Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap Kemampuan Motorik Halus Siswa Sekolah Dasar Arum Rahmatillah Hardiyanti*. Erna Zumrotun Universitas Islam Nahdlatul Ulama. Jepara. Indonesia *Coresponding Author: 211330000803@unisnu. Dikirim: 05-09-2025. Direvisi: 14-09-2025. Diterima: 15-09-2025 Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan keterampilan motorik halus siswa sekolah dasar melalui inovasi pembelajaran seni rupa yang relevan dan Ecoprint dipilih sebagai media pembelajaran karena mengintegrasikan aspek estetika dan psikomotorik sekaligus menumbuhkan kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penerapan ecoprint dalam meningkatkan kemampuan motorik halus siswa kelas V SDN 1 Tahunan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang seluruhnya mengikuti pengukuran awal . , perlakuan berupa kegiatan ecoprint, serta pengukuran akhir . Instrumen penelitian terdiri atas rubrik penilaian kinerja motorik halus, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest 64,79 dan posttest 83,35 . < 0,. Dengan demikian, kegiatan ecoprint terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran seni rupa yang mampu meningkatkan keterampilan motorik halus siswa sekolah dasar. Kata Kunc i: Ecopr int. motor ik halus. ps ikomotor ik. pembelajaran sen i rupa. sekolah dasar Abstract: This research is motivated by the need to develop fine motor skills of elementary school students through relevant and contextual fine arts learning innovations. Ecoprint was chosen as a learning medium because it integrates aesthetic and psychomotor aspects while fostering students' creativity. The purpose of this study was to test the effectiveness of ecoprint implementation in improving fine motor skills of fifth grade students of SDN 1 Tahunan. The method used was quantitative with a one group pretest-posttest design. The research subjects were 20 students who all participated in the initial measurement . , treatment in the form of ecoprint activities, and final measurement . The research instruments consisted of a performance assessment rubric and observation sheets, while data analysis was carried out using a paired sample t-test. The results showed a significant difference between pretest and posttest scores . < 0. Thus, ecoprint activities were proven to be effective as a fine arts learning strategy that can improve fine motor skills of elementary school students. Keywords: ecopr int. f ine motor sk ills. psychomotor development. art educat ion. PENDAHULUAN Efektivitas batik ecoprint terhadap kemampuan motorik halus siswa menjadi . su penting dalam pembelajaran sekolah dasar. Kemampuan motorik halus mencakup koordinasi otot-otot kecil pada tangan dan jari yang berperan dalam aktivitas seperti menulis, menggambar, dan memanipulasi objek kecil. Keterampilan . ni membutuhkan koordinasi tangan-mata yang tepat, bukan sekadar kekuatan fisik Fitri & Mayar . kretivitas yang melibatkan keterampilan motorik halus, misalnya menggunting atau menggambar pola, terbukti mendukung kesiapan akademik sekaligus kemandirian siswa Winingsih & Sari, . Seni rupa menghadirkan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hardiyanti & Zumrotun. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap KemampuanA peluang untuk merangsang keterampilan . ni melalui kegiatan menggambar, melukis, atau karya. Ecoprint sebagai metode seni yang . novatif tidak hanya melatih otot tangan, tetapi juga meningkatkan kreativitas serta kesadaran ekologis anak. Dengan demikian, pembelajaran berbasis ecoprint menjadi relevan untuk mendukung perkembangan motorik halus siswa sekolah dasar. Penel itian menunjukkan bahwa st imulasi berbas is sen i dan aktiv itas kreatif efekt if dalam memperkuat koord inasi jar i serta men ingkatkan kontrol v isual-motor ik yang d ibutuhkan saat menul is dan menggambar Prat iwi & Wardan i . Stud i la in menegaskan bahwa pendekatan berbas is kr iya membantu memperkaya pengalaman estet is anak sekal igus mendukung perkembangan ps ikomotorik Yul iani, . Inovas i pembelajaran seni rupa yang berfokus pada proses, bukan hanya has il akhir, terbukt i lebih efektif dalam melat ih keteramp ilan gerak halus Handayan i, . Mesk i dem ikian, kajian terka it penggunaan tekn ik ecopr int dalam konteks pend idikan dasar mas ih terbatas. Hal in i membuka ruang penel it ian lebih lanjut untuk menganal isis sejauh mana ecopr int dapat men ingkatkan keteramp ilan motor ik halus