PENGENALAN RUMAH ADAT BANDUNG RANGKI MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY Made Dona Wahyu Aristana. I Gede Made Yudi Antara. I Dewa Putu Gede Wiyata Putra. Program Studi Teknik Informatika. Program Studi Rekayasa Sistem Komputer. Program Studi Bisnis Digital. Fakultas Teknologi dan Informatika. Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) . aristana@instiki. antara@instiki. wiyata@instiki. ABSTRACT A traditional house is a typical house building in an area that reflects that area, and symbolizes the culture and characteristics of the local community. Currently, the use of traditional houses as residences is starting to be abandoned. The same thing happened in Pedawa Village, which has a traditional house called the Bandung Rangki traditional house. The existence of the Bandung Rangki traditional house is increasingly being abandoned and forgotten. The Bandung Rangki traditional house really needs to be preserved and introduced to the younger generation. So that the existence of the Bandung Rangki traditional house is not lost and forgotten. Losing a traditional house can result in the loss of the cultural identity of the local community. One way that can be done to preserve and introduce traditional houses is by using Augmented Reality. The use of augmented reality is considered more interactive and This research uses a prototype method which consists of several stages, namely communication, quick plan and modeling, quick design, construction of prototype, development delivery and feedback. Test results using the black box method show that the application can run smoothly as Keywords: Augmented Reality. Traditional House. Bandung Rangki. ABSTRAK Rumah adat merupakan bangunan rumah suatu daerah yang khas mencerminkan daerah tersebut, serta melambangkan kebudayaan dan ciri khas masyarakat setempat. Saat ini, penggunaan rumah adat sebagai tempat tinggal mulai ditinggalkan. Begitu juga yang terjadi di Desa Pedawa, yang memiliki rumah adat yang disebut dengan rumah adat bandung rangki. Keberadaan rumah adat bandung rangki semakin ditinggalkan dan dilupakan. Rumah adat bandung rangki sangat perlu untuk dilestarikan dan diperkenalkan ke generasi muda. Agar keberadaan rumah adat bandung rangki tidak hilang dan Kehilangan rumah adat dapat berdampak hilangnya identitas budaya masyarakat setempat. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan dan memperkenalkan rumah adat adalah dengan menggunakan Augmented Reality. Penggunaan augmented reality dianggap lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode prototype yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu communication, quick plan and modeling quick design, constraction of prototype, development delivery and feedback. Hasil pengujian menggunakan metode black box, aplikasi dapat berjalan dengan lancar sesuai yang Kata Kunci: Augmented Reality. Rumah Adat. Bandung Rangki. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki adat-istiadat dan budaya yang sangat beragam. Kebaragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan warisan nenek moyang yang perlu dijaga dam Salah satu keberagaman budaya adalah rumah adat. Rumah adat merupakan bangunan rumah suatu daerah yang khas mencerminkan kebudayaan dan ciri khas masyarakat setempat . Dahulu kala rumah adat merupakan bagunan yang digunakan sebagai tempat tingal . Namun, saat ini penggunaan rumah adat sebagai tempat tinggal mulai ditinggalkan. Masyarakat banyak yang beralih ke rumahrumah modern yang lebih praktis serta rumah dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan. Semakin menyebabkan banyak masyarakat terutama anak-anak yang tidak mengetahui nama ataupun bentuk dari rumah adat . Begitu juga yang terjadi di Desa Pedawa. Desa Pedawa merupakan salah desa Baliaga yang terletak di Kabupaten Buleleng. Desa Pedawa memiliki rumah adat yang disebut dengan rumah adat bandung rangki. Keberadaan rumah adat bandung rangki semakin ditinggalkan dan dilupakan. Saat ini, di desa Pedawa terdapat satu rumah adat bandung rangki yang masih terjaga keasliannya, baik dari bentuk bangunan ataupun bahan bangunan yang digunakan. Oleh sebab itu, rumah adat bandung rangki sangat perlu untuk diletarikan dan diperkenalkan ke generasi muda. Agar keberadaan rumah adat tidak hilang dan terlupakan. Karena, rumah adat bukan hanya sekedar bangunan fisik, tetapi juga menggambarkan aspek-aspek budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun. Kehilangan rumah adat dapat berdampak hilangnya identitas budaya masyarakat setempat. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan dan memperkenalkan rumah adat adalah dengan menggunakan Augmented Reality . Augmented Reality mengkombinasikan objek dunia maya. memproyeksikan objek-objek dunia maya ke dunia nyata secara . Augmented reality dapat memvisualisasikan bentuk rumah adat kedalam objek 3 dimensi yang lebih menarik . Sehingga, penggunaan augmented reality untuk memperkenalkan rumah adat untuk generasi muda lebih baik dan lebih efektif . Hal ini disebabkan, karena penggunaan augmented reality lebih interaktif dan menarik . Disamping itu penggunaan augemented reality untuk pengenalan rumah adat terlihat lebih nyata karena dalam bentuk 3 dimensi . TINJAUAN PUSTAKA Augmented Reality Augmented teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia maya . , membuat objek dunia maya seolah-olah berada di dunia nyata. Dengan kemampuan mengkombinasikan dunia maya dengan dunia nyata, sehingga membuat pengguna dapat berinteraksi dengan objek maya seperti berinteraksi dengan objek nyata . Augmented reality memerlukan perangkat untuk memproyeksikan objek maya. Biasanya berupa smartphone ataupun kaca mata khusus. Selain itu diperlukan juga kamera untuk membaca pola tertentu berupa objek 2 dimensi atau sering disebut juga marker . Walaupun saat ini ada yang tidak memerlukan marker lagi untuk menampilkan objek yang disebut markerless . Perkembangan teknologi saat pemanfaatan teknologi augmented reality saat ini diberbagai bidang. Mulai dari pendidikan, kesehatan, marketing, game dan militer. Teknologi dalam Upaya Pengenalan Budaya Teknologi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia dapat melakukan apa saja melalui teknologi, salah satunya adalah memudahkan pekerjaan Mendorong perubahan prespektif sosial budaya masyarakat. Perkembangan teknologi menjadi momentum lahirnya beragam buday bangsa secara global. Menyatunya teknologi dengan kehidupan manusia mendorong inovasi bermanfaat untuk mengembangkan budaya-budaya terutama Aristana. Antara. Putra. Pengenalan Rumah Adat Bandyng Rangki Menggunakan. budaya Indonesia. Pengaruh teknologi ini dapat memperkenalkan budaya yang masyarakat sendiri belum mengenalnya lebih dalam . Teknologi dapat berdampak positif apabila pemerintah dan masyarakatnya mendukung untuk menjaga, melestarikan budaya yang ada disuatu bangsa dan bahkan dari teknologi budaya disuatu negara akan dapat dikenal oleh masyarakat dunia. Maka dari itu perlu membuat suatu inovasi untuk teknologi dimanfaatkan dalam hal yang positif, seperti memperkenalkan budaya Indonesia melalui teknologi augmented reality. Rumah adat Rumah adat merupakan bangunan rumah suatu daerah yang digunakan sebagai hunian dan memiliki ciri khas yang melambangkan masrayakat setempat . Bentuk rumah adat di setiap daerah berbedabeda. Hal ini sebabkan, rumah adat mencerminkan budaya dan kearifan lokal daerah tersebut. Pada umumnya rumah adat terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan disekitar daerah rumah adat tersebut. Bahan yang paling sering digunakan adalah kayu dan bambu. Zaman dahulu, rumah adat juga melambangkan status sosial. Rumah ada yang paling bagus dan memiliki ukir-ukiran indah biasanya dimiliki oleh keluarga kerajaan atau tetua adat. Keberadaan rumah adat saat ini,bukan lagi sebagai tempat hunian. Tetapi sebagai upaya untuk melestarikan keberadaan rumah adat Rumah Adat Bandung Rangki Rumah adat bandung rangki merupakan rumah adat desa Pedawa dipercaya sudah ada sebelum kerajaan Majapahit masuk ke Bali . Struktur bangunan terbuat dari tiang kayu, dinding menggunakan anyaman bambu, atap terbuat dari bambu, dan pondasi dari terbuat dari batu padas . Rumah adat bandung rangki umumnya terdiri satu ruangan yang menjadi tempat tidur, dapur sekaligus tempat Tempat tidurnya disebut dengan pedeman gede . empat tidur utam. dan pedeman kicak . empat tidur keci. Pedeman gede digunakan sebagai tempat tidur orang tua. Sedangkan pedeman kicak digunakan sebagai tempat tidur anak. Sedangkan dapurnya terbuat dari tanah liat yang biasanya digunakan untuk memasak atau membuat gula aren. METODE PENELITIAN Pada menggunakan metode prototype. Metode prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak. Menggunakan metode protytpe pengembang dapat membuat perangkat lunak yang sesuai dengan keinginan Karena pengembang dan pengguna akan saling berinteraksi secara berkelanjutan untuk menentukan kebutuhan dari perangkat lunak yang dikembangkan . Menurut Pressman . tahapan prototype dimulai dari Communication, melakukan pertemuan dengan stakholder untuk mengindentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional serta tujuan dari perangkat lunak yang dikembangkan. Dilanjutkan quick plan dan quick design yang berfokus pada perancangan terhadap hal-hal yang terlihat oleh Quick design mengarah pada pembuatan prototype. Setelah pembuatan prototype