran PDRBnya termasuk dalam kategori sektor yang memberikan peranan terbesar terhadap PDRB Provinsi Gorontalo. Hal ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini : Grafik 4. Perkembangan LQ Sektor Konstruksi LQ Sektor Konstruksi PDRB Sektor Sumber: Hasil Analisis, 2021 Hasil analisis LQ terhadap sektor Transportasi dan Pergudangan pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor basis. Hal ini dapat dilihat pada grafik rata-rata nilai LQ sektor ini selama 4 tahun penelitian adalah 1. Grafik 5. Perkembangan LQ Sektor Transportasi dan Pergudangan LQ Sektor Transportasi dan Pergudangan PDRB Sektor Sumber : Hasil Analisis, 2021 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Hasil analisis LQ terhadap sektor Jasa Keuangan dan Asuransi pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor basis walaupun pada tahun 2019 nilai LQ sektor ini 0. 97 (LQ<. , rata-rata nilai LQ selama 4 tahun penelitian adalah 1. Sektor ini merupakan salah satu sektor yang di tahun 2020 konstribusi pertumbuhannya tidak terkontraksi minus, sebesar 0. 53 persen konstribusinya. Subkategori yang memiliki konstribusi besar terhadap sektor ini adalah jasa perantara keuangan dengan peranan sebesar 69. 82 persen. Grafik 6. Perkembangan LQ Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi LQ Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi PDRB Sektor Sumber : Hasil Analisis, 2021 Hasil analisis LQ terhadap sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor basis. Rata-rata nilai LQ sektor ini selama 4 tahun penelitian adalah 2. Sektor ini meliputi kegiatan bersifat Pemerintahan, yang umumnya dilakukan oleh administrasi pemerintahan. Peranan sektor ini terhadap pembentukan PDRB terus mengalami penurunan, mulai dari tahun 2017 sebesar 7. 64 persen turun menjadi 6. 28 persen di Grafik 7. Perkembangan LQ Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib LQ Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib PDRB Sektor Sumber : Hasil Analisis, 2021 Hasil analisis LQ terhadap sektor Jasa Pendidikan pada tahun 2017- 2020 digolongkan pada sektor basis. Hal ini dapat dilihat pada grafik rata-rata nilai LQ sektor ini selama 4 tahun penelitian Grafik 8. Perkembangan LQ Sektor Jasa Pendidikan LQ Sektor Jasa Pendidikan PDRB Sektor Sumber: Hasil Analisis, 2021 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Hasil analisis LQ terhadap sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial pada tahun 2017-2020 digolongkan pada sektor basis. Dapat dilihat pada grafik rata-rata nilai LQ sektor ini selama 4 tahun penelitian adalah 3. Nilai LQ di Tahun 2017-2018 bearada kisaran angka 3, tahun 2020 nilai LQ sektor ini turun, laju pertumbuhan sektor ini turun dari tahun sebelumnya dimana di tahun 2019 laju pertumbuhan sektor ini 9. 26 persen turun menjadi 1. 94 persen di tahun 2020. Grafik 9. Perkembangan LQ Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial LQ Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial PDRB Sektor Sumber : Hasil Analisis, 2021 Sementara itu sektor non basis yang teridentifikasi di Provinsi Gorontalo sejumlah 10 sektor. Sektor yang menjadi non basis memberi isyarat kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan serta menetapkan kebijakan yang tepat untuk memfasilitasi sektor non basis agar kedepannya dapat menjadi sektor 10 sektor non basis yakni. Sektor Pertambangan dan Penggalian berdasarkan dari hasil LQ belum terkategori sebagai sektor basis. Selama tahun 2017-2020 berada di posisi nilai 0. 15 atau LQ<1. Pemebntukan nilai tambah sektor ini hanya disusun oleh subkategori Pertambangan dan Penggalian Lainnya, yaitu sebesar 83,76 persen. Sektor Industri Pengolahan berdasar dari hasil LQ belum terkategori sebagai sektor basis. Tahun 2017 nilai LQ 0. 18, tahun 2018 tetap di nilai 0. tahun 2019 naik 1 angka menjadi 0. 19, begitupun di tahun 2020 menjadi 0. Rata-rata LQ sektor ini 19 atau LQ<1. Walaupun tidak terkategori sektor basis, sektor ini merupakan sektor potensial untuk dikembangkan. Industri pengolahan di Provinsi Gorontalo didominasi oleh jenis industri makanan dan minuman. Laju sektor pertumbuhan sektor ini pun cukup tinggi di tahun 2019 62 persen. peranan subkategori tersebut pada sektor ini di tahun 2019 sebesar 68. persen, naik menjadi 69. 