Penel itian mengena i efektiv itas bat ik ecopr int pent ing d ilakukan karena keterkaitannya dengan sen i ramah l ingkungan dan pengembangan motor ik halus s iswa masih jarang d ikaj i. Akt iv itas ecopr int mel ibatkan keteramp ilan menata daun, menekan pola, dan mengatur warna alam i, yang memerlukan konsentras i serta ketelit ian. Octav ian i, . menemukan adanya pen ingkatan skor posttest motor ik halus s iswa menjadi 83,09 d iband ingkan nila i pretest 45,68, dengan efekt iv itas 68,4% yang d ikategor ikan cukup efekt if. Fakta in i memperlihatkan bahwa ecopr int dapat menjadi med ia pembelajaran yang relevan dan inovat if. Oleh karena itu, penelit ian ini bertujuan menganal isis efektiv itas penerapan ecopr int dalam men ingkatkan kemampuan motor ik halus s iswa kelas V sekolah dasar. Sela in itu, penelit ian in i juga mengeksploras i kontribusi ecopr int dalam menumbuhkan kreat ivitas serta kemand irian belajar s iswa melalui aktiv itas sen i yang beror ientasi pada proses. Penggunaan ecopr int dalam pembelajaran sen i rupa memil iki dasar teor itis dan dukungan empir is. Piaget menegaskan bahwa anak us ia sekolah dasar belajar leb ih efekt if melalui aktiv itas konkret dan eksplorat if. Ecoprint menyed iakan pengalaman langsung dengan bahan alam i yang menuntut koord inasi tangan-jar i, sekal igus menumbuhkan kesadaran ekolog is siswa. Penel it ian terdahulu menunjukkan bahwa perma inan membat ik ecoprint dengan tekn ik pound ing terbukt i efektif men ingkatkan keteramp ilan motorik halus anak secara s ign if ikan (Hasanah & Rahmawat i 2023. Nurhayat i, 2. Stud i lain menegaskan bahwa ecopr int mendukung pembentukan kemand irian, ketelit ian, serta apres ias i sen i Suryan ingsih, . Oleh karena itu, ecopr int t idak hanya selaras dengan teor i konstrukt iv isme, tetap i juga terbukt i empir is sebaga i med ia pembelajaran inovat if yang mendukung pengembangan motor ik halus, kreat ivitas, dan kemand ir ian siswa sekolah dasar. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas 5 SDN 01 Tahunan tanggal 22-24 Jun i 2025, s iswa menunjukkan antus iasme t ingg i saat mengikut i kegiatan ecopr int. Siswa t idak hanya memaham i proses pembuatan, tetap i juga mengenal manfaat bahan alami yang d igunakan. Has il penel it ian in i d iharapkan mampu mengembangkan keterampilan motorik halus siswa sekolah dasar melalui inovasi pembelajaran seni rupa yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen . re-experimental desig. Desain yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, yang melibatkan satu kelompok @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hardiyanti & Zumrotun. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap KemampuanA subjek tanpa kelompok kontrol. Dalam desain ini, pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah perlakuan, untuk mengetahui adanya perubahan atau peningkatan yang terjadi setelah intervensi diberikan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tahunan. Kecamatan Tahunan. Kabupaten Jepara, dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Kelas tersebut merupakan satu-satunya rombongan belajar di tingkat kelas V, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai subjek Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas rubrik penilaian kinerja motorik halus, rubrik penilaian disusun untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam melaksanakan kegiatan ecoprint, mencakup aspek-aspek seperti persiapan alat dan bahan, teknik pelaksanaan, kerapian, dan kualitas hasil akhir Setiap aspek diberi skor berdasarkan indikator yang telah ditentukan agar penilaian bersifat objektif dan sistematis. Tahapan penelitian diawali dengan pemberian pretest, yaitu tes kinerja motorik halus melalui kegiatan sederhana seperti menggunting, menata, dan menggambar pola untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Selanjutnya, diberikan perlakuan berupa kegiatan ecoprint yang meliputi persiapan alat dan bahan, penataan daun di atas kain, teknik pounding, serta pengaturan warna alami hingga menghasilkan karya. Setelah itu, dilakukan posttest dengan instrumen yang sama untuk mengukur peningkatan keterampilan motorik halus siswa. Data pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test guna mengetahui signifikansi perbedaan hasil serta efektivitas perlakuan yang diberikan. METODE PENEL IT IAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan praeksperimen . re-experimental desig. Desain yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, yang melibatkan satu kelompok subjek tanpa kelompok Dalam desain ini, pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah perlakuan, untuk mengetahui adanya perubahan atau peningkatan yang terjadi setelah intervensi diberikan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tahunan. Kecamatan Tahunan. Kabupaten Jepara, dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Kelas tersebut merupakan satu-satunya rombongan belajar di tingkat kelas V, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai subjek penelitian. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas rubrik penilaian kinerja. Rubrik penilaian disusun untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam melaksanakan kegiatan ecoprint, mencakup aspek-aspek seperti persiapan alat dan bahan, teknik pelaksanaan, kerapian, dan kualitas hasil akhir produk. Setiap aspek diberi skor berdasarkan indikator yang telah ditentukan agar penilaian bersifat objektif dan sistematis. Tahapan penelitian diawali dengan pemberian pretest, yaitu tes kinerja motorik halus melalui kegiatan sederhana seperti menggunting, menata, dan menggambar pola untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Selanjutnya, diberikan perlakuan berupa kegiatan ecoprint yang meliputi persiapan alat dan bahan, penataan daun di atas kain, teknik pounding, serta pengaturan warna alami hingga menghasilkan Setelah itu, dilakukan posttest dengan instrumen yang sama untuk mengukur peningkatan keterampilan motorik halus siswa. Data pretest dan posttest kemudian @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hardiyanti & Zumrotun. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap KemampuanA dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test guna mengetahui signifikansi perbedaan hasil serta efektivitas perlakuan yang diberikan. ycNycuycycayco Rumus perhitungan hasil total pretest dan posttest HAS IL DAN PEMBAHASAN Penel itian ini d ilaksanakan dengan member ikan pretest dan posttest kepada peserta did ik kelas V SDN 1 Tahunan terka it keteramp ilan motor ik halus melalu i keg iatan ecopr int. Has il anal isis menunjukkan adanya pen ingkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest. Hal in i menunjukkan bahwa penerapan keg iatan ecopr int memberikan pengaruh pos itif terhadap keteramp ilan motor ik halus siswa. Tabel 1. Uj i T Pa ired Samples Test P. ired Samples Test P. ir 1 P. ired D. fferences 95% Con. idence |Interval of the D. fference Upper Pretest - Postest S. Hasil penelit ian menunjukkan adanya pen ingkatan kemampuan motor ik halus siswa kelas V SDN 1 Tahunan setelah meng ikuti keg iatan ecoprint. Skor rata-rata pretest berada pada kategor i rendah dengan n ilai 64,79, sedangkan skor rata-rata posttest men ingkat menjad i 83,35 menggunakan rumus hasil dibagi 50 dikali 100. Kena ikan sebesar 18,56 poin ini menunjukkan adanya perkembangan yang s ign if ikan dalam keterampilan motor ik halus s iswa. Hasil uj i paired sample t-test memperkuat temuan tersebut. N ila i t hitung sebesar -22,099 dengan s ign if ikansi 0,000 . < 0,. menegaskan bahwa terdapat perbedaan nyata antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan dem ikian, keg iatan ecoprint dapat d ikategor ikan efekt if dalam men ingkatkan keteramp ilan motor ik halus siswa. Jika d it injau leb ih r inc i, pen ingkatan skor terl ihat pada beberapa ind ikator pen ilaian. Misalnya, pada aspek koord inasi tangan-mata, s iswa leb ih mampu menata daun dan menyusun pola dengan pres isi. Pada aspek kekuatan jar i dan genggaman, siswa menunjukkan kemampuan yang leb ih baik saat melakukan proses pound ing. Sementara pada aspek ketel it ian dan kerap ian, has il cetakan ecopr int menjad i leb ih simetr is dan bers ih d ibandingkan saat pretest. Sejalan dengan penel it ian Anggraen i & Saf itr i, . , kegiatan ecoprint ing terbukt i efekt if men ingkatkan kemampuan motor ik halus anak us ia d in i, terutama dalam aspek koord inas i tangan-mata dan man ipulasi jar i melalu i proses menempel daun dan mencetak pola dengan palu. Temuan serupa juga d itunjukkan oleh W ia et al, . d i Wakatob i, d imana ecoprint meningkatkan keteramp ilan motor ik halus anak kelompok B secara keseluruhan. Hasil in i sejalan dengan Fatah & Zumrotun, . yang menegaskan bahwa projek P5 t idak hanya melat ih keterampilan prakt is, tetapi juga membentuk tanggung jawab sos ial dan kemandir ian s iswa sekolah dasar. Sejalan dengan itu. Irfana. Attalina. Wid iyono, . juga membukt ikan bahwa model project based learn ing mampu meningkatkan m inat dan has il belajar s iswa sekolah @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hardiyanti & Zumrotun. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap KemampuanA Hal in i menunjukkan bahwa ecopr int sebagai pembelajaran berbas is proyek relevan untuk mengembangkan keteramp ilan motor ik halus sekal igus menumbuhkan kemand irian dan kreat iv itas siswa. Hasil kajian Jariah et al . d i TK Neger i Model Mataram, penerapan tekn ik ecopr int secara berkelanjutan mampu men ingkatkan keteramp ilan motor ik halus sejak pertemuan pertama h ingga akh ir secara progres if . Penel itian d i TK Al-Fajar oleh Fajarwat i & Harahap, . juga mengonf irmasi bahwa ecopr int khususnya tekn ik pound ing memberikan dampak pos itif terhadap ketel it ian, kerap ian, dan kontrol motor ik halus anak melalu i tahapan pembelajaran s iklus. Keduanya memperkuat argumentas i bahwa lat ihan bertahap dengan ecopr int memperkuat perkembangan psikomotor ik secara s istematis. Penel itian lain dari Latifah & Ismet, . d i TK Islam Istiqamah Payakumbuh, ecoprint mem il ik i pengaruh s ign if ikan terhadap perkembangan motor ik halus anak d iband ingkan kelompok kontrol. Fitr ian i & Suryani, . juga menemukan bahwa keg iatan ecoprint yang memanfaatkan pola budaya lokal . eperti motif ikan Belid. berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan motorik halus siswa usia 5Ae6 tahun. Selanjutnya, penelitian Alyannur & Sitorus, . menyatakan bahwa permainan batik ecoprint dengan teknik pounding secara nyata menumbuhkan ketelitian jari dan koordinasi motorik halus anak usia dini. Temuantemuan ini secara tegas mendukung hasil penelitian sekarang mengenai efektivitas ecoprint dalam mengembangkan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan motorik halus siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan kebaruan dalam konteks penerapan ecoprint sebagai media pembelajaran seni rupa di sekolah dasar. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang sebagian besar hanya menyoroti aspek estetika atau lingkungan, penelitian ini menekankan pada kontribusi ecoprint terhadap pengembangan kemampuan motorik halus siswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa melalui proses konkret seperti menata daun, menekan pola, dan memadukan warna alami, siswa tidak hanya berlatih koordinasi motorik halus tetapi juga membangun kemandirian, ketelitian, dan kreativitas. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi pembelajaran yang memadukan seni ramah lingkungan dengan penguatan keterampilan psikomotorik siswa. Bagi guru sekolah dasar, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar empiris bahwa ecoprint layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada hasil karya, tetapi juga pada proses belajar yang bermakna, eksploratif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar. KESIMPULAN Kegiatan ecoprint terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan motorik halus siswa, karena secara terpadu melatih koordinasi tangan-mata, ketelitian, kerapian, dan kekuatan jari, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kesadaran ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa ecoprint bukan sekadar aktivitas seni, tetapi strategi pembelajaran berbasis proyek yang holistik, kontekstual, dan bermakna bagi anak usia sekolah dasar, karena menekankan proses eksploratif yang mendukung penguatan kompetensi praktis dan non-kognitif siswa. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yakni sampel yang terbatas pada satu kelas dan durasi intervensi yang singkat, sehingga interpretasi hasil perlu mempertimbangkan konteks @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Hardiyanti & Zumrotun. Efektivitas Kegiatan Batik pada Ecoprint terhadap KemampuanA Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan ecoprint secara berkelanjutan, menyesuaikan variasi teknik dan pola dengan karakteristik siswa, serta mengintegrasikan aspek seni dan lingkungan secara konsisten. Penelitian lanjutan diharapkan dapat memperluas sampel, memperpanjang durasi, dan mengeksplorasi teknik tambahan untuk memperkuat bukti empiris serta memahami dampak jangka panjang terhadap keterampilan motorik halus, kreativitas, dan kemandirian siswa secara lebih menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA