BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 Analisis Kinerja Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran di SDS RK Xaverius Namorambe Eka Kartika Silalahi. Dedi Holden Simbolon. Karmila Sebayang FKIP. PGSD. Universitas Quality. Medan. Indonesia Email: ekartikasilalahi@gmail. (*: Corresponden Autho. AbstrakOe Kinerja guru merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam proses pembelajaran ketika seorang guru selesai melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil belajar siswa di kelas. Keberhasilan pendidikan disekolah sangat ditentukan oleh kinerja gurunya, disamping itu guru juga harus memiliki kinerja yang baik dan dituntut memiliki komitmen serta konsep diri yang baik dalam membimbing dan melatih siswa di kelas. Kinerja seorang guru yang berkualitas akan berpengaruh terhadap mutu pembelajaran, mutu lulusan, mutu pendidikan dan pencapainya tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan proses belajar mengajar serta evaluasi proses dan hasil belajar di kelas. Kinerja Guru dilihat dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ini seluruh guru yang mengajaar di SDS RK Xaverius Namorambe. Adapun teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawacara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru di SDS RK Xaverius Namorambe dalam aspek perencanaan pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 84,26%, dalam aspek pelaksanaan pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 88,52%, dan dalam aspek evaluasi pembelajaran dengan kategori tinggi dengan persentase 85,83%. Sehingga disimpulkan bahwa kinerja guru di SDS RK Xaverius Namorambe masuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: Analisis. Kinerja Guru. Sekolah Dasar AbstractOeThe teacher's performance is the result of work that has been achieved in the process of learning how a teacher do their job as educators in planning of learning, learning activities and assess the results of the study. Success of education is largely determined by the performance of the teacher, besides that teachers must also have good performance and are required to have commitment and a good self-concept to guiding and training students in class. The performance of a qualified teacher will affect the quality of learning, the quality of graduates, the quality of education and the attainment of educational goals. This study aims to find out how the teacher's performance is in planning, implementing the teaching and learning process and evaluating the process and learning outcomes in the classroom. Teacher performance is seen from the aspects of planning, implementing, and evaluating learning. This research method uses a qualitative descriptive approach with the subjects of this study being all teachers who teach at SDS RK Xaverius Namorambe. The research data collection techniques use observation, interviews and documentation. Analysis of the data used through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the teacher's performance at SDS RK Xaverius Namorambe in the aspect of lesson planning was included in the high category with a percentage of 84. 26%, in the aspect of implementing learning included in the high category with a percentage of 88. 52%, and in the aspect of learning evaluation in the high category with percentage of So it was concluded that the performance of teachers at SDS RK Xaverius Namorambe was in the high category. Keywords: Analysis. Elementary Schaool. Teacher Performance PENDAHULUAN Dunia pendidikan sedang mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, disamping itu dunia pendidikan ditantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahan lokal dan global. Guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan suatu negara, karena guru senantiasa mengembangkan diri secara mandiri tidak bergantung kepada inisiatif kepala sekolah dan supervisor saja. Sumber daya yang berkualitas antara lain ditunjukkan oleh kinerja dan produktivitas yang tinggi. Kinerja seseorang berkaitan dengan kualitas perilaku yang berorientasi pada tugas dan pekerjaan. Demikian halnya dengan kinerja guru dapat dilihat dari perkembangan Adapun upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia diakui merupakan tugas yang cukup berat. Eka Kartika | https://journal. id/index. php/bullet | Page 145 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 Peningkatan kualitas pendidikan dalam sekolah membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas, tenaga pendidik yang berkualitas dapat terlihat dari kinerja yang dihasilkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah, kualitas seorang guru sebagai tenaga pendidik memiliki peranan yang besar pada berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah. Duffy dan Roehler mengatakan bahwa aktivitas seorang guru yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran berjalan lancar, bermoral dan adanya nyaman bagi siswa merupakan bagian dari aktivitas mengajar, serta menjadi upaya guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui implementasi kurikulum dalam kelas (Hasibuan, 2. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya tanggal 1 Desember 2010, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kinerja guru adalah hasil penilaian terhadap proses dan hasil kerja yang dicapai guru dalam melakasanakan tugasnya (Muhammad. , 2. Guru dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Peran guru tersebut belum dapat diganti dan diambil alih oleh apa pun. Hal ini disebabkan oleh unsur-unsur manusiawi yang tidak dapat diganti oleh unsur lain. Guru menjadi sosok dan tokoh teladan yang dicontoh oleh peserta didik dan masyarakat pada umumnya. Guru diibaratkan nahkoda sebuah kapal yang mengarahkan hendak kemana kapal akan berlayar sampai ketujuan yang diharapkan. Begitu juga dalam pendidikan. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional (Marlina, 2019. Ratnasari, dkk. Guru juga dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina siswa. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan (Andi. , dkk. Kinerja guru merupakan suatu perilaku nyata yang ditunjukan guru pada saat proses blajar mengajar di kelas. Adanya interaksi belajar mengajar di kelas yang baik tergantung bagaimana guru dalam mempersiapkan dan mengemas pembelajaran. Untuk itu berbagai upaya dilakukan sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja gurunya (Rosada, dkk. Kinerja guru juga dilihat dari kemampuan seorang guru dalam menjalankan tugasnya di sekolah serta menggambarkan adanya suatu perbuatan yang ditampilkan guru selama melakukan aktivitas pembelajaran di kelas. Kinerja guru merupakan faktor atau kunci utama yang harus dimiliki agar dapat mencapai tujuan pendidikan secara komprehensif (Mohamad. , 2. Untuk itu guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Untuk mewujudkannya diperlukan adanya komponen yang mendukung, salah satunya adalah kinerja guru yang profesional. Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal (Andi. , dkk. Dewantara, dkk. Sekarang ini masalah kinerja guru menjadi sorotan berbagai pihak, baik dari pemerintah, yayasan, sekolah, masyarakat maupun dari pihak stakeholders. Kinerja guru merupakan kemampuan dan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas Aetugas pembelajaran. Menurut Sedarmayanti kinerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain sikap mental . otivasi kerj. , disiplin kerja, etika kerja. manajemen kepemimpinan. tingkat penghasilan. dan kesehatan. jaminan sosial. iklim kerja. sarana dan prasanaran. kesempatan berprestasi (Dewantara. , dkk. Nurchotimah, dkk. Kesebelas faktor tersebut yang mendukung rendah atau tingginya kinerja seorang guru di sekolah. Kinerja seseorang . ermasuk gur. dapat diukur melalui empat indikator yaitu . Kualitas Indikator ini berkaitan dengan kualitas kerja guru dalam menguasai seagala sesuatu berkaitan dengan persiapan perencanaan program pembelajaran dan penerapan hasil penelitian dalam pembelajaran di kelas. Kecepatan/ketetapan kerja. Indikator ini berkaitan dengan ketepatan kerja guru dalam menyesuaikan materi ajar dengan karakteristik peserta didik dan penyelesaian program pengajaran sesuai dengan kalender akademik. Inisiatif dalam kerja. Indikator ini berkaitan Eka Kartika | https://journal. id/index. php/bullet | Page 146 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 dengan inisiatif guru dalam penggunaan model pembelajaran yang variatif sesuai materi pelajaran dan penggunaan berbagai inventaris sekolah dengan bijak. Indikator ini juga berkaitan dengan kemampuan guru dalam memimpin keadaan kelas agar tetap kondusif, pengelolaan kegiatan belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar peserta didik. Komunikasi. Indikator ini berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan guru dalam proses layanan bimbingan belajar dengan siswa yang kurang mampu mengikuti pembelajaran dan terbuka dalam menerima masukan untuk perbaikan pembelajaran (Arif. ,dkk. Joni. , dkk. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa kinerja guru merupakan kemampuan yang dilhasilkan oleh seorang guru dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dalam kinerja guru, maka yang harus dilakukan guru adalah memiliki kemampuan dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dengan demikian, hasilnya diharapkan seluruh kinerja guru yang ada di sekolah SDS RK Xaverius Namorambe memiliki kinerja yang optimal. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan di SD RK Xaverius Namorambe Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 9 orang guru sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket dan Analisis data dilakukan dengan cara menentukan persentase jawaban informan untuk masing-masing item pertanyaan-pertanyaan dalam angket. Untuk mengetahui persentase kinerja guru dalam pembelajaran digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : P = Persentase jawaban informan F = Frekuensi jawaban N = Jumlah keseluruhan informan Persentase yang diperoleh pada masing-masing item pernyataan kinerja guru dalam pembelajaran kemudian ditafsirkan berdasarkan kriteria sebagai berikut: Tabel 1. Tabel Kriteria Persentase Jawaban Angket Interval Persen Keterangan 81 Ae 100 % Sangat Tinggi 61 Ae 80 % Tinggi 41 Ae 60 % Sedang 21 Ae 40 % Rendah 0 Ae 20 % Sangat Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran di SD RK Xaverius Namorambe. Data kinerja guru diperoleh dari angket penelitian yang ditujukan kepada guru sebanyak 9 orang. Jumlah butir item pernyataan angket dalam penelitian ini sebanyak 40 butir yang terdiri dari 4 alternatif jawaban yakni, selalu, sering, jarang, dan tidak pernah. Masingmasing jawaban memiliki skor yakni untuk jawaban selalu diberikan skor 4, jawaban sering diberikan skor 3, jawaban jarang diberikan skor 2, dan jawaban tidak pernah diberikan skor 1. Eka Kartika | https://journal. id/index. php/bullet | Page 147 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati hasil pengolahan data dari skor menggunakan teknik deskriptif persentase. Angket kinerja guru dalam pembelajaran mempunyai 3 indikator, yaitu perencanaan pembelajaran, dengan 15 butir pertanyaan . Indikator kedua adalah pelaksanaan pembelajaran dengan 15 butur pertanyaan. Indikator ketiga yaitu evaluasi pembelajaran dengan 10 butir pertanyaan. Berikut adalah hasil dari deskriptif persentase kinerja guru. Perencanaan Pembelajaran Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran terdiri 4 indikator yakni menyusun program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dari data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Kinerja Guru Sekolah Dasar dalam Aspek Perencanaan Pembelajaran Tiap Indikator Penyusunan program tahunan Skor Perolehan Penyusunan program semester Tinggi Penyusunan silabus Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Total Tinggi Tinggi Tinggi Indikator Skor Maksimal (%) Kategori Tinggi Berdasarkan tabel 2 di atas diketahui bahwa kinerja guru dalam aspek perencanaan pembelajaran masuk kategori tinggi dengan skor perolehan 455 . ,26%). Kondisi tersebut berarti guru dalam menyusun program tahunan, menyusun program semester, menyusun silabus, dan menyusun RPP sudah baik. Pelaksanaan Pembelajaran Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran terdiri dari 4 indikator yakni penggunaan alokasi waktu pembelajaran, strategi/metode pembelajaran, media dan sumber belajar, peyampaian materi pelajaran. Dari data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Kinerja Guru Sekolah Dasar dalam Aspek Pelaksanaan Pembelajaran Tiap Indikator Skor Skor Indikator (%) Kategori Perolehan Maksimal Penggunaan alokasi waktu Tinggi Penggunaan strategi/metode Tinggi 3 Penggunaan media dan sumber belajar Tinggi Penyampaian materi pelajaran Total Tinggi Tinggi Berdasarkan tabel 3 di atas diketahui bahwa kinerja guru dalam aspek pelaksanaan pembelajaran masuk kategori tinggi dengan skor perolehan 478 . ,52%). Kondisi tersebut berarti guru dalam penggunaan alokasi waktu pembelajaran, penggunaan strategi metode pembelajaran, penggunaan media dan sumber belajar, dan penyampaian materi pelajaran sudah baik. Evaluasi Pembelajaran Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran terdiri dari 3 indikator yakni pendekatan dan jenis evaluasi, penyusunan alat evaluasi, dan penggunaan hasil evaluasi. Dari data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini. Eka Kartika | https://journal. id/index. php/bullet | Page 148 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 Tabel 4 Kinerja Guru Sekolah Dasar dalam Aspek Evaluasi Pembelajaran Tiap Indikator Skor Skor Indikator (%) Kategori Perolehan Maksimal Pendekatan dan cara evaluasi Tinggi Penyusunan alat evaluasi Tinggi Penggunaan hasil evaluasi Total Tinggi Tinggi Berdasarkan tabel 4 di atas diketahui bahwa kinerja guru dalam aspek evaluasi pembelajaran masuk kategori tinggi dengan skor perolehan 309 . ,83%). Kondisi tersebut berarti guru dalam pendekatan dan cara evaluasi, penyusunan alat evaluasi, dan penggunaan hasil evaluasi sudah baik. 2 Pembahasan Hasil penelitian di atas, menyimpulkan bahwa kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran di SD RK Xaverius Namorambe termasuk dalam kategori tinggi. Angket analisis kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran terdiri atas 3 sub-variabel, yaitu aspek perencanaan, aspek pelaksanaan, dan aspek evaluasi. Pembahasan dari setiap aspek adalah sebagai berikut Perencanaan Pembelajaran Penyusunan perencanaan pembelajaran merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Dalam menyusun perencanaan pembelajaran, guru perlu menyusun silabus pembelajaran dan rencana pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban angket yang menunjukkan guru dapat melaksanakan kegiatan perencanaan mulai dari menyusun program tahunan, menyusun sendiri program tahunan, menyusun program sebelum tahun ajaran baru dimulai, mengembangkan program tahunan, menyusun program semester, menyusun sendiri program semester, menyusun program semester sebelum kegiatan semester dimulai, mengembangkan program semester, menyusun silabus, menyusun sendiri silabus, menyusum silabus sesuai dengan SK dan KD, mengembangkan silabus setiap tahun, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, menyusun sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran, dan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan SK dan KD. Akan tetapi terdapat guru yang belum maksimal dalam menyusun sendiri program tahunan, menyusun sendiri program semester, dan menyusun sendiri silabus sehingga masuk dalam kategori Beban tugas guru yang begitu berat saat ini dapat menjadi salah satu faktor penyebab mengapa ada guru yang tidak menyusun sendiri program tahunan, program semester, dan silabus karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah segala upaya bersama guru dengan peserta didik untuk berbagi dan mengolah informasi, dengan harapan pengetahuan yang diberikan bermanfaat dalam diri peserta didik dan menjadi landasan belajar yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban angket yang menunjukkan guru dapat melaksanakan kegiatan pelaksanaan mulai dari memulai pembelajaran tepat waktu, memanfaatkan waktu pembelajaran, menggunakan alokasi waktu, mengakhiri pembelajaran tepat waktu, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan kesempatan kepada siswa bertanya dan berpendapat, melibatkan siswa dalam mencari informasi, menggunakan strategi pembelajaran deduktif dan atau induktif, menggunakann media pembelajaran yang bervariasi, menggunakan berbagai sumber, memberitahu dan memperlihatkan sumber belajar yang dapat digunakan siswa, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, memberikan contoh pokok bahasa pelajaran, menyampaikan materi pelajaran secara runtut, dan menjelaskan secara detail tentang istilah yang sulit dimengerti. Hal ini menandakan bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat sebelumnya. Meskipun demikian, bukan berarti guru tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali dan terkadang dapat terjadi hal-hal yang diluar dari perencanaan. Eka Kartika | https://journal. id/index. php/bullet | Page 149 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 145-151 oleh karena itu kebijaksanaan dan pengalaman guru berperan penting agar proses pembelajaran tidak terlalu meleceng dari apa yang sudah direncanakan. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran adalah proses yang akan menghasilkan informasi apakah terjadi perubahan pada hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban angket yang menunjukkan guru dapat melaksanakan kegiatan evaluasi mulai dari memberikan pretest dan kemajuan kelas, menganalisis kesulitan belajar, mengkombinasikan berbagai teknik dan jenis penilaian, menyusun alat penilaian, menyusun soal ulangan, menganalisis hasil penilaian, memanfaatkan berbagai hasil penilaian, dan membagikan hasil ulangan. Akan tetapi terdapat guru yang belum maksimal dalam menganalisis kesulitan belajar siswa pada setiap pertemuan dan mengkombinasikan berbagai teknik jenis penilaian selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah sehingga masuk dalam kategori sedang. Guru cenderung memberikan penilaian begitu saja tanpa menganalisa kesulitan-kesulitan yang dialami siswa saat Padahal ini sangat penting untuk dilakukan karena dengan mengetahui kesulitankesulitan siswa dalam belajar guru dapat mengantisipasi dengan menggunakan cara terbaik untuk menghadapi kesulitan belajar tersebut. Kurangnya motivasi untuk lebih kreatif dalam menentukan berbagai teknik jenis penilaian menjadi salah satu hambatan guru dalam mengkombinasikan berbagai teknik dan jenis penilaian yang ada. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa guru belum maksimal dalam menganalisis kesulitan belajar maupun mengkombinasikan berbagai teknik dan jenis penilaian. Dari pengamatan dokumen terlihat ada sebagian guru yang tidak memiliki catatan mengenai analisis kesulitan belajar siswa dan memang kurangnya perhatian guru dalam mengkombinasikan berbagai teknik dan jenis penilaian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menganai AuAnalisis Kinerja Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran di SD RK Xaverius NamorambeAy, maka penulis dapat mengemukakan beberapa kesimpulan yaitu: Kinerja guru SD RK Xaverius Namorambe dalam aspek perencanaan pembelajaran secara keseluruhan masuk dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 84,26%. Indikator yang diukur dalam penelitian ini meliputi kerutinan, kemandirian, ketepatan waktu dan pengembangan dalam program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan Kinerja guru SD RK Xaverius Namorambe dalam aspek pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan masuk dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar88,52%. Indikator yang diukur dalam penelitian ini meliputi ketepatan dan kesesuaian dalam penggunaan alokasi waktu strategi/metode pembelajaran, media dan sumber belajar, penyampaian materi pelajaran. Kinerja guru SD RK Xaverius Namorambe dalam aspek evaluasi pembelajaran secara keseluruhan masuk dalam ketegori tinggi dengan persentase sebesar 85,83%. Indikator yang diukur dalam penelitian ini meliputi ketepatan dan kesesuaian dalam pendekatan dan jenis evaluasi, penyusunan alat evaluasi, dan penggunaan hasil evaluasi. REFERENCES