95 persen di tahun 2020. Sektor pengadaan listrik dan gas belum terkategori sebagai sektor basis. Nilai LQ tahun 2017-2019 0. 07, tahun 2020 naik 1 angka menjadi 0. Ratarata LQ sektor ini hanya 0. 07 atau LQ<1. Subkategori ketenagalistrikan menjadi subkategori yang memberikan peranan besar terhadap pertumbuhan sektor ini. Sektor ini di tahun 2020 tumbuh lebih cepat . 7 perse. dibandingkan pada tahun 2019 sebesar 8. 56 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan subkategori ketenagalistrikan di tahun 2020 sebesar 11. 89 persen. Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Sektor Informasi dan Komunikasi. Sektor Real Estate. Sektor Jasa Perusahaan. Sektor Jasa lainnya. Sedangkan sektor-sektor yang teridentifikasi tidak prospektif dan bahkan hasil dari gabungan nilai LQ dan DLQ sejumlah 4 sektor, sektor tersebut termasuk dalam kategori relatif tertinggal, dimana sektor ini di masa ini bukan merupakan sektor basis dan sulit diharapkan untuk menjadi sektor basis di masa datang . Kemudian berdasarkan hasil gabungan nilai LQ dan DLQ, terdapat 2 sektor yang terkategori sebagai sektor basis prospektif yaitu, sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dan sektor Jasa Pendidikan. Sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan memberikan konstribusi PDRB terhadap perekonomian Provinsi Gorontalo sebesar 38 persen. itu sektor ini juga menyumbang tenaga kerja terbesar di Provinsi Gorontalo. Data BPS menunjukkan bahwa sebanyak 182. 369 tenaga kerja di tahun 2020 yang terserap di sektor ini. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Perubahan Struktur Sektoral Perekonomian Provinsi Gorontalo Dalam teori pembangunan yang dikemukakan oleh Arthur Lewis atau lebih dikenal dengan sebutan teori perekonomian model dua sektor atau dual ekonomi, dikatakan bahwa perekonomian dicerminkan dua model yang satunya berada di perdesaan dengan kegiatan utama pertanian dengan sistem pengolahan tradisional, sedangkan di perkotaan dengan kegiatan ekonomi modern, (Kuncoro Sistem perekonomian modern terjadi proses investasi serta sistem penetapan upah menjadi penyebab terjadinya urbanisasi. Adapun Chenery dan Syrquin menjelaskan yang dimaksud perubahan struktur ekonomi adalah perubahan kegiatan ekonomi oleh negara berkembang dari sektor pertanian tradisional beralih ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (Arham, 2. Teori tentang proses perubahan struktur ekonomi yang akrab dikutip mengacu pada Chenery dan Syrquin, kedua ilmuwan ini memfokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di suatu negara . yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan. Dalam proses pembangunan ekonomi berlangsung, transformasi struktural merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan serta penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan. Perubahan struktur ekonomi sangat diperlukan oleh semua negara . , jika tetap mengandalkan sektor pertanian yang bersifat tradisional, sulit bagi negara . mengalami loncatan ekonomi. Berubahnya struktur produksi ekonomi akan berefek pada proses perpindahan struktur tenaga kerja yang awalnya banyak bekerja di sektor pertanian bergeser ke sektor non Analisis Shift-share merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui perubahan dan pergeseran sektor atau industri pada perekonomian regional maupun lokal. Suyatno, . Analisis Shift-share menggambarkan kinerja sektor- sektor di suatu wilayah dibandingkan dengan perekonomian nasional. Bila suatu daerah memperoleh kemajuan sesuai dengan kedudukannya dalam perekonomian nasional, maka akan dapat ditemukan adanya shift . hasil pembangunan perekonomian daerah. Selain itu, laju pertumbuhan sektor-sektor di suatu wilayah akan dibandingkan dengan laju pertumbuhan perekonomian nasional beserta sektor-sektornya. Dalam analisis shift-share, pertumbuhan ekonomi dan pergeseran struktural suatu perekonomian daerah ditentukan oleh tiga komponen :. National Share (NIJ) menunjukkan bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi Nasional terhadap perekonomian daerah Provinsi Gorontalo. Proportional Shift (Mi. , yang dikenal juga sebagai efek bauran industri atau industrial Komponen ini mengukur besarnya shift regional netto yang diakibatkan oleh komposisi sektorsektor industri di daerah yang bersangkutan. Differential Shift (CIJ) untuk menentukan seberapa jauh daya saing sektor ekonomi daerah (Provins. dengan perekonomian yang dijadikan sebagai daerah referensi (Nasiona. Analisis Shift share dapat memberikan gambaran perbandingan kinerja pertumbuhan secara sektoral/lapangan usaha. Hasil analisis Shift Share adalah sebuah kebijakan terkait dengan pengembangan sektor-sektor perekonomian di suatu daerah. Berdasarkan analisis ini sektor-sektor yang perlu dikembangakan di Provinsi Gorontalo adalah sektor-sektor dengan karakteristik memiliki daya saing yang tinggi. Selama Tahun 2017-2020 terdapat 5 sektor yang mengalami pergeseran struktur ekonomi yang dilihat berdasarkan dari hasil komponen Nij. Mij, dan Cij yang positif. Sektor tersebut adalah. sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan, . sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah Dan Daur Ulang, . sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, . sektor Real Estate, . sektor Jasa Pendidikan. Kelima sektor tersebut berdasarkan kelompoknya adalah: . Sektor Primer: sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan, . Sektor Sekunder: sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah, dan Limbah daur Ulang, . Sektor Tersier: sektor Jasa Keuangan dan Asuransi. sektor Real Estate, sektor Jasa Pendidikan. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Walaupun begitu, konstribusi sektor ekonomi terbesar terhadap perkonomian Provinsi Gorontalo masih berasal dari sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. Sebesar 38,80 persen . konstribusi sektor ini terhadap pembentukan ekonomi di Provinsi Gorontalo. Selama tahun penelitian pun, tahun 2017-2020, sektor yang memiliki nilai pergeseran keseluruhan tertinggi ditempati oleh sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. Maka dapat disimpulkan bahwa perubahan struktural ekonomi keseluruhan Provinsi Gorontalo belum terjadi. Dari hasil penelitian menggunakan analisis LQ dan DLQ, diketahui bahwa sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor unggulan. Dimana sektor unggulan sendiri memiliki arti bahwa sektor yang diharapkan mampu untuk memberikan dorongan dan perkembangan bagi sektor Yang diharapkan dari terjadinya pergeseran struktur sektor pertanian . ke sektor non pertanian (Tersier-Sekunde. yaitu, apabila sektor- sektor sekunder dan tersier mendominasi perekonomian, ketersediaan lapangan pekerjaan yang mensyaratkan keterampilan khusus dapat dikerjakan di sektor-sektor industri dan jasa. Sektor sekunder dan tersier merupakan bagian dari pekerjaan formal yang membutuhkan kemampuan tertentu atau pengetahuan pada kualifikasi yang Berbeda halnya jika sektor primer yang mendominasi, tenaga kerja yang dominan hanya ratarata berpendidikan lulusan SLTP ke bawah. Prinsipnya semua sektor memerlukan tenaga kerja, tetapi diharapkan struktur ekonomi setiap waktu terjadi pergeseran dengan tidak mengharapkan atau hanya mengandalkan lagi dari sektor primer . sebagai konributor utama dalam pembentukan output ekonomi Provinsi Gorontalo. Daya Saing Komoditi Ekspor Unggulan Di Provinsi Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara Baru Penggunaan RCA dijadikan sebagai indikator keunggulan komparatif suatu produk dan sebagai acuan spesialisasi perdagangan internasional. Indeks RCA mengukur antara pangsa ekspor komoditi atau sekelompok komoditi disuatu negara terhadap pangsa ekspor secara keseluruhan di dunia Total nilai ekspor Provinsi Gorontalo tahun 2020 memiliki nilai kontribusi sebesar 0,2 persen. Dari hasil penelitian daya saing komoditi ekspor Provinsi Gorontalo menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), ditemukan bahwa ada 5 komoditi yang nilai RCA > 1. Komoditi tersebut adalah. Buah dan Biji. Jagung. Gula dan Kembang Gula. Bungkil Kopra, serta Bahan Plester merupakan komoditi yang menunjukkan nilai RCA>1 yang artinya bahwa kelima komoditi ini mempunyai daya saing ekspor yang cukup kuat di Provinsi Gorontalo. Berikut uraian pembahasan hasil analisis RCA : Buah dan Biji/Kacang yang diolah atau diawetkan Grafik 10. Nilai RCA Buah dan Biji/Kacang yang Diolah Tahun 2017-2020 RCA Sumber: Hasil Olah Data, 2021 Grafik ini menunjukkan daya saing komoditi Buah dan Biji mengalami peningkatan selama tahun penelitian, rata-rata nilai RCA komoditi ini adalah 9. Komoditi ini memiliki daya saing yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan karena rata-rata nilai komoditi ini RCA>1. Tahun 2020 tercatat nilai ekspor komoditi senilai USD 11. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Berdasarkan luas lahan kering yang dapat diusahakan untuk pengembangan komoditi hortikultura seluruhnya di Provinsi Gorontalo seluas 284. 822 Ha. Dimana tingkat penggunaanya di Kabupaten Gorontalo telah mencapai 79. 531 Ha . %). Kabupaten Pohuwato 71. 791 Ha . %). Kabupaten Boalemo 61. 827 Ha . %). Kabupaten Gorontalo Utara 46. 898 Ha . %). Kabupaten Bone Bolango 22. 357 Ha . %) serta Kota Gorontalo 2. 418 Ha . %). Hortikultura meliputi komoditi sayur-sayuran . awang merah, daun bawang, bayam, buncis, kangkung, ketimun, cabai besar, cabai rawit, sawi, terong, kacang panjang, kubis, labu siem dan toma. dan buah-buahan . urian, manga, nangka, nenas, papaya, pisang dan rambuta. Cabai rawit merupakan komoditi utama sayur-sayuran dengan luas panen 2. 065 hektar dengan produksi 822 ton. Dari komoditi buah-buahan, pisang adalah yang utama. Diketahui bahwa disemua wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo mempunyai produksi komoditi pisang. Kabupaten Gorontalo merupakan kabupaten yang mempunyai jumlah produksi pisang terbanyak yaitu pada tahun 2019 sebanyak 19. 314 kuintal dan naik produksinya di tahun 2020 sebanyak 65. Adapun jumlah produksi pisang wilayah lainnya di tahun 2020 yaitu. Kabupaten Boalemo 163 kuintal. Kabupaten Bone Bolango sebanyak 27. 052 kuintal. Kabupaten Pohuwato 309 kuintal. Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 1. 580 kuintal, dan Kota Gorontalo 168 kuintal. Secara keseluruhan produksi komoditi Pisang Provinsi Gorontalo adalah 644 kuintal. Jagung Grafik 11. Nilai RCA Jagung Tahun 2017-2020 RCA Sumber: Hasil Olah Data, 2021 Grafik ini menunjukkan daya saing komoditi Jagung mengalami fluktuasi. Rata-rata nilai RCA Jagung lebih tinggi dibandingkan dengan 4 komoditi ekspor lain, yaitu 262. Komoditi ini memiliki daya saing yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan rata-rata nilai RCA>1. Walaupun di Tahun 2017 dan Tahun 2019 Jagung tidak melakukan ekspor yang dikarenakan pada tahun-tahun tersebut dipengaruhi musim kemarun dan adanya serangan hama ulat dan belalang pada tanaman Jagung. Program Kementerian Perindustrian lewat dana dekon mengidentifikasi sektor potensi untuk dihilirisasi dengan memilih satu atau dua komoditi di setiap Provinsi. Pada Tahun 2015 Provinsi Gorontalo memilih mengajukan kelapa dan jagung menjadi komoditi untuk hilirisasi. Terpilihnya kedua komoditi ini tidak dipilih secara acak tapi dipilih secara benar-benar dengan melihat kalkulasi ekonomi dan sosiologis serta kebijakan pemerintah daerah. Namun pada tahun 2016. Kementerian Perindustrian melakukan perubahan kebijakan dengan mendorong setiap provinsi hanya memilih satu komoditi dan pilihannya adalah Jagung. Pemerintah daerah pun lebih besar perhatiannya terhadap pengembangan tanaman jagung. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 Gula dan Kembang Gula Grafik 12. Nilai RCA Gula dan Kembang Gula Tahun 2017-2020 RCA Sembet: Hasil Olah Data, 2021 Grafik ini menunjukkan daya saing komoditi Gula dan Kembang Gula mengalami fluktuasi dan di tahun 2020 nilai RCA menurun dari tahun sebelumnya. Dari hasil rata-rata nilai RCA>1 yaitu Komoditi ini memiliki daya saing yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan nilai RCA>1. Komoditi ini di tahun 2019 mampu mengekspor gula tetes ke Korea Selatan, nilai ekspor tersebut sebesar USD sebelumnya komoditi ini juga melakukan ekspor ke Philipina dengan nilai ekspor USD 615 di tahun 2019 dan USD 4. 170 di tahun 2020. Tetes tebu merupakan hasil samping pabrik gula yang sudah tidak dapat dikristalkan lagi. Tetes tebu merupakan limbah pabrik gula yang mempunyai manfaat sebagai bahan baku . Jumlah produksi Tebu di Provinsi Gorontalo selama Tahun 2017-2020 mengalami fluktuasi, pada Tahun 2017 produksi Tebu sebanyak 52. 791 ton. Tahun 2018 turun menjadi 44. 663 ton, naik kembali di Tahun 2019 menjadi sebanyak 54. 079 ton, dan di Tahun 2020 turun kembali menjadi 668 ton. Berdasarkan provinsi di Indonesia, tercatat yang menghasilkan produksi Tebu di Pulau Sulawesi hanya Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Selatan, dan jumlah produksi Tebu Provinsi Gorontalo masih lebih besar dibandingkan dengan jumlah produksi Tebu Provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi Gorontalo sendiri termasuk dalam 10 Provinsi yang ditetapkan sebagai basis produksi Gula. Bungkil Kopra Grafik 13. Nilai RCA Bungkil Kopra Tahun 2017-2020 RCA Sumber: Hasil Olah Data, 2021 Grafik ini menunjukkan daya saing komoditi Bungkil Kopra mengalami fluktuasi dan di tahun 2020 nilai RCA naik dari tahun sebelumnya. Walaupun pada Tahun 2017 dan Tahun 2019 tidak ada ekspor Bungkil Kopra, hal ini dikarenakan produksi Kelapa sendiri belum memenuhi permintaan dalam daerah sehingga tidak melakukan kegiatan ekspor. Walaupun demikian, hasil rata-rata nilai RCA>1 yaitu 1. Komoditi ini memiliki daya saing yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan nilai RCA>1, dan di Tahun 2018, komoditi ini mampu mengekspor 6. 600 Ton ke India. Provinsi Gorontalo memliki potensi area perkebunan kelapa yang luas. Dari 5 kabupaten, 4 kabupaten diantaranya mempunyai potensi produktivitas dan kualitas tinggi yakni di Kabupaten Bone Bolango. Kabupaten Gorontalo. Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato. Secara Nasional. Provinsi Gorontalo memberikan konstribusi produksi Kelapa sebanyak 2. 37 persen. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 jenis tanaman perkebunan. Kelapa termasuk komoditi unggulan selain Jagung. Luas lahan Kelapa Provinsi Gorontalo adalah 73. 650 ha dengan jumlah produksi sebanyak 59. 491 ton pada Tahun 2020. Bahan Plester. Kapur/Semen Grafik 14. Nilai RCA Bahan Plester. Kapur/Semen RCA Sumber: Hasil Olah Data, 2021 Grafik ini menunjukkan daya saing komoditi Bahan Plester. Kapur/Semen yang pada tahun 2017 hingga tahun 2019 nihil tetapi di tahun 2020 komoditi ini mampu melakukan ekspor. Dari hasil rata-rata nilai RCA>1 yaitu 1. Komoditi ini memiliki daya saing yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan nilai rata-rata RCA>1. Potensi batu Gamping terumbu sangat besar di Provinsi Gorontalo. Batu Gamping terumbu banyak digunakan sebagai bahan baku industri semen. Tercatat luas sebaran batu Gamping terumbu di Provinsi Gorontalo adalah 10. 193 ha dengan sumber daya 520 ton. Salah satu bentuk kebijaksanaan pembangunan ekonomi daerah yang didasarkan pada prinsip keuntungan kompetitif adalah pengembangan komoditi unggulan, (Tarigan, 2. Pemerintah mendorong masing-masing daerah untuk mengembangkan satu atau dua komoditi utama yang mempunyai potensi besar dan mempunyai daya saing tinggi sesuai dengan keuntungan kompetitif yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Dengan demikian adanya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur tepatnya di Panajam tentu perlu adanya persiapan yang sangat mendukung dari berbagai daerah tertentu berfungsi sebagai pemasok dan pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok serta tempat produksi komoditi ekspor, maka Provinsi Gorontalo termasuk salah satu yang paling utama menjadi penyanggah dari suplai kebutuhan logoistik. Sehingga. Provinsi Gorontalo termasuk salah satu provinsi dengan memiliki sektor unggulan dan dibuktikan dengan nilai daya saing ekspor komoditi unggulan yang kuat untuk menopang kebutuhan IKN yang baru. Berdasarkan hasil analisis dari beberapa sektor unggulan dan nilai daya saing ekspor komoditi unggulan. Provinsi Gorontalo termasuk mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan IKN yang baru salah satunya adalah sektor unggulam dibidang pertaninan, kehutanan, dan perikanan. Adapun Provinsi Gorontalo memiliki komoditi ekspor yang kuat dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan pokok serta tempat produksi ekspor komoditi yang menajdi program unggulan Provinsi Gorontalo. Beberapa komoditi unggulan melalui hasil analisis dapat dijadikan kebutuhan dalam menopang IKN yang baru yakni teridentifikasi ada 5 komoditi yaitu, komoditi Buah dan Biji. Jagung. Gula dan Kembang Gula. Bungkil Kopra, serta Bahan Plester. Sementara itu, komoditi jagung yang menjadi komoditi unggulan terkuat di Provinsi Gorontalo, buktinya komoditi di bidang pertanian yakni menghasilkan komoditi jagung yang diekspor sampai ke negara Filipina. IKN yang baru, tentu membutuhkan suplai logistik yang menjadi kebutuhan bersama, sedangkan kawasan Provinsi Gorontalo membutuhkan pemasaran atas produk unggulan. Sehingga memberikan peluang yang sangat terbuka karena Provinsi Gorontalo termasuk memiliki potensi sektor unggulan dan daya saing komoditi ekspor unggulan, kemudian dikuatkan dengan Provinsi Gorontalo secara geografis dekat dengan IKN, sehingga dinilai lebih bagus skala ekonominya dan Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401 / E-ISSN: 2477-0221 dapat mengungtungkan kedua bela pihak. Untuk itu terciptanya jalinan antar wilayah termasuk Provinsi Gorontalo sangat dibutuhkan, agar dapat terciptanya rantai pasok untuk memberikan dorongan yang kuat terhadap pertumbuhan wilayah. Dengan adanya dukungan daya saing komoditi unggulan akan memberikan dampak yang baik bagi IKN yang baru, selain terpenuhinya pasokan dari berbagai daerah termasuk Provinsi Gorontalo juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak bagi kesejahteraan Sebab harapan besar dari pmindahan IKN ini berupa dampak positif pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat, pendapatan perkapita masyarakat ikut meningkat, lapangan pekerjaan bertambah, dan juga Sumber Daya Manusia (SDM) lebih banyak terserap dari masyarakat disekitar lokasi pemindahan Ibu Kota baru, sehingga berpengaruh terhadap pemerataan ekonomi dan pemerataan pembangunan Indonesia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian menggunakan analisis LQ (Location Quotien. DLQ (Dynamic Location Quotient ). Shift-Share, dan RCA (Revealed Comparative Advantag. yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor unggulan dan daya saing daerah Provinsi Gorontalo, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Sektor basis Provinsi Gorontalo yang teridentifikasi berjumlah 7 sektor, yaitu sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. sektor Konstruksi. sektor Tranportasi dan Pergudangan. sektor Jasa Keuangan dan Asuransi. sekor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. sektor Jasa Pendidikan. sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Dan yang teridentifikasi sebagai sektor prospektif Provinsi Gorontalo berjumlah 8 sektor yaitu . sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan, . sektor Pertambangan dan Penggalian, . sektor Industri Pengolahan, . sektor Pengadaan Listrik dan Gas, . sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang, . sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, . sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, . sektor Jasa Pendidikan. Adapun sektor-sektor yang terkategori non basis tetapi dari hasil analisis DLQ menunjukkan sektor prospektif, yaitu: . sektor Pertambangan dan Penggalian, . sektor Industri Pengolahan, . sektor Pengadaan Listrik dan Gas, . sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang, . sektor Perdagangan Besar dan Eceeran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, dan . sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, keenam sektor ini diharapkan dimasa datang akan menjadi sektor basis. Berdasarkan hasil analisis shift-share, sektor yang memiliki nilai pergeseran keseluruhan tertinggi ditempati oleh sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan . ektor prime. Oleh karena itu dapat dikatakan Provinsi Gorontalo belum mengalami perubahan struktur ekonomi, sektor primer ke sektor sekunder maupun sektor tersier. Sedangkan. Komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo yang berdaya saing untuk siap mendukung IKN yang baru, teridentifikasi ada 5 komoditi yaitu komoditi Buah dan Biji. Jagung. Gula dan Kembang Gula. Bungkil Kopra, serta Bahan Plester. DAFTAR PUSTAKA