selesai, maka dilakukan evaluasi disebarkan ke pengguna untuk mendapatkan umpan balik. Gambar 1. Metode Prototype HASIL DAN PEMBAHASAN Communication Komunikasi merupakan analisa awal terhadap kebutuhan fungsional aplikasi yang akan dikembangkan. Pada tahap komunikasi melakukan wawancara dan studi literatur yang 51 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 berkaitan dengan rumah adat Bandung Rangki. Sehingga diketahui kebutuhan fungsional dari aplikasi augmented reality yang akan dikemangbangkan adalah aplikasi mampu menampilkan bagian luar dan bagian dalam dari rumah adat bandung rangki dalam bentuk objek 3 dimensi. Serta berisi narasi berupa audio mengenai informasi rumah adat bandung Quick Plan & Modeling Quick Design Pada perencanaan dan perancangan. Sehingga mendapatkan gambaran terhadap aplikasi yang akan dikembangkan. Pada tahap ini dilakukan juga pemodelan menggunakan Unifiled Modeling Language (UML) memodelkan interaksi antara pengguna dengan sistem. Diagram UML yang digunakan adalah use case diagram dan activity diagram. Tahap awal pemodelan menggunakan Use case diagram untuk mengetahui interaksi pengguna dengan sistem yang akan dikembangkan. Gambar 2. Use Case Diagram Augmented Reality Rumah Adat Bandung Rangki Pemodelan selanjutnya adalah activity diagram untuk mengetahui urutan aliran suatu aktifitas ke aktifitas lainnya. Gambar 3. Activity Diagram Menu Pindai Rumah Adat Gambar 4. Activity Diagram Menu Pindai Bagian Dalam Aristana. Antara. Putra. Pengenalan Rumah Adat Bandyng Rangki Menggunakan. Gambar 8. Rancangan Pindai Marker Augmented Reality Gambar 5. Activity Diagram Menu Panduan Gambar 9. Rancangan Menu Panduan Gambar 6. Activity Diagram Menu Keluar Tahap perancangan antar muka. Perancangan antar muka yang pertama adalah menu utama. Pada menu utama teridiri dari 4 tombol yaitu. Pindai Rumah Adat. Pindai Bagian Dalam. Panduan dan Keluar. Rancangan anatar muka selanjutnya adalah antar muka ketika dilakukan pindai marker augmented reality. Rancangan antar muka yang terakhir adalah antar muka Menu Panduan. Constraction of Prototype Constraction of prototype merupakan tahap implementasi dengan mengabungkan material yang sudah dikembangkan kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengkodean Menu Utama Menu utama terdiri dari 4 tombol menu, yang terdiri dari menu Pindai Rumah Adat. Pindai Bagian Dalam. Panduan, dan Keluar. Masing-masing tombol pada menu, memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan yang sudah dirancang. Gambar 10. Menu Utama Gambar 7. Rancangan Menu Utama 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 Menu Pindai Rumah Adat Pada menu ini akan menampilkan augmented reality rumah adat bandung rangki. Pengguna harus mengarahkan kamera ke marker agar objek 3 dimensi rumah adat Bandung Rangki bisa terlihat. Tahap melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui adanya error pada aplikasi atau untuk mengetahui aplikasi sudah berjalan sesuai yang diinginkan. Evaluasi pada penelitian ini dilakukan dengan black box Gambar 11. Augmented Reality Rumah Adat Bandung Rangki Menu Pindai Bagian Dalam Menu Pindai Bagian Dalam menampilkan augmented reality ruangan bagian dalam dari rumah adat bandung rangki. Pengguna harus mengarahkan kamera ke marker agar objek 3 dimensi bisa terlihat. Gambar 12. Augmented Reality Ruangan Bagain Dalam Rumah Adat Bandung Rangki Menu Panduan Menu Panduan merupakan menu yang berisi cara menggunakan aplikasi pengenalan rumah ada bandung rangki menggunakan augmented reality. Gambar 13. Panduan Penggunaan Aplikasi Table 1. Hasil Pengujian Black Box Pengujian Menu Hasil Menu utama Berhasil menu utama Menu Pindai Berhasil Rumah Adat kamera dan memindai marker Menu Pindai Berhasil Bagian Dalam kamera dan memindai marker Menu Panduan Berhasil halaman panduan Tombol Berhasil kembali Kembali ke menu utama Tombol Audio Berhasil atau mematikan audio narasi Menu Keluar Berhasil keluar dari aplikasi Pada tabel 1, merupakan hasil pengujian terhadap seluruh menu pada aplikasi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, aplikasi dapat berfungsi dan berjalan dengan baik. SIMPULAN Aplikasi yang dihasilkan dapat menampilkan augmented reality rumah adat Bandung Rangki. Pada aplikasi juga berisi informasi berupa audio nasari tentang rumah adat Bandung Rangki. Penempatan jarak kamera dengan marker memepengaruhi aplikasi menampilkan objek rumah adat bandung rangki. Kamera terlalu dekat atau terlalu jauh dengan marker dapat menampilkan rumah adat bandung rangki. Aristana. Antara. Putra. Pengenalan Rumah Adat Bandyng Rangki Menggunakan. Hasil pengujian yang dilakukan dengan black box, aplikasi dapat berjalan sesuai yang . DAFTAR PUSTAKA