Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 77-80 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Manajemen Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan Di Gugus Melati Sukaraja Kabupaten Seluma Liza Lukmasari. Mimpira Haryono. Asnawati Affiliation: Gugus Melati Sukaraja Corresponding Author: lukma@gmail. Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan sarana prasarana pendidikan di Gugus Melati Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki makna mendeskripsikan suatu penelitian yang sedang dilaksanakan. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah PAUD di Gugus Melati Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan penekananya pada usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian melalui cara berfikir formal argumentatif. Simpuan penelitian bahwa manajemen pengelolaan sarana prasarana pendidikan di Gugus Melati Sukaraja Kabupaten Seluma telah dilaksanakan mulai dari perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan penginventarisan sudah dilaksanakan dengan baik namun belum maksimal secara rutin dan berkesinambungan. Keyword: Manajemen Pengelolaan. Sarana Prasarana Pendidikan. Gugus. Pendahuluan Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk menjalankan dan mewujudkan proses belajar mengajar secara berkesinambungan dan tersusun dalam program pembelajaran yang disusun sebelum proses pembelajaran berlangsung. Pendidikan tidak terlepas dari beberapa faktor penting yang mampu mendukung terselenggaranya pendidikan di sekolah, salah satu faktor pendukung terselenggaranya pendidikan adalah tersedianya sumber daya pendidikan seperti sarana dan prasarana Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam dunia pendidikan selain tenaga pendidik. Pendidikan tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana tidak akan dapat terpenuhi tanpa adanya manajemen yang dijalankan dalam lembaga pendidikan yang terkait dan dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan akan berdaya untuk proses pembelajaran. Sarana dan prasarana Pendidikan mencakup semua peralatan serta bahan dan perabot yang digunakan secara langsung sebagai belajar dan mengajar. Prasarana Pendidikan mencakup semua perlengkapan yang menunjang proses pembelajaran seperti ruang, perpustakaan, kantor sekolah. UKS, kamar kecil, dan lain sebagainya (Dewi Anggraini, 2. Agar semua fasilitas tersebut tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendak nya dikelolah dengan Pengelolaan sarana dan prasaran membutuhkan suatu proses sebagaimana terdapat dalam manajemen pada umumnya yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemeliharaan, dan pengawasan (Sopian, 2. Sementara menurut Jenny Agustriani . pengelolaan sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi: . perencanaan, . pengadaan, . penggunaan, . pemeliharan dan . Salah satu keberhasilan sebuah proses pembelajaran dalam bidang Pendidikan adalah adanya sarana dan prasarana yang memadai, karena hal ini mencakup semua kebutuhan serta fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Sarana dan prasarana pendidikan menjadi alat atau bahan sebagai pelengkap yang digunakan dalam setiap proses pembelajaran. Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan akan mampu mendayagunakan semua sarana dan Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 77-80 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 prasarana pendidikan secara efektif dan efisien. Tujuan manajemen sarana dan prasarana adalah untuk memberikan layanan secara profesional dibidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggarakannya pendidikan secara efektif dan efisien (Hasanah, 2. Manajemen sarana dan prasarana ialah upaya pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, agar dapat menunjang kelancaran seluruh ativitas kegiatan belajar mengajar ataupun kegiatan lainnya yang dilaksanakan di sekolah (Munastiwi, 2. Manajemen sarana prasarana adalah proses penyediaan dan penggunaan bahan-bahan yang relevan yang membantu berlangsungnya proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien (Karisya Aprlliani, 2. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana yang baik memerlukan manajemen sarana dan prasarana yang baik juga, sehingga sarana dan prasarana yang baik terdapat manajemen yang tepat. Hal ini diperlukan agar kualitas sarana dan prasarana dapat terkontrol dan dapat digunakan secara maksimal (Sinta, 2. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka peneliti merasa perlu mengetahuinya untuk menjadikan sebuah kajian ilmiah dengan judul penelitian: Manajemen Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan di Gugus Melati Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono . mengatakan metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi . analisa data bersifat induktif atau kualitatif dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Dengan kata lain, penelitian ini disebut penelitian kualitatif karena merupakan penelitian yang tidak mengadakan perhitungan. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Manajemen Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan di Gugus Melati Sukaraja Kabupaten Seluma. Hasil Penelitian Perencanaan sarana prasarana harus mengadakan analisis agar perencanaan itu berjalan dengan Analisis kebutuhan alat dan pengadaannya dilaksanakan melalu pendekatan sebagai berikut: . Tuntutan kompetensi yang tertuang dalam dokumen kurikulum. Jumlah kelompok belajar Jumlah kelompok belajar praktek disesuaikan dengan pola pengetahuan peserta didik secara seri, paralel, atau semi paralel. Komposisi kelas. Alokasi waktu untuk mencapai kompetensi . Faktor guna alat, . Spesifikasi alat. Pengadaan sarana dan prasarana harus disesuaikan dengan kebutuhan, baik berkaitan dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, waktu, tempat, dengan harga, maupun sumber yang dapat Dalam pengadaan sarana dan prasarana, harus dilakukan dengan tepat dan cermat sebagai bentuk realisasi atas perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu, pengadaan sarana dan prasarana harus digunakan secara tepat, sehingga memerlukan dan mengembangkan dana, komunikasi yang tepat, dan juga peralatan yang memungkinkan perencanaan atau pengadaan tersebut secara lengkap. Pemeliharaan sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan cara: . Pemeliharaan rutin: Melakukan pemeliharaan rutin pada sarana dan prasarana, . Pengamanan fisik: . Pengamanan data: . Pelatihan: . Sosialisasi: . Inspeksi: . Perbaikan dan renovasi: . Pencatatan dan pelaporan:. Penyediaan sparepart: . Evaluasi: Penginventarisasi daftar sarana-prasarana yang pada satuan pendidikan dapat disusun dengan lengkap, teratur dan berkelanjutan memberikan manfaat, yakni sebagai berikut: . Menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan menyusun rencana kebutuhan barang. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan atau pedoman dalam pengarahan pengadaan barang. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 77-80 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 bahan atau pedoman dalam penyaluran barang. Memberikan data dan informasi dalam menentukan keadaan barang . ua, rusak, lebi. sebagai dasar untuk menetapkan . Memberikan data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan pengendalian barang. Pembahasan Perencanaan merupakan suatu proses kegiatan menggambarkan sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun tahap-tahap perencanaan sarana . lat pelajara. sebagai berikut: a. Mengadakan analisis tentang mata pelajaran apa saja yang membutuhkan sarana dalam penyampaian Hal ini dilakukan oleh para guru bidang studi. Apabila kebutuhan sarana yang diajukan para guru melampaui kemampuan daya beli sekolah, maka diadakan seleksi yang berdasarkan pada prioritas terhadap alat-alat yang mendesak pengadaannya. Mengadakan inventarisasi terhadap alat atau media yang telah ada. Alat yang sudah ada ini perlu ditinjau lagi, dan mengadakan re-inventarisasi. Mengadakan seleksi terhadap alat pelajaran/media yang masih dapat dimanfaatkan, baik dengan reparasi atau modifikasi maupun Mencari dana apabila masih kekurangan dana dalam pengadaan sarana pendidikan. Menunjuk seseorang dalam melaksanakan pengadaan sarana dan prasrana. Penunjukkan ini sebaiknya berdasarka pada keahlian, kelincahan berkomunikasi, kejujuran, dan sebagainya. Sejalan yang dikemukakan oleh Anggraini . pendapatnya mengenai langkahlangkah yang harus di tempuh dalam proses perencanaan sarana dan prasarana pendidikan yaitu sebagai berikut: a. Menetapkan tujuan-tujuan awal mengenai keperluan pendidikan b. Menyesuaikan keperluan pendidikan dengan keadaan masyarakat. Melaksanakan tindakan yang telah disusun d. Melakukan evaluasi e. Merencanakan program sekolah secara khusus yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Membuat ketetapan susunan tindakan yang harus dicapai dari tujuan yang direncanakan. Merencanakan ulang apabila dalam evaluasi tersebut ada yang perlu ditambah atau dikurangi. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan serta melalui tahap penelitian yang dilakukan mengenai manajemen pengelolaan sarana prasarana pendidikan di Gugus Melati Sukaraja Kabupaten Seluma, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen sarana dan prasarana Pendidikan itu sangatlah penting, dengan tujuan yang jelas agar proses pelaksanaan pembelajaran berjalan lancar. Pengelolaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan meliputi perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan inventarisasi sudah berjalan dengan baik dan lancar. Suatu kegiatan manajemen yang baik tentu diawali dengan suatu perencanaan yang matang dan baik, supaya dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Dalam rangka mengembangkan suatu pengelolaan di dalam pendidikan pada dasarnya harus mampu menganalisa setiap aspek yang terkait dengan lembaga pendidikannya, dalam hal ini perencanaan merupakan kegiatan permulaan dalam pengelolaan manajemen sarana prasarana di Satuan Pendidikan tersebut. Perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus memenuhi prinsip-prinsip: a. Perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus betulbetul merupakanproses intelektual. Perencanaan didasarkan pada analisis Perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus realistis, sesuai dengan kenyataan anggaran. Visualisasi hasil perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus jelas dan rinci, baik jumlah, jenis, merek, dan harganya. Dalam hal ini perencanaan sarana dan prasarana di Gugus Melati Sukaraja selalu melihat kebutuhan yang ada, baik itu kebutuhan kantor maupun kebutuhan pembelajaran dan juga melihat sarana dan prasarana yang sudah ada Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 77-80 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 dengan cara melakukan pemeriksaan/ pengecekan sisa barang atas pembelian atau pemakaian barang yang telah lalu, serta menambahnya sesuai dengan kebutuhan. Daftar Pustaka